Dari Pesantren & Kampus

Jadwal Shalat

Statistik

Posted by & filed under . | 94,266 views

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’ alaikum wr.wb.

Pengunjung warungustad.com yang terhormat, sesuai dengan saran beberapa orang yang sudah melihat situs ini, dan memang sudah menjadi rencana kami ke depannya. Kami membuka forum konsultasi atau Tanya-Jawab seputar masalah keislaman, baik Aqidah, Fiqh, Hadis, Sirah dst.

Kami berharap, pertanyaannya realistis dan tidak mengada-ada, atau hal yang menjadi fitnah dan permusuhan serta kedengkian. Situs ini dimaksudkan untuk mencerdaskan ummat, mengajak mereka bersatu wa ta’awanu ala al-birri wa al-taqwa. dan watawasau bi al-haqqi watawasau bi al-sobri.

Semoga Bermanfaat adanya.
Wassalam

DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA

1,745 Responses to “Tanya-Jawab”

Berikan komentar

  • (will not be published)

  1. elma

    Terimakasih Ustadz…atas jawabannya Ada yg Mau says tanyakan lagi….apakah hukumnya menggunakan pewarna rambut seperti sekarang banyak pewarna rambut….bukan Dari pacar mekah(hena)….rambut diwarnai coklat atau merah….sahkah digunakan untuk wudu Dan Mandi besar?…..kemudian sahkah wudu Kita jika masih menempel make up diwajah Dan lipstik di bibir?…..terimakasih ustad

    Reply
  2. munna

    Assalamu’alaikum ustadz..
    Bolehkah kita menghukumi sesuatu adalah najis humiyah berdasarkan zhon(perkiraan/analitis) dan besandarkan pada kebiasaan/adat/perilaku? terimakasih banyak ustad

    Reply
  3. shanty

    Assalamu’alaikum ustadz..
    saya ingin bertanya ustadz bagaimna cara menghadapi tmn krj yang mempunyai sifat cemburu sosial yang tinggi ( usia saya dengan tmn saya tersebut berbeda 30 thn/dy lbh tua).contohnya saja ustadz, apabila salah satu tmn yg lain punya rzki membeli mtr baru lalu beliau suka menggerutu dengan kalimat “aaaaahh punya kaya gtu aja pemer” pdahal ustad tmn tersebut tdk bermksd seperti itu..dan kadang juga ustad suka meremehkan kemampuan orng lain dngn klimat “kmu ga akan mampu mengerjakan apa yg saya krjakan,pajak ini ga mudah” tpi kalau sy pikir2 ustadz banyak kokk ahli pajak yg berti ilmu itu bisa dipelajari..mhn arahannya ustad bagaimana cara saya menegur beliau..karna beliau juga rencananya akan berangkat haji..
    demikian ustadz..trimksh..wslkm.wr.wb..

    Reply
  4. Niki

    Assalamu’alaikum ya Ustadz…

    ada peryantaan yang sangat menganjil dan menjadikan Niki ingin bertanya,
    Ustadz selama ini Niki pernah menyaksikan perfilman (versi luar indonesia) yang menghadirkan aktris dan aktor muslim, ada film di sana yang terkadang para muslim itu berpegangan tangan dalam film atau tuntutan scene-nya.

    Jika di bawa kembali ke agama islam itu sendiri apa hukum bagi mereka yang bersentuhan kulit dengan non muhrim dan itupun tidak menimbulkan syahwat karena hanya tuntutan pekerjaan.

    Apa hukum islam yang sebenarnya dalam menanggapi hal tersebut…

    Assalamu’alaikum Ya Ustadz

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Adegan tersebut dilarang walau pun hanya tuntutan skenario. Skenario dapat dirubah sesuai keinginan penulis. Apabila ada skenario yang melanggar syariat, ya tidak boleh diikuti. Trus dosa dong ? ya jelas dosa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  5. florentina

    assalamualaikum wr. wb
    saya mau tanya ustadz, kalau orang non muslim sudah membaca syahadat walaupun terpaksa apa itu sudah islam?

    Reply
  6. elma

    Asalamualaikum wr wb
    Alhamdulillah web ini sudah biza dibuka lagi
    ustad….saya ada kena waswas mengenai najis….kebiasaan sy pasti mensucikan barang2 atau pakaian yg menurut sy kena najis……tp dengan kena was2….itu biasanya sy jd lupa sudah disucikan atsu belum……mengingat katanya segala sesuatu kembali pada hukum asalnya…..kalo barang kena najis kita was2 sudah disucikan atau belum….kita ambil….belum disucikan?…..tp capek ustadz gara2 lupa…sudah apa belum…..akhirnya jd stresss merasa tertular najis……bisakah kita yakini sudah disucikan saja……daripada was2 terus……berdosa tidak kalo kita anggsp sudah? Dan seandainya memang belum disucikan…..apskah najis nya dimaafkan allah?…..saya capek memikirkan lupa terus……terimakasih ustadz

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Kembali ke kaidah asal. Anda tidak perlu mencuci lagi. Tapi hal ini jangan dijadikan kebiasaan. Jadikan catatan agaer ke depannya anda lebih yakin sehingga tidak menimbulkan keraguan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  7. irwan

    Asalamualaikum ustad…saya mau menanyakan
    1. Apakah kit bisa menghukumi najis sesuatu….bila baru katanya orang…dan orang itu juga katanya orang juga…..misal…..eh kata saudara say yg punya temen kerja di badan penelitian…..permen itu ada babinya…….saya ga tau pa ust emang benar apa tidaknya…..nah sy jd was2 ketika permen itu dimakan saudara saya dabekasnya nempel dimeja saya……apa sy harus sertu?…….terimakasih……

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Fiqh menghukumi sesuatu yang sudah jelas. Jika baru katanya-katanya tidak bisa dihukumi. Jadi tidak perlu mensertu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  8. munna

    Assalaamualaikum,, ustad mohon penjelasannya perihal status air kurang dari 2 qullah kejatuhan najis menurut syaikh wwahbah zuhaili dan jika boleh tahu beliau ulama bermazhab apa ya ustad? Terima kasih banyak atas jawabannya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Al ‘Alim Al ‘Allamah Asy Syeikh Wahbeh Az-Zuhaili adalah seorang ulama besar asal Syiria. Beliau adalah seorang profesor yang sangat pakar di berbagai bidang keilmuan islam. Beliau adalah salah seorang ulama dan profesor kharismatik kaliber internasional.

      Dalam bab air dua qullah atau kurang, beliau hanya mengemukakan berbagai pendapat 4 madzhab, tidak mentarjih apalagi menggiring pembaca untuk cenderung kepada salah satu madzhab. Beliau hanya menyampaikan pendapat2 saja, beliau netral. Dan sebetulnya tidaklah terlalu penting untuk mengetahui apa madzhab beliau.
      Tapi mengenai madzhab beliau, sepertinya beliau bermadzhab Asy-syafi’i. Walau pun saya blm pernah menjadi murid belaiu secara langsung, namun saya pernah berbincang-bincang dengan beliau di beberapa kesempatan. Pernah saya bertanya walapun secara tidak langsung mengenai madzhab yang beliau anut. Dari jawaban beliau yang saya tangkap, saya menduga beliau bermadzhab Asy-Syafi’i.

      Beliau saat ini berusia sekitar 83 tahun. Semoga beliau dipanjangkan umurnya oleh Allah SWT dan ilmu yang telah beliau sampaikan baik dalam bentuk tulisan seperti buku yang berjilid-jilid, makalah, atau makhthuthah dll dan juga lewat seminar atau ceramah-ceramah bermanfaat bagi kaum muslimin di seluruh dunia, aamiin..

      Reply
      • Ridwan Shaleh

        Alhamdulillah, Dugaan saya ternyata benar. Saya baru saja menanyakan kepada murid beliau langsung, yaitu yang mulia KH. Dr. A. Lutfi Fathullah, MA. Beliau adalah salah seorang fakar ilmu hadis yang langsung belajar dengan Syeikh Wahbeh Zuhaili dan Syeikh Sa’id Ramadhan Al Buthi Rahimahullah selama belajar di Syiria. Kyai lutfi mengatakan bahwa Syeikh Wahbeh bermadzhab Syafi’i

        Reply
  9. Syaiful

    Assalamualaikum wr.wb
    untuk pertanyaan sya kmrin, sya rasa blom terjawab, apakah saya harus menuruti org tua sya (ibu) untuk untuk berhutang untuk membayar hutangnya ke rentenir. Sekian Terimkasih.

    Reply
  10. Diana

    Assalamualaikum. Wr. Wb.
    Ibu ustadzah saya mau brtanya tentang kewajiban seorang istri, apakah jika seorang istri tidak mencuci pakaian suaminya dan membersikan rumahnya apa seorang istri berdosa atau menjadi istri yg durhaka? Dan apa saja tugas, hak & kewajiban seorang istri? Terimakasih Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya, kewajiban istri terhadap suaminya adalah sebagai berikut :

      1. Menaati suaminya untuk melayani hasrat seksual.

      2. Bila suami melarang istrinya keluar rumah, maka istri wajib mentaatinya.

      3. Menjaga kepercayaan suaminya (amanah) jika suami tidak di rumah, baik kehormatan dirinya, harta suami dan anak-anaknya.

      4. Memperlakukan suami dengan baik.

      5. Segera mandi wajib jika haid atau nifas selesai agar hak suami terhadap dirinya bisa dilaksanakan.

      Jadi sebetulnya istri tidak ada kewajiban untuk mmasak, mencuci, mengepel lantai atau melakukan pekerjaan rumah layaknya pembantu. Artinya, jika suami dlam kondisi mampu secara ekonomi dan istrinya meminta pembantu, maka suami berkewajiban memenuhi permintaannya. Tapi sebaliknya, jika kondisi suami pas-pasan, janganlah memaksa suami untuk menghadirkan pembantu. Istri yang melkukan pekerjaan rumah seperti mengepel, memasak, mencuci baju dan sebagainya tentu mendapat pahala yang sangat besar jika ikhlas melakukannya dan haram meminta gaji kepada suaminya karena melakukan pekerjaan itu.

      Jadi, jika istri tidak mau meyapu, mengepel rumah, mencuci baju dan sebagainya padahal di rumah saja tanpa bekerja, maka tidak berdosa. Tapi walau pun tidak berdosa, tentunya sangat dimungkinkan sikap tersebut bisa menimbulkan ketidak harmonisan dan berkurangnya cinta suami terhadap istrinya yang tidak mau ngapa-ngapain. Jika sudah sampai seperti ini, suami bisa saja menceraikan dan tentunya mencari istri yang mau dngan senang hati dan ikhlas mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

      Jadi dalam hal ini perlu saling mengisi, mengerti dan memahami tugas masing-masing agar rumah tangga berjalan dengan baik.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  11. Rudi

    Assalamualaikum wr wb.. Pak ustad saya mau bertanya tentang doa qunut.
    1. Saat kapan doa qunut dibacakan sesuai syari.
    2. Ketika sholat subuh ada imam yg baca doa qunut dan ada yg tidak? apa hukum dan alasannya bagi yg baca doa qunut dan bagi yg tidak membacanya? terima kasih.. wassallam

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Imam 4 madzhab menyatakan bahwa qunut dalam shalat adalah sunnah. Mereka hanya berbeda pendapat kapan qunut itu dilaksanakan ? Kenapa, kok beda pendapat ? Ya, tentu saja, karena banyak sekali hadis Rasulullah yang menyinggung tentang qunut sehingga sangat dimungkinkan perbedaan pendapat para ulama fiwh dalam memahami kapan disunnahkan qunut. Bukan hanya kapan qunut dilaksanakan, bahkan diaatara mereka juga berbeda pendapat apakah qunut itu dilaksanakan setelah ruku’ atau sebelum ruku’. Lho, kok beda lagi ? ya, karena memang ada beberapa hadis yang menunjukan bahsa suatu saat Rasulullah SAW qunut sebelum ruku’ dan beliau juga pernah qunut setelah ruku’. Lho, kok Rasul ga konsisten ? Jangan sekali-kali ada fikiran seperti itu !. Ini masalah contoh, kita hanya dsuruh meniru beliau kok, bukan ngebantah apa lagi ada pikiran negatif terhadap beliau SAW.

      Dengan banyaknya hadis-hadis tersebutlah yang sangat memungkinkan para ulama Fiqh berbeda pendapat dalam masalah qunut ini.
      Berikut pendapat tentang qunut menurut 4 madzhab :

      a. Madzhab hanafiyah :
      Qunut hanya dilakukan pada rakaa’at akhir shalat witir. Qunut tidak dilakukan dalam shalat selain witir. Mereka berpendapat bahwa qunut dilakukan sebelum ruku’ (dibaca setelah selesai membaca surat setelah af fatihah)

      Madzhab Malikiyah :
      Qunut hanya dilakukan pada shalat shubuh, sedangkan qunut menjadi makruh jika dikerjakan saat shalat witir. Qunut afdhalnya dibaca sebelum ruku’, namun boleh juga dibaca setelah ruku’.

      Madzhab Asy Syafi’iyah :
      Qunut dianjurkan dikerjakan saat rakaat terakhir shalat shubuh. Dibaca ketika ruku’. Dan sunnah juga qunut dibaca ketika melaksanakan shalat witir pada pertengahan terakhir bulan Ramadhan.

      Madzhab Hanabilah :
      Qunut disunahkan saat mengerjakan rakaat akhir shalat witir. Qunut boleh dilakukan sebelum atau sesudah ruku’. Madzhab ini tidak berpendapat bahwa qunut sun nah dilakukan saat shalat subuh atau shalat yang lainnya selain witir.

      Menurut 3 Madzhab ( Hanafiyah, Syafi’iyah dan Hanabilah ) : Qunut juga disyari’atkan atau dianjurkan pada shalat lima waktu jika terjadi huru hara atau kezhaliman yang menimpa umat Islam. Istilah ini lebih pupuler dengan sebutan Qunut Nazilah.

      Jadi tidak mesti aneh jika suatu saat kita menemukan imam masjid di suatu daerah yang memakai qunut atau tidak qunut saat melaksanakan shalat shubuh. Mereka mengambil salah satu pendapat dari pendapat-pendapat di atas.

      Wallahu a’lam

      Reply
  12. Tio

    Assalamualaikum wr wb
    Ustd saya seorang abdi negara.orang banyak bilang kalau pekerjaan yang mulia. Tapi ini bukan cita2 saya,saya pun sampai sekarang tidak bisa pas dan suka dengan pekerjaan ini. Apa ini termasuk sifat kurang mensyukuri ? Saya bertahan di pekerjaan ini karena masa depan yang menjanjikan dan bekerja karena ibadah.menurut islam saya harus bagaimana ustad?
    wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Setiap pekerjaan tentu mempunyai resiko masing-masing. Dan tentunya setiap pekerjaan bisa saja bernilai ibadah jika diiringi dengan niat baik misalnya pengabdian kepada negara dan membantu sesama manusia. Jika pekerjaan ini tidak nyaman bagi anda, tentunya anda bisa beralih kepada pekerjaan lain yang membuat anda nyaman dan kebtuhan anda terpenuhi. Kita bebas menentukan pilihan terhadap ssesuatu yang memang dibolehkan oleh Allah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  13. munna

    Assalaamu’alaium wr. wb.

    Saya pernah membaca dalam uraian Bapak tentang dibolehkannya shalat di lantai rumah atau kantor tanpa alas/sajadah asalkan tidak kelihatan ada benda najis yang tampak.

    Saya menjumpai kasus sebagai berikut: Di rumah saya ada seorang bayi berumur lebih dari 1 tahun dan sudah memakan makanan lain selain ASI. Kadang-kadang, air kencing bayi tersebut membasahi lantai rumah kami, dan kami hanya mengelapnya dengan kain pel basah. Setahu saya, ini bukan cara bersuci yang benar, karena seharusnya menggunakan air yang mengalir, bukan dengan lap basah.

    Guru mengaji saya mengatakan hukum dari lantai rumah tersebut adalah najis hukmiyah meskipun bekas kencing bayi sudah tidak kelihatan. Karena itu, menurut guru mengaji saya, tidak sah shalat di atas lantai rumah saya tanpa alas yang suci.

    Pertanyaan saya:
    1. Apakah ada pendapat ulama’ terdahulu tentang najis hukmiyah?
    2. Sah atau tidak, shalat di lantai rumah yang kadang-kadang terkena kencing bayi tanpa disucikan dan bekas air kencing sudah kering/tidak tampak.

    Terima kasih atas jawaban dari Ustadz,

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Cara menghilangkan najis ainiyah tidak selalu harus disiram degan air yang mengalir. Bisakah dengan hanya di pel atau di lap ? Bisa saja asal benar caranya.
      Contoh : Ada najis kencing bayi di lantai. Lap kencing tersebut. Lap dicuci dengan air baru. Lap kembali najis tersebut. Kemudian cuci kembali lap tersebut dengan air baru. Begitu seterusnya sampai najisnya hilang. Ingat, ketika dirasakan najis ainiyahnya masih dirasa, tentu l;ap tersebut harus dicuci dengan air baru, jangan diceburkan ke dalam ember karena air di ember tersebut kurang dari dua qullah. Jika dicelupkan, tentu air tersebut akan menjadi najis karena najis yang ada di lap tersebut. Ketika beberaapi kali lap dan dicuci dengan air baru, maka najis tersebut akan hilang.

      Najis hukmiyah tentu berasal dari ainiyah. Jika anda tahu di lantai itu ada najis hukmiyah, maka anda tidak sah shalat di situ. Tapi jika di suatu tempat yang anda tidak tahu ada najis hukmiyahnya atau tidak karena memang tidak kelihatan dan tidak ada yang meberi tahu, maka saat itu posisi anda ada pada wilayah Zhan bukan? Ketika anda pada posisi Zhan, maka sebaiknya anda Ihtiyath dengan menggunakan sajadah atau alas. Tapi sekali lagi, zhan tidak bisa mebgubah status hukum zhahir, yaitu yaqin sebagaimana yang pernah anda tanyakan kemarin bukan ?

      Oh ya lupa, URAIAN saya yang mana ya ?

      Wallahu a’lam

      Reply
      • munna

        Iya ustadz, maaf jd nanya lg, oya ustadz id tanah jalanan basah, genangan air/aspal basah yg tdk diketahui secara pasti manisnya itu dijuluki suci ya? Krn kita hany sampai tingkatan zhon dlm memberi hukum, krn sering sekali terutama sy yg memakai gamis yg sudah barang tentu bajunya terurai sampai terseret2 dan saat mengendarai motor sering tercipta baik dr genangan air / krn tanah jalanan yg basah.

        Reply
        • munna

          Maaf ustadz revisi dr yg diatas, Iya ustadz, maaf jd nanya lg, oya ustadz jadi tanah jalanan basah, genangan air/aspal basah yg tdk diketahui secara pasti najisnya itu dihukumi suci ya? Krn kita hanya sampai tingkatan zhon dlm memberi hukum, krn sering sekali terutama sy yg memakai gamis yg sudah barang tentu bajunya terurai sampai terseret2 dan saat mengendarai motor sering terciprat baik dr genangan air / krn tanah jalanan yg basah.

          Reply
          • Ridwan Shaleh

            Iya. Genangan air di jalan raya atau becek bisa dihukumi suci jika memang jelas-jelas bukan air got. Jika Cuma air hujan saja atau air lainnya yang memang secara zhahir bukan air najis, tentu dihukumi suci.

            Wallahu a’lam

  14. yoris pelis

    Assalamuallaikum pak ustad saya punya beberapa pertanyaan. Yang pertama
    1.dalam mandi wajib apakah harus betul betul benar dan tidak boleh salah sedikit pun(contoh:mencuci kemaluan,padahal hanya membasuh kemaluan)
    2.apakah mandi wajib yang saya ketahui ini benar? Yang katanya ini dari Rassululah SAW
    1.membasuh tangan
    2.mencuci kemaluan dan kotoran lain dengan tangan kiri
    3.mencuci tangan
    4.berwudhu
    5.membasuh kepala sampai ke pangkal pangkal nya
    6.mencuci rambut di mulai dari kanan dan kiri lalu seterus nya
    7.menyela nyela rambut
    8.lalu mengguyur seluruh tubuh dengan air.
    Informasi ini saya dapat dari berita islami masa kini tentang mandi wajib.
    Wassalamuallaikum pak ustad.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Cara mandi wajib yang anda tanyakan memang betul. Urutan seperti itu memang bersumber dari hadis walau pun ada hadis yang lainnya juga yang urutannya tidak sama persis.
      lantas, apakah kita harus wandi wajib seperti itu sesuai dengan hadis sebagaimana dimaksud ? Idealnya iya. ِِAِِِfdhalnya Iya. Bagusnya iya.
      Lantas apakah mandi wajib kita tidak sah jika tidak sama persis dengan cara seperti itu ? Jawabannya tentu tidak.. Dalil hadis atau al Qur’an tidak langsung bisa diambil kesimpulan. Dalil tersebut nanti akan dibahas dalam ilmu fiqh. Dan ternyata menurut fiqh, mandi wajib syah dengan dua rukun saja :

      1. Niat.
      2. Meratakan air ke eluruh tubuh.

      ketika dua rukun tersebut dijalankan dengan benar, maka tentu mandi wajibnya sah saja.

      Kesimpulan : Jika bicara “afdhal” atau yang lebih baik tentu mandi wajib kita mengikuti cara di atas.namun jika kita bicara “sah” atau boleh” tentu kita mengacu pada ilmu Fiqh. Dan kita tentu menyadari bahwa tidak semua orang punya kondisi yang sama ketika mandi wajib. Entah faktor waktu atau air yang tersedia untuk mandi. Jika kebetulan waktu kita tidak mendesak dan air untuk mandi wajib banyak, tentu kita akan mengambil cara “afdhal”. Namun ketika kondisi air sangat terbatas dan waktu yang mendesak, mungkin saja kita mengambil cara “sah menurut fiqh”

      Wallahu a’lam

      Reply
  15. dila

    Assalamualaikum p’ ustad. Begini, sy mempunyai calon suami yg tdk disetujui oleh keluarga saya. Terutama oleh Ibu saya. Alasan nya hanya krn calon suami sy tdk mapan. Padahal dia bekerja di salah satu bank swasta terbesar di Indonesia. Kami sudah melalui byk cara tp ibu saya menentang keras dan keluarga yg lain pun mengikuti ibu sy. Sy dan calon sy sempat putus selama bbrp bulan krn sy tdk mau dianggap melawan org tua. Tp trnyta kami sama2 masih punya keinginan kuat utk menikah krn kami tdk ingin membuat dosa. Kami berencana utk menikah siri saja. Dan kebetulan org tua saya sdh bercerai. Ayah kandung saya berada di Riau sedangkan saya di Jakarta. Hub keluarga ayah kandung sy dan ibu saya tdk harmonis sampe skrg, bhkn ayah kandung sy tdk pernah menafkahi saya sejak kecil. Dlm menikah nnti mustahil jika ayah kandung saya mnjdi wali, selain beliau berada di luar pulau, dan saya sdh tdk berhub lagi dng beliau. Dan saya punya satu saudara lelaki. Ttp saudara saya itu tdk akan mungkin menikahkan saya n calon krn beliau takut dgn ibu saya dan tdk ingin membuat keributan. Jdi kami berniat utk memakai wali hakim? Yg ingin saya tanyakan, boleh kah kami melakukan itu? Krn yg saya tau, jika wali menentang buat menikahkan krn alasan yg bukan syari sprt kurang mapan, krg ganteng dll, maka wali itu membangkan. Dan menentang org tua krn hal itu, tdk dianggap melawan… tlg bantu saya p’ ustad

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saya turut prihatin dengan masalah yang anda hadapi sekarang dan saya berharap semoga anda dapat mengatasinya dengan baik dan bijak, aamiin…

      Sebelum anda memutuskan untuk nikah sirri, sebaiknya anda konsultasikan masalah anda kepada Petugas KUA dimana anda tinggal mengenai prosedur wali hakim, Kemungkinan, keluarga anda terutama ibu akan diberi nasihat oleh petugas perihal alasan yang dianggap tidak syar’I sehingga menolak menikahkan anda dengan pilihan anda sendiri. Ketika pihak kelaurga anda masih saja tidak bisa dilunakkan, kemungkinan hak kewalian dari pihak keluarga anda akan berpindak menjadi hak wali hakim. Ketika anda nikah dengan wali hakim dengan mengikuti prosedut yang ditetapkan pemerintah, tentu anda akan menikah resmi dan dicatat oleh petugas catatan sipil.

      Namun pilihan seperti ini tetap saja memiliki resiko. Hubungan anda dan ibu kemungkinan bisa renggang. Saran saya, cobalah diusahakan sekali lagi dan iringi do’a agar ibu andaberbesar hati hani menikahkan anda dengan pilihan anda sendiri.

      Wallahu a’lam

      Reply
  16. Ridwan saleh

    sy ingin bertanya….sy berhubungan dgn seorang janda beranak 1 dan status sy adalah duda dgn anak 3. Sy sdh berpacaran dgn janda itu selama krng lbh 2 thn. Sy ingin sekali menikahi pacar sy tsb pa ustad tp orang tua lelaki pacar sy tdk setuju dan pernah berucap” sampai kpnpun papa tdk setuju dgn pilihanmu”. Sy benar2 ingin menikahinya pa ustad, apa syah hukumnya apabila sy melakukan nikah siri krn mmg org tua pacar sy tdk menyetujui hubungan kita. Apa yg sy hrs lakukan pa ustad? mohon pencerahannya secepatnya. kita berdua sdh berumur 40 thn pa ustad. Trima kasih.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika sang ayah menolak menikahkan anaknya yang janda bukan karena alasan syar’i atau alasan kufu” maka ayah tersebut bisa dikatagorikan Wali ‘Adhal (wali yang menghalangi). terlebih lagi bahwa janda lebih berhak ketimbang walinya dalam menentukan pilihan.
      Jika memang kondisinya seperti ini, sebaiknya konsultasikan dengan pihak KUA agar pernikahan anda dengan pilihan anda bisa terlaksana.

      Wallahu a’lam

      Reply
  17. sumarma

    Assalamualaikum….
    Pak ustadz untuk status rumah kepunyaan ayah angkat ana..jadi berapa yg harus ana bagi untuk keponakan dari bpk angkat ana yang jumlahnya 13 orng 4 laki dan 9 perempuan..
    Zajakumullah khoiron kathsiro

    Reply
  18. mujiwiyana

    Assalaamualaikum, ustad, aku mau tanya apakah ada dilil yang soheh, amalan membaca Surat Al Fatihah 100x bisa menyelesaikan masalah (tujuan akan tercapai), terimakasih sebelumnya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada dalil shahih jika baca al-fatihah 100 kali akan ini dan itu. Tapi jika ingin diamalkan atau dibaca berapa kali pun dengan harapan agar keinginan terkabul, tentu tidaklah masalah asalkan pengamalan tersebut tidak dihubung-hubungkan dengan dalil baik dari Al Qur’an mau pun al Hadis.

      Wallahu a’lam

      Reply
  19. munna

    Assalaamualaikum, ustad, semalam saya ikut pengajian fiqih, lalu membahas masalah Thoharoh (bab air) lalu membahas air 2 qullah dan kurang 2 qullah kejatuhan najis, dari situ ust nya menyimpulkan menurut bulughul maram bahwa syarah air kurang dari 2 qullah kejatuhan najis, tidak berubah warna, rasa dan baunya maka tetap suci krn ukurannya(illat nya) adalah ada atau tdk nya najis yang diwakili oleh perubahan sifat air(dan ini pendapat yang paling rojih) istidlalnya. benarkah demikian ustad? Mohon pertimbangan ustad, Mana pendapat tentang masalah air kurang dari 2 qullah ini yang paling rajih istidlalnya ?
    terima kasih banyak ustad atas jawabannya. ditunggu jawabannya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Madzhab maliki berbendapat bahwa air kurang dari dua kullah tetap suci walapun kejatuhan najis selama tidak berubah sifatnya. Sedangkan madzhah selainnya menghukumi najis. Mana yang paling rajih ? wallahu a’lam, saya tidak tahu.

      Reply
  20. sumarma

    Assalamualaikum pak ustadz..
    Menanggapi jawaban pak ustadz rumah tersebut kepunyaan kedua orang tua angkat ana sedangkan saudara tiri ibu angkat ana se ibu.rencana ana rumah tersebut akan ana jual dan berapa bagian ke masing masing ahli waris

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Maaf pak, untuk status harta dalam waris harus sangat jelas. Status rumah itu harus jelas apakah milik ayah angkat anda atau milik ibu tiri anda. Statusnya tidak bisa dikatakan milik berdua. Jika sudah jelas, tentu pembagiannya akan lebih jelas. Contoh : jika ternyata rumah itu milik ayah angkat anda, tentu saudara tiri ibu ankat anda tidak mendpat waris. Atau sebaliknya, jika ternyata rumah itu adalah milik ibu angkat anda, tentu keponakan dari pihak ayah angkat anda tidak dapat waris.
      Wallahu a’lam

      Reply
  21. alkhikma

    Asslmmlkm, pak ustad saya ibu rmh tangga dlu saya bekerja skrg tidak. Teman teman dan saudara saya pada krj saya bingung ilmu saya skrg g berguna krn g kerja tp klo kerja anak2 saya msh kecil semua urusan anak dan rumah saya semua dan g tega mo ninggalin anak saya jd serba salah.. g kerja ilmu g bmanfaat g dpt pahala kyk tman2 dan sukses lg gmn ya pak ustad

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Terkadang harapan atau keinginan menjadi tertunda karena kondisi dan situasi yang tidak mendukung. Saat ini mungkin ibu merasa bahwa ilmu yang ibu miliki mubadzir karena tidak bekerja. Tenang bu, ga usah putus asa. Niat ibu untuk mengamalkan ilmu saja sudah berpahala. Ibu mengurus anak juga berpahala dan tentu sangat besar pahalanya.
      1001 macam cara bisa kita gunakan untuk mendapat pahala. Mungkin nanti jika kondisi ibu sudah sangat memungkinkan untuk mengamalkan ilmu yang dimiliki, insya Allah akan terlaksana kembali.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • keumala

      salam alaikum bunda, senang ada ibunda yang mengutamakan anak daripada kerja. bun cantik nggak usah kuatir ilmunya nggak berguna. bunda tau kan, semakin tinggi pengetahuan/pendidikan bunda, semakin baik bunda mengasuh anak, insya allah semakin baik generasi bunda.
      kalau bunda nggak PD dengan omongan teman/tetangga/bahkan keluarga, bunda bisa kasih pengertian seperti ini :
      “coba (kakak/adek/ibu) bayangkan, kalau saya kerja dan anak saya diurus sama asisten rumah tangga yang hanya lulus SD….dibandingkan dengan saya bundanya yang mengasuh dia berpendidikan S2… anaknya nanti akan berkualitas seperti yang mana”
      insya allah, capeknya bunda, letih, penat, pusing, pegel,sakit pinggang, bahkan emosi saat menjelang menstruai bikin uring-uringan, ngadepin anak kecil-kecil cimit-cimit, itu cuman berlangsung sebentaaaaaarrrr banget….4 tahun ? 5 tahun ? kalo anak kita udah mulai sekolah, insya allah pasti kangen sama yang pegel-pegel, uring-uring, berantakan, bau pesing, segala macam.
      bunda nanti bisa kerja lagi kalo dedek udah masuk sekolah. nggak lama bun, kecuali bunda nambah anak lagi hehehe….
      cayo bunda, semangaaaattt…..nggak rugi sekolah tinggi kalo abis melahirkan malah ngurus anak dirumah, nggak rugi, nggak rugi, nggak rugi sama sekali….
      nilai ijasah jaauuuuhhh lebih kecil dibandingkan nilai perkembangan lahir batin anak….ayo semangat
      **aku S2, nggak kerja setelah punya anak :p

      Reply
      • shanty

        Assalamualaikum wr wb…bunda saya jdi terinspirasi sekali dengan masukan bunda..jujur saja saya sedang memiliki masalah yang sama…hati saya ragu meninggalkan pekerjaan yg sudah lama saya geluti..dibalik itu semua anak saya yg berusia 8 bln masiiiiiiiih sangat2 butuh perhatian dan kasih sayang dri saya..tpi setelah saya membaca masukan dari bunda saya jdi makin yakin untuk full mendidik dan merawat anak saya sendri..karna untuk menjdi wanita karir atau menjadi ibu rumah tangga perlu adanya pendidikan agar menjdi ibu yg cerdas dn berkwalitas :)

        Reply
  22. Muhammad Rezkiansyah

    Assalamualaikum…
    Alhamdulillah ada website seperti begini an

    Saya ingin bertanya pak ustadz bagaimana dalam islam memandang seorang yang bekerja dikantor pajak atau seseorang yang menjadi pekerja mengurusi keuangan negara ? Apakah haram atau bagaimana ?
    Terima kasih pak ustadz
    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukumnya halal. Jika di kemudian hari si pekerja menyeleweng dari tugasnya yang semula halal kemudian menjadi tindakan haram, maka dia berdosa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  23. dessy sriwidiastuti

    assalamualaikum ustadz
    perkenalkan saya dessy ibu rumah tangga yang juga berbisnis onlineshop dirumah.

    saya menjual baju anak import. yang brangnya sya beli dr supplier dgn preorder terlebih dahulu slma kurang lebih 3 bulan. yg mna praturan diawal sblum akad dp 30% dan sisanya dibyarkan 70% ktika brang ready. msa plunsan 2-3hari tanpa konfirmasi maka order autocancel dan uang muka hangus. maka sya pun menerapkan hal yg sama terhadap customer. bgtu brang ready kdang ada sja yg mangkir tdk sesuai aturan 2-3hari. mka uang tsb jdi hak sya. tp sya kdang masih mrsa ragu halal kah ustadz? sya oernah tunggu smpai 1 bulan bhkan tdk dbyar klo bgtu sya rugi. mka stp 2 hri mangkir tanpa konfirmasi mka order akan tercancel. mhon pencerahannya ustadz terima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Uang DP yang ibu terima karena tidak adanya konfirmasi sesuai perjanjian adalah halal. Perjanjian yang ibu terapkan di awal dengan customer adalah sebuah bentuk persyaratan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • dessy sriwidiastuti

        alhamdulillah pa ustadz jika halal sya sdh tenang. bgtu jg mmang mnrut suami krn sdh ada akad diawal dan jika mnyetujui artinya sah.tpi sya sllu sakit hati jika customer memaki pdhal dy sendri yg tdk bertanggungjwab. sya berharap berkah sja pa ustadz. terima kasih atas jwabannya.

        Reply
  24. Teguh

    Assalamualaikum

    maap pak ustadz, mw tanya. kok di masjid yg gede2 terkadang ada orang2 yg shalat berjamaah tapi beda tempat. pendapat ustadz gimana? trus hukumnya gimana? saya pernah juga pas shalat berjamaah di masjid umum, sesudah shalat pas saya liat kebelakang. Ada yg shalat berjamaah juga, baru tahiyat awal. kenapa mereka ga ikut aja sma yg udah duluan ya ustadz? kenapa harus bikin berjamaah yg lain lagi gitu ?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak baik ada dua imam dalam satu masjid/mushalla. Kita wajib mengikuti imam pertama. Adapun jama’ah kedua yang dilaksanakan sebelum jamaah dengan imam pertama selesai, maka shalat mereka tetap sah, tapi tidak baik. Tidak baiknya apa ? Memecah belah umat !
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Teguh

        makasih ustadz, saya mau bertanya lagi.

        1. tadi saya baca Shalat rawatib sebelum dzuhur kan 4 rakaat? itu shalat apa ya? qobliyah aja? atau qobliyah dan tahiyatul masjid/sunah wudhu?

        2. lebih baik yg mana antara mengerjakan shalat rawatib drumah(ada hadits yg menerangkan kalo shalat rawatib nya dirumah lebih bagus?) tapi cuman dapet 2 rakaat dan jadi masbuk karena telat. Atau shalat rawatib di masjid dapet 2 rakaat juga tapi ga jadi masbuk?

        3. itu kan masih kurang 2 rakaat shalat rawatib nya ya ustadz. trus yg dikerjain itu shalat qobliyah (karena sudah adzan). karena pgn sempurna jadi 4 rakaat. Setelah pulang dri masjid, boleh ga di gabung antara shalat rawatib sesudah dzuhur dengan yg tadi kurang itu? tapi diniat kan di hati nya apa? kalo niatin menggabungkan rawatib badiah dengan wudhu, kan bukan abis wudhu. kalo di niatkan badiah dengan tahiyatul masjid. kan juga lagi ga di masjid? jadi gimana cara yang bener supaya yang kurang itu jadi lengkap?

        terimakasih ustadz, maap sebelumnya. saya penasaran banget soalnya.

        Reply
  25. tante didi

    assalamualaikum,,,,,,,pak ustadz
    trimakasih sdh mnjwab prtnyaan sy tempo hr,,,,tp ad yg sy mau tanyain lg,,,,kl sodara sy itu trnyata mnikah di bawah tangan dgn suaminya,,,,kl sesuai cerita sodara sy hanya ad ijab kobul saja,,,,,smula suaminya brgama nasrani,,,,swaktu menikah dia msuk islam,,,,tapi stelah menikah dia kembali mnjadi nasrani,,,,karna takut tdk di akui oleh kluarga sang suami lg,,,,kl sperti itu kejadianya pak ustad mhon saranya,,,,,

    Reply
    • hamba Allah

      assalamualaikum pak ustadz.
      saya ingin bertanya semoga dapat balasan dari ustadz karna saya bingung sekali.
      saya sebelumnya dapat kenalan dari bbm yang tak jauh itu adalah teman dari teman saya semasa SMP. saya tidak berpikir kalau niatan saya ingin berteman dengan dia akan menjadikan hidup saya semakin menuju ke jalan setan, karena saya tidak tahu kalau dia pakai ilmu hitam untuk mengikat wanita. sedihnya sudah banyak korban dari dia, dengan niatan menolong bisnis dia (jual beli batu). saya awal taunya saya terkena guna-guna/pelet dari kelakuan saya mudah marah, sering sedih tanpa sebab, pikiran saya memikirkan dia selalu, dan parahnya jadii malas beribadah. yang ingin saya tanyakan :
      1. bagaimana cara islam agar tidak terkena ilmu seperti itu. karena saya ingin hidup tenang kembali seperti dahulu.
      2. bagaimana menyadarkan orang macam dia?
      terima kasih pak ustazd

      Reply
      • Ridwan Shaleh

        Wa alaikumus salam wr wb.

        Alangkah baiknya kita tidak terburu-buru memvonis bahwa dialah pelaku pelet. Sekedar curiga boleh saja dan tujuannya adalah untuk kewaspadaan.

        1. Sebaiknya anda diruqyah. Silakan anda menghubungi ahli ruqyah syar’iyah terdekat di daerah anda.
        2. Doakan saja agar dia diberi hidayah oleh Allah agar ia bertobat jika memang dialah pelakunya.

        Wallahu a’lam

        Reply
    • Ridwan Shaleh

      Jawaban untuk tante Didi :

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika sang suami sudah dipastikan murtad, maka secara otomatis talak sudah jatuh untuk istri. Saat talak jatuh karena murtad, maka suami dan istri haram untuk berhubungan badan. Jika sang suami masuk islam kembali sebelum masa iddah istri habis, maka sang suami boleh ruju’ tanpa akad nikah ulang. Namun jika masa iidah istri habis dan dia masih murtad, maka sang istri boleh menikah dengan pria muslim lainnya.
      Jika suami masuk islam setelah massa iddah istri habis, dan bermaksud kembali kepada istrinya dan istrinya juga menyetujui, maka harus ada aqad nikah baru dan tentu dengan mas kawin baru (mahar baru).

      Wallahu a’lam

      Reply
  26. Nur Alima

    Assalamuaikum..

    Nama saya Alima, saya dan pasangan saya sedang bingung memikirkan niat baik kami untuk menikah. Namun, kami terhalang dengan adat istiadat jawa mengenai weton kami tidak cocok, dan ibu pasangan saya bilang apabila weton tidal cocok maka dibatalkan. kami tidak mau hanya karna mitos itu niat baik kami batal. dan ditambah lagi umur sama saya lebih tua 1 tahun dibanding dengan orang yang saya pilih sebagai calon suami saya.
    Mohon solusinya, bagaimana kami harus meyakinkan atau menyikapi masalah ini ?
    Kami sama sudah mantap dan sangat serius..

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mungkin anda bisa meminta salah satu pihak keluarga dari calon ibu mertua anda untuk memeberi masukan atau meyakinkan agar beliau tidak memeprcayai kepercayaan tersebut. Carilah orang yang sekiranya omongannya di dengar oleh ibu misalnya kakaknya, pamannya, guru ngajinya dst.

      Wallahu a’lam

      Reply
  27. munna

    Assalaamualaikum, maaf ustad, mau tanya lagi, ada teman saya suatu ketika melihat petugas cleaning kantor (ISS) sedang membersihkan (mengepel) lantai toilet (air pel nya tidak diganti) lalu petugas itu memegang lap(biasa digunakan utk lap meja) lalu meja itu dihukumi menjadi najis hukmi karena menurut beliau ada kemungkinan najis saat dia mengepel lantai toilet itu berpindah ke lap yg basah tadi kemudian tertular ke meja (oleh petugas cleaning itu), benar kah ustad kita bisa menghukumi bahwa yang demikian itu najis hukmi? pdahal saya sudah tanya kan kamu tdk melihat najis itu secara langsung, tp menurut dia, krn tdk terlihat itu hukumnya menjadi najis hukmi(itu penjelasan temanku, beliau sering ikut pengajian fiqih juga ustad di tambun bekasi). mohon penjelasan. apakah demikian itu benar ustad.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Fiqh hanya membahas yang zhahir. Jadi menurut saya tidak bisa dihukumi najis hukmi.
      Tapi jika tujuan beliau adalah dalam rangka kehati-hatian (ihtiyathan) ya tentu boleh saja. Tapi ihtiyathan hanya untuk pribadi, tidak berlaku untuk kaidah umum.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • munna

        jika saya pernah membaca, bahwa najis hukmi itu menjadi sah apabila najis ainiyahnya terlihat dahulu kemudian najis ainiyah itu sudah hilang, lalu hukum najis hukmi itu berlaku, benarkah ustadz? atau dg perkiraan cukup dapat menghukumi sesuatu itu menjadi status najis hukmiyah ustad?

        Reply
        • Ridwan Shaleh

          Jika memang sebelumnya ada najis ainiyah ya tentu saja ada najis hukmiyah, berarti kan itu zhahir. Namun jika hanya perkiraan, berarti kan zhan. Orang yang berada pada posisi zhan, tentu boleh ihtiyath. Namanya boleh, tentu ada pilihan untuk melakukannya atau tidak.
          Wallahu a’lam

          Reply
          • munna

            Terima kasih banyak ustad, alhamdulillah saya merasa tercerahkan dan bertambah ilmu yang sangat bermanfaat untuk saya, terima kasih atas keluasan ilmu ustad yang sudah diberikan.

  28. shanty

    Assalamualaikum wr wb ustd.. saya sudah berkeluarga dan memiliki anak usia 8 bulan, sat saya bekerja anak diasuh oleh ibu saya, saya ttp bekerja karena pendapatn suami tidak mencukupi,jauh dri kata cukup..ibu saya menyuruh saya berhenti bekerja dan fokus mengurus suami dan anak dirumah dengan ttp membuka usaha kecil kecilan dirumah.. jujur ustad rsanya sangat berat untuk saya meng iya kan permintaan ibu saya tersebut..karena saya baru saja mendapatkan posisi yang lbh baik dari sebelumnya..tpi saya juga kasihan ustad kepada ibu saya yang harusnya sudah istirahat dari rutinitas menjaga anak kecil. untuk pakai jasa perawat bayi pun saya tidak di ijinkan oleh orng tua saya..apa yang harus saya lakukan ustad..trimksh..wslkm.wr.wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang istri yang bekerja di luar rumah dibolehkn dengan syarat :

      1. Idzin dari suaminya.
      2. Tidak ada fitnah saat dia bekerja
      3. Tidak melalaikan tugasnya terhadap anak.

      Maksud point ke-3 adalah sang istri mewakilkan tugasnya mengurus anak kepada pihak lain yang dianggap mampu menjalankan tugas tersebut. Bisakah nitip anak kepada ibu ? bisa saja jika sang ibu ikhlas mengurus cucunya. Tapi walau pun demikian, tetap saja tidak elok, seakan terkesan bahwa ibu adalah pembentu kita yang tugasnya mengurus anak-anak kita.

      Sebaiknya dengan siapa ia menitipkan anakknya saat bekerja ? tentu jawaban yang paling tepat kepada pihak lain yang bersedia menjalankannya dengan sistem upah, entah pengasuh, baby siter atau apalah istilahnya yang memang dapat dipercaya.

      Jadi menurut saya, tidaklah masalah anda menitipkan anak anda melalui baby siter.
      Tapi sekali lagi, sebaiknya anda tidak berlama-lama kerja di luar rumah. Jika suami anda sudah mapan secara ekonomi, maka segeralh anda berhenti bekerja dan fokus mengurusi anak di rumah. Atau, pintar-pintarlah menabung dengan maksimal. Jika uang tabungan anda cukup untuk modal usaha, maka berhentilah bekerja dan anda membuka usaha di rumah dan tentunya bisa sekaligus mengasuh anak anda.
      Begitu kira-kira saran saya, bu Shanti…

      Wallahu a’lam

      Reply
  29. Syaiful

    Assalamualaikum wr.wb
    permisi Pak Ustadz, saya ijin bertanya dan mohon dengan sangat dibalas.
    To do point pada persoalannya, Saya anak pertama dari 2 bersaudara. umur saya saat ini 21 tahun.
    Saat ini saya bekerja jauh dari orang tua, singkatnya orang tua saya mempunyai tumpukan hutang ratusan juta, lalu setiap bulan sya juga mengirim sebagian penghasilan saya krna tidak semuanya bisa saya kirim sekedar saya sisakan hanya cukup untuk biaya sewa tmpat tinggal dan makan transport, sampai selalu saja saya tidak bisa menabung krna hal ini selama 3 taun bekerja, saya ngak menyalahkan org tua yg terlilit utang, tapi saya hanya kesal kpda Ibu saya jujur, kebiasaan beliau berhutang apalgi ke rentenir semakin tidak terkendali, sampai pda ahirnya bbrpa kendaraan yg dipunya, bbrpa rumah , dan juga isinya semua habis terjual, itupun bkan tertupup malah semkin banyak hutang, saya sangat pusing sekali memikirkan itu setiap saat, dan semua yg dipunyai keluarga raib dalam 2 tahun, hari demi hari hanya gali lubang tutup lubang selalu yg dilakukan ibu saya, ayah saya sudah bekerja banting tulang sampai jarang berada dirumah krna bekerja forsir pagi siang malam, sudah dri cara super lembut sampai agak kurang sopan sya mengingatkan dengan segala cara namun ibu saya seaakan sudah benar” buta akan hutang. Panjang jika saya harus ceritakan semua, intinya keluarga skrang benar’ tidak punya apapun , benar” 0.

    Inti dri pertanyaan saya sekarang Pak Ustadz,

    1. Saya sudah melakukan semua yg menurut sya sbagai anak, aplgi anak pertama sudah sya lakukan sebaik mungkin, tpi sya memikirkan masa depan saya juga, kuliah juga jdi berantakan krna biaya dan ketidakkonsenan sya yg bimbang dn juga biaya, apa yg hrus sya lalukan, sya kan kan nantinya juga pasti berkeluarga bagaimana sya mentap msa depan jika sya tidak punya tabungan untuk mempersiapkan itu semua d masa depan? usaha sya juga tidak kurang untuk bekerja dn mencari kerja parttime juga d bbrpa tempat. brpapaun yg sya kasih tetap saja kurang.

    2. Arti berbakti kpda orng tua apa harus sya menyiksa diri sendiri untuk itu? contoh sya selalu dipaksa berhutang oleh ibu kpda teman atau siapapun untuk dikirim ke ortu, apa saya harus menuruti itu semua demi menjadi anak yg dikatakan “BERBAKTI”, dlam islam kan hutang berutang itu hal yg tidak baik, dan sya benci sekali hal yg bernama hutang dlam bentuk apapun.
    saya trauma dengan akibat yg ditimbulkan akibat hutang berhutang mnelihat dr keadaan ortu.

    Apa yang harus sya lakukan pak? sya udah gk kuat dengan semua ini., sya rsa sya udah ikhtiar dan berdoa semaximal mungkin tetep gk nemu jalan,

    *******Apa TUHAN itu ada?********

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Berbakti kepada orang tua memang sudah tentu menjadi suatu kewajiban seorang anak. Berbakti kepada orang tua semaksimal yang kita mampu. Selain berbakti kepada orang tua, anda pun tentu juga mempunyai kebutuhan yang wajib anda penuhi.
      Jadi menurut saya bantulah orang tua anda semampu yang anda lakukan. Jangan menghilangkan bantuan sama sekali. Biar bagaiman pun beliau adalah orang tua kita. Seburuk apa pun beliau tetaplah orang tua kita yang dahulu beliau juga tanpa pamrih mengurus dan merawat kita.
      Saat ini Allah menguji kesabaran anda sebagai anak. Tingkatkanlah ketakwaan anda kepada Allah SWT. Keistimewaan orang yang bertakwa kepada-Nya adalah selalu diberikan jalan keluar oleh Allah dalam setiap masalah, Insya Allah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  30. Riesdayanti

    Asslmkm p ustadz,trimksh ats jwbn prtnyaan sy tmpo hari,satu lgi jk p ustadz berkenan utk menjwb nya,sy mau brtnya knp berdzikir hrs dgn suatu hitungan?jk kita berdzikir dgn seiklhas hitungan semampu kita apkah amalan dzikir itu tdk menghasilkan kebaikan utk kesempurnaan ibadah yg kita jlni?krn sy byk tahu dari kalangan ulama jg ustadz2 yg ad di web internet bhw jk ingin terkabulnya doa dn dzikir seseorg hrs dgn hitungan dlm jmlh yg byk (100…1000…bhkn lbh x) bgmna hasil yg trbaiknya pa??skali lgi trimksh byk,,wsslm.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada sebagian dzikir yang hitungannya memang sudah ditentukan oleh Rasulullah SAW berdasarkan riwayat hadis. Misalnya membaca subhanallah 33 x, alhamdulillah 33 X Allahu Akbar 33 x sehabis shalat lima waktu. Jika membaca dzikir-dzikir tadi dibaca sehabis shalat tentunya dengan jumlah bilangan sebagaimana saya kemukakan di atas. Namun jika dzikir tadi dibaca di lain tempat dan kesempatan, bukan dimaksudkan untuk dzikir selepas shalat, maka tentu jumlah bilangannya boleh ditambah sesuai keinginan dan kemampuan. Boleh saja dibaca 100, 200, 1000. Hal ini sesuai firman Allah SWT dalam ayat 41-43 surat Al Ahdzab tentang dalil bolehnya orang berdzikir sebanyak-banyaknya sbb :

      “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Ahzab: 41-43)

      Wallahu a’lam

      Reply
  31. Nur

    Assalamualaikum wr wb ustd., alhamdulillah kami dikaruniai anak perempuan yg sehat dan alhamdulillah sudah kami aqiqah… Yang kami tanyakan apakah wajib menggunduli rambut bayi, dikarenakan bayi kami aktif jadi agak susah kalau mau di gundul..sedangkan rambut tsb hrus ditimbang dan disedekahkan, apabila kami mengira2 berat rambut bayi untuk kami sedekahkan apa boleh? Trima kasih atas jawabannya, wasslm.wr.wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Menggunduli rambut bayi untuk aqiqah tidak wajib. Anda boleh mengira-ngira berat rambutnya untuk dikonversikan dengan harga emas untuk disedekahkan.
      Selamat ya… semoga anak tersebut menjadi anak shalihah, hafal Al-Qur’an, bermanfaat untuk kedua orang tuanya baik di dunia mapun akhirat, aamiin…

      Reply
  32. wulan

    ass. pak ustad
    umur saya 24.suami 30.
    suami saya kurang terbuka dgn gajinya. saya hanya di kasih uang belanja sbln.dan suka jajan klo lg jalan kluar.. saya juga bekerja. yg saya mau tanyakan. apa boleh kalo suami saya meminta bantu kebutuhan ekonomi dengan gaji istri. seperti beli perabotan rumah tangga pakai uang saya..tp saya juga di suruh tabung gaji saya. untuk sewaktu watu suami saya menganggur. bagai mana pak ustad ?
    trimakasih. waaalam

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang wajib menafkahi keluarga adalah suami. Istri tidak berkewajiban mencari nafkah. Istri bekerja tentu dengan idzin suami. Istri yang mempunyai penghasilan tidak wajib memberikan hartanya kepada suami. Namun jika sang istri membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan hasil keringatnya, tentu mendapatkan pahala yang besar jika ikhlas. Istri yang mau menabung dengan tujuan antisipasi suaminya tidak bisa bekerja lagi karena suatu hal yang bisa dimaklumi, maka hal itu tentu tindakan yang terpuji. Namun perlu diingat, harta yang ditabung oleh istri dari hasil keringatnya tetaplah harta si istri, bukan harta suami.
      Sebaiknya kedua belah pihak harus saling memahami dan saling mengisi. Di satu sisi suami terus berikhiiyar mencari nakah, di satu sisi lainnya istri berupaya membantu kebutuhan keluarga semampunya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  33. Tio

    Assalamualaikum wr wb ustd. Ijinkan saya bertanya,saya seorang pria yang sedang di bingung dalam menentukan pasangan hidup.istikharah sudah saya jalani,mungkin Allah belum memberikan jawaban. Saya mempunyai kenalan wanita yang bisa di katakan Ta’aruf.ia wanita yang baik,saya nyaman dengan sifat penyayang,keibuan dan kalemnya yang tak saya dapatkan di kenalan wanita saya yang terdahulu.begitu pula dengan keluarga yang nyaman dan merestui kami.yang membuatay bingung,kenapa hanya sekedar rasa nyaman dan bahagia yang saya rasakan?Kemanakah rasa cinta dan ingin memiliki dengan cara pernikahan tak ada dalam hati?mohon penjelasan dan petunjuk ustad.apakah maksud semua ini ? Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika anda belum menemukan cinta, sebaiknya diusahakan. Namun jika ternyata belum juga, sebaiknya anda mencari wanita shalihah yang anda cintai untuk menambah kebahagian daLam rumah tangga.

      Wallahu a’lam

      Reply
  34. Muhammad Ariz

    Assalamu’alaikum wr wb.
    pak ustadz saya ingin bertanya tentang sumpah atas nama Allah. saya pernah bersumpah untuk tidak melakukan sesuatu, namun saya tidak berhasil melaksanakan sumpah saya, dikarenakan dorongan nafsu dan ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan kepada pak ustadz.
    1. apakah dosa saya bisa diampuni?
    2. apakah saya harus membayar kaffarat?
    3. dan saya sekarang masih SMA dan saya belum berpenghasilan sehingga tidak bisa memberi makan 10 fakir miskin apakah saya harus memberitahu orang tua saya dan meminta orang tua saya untuk membayarkan kaffarat saya?
    4. apakah dalam membayar kaffarat saya harus membaca suatu niat?
    5. apakah bila ingin membayar kaffarat dengan memberikan pakaian kepada 10 orang fakir miskin harus diberikan langsung kepada orangnya atau boleh lewat perantara semisal memberikan pakaian untuk bakti sosial?
    terima kasih pak ustadz.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika sumpahnya melakukan sesuatu yang dihalakan maka anda harus membayar kafarat. Jika sumpahnya adalah melakukan sesuatu hal yang dilarang oleh Allah, maka sumpah itu tidak berlaku dan anda tidak wajib nayar kafarat.
      Selain memberi makan 10 orang miskin atau memberi pakaian kepada mereka, masih ada alternatif lain yaitu puasa 3 hari dengan niat membayar kafarat sumpah. Sebaiknya anda puasa saja sebagai kafarat atas sumpah anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  35. shanty

    Asslam alaikumu wr wb.
    pak ustad saya ingin bertanya, sah tidak suatu pernikahan yaang pada saat ijab qobul nama bin nya salah, misalnya seperti ini pak ustad “saudara Fariz BIN suherman saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan ….. ” padahal ustad nama ayah kandung mempelai laki-lakinya bernama umar bukan suherman, hal ini dilakukan karena sang ibu dari mempelai laki-laki sudah bercerai dengan suami (umar) dan tidak mau menaman fariz tsbt dengan bin ayah kandungnya..sehingga semua data keluarga diganti oleh ibu nya mnjdi suherman bukanlah anak dri umar.. mohon penjelasannya ustad..trmksh..wslkm wr.wb..

    Reply
  36. shella avisha

    assalamualaikum wr.wb
    pak ustad saya ingin brtanya ..
    saya bekerja d suatu pt.*** sbg packer selama 1 tahun 2 bulan. dan akhir januari 2015 saya kena pengurangan karyawan .saya bersama teman2 saya mulai mncari kerja . stiap hari kami muter2 nyari loker. dan pertengahan februari saya tes kerja di pt.^^^^ dan sesuai dgn prosedur saya lolos d stiap tes nya dan saya d sms ikut orientasi d pt tsb . stlah saya dtg trnyata kuota pnambahan ktyawan sudah penuh . sdgkn d ruang training nama saya d panggil. dan pak ”’ malah memanggil org yg hari itu baru mau tes trtulis (bawaan org dlm). hati saya sakit bgt pak ustad saya udah mnahan aus dan lapar dan pulang dgn tangan kosong . dan saya menganggur lg . dan tmn saya mmberi info d tmpat bimbel ada loker dan saya pun ingin mncoba dan janjian dgn tmn saya tp saya gk ktmu sma tmn saya dan gak nemu tmpatnya . apa yg hrs saya lakukan pak . saya brusaha solat hajat ,duha dan solat 5 waktu . apa kah ini smua takdir allah atau keteledoran saya . bgaimana sya mnyikapinya ..

    smga ustad dpt mmberi masukan.
    wasalam

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika Shella tanya apakah ini takdir atau bukan, tentu jawabannya adalah iya. Tapi perlu kita ingat, takdir anda hari itu mungkin seperti itu. Hari itu anda mendapat ujian kesabaran. Tapi ingatlah, hari masih terus berlanjut, harpan masih terus panjang dan takdir yang akan datang masih bisa dinego oleh kita dengan cara berdo’a. Kita berdo’a agar takdir kita adalah takdir baik. Allah tidak membebani manusia dengan beban yang tak sanggup dipikul. Semakin anda sabar dan terus bergo’a, Insya Allah anda akan merasakan manisnya sabar dikemudian hari, yakinlah !

      Wallahu a’lam

      Reply
  37. alfa fera

    aslmmualaikum wrb
    pak saya mau nanya saya punya pacar dia nenyebutkan sunpah sakral di inbox saya dia bilang allaah saksinya pernikahan kita , dan dia bilang apapun yg trjadi aku akan mempertahankan cinta aku sama kmu walau nyawa aku taruhannya … itu katanya pak ustad … sekarang dia menghilang tanpa jejak bahkan pin bb saya di dellete ,,, pak , itu apa hukunya nya pak

    Reply
  38. lindy anggun

    assalammualaikum wrb,
    pak ustad saya mau bertanya, apakah dalam hukum islam adanya larangan bahwa antara kakak dan adik tdk boleh menikah dalam tahun yg sama??? mohon penjelasannya menurut hukum islam pak ustad. terima kasih.

    Reply
  39. tante didi

    assalamualaikum wr,,wb,,,
    pak ustad saya punya sodara prempuan,,,,slam pernikahan dia tidak pernah di kasih nafkah oleh suami baik lahir maupun batin,,,,tetapi suaminya itu masih plg krumah,,,,tapi setiap suaminya plg bkan nafkah yg dia kasih tapi omelan,,,cacian,,,,dan tuduhan2n yg gak jelas kpd istrinya,,,,bahkan baru di ketahui kalau suaminya itu sdh pnya isti lain stelah bbrapa tahun pernikahan,,,,setiap istrinya mnta dceraikan suaminya tdk pernah mau mngabulkan mlh ngamuk2,,,,,brg2 yg di beli oleh istrinya dgn uangnya sdr,,,,smuanya di ambil bhkan drusak ,,,,,yg sy mau tnya apa status hub,mereka scr islam,,,,,apakah sdh jtuh talak krn kwajiban suami yg tdk prnah di penuhi,,,,atau sperti apa????sdgkn krna perlakuan suaminya itu skg istrinya merasa trauma dg laki-laki

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Selama tidak ada kata “talak” yang dijatuhkan suami, tentu tidak pernah ada perceraian. Jika memang sang istri sudah tidak tahan fengan tngkah polah suami seperti itu, sebaiknya gugat cerai saja.
      Wallahu a’lam

      Reply
  40. Bondan P

    Assalamualaikum wr wb,
    pak ustad saya mohon penjelasan dan pencerahannya tentang hukum membaca surat Al Fatihah 7 kali dengan menahan nafas, apakah itu sesuai syariat? bagaimana dengan sholat hajat di tengah malam tanpa diawali tidur sebelumnya, apakah hal tersebut sesuai syariat? dan apa kegunaan dari kedua hal tersebut, mohon pencerahan dan penjelasannya pak. terima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Setahu saya tidak ada larangan membaca Al Fatihah entah berapa pun jumlahnya tanpa nafas. Menurut saya boleh saja dilakukan. Namun masalahnya untuk apa ? jika diyakini dengan cara tersebut bisa menyembuhkan penyakit ya tentu boleh saja namun jangan dijadikan kaidah umum atau dibakukan denghan kesimpulan bahwa cara tersebut pasti bisa menghilangkan penyakit. Jika toh memang penyakitnya sembuh dengan cara demikian, tentu hal itu adalah pertolongan Allah.
      Terkadang ada saran harus baca ini baca itu sekian kali agar suatu hajat terkabul. Lantas bagaimana hukumnya ? Jika tidak ada unsur kesyirikan dan bacaannya benar, maka boleh-boleh saja. namun hal tersebut jangan dijjadikan patokan baku. Amalan ini dan amalan itu dst hanyalah berdasarkan pengalaman orang yang mengamalkannya. Karena berdasarkan pengamalan, bukan berdasarkan dalil naqli, tentu tiudak bisa berlaku untyuk semua orang.
      Shalat hajat boleh dilakukan kapan saja asal tidak dikerjakan di waktu yang dilarang.
      Wallahu a’alam

      Reply
  41. ryan gi

    assalamualaikum pak ustad sama mau nanya,saya non muslim tapi kekasih saya muslim dan saya ingin menikah dengan dia.
    apa yang harus saya lakukan ?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikum.
      Anda harus memeluk Islam terlebih dahulu. Masuk Islam anda harus ikhlas karena Allah SWT. Tidak sah seorang wanita menikah dengan pria non muslim.

      Reply
  42. sumarma

    Assalamualaikum pa ustadz..ana mo tanya tentang warisan..
    Ana sebagai anak angkat ibu bapak angkat ana sudah meninggal dan tidak meninggalkan wasiat untuk harta waris.saudara dari ibu angkat ana hanya saudara tiri sedangkan saudara kandung dari bpk angkat ada 6 orang akan tetapi sudah meninggal semua yang tersisa hanya keponakan bpk angkat ana yang jumlahnya 13 orang,4 laki laki dan 9 perempuan yg ana mau tanyakan siapa yang berhak atas hak waris dan berapa besar jumlah yg harus dibagi.harta waris bpk ana berupa bangunan rumah.
    Terima kasih pak ustadz
    Wassalamualaikum warrahmatullahi wabarrakatu

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Mohon maaf, status rumah tersebut milik siapa ? apa milik ayah angkat atau ibu angkat ?
      Jika milik ibu, apakh saudara tirinya se ayah atau seibu saja ?

      Reply
  43. yoris pelis

    Assalamuallaikum pak ustadz kalau tasyahud akhir itu duduk nya bisa duduk yang sunnah ga sih?

    Reply
  44. tomi

    Aslmmualaikum wrb…
    Pak ustad saya mau naya…
    Knpa y kdng saya ngrsa mles lw mau krmh mertua ngntrn istri plng kermh orang y ,smnjak kakak y sms ke istri saya kata y kaln tega ninggalin orang tua.kan jd gni ceritaya blan kmrn saya ngjakin istri pindah ke rumah orang tua saya…paa saya udah pindah kaka y sms sperti itu…smjak kaka y sms kaya gtu saya rasanya mls mau men kesana…trus saya harus gimana pa ustad….?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebaiknya tinggalkan rasa malas dann tetaplah menjaga tali silaturrahmi dengan berkunjung ke rumah mertua jika waktunya memungkinkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  45. hamba Allah

    Assalamu’alaikum….ustadz…sy mau nanya.
    sy skr lg hamil anak ke 3.dr awal sy tau positive hamil suami tidak peduli.sy dg dia memang lg ada masalah.sy tidak respek dg ortu dan keluarganya.terutama bpknya.bpkny byk menipu org.hdp suami sy jg hancur krn bpkny.sy dblg penghalang rejeki suami krn usaha suami hancur…yg jls2 hancurnya krn kbodohan dia sendiri yg tdk prh bljr dr pengalaman.sy sbg istrinya tdk prh dilibatkan dlm usaha tsb.cm sdr+bpkny yg dilibatkan.pdhl dl dia jg prh usaha dg sdr+bpkny.. hsilny hancur.pas keadaan bangkrut tdk ada 1 orgpun yg pduli dg suami.sk ortunya sndr.smua pd mjauh.cm sy+anak2 yg msh setia mndampingi dg kondisi dia yg hmpr gila..singkat crt suami ktrm krj dan sdh diangkat jd krywn ttp.1-1 kelny maju ngrangkul dia.tmsk bpkny.sy protes.wkt nyungsep mrk kmn.stlh kliatan “jd org” pd dtg ngrangkul.suami sy sll dicekoki dg petuah jgn jd durhaka k ortu.tp mrk g prh nasehatin suami utk jd imam yh baik bt sy+anak2.kel+ortuny taunya suami itu shaleh.pdhl….shalat aja sll sy yg ngingetin.tutama shalat subuh.
    sampai akhirnya qt ribut bsr…dan suami kluar rmh meninggalkan sy + anak2.dan sy dlm keadaan hamil.dia meninggalkan sy+anak2 krn membela bpk+sdr2nya.
    yg sy tnykan :
    1. apa hukumnya suami yg meninggalkan dan menjatuhkan talak k istrinya yg lg hamil.
    2.dlm al qur’an ada ayat yg menyatakan laki2 yg ahli zina/prh berzina akan mendapatkan perempuan yg ahli zina jg.yg sy tnykan….sy tdk pernah berzina dan alhamdulillah msh suci wkt menikah knp mdptkan suami yg prh berzina sblm menikah dg sy.sy blgny…status sia ga jls wkt menikahi sy…duda bukan perjaka jg bkn….
    mhn jawabannya pak ustadz….terima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      1. Talak tetap sah jika dijatuhkan kepada istri yang sedang hamil. Iddahnya adalah sampai istri melahirkan.
      2. Maksud dari ayat yang ibu tanyakan bukanlah seperti yang difahami sebagian orang. Maksunya adalah seorang laki baik-baik tidak boleh menikahi wanita yang hobinya berzina.

      Wallahu a’lam

      Reply
  46. Riesdayanti

    Asslmkm pa ustadz,sy mau tnya kewajiban sholat berjema’ah utk wanita,wajib di laksanakan stiap sholat farddhu stiap hri nya tdk ya pa??krn kta swmi sy wanita tdk wajib jk hrs dtg ke mesjid utk berjema’ah,pdhl sy sngat ingin merubah ibadah sy menjdi lbih baik jk slalu berjema’ah di mesjid stiap sholat fardhu,mhn pa,bgmna baik nya utk ibadah sy ke dpn nya,mksh byk… Wsslm (yanti-jkt)

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Shalat jama’ah bagi perempuan berjamaah di masjid tentu boleh saja jika tidak timbul fitnah. Namun demikian, shalat di rumah bagi wanita tentu lebih utama di rumah. Sebetulnya, wanita juga bisa berjama’ah di rumah dengan keluarganya yang juga perempuan jika ada.

      Hadis diriwayatkan oleh Ahmad dan Thabrani bahwa seorang shahabiyah yang bernama Ummu Hamid Assa’idiyah datang menemui Rasulullah SAW lalu dia berkata “ Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku suka sekali shalat bersamamu (berjama’ah)”. Maka rasulullah SAW bersabda : “ Sungguh aku sudah tahu (hal itu), Shalat yang engkau lakukan di kamarmu lebih baik bagimu dari pada shalatmu di masjid kaummu. Dan shalatmu di masjid kaummu lebih baik dari pada shalatmu di masjid jami”.

      Wallahu a’lam

      Reply
  47. Ridwan Shaleh

    Asslam alaikumu wr wb.

    Kepada kawan-kawan penanya, kami mohon maaf, Insya Allah mulai Senin, 16 Maret 2015 kami aktif kembali. Mohon maaf maaf jika jawaban tertunda karena kebetulan berbenturan dengan aktifitas lain. Sekali lagi mohon maaf dan terim a kasih atas pengertiannya.
    Wassalam Alaikum Wr wb.

    Reply
  48. arif

    assalamualaikum ustadz saya seorang pekerja di suatu pabrik nah di pabrik ini tidak mengenal yang namanya istirahat shalat karena mesin terus berputar nah di dalam pekerjaan saya terbagi masuk pagi,sore dan malam jika dalam sebulan jika shalat” biasa saya bisa mensiasati bertukar dengan rekan saya … yg jadi kesulitan saya ketika menghadapi shalat jumat apakah sangat
    berdosa jika saya melewatinya … dalam sebulan saya melewatkan shalat jumat 2 kali ustadz memang saya punya pemikiran ingin keluar dari perusahaan ini akan tetapi saya masih membutuhkan pekerjaan ini untuk keberlangsungan hidup bersama orangtua dan sekaligus sebagai biaya kuliah saya …mohon pencerahannya ustadz terimakasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaiumus salam wr wb.

      Jika memang kondisi anda tidak ada teman yang bergantian untuk shalat jum’at, maka shalat tersebut boileh diganti dengan shalat Zuhur.
      Wallahu a’lam

      Reply
  49. munna

    Assalaamualaikum,ustad mohon dijelaskan pengertian yaqin, syak dan dzhon..? saya mendapatkan keterangan bahwa contoh dzon: jika kita melihat seember air dan disampingnya ada seekor anjing yg moncong mulutnya basah dan kepalanya di atas ember tersebut,namun kita tdk melihat anjing itu memasukkan mulutnya ke dlm air di ember,maka air di ember tetap suci. FATHUL MU’IN di IANAH juz 1 hal 99 benarkah ustad yang demikian ini, krn kemarin ana sempet melihat seperti itu, jadi apakh air diember dan embernya bisa dihukumi tetap suci ustadz? krn secara langsung ana tidak melihatnya bahwa anjing itu mulutnya masuk ke dalam ember tersebut? namun perkiraan anjing itu masuk, apa yg demikian itu masuk nya syak(keraguan).

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mohon maaf, saya sudah coba membuka kitab tersebut di halaman 99 namun tidak menemukan pembahasan yang anda tanyakan. Bisa saja lain cetakan. Coba anda sebutkan bab nya apa agar kami bisa kroscek kembali walau pun lain cetakan.
      Namun untuk sementara, saya akan coba memaparkan perbedaan antara Yaqin, zhan dan syak.

      Yaqin adalah : kepercayaan hati terhadap suatu objek bahwa objek tersebut berwujud seperti itu dan wujudnya sesuai dengan kondisii objektifnya. Contoh : anda tidak melihat secara objektif (dengan mata kepala sendiri) bahwa anjing tersebut meminum air di ember. Maka air di ember tersebut suci secara zhahir. Atau kebalikannya, anda melihat dengan mata kepala sendiri bahwa anjing itu memang benar-benar minum air yang ada di ember. Itu juga dinamakan yaqin karena melihat dengan kepala sendiri. Dengan demikian, maka air dalam ember itu jelas najis.

      Zhan, adalah : persepsi atau asumsi hati terhadap dua hal berbeda, dimana salah satunya lebih kuat.
      Contoh : 75% anda mengira bahwa anjing itu minum air di ember karena moncongnya basah. 25% nya anda ragu, bisa saja anjing itu tidak minum di ember itu melainkan ember lainnya dan kebetulan moncongnya masih basah. Dengan demikian, air di ember tersebut tetap suci karena Zhan tidak sampai pada derajat yaqin.

      Tapi perlu diingat, ternyata ada juga yang disebut dengan zhan al ghalib, yaitu dugaan sangat kuat. Untuk zhan Al Ghalib sama tingkatannya dengan yaqin. Berbeda dengan zhan biasa pada contoh di atas.

      Contoh Zhan al ghalib :
      Anda tidak melihat secara langsung bahwa anjing itu minum air yang ada di ember padahal moncongnya basah, tetapi ada seseorang ( Si A misalnya) yang memberi tahu anda bahwa dia benar-benar melihat anjing itulah yang minum air di ember tersebut. Dengan demikian hal ini disebut zhan al Ghalib (setingkat atau setara dengan Al Yaqin karena ada informasi) yang bisa menghukumi bahwa air tersebut adalah NAJIS.

      Sedangkan syak adalah : bimbang atau ragu-ragu. Maksudnya adalah apabila terjadi sebuah kebimbangan antara dua hal yang mana tidak bisa memilih dan menguatkan salah satunya.
      Contoh : Ada anjing duduk dekat ember tapi moncongnya tidak basah. Lalu timbul keraguan dalam hati anda dan tentunya sedikit menimbulkan was-was, jangan-jangan anjing ini minum air yang anda di ember ini, tapi kok moncongnya tidak basah ya ? Dengan demikian, air di ember dihukumi suci. Al Yaqiin La yuzaalu bisy Syakki (keyakinan tidak bisa dihilangkan dengan keraguan).

      Begitu kira-kira, saudari Munna !
      Wallahu a’lam

      Reply
      • munna

        Keterangan kitab itu didapat dari teman ustad, baik nanti saya tanyakan halaman berapa? Jadi jika kasus yang demikian masuknya ke syak atau zhon ustad?krn tdk ada informasi lagi, saya cuma punya bukti moncong anjing yg basah dan berada di sisi ember yang ada airnya itu.bagaimana ustad? oya ustad jika kebalikannya saya mendapatkan informasi bahwa sesuatu itu ada najis, namun saya tidak mempunyai cukup bukti, hanya berdasarkan informasi, apakah yg demikian sama seperti zhon al gholib itu ustad? bagaimana jika hanya perkiraan tanpa bukti, namun hanya berupa hasil analisa dr kebiasaan orang, misalnya ada orang yang selepas dari wc dia tidak cuci kaki, jadi ada kemungkinan najis menempel dikaki dan menyebar kemana2? jazakallohu khoiron katsiron ustad.

        Reply
      • munna

        Keterangan kitab itu didapat dari teman ustad, baik nanti saya tanyakan halaman berapa. Jadi jika kasus yang demikian masuknya ke syak atau zhon ustad?krn tdk ada informasi lagi, saya cuma punya bukti moncong anjing yg basah dan berada di sisi ember yang ada airnya itu.bagaimana ustad? oya ustad jika kebalikannya saya mendapatkan informasi bahwa sesuatu itu ada najis, namun saya tidak mempunyai cukup bukti, hanya berdasarkan informasi, apakah yg demikian sama seperti zhon al gholib itu ustad? bagaimana jika hanya perkiraan tanpa bukti, namun hanya berupa hasil analisa dr kebiasaan orang, misalnya ada orang yang selepas dari wc dia tidak cuci kaki, jadi ada kemungkinan najis menempel dikaki dan menyebar kemana2? jazakallohu khoiron katsiron ustad.

        Reply
        • Ridwan Shaleh

          Kasus yang anda kemukakan termasuk zhan saja, airnya dihukumi suci. Zhan tidak sampai derajat yaqin.
          Zhan alghalib berdasarkan informasi dari seseorang yang dinilai dapat dipercaya. Informasi yang kita dapat dari orang yang dianggap terganggu ingatannya, tidak bisa dihukumi zhan al ghalib. Info anak yang mumayyiz juga bisa dikategorikan zhan al ghalib.
          Ada pun analisa mapun adat kebiasaan belum bisa dikategorikan zhan al Ghalib.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • munna

            jadi kebiasaan orang yg kurang menjaga najis misalnya seperti yg saya sebutkan diatas dan jika saya tidak melihat secara langsung, faktual, dan zhohir najisnya hal itu kembali kehukum asalnya ustad yaitu suci ya? dan bagaimana cara bersuci kotoran bayi(maaf pup nya), hanya meminum ASI aja, apakah cukup dilap(hilangkan najis ainiyahnya) lalu di lap basah, lalu percikan air, apakah cukup seperti itu ustadz? jazakallohu khoiron katsiron.

          • Ridwan Shaleh

            Ya, anda harus melihat zhahir atau dengan zhan al ghalib.
            Pup tidak sama dengan air kencing. Pup bayi laki-laki walau pun hanya mengkonsumsi ASI saja tetap stautusnya adalah najis mutawassitoh yang cara mencucinya seperti kita memcuci pakaian orang dewasa. Ada pun kencing bayi laki-laki di bawah 2 tahuan dan hanya mengkonsumsi ASI saja, tentu dihukumi najis mukhaffafah yang hanya hilang dengan cara emercikkan air ke najis tersebut.
            Ada pun pup dan kencing bayi perempuan berapa pun usianya dan walau pun hanya ASI saja tentu dihukumi najis mutawassitoh, bukan mukhaffafah.

            Begitu kira-kira, Munna !
            Wallahu a’lam

          • munna

            maksud saya pup yang ada di bagian tubuhnya(maaf pantatnya) bagaimana cara membersihkan pup yg ada di bagian badannya itu ustad, apakah harus dicebokin (mengingat bayi belum bisa jongkok), atau cukup dg cara yang saya sebutkan diatas? bagaimana secara syariat fiqih nya. terima kasih ustad atas penjelasannya.

          • munna

            maaf ustad, tanya lagi jadi cara detailnya dalam fiqih, bagaimana cara membersihkan pup bayi (ceboknya bayi) kurang dari 1 tahun? terima kasih ustadz

          • Ridwan Shaleh

            Hilangkan pup dengan kain kering atau tisu. Setelah pup hilang dengan tisu, bersihkan kembali pantat bayi tersebut dengan lap basah. Sebaiknya dilap tiga kali agar najis hukmiyah pada pantat bayi itu hilang.

            Wallahu a’lam

  50. januar

    as,klo orang kerasukan cara menghilangkannya bisa ngak baca ,alfatihah,alfalaq,annas ama 2 ayat albaqarah yang terakhir,secara berulang??? jadi gantinya ayat kursi pakai 2 ayat albaqarah yang terakhir??

    Reply
  51. elma

    Asalamualaikum ww
    Ustad…saya mau menanyakan….suami saya dinyatakan mandul oleh dokter sejak 12 tahun lalu dan kami menikah sudah 14 tahun dan selama menikah lebih banyak saya yg menanggung biaya rumah tangga terutama 5 tahun ini sy sama sekali tidak dinafkahi suami…..karena suami sekolah kembali….dan sy yg menanggung semuanya….yg ingin saya tanyakan…bolehkah sy jika saya tidak ingin dipoligami….suami sih sudah berjanji tidak akan poligami… saya merasa sy sudah berkorban untuk tidak memiliki anak karena suami mandul dan sy merasa untuk biaya sehari2 pun saya yg tanggung samapi biaya suami sy sekolah…..sy tidak mau setelah suami sukses dia lupa dengan perjuangan dan pengorbanan saya….rasanya tidak adil sj jika suami berbuat demikian, saya bukannya tidak ikhlas ……sy hanya ingin satu saja itu kesetiaan suami….masalah kekurangan yg lain2…sy bisa menerima…..kedua bagaimana nanti pembagian waris jika kami meninggal?….kami memiliki 1 anak angkat perempuan….
    Adapun suami….masih memiliki ibu dan 1 saudara perempuan dan 1 saudara laki2
    Kemudian saya dua orang tua masih ada dan saya memiliki 2 saudara laki2 dan 1 saudara perempuan….dan bagaimana dengan harta yang datang dari hasil sy bekerja….?…karena penghasilan suami dengan saya lebih besar saya( untuk saat ini….tidak tau kedepannya..)….terimakasih ustad

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang istri boleh saja tidak ingin dipoligami. Caranya adalah dengan membuat perjanjian dengan suami agar anda tidak dipoligami. Dan sebaiknya perjanjian tersebut dibuat secara tertulis dan disaksikan oleh beberapa saksi. Tetapi jika suami tidak mau tentu tidak bisa dipaksa, anda bisa menggugat cerai jika nantinya suami anda berpoligami dan anda tidak mau dimadu.
      Anak angkat tidak bisa memperoleh waris karena statusnya bukan ahli waris. Namun, anak angkat bisa diberikan wasiat untuk memperoleh harta peninggalan orang tua angkatnya dengan jalan wasiat. Besaran wasiat untuk anak angkat tidak melebi 1/3 harta waris.
      Dalam islam tidak ada harta gono-gini. Harta istri adalah harta istri dan harta suami adalah suami. Jika salah satunya meninggal, maka yang masih hidup memperoleh harta waris dari istri atau suaminya yang meninggal.

      Jika anda meninngal, maka anak angkat tidak memperoleh waris. Tapi jik anda berkehendak, maka ia bisa saja mendapat sebagian harta yang anda tinggalkan tidak melebihi 1/3 harta anda.
      Ayah anda mendapat 1/6 bagian, ibu anda 1/6 bagian, suami mendapat ½ dari harta anda. Sisanya adalah untuk saudara kandung anda yang mana bagian laki-laki 2 kali bagian perempuan.
      Contoh :
      Harta yang anda tinggalkan sebesar 120 juta. Jik anda mewasiatkan agar anak angkat memperoleh harta peninggalan anda, maka anak tersebut maksimal sekali mendapat 1/3 x 120 juta = 40 juta.
      Sisanya, 80 juta adalah harta waris untuk dibagika untuk kedua orang tua anda, suami anda dan saudara2 kandung anda. Jika anda beranggapan bahwa ternyata bagian anak angkat anda terlalu besar, maka anda bisa saja berwasiat yang besarnya lebih kecil dari 1/3, nisalnya 1/6, 1/8, 1/20 dsb. Dan tentunya sisanya adalah harta waris yang akan dibagikan kepada ahli waris anda yang sesungguhnya.
      Jika ternyata harta warisnya adalah 80 juta, maka bagian untuk :

      a. Suami : ½ x Rp. 80 juta = Rp. 40 juta.
      b. Ayah anda : 1/6 x 80 juta = 13 jutaan
      c. Ibu anda : 1/6 x 80 juta = 13 jutaan
      d. sisanya untuk saudara kandung =
      80 juta – (40 + 13 +13 )
      = 80 juta – 66 juta.
      = 14 juta

      Bagian saudara laki adalah dua kali bagian perempuan. Anda memeiliki 2 saudara laki dan 1 saudara perempuan. Maka untuk memudahkan tentu hitungannya adalah 2 bagian + 2 bagian + 1 bagian = 5 bagian.
      Jika besarnya Rp. 14 juta, tentu dibagi sebagai berikut :

      a. Saudara kandung laki pertama =
      2/5 x Rp. 14 juta = Rp. 5,6 juta
      b. Saudara kandung laki ke-2 =
      2/5 x Rp. 14 juta = Rp. 5,6 Juta
      c. Saudara kandung prempuan =
      1/5 x Rp. 14 juta = Rp. 2,8 juta

      Jika suami anda meninggal, maka :
      a. Anda mendapat ¼ dari harta waris
      b. Ibu suami anda mendapat 1/6.
      C. Sisanya untuk saudara2 kandung almarhum yang mana bagian saudara laki-laki memperoleh 2 bagian sedangkan saudara perempuan memperoleh 1 bagian.
      Begitu kira-kira, Bu Elma…
      Wallahu a’lam

      Reply
  52. rina

    Assalamualaikum,wr wb, begini ustad mau tanya tentang uang belanja dan uang nafkah, karena selama ini saya cmn di beri uang belanja saja tapi di gunakan untuk bersama, dan manakah yg du dahulukan memberikan uang kepada orangtua perempuan atau kepada istri, krn kami msh tinggal tempat mertua terimakash

    Reply
  53. januar

    as.doa cara meenghilangkan kerasukan dan caranya seperti apa?? mohon di jelaskan secara mudah di ayat alquran apa?? ,mohon balas cepat

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Baca Alfatihah, alfalaq, annas, ayat kursi berulang-ulang. Dibaca di depan orang yang kerasukan. bacakan dengan penuh keyakinan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  54. Mohammad Saheri

    1. Wajibkah Ta’mir Masjid Mengganti uang kas uang hilang ?mohon dg nama kitab dan halamnnya
    2. Bagaimana Hukum Kawin kepada Muhakkam tanpa sepengetahuan Wali ? sama dengan kitab

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saya belum menemukan kitab yang membahas masalah hukum mengganti uang kas masjid yang hilang. Tapi jika tanya wajibkah pengurus masjid mengganti kas yang hilang, menurut saya tergantung penyebabnya.

      1. Wajib diganti jika hilangnya karena faktor kelalaian. Misalnya menyimpan uang kas ditempat yang memudahkan maling untuk mencurinya. Apakah wajib mengganti semuanya ? Tergantung hasil musyawarah.
      2. Tidak wajib mengganti jika hilangnya bukan karena faktor kelalaian atau di luar keterbatasan standar keamanan pada umumnya. Misalnya kebakaran atau bencana alam.

      Seorang wanita bisa berwali hakim jika wali sebenarnya rusak syarat kwealiannya hingga haknya berpindah kepada wali hakim. Anda bisa menemukan bab ini diberbagai kitab fiqh munakahat. Saya wakilkan dengan dua kitab yang mudah anda klarifikasi kebenarrannya.

      1. Al Fiqh Al Islami Wa Adillatuhu, Syeik Dr. Wahbah Az zuhaili Jilid 7 hal 217 terbitan Dar El Fikr, Damaskus

      2. Fiqh As Sunnah, Assayyid Saabiq, Jilid 2 hal. 90 terbitan Al Fath Lil I’laam Al Araby, Kairo

      Wallahu a’lam

      Reply
  55. Ridwan Shaleh

    Jawaban untuk pak satriyo budi utomo :

    Wa alaikumus salam wr wb.

    Para nabi dan rasul seluruhnya telah disyariatkan shalat. Namun tata cara shalat mereka dengan nabi kita bisa saja sama atau berbeda sesuai syariat masing-masing nabi dan rasul tentu saya tidak tahu. Dalil yang ada di Al Qur’an maupun hadis tentu banyak sekali yang menunjukkan diwajibkannya mendirikan shalat, baik untuk Rasulullah SAW sendiri mapun nabi atau rasul-rasul sebelum beliau. Dalil-dalil tersebut sama sekali tidak menyinggung tata cara (kaifiyah) kecuali hadis tata cara shalat Rasulullah yang kemudian oleh para ulama dimasukkan dalam Kajian Ilmu Fiqh untuk memudahkan pemahaman dan praktikal bagi umat.

    Jika ditanya sejarah awal mula shalat, Wallahu a’lam, saya jelas tidak tahu.
    Bacaan dalam shalat secara umum sama (seragam). Namun memang ada bebrapa bacaan yang sangat dimungkinkan berbeda. Perbedaan bacaan tersebut tentu berdasarkan riwayat hadis. Karena perbedaan bacaan tersebut bersumber dari hadis-hadis Rasulullah juga, maka mereka para ulama fiqh berpendapat bahwa menggunakan salah satu bacaan berdasarkan redaksi hadis sebagaimana dimaksud. Misalnya beberapa versi bacaan iftitah, bacaan sujud, duduk diantara dua sujud dan bacaan tasyahud. Trenyata variasi bacaan tersebut semuanya bersumber dari hadis Rasulullah SAW dan semuanya tentu boleh dipilih atau dibaca.

    Mengenai metode shalat agar khusyu’, semuanya tidak ada yang baku. Insya Allah saya akan mencoba menyampaikannya di lain kesempatan.

    Wallahu a’lam

    Reply
  56. Sulis

    Assalamualaikum wr.wb

    Ada pertanyaan yang mungkin bisa diberikan masukan :
    Dalam sebuah rumah tangga, Suami dan istri sudah di karuniai 1 orang anak, umur kurang lebih 9 bulan. Tetapi Su=
    ami belum bekerja dan hanya menjaga anak di rumah, sedangkan Istri yang bek=
    erja di luar rumah untuk memenuhi semua kebutuhan rumah tangga. Dari sisi s=
    i Istri berpikir positif saja bahwa mungkin Alloh sedang mengalirkan rejeki=
    melalui istri. Tetapi ada perasaan bersalah istri karena :
    1. Meninggalkan anak di rumah
    2. Suami tidak bisa sholat Jumat di masjid
    3. Nanti ketika di akherat Alloh mempertanyakan kewajiban Suami terhadap is=
    tri, bagaimana suami akan mempertanggungjawabkan itu semua.

    Lalu apa yang sebaiknya dilakukan Istri.
    Kalau berhenti kerja, tidak ada tabungan. Istri lebih merasa bersalah lagi =
    tidak bisa memenuhi kebutuhan anak yang sudah di amanahkan.
    Mohon masukan nya.

    Terima Kasih,
    Wassalam.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam islam suami memang wajib memberi nafkah. Namun ada suatu kondisi tertentu dimana suami terkendala menafkahi keluarga dengan alasan yang tentunya bisa dimaklumi. Jika dimaklumi, artinya suami mendapat rukhshah. Dalam kondisi seperti itulah sang istri membantu perekonomian keluarga. Istri yang membantu suaminya bekerja tentulah mendapat pahala dari Allah SWT. Yang tidak boleh adalah memaksa istri bekerja sedangkan suami malas dan ingin senang-senang saja di rumah
      Tapi biar bagaimana pun, suami tetap berikhtiyar dengan maksimal agar ia mendapat pekerjaan yang layak sehingga ia mampu menafkahi keluarganya. Ketika suami sudah bekerja kembali dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga, maka sebaiknya istri di rumah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  57. Reza Saputra

    Assalamualaikum Pak Ustadz. Nama saya Reza umur 20 tahun dari Depok. Saya ingin menanyakan perihal anak durhaka, jadi saya tinggal berdua dengan ayah saya, 3 tahun terakhir ini saya baru tinggal bersamanya. Dulu saya tinggal dengan nenek, namun ketika nenek saya meninggal saya tinggal berdua dengan ayah saya. dikeseharian, ayah saya tidak solat, selama 3 tahun ini kami tidak pernah solat berjamaah, saya selalu solat sendiri. Saya sudah berusaha mengajaknya solat, tetapi hasilnya nihil. Apa yang harus saya lakukan ya pak ? Apakah kalau saya diam dan tidak mencoba lagi saya menjadi anak yang durhaka ? Terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebisa mungkin anda mengingatkan orang tua anda untuk shalat. Tapi cara mengingatkannya tentu dengan santun dan tidak memaksa. Iringi usaha anda dengan do’a agar Allah membukakan pintu hidayah untuk orang tua anda agar mau mendirikan shalat.
      Ketika beliau masih enggan juga, bersabarlah dan terus berdo’a. Kewajiban anda hanyalah mengajak dan mengingatkan. Hasilnya semua diserahkan kepada Allah SWT/

      Wallahu a’lam

      Reply
  58. ade yusrizal setiawan

    assalamualaikum pak ustad
    nama saya ade yusrizal, pap ustad pertanyaan saya adalah, apakah bisa bila kita sholat sambil mengemudi? terimakasih wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak bisa. ASda pun hadis yang menceritakan bahwa rasulullah pernah shalat sambil menungga unta karena dipastikan tidak celaka.

      Wallahu a’lam

      Reply
  59. nn

    Assalamualaikum ustad
    Saya ingin tanya apakah boleh seorang istri membantu tayamum seorang suami dengan menggunakan sarung tangan ?

    Reply
  60. anissa

    Assalamualaikum, ustadz.
    Nama saya Anissa. Saya mau bertanya ttg tanda2 ajal seseorang dlm islam. Selama ini yg saya pahami bahwa di dalam islam tidak ada tanda2 seseorang akan menemui ajalnya kecuali Rasul. Ketika beberapa orang kerabat yang meninggal, keluarganya bilang bahwa mereka sudah seperti merasakannya, ngomongnya yang mengarah2 ke arah itu. Saya masih tidak terlalu kepikiran. Tetapi ketika seorang alm ustadz kondang meninggal, guru spiritualnya mengatakan bahwa alm spt sdh mendapat firasat dgn berulangkali mengatakan bahwa ‘sudah mau jatuh tempo’ dan beberapa hari kemudian ust itu benar meninggal dunia. Sejak saat itu saya benar2 menjadi gelisah….saya jadi selalu ketakutan. Sebab saya berpikir, seorang guru spritual seorang ust kondang saja bisa percaya sama tanda2 itu. Akhirnya, semua hal jadi saya hubung2kan, takut itu adalah tanda2 bagi saya. Pertanyaan saya adalah :
    1. Benarkah bahwa seseorang bisa merasakan bahwa ajalnya sdh dekat? Adakah penjelasannya dalam Quran dan hadist?
    2. Bagaimana cara saya agar tidak selalu waswas, gelisah dan ketakutan akan hal ini ? Dan tidak selalu berpikiran serta menghubungkan segala sesuatunya dengan ajal saya? Adakah bacaan/doa yang bisa saya terapkan utk menghilangkan ketakutan itu?
    Demikian pertanyaan saya, ustadz. Mohon bantuannya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      1. Sepengetahuan saya tidak ada dalil khusus yang meceritakan tentang tanda-tanda ajal akan tiba. Ada memamg hadis yang menerangkan bahwa jalannya ruh searah dengan tatapan mata. Hadis tersebut menjelaskan kondisi orang yang sedang sekaratal maut. Yang namanya sakaratul maut ya tentunya ajal sudah dekat. Seseorang boleh saja berfirasat tapi haram meyakini kebenarannya. Boleh dalam arti tadzkirah untuk diri sendiri bahwa seorang pasti mati. Tapi menjadi mutlak haram jika ketakutannya itu menjadi was-was. Dikit-dikit takut, mau melakukan ini itu takut, ya jelas tidak boleh. Ada pun firasat bahwa si A akan meninggal karena tandanya ini dan itu, tentunya tidak bisa dipastikan kebenarannya. Karena tidak pasti, ya tentu jangan diambil pusing. Jika toh memang ternyata benar-benar terjadi, ya itu memang sudah takdir. Hanya Allah yang Maha tahu kapan orang akan mat. Jika ada si A berfirasat si B sepertinya akan mati sekian hari lagi, maka tidak wajib kita mempercayainya.

      2. Karena tidak wajib percaya dengan firasat seseorang, saya rasa tidak perlu baca ayat ini atau ayat itu, amalan ini atau amalan itu. Obatnya sebetulnya mudah. Apa itu ? “Jangan ambi pusing”, itulah obatnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  61. sukmahandika

    Asslammualaikum Pak ustad
    Nama saya sukma …..
    saya ingin menenyakan sesuatu perkara ,sebelumnya saya ingin menjelaskan beberapa peraturan di perusahaan saya ,yg berhubungan dengan pertanyaan saya ,
    Saya bekerja di perusahaan swasta ,bergerak di bidang Construksi Engineering , jadi kerjanya berdasarkan kontrak dari satu project ke project yg lain
    Sekitar 5 bulan yg lalu saya di tugaskan di project yg terletak di daerah Kalimantan Timur ,kita sebut saya Project “A”
    Kemudian saya dipindahkan ke project yg terletak di daerah Sumatera Utara ,kita sebut saja Project “B”
    Setiap project saya memiliki bantuan kesehatan ,yg besarnya sudah di tentukan oleh masing2 management project ,nah di project “A” saya mendapat jatah sekitar 10 juta rupiah ,uang itu di kelola oleh perusahaan ,dalam arti kata jika saya atau keluarga tidak Claim maka uang itu secara otomatis kembali lagi keperusahaan ,pada saat project “A” saya dan keluarga sering diberi cobaan Oleh Allah dalam bentuk sakit ,tp alhamdulillah saya sangat bersyukur hanya sakit ringan .alhasil Claim saya sudah mencapai Limit yg ditentukan ,ketika Akhir project saya melakukan Medikal Check Up ,untuk saya dan istri ,karena saya merasa sesak nafas dll ,akhirnya saya di fonis gejala TBC ,tp Alhamdulillah sekali ustad TBC itu sangat kecil masih gejala yg belum tentu pasti .singkat cerita saya menghabiskan sekitar kurang lebih biaya medical check up itu sekitar 1,5 juta rupiah ,kemudian saya claim ,selang beberapa waktu kemudian saya dipindah kan ke Project “B” di Sumatera utara ,setelah beberapa waktu diproject “B” saya mendapat kabar kalo claim saya tidak dapat di cairkan dikarenakan limit bantuann keasehatan di project “A” sudah melebihi kapasitas atau nominal yg ditentukan .
    di project “B” saya Mendapat jatah sekitar 15 juta rupiah , dan saya coba untuk mengeclaimnya di project tersebut ,tp ditolak oleh management yg bertanggung jawab di project itu ,alasannya adalah claim dari project “A” tidak di perbolehkan di claim di Project “B”,karena waktu ,tempat ,dan management berbeda ,kemudian salah satu dari personil yg bekerja pada dept yg bertugas mencairkan uang tersebut memberi saran kepada saya untuk merubah document ( doct maksudnya Kwitansi pembayaran ),merubah tanggal ,tempat dan waktu berobat ,tp dengan syarat tidak merubah nominal jumlah uang yg tertera pada doct tersebut ( doct maksudnya Kwitansi pembayaran ),kemudian dia dapat mengajukannya kembali ke management
    pertanyaannya : apakah saya boleh melakukannya pak ustad ( merubah Document )
    saya sedikit merasa kecewa ,di dzolimi dan diperlakukan tidak adil ,karena sebab musabab terjadinya sakit adalah karena saya bekerja di lingkungan yg beracun ,polusi tingkat tinggi sehingga akhir project saya harus merasakan sesak dll ,tetapi uang perobatan hanya medical Check up saja di persulit .padahal menurut saya uang kesehatan itu Hak Saya sepenuhnya ,mohon pencerahannya oleh Ustad agar saya bisa bertindak dengan benar .

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setelah saya mencermati cerita yang anda sampaikan, maka saya memahami beberapa poin :

      1. Limit (jatah) tanggungan biaya kesehatan anda pada proyek A sudah habis. Dengan habisnya limit ini, maka tentu saya memahami bahwa biaya pengobatan selanjutnya tentu anda yang menangung. Hak anda untuk mengklaim tentu sudah habis seiring dengan habisnya limit di proyek A.
      2. Anda terkena penyakit setelah menyelesaikan projek A dan sayangnya limit tanggungan pengobatan anda sudah habis sebelum anda menderita penyakit yang mungkin disebabkan karena proyek A tersebut. Saya memahami bahwa tentu saja anda harus berobat dengan biaya sendiri karena hak anda memang sudah habis seiring dengan limit yang sudah anda klaim sebelumnya. Atau dengan kata lain, anda tidak bisa menuntut perusahaan dengan resiko tersebut. Ketika anda mengetahui jatah anda di proyek A adalah maksimal 10 juta, tentu sudah difahami bahwa anda dan perusahaan sama-sama setuju untuk menggunakannya dengan berbagai resiko yang kemungkinan bisa terjadi, termasuk kemungkina penyakit yang anda derita ketika proyek A selesai.
      3. Manajemen projek B tentu menolak claim anda karena memang seperti itulah peraturanya.

      4. Saya berkesimpulan bahwa anda berusaha mencairkan dana yang menurut saya sebenarnya bukan hak anda. Uang yang akan anda klaim di projek B adalah uang yang memang seharusnya anda tanggung sendiri karena limit di projek A sudah habis bukan ? Karena menurut saya uang tersebut bukan hak anda, maka anda tidak diperkenankan memanipulasi kwitansi pembayaran agar uang tersebut dapat dicairkan di proyek B.

      Itulah beberapa poin yang saya pahami dari pertanyaan anda. Sekiranya pemahaman saya keliru terhadap poin-poin yang saya kemukakan, mohon dikoreksi dan diklarifikasi kembali agar saya lebih tepat memberikan jawaban.

      Terima kasih sebelumnya, Pak !

      Wallahu a’lam

      Reply
      • sukmahandika

        Alhamdulillah benar sekali pemahaman ustad
        cuma saya berfikir ,karena saya berpayung pada satu perusahaan yg sama dan juga tugas disini berdasarkan rekomendasi dari kantor pusat ,saya anggap haknya sama saja cuma di pindah tangankan ,
        dan apa kah masukan dari salah satu personel management untuk mengubah document tersebut tidak mewakili legalitasnya pak ustad ?
        saya cuma makhluk lemah pak ustad yg kadang tidak mampu menerima sesuatu yg kecil hilang dari saya ,padahal Allah SWT telah memberikan banyak buat saya ….

        Reply
  62. wulan

    Assalamualaikum wr wb.
    Mohon pencerahannya ustad, saya seorang mualaf yg sedang belajar. Saya ingin menanyakan tentang sholat sunnah witir yg masih belum saya mengerti aturannya. Setau saya, kalau sholat sunnah adalah 2 rokaat, sedangkan utk sholat witir adalah 1 rokaat, 3 rokaat (ganjil). Kalau saya ingin sholat witir 3 rokaat bagaimana aturannya ustad ? Apakah tiap 1 rokaat salam, atau bagaimana ?
    Mohon pencerahannya, terima kasih.
    Wassalamualaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebelunya saya ucapkan Alhamdulillah dan selamat kepada anda yang telah mendapat hidayah dari Allah yang tidak ternilai. Selamat karena anda telah memeluk agama yang Haq, agama yang diridhai Allah SWT. Tentu kami mendo’akan anda semoga konsisten dalam menjalankan ajaran islam, aamiin…
      Betul sekali bahwa shalat wiitir adalah shalat yang jumlah akhirnya adalah ganjil.
      Anda melaksanakan shalat dua rakaat kemudian salam. Setelah itu, anda melaksanakan shalat witir lagi satu raka’at kemudia salam. Dengan demikian, jumlah akhirnya adalah tiga rakaat (ganjil).

      Begitulah saudari kami, wulan !
      Baarakallah Lak…
      Semoga berkah dari Allah senantiasa dianugerahkan untuk saudari Wulan, aamiin…

      Reply
  63. hamba ALLAH

    assalamualaikum wr wb
    maaf ustad saya mau tanya saya pada th 2001 menikah setahun kemudian di karuniai anak laki2 di th 2004 suami saya mmeninggal sedangkan harta yg di tggalkan itu semua hibah dr org tuanya dan org tua suami saya masih hidup semua apakah sepeninggal suami saya anak saya dan saya mendapatkan harta hibah tersebut ( orang tua suami saya mempunyai anak 2 laki2 dan setiap mereka membeli tanah atau rumah mereka selalu mengatasnamakan salah satu dr anaknya jadi setiap anak sudah mendapatkan jatah hibah yg sama)

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Harta suami ibu adalh harta hibah dai orang tuanya. Harta hibah menjadi mutlak milik suami ibu.
      Ketika suami meninngal, maka seluruh harta milik suami ibu, apakah harta dari hibah atau sumber lainnya dari hasil usaha suami kini statusnya menjadi harta waris. Siapa yang menjadi ahli waris ?

      1. Orang tua almarhum, baik ayahnya atau ibunya. (yang masih hidup saat ini)
      2. Istri
      3. Anak.

      Berapa bagiannya ?

      1. Jika ayah masih hidup, mendapat 1/6 dari harta waris.
      2. Jika Ibu masih hidup, mendapat 1/6 dari harta waris.
      3. Istri mendapat 1/8 dari harta waris.
      4. Sisanya adalah untuk seluruh anak almarhum.

      Wallahu a’lam

      Reply
  64. Satriyo Budi Utomo

    Assalamualaikum.wr.wb..
    mohon pencerahan lagi ustad..mengenai sholat : bagaimana dg sholat para nabi / rosul,
    bagaimana awal /sejarah sholat?
    bagaimana sholat yg benar dan khusuk?
    bagaimana bacaan sholat yg benar sedangkan ada bacaan sholat yg berbeda, demikian terimakasih atas perhatiannya

    Reply
    • santi

      Assallamualaikum wr wb…
      Ustad mohon nasehatnya..sy sdg punya masalah besar, kakak sy nabrak org sampe meninggal dan sdh damai, tp tetap sj hrs ditahan.supaya gk ditahan lm maka sy hrs ngeluarke sejumlah uang, benarkah tindakan saya ini.Dan skrg putusan sdh keluar, tp hampir tiap mggu kakak sy minta kirimin uang utk biaya di tahanan.Pd awalnya sy kirim,tp lm2 sy capek masa’ tiap mggu uang tsb sdh hbs..! Berdosakah saya kalo tdk ngirim uang lg ke kakak saya…! Apa sih kewajiban seorang adik perempuan terhadap kakak laki-laki-nya.Trima Kasih atas bantuannya.

      Reply
      • Ridwan Shaleh

        Wa alaikumu salam wr wb.

        Tolong meneolong dalam Islam memang wajib, terutama menolong saudara kandung. Tolong-menolong dalam Islam tidaklah dengan paksaan. Tolong-menolong dilakukan sebatas kemampuan dan keikhlasan. Jadi, jika anda saat ini merasa berat karena kebutuhan anda yang mungkin juga banyak, maka bantulah semampu anda.

        Wallahu a’lam

        Reply
  65. Ahmad Syauqi

    saya memiliki tugas sekolah untuk mewawancarai ustadz, mohon dibantu sebisanya
    1. karakter masyarakat seperti apa yang menjadi objek dakwah ustadz?
    2. apa saja langkah-langkah yang perlu dilakukan oleh kader dakwah menghadapi masyarakat yang menjadi objek dakwah tersebut?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wbb.

      1. Karakternya tentu bermacam-macam. Tapi untuk saya pribadi lebih banyak mengajar majlis ta’lim yang nota bene berkarakter yang secara umum biasa saja.

      2. Banyak sekali langkah yang mesti ditempuh, diantaranya tentu persiapan materi dakwah/ajar. 2. Persiapan metologi dalam mengajar dll.

      Reply
  66. fiyan

    assalamualaykum, ustad, saya pernah berzina, dan saya ingin bertaubat dan takut akan azab yang lebih berat. adakah hal-hal yang dapat membantu saya agar mudah meninggalkannya dan adakah amalan2 yang dapat menghapus dosa zina? :'(

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bertaubat dengan sungguh dan diiringi penyesalan. Bacalah istighfar sebanyak-banyaknya.
      Hindari berkhalwat (berdua-duan dengan lawan jenis). Hindari pornografi, perbanyak dzikir, usahakan puasa sunnah sesering mungkin dan rajinlah shalat berjama’ah terutama shubuh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  67. Sulis

    Assalamualaikum . . .

    Maaf Ustad, Saya mau tanya . . .
    Ayah kandung saya sudah meninggal kurang lebih 2 tahun yang lalu. Semasa hidupnya ada beberapa keinginan beliau yang belum terlaksana. Misalnya keinginan untuk meng -aqiqah-i diri sendiri . . . Berkenaan dengan hal tersebut, apa hukumnya dalam islam apabila, Saya sebagai anaknya meng-aqiqah-i almarhum ayah saya tersebut apabila ada rejeki berlebih, mohon penjelasannya. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda boleh meng-aqiqahkan ayah anda. Para ulama meng-qiyaskan hukum ini dengan kebolehan berhaji untuk orang tua yang sudah meninggal dunia atau meng-qodho puasa orang tua yang sudah wafat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  68. munna

    Assalaamualaikum, ustad, mohon saya dimasukan dalam tanya jawab diforum ini. karena begitu saya baca2, kayaknya saya banyak pertanyaan yang ingin diajukan, terima kasih banyak ustad.

    Reply
  69. tomi

    Aslmmualaikum
    Maaf ini pa saya mau naya…
    Saya pya istri .dan saya ngajakin pindah istri saya kerumah orang tua saya,karena di rumah orang saya engga ada siapa” cuman da bapa doang sendiri.tapi mertua saya ngelarang pindah kata ytidak mau di tinggalin anak y (istri) …yang saya ingin tayakan apakah saya salah ngjakin istri saya pndah kerumah orang tua saya…

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Istri wajib menaati suami selagi perintahnya tidak bertentangan dengan agama. jadi, dalm hai ini anda tidak salah dan istri wajib menuruti ajakan anda untuk tinggal di rumah orang tua anda.
      Wallahu a’lam

      Reply
  70. Subhan

    Assalamualikum Wr.WB
    Saya mau nanya nih apakah dosa jika saya Menggambar seperti menggambar manusia, membuat animasi 3D seperti ADIT DAN SOPO JARWO ATAU UPIN DAN IPIN. Karena saya ingin masuk jurusan DKV yaitu jurusan yang pasti banyak menggambarnya. Saya mohon masukan nya pak Ustadz. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum Wr.Wb

    Reply
  71. Suyoto Farid

    Assamu ‘alaikum Wr. Wb.
    Robbigfirlii wa tubu ‘alaiika innaka anta tawwaaburrahiim, Minto tolong ditermahkan dengan bahasa indonesia, terima kasih
    Wassalamu ‘alaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ya tuhanku, ampunilah aku dan aku bertaubat (kembali) ke pada-Mu. Engkau adalah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

      Wallahu a’lam

      Reply
  72. kartika

    Assalamu Alaikum Ustad,
    Saya wanita pekerja, sdh menikah 3thn. Suami saya seorang wiraswasta. Saat ini banyak terlilit hutan ke bank. Banyak mengambil pinjaman uang ke bank untuk moda usaha, dan sering gali lobang tutup lobang untuk menutup hutang, tabungan yang saya persiapkan untuk anak2 jg terpakai. Saya sendiri tidak pernah tau jumlah penghasilan suami saya, dan sudah 2 thn ini tidak pernah dikasih uang belanja. Untuk kehidupan rumah tangga mengandalkan penghasilan saya. Karena saya jg hanya bisa menerima keadaan ini tanpa pernah banyak menuntut. Wajarkah jika saya merasa sedih dengan kehidupan rmh tangga saya..? Dan apakah saya harus menuntut untuk meminta di nafkahi. Sementara saya tidak tau uang2 tersebut dan skrg harus menanggung akibat nya. Apa yg harus saya lakukan. Terima kasih. WassalamualaikUm

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      W alaikumus salam wr wb.
      Suami wajib menafkahi anak dan istrinya. Anda berhak meminta walau pun anda bekerja. Tentu sangat wajar jika anda bersedih. Selagi mungkin, komunikasikanlah hal ini kepada suami dengan baik agar tidak men imbulkan mudharat yang terus berkelanjutan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  73. tomi

    Asalammu’alaikum
    Saya mau naya kalau seirang suami ngajak istrinya pndah dari rmah orang tua y,pndah k’rmh suami tp orang tua istri y nglarang anak y pergi…sedangkan d rmh irang tua istri sh bnyk ank y yg tnggl d rmh y.ttp d rmh ira

    Reply
  74. wisnu pratama

    asalamualaikum wr, wbrkt.

    Ustad saya suami berumur 31 th, mempunyai seorang istri berumur 35 th, hidup saya sangat beban dan terkekang, karena cara berfikir istrii saya yang selalu berfikir negatif tidak pernah berfikir positif dengan tetangga,, saudara,, teman kerja,, sampe dia selalu berpikir negatif ke 2 orang tua saya, kalo saya memperbaiki dia selalu terjadi ribut yang sangat besar. saya sudah mencoba dengan menegor secara halus sampai dengan nada yg sangat tinggi untuk merubah sifat jelek dia tetapi memang tidak bisa. karena wataknya memang seperti itu, dan sempat saya ajak rukiah supaya sisi negatif nya hilang tidak pernah mau. gmana solusi ustad dalam kasus rumah tangga saya.sekarang orang yang ada di sekitar saya kaya adik kandung,, orang tua,, tetangga,, teman pada menjauh ke hidup saya. mohon pencerahan nya ustad supaya hidup saya bisa lebih tenang dan bahagia. aminn

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Saat ini Allah SWT menguji kesabaran anda. Mungkin saja ujian tersebut bisa lewat istri anda tersebut.
      Jika kita menyadari bahwa kita sedang diuji, maka bersabarlah, berdo’a kepada Allah agar diberikan jalan keluar dan berikhtiyar serta menyertahkan hasilnya kepada Allah (tawakkal).
      Jika anda bersabar, insya Allah pahala anda akan bertambah dengan kesabaran tersebut.
      Saya turut prihatin dan semoga Allah memberikan jalan keluar, amiin.
      Wallahu a’lam

      Reply
  75. santi

    Assalamualaikum, ustad.
    Saya ingin bertanya, kakak laki-laki saya sdh menikah dan punya anak 2.Kakak
    saya selalu saja minta bantuan dg kami dr biaya sekolah anak,buat rumah dll.Saya selalu berusaha menolong, tp yg saya tdk suka dg sikap istri-nya yg klo punya uang selalu hidup berpoya-poya n sering kali membuat ibu saya tersinggung dan menangis.Yang saya tanyakan boleh gak klo kakak saya minta bantuan lg saya tidak memberi-nya kr saya merasa lelah n capek bantu-in terus, lebih baik saya sedekah dg orang lain.Dosa-kah saya, selama ini saya sdh cukup bantu kakak saya, saya mesti berhemat untuk bantu keluarga sdgkan yg di tolong gk mau berubah.trima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang anda lakukan adalah shadaqah. Pada dasarnya, shadaqah boleh ke siapa saja. Anda boleh memberikan shadaqah ke teman, orang yang anda kenal atau pun tidak anda kenal. Namun, shadaqah yang paling baik dan utama adalah shadaqah kepada keluarga terdekat atau kerabat.
      Sebaiknya anda tetap bershadaqah kepada kakak anda dengan memberinya syarat misalnya, anda berkata kepadanya : Saya akan bershdaqah lagi kepadamu jika istrimu mau berhemat, andaikan tidak ada perubahan, shadaqah ini saya berikan kepada orang lain.

      Wallahu a’lam

      Reply
  76. Andri Setyawan

    Assalamualaikum Ustadz

    Saya mau bertanya nihh. Mungkin pertanyaan saya agak berbeda dengan yang lain. Apakah Ustadz tau tentang website video online terbesar “youtube”, nahh cerita awalnya saya donlot salah satu video lucu tingkah orang2 arab yang usil ketika lagi sholat. Jujur saya sendiri juga tertawa melihatnya Dan suatu ketika saya bagikan ke salah satu grup Bbm . dengan niatan dalam hati saya untuk berbagi tawa dan senyum dan respon orang2 pun juga baik mereka bilang “lucu” atau “wong arab pancene gendeng”, ehh tapi disini ada satu orang di grup yang kontra dengan postingan saya. Dia bilang “gak ada lucunya. Ini bukan guyonan bro, sholat bukan untuk main2, anda harusnya berfikir dahulu sebelum memposting. Buktikan kalau anda muslim yang baik” begitu kata beliau. Maka dari itu pak ustadz yang saya tanyakan adalah apakah perbuatan saya ini salah. Atau apakah memang melihat dan menyebarkan video lucu orang arab dalam beribadah itu hukumnya “haram”. Sudah saya cari tau di internet tapi tidak ada satupun artikel yang menjelaskan tentang video orang arab. Saya mohon masukan nya pak Ustadz. Sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih. Wassalamualaikum wr. wb.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika anda mencari dalil tentang keharaman menyebarkan video tersebut jelas tidak ada.
      Jika niatan menyebarkan video tersebut adalah karena lucu-lucuan ya tentu memang tidak patut. Perbuatan tersebut sudah masuk pada kategori “Istihza’an” (tindakan memperolok-olok). Sudak dimaklumi bahwa perbuatan mengolok-olok termasuk istihza’. Memang sebaiknya tindakan menyebar video tersebut tidak dilakukan, apa pun motivnya karena bisa menimbulkan orang lain berlaku istihza’. Teman anda bermaksud mengingatkan anda, tapi memang bahasanya mungkin agak sedikit keras.

      Wallahu a’lam

      Reply
  77. Amalia Fitri

    Ass.Wr.Wb.
    Ustadz, saya ingin bertanya. Saya mempunyai seorang nenek yg sedang sakit, dia non muslim. Beberapa hari yg lalu, kakak sepupu saya menuntunnya untuk masuk islam & Alhamdulillah, nenek saya sekarang menjadi seorang muallaf. Tapi, hanya saya, orangtua & kakak sepupu saja yg mengetahui hal ini. Sebenarnya, kami ingin sekali memberitahukan kpd keluarga yg lain, tp kami tidak berani mengatakannya, dikarenakan takut jika saudara non muslim kami akan marah.
    Kemarin, tante saya yg non muslim datang ke rumah bersama pastur dgn maksud ingin mengobati penyakit nenek. Orangtua saya bingung harus bagaimana.
    Akhirnya, dibiarkanlah nenek untuk diobati dg cara non muslim. Lalu ustadz, bagaimana dg agama nenek saya ? Apakah masih bisa dikatakan islam atau kembali ke non muslim ?
    Dan apakah saya & orang tua berdosa karena tidak mengatakan yg sebenarnya ?
    Terimakasih.
    Wass.Wr.Wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      nenek anda tentu sudah muslim dan masih muslim karena tidak ada pengakuan keluar dari islam.
      Seorang dalam keadaan tertentu diberikan rukhsah untuk menyembunyikan keimanannya. Tapi ingat, ini dalam keadaan tertentu yang dikahawatirkan akan menimbulkan mudharat apabila terang-terangan.
      namun, seseorang wajib berusaha untuk menghindari rukshah. Jika suasana sudah kondusif, anda wajib menyampaikan atau menampakkan keislaman anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  78. elmi

    Assalamu”alaikum ustad
    Saya pernah bernazar jika hajat saya terkabul,saya akan berziarah ke makam syeh sembari berdoa bersama disana .apakah nazat saya itu termasuk nazar ketaatan atau bukan.jika bukan apakah saya wajib membayar kafarat sumpah jika saya tidak menunaikannya? Mohon pencerahannya ustad.terimakasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      wa alaikumus salam wr wb.
      Hukum ziarah kubur dan mendo’akan ahli kubur adalah mubah (boleh). Karena status hukumnya boleh, maka anda wajib menjalankan nadzar tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  79. irma

    Assalamu’alakum Ustadz….saya mau tanya, bolehkah seorang anak perempuan menjadi imam shalat bagi ibunya yang janda?dan bagaimana hukumnya?Terima kasih

    Reply
  80. elma

    Asalamualaikum ustadz…tlg dibantu pemahaman saya….beberapa minggu
    lalu..ban kendaraan saya melewati bekas laluan anjing….selepas hujan….sy yakini ban kendaraan telah melindas jejak anjing sesampai dirumah saya serti ban2 kendaraan itu….yg pasti ada terciprat air basuhan najis itu ke pakaian saya….saya terlupa…pakaian itu lgsg sy cuci di mesin cuci dgn pakaian lain….sy jd stresss…yg sy stress kan…apakah semua pakaian yg saya cuci dgn pakaian itu jadi najis mugholazoh….dan apakah kemuadian baju2 yg dicuci dimesin cuci itu jd tertular najis ?…..saya jd dimarahi suami karena….tiap hari memikirkan ini…kata suami lama2 kamu gila….dan kata suami air cipratan itu tdk najis….jd sy buang2 tenaga…pikiran….dan air hanya gara2 pemikiran ini…..apa benar pa ustadz yg dikatakan suami bahwa air cipratan itu tidak najis….tapi mustakmal dan ga ada yg tertular najis gara2 baju yg terciprat itu……benar pa ustad….?….terimakasih

    Reply
  81. dinar yanti

    Assalamu Alaikum, Ustad
    saya seorang ibu rumah tangga, tapi saya ingin sekali lebih mengenal Junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW, kira-kira buku apa yang Ustad sarankan untuk dibaca. Atau kalau bisa saya mau ikut pengajian rutin yang bisa mengisi rasa keingintahuan saya yang lebih dalam tentang Rasulullah.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb..
      Alhamdulillah, ibu bersemangat untyuk lebih kenal dan cinta dengan Easulullah SAW.
      Untuk buku banyak sekali, namun ibu juga boleh mencoba aplikasi baru versi android yang diluncurkan oleh Pusat Kajian Hadis. Ibu bisa ke playstore, kemudian ketik pusat kajian hadis, lalu pilih aplikasi potret pribadi dan kehidupan Rasulullah SAW. Semoga bermanfaat…

      Reply
  82. Adenito Dermawan Susilo

    Asslamulaikum Pak Ustad..
    Saya mau tanya, Saya saat ini bekerja di Astra Group, kira-kira beberapa bulan lagi kan Saya habis kontrak, Saya pengin kerja di Penerbangan Pak, Jadi Pramugara begitu. Tapi Ibu saya tdk merestui, sedangkan Saya cinta sama dunia penerbangan dan tdk bisa untuk bekerja selain di penerbangan. Bagaimana Pak saya meyakinkan Ibu saya..
    Terima Kasih.
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mungkin anda bisa meyakini ibu anda dengan cara memberikan keyakinan bahwa maut dan rezeki ada di tangan Allah SWT. Anda bisa sampaikan bahwa anda bekerja juga untuk beribadah kepada Allah. Sampaikan pula bahwa anda lebih nyaman dengan pekerjaan itu. Berdo’alam kepada Allah agar keinginan anda tercapai.

      Wallahu a’lam

      Reply
  83. ayu rossatiana

    Assalamua’laikum, ustadz punten mau tanya tentang masalah yang saya alami saat ini, jadi saya berencana menikah dengan pasangan saya tahun ini dengan segera tapi ada hambatan sehingga saya tidak bisa tahun ini menikah dengannya. Yaitu kakek saya yang menentukan hari baik dan pas untuk kami, dan berkata bahwa kami harus menunggu hingga papah saya berumur satu tahun setelah sepeninggal papah dan dipilihkan bulan islam serta hitungan jawa. Pertanyaan saya, apakah benar jika saya menikah sebelum jarak meninggal papah mencapai satu tahun ,akan melemahkan orang terdekat dalam arti akan ada orang terdekat yang akan sakit2n bahkan meninggal? Dan pertanyaan yang kedua, apakah jika saya tidak menuruti hari2 yg telah diperhitungkan agar saya dan pasangan saya adem ayem dalam rumahtangga jika dilanggar rumah tangga saya kelak akan runyam? Mohon penjelasannya ustadz, saya percaya jika semuanya yang punya kuasa hanya Allah SWT, bahkan sebelum papah saya meninggalpun beliau sempat berkata “bahwa tak ada hari buruk,semua hari baik,jika apapun yang terjadi nantinya adalah pertanggung jawaban manusia dengan Tuhannya” tapi karena kakek saya mempersalahkan pernikahan mamah saya yang dahulu tidak disetujui karena tidak pas dengan hitunghitungan jawa tapi dilanggar pada akhirnya mamah saya hidup dengan papah tidak bahagia hingga ditinggal meniggal oleh papah diumur mamah yang masih muda maka dari itu saya takut jika tidak menuruti akan dipersalahkan seperti mamah saya saat ini :'(

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Nasib baik dan buruk tidak bergantung pada hitungan hari tertentu. Kepercayaan semacam ini trermasuk khurafat dan bid’ah yang sudah jelas keharamannya. Percaya kepada hal ini adalah syirik. Hanya Allah saja yang menentukan takdir haba-hamba-Nya.
      Lalu bagaimana ? boleh saja anda nikah sesuai hitungan hari dari kakek, namun jangan sampai anda meyakini keyakinan kakek anda tersebut. Anda menuruti hanya untuk menjaga silaturahmi dan konflik yang dikhawatirkan menimbulkan mudharat yang lebih besar.

      Wallahu a’lam

      Reply
  84. Nurhidaya

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Sy ingin bertanya, begini mertua sy kan dy non muslim dn sekrng dy sedng sakit, rencana sy ingin membawanya ke rumh sy agar bisa merawatnya krna suami sy bersaudara hanya 2 orng dn suami sy anak tertua, yang jdi pernyaan sy apakah haram hukumnya bila sy merawat mertua sy ? Dn apabila ajalx tiba apakah haram hukumnya bila sy mengurus jenazahnya sesuai agama yg di anutnya ? Ma kasi sblmnya

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Merawat orang sakit tidak mengenal agama. Perbuatan ini masuk pada katagori muamalah dan bersifat tolong menolong dalam hal kemanusiaan. Jadi, boleh saja.

      Jika hanya membantu yang sifatnya bukan ritual agama yang dianutnya, maka dibolehkan. Contohnya membantu memindahkan jenazah dan sejenisnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  85. Febrian

    Pak ustad saat ini saya sedang ada masalah dengan mama, karena menurut saya mama saya selalu ingkar dengan kata-katanya. Mama terkadang seperti mengadu domba saya dengan adik2 saya, dengan ayah saya dengan saudara lainnya, pun begitu sebaliknya terhadap yang lain. Satu waktu pada saat mama dan ayah ribut besar karena mama ketahuan selingkuh, mama memohon2 maaf kepada kami, dan berjanji akan berbuat baik dan tidak akan berbohong lagi,waktu berganti sifat bohong dan mengadu domba mama kembali lagi, dan setiap saya menasehati selalu disalah artikan, dan dianggap durhaka. 1. Salahkah saya pa ustad?padahal tujuan saya hanya mengingatkan. 2. Apakah kekesalan mama dengan diikuti sumpah serapahnya bahwa saya akan dosan dan masuk neraka akan dikabulkan Allah?karena kan katanya ridho Allah ridho orang tua. 3. Apakah karena posisinya sebagai IBU, maka sesalah apapun mama terhadap saya anaknya perbuatannya tidak termasuk kedalam perbuatan zolim dan dosa?apakah mungkin seorang ibu berdosa karena anaknya, atau hanya anak saja yg selalu berdosa thdp ibu. Terimakasih pak ustad mohon pencerahannya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus alam wr wb.

      Sebagaimana sudah dimaklumi bahwa anak wajib berbakti dan berakhlak mulia terutama kepada kedua orang tua. Jika memang mereka dipandang salah atau berdosa, tentu kita sebagai anak wajib mengingatkannya tentu dengan cara yang paling santun dan mendo’akan beliau agar segera menyadari kesalahannya dan bertaubat kepada Allah.

      Orang tua yang berdosa ya tentu zhalim. Bagaimana sumpah serapahnya jika beliau dalam kondisi berdosa ? manjurkah ? Wallahu a’lam tentunya. Tapi biar bagaimana pun kita berkewajiban menegur agar beliau sadar.
      Maksud hadis ridho’nya Allah adalah ridho orang tua adalah pada hal kebaikan. Kita tidak boleh patuh terhadap perintah orang tua yang mengandung hal kemusyrikan dan dosa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  86. seshy

    Saya mau tanya ustad,
    Saya dan suami sudah pisah rumah 5 bulan karena ketidakcocokan kami. Namun sekarang suami saya mengajak rujuk. Dan dia bilang kalau dia belum menalak saya..bagaimana cara rusuknya ustad?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Jika memang dipastikan suami tidak menjatuhkan talak, maka suami menyatakan saya ruju” kepadamu, istriku. Lalu anda menerima ruju’nya. Sebaiknya disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki.

      Wallahu a’lam

      Reply
  87. alya

    Assalamualaikum.wr.wb
    P.ustad sy ingin tnya soal mslah yg sy hadapi ini.
    Sya bru menikah 8bln dan di awal2 pernikahan sy
    bru tau kalau suami sya suka nnton
    porno,browsing foto2 wanita porno&wanita2
    seksi dan baca cerita porno,
    Saat kepergok oleh saya,saat itu sy mnta dia tuk
    sumpah tidak melakukanx lagi.Tapi smpai saat ini
    knapa sya blum bisa percaya dngan
    janji&sumpah suami sya apalagi hp suami sy ada
    fasilitas internetx.dan seringkali sya mendapati
    suami sya beli kuota internet(hp wjib memiliki
    internet untuk aplikasi pekerjaan jga)dan sampai
    saat ini hati dan pikiran sya tidak tenang krna sya
    slalu curiga suami sya mengulanginya lgi,
    Tpi saat sya blum menikah dgan suami sya,sya
    pnya masa lalu yg kelam dimna sya prnah
    melakukan seks bebas dan hamil di luar
    nikah.dan suami sya tdk tau dgan masa lalu sya..
    Apakah sy pantas bersikap sprti itu pda suami sya
    dgan membatasix seedangkan masa lalu sya
    sungguh kelam dan sngat sya tutupi dri suami,,
    Sya sngat mohon saranx p.ustad,,trimakasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda tentu boleh mengingatkan suami agar menjaga pandangannya melihat hal-hal yang diharamkan agama. Melihat aurat orang lain adalah haram walau pun tujuannya untuk membangkitkan gairah suami istri.
      Untuk hal kebaikan, anda tidak perlu mengusik masa lalu anda yang pernah kelam. Justru anda berkewajiban semampu anda mengingatkan orang lain agar tidak terjerumus. Masa lalu yang buruk harus dijadikan hikmah agar ke depannya tidak terulang dan terus memperbaiki diri agar semakin baik. Kebaikan bukan hanya dimonopoli oleh orang-orang yang hanya mempunyai masa lalu yang baik.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  88. Tuty

    Assalamualaikm.ustad.
    Saya mau bertanya.saya ikut program investasi tmn saya.dgn azaz tlong menolong.karena dia membutuhkan modal besar untuk membeli barang stok dibidang farmasi perusahaannya.jadi hitungannya begini.saya kasih modal 10jt nantinya stelah 6minggu saya menerima 11.100.000.dan itu kesepakatan dia yg buat dan saya menyetujuinya.yang ingin saya tanyakan.apakah investasi yg saya lakukan itu termasuk riba atau tidak?dan investasi ini berlanjut ke teman2 saya yg lain dan smakin berkembang.terimakasih.assalamualaikm wr wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Transaksi tersebut termasuk riba’ karena nominal keuntungan sudah ditentukan lebih awal. Yang dibolehkan adalah bagi hasil. bagi hasil misalnya menentukan prosentase dari hasil keuntungan, bukan nominal keuntungan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Tuty

        Assalamualaikm.wr wb.mkasih ustad atas jwabannya.yg ingin saya tanyakan lagi.keuntungannya itu memang bagi hasil berupa persenan ustad.yakni 11%.dan itu ketetapan dia yg buat.karena dia jg harus membagi bagi untuk biaya gaji krywan.operational dll.pembagian nya saya terima stiap minggu sebesar 1.850.000.dan selama 6minggu.jdi bila ditotalkan saya mnrima 11.100.000.dan habis lah smpai dstu.nanti jika saya ingin join lagi.maka hitungan nya sama seperti yg diawal ustad.bole ikut atau tidak silahkan klw dia membutuhkan modal.trimkasih ustadz.wassalam

        Reply
        • Ridwan Shaleh

          Prosentasi dari modal tidak boleh.
          Contoh : modal 10 juta, dengan menentukan bagi hasil 10% dari modal, yaitu 1 juta, jadi anda menerima 11 juta. Transaksi ini termasuk riba. Sebab apa ? Jika pengelola kebetulan rugi, maka mau tidak mau dia harus mengembalikan pinjaman dengan tambahan 10% dari pinjamn bukan ?

          Bagi hasil yang benar itu bukan prosentasi dari modal, tapi dari keuntungan. Yang namanya keuntungan tentu masih nisbi, bisa sangat besar, sedang, kecil, atau malah tidak untung sama sekali atau bahkan juga rugi.

          Contoh : si A meminjamkan uang Rp. 10 juta kepada si B dengan kesepakatan bagi hasil 20% dari keuntungan. Dan setelah berjalan bebrapa lama, diketahuilah jumlah keuntungan yaitu Rp. 2 juta. Sesuai kesepakatan, maka si A mendapatkan bagi hasil 20% nya, yaitu Rp. 400.000.
          Atau misalnya keuntungan yang diperoleh si B hanya Rp. 1 juta, maka si A hanya mendapatkan Rp. 200.000. (10% dari keuntungan).
          Atau mungkin saja keuntungannya Rp. 0, tentu si A tidak dapat apa-apa dan B pun demikian. Ia hanya mengembalikan total pinjaman saja sebesar 10 juta tanpa ada tambahan apa pun.
          Atau misalnya bangkrut, maka si B tetap hanya mengembalikan pinjaman modal Rp. 10 Juta. Hal ini tentu jauh berbeda dengan penentuan prosentasi berdasarkan jumlah modal bukan ?

          Reply
  89. Juni Nh

    Assalamu’alikm usdt/ustdh.saya menikah dengan duda.awalnya kami 1rumah.karena pekerjaan swmi ada diseberang,tapi sudah 3thn selalu berdoa agar Allah meridoi swami bisa 1rumah lagi.tapi sampai sekarang belum dikabul?apa doa yang makbul untuk masalah saya?karena saya juga ingin bisa punya anak setelah lama keguguran?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Salah satu amalan umum agar dikarunia anak dan berlimpah rezeki selain sedekah adalah istighfar. Bisa kita simak terjemah surat Nuh ayat 10-12 :

      10. Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,
      11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,
      12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai

      Wallahu a’lam

      Reply
  90. adeseptiyadi

    Assalamu’alaykum wr wb

    Bapak Ustadz dan Ibu Ustadzah..mohon izin untuk bertanya tentang beberapa hal yg belum bisa saya pahami…jika ada kesalahan dalam pertanyaa atau kalimat – kalimat atau kata – kata yang salah mohon maaf, dan harap dimaklum karena saya ingin belajar.

    Lahir, Rezeki, Jodoh, dan Meninggal itu semua adalah rahasia Allah SWT. dan hal yang ingin saya bahas adalah tentang Rezeki dan Jodoh. karena 2 hal tersebut membuat saya bingung dan permasalahan saya di situ. ceritanya saya ingin menikah tetapi selalu gagal dan sulit untuk mendapatkan jodoh pendamping (istri). ada yang bilang dan menasehati saya bahwa jodoh itu di tangan Allah dan rahasia Allah SWT, dan jangan dicari karena jika sudah waktunya dia (jodoh) bakal datang menghampiri kamu.
    jika dengan penyataan berikut :
    Kenapa rezeki harus dicari, sedangkan jodoh jangan dicari padahal kedua nya sama2 rahasia dan sudah ada yang mengatur NYA ( ALLAH SWT ).

    mohon pak Ustadz / Bu Ustadzah bisa memberikan pencerahannya untuk menjawab rasa penasaran tentang pertanyaan yang saya ajukan terimakasih banyak…mohon maaf sebesar2 nya jika ada kesalahan2..

    wassalam.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      wassalam alaikum wr wb.

      Betul pak, itu semua memang rahasia Allah, karena kita tidak tahu, kita diperintahkan untuk berdo’a dan berikhtiyar agar mendapat rezeki dan jodoh yang baik. Do’a juga bisa menyebabkan takdir menjadi baik. Ikhtiar atau usaha pun demikian. Jadi tidak dikatakan salah jika kita berusaha maksimal dan berdo’a untuk mendapatkan kelapangan rezeki dan jodoh yang baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  91. rian

    Menjadi halalkah jika kita membuka usaha yang hasilnya halal tapi menggunakan uang riba?

    Reply
  92. budianto

    assalamualaikum,ustadz.saya ingin bertanya doa atau amalan apa agar tanah dan rumah cpt laku.karna untuk byr hutang.disebabkan sy lagi bangkrut usahanya.trmkasih sebelumnya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Untguk amalan khusus seperti yang bapak maksudkan, mohon maaf, saya tidak tahu.
      Namun ada beberapa amalan yang sudah umum dilakukan untuk mempercepat dikabulkannya hajat, diantaranya adlah shadaqah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  93. adriani

    Bismillahirohmanirrohim,
    Assalamualaykum wr. wb. Pak ustadz,
    Pak perkenalkan saya seorang wanita berusia 24 tahun, bulan lalu ada seorang pria yang mengutarakan keinginannya untuk melamar saya, saya sudah berteman dengannya cukup lama & sedikit banyak tahu mengenai karakternya, dia memang pria yang baik, tapi satu yang membuat saya ragu terhadapnya pak, saya melihat & merasa jalan pemikirannya tidak sesuai dengan saya, dan saya melihat dia memiliki sikap yang tidak tegas. Saya takut jika saya yang akan lebih tegas dari pada pasangan saya pak, yang saya khawatirkan adalah jika saya menerima lamarannya, saya takut akan durhaka pada nya pak, apa saya salah pak menginginkan seorang imam yang setara dengan saya pak? Khususnya setara dalam hal pemikiran & cara pandang terhadap sesuatu? Atau kah saya yang tinggi hati merasa bahwa saya memiliki pemikiran yang jauh diatas dia? Mohon pencerahannya pak ustadz, karena sampai saat ini saya masih merasa gamang.
    terima kasih pak sebelumnya
    wassalamualaykum wr. Wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Untuk wanita memang disarankan kufu’ dengan calon suaminya. Aspek kufu’ seperti yang telah saya sampaikan kepada salah satu penamya yang lain, untuk saat ini tentu berkembang. Mungkin diantaranya adalah faktor kecerdasan atau wawasan.

      Anda berhak saja untuk mengklaim bahwa anda dalam hal ini anda lebih unggul, namun perlu waktu juga untuk membuktikannya. Atau jangan-jangan dia memang lebih bijak dalam pengambilan keputusan sedangkan anda terlalu realistis dan ego.

      Jika masih ragu, sebaiknya anda istikharah saja terlebih dahulu. Minta petunjuk Allah apakah dia memang berjodoh dengan anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  94. shanty

    Assalamualaikum, ustad
    saya ingin bertanya, bagaimana menghadapi suami yang kurang respond dengan keadaan istri..?misalnya ktika sang istri sakit dan mengeluh kesakitannya sang suami hnya menjwab dengan kalimat “emmp” seraya berjalan meninggalkan sang istri.namun ketika sahabatnya yg sakit ia bahkan tidak segan2 untuk mengobatinya ( membawa kerumah sakit/membelikan obat) tidak jarang juga sang suami meminta istrinya untuk menghubungi dktr langganannya agar dtng memeriksa sahabatnya itu,kadang suka marah kalau sang istri menolak dngn alsan masih lelah krn baru saja sampai drmh sehabis kerja. sedang dlm pernikahan ini didasari dngn cinta/tanpa paksaan pada awalnya. namun memang sang suami lbh perhatian kepada tmn2nya dari pada ke istrinya. padahal semua perintah suami selalu dijalankan dengan baik,mengurus rumah,anak,hingga membantu suami mncari uang. sesekali teguran istrinya pun tidak diindahkan. apakah ini namanya cemburu sosial ustad??? apakah sang istri berhak marah dlm hal ini ??? apakah dosa kalau sang istri mendiami/bersikap dingin karna suaminya tdk mau berubah??mhn masukannya dan pencerahannya ustad..trmksh..wslkm.wr.wb..

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Cemburu itu lumrah dan manusiawi. Anda berhak cemas dan merasa tidak nyaman. Sebetulnya cemburu itu tidak berdosa, malah harus ada kecemburuan agar kasih sayang kedua belah pihak terus terjalin. yang mungkin bisa menimbulkan dosa adalah tergantung bagaimana menyikapi rasa cemburu. Jika kita menyikapinya dengan cara yang kasar, tentu bisa menyakiti dan tentu mberdosa. Jika cuma marah dalam sebatas menunjukkan ketidak setujuan kita ya tentu wajar saja.
      Menurut saya ini hanyalah masalah komunikasi yang kurang kondusif antara anda dan suami. Komunikasikanlah dengan suami dan sampaikan kejujuran anda bahwa anda cemburu dan tidak nyaman dengan sikapnya. Sampaikanlah sebaik mungkin, insya Allah ada hasilnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  95. Erna kurniawati

    Assalamu`alaikum… Ustadz, maaf saya mau tanya….ini tentang suami saya….suami saya 2 minggu yang lalu kn sakit mengigil trus di cek laborat terus katanya trombositnya turun soalnya kena DB terus di suruh opname di RS…waktu malam itu kami membawa suami saya Opname,waktu tiba di rumah sakit suami saya merasa gelisah..perasaanya tak karuan sempat nangis minta pulang mungkin perasaanq cuma karena dia belum pernah masuk rumah sakit jadi ku pikir kaya gitu…setelah 3 hr di rumah sakit dokter bilang suami saya sudah boleh pulang, tapi perasaan gelisahnya masih ada kadang datang kadang pergi….setelah 2 mnggu berlalu,tadi malam suami saya cerita sama saya katanya setiap malam dia selalu gelisah,perasaannya takut,ternyata perasaan itu sudah di rasakan dari dia berada di rumah sakit hingga pulang….kira kira kenaya ya??saya merasa bingung,suami saya takut,maaf ustadz takut kalau d panggil sama Allah…dia ngerasa ada yang aneh,gak tau kenapa kok gelisah,padahal tidak ada masalah yang serius yg kita hadapi..mohon infonya ya ustadz,sebelumnnya saya ucapakan terima kasih banyak…
    Wualaikum salam ustadz

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Menurut saya, suami ibu terkena was-was. Bisa disebabkan karena faktor psikologis,terlalu khawatir dengan suatu hal, berfikir terlalu berat atau gangguan syaithan.
      Was-was bisa diatasi dengan perbanyak istighfar dan dzikir. Ynag paling dianjurkan adalah dengan membaca surat Al-Falaq dan An-Nas sebanyak-banyaknya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  96. Fauzan ardana

    Assalamualaikum ustad… Saya siswa salah satu sma di jakarta… Saya berumur 15 tahun…. Saya berasal dari keluarga yang bisa dikatakan sedikit broken home…. Adik saya sampai berhenti sekolah Dan saya tidak ingin selama dia berhenti sekolah, tidak mendapat ilmu apa apa… Maka saya mencoba untuk mengajarkan adik saya matematika… Saya memang sedikit emosional ketika mengajarkan adik saya… Saya emosi karena adik saya sangat sulit untuk diajak belajar dan hanya ingin bermain komputer… Seringkali saat saya emosi dilihat mama saya dan mama saya sering marah karena beliau beranggapan saya memaksa adik saya untuk belajar terus terusan… Padahal dalam sehari biasanya adik saya belajar hanya pada saat saya pulang sekolah…. Pada saat mama saya marah kepada saya… Saya melakukan pembelaan diri dengan cara mengeluarkan alasan saya mengapa saya marah… Dan mama saya SELALU beranggapan bahwa saya memarahi beliau…. saya ingin bertanya.. Apakah saya berdosa dalam menanggapi perkataan mama saya dengan sedikit emosi pak? Terkadang saya bingung pak… Mengapa mama saya memarahi saya karena saya menyuruh adik saya belajar dan kadang saya melawan karena maksud saya baik… Apaka itu dosa pak ustad???

    Terima kasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Berbuat baik memang selalu ada tantangannya. Tantangan yang paling umum adalah sabar. Boleh tidak setuju dengan pendpat orang tua tapi hendaknya disanpaikan dengan cara yang paling baik dan santun.
      Apakah berdosa jika kita mebentak atau marah-marah dengan kasar kepada orang tua ? jawabnya adalah “Ya”. Bagaimana biar tidsk berdosa, sampaikanlah ketidaksetujuan kita dengan cara yang baik.
      Selain itu berdo’alah kepada Allah agar adik anda diberikan kesadaran oleh Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  97. nuzul

    Assalamualaikum, ustad, bagaimana cara mencuci pakaian najis dalam jumlah banyak menurut mazhab imam syafii (dg cara diguyur satu persatu istilahnya air yg harus mendatangi najis) atau dg cara memasukan nya kedalam ember lalu dibilas seperti mencuci baju yg tdk terkena najis? dan kira2 bilasan keberapa sudah bisa dianggap suci? makasih banyak ustadz ilmunya.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang anda tanyakan sepertinya masuk dalam bab najis mutawassitoh. Sebagaimana diketahui bahwa menghilangkan najis mutawassitoh adalah dengan cara mencucinya dengan air. sampai dimungkinkan hilang najisnya. Jika memang sekali bilas namun najisnya sudah diyakini hilang, maka sucilah pakaian tersebut. namun biasaya, untuk alasan kehati-hatian, sebaiknya mebilas lebih dari sekali.
      Pakaian yang terkena najis sebetulnya juga tidak masalah direndam dalam satu ember dengan pakaiian yang tidak terkena najis selagi dicampur dengan detergen atau sejenisnya yang berfungsi untuk mengilangkan unsur najis seperti bau, rupa dan warna. Walaupun status air diember itu jadi najis karena kurang dari dua qullah, nantinya kan juga dibilas dengan air baru. Jika sudah dibilas, tentu pakain tersebut sudah suci.
      Wallahu a’lam

      Reply
  98. Satriyo Budi Utomo

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Mohon diberikan pencerahan bekenaan dg. Syahad & sejarahnya. Apakah Nabi & Rasul sebelum Nabi Muhammad juga ber Syahad?…terimakasih

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setaip nabi dan rasul sebelum Rasulullah diberikan kabar tentang akan diutusnya nabi terakhir, yaitu Muhammad Rasulullah SAW. Anda biosa simak ayat terjemah ayat berikut ini, yaitu ayat 81-82 surat ali Imran :
      Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.Barangsiapa yang berpaling sesudah itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik. Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan. Qs.3:81-82

      Wallahu a’lam

      Reply
  99. Tengku Tetty Fatmah

    Assalamualaikum ustad,
    Saya dan suami tinggal di australi dan Alhamdulillah kami menjalani aturan islam sehari2 , ada yang mengganjal di hati saya , kami buka usaha hotel di Australia , apakah halal usaha hotel dalam islam , sebagaimana ustad ketahui kadangkala yang menginap di hotel ini bukanlah suami istri, dan juga lingkungan disini yang terlalu bebas dengan cara berpakaian dan bersikap , saya sudah berkali2 mengeluh ke suami saya agar jangan usaha hotel menurut saya masih banyak usaha lain yang lebih terhormat…. mungkin dengan balasan ustad ini saya bisa agak lega atau saya bisa berbincang sekali lagi dengan suami saya . terima kasih ustad, assalam mualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditinjau dari hukum asal, tentu tidak masalah, karena tujuan membangun hotel adalah untuk menginap atau istirahat konsumen yang menggunakannya. Jadi sekali lagi, pada dasarnya adalah halal. Namun jika ternyata disalah gunakan oleh costumer, maka owner berkewajiban untuk membatalkan transaksi sewa-menyewa. Owner wajib menerapkan aturan tersebut agar tidak dimintai pertanggung jawaban oleh Allah SWT kelak di hari akhir.

      Anda tidak perlu khawatir sepi customer karena menerapkan yang halal. Rezeki dari Allah SWT, kiota sebagai hamba Allah hanya berikihtiyar, do’a dan tawakkal. Kita hanya diperintahkan mencari rezeki yang halal. Ada pun rezeki sudah mutlak Allah yang mengatur.
      Dengan anda menerapkan hotel syari’ah ditengah komunitas yang menerapkan sex bebas, justru hotel anda terkenal dan dihormati. Dengan demikian akan menarik simpati baik yang muslim mau pun non muslim, yakinlah ! Insya Allah !

      Wallahu a’lam

      Reply
  100. nuzul

    Ridwan pkh

    Wa alaikumus salam wr wb.
    Para ulama berpendpat boleh-boleh saja selama ada keperluan atau maslahat. Tidak boleh berpindah karena hanya semata mengambil pendapat yang ringan saja.
    Contoh : ketika kita berhaji dan dalam kondisi desak0desakan, kita yang bermadzhab syafi’i berpindah ke madzhab lain yang mengatakan tidak batal wudhu karena menyentuh lawan jenis.
    Wallahu a’lam.

    larangan ini bersifat ijtihad, bukan dalil qath’i. larangan ini bertujuan agar umat tidak risau dengan hasil ijtihad imam fiqh. Mereka mengajarkn agar kita memegang salah satu madzhab saja dan menghormati madzhab lain.

    Wallahu a’lam

    nuzul

    maaf ustad, yg dimaksud dg berganti mazhab lebih realnya seperti: jika dalam imam syafiiyah air kurang 2 qullah kejatuhan najis menjadi mutannajis, namun dimazhab imam malik dilihat dulu jika tercampur dan merubah sifat air itu maka tetap suci mensucikan, krn illat najis nya tidak ada (mempengaruhi) saya baca pembahasan kitab bulughul maram, saya melihat 2 hujjah berbeda ini sama2 kuat dan memiliki dalil yg kuat juga, bagaimana hal ini ustad. krn saya kesulitan jika saat mencuci pakaian najis yg banyak krn saya harus guyur satu2, krn saya menganggap jika dimenggunakan ember (kurang 2 qullah) dan kesulitan saat akan BAB, padahal jongkok namun saya perhatikan saat cebok ada cipratan basuhan istinja mengenai gayung lalu gayung trsebut masuk diember(air diember jd muttannajis). mohon pencerahan nya ya ustad? jazakallohu khoiron katsiron ustadz.

    March 5th, 2015 – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab/#comment-12067

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Ya, betul, ulama malikiyah memang berpendapat demikian. Mereka berpendapat makruh. Penjelasan tersebut juga bisa anda lihat di kitab Al Fiqhul Islami Wa Adillatuhu jilid satu hal 127 terbitan Dar Al Fikr

      Sebagaimana jawaban saya di atas, kita boleh berpindah madzhab jika ada maslahat. Yang dilarang adalah semata-mata kita pindah karena memilih pendapat yang sangat ringan padahal kita masih mampu untuk melakukannya. Jadi dalam masalah ini anda diperbolehkan memegang pendapat ulama malikiyah karena maslahat bagi anda. Begitu kira-kira, akhi Nuzul…

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        Jazakallohukhoiron katsiron, ustad. afwan ustad, ana sich memang berniat pertama mencari hujjah yang paling kuat, lalu kedua mencari yang memudahkan untuk dijalankan terutama dengan hal thoharoh karena jika ana membaca buku2 dan diskusi2 dalam kajian kitab fiqih yang paling ketat dalam masalah thoharoh adalah mazhab imam syafiiyah, namun ada yang ringan yaitu mazhab maliki terutama status air dan najasah. padahal ana sehari2 biasa menggunakan mazhab imam syafiiyah. bagaimana usatad? bolehkah saya menggunakan hujjah yg mengatakan bhwa jika air kurang 2 qullah kejatuhan najis maka lihat sifat fisiknya berubah atau tidak jika tidak maka suci. bagaimana ustad, bolehkah ana ambil yg paling ringan ini? syukron katsiron

        Reply
        • Ridwan Shaleh

          Maaf, ralat sedikit : mungkin bahasa yang tepat bukan pindah madzhab. Jika pindah madzhab tentu pengertiannya adalah pindah secara total, misalnya yang semula bermadzhab syafi’i kemudian pindah 100/% ke madzhab maliki. Yang saya maksud adalah kita tetap bermadzhab syafi;i secara umum namun pada kasus tertentu atau kondisi tertentu kita memegang pendapat madzhab lain dengan alasan maslahat atau atau alasan kodisi sosial masyarakat. Istilah yang tepat adalah talfiq. Jika ditanya boleh tidak ? tentu boleh saja dengan alsan seperti yang telah saya kemukakan. Jadi, jika dalam masalah air kurang dari dua qullah ini anda mau berpegang pendapat malikiyah, ya tentu boleh saja.
          Wallahu a’lam

          Reply
  101. Anonymous

    Assalamualaikum Ustadz..
    ustadz pilih nikah muda masih kuliah ekonomi kluarga pas2 atu nikah kalo sudah mapan ?

    terimaksih ustadz
    wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Menikah memang perlu pertimbangan matang. Jika anda sudah mampu maka segeralah menikah.
      Mampu bukan berarti harus mampan dalam artian harus sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri dst.
      Wallahu a’lam

      Reply
  102. vica

    Assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya, saya seorang istri sudah menikah 1,5 tahun, dan dikaruniai 1 anak. yang mau saya tanyakan, suami saya dengan ibu saya itu tidak pernah akur, selalu bertengkar, bahkan dulu kami berdua tidak disetujui untuk menikah sampai kami menikah pun ibu saya tidak setuju karena alasannya suami saya kurang ajar kepadanya, memang suami saya kurang ajar kepada ibu saya alasan suami saya krn ibu saya pernah tidak setuju dan pernah memarah2i suami saya, sampai saat ini suami saya dan ibu saya tetap tidak akur, suami saya sangat berani sms ibu saya dengan kata2 yang tidak pantas. ibu saya berkata kepada saya, jika km masih mau menganggap saya ibu km, ceraikan suami km, saya bingung ustdaz apa yang harus saya perbuat? menceraikan suami saya atau mempertahankan rumah tangga saya dan tidak diakui anak oleh ibu saya? makasih ustadz sebelumnya.. Waalaikumsalam wr.wb

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Pada dasarnya baik suami atau istri tidak berkewajiban menaati perintah orang tuanya untuk bercerai. Namun, di satu sisi tidak ada larangan pula bagi suami istri untuk memutuskan pernikahan jika salah satu dari tujuan pernikahan itu tidak sampai.
      Menurut saya, anda pertimbangankan dengan baik. Cobalah usahakan mediasi terlebih dahulu antara suami dan ibu agar mereka saling memaafkan. Jika anda tidak mampu, mintalah bantuan kepada orang yang anda anggap mampu. Jika usaha ini masioh gagal juga, sebaiknya anda istikharah dan mempertimbangkan mana yang sekiranya lebih maslahat antara cerai dengan suami anda yang tidak sopan kepada mertuanya atau bertahan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  103. Irma

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu.
    Begini ustadz…saya kan baru kehilangan anak saya yang dipanggil Allah saat berumur 3 tahun karena sakit ….begitu banyak hadits2 yang saya baca kalo Allah akan memberikan pahala surga bagi ibu2 yang mengikhlaskan anaknya tersebut dan pahala dia sudah mengasuh anak nya dengan kasih sayang…tapi yang mengganjal dihati saya..saya rasa saya bukan ibu yang baik…selama hidup anak saya…saya sudah pernah memarahi nya..membentak nya dan semua sikap saya yang kurang sabar dalam mengasuhnya membuat saya merasa kalo gak ada perbuatan baik yang saya lakukan terhadap nya…tertutupi oleh sikap kurang sabar saya..sampai saya merasa apa pantas saya mendapatkan syafaat dari anak saya..apa pantas dia nanti menolong saya diakhirat seperti yang dikatakan hadits2…..setiap shalat saya selalu memohon pada Allah ampunan Nya dan memohon maaf sama anak saya atas sikap kurang sabar saya terhadap nya …Demi Allah saya sangat menyesal ustadz…saya sangat menyayangi almarhum anak saya…dan saya berjani saya akan bersikap lebih sabar lg dalam menghadapi anak2 saya yang masih hidup ini…dan tak henti2 nya saya mohon ampun kepada Allah atas perbuatan saya selama ini…dan jujur dengan wafat nya anak saya ini menjadi pendorong semangat saya untuk meraih ridho Allah supaya saya bisa bertemu dengan anak saya di Surga nya Allah….menurut ustadz apakah saya sangat bersalah atau itu semua bersumber dari syaitan? mohon penjelasannya ustadz….Syukron

    Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuhu.

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebelumnya saya turut berduka cita dan berdo’a semoga anak ibu nanti menjadi salah satu anak surga yang kelak nanti memberi syafa’at kepada orang tuanya, amin.
      Rasa sedih, menyesal jika masih dalam tahap kewajaran adalah manusiawi, tidak berdosa. Tang jadi masalah adalah jika tahapnya sudah sampai berlebihan, misalnya meratap, putus asa dsb. Jika sampai tahap betrlebihan, kemungkinan besar memang godaan syaithan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  104. Teguh

    Assalamualaikum

    Pak ustadz.
    Mw tanya, kalo pakai celana panjang yg melebihi mata kaki.. Trus kita melakukan shalat, apa celananya harus di gulung sampai ke atas mata kaki? terus kenapa kalo pakai sarung harus di atas mata kaki ?

    Makasih.

    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Memanjangkan kain atau celana sampai melebihi mata kaki namanya “Isbal”.

      Bagaimanakah hukum Isbal ?
      Haramkah sehingga pelakunya masuk neraka?
      Shalat dengan isbal , apakah sah shalatnya ?

      Para ulama berbeda pendapat mengenai “Isbal”.

      1. Pendapat yang mutlak mengharamkan. Mereka berdalil dengan salah satu hadis bahwa orang yang memanjangkan sarungnya sampai melebihi mata kaki akan disiksa dengan adzab yang pedih. Para ulama yang menghramkan isbal ini tidak membatasi apakah isbal itu karena alasan sombong atau riya’ atau alasan lainnya. Sombong tidak sombong, yang penting kainnya atau celananya sampai mata kaki, pokoknya neraka !

      2. Ulama yang mengharamkan isbal jika memang ada niyat riya’ atau sombong. Para ulama yang berpendapat seperti ini menggunakan hadis yang sama dengan ulama nomor 1 diatas. Perbedaan dengan mereka adalah masalah pemahaman hadis itu saja. Ulama yang kedua ini memahami bahwa Isbal dilarang jika ada niyat sombong atau riya’. Pemahaman mereka ini juga didukung hadis lain bahwa sayyidina Abu Bakar RA juga pernah mengeluh karena sarung beliau sering turun melebihi mata kaki secara tidak sengaja lalu Rasulullah berkata : “Engkau tidak termasuk golongan orang yang melakukan itu karena sombong”. Dari hadis Abu Bakar inilah para ulama berpendapat bahwa isbal yang dilakukan bukan karena kesombongan adalah boleh.

      Jadi, isbal adalah hasil ijtihad. Kita dibolehkan memilih salah satu pendapat diantara perbedaan pendapat para ulama sebagaimana yang saya kemukakan di atas. Yang tidak boleh adalah memaksa orang lain agar tidak isbal atau sebaliknya. Menghina orang yang tidak isbal juga tidak boleh seperti mengatakan : “Mau shalat apa mau ke sawah, mas ?”
      Atau juga mengatakan : Kamu percuma saja shalat kalau toh masuk neraka juga, sarung kamu tuh sampe melebihi mata kaki !”

      Kita harus tetap menjaga ukhuwwah dengan menghormati satu sama lain walau pun berbeda pendapat dalam hal furu’iyah.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Teguh

        Assalamualaikum
        Makasih ustadz jawabannya..
        Kalo boleh saya mw nanya lagi,

        Saya jualan pulsa, ada kejadian gini. Costumer bilang beli yg 20. Saya ga mudeng (dikepala saya 50) Trus langsung aja saya kirim yg 50. Costumer ngeluarin uang 21. Kata saya, oh yg 20? saya kira 50.. Saya minta maaf, costumernya bilang trus jadi nya gimana nih? saya jawab yah yaudah salah saya, sisanya bayr nnti aja ga apa2. ‘dsitu sya khilaf ga kpikiran bilang ‘yaudah ga usah dibayar’
        costumernya lngsung bilang jadinya kurang berapa? spontan saya bilang 30 ribu. akhirnya jdi deh dibayar 51 ribu. Makin ksini saya kepikiran, uang yg 30 ribu itu halal apa engga? karena :
        1. Itu kan salah saya harus nya dia ga bayar sisanya
        2. Saya kesan maksa, karena bilang “yaudah sisanya nnti2 aja” baru kpikiran sama saya beberapa saat kmudian “knapa tadi ga saya ikhlasin aja ya uangnya ? itu kan salah saya”

        Trus udah beberapa kali hal itu terjadi ke costumer saya yg lain nya ustadz, beberapa costumer ada yg bilang yaudah ga apa2.

        tapi saya tetep aja khawatir, jgn2 uang2 itu bisa jadi haram !?

        jadi gimana ustadz si uang 30 ribu itu sama yg sblum2nya? harus dibalikin atau gimana?

        makasih dan maaf ustadz, pertanyaannya belibet.

        wassalamualaikum

        Reply
        • Ridwan Shaleh

          Wa alaikumus salam wr wb.
          Tidak masalah pak karena hal itu bukanlah kesengajaan dan ketika diklarifikasi kedua-duanya (antara penjual dan pembeli) sama-sama ridha dan ikhlas.
          Mungkin kedepannya bisa dijadikan hikmah agar bapak bisa lebih konsen.
          Wallahu a’lam

          Reply
  105. fika

    assalamualaikum, saya seorang istri yang ditinggal suami merantausuatu ketika kakak saya cerita bahwa suami saya bilang ke temnya masakan saya tidak enak sontak saya geram dan marah2 ke suami saya melalui telp. bbrp hari kemudian emosi saya reda dan meminta maaf. dan suami saya pun memaafkan saya. lantas apakah saya tetap berdosa besar krna mrh sama suami saya? apa Allah akan tetap menghukum saya di akhirat dg hukuman yang berat? mohon jawabanya terima kasih pak Ustad

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Insya Allah ibu diampuni oleh Allah SWT karena sudah beristighfar dan meminta maaf kepada suami.
      Wallahu a’lam

      Reply
  106. dian

    assalamualaikum..
    ust saya mau tanya, bagaimana saya menghadapi semua tingkah kemauan suami saya yang slalu membatasi privasi dia dan saya?
    suami saya masi aja suka mengobrol dengan wanita lain tanpa sepengetahuan saya. kalau saya marah, apa saya salah?
    bagaimana saya harus mempercayai suami saya yang jelas2 masi berkomunikasi lancar dengan mantan2nya tapi di tutupi dari saya?

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Seorang istri boleh cemburu. Begitu pun suami, boleh cemburu dengan istrinya. Justru bahaya sekali jika tidak ada kecemburuan diantara suami istri, nanti malah bisa disebut Dayus. Yang ada adalah bukan masalah privasi, tapi saling menutup kekurangan satu sama lain. Istri berhak mengingatkan suaminya jika dinilai melakukan suatu yang kurang patut, begitu pun sebaliknya. Jika suami marah, anda bisa meminta bantuan mertua anda untuk menasihati suami.
      Wallahu a’lam

      Reply
  107. Anis

    Asslamualaikum
    Saya ingin bertanya mengenai islam ldii. beberapa waktu lalu sata dikagetkan dengan pernyataan pasangan saya yang menganut islam ldii. sebenarnya bukan islam ldii nya yang bikin saya kaget. tapi mengenai bahwa tidak boleh menikah selain dengan islam ldii. dia bilang kalo menikah selain dengan islam ldii itu sama aja dengan menikah dengan orang kafir. lalu saya bertanya, kenapa dibilang kafir bukannya tuhan kita samasama allah. tapi dia bilang itu tetep beda. lalu dia menyuruh saya search di google tentang islam ldii. kebanyakan review nya bilang itu sesat. tetapi setahu saya, selama udah beberapa lama saya bersama dia, dia itu tidak seperti review2 sesat yang dikatakan di internet. kehidupan sehari-harinya sama seperti kebanyakan orang orang lain nya. tidak ada tanda2 bahwa dia membenci/menganggap najis orang orang selain dari golongannya. dia juga rajin mengaji di mesjid. terus saya bertanya apa yang membedakan islam ldii dengan yang lainnya. dan dia menjawab ada perbedaan caranya, dan dia mengambil pelajaran dari hadist2.
    Saya sangat bingung harus bagaimana. saya berdoa kepada allah agar saya diberikan jawaban tentang semua ini. semoga ustad bisa membantu saya. terima kasih. wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ada kelompook yang mengharamkan apa yang Allah halalkan dan sampai mengkafirkan, maka sudah jelas sesat. Di islam tidak ada larangan menikah dengan sesama islam. Ajaran tersebut sudah pasti sesat. Sebaiknya cari wanita lain saja jika dia kekeuh dengan ajaran tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  108. Novilia Salman

    Assalamualaikum pak ustadz..
    Saya novi dari jakbar..
    Pak saya mau bertanya kalau kita difitnah sikap yg paling baik yg kita harus lakukan seperti apa y pak??
    padahal banyak saksi mata juga yg menyatakan bahwa kita tidak bersalah..
    Mohon nasehatnya ya pak ustadz…
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih….

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Anda berhak membela diri dengan cara yang baik
      2. Tidak membalas fitnah dengan fitnah
      3. Tidak membalas keburukan dengan kebaikan
      4. Mendo’akan agar yang memfitnah anda diampuni Allah dan mendapat hidayah
      5. Anda memaafkannya
      6. Anda bersabar

      Insya Allah, keenam poin tersebut akan meningkatkan derajat anda.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Novilia Salman

        Assalamualaikum pak ustadz..
        terimakasih banyak atas nasehatnya,
        tapi mohon maaf saya ingin bertanya point ke 3 tentang 3. Tidak membalas keburukan dengan kebaikan??
        maksudnya bagaimana y pak…
        Terimakasih y pak ustad sebelum dan sesudahnya…

        Reply
  109. pramitha

    assalamualaikum , saya pramitha saya ingin bertanya perbedaan dari nabi yang kata nya tidak ada batas kesabaran tapi orang biasa seperti kita bilang manusia itu punya batas kesabaran , tapi saya slalu di bingungkan dengan keheranan mksd nya nabi juga kan manusia sama seperti kita jadi istilah kesabaran itu gimana perbedaan dari kesabaran ga ada batasnya dari nabi sama manusia katanya sabar itu ada batas nya , mohon jawaban nya trimakasih wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Saya sendiri juga kurang jelas istilah sabar ada batasnya atau tidak.
      Setahu saya sabar itu punya tingkatan. Sabarnya nabi tentu berbeda dengan kita. Sabarnya para sahabat nabi tentu berbeda dengan kita. Sabarnya orang-orang shaleh tentu bisa berbeda dengan kita.

      Ilustrasi 1:
      Sabarnya Rasulullah :
      Ketika beliau berdakwah sempat dilempari batu oleh kaum jahiliyyah sampai kening beliau berdarah. Malaikat jibril menawarkan kepada beliau, jika beliau berkehendak, maka jibril akan melemparkan gunung kepada mereka yang melempari batu tersebut.
      Apa rekasi Rasulullah ? Beliau tidak mengiyakan tawaran Jibril. Beliau malah mendoakan mereka agara mereka mendapatkan hidayah karena kebodohan mereka.
      Bagaimana jika peristiwa tersebut terjadi pada kita ? apakah kita seperti Rasulullah ? sepertinya saya kurang yakin, hehehe

      Ilustrasi 2 :

      Ketika kita ditimpa musibah, ada sebagian kita yang menerimanya dengan ikhlash, sabar dan mengatakan “Alhamdulillah alaa kulli haal”, artinya segala puji bagi Allah atas segala keadaan. Bukan hanya itu, mereka optimis bisa bagkit kembali dengan pertolongan Allah. Mereka tidak mengeluh sama sekali.
      Tapi ada sebagian lain dari golongan kita yang hanya diuji dengan sakit kepala sedikit saja sudah marah-marah ga jelas. Ngeluh sana sini dst.
      Nah, disitulah kita melihat jelas tingkat kesabaran seseorang.

      Ilustrasi 3 :

      Anda dipukul sekali oleh seseorang.
      Kemungkinan yang anda lakukan adalah :
      a. Tidak membalas, memaafkan dan mendoakan agar orang tersebut sadar akan kezhalimannya kepada Anda.
      b. Tidak membalas, tapi anda tidak marah dan tidak mendoa’akannya.
      c. Tidak membalas, tapi anda menyumnpahinya dalam hati
      d. membalas sesuai dengan jumlah pukulan, anda memukul dia sekali.
      e. Enak aja, orang saya ga salah kok dipukul ? lalu anda membalasnya lebih dari satu kali.

      Yang mana tingkat sabar yang paling rendah ? tentu yang d bukan ?
      Yang paling tinngi yang mana ? yang a bukan ?
      Yang e bagaimana ? tentu yang e tidak sabar karena membalas lebih dari satu kali. Loh kok begitu ? Ya, karena yang “d” dia bersabar untuk tidak memukul dua kali bukan ?

      Wallahu a’lam

      Reply
  110. Umar Faruq Mahmud

    Assalamu’alaikum.
    Ada ustad di kampung saya bercerita dalam ceramahnya bahwa dulu sewaktu isra miraj, pernah ada seseorang datang kepada Rasulullah meragukan beliau dgn bertanya dan menyuruh beliau mengangkat kedua kakinya untuk membuktikan kebenaran beliau dlm isra miraj. Rosulullah lantas menyuruh org trsebut mnemui Ali bin abu tholib untuk mendapatkan jawaban. Setelah org trsebut menanyakan kepada Ali, seketika Ali mencabut pedang dan memenggal leher org trsebut hingga menemui ajalnya.
    Mohon jawaban atas kebenaran cerita ini dan sumbernya, karena umat disini resah dn meragukan ceritanya. Syukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Mohon maaf, saya tidak tahu kisah tersebut.
      Mungkin bisa bertanya kepada ustadz lain yang lebih dalam ilmunya.
      Insya Allah jika di lain waktu jika saya tahu akan konfirmasi kembali
      Wallahu a’lam

      Reply
  111. dewi

    Mengapa harus d ciptakan dua sifat? Sifat baik dan sifat buruk… mengapa allah menciptakan sifat .manusia dengan sifat buruknya pada akhir ya akan d hukum di neraka? Jika aq tau aq adalah penghuni neraka? Lantas layakkah aq berfoya dan menikmati kebahagiaan apapun tanpa kecuali(halal/haram) kan mumpung masih bisa (d dunia)? (Di akhirat(neraka) sdh tdk bs?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah SWT menciptakan sifat baik dan buruk adalah untuk menguji hambanya, siapa diantara hambanya yang amalnya paling baik diantara mereka. Sifat buruk dapat dijadikan hikmah agar tidak ditiru orang lain. Orang yang melakukan keburukan akan menemukan kerugian langsung di dunia, apa lagi di akhirat. Perlu diketahui bahwa Allah SWT memberikan kebebasan bagi siapa saja, mau beriman kah ia, atau kafirkah ia, mujslim kah ia. Allah SWT menununjukkan jalan kebaikan melaui para nabi dan Rasul. Semua pilihan ada pada manusia dan Allah sudah menjelaskan siapa calon penghuni syurga dan siapa calon penghuni neraka. jadi Allah tidak zhalim kepada mereka yang masuk neraka karena Allah sudah memberikan kebebasan dan hidayah namun mereka mengingkari.

      Wallahu a’lam

      Reply
  112. florentina

    assalamu’alaikum wr.wb
    saya mau tanya.. apabila orang tua berbeda agama apa itu sah? (bapa’a kristen sedangkan ibu dan anak2’a islam)
    dan apabila anaknya meninggal apa benar ditulisnya bin/binti nama ibu ?

    dan bagaimana caranya agar membujur seorang ayah agar satu iman dengan anak2nya dan istirnya?
    syukron :) tolong bgt dijawab ya ustadz..karena saya sebagai anak merasa sedih karena adanya berbeda agama antara saya dan bapa saya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus slaam wr wb.
      Maksud sahnya bagaimana ya ?
      Orang tua yang berbeda agama tidak bisa saling mewarisi, tidak bisa menjadi wali bagi anak wanitanya yang muslim. Namun antara mereka harus tetap saling silaturahmi. Seorang anak yang muslim tetap wajib berbakti kepada orang tuanya yang non muslim. Anak boleh tidak boleh mentaati perintah berbuat syirik atau murtad.
      Boleh saja menggunakan Bin atau binti, tidak ada larangan.
      Do’akan saja semoga orang tua anda mendapat hidayah dari Allah agar masuk islam.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • florentina

        assalamualaikum
        misalkan anak perempuan menikah tetapi ayahnya non muslim ..apakah boleh diganti oleh kaka apa harus ayahnya?

        Reply
  113. Julio

    Assalamualaikum..
    Saya ingin bertanya ustadz, apakah benar seorang syarifah/habibah tidak boleh menikah dengan orang biasa/ bukan keturunan nabi muhammad saw? kalaupun boleh apa yang akan terjadi dengan syarifah/habibah dengan keluarganya? apakah benar hubungan dia dengan keluarganya akan terputus? tolong berikan jawabannya ustadz. terimakasih atas waktunya ustadz.
    Wassalamualaikum…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang antum tanyakan masuk dalam bab Al Kafa’ah fiz zuwaaj (Kesetaraan dalam pernikahan). Ada sebagian ulama yang menyebutnya dengan istilah Kufu’. Contoh : apakah wanita milyuner boleh dinikahkan dengan tukang ojek ? Apakah wanita lulusan S3 boleh dinikahi oleh seorang pria tamatan smp ? Ataukah wanita ustadzah boleh dinikahkan dengan pria yang hobi berjudi, berzina dan seterusnya. Dari masalah kufu’ inilah para ulama berbeda pendapat apakah kufu’ itu merupakan syarat sah perkawinan , apakah suatu keharusan atau tidak.

      1. Ulama yang tidak setuju dengan kufu’ diataranya adalah : Syeikh Sufyan Ats Saury, Syeikh Al-hasan Al Bishry dan salah satu ulama madzhab hanafi yaitu Syeikh Al Karakhy.

      Mereka berdalil bahwa para hamba Allah semua sama, Arab dengan non arab sama, kaya atau miskin ya sama saja. Yang membedakan mereka adalah takwa-nya kepada Allah. Orang yang paling bertakwalah yang paling mulia di sisi Allah. Contoh lainnya menurut mereka adalah pernikahan Bilal RA dengan wanita Anshar. Pernikahan tersebut merupkan perintah dari Rasulullah SAW. Andaikan kufu” itu merupakan syarat sah nikah atau standar kesepadanan, tentu Rasulullah SAW tidak menyuruhnya. Dan alasan-alasan lainnya yang menguatkan tidak adanya kufu’ dalam pernikahan.

      2. Ulama yang setuju dengan Kufu.
      Diantara mereka adalah Imam 4 Madzhab ( Al Hanafi, Al Maliki, As-Syafi’I dan Al Hambali).

      Para imam maddzhab mengatakan bahwa kufu’ bukanlah syarat sah pernikahan. Artinya, pernikahan tetap sah tanpa adanya kufu’. Mereka hanya memasukan kufu’ pada syart luzum, artinya pernikahan tersebut bisa dituntut fasakh oleh walinya apabila suami dikemudian hari dinilai cacat akibat tidak kufu’.
      Mereka (para iamam madzhab) mengatakan bahwa kufu’ bertujuang untuk kebahagian, kelanggengan dan kemaslahatan rumah tangga suami istri.

      Mereka berhujjah dengan banyak argumen, diantaranya adalah hadis Aisyah RA tentang anjuran bagi para wali untuk menikahkah anak wanitanya dengan pria yang sepadan untuk kualitas keturunan. Dan ada juga hadis Abi Hatim Al Muzanny RA tenytang perintah bagi wali untuk menikahkan anak wanitanya dengan pria yang baik agama dan akhlaknya. Dan mereka juga beralasan bahwa kufu’ adalah hal yang sangat rasional dan wajar dalam pernikahan.

      Para ulama yang pro dengan kufu’ hanya membatasi untuk wanita saja, tidak untuk laki-laki. Mengapa demikian ? karena lelaki tidak masalah jika istrinya lebih rendah darinya dari aspek strata sosial. Misalnya Seorang suami yang berprofesi sebagai dokter spesialis bedah tidaklah masalah beristrikan seorang wanita yang statusnya adalah ibu rumah tangga saja. Tapi mungkin akan berbeda jika seorang istri adalah Dirut sebuah perusahaan besar bersuamikan tukang servis jam atau penjual remot keliling.

      Selain aspek profesi dan agama, apakah nasab (keturunan) termasuk dalam aspek kufu’?
      Apakah wanita keturunan darah biru bisa dinikahkan oleh seorang pria keturunan pekerja kasar ?
      APAKAH SYARIFAH (wanita yang nasabnya bersambung ke Rasulullah SAW) BISA DINIKAHKAN DENGAN PRIA BUKAN SYARIF ATAU HABIB ?

      Diantara imam 4 madzhab, hanya imam Malik saja yang tidak memasukan nasab ke dalam aspek kufu’. Sedangkan Imam Hanafi, Imam Syafi’I dan Imam Hambali memasukkan nasab ke dalam aspek kufu.”
      Apakah sah bila pernikahan dilangsungkan tanpa aspek kufu’?
      Apakah sah pernikahan seorang Syarifah dengan yang bukan sayyid atau habib ?
      Hukumnya secara Fiqh adalah sah, namun menurut imam 4 madzhab, baik wanita maupun wali berhak menuntut cerai ketika dikemudian hari suami di pandang mempunyai aib karena ketidak sepadanan atau kekufu’annya tersebut.

      Apakah nasab anaknya terputus dengan Rasulullah ?
      Jawaban yang pasti sudah tentu adalah Wallahu a’lam. Tapi jika memandang aspek adat, tentu jawabannya adalah “Ya”.

      Wallahu A’lam.

      Reply
  114. irwan

    Asalamualaikum ww….ustadz..,,bolehkah kita menggunakan mahzab syafei dalam keseluruhan hidup..tetapi untuk masalah najis anjing ….(hanya anjing bukan najis lai)kita menggunakan mahzab lain yg lebih ringan yg menyatakan hanya air liur nya dan kotorannya yg najis.jd tapak anjin itu tdk najis…..karena ya ditempat kerja saya ada anjing….rasanya capek kalo hars sertu tiap hari…..trimakasih ustadz….

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebagaimana diketahui bahwa larangan bertalfiq tidak tegas, maka silkan saja anda mengambil pendapat salah satu madzhab yang menurut anda paling maslahat. Sekali lagi, tujuannya adalah untuk maslahat anda.
      Wallahu a’lam

      Reply
  115. Lini

    Assallamualaikum…
    “Hidup bertetangga”
    tetangga adalah sodara terdekat kita, yang membuat saya galau 2 minggu terakhir ini adalah
    1.5 tahun yang lalu tetangga sebelah rumah persis, Nyonya rumah (teman berbagi sy) dipanggil Allah SWT karena kecelakan Motor,pd saat berangkat kerja,
    almarhumah meninggalkan 2 anak, perempuan (9th), laki2 (7.5th),
    skrg mereka tinggal dgn papanya. sblm menikah papanya adalah pemeluk agama N****, ketika menikah jd Mualaf, setelah ditinggal mamanya, ank2 msh sering ngaji sore dgn anak2 saya,anak2 beliau pintar ngaji, tapi dua minggu lalu seperti disambar petir,ketika anak saya cerita : Bunda, Manda & arya (ank almh) diajak papanya sekolah ke gereja besok minggu.Astaghfirrullah. sy shock, saya kasihan mama mereka, sendirian, tidak ada yang mendoakan beliau, karena anak2nya yang sholeh sholehah telah dibelokkan oleh papanya.
    saya sebagai tetangga dekat, sekaligus sahabat almarhumah bingung, mau bertindak bagaimana?krn kami tetangganya beberapa kali didatangi almh lewat mimpi (tapi tidak berpesan apa-apa). saya berusaha ngajak ngaji lewat anak2 saya, saya minta ngajak anak2nya ngaji, ternyata selama 2 minggu ini anak2 mereka ditunggu oleh ibu baptis papanya. sebelumnya hanya ditunggu oleh pembantu.jadi anak2 itu tidak boleh ngaji, diawasi terus. neneknya (ibunda almh), ibu hajjah tinggal diluar kota, sama sekali tidak tau perkembangan cucu-cucunya kalau sekarang diharuskan sekolah gereja hari minggu.
    mohon pencerahannya, saya bingung apa yang harus saya lakukan,

    terima kasih
    wassalam

    Reply
    • Ridwan Shaleh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saya turut prihatin juga dengan kondisi mereka. Dilematis memang, satu sisi kita ingin menyelamatkan, namun satu sisi mereka adalah anak dibawah umur yang memang berada dibawah lindungan dan kekuasaan ayahnya secara penuh. Mungkin cara yang tepat adalah meminta keluarga dari pihak almarhumah seperti kakak almurhumah atau pun ibu dari almarhumah.
      Mungkin peristiwa ini bisa kita ambil pelajaran atau hikmah untuk kita. Untuk tindakan preventif ke depan, jika kita sebagai orang tua bersedia menikahkan anak kita dengan muallaf, sebaiknya buat perjanjian tertulis di atas materai. Isi perjanjian tersebut misalnya :

      1. Jika terjadi perceraian, baik cerai karena meninggal dunia atau cerai hidup, maka menantu muallaf tadi tidak berhak mengajak anak-anak mereka pindah agama jika orang tua muallaf tadi kembali ke agamanya semula.

      2. Jika terjadi perceraian, baik cerai mati atau cerai hidup, anak-anak mereka tidak diperkenankan sekolah agama non islam walapun orang tuanya yang muallaf tadi tidak murtad.

      3. Jika terjadi perceraian, baik hidup atau cerai mati, maka anak-anak diasuh oleh orang tua mereka yang islam.

      Kita sama-sama mendo’akan semoga Allah SWT dengan segala kebesaran-Nya melindungi mereka dari upaya pemurtadan, aamiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  116. iwan

    Asalamualaikum ww
    Ustadz sy kan sedang kena penyakit was was yg parah….boleh tdk supaya sy tdk waas was…sy tdk mau memperhatikan misalnya sekilas sy liat ada seperti kotoran cicak di bak…..tp sy tidak mau lihat lg dan memastikan dan sy yakini saja itu kotoran biasa…..?…..dan sy sering mengulang2 mencuci…dan biasanya apa2 jg sy suka sucikan….tp suka diganggu was2….jd berulang2 dihati itu disucikan atau belom…parahnya lg ay suka benar2 jadi lupa apa sudah disucikan apa belom….bisa tdk kita yakini saja sudah disucikan…..?terimakasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ya tentu bisa, kaidahnya adalah Al yaqiin laa yuzaalu bisy syak ( Hukum yang memang dasarnya atau zhahirnya suci tidak bisa gugur karena keragu-raguan atau was-was).

      Wallahu a’lam

      Reply
  117. Noviana Aresta

    Assalamualaikum ustad, saya istri yg baru saja tau kalo suami saya menikah lagi secara siri tanpa diketahui saya atau orang tuanya. Mungkin karena saya belum mampu ikhlas jd saya menolak dipoligami dan meminta dikembalikan keorng tua saya sedangkan suami saya mngatakan klo dia menikah lg karna merasa terpanggil untuk wanita lain tnpa mngurangi rasa sayang kepada saya dn anak anak. Setelah orangtuanya tahu mereka jg tidak mengjinkan pernikahan siri tersebut semntara dlm islam diperbolehkan seorng lelaki menikah tanpa ijin istri pertama atau orang tuanya. Karena dia tidak mau kehilangan saya dan lain lain akhirnya dia mnceraikan istri sirinya baik baik. Akn tetapi dia merasa berdosa telah menyia nyiakan seorang wnita. Wanita tersebut sejk awal sdh tau kalo suami saya sdh menikah dan keluarga kami baik baik saja dn suami saya juga jujur bahwa dgn menikahi dia bukn untuk menggantikan saya. Saya inin bertanya 1. Apakah saya berdosa karna tidak mau poligami? 2. apaka suami saya berdosa karna menceraikan istri sirinya karna permintaan orangtuanya? Mohon bisa dibantu kejlasannya. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum poligami adalah boleh. Karena sifatnya boleh, maka ada dua pilihan, mau menjalani dengan syarat adil, atau tidak berpoligami. Begitu pun kebalikannya, jika istri mau dipoligami, tentu dia harus menjalankan kewajibannya sebagai istri. Jika istri tidak mau dimadu atau dipoligami, maka ia harus mau melepaskan kewajibannya sebagai istri, yaitu minta ditalak atau gugat ke pengadilan. Karena sifatnya boleh, maka anda menolak dipoligami tentu tidaklah dosa.

      Berdosakah seorang suami menceraikan istrinya ? Hukum cerai adalah makruh, boleh tapi tidak disukai oleh Allah, Berdosakah ia ? tergantung, jika ia tidak menjalankan kewajibannya menafkahi istrinya di masa iddah, tentu suami berdosa. Seorang tidak wajib menaati orang lain untuk menceraikan istrinya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  118. irwan

    Oh ya ustadz kalau misalnya it najis tp dima’fu….itu bagaimana baju yg terciprat itu saya lgsg cuci di mesin cuci…..apa itu semua baju jd najis yg dicuci bersama2.?dan hukum najisnya sama2 mugholazoh atau apa?….terimakasih ustadz mohon maaf merepotkan

    Reply
  119. nuzul

    Assalaamualaikum, terima kasih banyak atas jawaban2 yang diberikan nya. ustad bagaimana jika kita memakai atau melaksanakan dg mazhab selain yg biasa kita gunakan, misal biasanya aku menggunakan mazhab imam syafiiyah, namun ada beberapa hal yang menggunakan mazhab imam maliki atau hanafi. atau bahkan mencampurnya, bagaimana ustadz?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Para ulama berpendpat boleh-boleh saja selama ada keperluan atau maslahat. Tidak boleh berpindah karena hanya semata mengambil pendapat yang ringan saja.
      Contoh : ketika kita berhaji dan dalam kondisi desak0desakan, kita yang bermadzhab syafi’i berpindah ke madzhab lain yang mengatakan tidak batal wudhu karena menyentuh lawan jenis.
      Wallahu a’lam.
      larangan ini bersifat ijtihad, bukan dalil qath’i. larangan ini bertujuan agar umat tidak risau dengan hasil ijtihad imam fiqh. Mereka mengajarkn agar kita memegang salah satu madzhab saja dan menghormati madzhab lain.

      Wallahu a’lam

      Reply
  120. iwan

    assalamualaikum ustadz,saya mau menanyakan bagus mana kita membacakan doa untuk anak menjelang anak tidur ataukah setelah anak terlelap tidur…hal jadi perdebatan antara saya dan istri saya istri saya bersikukuh membaca doa dikala anak menjelang tidur lebih baik daripada pada saat anak sudah tertidur,saya bilang aja yg penting itu niatnya aja.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebetulnya tidak ada tuntunan khusus apakah sebelum atau sesudahnya. kedua-duanya sama-sama baik dan boleh. Tapi jika ditanya lebih afdhal mana, tentu bisa dilihat dari situasi dan kondisi, misalnya anak bisa mengaminkan do’a yang kita panjatkan sebelum ia tidur, maka tentu lebih afdhal. Tapi jika justru anak malah berisik, membuat kita kurang nyaman dalam berdo’a tentu lebih afdhal jika anak sudah tidur.

      Saya kira demikian, pak !
      Wallahu a’lam

      Reply
  121. Lilla

    Assalamualaikum wr.wb
    Gini ustad, saya memiliki masalah, terkadang saya bisa menjadi orang yang alim sekali (sholat 5 waktu, baca quran, baca hadist dsb) lalu beberapa minggunya berubah lagi gamau sholat, zina mata, malas baca quran, ngoming kasar dsb. Dan hal seperti ini sudah terjadi dari 2 tahun yang lalu. Pertanyaan pertama, apakah ini ada hubungan dengan agama, atau memang saya punya gangguan mental?

    Selain itu ustad, saat saya sedang alim alim nya, saya sering berceramah dan mengajak teman teman saya ke jalan yang benar. Bla bla bla, tapi saat saya kembali ke jalan yang sesat, saya merasa apa yang saya katakan dulu itu munafik. Saya tidak mau jadi orang munafik ustad! Tapi saya mengalami kesulitan menahan nafsu dan amarah. Apa pendapat ustad, dan apa saran dari ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Iman itu kadang naik kadang turun. Kadang naik tingi…… sekali, kadang juga turun rendaaaahhh sekali. Di saat tinggi itulah kita menikmati manisnya iman dan kedekatan kita kepada Allah SWT. Namun di saat iman sedang jatuh, papa pun bisa dilakukan seorang. Kenapa si fulan membunuh ? karena di saat membunuh itulah iman si fulan sedang jatuh sejatuh-jatuhnya.
      Mengapa iman bisa naik bisa turun ? tentu godaan syaitanlah yang menjadi penyebabnya. Syaithan berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliknya untuk menghilangkan iman para hamba Allah.
      jadi bagaimana caranya ? jauhkan syaithan. Dengan cara apa? perbanyak dzikir, shalawat dan membaca Al Qur’an. Diutamakan rajin dan sesering mungkin hadir di majlis ta’lim atau majlis dzikir karena syaithan takut dengan orang berilmu dan ahli dzikir.

      Wallahu a’lam

      Reply
  122. rivel

    adakah yg bisa menjawab pertanyaan saya..gini ..kalo laki laki yg masa iddah ya 40 hari karna dia minum alkohol,,masa iddahnya blom habis apakah dia boleh/sah ijab kabulnya.mohon jawabannya ,,terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Laki-laki tidak ada masa iddah. kapan saja mau nikah dibolehkan.
      Iddah adalah masa menunngu bagi istri yang dijatuhkan talak.

      Reply
  123. Subroto

    Assalamualaikum..
    “Ustadz, kenapa ya, koq rezeki saya rasanya kurang pas…kurang pas dengan yang saya inginkan dan harapkan,kenapa juga aq dirumahkan dan sekarang blm ada panggilan krja lagi..
    Saya juga terlilit hutang yang menurut saya banyak,anakku 2 masih balita.Aq tinggal serumah dengan mertua yang hidupnya pas-pasan dan ibu mertuaku sakit-sakitan.Ya Allah…aq harus bagai mana lagi,apa yang harus aku lakukan??”Ustadz,mohon nasehatnya..Terima kasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saat ini bapak sedang diuji oleh Allah SWT. Tidak ada hamba Allah yang tidak diuji, semuanya diuji. Orang kaya diuji dengan hartanya, orang miskin diuji dengan kesabarannya. Orang berilmu diuji dengan ilmunya, orang sakit diuji kesabarannya, orang sehat diuji dengan syukurnya.
      Orang yang sabar menghadapi ujian akan beuntung dikemudian hari. Dengan kesabaran, insya Allah anda akan selalu ditolong oleh Allah SWT. Ketika menghadapi ujian atau musibah, perbanyaklah menbaca istighfar. Bacalah di setiap kesempatan. Insya Allah, dengan istighfar, Allah akan mempermudah usaha kita.

      Wallahu a’lam

      Reply
  124. irwan

    Asalamualaikum wwustadz saya mau menanyakan air yg menciprat saat mencuci najis mugholsazoh itu apa?krn biar sedikit pasti mencipratjika seandainya najis bagaimana jika kita lupa membersihkan baju yg kena cipratan terus lgsg dicuci dimesin cuci….itu jd najis semua tdk ustadz?Belum lama ini saat setelah hujan saya bawa mobil eeeehhhh ada anjing lewat jd ya ban mobil sdh pasti melewati jejak anjing itu….sesampai dirumah itu ban saya sucikan semua ustad….ya itu ada yg menciprat….tp kan jejak anjingnya sendiri ga keliatan diban ustad.cm buat hati2 aza sy bersihkan ban saya….tp sebenarnya ustad sambil jalan jg najisnya sdh hilang sepertinya ya ustadz?..kan diaspal juga ada debu terimakasih ustdz-

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum cipratan air adalah dima’fu (ditolelir) karena ditolelir, statusnya tetap najis tapi dima’afkan. Sebetulnya ban mobil anda tidak perlu dicuci, kenapa ? menyulitkan. Islam tidak menyulitkan. Tapi jika anda merasa tidak menyulitkan, maka tentu bapak mendapat pahala.

      Wallahu a’lam -

      Reply
  125. fuad

    assalamu’alaikum
    pak ustad saya mau bertanya,bagaimana hukumnya jika kita di tipu atau di hipnotis untuk memberikan sejumlah uang ke pada seseorang.
    kemudian saat sadar kita baru mengetahui hal tersebut.
    pertanyaan saya bagaimana jika kita menjadikan,meniatkan uang tersebut untuk zakat atau sodaqoh.
    terima kasih
    wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditanya, apakah barang yang hilang bisa menjadi sedekah jika kita niyatkan sedekah ? Jika ditinjau dari segi fikqh tentu tidak bisa. Kenapa ?

      1. Segala amal ibadah itu berdasarkan niyat.
      2 Niyat itu tentu berbarengan dengan perbuatan.
      3. Niyat itu hanya terjadi dengan kesengajaan. Niyat tidak bisa dilaksanakan dalam kondisi tidak sadar

      Korban hipnotis adalah orang yang terkena musibah. Orang yang terkena musibah akan mendapatkan kebaikan dan pahala apabila ia ikhlas dan sabar dalam menjalankannya. Jika ia sabar menjalankan musibah, bisa jadi pahalanya melebihi pahala sedekah dengan sesungguhnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  126. nuzul

    Assalaamualaikum, ustad, kotoran cicak dan kecoa najis atau tidak? dan jika kotorannya sudah kering lalu kena air sedikit lalu terinjak, apakah najis airnya itu? terima kasih banyak

    Reply
  127. NIKI

    Assalamu’alaikum Ya Ustad….

    Saat ini Niki mempunyai 2 pertanyaan yang meragukan..

    1. Ya ustad apabila seorang perempuan itu sedang haid apakah ia di perbolehkan membaca, menyentuh, ataupun memegang Al-Qur’an.

    Sebelumnya Niki pernah membaca buku “Ternyata Wanita Lebih Mudah Masuk Surga” Disana ada pembahasan tentang Perempuan yang haid dlm memegang al-Qur’an namun cerita ulama disana masih meragukan karena ada yang memperbolehkan dan ada yang tidak.

    Lalu kenyataanya seperti apa ya ustad Apakah perempuan Haid boleh memegang Al-Qur’an dan membacanya?

    2. yaitu tentang kekhusus’an sholat.

    Ustad ntah mengapa Niki tidak terlalu mudah untuk serius dalam sholat, namaun Niki mengerti akan bacaan yang Niki lentunkan dalam mulut yang terdengar perlahan sambil memahami arti dari bacaan itu.

    Namun terkadang Niki merasa heran karena saat sambil2an niki memahami bacaan yang Niki lantunkan ada saja pikiran yang menyelip ke pemikiran niki seolah-olah membuat pikiran Niki tak pernah kosong “memang Niki tidak pernah memiliki pikiran yang kosong dimanapun dan kapanpun selalu saja ada yng dipikirkan”

    Nah Niki tetap berusaha Sholat dengan serius dan Khusu’ hanya saja jika sholat di tengah masyarakat sulit bagi Niki untu khusu’ karena agak bising.

    Nah menurut Ustad saran apa yang seharusnya Niki lakukan dalam melakukan Ibadah agar Khusu’ terutama karena pikiran Niki tidak bisa di kosongkan begitu saja…

    Wassalamu’alaikum ya Ustad…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Perbedaan hukum bagi yang berhadas besar dan kecil terhadap Mushaf Al Qur’an :

      Berhadas kecil (yang wudhu’nya sudah batal) :
      Haram menyentuh mushaf al-Qur’an. Boleh membaca Al-Qur’an tanpa menyentuh mushaf. Atau boleh membacanya dengan menggunakan kitab tafsir atau melalui HP. Bedanya apa, kok bpleh ? karena HP dan kitab tafsir bukanlah mushaf. yang dinamakan mushaf adalah kumpulan seluruh ayat Al Qur’an yang dibukukan tanpa ada percampuran.

      Bagi yang berhadas besar (haid, nifas dan junub):
      Haram menyentuh mushaf dan membaca Al-Qur’an. Semua ulama sepakat tentang keharamannya. Namun ada beberapa pendapat dibolehka membaca dalam kondisi terentu :
      Ulama hanafiyah membolehkan hanya sekedar beberapa ayat, itu pun tanpa disuarakan.
      Ulama hanabilah membolehkan membaca sebagian ayat seperti ayat Kursi dan surat al falag dan An-Nas yang dimaksudkan untuk Ruqyah, bukan untuk membaca al-Qur’an sebagaimana biasa., atau dibolehkan untuk berdalil, misalnya membaca ayat keharaman riba ketika ia ditanya hukum riba oleh orang lain.
      Para ulama sepakat membolehkan orang berhadas besar untuk melihat mushaf, misalnya untuk mencari ayat, menyimak bacaan Al-Qur’an orang lain. Tapi ingat, hanya melihat saja, bukan menyentuh.

      Allah swt menilai usaha Niki untuk khusu’ dalam shalat. Allah memberi pahala terhadap usaha itu. Adapun kenyataannya sulit khusyu’ dalam melaksanakannya, adalah diluar kemampuan kita sebagai manusia. Bisakah shalat khusyu’ ? tentu bisa. Sulitkah ? Tentu sulit, tapi lama kelamaan akan merasakan sendiri kok.

      Wallahu a’lam

      Reply
  128. iwan

    Alhamdulillah terimaksih ustad sdh menjawab pertanyaan2 saya….lega rasanya dari masalh nazis yg mengganggu saya dua minggu ini….terimakasih banyak ya ustad

    Reply
  129. irwan

    Asalamualaikum ww
    ustadz saya mau menanyakan air yg menciprat saat mencuci najis mugholsazoh itu apa?krn biar sedikit pasti menciprat
    jika seandainya najis bagaimana jika kita lupa membersihkan baju yg kena cipratan terus lgsg dicuci dimesin cuci….itu jd najis semua tdk ustadz?
    Belum lama ini saat setelah hujan saya bawa mobil eeeehhhh ada anjing lewat jd ya ban mobil sdh pasti melewati jejak anjing itu….sesampai dirumah itu ban saya sucikan semua ustad….ya itu ada yg menciprat….tp kan jejak anjingnya sendiri ga keliatan diban ustad.cm buat hati2 aza sy bersihkan ban saya….tp sebenarnya ustad sambil jalan jg najisnya sdh hilang sepertinya ya ustadz?..kan diaspal juga ada debu tsnah…terimakasih ustdz

    Reply
  130. iwan

    Terimakasih ustad atas jawabannya saya lebih lega sekarang…
    Ustadz jika kita mencuci najis mugholazoh lupa niatnya….tp sudah dicuci 7 kali dan dengan tanah….apa tetap harus diulang sertu lg….atau sdh cukup tdk perlu diulang?dan apa doa untuk menghilangkan was-was?
    Ustad berarti najis itu hakiki nya memang anjing atau babi itu najis tp jika sudah kering itu maknawi nya saja tempat yg terkena najis itu najis….tp sudah tidak menular dan menular lagi jd hanya tempat yg terkena saja ….betul begitu ustadz terimakasih ….doakan sy supaya tidak waswas lagi ya ustadz…..

    Reply
  131. usman

    pak ustads , saya ingin bertanya kenapa surah alfatiha di baca pertama kalau kita shalat, kenapa bukan surah al falaq ,mohon jawabanya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Mengenai tata cara shalat dari a-z, dari mulai takbiratul ihram sampai dengan salam, semuanya mempunyai aturan langsung dari Allah SWT. Tata cara tersebut dicontohkan dan diajarkan oleh Rasulullah SAW buat kita. Rasulullah SAW memerintahkan agar kita mencontoh beliau. Termasuk aturan kenap harus Al-fatihah dimulai tiap raka’atnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  132. novi dewi

    assalamu’alaikum wr.wb
    Ustadz, saya mau tanya…
    Saya wanita berusia 25 tahun. Isyaallah dalam 3minggu akan melaksanakan pernikahan. Tapi kurang lebih semenjak 1 bulan yang lalu selalu dihantui rasa takut. Tiba-tiba terbesit dalam pikiran ketakutan jika pernikahan itu tidak pernah terjadi. Takut akan kematian.Belum lagi akhir-akhir ini calon suami saya mengalami kecelakaan… Saya ingin bertanya bagaimana rasa cemas seperti ini? dan bagaimana mengatasinya? Terima kasih… balasannya sangat kami nantikan.
    Wassalamua’alaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Rasa cemas (was-was) berasal dari syaithan. Kita yakin bahwa semua tang akan terjadi merupakan rahasia dan takdir Allah SWT. Sebagai hamba-Nya yang baik, kita dituntut berikhtiyar, berdo’a, sabar dan tawakkal. Serahkanlah semua urusan kepada Allah. Untuk emnghilangkan was-was, anda bisa lebih sering membaca al-falaq dan an-nas.
      Wallahu a’lam

      Reply
  133. irwan

    Asalamualaikum ustad….saya mau menanyakan masalah teman saya hteman saya ini waktu lahir orang tuanya masih berbeda agama,ayahnya budha nah bagaimana status teman saya ini jika menikah walinya ayahnya / adik lelakinya atau harus wali hakim?…jika terlanjur yg menjadi walinya adiknya apa pernikahannya harus diulang?…tetimakasi

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Syarat wali adalah muslim. Jika adiknya sudah muslim maka sah nikahnya. Jika belum muslim atau tidak ad yang muslim, maka harus berwali hakim. Jika memang ternyata sudah niah dengan wali yang tidak muslim, maka nikahnya harus diulang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  134. Sofhie Winanda

    ustad saya mau bertanya teman saya karena trauma masa lalu dia tidak mau menikah dan dia hanya ingin mengadopsi anak saja apakah dia masih tanggungan ayahnya apa tidak

    Reply
  135. benni susandra

    Asslm. Pak ustad saya mau nanya lagi nich sebetulnya gimana sih urutan mandi janabah/mandi wajib dalam hukum islam….
    syukron katsiron…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam fiqih, mandi wajib hanya butuh dua hal :

      1. Niat mandi wajib/janabah.
      2. Meratakan air ke seluruh tubuh.

      Sangat simpel bukan ?

      Tapi jika anda ingin mengambil sunnahnya mandi jabah tersebut, maka seperti inilah urutannya :

      Wudu terlebih dahulu, kemudian mengambil air (dengan gayung) dengan tangan kanan sebanyak dua atau tiga kali, cuci tangan (tangnan kiri dicuci oleh tangan kanan), kemudian membersihkan kemaluan kemudian mengosokkan tangan ke lantai atau ke tembok dua atau tiga kali, kmudian berkumur-kumur dan menghirup dan mengeluarkan air dari hidungnya (istinsyaq), kemudian cuci muka, membasuk kedua tangan sampai siku, lalu menyiram kepala dan seluruh tubuh lalu sedikit bergeser untuk mencuci kedua kaki. Selesailah mandi junub. Setelah mandi junub selesai, barulah kita mandi seperti biasa dengan menggunakan sampo, sabun dan menggosok gigi seperti yang biasa kita lakukan sehari-hari.
      Jadi ternyata sampo itu tidak wajib ada. Jika ingin menggunakan sampo atau sabun bisa dilakukan setelah selesai mandi junub.

      Wallahu a’lam

      Reply
  136. laelis nursaputri

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
    Begini, dulu saat saya klas 4 sd ( kalo gak slah) saya kan mau membeli makanan, semacam gorengan gitu. Nah saat itu kan tempat nya rame bgt, penjualnya juga mungkin nggak konsen ( karna kuwalahan mngkin ), gak tau kenapa tiba2 saya ngambil aja itu makanan dan saya bungkus dg plastik, lalu saya bilang samaa sii penjual klo saya udah mbayar pdhl sebenarnya belom.
    Mngkin saat itu saya masih kcil, saya gak tau dampaknya bakalan bagaimna. Tapi sekarang? Skarang saya kepikiran trs? Saya bner2 menyesal.
    Sya minta solusinya, apa yg hrus saya lakukan sekarang?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Kelas 4 SD mungkin anda sudah baligh. Orang yang sudah baligh terbebani hukum (mukallaf). Jika demikian berarti anda telah berhutang kepada si penjual gorengan. Jika memang belum bertemu saat ini, semoga anda bisa bertemu dengan penjal tersebut lain waktu. Jika memang toh sampai tidak ketemu, semoga Allah mengampuni anda karena anda sudah menyadari kesalahan dan berikhtiyar untuk menggantinya.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  137. RDT

    ass, pak ustad saya kan nazar puasa senin kamis. 4 hari senin dan 4 hari kamis jadi totalnya 8 hari dan paling lambat akhir februari saya sudah membayar yang 7 hari tinggal 1 hari lagi dan di hari terakhir itu saya kesiangan dan itu tgl 26 sudah akhir februari..bolehkah saya membayarnya di awal bulan maret yang 1 harinya itu?terimakasih,mohon dijawab

    Reply
  138. alluka

    Assalamu’alikum wr.wb
    Ustadz saya mau bertanya.
    Teman saya ada yg tidak mau ikut acara perpisahan sekolah (jalan2 dan menginap) karena dia bilang bahwa tidak boleh melakukan kegiatan tersebut karena hanya senang2 dan laki2 perempuan menjadi berbaur.
    Mohon kejelasan hukumnya..
    Terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus sala wr wb.

      Jika teman anda tidak mau ikut tentu memang sudah menjadi hak dia. Sebetulnya tidak masalah manakala kegiatan tersebut diatur dan ditata sedemikian rupa agar tidak terjadi ikhtilath (campur baur) anatara laki dan perempuan. Saya yakin guru di sekolah anda sudah memahami aturan tersebut sehingga beliau-beliau mau mengadakan acara tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  139. Fitri

    Ass, p ustd saya ingin menanyakan ,dulu ortu saya berpisah saat saya bayi kemudian ayah saya pergi sampai sekarang usia saya sudah 19 thn tapi ayah saya belum pernah menemui saya tidak pernah memberi nafkah baik materi atau kasih sayang itu hukumnya bagaimana?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ayah anda tentu berdosa karena menelantarkan anaknya. Sebaiknya do’kan saja agar Allah memberi hidayah kepada beliau dan meyadari kesalahannya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  140. iwan

    Asalamualaikum ww ustadz….tlg dibantu pemahaman sy mengenai najis….sudah 2 minggu ini rasanya sy waswas berlebihan saya rasa sudah mau gila begini ustadz 1.jika pernah ada najis mugholazoh disatu tempat yg tidak disucikan secara syari….misal ditempat kerja….misalnya najisnya diteras depan….lalu keesokan harinya hanya dipel ….apakah najisnya menyebar keseluruh ruangan?….dan bila beberapa hari kemudian sy masuk keruangan tersebut dalam keadaan sepatu atau lantai itu basah…apakah sepatu sy tertular najis mugholazoh?….dan harus dicuci 7 kali?…nah setelah saya masuk keruangan itu kemudian sy masuk keruangan lain apakah ruangan itu pun tertular najis mugholazoh dari sepatu saya?…lalu bagaimana kalo najis terus menular begitu? Ke dua ada teman sy menginjak najis anjing(jejak anjing dalam keadaan lantainya basah)…dia tdk mensucikannya (kristen)tapi waktu pulang hujan2an….nah jika beberapa hari kemudian dia masuk keruangan saya dengan sepatu itu….dimana lantai ruangan saya masih basah karena dipel…apakah najis dari sepatunya berpindah ke lantai ruangan saya?apa najis disepatu teman sy itu sudah hilang dengan dia berjalan dihujan? Ketiga apakah najis itu hanya ada pada tempatnya ? Maksud saya jika suatu najis ada disatu lantai yg memang perlu disucikan hanya tempat yg kena?…jadi najis itu tidak terus menular seperti pemahaman saya selama ini?….sy stress karena memang di tempat kerja saya suka ada anjing…..apa najis hukmiah mugholazoh masih menular terus dan terus?…atau yg dihukumi najis ya hanya tempat yg kena?….dan air cipratan saat mencuci najis hukmiah itu mustamal /suci atau mutanajis… Mohon jawabannya ustad….agar sirna was was saya……sebelumnya terimaksih ustad …..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya fiqh itu simpel pak, gak sulit. Bapak tidak perlu khawatir dan was-was apalagi hampir gila, heheh
      Dalam fiqh ada kaidah : nahkumu bizhawahir la bis saraa’ir ( kita berhukum dengan yang bersifat zhahir (nyata), tidak berhukum dengan yang tidak nyata.
      Jika bapak melihat secara langsung ada anjing lewat lantai, baru lantai itu dihukumi najis. Terus boleh tidak lantai itu bapak injak ? boleh saja jika bapak pakai sepatu. Terus sepatunya ada bekas najis ? ya mungkin saja. Terus apakah najis yang ada di sepatu bisa menularkan lantai yang lainnya ? saya rasa tidak. Logikanya apakah najis hukmiyah yang ada di sepatu setebal apa ? sulit sekali mengukurnya.
      Jadi, latai yang kena pijakan anjing tidak bisa dipakai untuk shalat. Dibersihkan sesuai kaidah jika memang najis tersebut ainiyah. Lalu bagaimana jika sudah kering dengan sendirinya ? jika sudah kering statusnya berubah jadi hukmiyah. Jika sudah hukmiyah, tentu cukup dengan dipel saja tidak perlu pakai tanah segala.

      Jadi, sebaiknya bapak lihat yang zhahir saja, tidak perlu menganalisa terlalu banyak sehinnga membuat bapak repot atau was-was. Toh sekalipun memang sudah sulit sekali kondisinya karena anjing setiap hari lewat di situ, mungkin sudah katagori darurat sehingga bapak mendapat rukhsah (keringanan) sama halnya ketika kita tinggal di negeri yang mayoritas kafir.

      Wallahu a’lam

      Reply
  141. suryadi

    asslm. pak ustad saya mau bertanya? kalau ada temen satu kantor, yang pindah agama menjadi non muslim karena menikah dengan non muslim. kemudian saya dapat undangan untuk resepsi pernikahan. baiknya saya datang apa egk? kalau gk dateng setiap hari ketemu di kantor, kalau dateng sepetinya kan ada larangan nya? mohon masukan nya pak ustad,

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika hanya datang di acara resepsi diperbolehkan. Yang dilarang adalah datang ketika prosesi pernikahan. Sebisa mungkin ketika datang jangan mengucapkan selamat atau do’a apaun karena do’a untuk orang kafir adalah haram kecuali do’a agar dia diberi hidayah agar masuk Islam.
      Wallahu a’lam

      Reply
  142. Intan azizah

    Assalamu’alaikum bapak dan ibu ustad dan ustadzah,saya mau bertanya apakah boleh seorang istri menyimpan rahasia dr suaminya dari masa lalu nya yg hingga saat ini masih belum berani saya ceritakan saya sudah bertobat dan saya sama sekali tidak melakukannya lagi dari saya sebelum menikah,dan suami saya masih belum mengetahui,sedangkan pernah saya dengar ceramah bahwa jangan lah kamu membuka aib sudah ALLAH tutupi.. Boleh kah saya terus menyimpan??karena saya sangat takut suami saya kecewa dan marah kepada saya, dan apakah rahasia saya menjadi salah satu alasan mengapa saya belum dikaruniai anak. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya, aib memang haram diumbar. Tapi dalam kondisi tertentu, aib justru harus dibebrkan jika diperlukan untuk maslahat misalnya dalam pengadilan atau untuk membela diri ketika dizhalimi seseorang.
      Bagaimana aib seorang istri terhadap suaminya ?

      Untuk kasus ibu ini sebetulnya sudah wajib disampaikan kepada suami. Sebab, mempunyai keturunan adalah salah satu dari tujuan pernikahan. Baik suami atau istri masing-masig mempunyai hak untuk itu. Bahkan mohon maaf, seorang suami boleh menceraikan istrinya yang mandul atau sebaliknya, seorang istri boleh menggugat cerai suaminya yang mandul. Maaf, kata “boleh” adalah pilihan bukan keharusan atau kewajiban bercerai. Semuanya tergantung kepada kehendak suami istri tersebut.

      Jadi dalam hal ini ibu wajib jujur karena hal itu merupakan hak suami. Pahit memang, tapi itulah hukum. Ibu harus bertawakkal terhadap apa yang diputuskan oleh suami. Ibu harus tawakkal. Mudah-mudahan dengan ketawakkalan ibu, Allah SWT memberikan kelapangan hati suami sehinnga mau menerima dan memahami keadaan ibu.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  143. sobirin

    Assalamualikum wr.wb
    Ustad saya mau nanya tentang pengertian syariat dan tarekat serta adakah perbedaan nya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Syariah adalah segala aturan hukum islam yang bersifat amali (perbuatan) dan tentunya mengikat bagi semua muslim. Sudah pasti semua muslim bersyariat atau menjalankan syari’ah seperti shalat, puasa, zakat, sedekah, jual beli yang halal, dst. Jadi syari’ah bersifat paraktikal (ibadah yang jelas kelihatan secara nyata).

      Tarikat adalah sebuah metode atau cara agar seseorang lebih dekat kepada Allah dengan cara yang benar dan tidak bertentangan dengan prinsip syari’ah. Tariqat lebih dominan membahas hal-hal yang bersifat spiritual. Tariqat atau tarekat biasanya membahas bagaimana cara meningkatkan keimana, meningkatkan kecintaan kepada Allah, bagaimana meningkatkatkan semangat ibadah dst. Orang yang bertarikat pasti bersyariah. Bohong namanya jika ada orang ngaku bertarikat tapi tidak shalat, tidak puasa dan seterusnya.

      Jadi antara syariah dan tariqah bisa bersinergi dengan baik sepanjang tariqah dijalankan dengan benar dan tidak menyimpang.

      Wallahu a’lam

      Reply
  144. benni susandra

    Asslm. Ustad saya mau nanya apakah batal puasa kita ketika berada dalam satu ruangan dengan para perokok dalam jangka waktu yang lama?

    syukran katsiron..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Merokok jelas membatalkan puasa karena dengan sengaja memasukkan asap ke dalam tubuh. Jika secara tidak sengaja menghirupnya karena pasif, maka tidak membatalkan. Tapi jika berlama-lama khawatir bisa batal. Jadi sebaiknya hindari saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  145. rina

    Assalamualaikum, saya ibu dengan 1 anak laki2 umur 1bulan, yg ingin saya tanyakan jika anak saya kencing mengenai baju saya, bagaimana perlakuan ny jika saya mau sholat dan jika tercecer di lantai

    Reply
  146. muhammad barliansyah

    Assalamu’ alaikum wr.wb
    Pa ustad, saya ingin bertanya dengan problema keluarga yang sekarang saya sedang hadapi, apakah saya boleh dibai’ ait oleh salah satu paham tersebut dengan ajakan anggota keluarga saya yg sedikit sudah tahu tentang tarekah syatariah? Saya benar-benar bingung menghadapinya saat ini, karena ada suatu hal yg saya sangat janggal tentang pernyataan paham tersebut. Sedangkan saya tidak menganut paham-paham. Saya orang yg awam terhadap paham-paham tersebut
    Saya harap pa ustad dapat memberikan jawaban untuk pencerahan di keluarga saya tentang agama.
    Wassalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebelumnya saya mohon maaf karena tidak begitu faham tentang tariqah syatariyah. Karena ketidak fahaman sayat tentang tariqah ini, maka saya tidak bisa mengkalim apakah tariqah ini baik atau tidak, menyimpang atau tidak.

      Sebagaimana jawaban saya sebelumnya terhadap salah satu penyanya tentang perbedaan syari’ah dengan thariqah atau tarekat, dikatakan benar jika suatu thariqah tidak menimpang atau tidak bersebrangan dengan syari’ah. Jika ternyata suatu thariqah menyimpang, maka wajib tidak diikuti atau dipelajari.
      Seorang muslim wajib bersyari’ah dan tidak wajib berthariqah. Dia tidak dosa jika tidak berthariqah. Namun seorang muslim berdosa jika melanggar syari’ah.

      Jadi keputusan ada di tangan anda. Sebelum memutuskan, sebelum memutuskan, sebaiknya pelajari dulu dengan seksama. Setelah menyimpulkan, maka anda bisa memutuskan untuk bai’at atau tidak.

      Wallahu a’lam

      Reply
  147. kartika

    ass… ustad sya ingin bertanya. dulu saya mempunyai teman bekerja status sudah menikah, untuk sholat dia sangat rajin bahkan sering mengajak saya sampai tidak pernah terlewati. tp teman saya berselingkuh hingga berjinah, alasan berselingkuh karna dia sering di kasarin oleh suaminya. lalu saya ingin bertanya mengenai sholatnya, bagaimana ya pak ustad apabila mengerjakan sholat di sisi lain dia sering berjinah. dan bagaimana dengan sholatnya ustad??? terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Shalatnya sah selama memenuhi rukun dan syarat syah shalat . Diterima ? Wallahu a’lam. Masalah diterimanya shalat atau tidak adalah hak proregatif Allah semata. Kita sebagai hamba hanya wajib menjalankan sesuai perintah dan sah menurut fiqh.
      Diantara manfaat shalat adalah mencegah perbuatan keji dan mungkar. Kok shalat masih bisa zina ? berarti shalatnya baru cuma menggugurkan kewajiban, belum masuk pada tingkatan mencegah keji dan mungkar.
      Lalu bagaimana ? Bolehkah kita bilang begini, “percuma kamu shalat, masih maksiyat juga ! Lebih tidak shalat sekalian !!. Bolehkah kita begitu ? Tidak boleh ! karena biar bagaimana pun amal seorang akan dihisab sekecil apa pun. Ketika dia maksiyat dia berdosa ketika ibadah dia mendapat pahala. jadi jangan dibilang seperti itu. Mungkin saja dengan shalat yang dia kerjakan berikutnya menjadikan dia lebih baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  148. Leny Mulyani

    Bismillah…
    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Ustad ana mau menanyakan mengenai hukum cerai dr kejadian yg akan ana sampaikan berikut ini:
    Suatu ketika sebuah rumahtangga mengalami ribut besar shingga mengakibatkan sang suami pergi dr rumah dan berniat menceraikan istrinya tsb, hal ini sdh disampaikan oleh ibu mertua dan kakak ipar bahwa dy sdh dk bs lagi melanjutkan rumahtangganya dg wanita tsb dan memulangkan wanita tsb kpd ibu dan kakak laki2nya
    (perwakilan wali)..setelah itu laki2 tsb pergi tanpa memberi nafkah lahir bathink urang lebih 6 bln stlh keluarnya laki2 itu dr rmh istrinya kemudian dy menikah secara agama islam krn proses cerai dunia belum dilaksanakn. dan mendapatkan 1 anak laki2.
    singkat cerita selah 4th berjalan munikasi mantan suami istri ini mulai membaik..dan berkeingina kembali pd istri pertamanya dan mengatakan bahwa sdh menikah lagi dan memiliki anak dr istri barunya..dg harapan bisa diterima..laki2 tsb mengatakan kpd istri jk ingin rujuk maka hrs menikah ulang, namun sang istri menolak dg alasan dy menerima ditinghalkan tanpa nafhkah dan mengatakan bahwa talak yg dilakukan suaminya tdk sah sehingga tdk mau dinikahi ulang,bahkan istri pertamanya meminta suaminya utk meninggakkan istri ke 2 nya.
    Rencana awal suami tsb adl kembali dan meminta izin kpd istri pertamnya utk menyetujui pernikahan ke 2 agar segera disahkan secara hukum negara sehingga anak dr istri ke 2 bs mendapatkan akta lahir. Namun istri pertama tdk menyetujui bhkan meminta suaminya utk memilih sang suami tdk mau meninggalkan istri ke 2 namun skrg lebih sering pulang ke rmh istri pertanyanya dan hidup satu rumah..pertanyaan an ustad:
    1.bagaimana status cerai mereka?apakah benar mereka boleh kembali berhubungan suami istri yanpa hrs nikah ulang?

    2.keputusan seperti apa yg hrs sang suami lakukan dlm kondisi seperti ini?
    3.bgmn hak istri ke 2 yg hanya dinikahkan secara agama saja.?
    4.bgmn hukumnya jk sang suami menuruti keinginan istri pertamnya utk meninggalkan istrinya ke 2 pdhl tdk ada msalah apa2?

    Afwan ustad talak yg dilakukan sang suami kpd istri pertamnya adl yg ke 2 kalinya namun yg pertama sdh dirujuk

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Menyimak apa yang telah anda paparkan, maka istri tersebut sudah jelas ditalak oleh suaminya (talak dua) dan istri tersebut masa iidahnya sudah habis. Talak satu dan duan adalah talaq raj’I (talak yang bisa rujuk sektika massa iddah belum habis). Masa iddah Talaq Raj’I adalah tiga kali suci (3 bulan). Dan sayangnya istri tersebut sudah habis masa iidahnya sehingga tidak bisa rujuk.
      Seorang istri yang habis masa iddahnya dalam talak raj’I bisa milih antara dua hal :

      1. Boleh menikah dengan laki-laki lain

      2. Keduanya boleh kembali lagi dengan sayarat harus nikah ulang. Jika tidak nikah ulang, maka dianggap zina. Jadi suka atau tidak, ridha atau tidak, harus nikah ulang biar sah pernikahannya. Mereka berdua bukan lagi suami istri kerana masa iddah sudah habis walaupun katanya dia ridha ditinggalkan tanpa dinafkahi. Masalahnya bukan pada ikhlas atau tidak diikhlaskan, tapi sang istri sudah ditalak yang kedua oleh suami dengan memberi kabar lewat mertua si istrri dan iparnya bahwa ia memulangkannya. Dlam hal ini, jelas sudah talaknya dan sudah jelas pula habis masa iddahnya. Tentu lain halnya jika suami pergi begitu saja walau pun 10 tahun lamanya tapi tidak pernah menjatuhkan talak dan si istri rida dan tidak menggugat cerai, maka mereka belum dikatakan bercerai dan tentu bisa kembali begitu saja.

      3. Siapa pun entah suami atau istri tidak wajib patuh untyuk menceraikan pasangannya. Jadi mantan suami tersebut tidak wajib untuk menceraikan istri keduanya. Karena tidak wajib, maka hal ini diserahkan sepenuhnya kepada mantan suami, apakah ia mau menceraikan istri keduanya atau tidak.
      3. Istri kedua hanya dinikahkan agama saja ? ya itu mungkin resiko pernikahan kedua. Sebetulnya bisa dicatat di catatan sipil jika keduanya mengurus ke Pengadilan Agama.

      4. Suami harus bagaimana ? sekali lagi, keputusan sepenuhnya adalah di tanggannya, dia mempertahankan istri keduanya, atau menikah ulang dengan istri pertama dan menceraika istri keduanya, atau nikah ulang dengan istri pertamanya tanpa harus menceraikan istri kedua. Setiap keputusan sang suami adalh haknya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  149. Ary

    Assalamualaikum.. Saya mau tanya.. Saya mau jual mobil online.. ada yang tertarik.. by phone tanpa saya minta mau memberikan DP 5jt krn beda kota.. Setelah itu ada hal yg membuat indikasi bahwa saya mau ditipu. Setelah calon pembeli tau kalau saya tau mau ditipu, tidak ada kabar dari calon pembeli sampai sekarang. Saya mau tanya status DP 5jt ini? Apakah saya bisa menyumbangkan uang ini? Mohon nasihatnya…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebagaimana diketahui bahwa DP bukanlah harga sah jual beli, tapi sebagai pengikat agar penjual tidak lagi menawarkan kepada calon pembeli. Dan tentu sudah dimaklumi jika setelah DP namun tidak ada kelanjutanmnya, maka DP tentu hangus. Jika sudah hangus, itu sudah menjadi hak penuh penjual. Jika sudah jadi hak penuh penjual, maka penjual boleh menggunakannya untuk apa saja.
      JIka anda mau sedekahkan ya tentu boleh saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  150. evi dewi utami

    Ustadz, aq beniat buat mengganti puasa ramadhan yang tertinggal selama 4 tahun puasa ramadhan , apakah itu boleh ustadz?

    Reply
  151. sutrisman

    assalamu alaikum wr.wb
    jika allah meridloi, perkiraan mei 2015 istri saya melahirkan.mohon saran dari ustadz,kiranya nama yang cocok,buat si jabang bayi nanti.mohon pencerahanya ustadz..wassalamu alaikum wr,wb

    Reply
  152. irwan

    Terimakasih ustad satu lagi yg mau saya tanyakan…ketika kita menginjak najis mugholazoh kemudian karena belum ada air kita menggosok ketanah dulu….lalu apakah tempat yg saya injak selanjutnya menjadi najis mugholazoh?….atau tidak? Karena sudah digosokan ketanah dulu….saya khawatir najisnya menular ustad….terimakasih ustad atas waktunya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Selama tanahnya masih ada, maka dimungkinkan yang diinjak selanjutnya tidak najis karena terlindungi oleh tanah. Jika tanahnya habis, bisa saja terkena najis.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.

      Boleh, dengan syarat diniyatkan berdzikir. Jangan niatkan membaca Al Qur’an karena diantara bacaan ma’tsurat ada yang bersumber dari ayat Al Qur’an.

      Wallahu a’lam

      Reply
  153. Harun Alrasid

    “Jadikanlah shalat kalian di rumah kalian dan jangan jadikan rumah tersebut seperti kubur” (HR. Bukhari no. 432 dan Muslim no. 777)

    Ustad saya mau tanya tentang hadist ini .. apakah bisa kita artikan juga bahwa membaca alquran saat ziarah kubur itu tidak diperbolehkan ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pemahaman hadis di atas adalah larangan shalat di kuburan. Larangan tersebut bersifat makruh. Adapun membaca Al Qur’an di atas kubur, mayoritas ulama membolehkannya bahkan menyukainya, diantaranya adalah : Imam Asy-Syafi’I, Muhammad Ibn Al Hasan, Al Qadhi Iyadh, Imam Al Qarafi. Imam Ahmad bin Hambal hanya membolehkannya. Sedangkan yang berpendapat makruh membaca Al Qur’an di kubur adalah Imam Malik dan Abu Hanifah.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • keumala

      maaf ustadz kalau saya lancang….saya sering baca tulisan hadis , bukannya hadis itu dikaitkan dengan meramaikan rumah dengan ibadah (sholat dan mengaji)…jadi rumah nggak kayak kuburan, sepi sunyi, nggak ada yang ibadah, sampai-sampai jin juga betah tinggal di rumah seperti itu…..(maap kalau saya salah dibenerin yak, makasiihh)

      Reply
  154. abizhar

    Asslmialaikum …sy mau tanya gimana niatnya shalat ketika kita mempunyai anak yg berumur 1,5 tahun suka ikut shalat tetapi ketika pertengahan berhenti dan mninggalkan shalatnya prgi brmain…apakh kita niat brjamaah atau sendiri ketika shalat…

    Reply
  155. shela

    Assallamu’alaikum? Saya mau tanya ni. Suami saya pernah sms saya ingin memulangkan saya ke orgtua saya kalo dia sudah plng kerja .apa kah seperti itu sudah jatuh talak? Dan suami saya juga pernah bicara scra langsung ingin bicara kepada orgtua saya ingin memulangkan saya. Tolong di jwb ya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ucapan suami anda adalah talak bersyarat. Talak bersyarat jadi jatuh ketika syarat tersebut benar-benar dilakukan.
      jadi, ketika sang suami benar-benar mengantarkan anda ke rumah orang tua anda sepulang kerja atau waktu lainnya dengan maksud talak, jatuhlak talaknya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  156. nuzul

    Assalaamualaikum, ustad bagaimana hukum menyentuh najis hukmiyah dengan tangan basah atau lembab? apakah tertular najis/musta’mal? syukron ustad.

    Reply
  157. adi

    Assalamu’alaikum ustad, saya msu tanya ustad, sy telah menikah n tinggal mengontrak rumah dekat dengan orang tua sy. tiap ha sy sering mengajak istri sy ke rumah orang tua dengan tujuan uagar istri sy bisa dekat dengan mertuanya dan tujuan lain juga sebagai anak ingin menyenangkan hati orang tua dan tetap berbakti pada orng tua sy. Sy ingin bertanya apakah sy berlebihan pak ustad dengan mengajsk istri tiap siang sampai ashar kesana n ba’da maghrib kesana lagi n malam baru pulang ke kontrakan sy. mohon penjelasannya pak ustad. Aoa sy keliru? mohon bimbingan pak ustad. terima kasih sebelumnya. wassalamu’alaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang anda laksanakan selama ini sudah bagus. Tapi alangkah baiknya hal ini didiskusikan dengan istri. Jika istri merasa keberatan jika setiap hari, tentu anda bisa mengatur kembali. Biar bagaimana pun seorang istri juga harus dihargai dan dijaga kenyamanannya.
      Tapi jika istri merasa tidak ada beban dan menjalankankannya dengan senang, maka sudah tidak lagi menjadi masalah. Tapi sekali lagi, sebaiknya didiskusikan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  158. iga tri

    Assalamualaikum Ustadz/ustadzah saya ingin bertanya. Gigi depan saya kan patah setengah karna jatuh dr tangga, apakah dlm islam diperbolehkan untuk menambal gigi yang patah itu?terimakasih. Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Boleh, karena tujuannya adalah untuk memaksimalkan fungsi bukan untuk merubah yang Allah ciptakan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  159. keumala

    ustadz….dulu sebelum menikah saya berniat untuk tidak bekerja setelah punya anak…..tapi setelah menikah, skenario berubah. single parent dengan 1 balita dan “harus” bekerja…..tapi sekrang dirasakan sulit sekali untuk mendapat pekerjaan…
    tanya : apakah niat yang terdahulu tersebut bisa menjadi salah satu penghalang saya saat ini susah mendapat pekerjaan ? apapun tak bisa, kebutuhan sehari-hari jadi berhutang…wallalu’alam, alah maha pemberi rejeki, saya dapat rejeki seorang anak, tapi sampai sekarang saya tidak mampu memberi makan anak tanpa berhutang…terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya yang anda tanyakan bukan dinamakan niyat. bahasa yang lebih tepat adalah “azam (keinginan untuk melakukan sesuatu di masa yang akan datang). Bedanya apa dengan niat ? Disebut niat jika berbarengan dengan pekerjaan yang dilakukan.
      Azam bisa terjadi juga bisa tidak (batal). Contoh : Saya besok hari senin mau shalat dhuha, tapi ternyata pada hariu senin, saya harus berangkat keluar kota sehingga saya tidak jadi shalat dhuha. Jika hari senin saya shalat dhuha, maka itu namanya niyat (berbarengan dengan pekerjaannya).
      Jadi menurut saya, tidak ada hubungannya azam anda dengan rezeki yang anda peroleh saat ini. Sabar dan berikhtiyarlah, semoga anda dimudahkan dalam mencari rezeki

      Wallahu a’lam

      Reply
  160. Ghozi

    Assalamualaikum stat
    saya mau nanya tentang muamalah islam. di dunia yg udah maju ini hampir semua orang manggunakan sistem ekonomi bunga. Knapa menggunakan sistem bunga karena nilai uang saat ini akan berbeda dengan nilai uang dalam jumlah yg sama di masa yg akan datang. Orang2 mengacu atas alasan tersebut
    lantas bagaimana saya menyikapi keadaan yg seperti ini. bank dimana2 udah pake bunga semua. Lantas dimana saya harus menyimpan uang?
    kemudian masalah investasi. Menurut sistem ekonomi islam, investasi deposito/reksadana itu boleh apa ngga si?? keduanya itu sama2 penanaman modal dimana uang yg kita tanamkan akan digunakan untuk membeli portofolio dari sebuah perusahaan yg apabila perusahaan tersebut mendapat keuntungan maka keuntungannya akan dibagi oleh para pemegang saham/portofolio. walaupun tidak berlaku bunga, tapi kan udah hampir semua perusahaan yg kita tanamkan modal menggunakan sistem bunga. Padahal bagi hasilnya dari situ. Gimana stat? Itu satu. Yg kedua tentang investasi. Saya pernah mikir gini “ada lomba pacuan kuda, kalo misalnya saya menaruh uang saya pada kuda nomer 7. Jika menang saya dapet untung. Jika kalah saya rugi” itu namanya judi. Lantas bagaimana dengan investasi?? Saya memilih salah satu perusahaan untuk tanem modal. Nah kalo perusahaan nya sukses saya dapet untung, dan kalo perusahaan nya bangkrut saya rugi. Apa itu disebut sebagai gambling(judi) atau bukan?? Saya dari dulu sangat ingin menanamkan modal tapi selalu ada keraguan
    pertanyaan yg terakhir. Berkenaan dengan asuransi. Kita sebagai manusia mempunyai rasa cemas dan keinginan untuk selalu waspada dari segala marabahaya dan bencana. Semua manusia ga ada yg mau rugi. nah asuransi itu kan sebuah jaminan. cara kerja asuransi itu kan contohnya seperti ini, saya mengasuransikan rumah saya, begitu juga dengan beribu2 orang yg ada di indonesia mengasuransikan rumah mereka kepada pihak asuransi yg sama. Apabila terjadi bencana terhadap rumah saya atau mereka yg berasuransi. Maka pihak asuransilah yg akan mengganti segala kerusakan (sesuai perjanjian). aslinya itu bukan uangnya si pihak asuransi tetapi uang saya dan uang orang2 yg berasuransi di pihak yg sama. Jadi istilah nya patungan buat mengganti rugi segala kerugian akibat bencana. Karena kan gamungkin semua rumah yg diasuransi mengalami bencana secara bersamaan. Nah dari sini saya bingung. Mengapa banyak orang2 yg mengklaim bahwa asuransi itu haram. Salahkah jika kita waspada terhadap barang2 yg kita punya??
    terimakasih ustad. maaf jika kurang jelas
    wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Zaman sekarang sudah banyak sekali perbankan atau lembaga asuransi maupun investasi yang memakai prinsip syari’ah. Jadi sebaiknya bapak sudah lebih mudah menetapkan pilihan baik untuk inves atau asuransi.
      Dalam bisnis tentu ada untung rugi pak. Kita sebagai manusia ya hanya bisa berusaha, adapun hasil adalah Allah yang maha menentukan. Jika usaha kita halal namun rugi, tentu tidak berdosa bahkan berpahala jika dalam usaha tersebut sekaligus kita niatkan untuk ibadah dan menolong orang lain. Yang rugi dua kali adalah mereka yang berbisnis dengan sistem yang tidak dibenarkan kemudian bangkrut. Itu rugi dua kali namanya, rugi bankrutnya dan tentu rugi karena berdosa menjalankan bisnis tersebut.
      Berbeda dengan judi, judi itu bukan ikhtiyar tapi mengundi nasib.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  161. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya perihal shalat Dhuha. Apakah hadits ini memang hadits shahih atau dhaif Pak Ustadz di bawah ini:
    Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Namun hadis ini termasuk hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini gharib (asing), tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan sejumlah ahli hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1: 293).
    Jadi, berapa sebenarnya jumlah sholat Dhuha yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW.
    Mohon penjelasannya Pak Ustadz.

    Terimakasih & Jazakallah Pak Ustadz
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika merujuk pada kitab-kitab Fiqh perbandingan madzhab, maka jumlah rakaat shalat dhuha minimal 2 rakaat dan paling banyak 8 rakaat. Namun ada pula pendapat sebagian ulama yang mengatakan maksimal 12 rakaat. Bahkan ada pula yang mengatakan tidak terbatas.
      Kesemua pendapat tersebut tentu berdasarkan dalil hadis. Yang betul yang mana ? Wallahu a’lam. Tapi saya lebih memilih pendapat yang 8 rakaat, mengikuti pendapat mayoritas imam madzhab.
      Hadis yang anda tanyakan tentu ada yang menilai hasan dan juga dha’if. Yang betui yang mana ? wallahu a’lam.
      Saya yakin, para iamam madzhab yang mengatakan jumlah rakaat dhuha adalah 8 tentu juga tahu hadis yang anda tanyakan. Tapi mereka tidak memasukannya dalam pendapat mereka. Kok bisa ? ya mungkin saja mereka juga menganggap hadis 12 rakaat dhuha adalah dha’if.

      Wallahu a’lam

      Reply
  162. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertaya perihal puasa wajib di bulan Ramadhan. Di bulan2 Ramadhan yang lalu, saya pernah kebolongan puasa Ramadhan, Dan jika kita kebolongan puasa Ramadhan, kita diwajibkan menggantikannya di hari2 lain, tapi saya saat ini tidak ingat lagi berapa jumlah puasa saya yang kebolongan. Jadi, bagaimana itu Pak Ustadz? Di hari2 apa saja saya bisa menggantikan puasa yang kebolongan di bulan2 Ramadhan yang lalu?. Mohon Pak Ustadz penjelasannya.

    Terimakasih
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika memang betul-betul lupa jumlah harinya, maka boleh saja diperkirakan. Ah, kalo kira-kira nanti salah dong ? Ya namanya juga kira-kira, tidak mungkin 100% benar.
      Jika ternyata banyak sekali jumlah harinya, maka bisa diqadha secara perlahan. bisa diqadha dengan dibarengi senin kamis, atau 3 hari tengah bulan sampai hutang itu benar-benar habis.
      jadi, anda tentu harus berlomba dengan malakul maut untuk menutupi hutang anda kepada Allah.

      Walahu a’lam

      Reply
  163. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya perihal shalat sunnah rawatib mu’akkadah. Saya pernah dengar dari temen2 saya bahwa shalat sunnah rawatib mu’akkadah itu tidak boleh dikerjakan ba’da ashar dan ba’da dzuhur karena haram. Apa benar itu Pak Ustadz? Berdasarkan As-Sunnah bagaimana sebetulnya jumlah salat sunnah rawatib mu’akkadah itu dalam sehari semalam?. Mohon penjelasannya Pak Ustazd.

    Terimakasih
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak ada shalat sunnah setelah ashar. Adapun sesudah zhuhur, sudah jelas ada, bahkan muakkadah.

      Adapun jumlah rakaat rawatib muakkadah minimal 10 rakaat dan sempurnanya 12.

      Berikut rinciannya :

      1. 2 atau 4 rakaat sebelum zhuhur
      2. 2 rakaat sesudah zhuhur
      3. 2 rakaat setelah maghrib.
      4. 2 rakaat sesudah isya’
      4. 2 rakaat sebelum shubuh

      Adapun 2 rakaat sebelum maghrib dan 2 rakaat sebelum isya’ adalah rawatib ghair muakkadah (anjuran bagi yang mau melaksanakannya).
      Sedangkan muakkadah artinya anjuran yang sangat ditekankan.
      Sunnah rawatib afdhalnya dikerjakan di rumah, namun apabila dilaksanakan di masjid atau mushalla hukumnya boleh saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  164. afdu rohman

    assalamu’alaikum ustadz
    saia mau tanya,,,
    hukum berfoto selfi itu bagaimana?
    dan hukum berfoto di masjid?
    mohon penjelasannya ustadz,,
    Syukron,, :)

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus sala wr wb.

      Dalam islam, Ujub hukumnya haram. Ujub (membanggakan diri) merupakan hal yang harus dijauhi. Foto selfie mengandung ujub dan riya’. Sebaiknya dihindari saja.
      Selain ujub, seorang muslim apalagi muslimah dituntut untuk menjaga muru’ah. Dengan selfi ria, tentu muru’ah seorang muslim atau muslimah kurang terjaga atau bahkan turun.

      Wallahu a’lam

      Reply
  165. irwan

    Iya terimakasih ustad….tetapi setelah saya gosok2 ketanah ketika tiba ditujuan saya mencuci dengan air 7 kali tapi tdk menggunakan tanah lg karena disepatu saya madih menempel tanah g saya gosok sebelumnya…bagaimana jika demikian?….dan najis hukmiah mugholazoh ini apakah hukumnya tetap harus disucikan 7 kali? Atau cukup satu kali saja? Dan apakah mensertu itu kita harus mengucapkan niat?…terimakasih ustadz

    Reply
  166. irwan

    Asalamualaikum ustadz….saya mau menanyakan
    1.jika kita menginjak najis mugholazoh dalam perjalanan sah kah jika kita mensucikannnya dengan menggosokan sepatu kita ke tanah?
    2. Jika disatu tempat banywk anjing dimana jejaknya ada dilantai bagaimana hukumnya jika kita menginjak lantai itu setelah dipel dan jejanya tidak ada lg….apakah jd najis hukmiah?…apakah sepatu sy jd najis jika menginjaknya?bagaimana mensucikannya? Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.

      1. Jika dengan tanah saja tentu tidak sah, harus dengan dicuci 7 kali, salah satunya dengan tanah.
      2. Ya, jadi hukmiyah karena sudah kering.

      Wallahu a’lam

      Reply
  167. Rudi

    Ass Wr. Wb..pak Ustad saya kemarin waktu ke ATM menemukan uang 500rb ditempat keluarnya uang mesin ATM.. kemungkinan ini ada orang yang lupa mengambil uangnya setelah transaksi.. saya lihat sudah tidak ada orang di ATM center tsb.. dan saya tunggu sampai 15 menit tidak ada orang kembali mencari uang tersebut..karena saya ada keperluan maka saya pergi dari atm center dan uang tersebut saya bawa.. kemudian uang tersebut sebagian saya masukan ke kotak amal mesjid dan sebagian lagi saya belanjakan untuk anak fakir penunggu masjid (belanjanya bersama anak fakir tsb).. sisa uang belanjanya saya kasihkan ke anak tsb.. pada saat belanja saya merasa lapar dan seperti kebiasaan saya maka saya ambil sebungkus makanan dan saya makan..tapi saya lupa waktu membayar makanan tersebut dijadikan satu dengan belanjaan anak penunggu masjid itu (menggunakan uang yang nemu tadi).. pertanyaannya :
    1. Dosakah saya menggunakan uang tsb untuk sedekah ke masjid dan membelanjakannya untuk anak fakir penunggu masjid itu.
    2. Bagaimana hukumnya dengan makanan yang saya makan dan membayarnya menggunakan uang nemu tsb. apa yang harus saya lakukan pak Ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda saat ini masuk pada hukum Luqathah (barang temuan).

      Ketika menemukan barang orang lain, anda harus mengumumkannya selama setahun. Jika ternyata pemiliknya datang setelah anda pastikan bahwa dialah pemiliknya, maka anda wajib mengembalikan uang tersebut karena memang hak pemiliknya. Tapi jika setahun sudah anda umumkan dan tidak ada yang mengakuinya, maka barang tersebut boleh anda gunakan atau disedekahkan.
      Dan jika anda merasa kesulitan untuk mengumumkannya, maka sebaiknya laporkan dan serahkan uang itu kepada yang berwenang untuk mengumumkannya seperti kepolisian misalnya.
      Bolehkah uang temuan tersebut disedehkan ? Tidak boleh, karena syarat sedekah adalah barang milik mutlak orang yang bersedekah. Sedangkan uang yang anda temukan bukan milik anda, maka tidak boleh anda sedekahkan dan anda gunakan untuk apa pun.
      Jadi harus bagaimana ? anda harus menggantinya. Ketika uang tersebut sudah anda ganti sesuai jumlahnya, maka saya sarankan anda lapor polisi agar temuan tersebut bisa ditindak lanjuti.

      Wallahu a’lam

      Reply
  168. Niki

    Assalamu’alaikum Wr. Wb ya Ustad

    Niki ada sedikit masalah di sekolah.
    setiap guru tentunya memiliki murid kesayangan tertentu, namun ada beberapa guru yang selalu membanggakan dan memamerkan kepintaran anak didiknya di depan seluruh murid di lokal, seakan-akan hanya murid tercintanya-lah yang terhebat padahal ada teman yang lainnya yag melampau bakat dan akhlak anak kesayangan ustad itu.

    dan juga nada bicaranya merendahkan anak muridnya, memang terkadang Niki mulai kesal dengan tindakan pilih kasih yang diperlakukan ustad itu, karena guru lain sikapnya menganggap anak2 itu sederajat walau ada anak kesayangannya, dia tetap menganggapnya sederajat.

    Nah kalau sudah seperti ini setiap jam pelajaran Ustad itu, jika ustad itu sering membanggakan kepintaran anak kesayangannya dan seolah2 kami yang lainnya seperti orang asing. bagaimana yang harus Niki lalukan dan tindakan apa yang harus Niki teribkan. Niki tidak marah thd teman yang di banggakan hanya saja kurang suka thd tindakan sang ustad yang berlebihan merendahkan murid didiknya sendiri.

    kebetulan anak kesayangan ustad itu merupakan teman akrab Niki, ia merasa biasa2 saja saat Niki tanya perasaannya. Namun prilaku pilih kasih sang ustad membuat Niki lesu dan malas menyimak pelajaran dari sang ustad karena sering pilih kasih.

    Tindakan sesuai agama islam apa yang harus Niki lakukan Ustad
    Terima kasih atas waktunya ya Ustad

    Wassalamu’alaikum Wr Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang Niki alami sebenarnya pernah saya alami. Tapi kebetulan sekali waktu itu saya tidak ambil pusing dan asik-asik aja. Kenapa kok saya bisa seperti itu ?
      Ya tentu saja saya menyadari bahwa setiap orang tidak ada yang sempurna, termasuk seorang guru, jadi saya memaklumi saja. Yang kedua, saya tidak merasa terganggu karena tujuan utama saya adalah mengambil ilmu alias belajar sedangkan jengkel terhadap guru saya karena hal itu berusaha saya hilangkan karena buang-buang energi saja jika dianggap serius. Yang ketiga, setelah saya mengetahui tujuan utama saya yaitu belajar, sikap guru saya tersebut saya anggap hiburan aja, malah jadi energi buat saya untuk menghilangkan kejenuhan belajar. Dan kadang untuk keesokannya, sebelum beliau masuk kelas, saya nyengir-nyengir sendiri (dalam hati tentunya), kalau beliau masuk, pasti gitu lagi, dan terbukti benar.. tuh kan… dugaan saya benar, hehehe. Keempat, pujian beliau terhadap teman saya yang mungkin dijadikan anaka kesayangan malah saya anggap sebagai motivasi saya agar hebat seperti dia walapun mohon maaf, saat itu saya adalah juara kelas.

      “Ala kulli haal.. dianggap santai aja ya, Dik Niki agar kamu bisa tetap belajar.

      Wallahu a’lam

      Reply
  169. nuzul

    dilantai ada najis kencing anak2 sedikit lalu oleh petugas pembersih di pel dg lap pel basah, namun lap pel nya digunakan utk mengepel semua lantai, apakah najis yg dilap itu jadi menyebar ya ustad? lalu besoknya aku bawa air minum digelas lalu jatuh airnya tepat ditempat bekas najis yang kemarin, kemudian air yg jatuh tadi nyiprat ke celanaku. apakah celanaku tertular najis juga ya ustad? mohon penjelasannya karena jika najis aku harus mengqodho sholatku tadi.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Jika lantainya masih basah, maka lantainya masih najis, najisnya ainiyah. Kenapa ? karena air pada lap pel tersebut masih mengandung najis ainiyah (najis kencing anak kecil tadi). Lalu bagaimana jika lantainya sudah kering ? Statusnya berubah menjadi najis hukmiyah, tidak sah laintai tersebut digunakan untuk shalat kecuali lantai tersebut dipel kembali dengan air mutlaq. Bagaimana jika lantai tersebut yang mengandung najis hukmiyah kejatuhan air dan cipratan mengenai celana ? ya tidak masalah, karena status airnya menjadi musta’mal.

      Wallahu a’lam.

      Reply
      • nuzul

        jazakallohu khoiron katsiron ustadz, maaf ustadz, bagaimana jika menyentuhnya dg tangan (najis hukmiyah tersebut ustadz) kondisi tangan basah/lembab ustad? apakah najis hukmiyah tersebut tertular ke tangan kita ustadz?

        Reply
  170. Amelia

    Assalamualaikum wr.wb
    Pak ustad, saya mau tanya apakah yang namanya batu merah delima atau disebut batu mulia itu ada didalam al qur’an? Apakah batu trsebut mengandung kesyirikan? Karena batu tersebut dibilang memiliki nilai yang tinggi dan digunakan banyak orang untuk keselamatan dan kerezekian. Lalu apakah menggunakan batu trsebut dengan membaca ayat ayat allah tidak dilarang?
    Terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Batu apa saja, entah akik, merah delima, batu koral, batu bara, batu kali, giok, batu bata, adalah benda mati. Sama saja. Mungkin keistimewaannya hanya indah saja dipandang mata yang kemudian orang menyebutnya dengan batu mulia. batu-batu tersebut sama sekali tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Syirik hukumnya jika kita mengklaim bahwa batu cincin seseorang mempunyai energi untuk penglaris, pelet dll.
      Bagaimana jika dibacakan Al Qur’an ? sama saja. Tidak boleh. Untuk apa dibacakan Al Qur’an ? Batu kok dibacakan Al Qur’an ? Lebih baik hadiahkan bacaan Al Qur’an itu kepada orang yang sudah meninggal dunia agar lebih bermanfaat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  171. cahyo

    Ustadz bagaimana hukumnya seorang laki-laki menggunakan cincin emas, tetapi cincin ini adalah cincin kawin, mohon penjelasannya terimankasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Laki-laki haram hukumnya memakai cincin emas. Keharaman tersebut berlaku umum, pakah pertunangan, perkawinan, trend, atau apaun alasannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  172. keumala

    ustadz…bagaimana memperlakukan anggota tubuh yang terpotong/amputasi…apakah diperlakukan selayaknya jenazah atua gimana…trus satu lagi, tali pusar bayi yang sudah putus dan kering, bagaimana diperlakukannya, makasiii

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Organ tubuh yang sudah terpotong dan orangnya masih hidup, maka organ yang terpotong tersebut dibersihkan, dibungkus kain baik kapan atau kain lainnya lalu langsung dikuburkan tanpa dishalatkan. Jika ari-ari atau tali pusat boleh langsung dikuburkan baik dengan dibungkus kain atau benda lainnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  173. keumala

    salam alaikum
    ustadz…ooo ustadz…ada sehat?
    pagi tadi saya nonton khazanah di tv, bahasannya tentang sunnah rasul yang mulai ditinggalkan, salah satunya tetang meletakkan pembatas di hadapan ketika sholat, tujuannya mecegah orang lalu lalang di sajadah kita atau tempat sujud kita.
    trus, masalahnya apa ? gini, saya punya batita di rumah (just the two of us, nggak ada orang lain)…nak, bunda sholat ya…seringnya kalau saya sholat dia ikut gerakan sholat asal yg dia bisa tapi dia kerjakan dihadapan saya, di sajadah tempat saya sedang sholat, kadang kalau sedang duduk antara dua sujud atau tahyat, dia peluk…seringnya sih modar-mandir di depan saya ketika sholat. gimana tuh ustadz…hhmmm…makasiii

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Alhamdulillah, saya sehat..

      Maksud dari pembatas adalah usaha kita agar orang yang sudah mukallaf (sudah terbebani hukum) tidak melintas di depan kita. Kenapa ? Jika orang mukallaf tersebut dengan sengaja mellintas di hadapan kita yang sedang shalat, maka berdosalah ia. bagaimana dengan anak kecil ? balita belum mukallaf, jadi belum terbebani dosa. Tentu kita ingat bahwa dulu salah satu cucu Rasulullah SAW naik ke punggung beliau SAW ketika sujud,. Rasulullah menahan sujud beliau sampai cucu beliau tersebut turun karena khawatir terjungkal jika beliau langsung bangun.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  174. baim

    asalamualaikum wr.wb
    gini pak saya da masalah tentang hati
    saya tidak bisa meninggalkan kekasih saya dan juga keluarga saya yang membutuhkan saya sebagai tulang punggung keluarga msalah nya kekasih saya sudah d lamar orang karena saya tdk bisa memberikan kepastian sementara itu dari pihak keluarga sya membutuhkan saya utk biaya kuliah adik saya
    saya tidak bisa melepas kekasih saya karena dia rajin ibadah cuma dia perempuan yang saya kenal taat ibadah
    di dalam diri sya sedang terjadi konflik antara pikiran dan hati
    pikiran saya ingin membantu keluarga
    hati saya ingin segera menikahi nya sebelum di nikahi orang
    saya menjadi resah gelisah dan membuat saya tertekan sampai tidak bisa tidur dengan nyenyak sampai 1 bulan kemari sampai sekarang
    mohon saran dari ustad agar saya bisa menentukan sikap apa yg harus saya jalan kan
    demikian ustad mohon bantuan nya
    wasalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      manusia hanya bisa bisa berharap, berusaha dan berdo’a. Hasil akhirnya adalah mutlak wewenang Allah SWT. Mungkin saja anda tidak berjodoh dan waktu sekarang ini mungkin kurang tepat jika anda menikah. Jadi anda sebaiknya konsen membantu keluarga, jika nanti anda sudah mampu menikah, maka segeralah mencari pendamping dengan cara ta’aruf, kemudian lamar dan langsung menikah. Pacaran menurut saya tidak bermanfaat. Kenapa ? selain pemborosan juga sangat terbuka peluang maksiat. Yang betul adalah ta’aruf, lamar dan nikah.
      Ga bisa tidur sebulan ? sayang sekali, anda membuang energi secara sia-sia padahal anda bisa melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. mungkin anda terlalu terbwa hawa nafsu dan emosi sehingga sesuatu yang nada cita-citakan harus tercapai. Sedangkan kita tahu bahwa hasil akhirnya adalah Allah yang menentukan.
      Jadi, segeralah optimis bahwa jalan masih panjang dan anda akan mendapatkan wanita shalihah jika anda benar-benar lillahi ta’ala untuk menjalankan agama dengan maksimal.

      Wallahu A’lam

      Reply
  175. Dea

    Assalamu’alaikum pak Ustadz.., apakah ada perbedaan dalam berewudhu dan sholat antara laki2 dan perempuan (misal ; saat sujud, duduk diantara 2 sujud dll)? syukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Dalam wudhu tidak ada perbedaan. Adapun dalam shalat, wanita dianjurkan untuk merapatkan tangannya ketika sujud. Selain itu tidak ada perbedaan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        Assalamu’alaikum pak Ustadz.., jadi dalam berwudhu wanita tetap mengusap dahi sampai kebelakang dan kembali lagi kedepan?? jika ia., apakah hal ini bisa dilakukan diatas hijab/tidak melepas hijab? Karena selama ini saya hanya dahi dengan mengangkat sedikit jilbab.. wassalam

        Reply
        • Ridwan pkh

          membasuh kepal bagi perempuan, jika dalam kondisi yang tidak menyulitkan, maka boleh saja membasuh keseluruhan kepala. namun jika menyulitkan, cukup dengan mebasuh sebagian kepala, entah melepas hijab atau pun masih memakainya.
          Wallahu a’lam

          Reply
  176. Rudi

    Assalamu’alaikum wr.wb pak Ustadz..apa hukumnya seorang laki-laki melaksanakan sholat tanpa tutup kepala (peci, dll)? adakah hadist nya? mohon pencerahannya.. wassalam

    Reply
  177. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pak Ustadz

    Saya sudah membaca respon yang Pak Ustadz sampaikan atas pertanyaan saya. Mohon maaf sebelumnya, saya melontarkan pertanyaan ini karena saya kemarin mendengar pengajian dari seorang Ustadz sekaligus peneliti hadis (jurusan ushuluddin) di salah satu masjid, Padang. Saat itu temanya tentang rukun2 salat dan beliau berceramah panjang lebar. Yang saya tangkap dari ceramah beliau yaitu bacaan duduk di antara dua sujud (Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aaifinii wa’fuanii). Pada bacaan ini, kita tidak usah lagi membaca wa’fuanii sebab kita sudah membaca rabbighfirlii dan jika kita baca wa’fuanii terjadi pengulangan makna yaitu kedua kata ini maknanya maafkanlah aku. Kemudian pada bacaan doa iftitah (Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin). Ustadz itu mengatakan bahwa doa ini hanyalah setengah belum seutuhnya. Dan masih banyak lagi Pak Ustadz. Mohon Pak Ustadz tanggapan dari pertanyaan saya ini. Dan juga pertanyaan saya pada 10 Februari kemarin, Pak Ustadz bisa menjawabnya dalam hal ikhtilaf (perbedaan pendapat) para imam fiqh).

    Terimakasih
    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Berikut oertanyaan anda tanggal 10 Feb :

      1. Talaffuzh niyat ( membahasakan niyat) seperti membca ushalli dst, dibolehkan menurut imam 4 madzhab dan jumhur ulama.

      2. Mengenai bacaan iftitah, malikiyah berpendapat makruh, sedangkan jumhur berpendapat sunnah. Do’a iftitah sangat banyak, mungkin yang paling jarang dipilih adalah redaksi : subhanakkallahumma wa bihamdika, wa tabaarakasmuk wa taalaa jadduk wala ilaaha ghairuk. Adapun bacaan iftitah NU dan Muhammadiyah sebagaimana yang anda tanyakan semuanya berdasarkah dari Hadis Rsulullah SAW dan kita boleh memilih salah satu diantaranya atau membacanya berganti-gantian, hari ini allahu akbar kabira, besoknya Allahumma ba’id dan besoknya lagi sebagaiman redaksi diatas.

      3. Mengenai sighat salam : Madzhab hanafi berpendapat paling sedikit dengan mengucapkan “assalam”. Sedangkan Madzhab Syafi’I dan Hambali berpendapat bahwa lafazh yang paling minimal adalah assalam alaikum (syafi’I hambali)./ ke semua madzhab sepakat bahwa yang paling afdhal adalah menggunakan redaksi lengkap, yaitu : “assalam alaikum wa rahmatullah” dan mereka sepakat tidak danjurkan membaca wa barakatuh

      4. Untuk masalah taharruk (menggerakan ) jari ketika tasyahud, berikut :

      a. Imam hanafi berpendapat bahwa mengangkat jari ketika sampai pada kalimat “La” dan menurunkan kembali ketika pada kalimat “illa”

      b. Mazhab Maliki berpendapat bahwa menggerakan jari ke kanan dan ke kiri mulai dari awal tahiyyat sampai akhir.

      c. Madzhab Syafi’i berpendapat bahwa mengangkat telunjuk ketika mengucapkan “Illallaah”

      d. Madzhab Hambali : Mengerakkan jari ketika setiap kali membaca kalimat “Allah”

      Mengenai bacaan tasyahud yang populer adalah sebagaimana yang umum dibaca masyarakat kita.

      5. Jumhur berpendapat bahwa disunnahkan makmum membaca do’a iftitah sebelum imam memulai bacaan al Fatihah. Makmum mendengarkan bacaan Al fatihah ketika imam membacanya. Kemudian makmum membaca Al Fatihah ketika imam membaca surah setelah al fatihah. Bagaimana jika bacaan imam lebih pendek dari bacaan fatihah makmum ? makmum membaca alfatihah sepanjang bacaan imam walaupun fatihahnya belum selesai.

      Wallahu a’lam

      Reply
  178. nuzul

    Assalamualaikum, ustadz, maaf mau tanya jika ada jejak kaki kucing basah dijok sepeda motor, kaki kucing itu sebelumnya menginjak tanah yang basah (bekas air bilasan mencuci najis), jejak kaki kucing basah itu najis/suci? karena sebelumnya tanah itu basah karena air bilasan najis. mohon pencerahannya ustadz. jazakallohu khoiron.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      JIa air bilasan itu tidak bercampur dengan najis, maka air bilasan itu dihukumi musta’mal. Tapi jika air bilasan itu masih bercampur dengan najis, maka air tersebut mutanajjis.
      Jika airnya musta’mal, maka jok motor anda suci, tidak najis.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        Air bilasannya sudah beberapa kali ustad, saya membilas najisnya sampai 5 kali guyuran lalu airnya itu ngalir dihalaman rumah (tanah). lalu kucing itu melewati tanah basah tadi, lalu naik ke jok motor. kalau seperti itu bagaimana ustad, saya sich tidak tau persis apakah air pada tanah itu masih mengandung najis atau tidak.

        Reply
  179. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya perihal salat.
    1. Kapan kita mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud (tahiyat) awal dan akhir dan bagaimana bacaannya yang betul (berdasarkan cara Nabi Muhammad SAW.) dari masing2 tahiyat ini.
    2. Dalam membaca do’a iftitah itu sebenarnya bacaannya seperti apa (berdasarkan cara Nabi Muhammad SAW.) Saya pernah dengar bahwa bacaan do’a iftitah berbeda-beda seperti doa iftitah (orang2 muhammadiyah), doa iftitah (orang2 NU).
    3. Ketika kita salat berjama’ah, apakah yang kita baca (sebagai makmum) yaitu pada saat Imam selesai melakukan takbiratul ihram (sebelum membaca al-fatihah), pada saat Imam membaca al-fatihah, pada saat Imam membaca surah Al-Qur’an. Misalnya pada salat subuh, maghrib dan zuhur (ashar dan isya).
    4. Sebelum kita melakukan takbiratul ihram, bagaimana cara berniatnya apa diucapkan secara lisan atau di dalam hati dan apa hukum niat solat itu.
    5. Ketika diujung salat yaitu salam, apa bacaannya (berdasarkan cara Nabi Muhammad SAW.)
    Terimakasih

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebelum menjawab poin-poin yang ditanyakan, kita akan bahas terlebih dahulu istilah “Shalat menurut cara Nabi SAW”
      Istilah tersebut muncul baru-baru ini saja. Istilah ini tidak pernah muncul di zaman sahabat, tabi’in, tabiut tabi’in dst. Lalu timbul pertanyaan ; mengapa istilah tersebut tidak ada di zaman mereka ? jawabannya tentu sudah pasti, bahwa seluruh sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in dan jumhur ulama mereka seluruhnya sudah memahami bahwa mereka semua mempelajari shalat mereka sesuai dengan yang diajarkan Rasululluh. Imam yang empat tidak pernah meng-klaim bahwa hanya madzhab saya yang shalatnya mengikuti cara Nabi, madzhab yang lain tidak. Mereka para imam madzhab tentu memaklumi bahwa madzhab yang tidak dianutnya pun shalatnya pasti bersumber dari Nabi.
      Cuma masalahnya adalah, mengapa mereka sedikit berselisih pendapat tentang hal-hal yang sekiranya memungkinkan terjadinya beda pemahaman terhadap teks hadis mau pun tingkat kekuatan hadis. Misalnya mereka tidak semuanya sepakat bagaimana mengangkat jari telunjuk ketika tasyahud, apakah digerak-gerakan, ataukah cukup sekali menggerakan saja. Yang berpendapat menggerak-gerakkan mereka bersumber dari hadis (berarti memreka memakai cara nabi), yang berpendapat menggerakan sekali saja, mreka juga bersumber dari hadis (berarti cara mereka bertasyahud juga mengikuti cara nabi SAW). Kenapa, kok beda ? Ya tentu saja, karena masing-masing pendapat mengatakan bahwa hadis yang mereka jadikan sebagai dalil menggerakan telunjuk adalah paling shahih menurut mereka masing.
      Contoh kedua, sebagian ulama ada yang membaca iftitah dengan do’a Allhumma ba’id baini dst dan sebagian lagi ada yang membaca dengan Allahu Akbar Kabira dst. Kenapa, kok beda ? karena masing-masing mereka mempunyai dalil hadis bahwa nabi ketika iftitah membaca doa yang mereka hujahkan. Dan sebagian ulama lainnya berpendapat bahwa do’a iftitah, baik Allahu akbar kabiira atau pun redaksi lainnya yang bersumber dari hadis, boleh dibaca semuanya ketika ifitah.

      Dengan contoh dua kasus di atas, beranikah kita meng-klaim bahwa ulama madzhab yang kebetulan berbeda dengan madzhab yang kita anut mereka tidak mengikuti cara shalat Rasulullah ??
      Jadi, istilah “Shalat menurut cara Rasulullah SAW” itu kurang bijak. Istilah tersebut bisa diartikan bahwa yang tidak shalat seperti yang diajarkan menurut faham tersebut pasti tidak mencontoh nabi. Lalu jika mereka shalat dengan tidak mencontoh Nabi, pasti sahalatnya salah. Jika shalat tidak mencontoh nabi, pasti bid’ah shalatnya. Jika shalatnya bid’ah, pasti tidak diterima dan pasti masuk neraka !

      Jadi, mohon maaf, saya tidak bisa menjawab poin-poin yang Akhi Angga tanyakan. Mengapa ? Karena jika saya diminta untuk menjelaskan shalat yang katanya cara Nabi, tentu saya menyakiti imam madzhab yang tentunya lebih alim dari saya yang kebetulan berbeda pendpat dengan cara shalat madzhab yang saya ikuti. Mengapa demikian ? karena semua poin-poin yang Akhi Angga tanyakan merupakan ikhtilaf (perbedaan pendapat) para imam fiqh yang tentu mereka semua sangat mengeri hadis dan ilmu ilmu fiqh.
      Tapi jika yang antum tanyakan “bagaimana pendapat para ahli fiqh” tentang poin-poin sebagaimana yang akhi Anggga tanyakan di atas, Insya Allah saya menjawabnya dengan tanpa beban.

      Saya rasa demikian, Akhi Angga…

      Wallahu a’lam

      Reply
  180. Dedew

    Assalamualaikum Ustad,
    Sy ingin menanyakan sesuatu:
    Begini, saat ini di dalam diri sy masih kotor sekali: kemesuman, pisuhan, mencela tidak pandang bulu mulai dari keluarga hingga org lain, bayi hingga dewasa, intinya hampir semua nama yg disebut maupun orang2 yg sy temui atau pikirkan bahkan nabi dan tuhan bisa sy “serang” yg kadang bisa sy kendalikan namun kadang tidak bisa dan saking capeknya sy jadi malas sendiri dan barangkali hanya Allah dan psikolog yg mampu memahaminya krn sy sempat mengalami gangguan jiwa, hati, dan pikiran yg berat bulan lalu dan mungkin masih tersisa hingga saat ini meskipun sy masih dpt beraktivitas dg normal bahkan pada saat2 berat bulan lalu (kecuali utk sholat yg wajib khusyuk).
    Dalam kondisi spti kekotoran diri ini, apakah sy masih harus mempertahankan kerudung atau lepas saja sampai sy dapat menyembuhkn diri?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Saya turut prihatin dengan kondisi saudari.
      Berhijab bagi wanita muslimah adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar. Jadi, tidak perlu harus menunggu sembuh total untuk tetap berhijab.
      Semoga Allah meneguhkan iman anda dan memberikan hidayah dan inayah-Nya, aamiin..

      Reply
  181. Umar

    Assalamu’alikum P. Ustadz Yth.

    Saya ingin bertanya tentang sesuatu yang berkaitan dengan rezeki yang saya dapat, yang mana berpedoman pada hadits Rasulullah dibawah ini:
    “Barangsiapa yang kami tugaskan dengan suatu pekerjaan,lalu kami tetapkan imbalan (gaji),untuknya,maka apa yang dia ambil di luar itu adalah harta ghulul (korupsi)”. [HR. Abu Dawud dalam sunannya di kitab Al Kharaj wal Imarah wal Fa-i,bab Fi Arzaqul ummal,hadits no. 2943 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam shahih Abi Dawud dan Shaihhul Jami’ish Shaghiir,no. 6023.

    Berkaitan dengan itu, di kantor saya ada fasilitas internet. Pada jam2 kerja yang senggang, terkadang saya mengerjakan pekerjaan desain grafis yang ada dari klien luar, melalui fasilitas internet kantor. Atau dapat pula istilah keadaan saya ini dapat disebut dengan: “mengerjakan pekerjaan Freelance pribadi dengan fasiltas kantor”.
    Yang ingin saya tanyakan:
    Apakah rezeki yang saya dapatkan dari pekrjan Freelance tersebut halal tau haram?

    Sekian, ustadz pertanyaan dari saya, Terimakasih atas perhatiannya. Wassalamu alaykum wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam WR Wb.

      Tergantung.
      Jika di kantor anda sudah dibolehkan memakai internet di waktu senggang untuk digunakan secara pribadi, bukan urusan kantor, maka pekerjaan sampingan anda halal. Terus bagaimana kita tahu bahwa kantor membolehkannya ? Kita harus bertanya. Ah, ga enak nanyanya, malu. Sebaiknya tidak boleh malu untuk menegaskan kehalalan menggunakan fasilitas internet di luar keperluan kantorr.
      Dan ternyata jika sudah jelas peraturan dari kantor bahwa tidak boleh menggunakan fasilitas internet selain urusan kantor, maka pekerjaan sampingan bapak tadi menjadi haram karena menggunakan fasilitas tanpa idzin.

      Wallahu a’lam

      Reply
  182. dega

    assalamualaikum wr.wb..

    ustad saya mau bertanya, banyak yang saya lihat wanita berhijab tetapi sering telihat “bergibah” ngomongin orang di media social, dan berkata tidak mengenakan hati (membuat orang lain sakit hati) walaupun misalkan orang lain yang mereka bicarakan itu berbuat salah atau berbuat baik. dosakah ia dengan agamanya? karna sesuatu yang dia pakai tidak ia jaga dengan baik atau hanya sekedar menutup kepala saja.

    pernah saya mendengar pula juga seorang ustad berbicara, misal kamu punya 5 kekurangan dalam diri kamu, tapi salah satunya kamu sudah berani menutup aurat mu itu sudah lebih baik di bandingkan yang lain.

    nah, berkaitan dengan pernyatanyaan saya diatas. bagaimana perempuan yang berhijab itu hanya sedekar menutup auratnya saja, tetapi tidak menjaga lisan dan perilakunya? bahkan dengan umur yang cukup sudah dewasa dan ia pula sudah memiliki anak.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Manusia memang tidak ada yang sempurna. Idealnya memang seharusnya wanita yang berhijab dapat juga menghijab mulutnya dari perkataan tercela.
      Namun perlu difahami bahwa berhijab adalah suatu kewajiban yang tidak bisa ditawar. Artinya, semua orang muslimah apakah akhlaknya baik atau buruk semuanya wajib berhijab. Sama halnya dengan laki-laki, wajib menutup auratnya yaitu dari lutut sampai pusat. Kewajiban menutut aurat bagi laki mau pun perempuan tidak memandang apakah akhlaknya baik atau tidak.
      Ketika ditemukan ketidakbaikan pada seseorang, maka sesama muslim harus saling mengingatkan (wa tawaashau bil haqqi wa tawaashaou bishbr).

      Wallahu a’lam

      Reply
      • dega

        ya, manusia tidak ada yang sempurna.
        semoga orang yang berhijab bisa juga menjaga lisan dan perilakunya agar lebih mulia dengan apa yang sudah ia mulai (menutup aurat).

        terima kasih

        Reply
  183. dega

    assalamualaikum wr.wb..
    ustad saya mau bertanya, untuk menghilangkan rasa benci, kesal dan jengkel terhadap sama orang yang telah menyakiti kita itu selain beristigfar, apakah ada ayat dan doa yang bisa saya pelajari. agar penyakit hati kesal, jengkel, kepada orang lain cepat hilang.. terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda bisa mempelajari sirah nabawiyah (kisah Rasulullah SAW) atau mempelajari ayat-ayat berikut ini :

      Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”
      – (QS. Al-Imran: 133-134)

      “Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.”
      – (QS. Al-Araf : 199)

      “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.”
      – (QS. Al-Baqarah : 263)

      “Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa.”
      – (QS. An-Nisa : 149)

      “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan ) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”
      – (QS. Asy-Syura : 43)

      Walahu a’lam

      Reply
  184. dega

    ustad saya mau bertanya, dosakah atau hukumnya apa ? apabila kita mengklaim pengobatan kepada perusahaan, sedangkan sebenarnya klaim tersebut sudah dibayarkan oleh asuransi lain (bukan dari perusahaan). ibaratnya kita tak mengeluarkan uang untuk pengobatan tetapi malah mencari/mendapatkan pendapatan dari mengklaim tersebut. karna banyak sekali yang saya lihat orang-orang meng double klaimkan pengobatannya.. terima kasih

    Reply
  185. Fadli

    Ass ustad saya mau bertanya…
    1. Bolehkah orang yang sudah berwudu makan atau minum..
    2. Seorang Bapak menikah lagi setelah istri pertama nya meninggal,, pada waktu si Bapak menikah lagi, si Bapak memberikan Beberapa warisan nya kepada anak-anak nya dari istri pertamanya dan juga memberikan sebagaian kepada Istri kedua nya… dan Si Istri Kedua nya mendapatkan rumah dari pembagian tersebut untuk ditinggalinya bersama kedua anaknya yang dilahirkan hasil pernikahannya dengan si Bapak.. dan pada kemudian hari si Bapak Meninggal Dunia… yang menjadi pertanyaan saya…
    1. Apakah ada hak anak-anak dari istri pertama si Bapak terhadap rumah yang di dapati oleh istri kedua si Bapak, sementara si Bapak dahulu telah membagi-bagi kan harta nya kepada Anak-anak dari Istri Pertama Bapak itu..
    2. Semasa bapak itu mengalami sakit dalam keadaan gawat darurat si Istri kedua menjual tanah,.. yang tanah itu didapat pada masa perkawanin nya dengan si Bapak. (bukan pada masa Istri Pertama) dengan maksud dapat membantu biaya pengobatan si Bapak. dan Tanah itu tidak diketahui oleh anak-anak dari Istri Pertamanya termasuk pada waktu menjualnya, (si Anak-anak dari Istri Pertamanya juga tidak mengetahuinya)… namun uang dari penjualan tanah itu masih bersisa setelah di keluarkan untuk pengobatan,…. apakah sisa uang tersebut harus dibagi rata kepada mereka ( si Istri kedua, anak nya dan Anak-anak dari Istri Pertama)
    3. Bagaimana dengan anak-anak yang si Istri kedua (hasil pernikah dengan si Bapak) apakah dia mendapatkan lebih besar dari anak-anak dari istri pertama..
    terimakasih ustad atas jawabanya…..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Makan dan minum tidak membatalkan wudhu.

      2. Harta yang diberikan bapak kepada anak-anaknya dan kepada istri kedua tidak bisa disebut harta waris. Harta tersebut dinamakan hibah. Kenapa dinamakan hibah ? karena harta tersebut diberikan beliau ketika beliau masih hidup. Disebut harta waris ketika bapak meninggal dunia lalu hartanya diberikan kepada ahli waris sesuai hukum waris. Karena harta hibah, maka besaran atau pengaturannya diserahkan sepenuhnya kepada yang memberikan, dalam hal ini bapak. Ketika harta hibah diberikan kepada seseorang, siapa pun itu, maka kepemilikan hak sudah sepenuhnya berpindah. Hak kepemilikan sudah sepenuhnya dipegang oleh orang yang diberikan hibah. Jadi, semua harta hibah yang diberikan ayah apakah itu rumah atau yang lainnya, maka sudah menjadi hak penuhnya. Begitu pun dengan anak-anaknya, baik anak dari istri pertama mau pun kedua.

      Wallahu a’lam

      Reply
  186. nuzul

    Assalaamualaikum, ustadz, jika kita BAK di WC dengan jongkok, lalu kita istinja (saat istinja, ada kemungkinan air basuhannya mengenai bagian tubuh sekitarnya, seperti bokong dan paha) najiskah air basuhan yg mengenai bagian tubuh lain itu? jika najis bagaimana cara mensucikan nya? cukup di lap oleh tangan kah? krn jika harus diguyur oleh air, menjadi sulit krn posisi menggunakan celana yg tergulung. sebelum istinja apakah harus mengurut2 kemaluannya agar sisa kencing bisa keluar semua atau cukup dg berdehem? mana yg dilakukan rosulullah berdehem saja/mengurut2 kemaluan? jazakallohu khoiron katsiron ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Jika air basuhannya masih bercampur dengan sisia kotoran, maka dihukumi najis. Tapi jika tidak bercampur, (basuhan lanjutan), maka dihukumi musta’mal
      2. Dua-duanya boleh. Yang penting tidak ada sisa najis yang masih menempel di kemaluan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        1. Bagaimana cara mengetahuinya Jika air basuhannya masih bercampur dengan sisia kotoran/sudah suci? berapa kali?
        2. Dua-duanya boleh. Yang penting tidak ada sisa najis yang masih menempel di kemaluan, Bagaimana cara mengetahui bahwa najis masih menempel pada saluran kemih? lalu cara mengurut2nya dari mana sampai mana? jika setelah istibro itu ternyata masih tersisa disaluran kemih, bagaimana ustad, padahal saya sudah istibro dan berdehem2?

        Reply
        • Ridwan pkh

          1. Air basuhan pertama tentu masih bercampuir dengan kotoran. Basuhan kedua kemugkinan masih ada sedikit, basuhan ketiga sudah bersih

          2. Cara mengurutnya perlahan dimuali dari kepala zakar sampai ke ujung tempat keluar air seni atau dengan cara meletakkan jari telunjuk tangan kirinya di bawah pangkal dzakar dan ibu jarinya di ujung dakar. Urut pelan2 tiga kali sampai najisnya keluar.
          Sisa najis biasanya dapat dirasakan. Jika sudah beristibro’ ya tinggal yakinnya saja bahwa semua najis yelah keluar, jika belum yakin namanya was-was. Was-was harus ditinggalkan agar jangan menyulitkan diri.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • nuzul

            Maaf ustad, bagaimana jika ternyata yg terciprat pada paha dan (maaf) bokong itu basuhan yg pertama, apakah boleh cipratan air itu saya bersihkan dg cara menyapu/melap dg tangan kiri yg sebelumnya saya guyur terlebih dahulu dg air(sebanyak tiga kali). apakah cukup mensucikan dg seperti itu? jazakallohu khoiron katsiron

  187. rahma

    Asalamualaikum ustadz…..saya mau menanyakan
    1.jika nazis mugholazoh yg hukmiah maka hukumnya sama dengan najis yang lain?maksudnya mencucinya tidak perlu sertu?cukup dilap saja?
    2.jika kita sudah mensertu tapi dengan pasir pantai bukan karena tidak ada tanah tapi karena kedangkalan ilmu yg menganggap pasir oantai juga tanah,apakah kita harus mensertu ulang?….kejadiannya sdh beberapa tahun lalu tapi bendanya masih ada dirumah saya baru mengetahui sekrg kalau padir bisa digunakan bila tidak ada tanah……terimakasih ustadz

    Reply
  188. irma

    ass…ustasz ya mau tnya app yang hrus sya lakukan ketika melihat suami saya berjinah mata ??

    Reply
  189. Anonymous

    Ass… ustadz ,,gmna hukumny / bleh tdak potong kuku ,keramas,potong rambut sewaktu kita dlm keadaan menstruasi ?? Terima kasih sebelumnya USTADZ,,Wassalam -

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Boleh. Dan setelah kuku dipotong atau rambutnya rontok tidak perlu disimpan dan diajak mandi junub. Perbuatan tersebut menurut jumhur ulama tidak ada dalilnya.
      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  190. Fadli

    Ass… ustad. apakah hukum nya melalukan hubungan suami istri setelah istri baru halangan sebelum istri mandi wajib…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      haram. Istri hanya boleh digauli ketika haidnya selesai dan mandi wajib. Jika terlanjur berjima’ sebelum mandi wajib, maka bertaubatlah dan perbanyak istighfar ( jumhur ulama )

      Reply
  191. hamba Allah

    Assalamuallaikum ustadz, saya menyampaikan pertanyaan dari sahabat saya.

    Ada permainan yang bernama “Roleplayer” didunia maya, mereka memainkan peran idolanya. Dan tidak saling mengenal satu sama lain, karna mereka berubah peran. ternyata permainan tersebut menimbulkan zina secara tidak langsung kepada pelakunya seperti *maaf berhubungan suami isteri melewati tulisan. Pertanyaan saya apakah pelaku tersebut menerima dosa besar seperti dosa orang yang secara langsung melakukannya? Apakah taubat sang pelaku tersebut akan diterima? Dan bagaimana menghapus dosa besar tersebut karna sahabat saya sangat menyesal telah melakukannya? saya sangat mengharapkan balasan ustadz untuk membantu sahabat saya kembali kejalanNya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditanya apakah berdosa ? jawabannya ya pasti berdosa, namun apakah dosanya seperti zina betulan ? jawabnya tentu wallahu a’lam. Tapi perbuatan tersebut tentu termasuk dosa besar.
      Apakah diampuni ? Jika benar-benar bertaubat dan tidak mengulangi lagi, insya Allah diampuni Allah SWT.

      Wakllahu a’lam

      Reply
  192. Siti aisyah

    Assalamualaikum ustad .
    Saya mau nanya lebih baik manakah antara :
    1. Berhijab disekolah tapi di luar sekolah memakai pakaian seksi
    2. Tidak berhijab tapi selalu memakai baju dan celana yang sopan .
    Dan apakah balasan untuk orang yang lepas pasang hijab sesukanya ?
    Trimakasaih , assalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditanya lebih baik mana, tentu saya memilih nomor 2. Tapi kenapa tidak ada pilihan nomor 3 : Berjilbab dengan baik di mana saja.
      Wallahu a’lam

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ya, umumnya 40 hari, tapi jika belum 40 hari darahnya sudah berhenti, maka segera mandi wajib. Menurut ulama syafi’iyah, darah nifas paling lama 60 hari.

      Wallahu a’lam

      Reply
  193. afdu rohman

    Assalamu’alaikum ustadz
    saia mau tanya, hukum mencukur rambut kepala di malam jum’at?
    mohon di jelaskan

    Reply
  194. rahma

    Asalamualaikum ustad
    saya mau menanyakan
    1.apakah najis mugholazoh yg telah kering ( jejak atau air liur anjing)hukumnya hukmiah yg hilang dengan dipel atau perlu disertu?
    2..jika nsjis mugholazoh telah di sikat dan dikeringkan apakah jadi suci walau tidak disertu
    3.apakah sah sertu dengan menggunakan padir panti?….asumsi saya pasir pantai adslah tanah juga…..terimakadih ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Jika sudah hukmiyah, maka boleh dipel.
      2. Jika keringnya alami, maka statusnya menjadi hukmiyah dan tidak perlu disertu. tapi jika sengaja dikeringkan, maka tetap mengikuti kaidah, harus disertu
      3. Dalam kitab Mughnil Muhtaj, juz hal 137 Terbitan darul ma’fifah, Beirut, Lebanon, disebutkan bahwa debu pasir bisa menggantikan tanah jika tanah sulit didapat.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • rahma

        Terimakasih ustad atas jawabannya…adapun saya dulu pernah sertu dengan pasir pantai karena anggapan saya itu adalah tanah juga..dan memudahkan saya ambil tanah karena posisi saya ada dekat pantai….jika pasir pengganti bila tidak ada tanah saja…apa saya harus mengulang sertu barang2 saya?….kejadiannya sdh beberapa tahun lalu….oh ya ustad jadi walau najis itu mugholazoh jika telah kering na menjadi hukmiyah yang hukum nya srperti najis lain yg bukan mugholazoh ya ustadz? Jadi disucikannya tidak petlu sertu?….terimakasih ustadz

        Reply
  195. Ria

    Assalamualaikum ustad saya ingin bertanya,
    apakah benar tukang gambar akan mendapatkan siksa yang berat di neraka dan diharmkan untuk menggambar. Sebetulnya gambar seperti apakah yang tidak di perbolehkan?
    Karena saya adalah mahasiswa arsitektur yang keseharianya tidak lepas dari kegiatan menggambar. Entah itu bangunan ataupun membuat gambar yang memperjelas desain serta aktivitas manusia di dalamnya. Apa itu juga termasuk gambar yang di haramkan? mohon penjelasanya . terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang dimaksud Al Mushawwiriin (tukang gambar ) dalam hadis adalah “tukang pembuat patung “. Adapun gambar 2 dimensi, animasi, foto dll tidaklah termasuk.

      Wallah a’lam

      Reply
  196. No Name

    Ustadz saya ada permasalahan sangat pelik

    Saya memiliki was was bisikan yang mengatakan bahwa ketika saya melakukan sesuatu maka saya telah batal keislaman saya, meskipun saya sendiri tidak mempercayainya.

    Dan saya menganggapnya angin lalu, karena saya pernah membaca selama tidak di ucapkan atau di praktekkan maka insya Allah itu tidak berdosa Dan adanya hal itu merupakan tanda keimanan yang jelas

    Namun suatu hari, tiba – tiba saya merasa was was itu tiba2 hilang dan entah apa yang ada di pikiran saya kenapa saya berpikir bahwa was2 yang hilang itu juga berarti tanda keimanan saya juga hilang.

    Lalu tidak tahu kenapa, saya mencoba mengecek dengan melakukan perbuatan yang dibisikkan was2 tersebut untuk mengecek bahwa apa benar was2 saya sudah hilang.

    Kemudian saya tiba2 saja merasa ingat kalau saya tidak boleh mempraktikan apa yang diucapkan was2 tersebut.

    Saat ini saya sangat takut sekali dan saya sudah beristighfar dan bertaubat dan mengulang syahadat saya takut kalau status keislaman saya sudah tercabut.

    Saya sudah mengulang – ulang istighfar, taubat dan syahadat saya, tapi rasa takut itu tetap ada.

    Yang ingin saya tanyakan :

    1. Apakah status keislaman saya itu sudah benar – benar tercabut atau itu cuma was2 saa dari setan ? Karena di satu sisi, saya merasa bahwa saya ingin mengecek apakah was2 saya sudah hilang atau belum namun di satu sisi saya merasa telah “bermain” dengan agama (na’udzubillah min dzalik)

    2. Apakah taubat saya sudah benar ?

    3. Apakah taubat saya tetap benar jika saya masih melakukan maksiat lainnya ?

    4. Lalu, jika taubat saya sudah benar berarti apakah saya ini sudah islam / masih islam, karena saya takut saya tidak bisa memulai keluarga karena syarat menikah itu adalah islam dan terlebih lagi sangat takut jika saya meninggal namun saya tidak menyadari bahwa status keislaman masih “remang – remang” (na’udzubillah min dzalik) ?

    Terima kasih atas perhatiannya sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda masih islam karena tidak menyatakan murtad. Menurut saya anda sedang dilanda gannguan syaithan atau jin, sebaiknya dibantu dengan ruqyah syar’iyyah. Anda bisa mendatangi tempat terapi ruqyah terdekat atau minta diruqyah oleh ahlinya.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • No Name

        Alhamdulillah kalau saya masih islam. Sebenarnya, dulu saya ibadah ya gak terlalu serius amat. Gak ada pikiran macam – macam.

        Tapi waktu browsing di internet, ketemu artikel yang kelihatannya mengandung paham khawarij. Karena takut mengundang permusuhan, saya gak mau sebutin judulnya disini.

        Jadi selepas itu, saya agak ketakutan sendiri setiap ngelakuin sesuatu.

        Reply
      • No Name

        Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

        Saya pikir untuk masalah ini, saya juga perlu belajar tentang ilmu agama untuk mengatasinya. Karena masalah ini timbul bukan tanpa alasan, melainkan setelah membaca sebuah artikel yang berjudul “Kafir tanpa Sadar” (anda bisa edit judulnya jika takut menimbulkan fitnah)

        Seringkali ketika hendak melakukan perbuatan kotor (bukan maksiat), tiba – tiba muncul was was dari setan sehingga seolah dengan perbuatan kotor tersebut saya menghina (maaf saya tidak bisa menyebutkan saya menghina Siapa karena takut, tapi anda mungkin bisa menebaknya).

        Dulu sebelum membaca artikel ini saya juga pernah mengalami was was semacam ini, dan Alhamdulillah saya bisa menghilangkannya dengan beristighfar dan was was itu hilang sendiri.

        Namun, setelah membaca artikel tersebut dan ditambah faktor lingkungan saya tinggal yang meskipun bisa beribadah dengan bebas namun tentu saja tidak bebas dari berbagai fitnah, sehingga menyebabkan saya takut segala perbuatan saya bisa menyebabkan kafir tanpa sadar. Sehingga was was tersebut malah menjadi semakin kuat

        Saya pernah membaca Dan ketika saya berpikir itu hanya ilusi dari setan yang menyebabkan saya seolah – olah melakukan perbuatan keji tersebut, was was itu hilang namun kemudian timbul pikiran bagaimana jika saya telah kafir tanpa sadar (na’udzubillah min dzalik) lalu was was tersebut muncul kembali

        Jujur, saya sangat lelah dengan semua ini, bukan hanya ibadah saya yang terganggu, namun juga pekerjaan dan hidup saya menjadi berantakan karena terus memikirkan hal ini

        Dan adakalanya saya ketika memulai suatu ibadah saya biasanya membaca syahadat lagi dan ini tentu saja membuat saya sendiri merasa aneh dan stress.

        Dan dengan kondisi saya ini, Kalau bukan karena selalu teringat bahwa kita tidak boleh berputus asa dari rahmat Allah subhanahu wa ta’ala, saya tidak tahu saya sekarang sudah jadi apa (na’udzubillah min dzalik), saya yakin saya masih Islam, namun saya takut untuk melakukan beberapa ibadah sunnah dan wajib, seperti nikah dan haji karena takut ibadah tersebut tidak sah. (na’udzubillah min dzalik)

        Dan yang mengejutkan lagi, rupanya saya tidak sendirian dalam masalah ini meskipun berbeda penyebab, ada juga yang memiliki kasus yang hampir sama dengan saya dan ada juga yang nasibnya hingga bunuh diri (na’udzubillah min dzalik) karena tidak kuat mengatasi bisikan ini dan itu menimpa seorang yang lebih muda dari saya. Dan saya tidak ingin nasib saya berakhir seperti itu.

        1. Saya pernah membaca suatu artikel yang intinya bahwa jika timbul pikiran yang “nyeleneh”, maka itu datangnya dari setan dan saya bebas dari kesalahan. Dan berdasarkan artikel tersebut nafsu jiwa kita tidak memiliki kecenderungan buruk untuk hal tersebut, jikalau ada maka hal tersebut hanyalah seputar hal – hal yang naluriah, mungkin semacam harta, wanita dan jabatan.

        Jadi bolehkah saya menganggap saya tidak bersalah meskipun saya melakukan perbuatan sesuai dengan bisikan tersebut, dengan menganggap bahwa itu ilusi setan seolah – olah saya yang melakukan perbuatan buruk dan berprasangka baik pada diri saya sendiri bahwa saya tidak mempunyai niat atau keinginan berbuat buruk ?

        Karena “ilusi” tersebut selalu muncul pada saat saya melakukan “perbuatan kotor” tersebut, dan saya hampir tidak bisa menolaknya meskipun saya tidak menyukainya dan menginginkannya sehingga saya merasa benar – benar melakukannya. (na’udzubillah min dzalik)

        Karena dengan anggapan tersebut dan diiringi dengan istighfar dan dzikir kepada Allah, insya Allah menurut saya pikiran buruk tersebut bisa hilang dengan sendirinya

        2. Ada beberapa hal yang saya takutkan pada diri saya bisa menyebabkan kafir tanpa sadar (na’udzubillah min dzalik).

        Saya suka mempelajari budaya asing di beberapa bagian dunia sehingga adakalanya timbul rasa suka saya pada budaya asing dan adakalanya itu mungkin nampak pada gaya bicara, pakaian dan pikiran saya, kesukaan saya dengan “keindahaan” festival mereka meskipun jika saya di undang insya Allah saya menolak karena bertentangan dengan syariat islam, dan kesukaan saya dengan individu – individunya karena sifat yang mereka miliki, seperti tekun dan disiplin tapi insya Allah saya tidak sampai membela mereka terlalu berlebihan, terlebih bila mereka telah berani bersikap lancang terhadap Islam.

        Adakah kesukaan saya tersebut benar – benar dapat menyebabkan hal tersebut ? (na’udzubillah min dzalik) Bolehkah saya menganggap diri masih islam namun saya mengakui saya telah berdosa karena kesukaan tersebut ?

        3. Benarkah seseorang bisa dihukumi kafir tanpa sadar ketika melakukan suatu perbuatan meskipun mereka tidak menginginkannya ? Saya tidak mengingkari betapa haramnya perbuatan tersebut, namun setahu saya, perlu diperhatkan syubhat – syubhat yang mengitari sang pelaku tersebut sebelum diberikan “penghukuman semacam itu” ? Dan dalam kondisi dunia dan kondisi saya ini, apakah saya masih bisa dikatakan bebas dari “penghukuman” tersebut karena syubhat ?

        4. Lalu katakanlah jika perbuatan kafir tanpa sadar tersebut benar – benar bisa terjadi, bagaimanakah cara menebusnya ? Apakah dengan terus menerus mengulang syahadat ? Atau cukup beristighfar setiap hari untuk menebusnya ?

        5. Apa anda bisa mereferensikan kepada saya artikel untuk masalah semacam ini atau mungkin tempat yang bisa saya jadikan konsultasi agama lebih lanjut jika ada di Surabaya bagian selatan.

        Maaf sebelumnya jika pertanyaan saya terlalu memberatkan, namun mengingat kondisi saya saat ini, maka saya sangat butuh menanyakan pertanyaan ini karena ini berhubungan langsung dengan hidup saya.

        Kalau ditakutkan timbul fitnah dari pertanyaan ini, anda bisa mengirim jawabannya ke email saya di ikiemailrahasia@gmail.com dan menghapus komen saya ini

        Reply
  197. ana

    Ass… ustadz ,lama nya masa nifas tu 40 hr hbs melahirkan atau pendak dino kata orang jawa misal nya rabu pon ya rabu pon bulan depan nya , trimakasih ,,, wassalam

    Reply
  198. Tika Febrianti

    Assalamu’alaikum ustadz/ah..
    Saya seorang wanita, selepas kerja saya seringkali bingung sebaiknya menunggu waktu pulang jika sudah selesai shalat maghrib atau langsung pulang saja ke rumah dan tetap shalat maghrib meski waktu yang tersisa tinggal 15-20 menit lagi. Menurut ustadz/ah yang mana yang lebih baik?
    Apakah saya menunggu shalat magrib dulu baru pulang meski sampai rumah malam sekitar jam 20.30 atau
    Langsung pulang ke rumah dan shalat magrib meski waktu magrib yang tersisa hanya tinggal 15-20 menit lagi?
    Mana yang lebih baik?
    Mohon arahannya..
    Terima kasih
    Wassalamu’alaikum

    Best Regards,
    Tika Febrianti

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Selagi tidak memberatkan, sebaiknya shalat terlebih dahulu baru pulang. Mengapa demikian ? kita tidak bisa memastikan bahwa kita bisa shalat di rumah. Bagaimana jika Allah mencabut nyawa kita di perjalanan ?

      Wallahu a’lam

      Reply
  199. hamba Allah

    Assalamualaikum
    ustad saya mau tanya jika kita sholat berjamaah pada zuhur dan asar dngn suara imam yang lirih / tidak bersuara, apakah hukumnya jika surat yang kita baca setelah al fatihah berbeda dngn imam sholat kita, dikarenakan kita tidak tahu imam kita membaca surat apa.
    terima kasih ustad.

    Reply
  200. edo

    Saya Ingin bertanya, saya selalu memiliki masalah dengan kakak kandung saya, setiap ada masalah saya coba untuk mengalahi, saya pikir dengan mengalahi saya bisa meredam emosi kakak saya, tetapi jika masalah muncul kakak selalu mengadu ke ibu saya dan ibu saya langsung saja percaya tanpa mau mendengarkan aduan saya, saya lelah dan sakit hati tiap seperti ini, padahal kakak selalu mengatai saya dengan kata kata kasar tp tetap ibu selalu membela kakak, apa yang harus saya perbuat
    Mohon bantuannya terimakasih
    Wassalamualaikum.wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Agar ibu anda dapat percaya, anda harus mengajukan atau melampirkan bukti jika perlu saksi yang mendukung anda.
      Jika hal tgersebut sudah dilakukan namun ibu masih saja belum percaya, sebaiknya bersabar. Kebenaran akan terungkap walau pun tidak sekarang. Jika anda bersabar, pahala akan didapat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  201. muhammad faisal

    asslamualikom wb.wr
    saya mau bertanya ni pak ustat tentang tanggung jawab sebagai seorang suami..

    => bagai mana tanggung jawab seorang suami diakhirat nanti jika istrinya tidak mau disuruh solat, misalnya, bila disuruah solat jawapannya malas, jika dipaksa ujung-ujungnya bekelahi dan tidak menyapa suami sampai berminggu-minggu, adakah suami yang mempertanggung jawabkan dosa siistri tersebut diakhirat nanti pak ustat dan gimana solusi terbaik untuk saya pak ustat..

    mohon bantuannya pak ustat…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bapak sudah menjalankan kewajiban dengan baik, apabila istri masih seperti itu, bersabarlah dan berdolah kepada Allah agar istri bapak disadarkan dan mau mendirikan shalat.

      Sebetulnya, istri yang membangkang perintah suami untuk shalat, boleh saja diceraikan, tapi sebaiknya bersabar saja.
      Bapak tidak dituntut di akhirat karena sudah menjalankan kewajiban untuk mengingatkan istri.
      Wallahu a’lam

      Reply
  202. lia

    assalamualaikum. ustad, dzikir apa yang paling baik untuk sholat hajat. dan apakah boleh membaca istighfar lebih dari 100 kali.

    wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wbb.

      Tidak ada dalil khusus untuk dzikir yang oaling baik setelah shlat hajat. Jadi, dzikir apa saja boleh, terutama istihfar, shalawat, La ilaha illallaah tau pun membaca Al Qur’an.
      100 kali ? boleh saja.
      Wallahu a’lam

      Reply
  203. Fadli

    Ass. Ustad…. saya ingin bertanya :
    1. apa boleh makmum membaca ayat pendek ketika rakaat 3 dan 4
    2. Apa boleh shalat jamak berjamaah…
    3. Apakah ada istilah masbuk untuk shalat jum’at..?
    terimaksih ustad… semoga kita selalu dirahmati Allah SWT… amin

    Reply
  204. Heri Riawan

    Assalamualaikum wrwb,

    Semoga Bapak Kyai selalu dirahmati Alloh SWT. Aamiin
    Pak Kyai saya Heri Riawan dari Garut, Alhamdulillah saya murid Bapak Kyai-permirsa setia Pengajian Kajian Kitab Kuning Shahih Bukhari TVRI setiap Minggu pagi, namun dikarenakan satu hal ada kalanya saya tidak mengikuti acara tsb.
    Pak Kyai saya membutuhkan video lengkap dari awal mulai acara tsb disiarkan hingga yang terakhir, mohon bantuan bagaimana caranya untuk memperoleh video rekaman siaran acara tsb.
    Demikian atas bantuan Bapak Kyai saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.
    Wassalaamualaikum wrwb.
    Heri Riawan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Untuk video dalam bentuk DVD, kami belum sempat memprosesnya, tapi bapak bisa menyaksikan rekaman video-video tersebut di warungustad.com. Caranya pilih author : Lutfi fathullah, Ma, Dr, klik, kemudian pilih video bliau yang bapak ingin saksikan.

      Reply
  205. nuzul

    Ridwan pkh

    Wa alaikumus salam wr wb.

    Jika konsinya kotor, kemungkinan besar genangan tersebut najis. Tapi sekali lagi itu hanya zhan (dugaan) yang bertujuan untuk kehati-hatian. Jika nyipratnya cuma sedikit, maka dima’fu (ditolelir, tidak perlu dibersihkan dan boleh langung digunakan untukk shalat). Tapi jika banyak, sebaiknya dicuci saja dengan air sampai kotornya hilang.
    Wallahu a’lam

    February 2nd, 2015 Reply
    nuzul

    maaf ustadz, ukuran sedikit itu seberapa ya? kira2 jika segenggam tangan(cipratannya) bagaimana ustadz?
    terkena celana hitam, tidak terlihat kotor dicelana, namun ada bekas basah cipratannya(berupa basah saja)kira2 setepak tangan. terima kasih banyak ustadz

    February 2nd, 2015 Reply
    – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab/#sthash.po1N2Ukq.dpuf

    Reply
    • Ridwan pkh

      Ukuran banyak atau sedikitnya adalah menurut urf (adat) atau pandangan orang pada umumnya. Saya rasa cipratannya segenggam tangan termasuk banyak. Yang termasuk sedikit misaknya satu atau dua tetes. Untuk kehati-hatian sebaiknya dianggap najis saja. Jadi jika celana tersebut sudah terlanjur digunakan untuk shalat, sebaiknya anda mengulang shalat untuk kehati-hatian. Untuk besoknya, jika celana anda terkena cipratan yang agak banyak sebaiknya dicuci saja atau menggunakan sarung atau celana cadangan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  206. dita

    assalammualaikum ustad.. saya mw sharing n minta penjelasannya..
    ortu saya buka warung bakso n mie ayam,, besoknya d sblah buka warung lalapan,,
    dr awal saya n ibuk merasa ada yg mengganjal, awalnya warung kami rame lama” makin surut, bahkan siang rame tp setelah magrib jg prnah sepi mati tdk ada pembeli.. kami buka warung tanpa embel” ini itu hanya dengan niat lillahi ta’ala…
    tp,, org” yg ditemui ibuk di pasar dimnapun slalu pertanyaan aneh” n slalu mengingatkan untuk hati” n menyuruh banyak” baca shalawat.. tp lama” warung kami tetap dan smakin mati ada yg bilang warung kami ditutup ghaib..
    pegawai warung sebelah sering beli di tempat kami,, bahkan tempat usahanya jual rokok juga, tp malah sering beli rokok ditempat kami,, kami makin curiga, soalnya tiap kami tanya ada ajja alasan yg tidak masuk akal..
    tidak lama stiap hr saya putarkan surat” rukyah usaha di hp saya seperti (alfatehah, annas, alfalaq, al ikhlas, ayat kursi)saya n ibuk jg slalu baca shalawat..
    intinya warung sebelah ingin mengusir usaha kami, padahal jual kita tidak ada yg sama dari segi masakannya…
    dan bapak malah kena saur atau bisa disebut kena aji” dr sebelah… lumpuh bagian kiri kaki n tangan..
    dan setelah itu kami tutup untuk beberapa hari,, saat buka kembali mereka bertanya kenapa kok tutup?? saya jwb : ibuk repot rapat banyak tamu n pesanan… mereka pun terlihat dengan wajah jengkel dan tidak senang karena kami tetap bertahan untuk warung kami..

    saya minta penjelasan dan bantuan untuk kami sekeluarga n usaha kami pak ustad..!!! terimakasih sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Menurut saya, jika memang sebelah terbukti atau kita curiga dia berbuat jahat, maka sebaiknya anda terus melakukan ruqyah. Jangan berhenti, terus lawan dengan ruqyah. Minta bantuan ahli ruqyah agar hasilnya maksimal.
      Kita memang tidak bisa pungkiri bahwa di mana saja pasti saja ada orang zhalim yang hasad kepada kita atau keluarga kita atau usaha kita.
      Semoga pertolongan Allah selalu menyertai anda sekeluarga, aamiin
      Wallahu a’lam

      Reply
  207. SUFIAH AYU LOGITA

    Assalamu’alaikum wr. wb,
    ustad, jika pernah berkata hendak kurban di taun ini, tetapi belum bisa melakukannya , apakah itu termasuk hukum nazar dan apakah berdosa jika taun ini belum bisa berkuran, sukron.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika baru ingin, maka belum dikatakan nadzar. Tapi jika anda mengatakan saya janji atau saya nadzar, maka berlakulah nadzar.
      Wallahu a’lam

      Reply
  208. maria ulfa

    assalamu’alaikum ustad, saya dapat uang warisan 100jt zakatnya kan 2,5% sedangkan saya punya sekolahan(sekolahan milik sendiri) lantainya blum di keramik bolehkah untuk digunakan hal tersebut atau kirim doa untuk orang tua almarhum untuk memasuki rumah baru.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Ibu tidak langsung wajib zakat. Zakat harta harus menunggu satu tahun (haul) dan mencapai nishab. Jadi sebaiknya ibu infaqkan saja sebagian harta tersebut untuk sarana pendidikan atau yang lainnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  209. sukmahandika

    Asslm Ustad , gimana caranya untul mengirimkan pertanyaa di web ini pak ustad ,saya ingin menanyakan sesuatu …

    Reply
      • sukmahandika

        Asslamualikum ….. saya mau bertanya ustad …!
        kejadiannya seperti ini :
        saya pernah memesan Hand phone di salah satu toko Online di internet ,berhubung harga yg ditawarkan ditoko td agak sedikit mahal ,maka saya urungkan untuk membayarnya ….. ( secara otomatis dalam 24 jam jika tidak dibayar maka transaksi dibatalkan ” menurut system toko tersebut “),tetapi setelah beberapa hari ,barang itu datang kerumah ,dan saya check di invoice yg tertera dan di pesanan saya semua sudah lunas di bayar ,tp saya tidak tahu siapa yg membayarkan karena memang saya tidak pernah melakukan transfr ,kemudia saya konfirmasi ke toko online tersebut ,saya meminta no req dan nama si empu req tersebut ,tp pihak toko menolak memberi tahunya ,mereka hanya menjawab kalo barang saya sudah lunas dan berhasil di kirim kealamat yg bersangkutan ,
        kemudian saya tanyakan kembali ,kira2 seperti ini :
        saya : apakah barang yg saya terima ini bisa saya pergunakan ,takutnya nantinya ada tututan
        dikemudian hari
        admin toko : tidak ada pak ,untuk product tersebut telah berhasil pembayarannya
        saya : jika ada keluhan yg berhubungan dengan product tersubut silahkan hub di 0852…….. ( no hand
        phone saya )
        pertanyaannya :
        bagai mana saya harus menyikapi ini menurut islam pak ustad ?
        apakah saya harus menunggu 1 tahun ?
        atau saya jual ke seseorang ” misalnya istri ” dan uangnya saya sedekahkan ?
        mohon jawaban dari ustad
        wassalm ….
        sukma handika

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam wr wb.

          Maaf, apa sebelumnya bapak pernah bercerita kepada orang terdekat atau teman bahwa bapak pernah memesan barang tersebut kemudian tidak jadi karena sedikit lebih mahal ? Jika ia, kemungkinan besar orang tersebutlah yang melunasi atau membayarkan hp pesanan bapak tersebut. Niatnya mungkin mau memberi hadiah, tapi tanpa mencantumkan nama karena alasan malu atau yang lainnya. Jika dilihat dari error sistem, sepertinya 0%, sebab bapak sendiri sudah klarifikasi. Jadi menurut saya hp tersebut sudah menjadi milik bapak. Ketika sudah menjadi milik, maka hak bapak untuk menggunakannya atau menjualnya.

          Tidak perlu menunggu setahun. Kenapa ? karena kasus ini bukanlah luqathah (barang temuan). Kenapa harus diambil atau digunakan ? Alasannya adalah menghindari kemubadziran.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • sukmahandika

            Asslm Pak Ustad
            saya belum pernah memberi tahu siapa pun ,kalo menurut saya kemungkinan itu kesalahan seseorang yg menjalankan sytem ,yg membuat saya bingung kepada siapa saya harus mengembalikannya ,sementara admin toko sendiri mengklarifikasi barang itu sudah tidak perlu di kembalikan lagi karena sah milik saya karena sudah terjadi transsaksi pelunasan ,
            memang saya berniat membeli Handphone tersebut ,
            jika saya jual ke keluarga sendiri ,trus uangnya saya sumbangkan gimana pak ustad ,tp pastinya harganya tidak sesui pasaran
            mohon pendapat dari ustad

          • sukmahandika

            jazakumullah khairan kathira ustad atas semua petunjuk dan Ilmunya …. semoga Allah membalas seluruh kebaikan ustad ,dan memberikan kepahaman dalam setiap ilmu yg ustad berikan maupun yg saya dapatkan Amiin Ya Rabbal Alamiin

  210. sinthia

    assalammuallaikum, wr.wb pak ustadz saya ingin tanya , bagaimana ustadz hukumnya jika seorang anak dipaksa ikut umtuk menemani orang tuanya ke tempat peramal atau orang pintar seperti itu ? ..padahal si anak tidak mau dan terus beristighfar setelah sampai ditempat itu dan sebenarnya si anak benci dengan perbuatan orang tunya yang tidak baik .. mohon ustadz penjelasannya dan bagaimana hukumnya si anak apakah ia terjerat dalam kemusyrikan juga walaupun si anak tidak ikut berkonsultasi seperti orang tuanya ..tolong pencerahannya ustadz ..wassalamuallaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Orang yang dalam keadaan dipaksa tidak terkena hukum. Sebaiknya ingatkan orang tua anda dengan cara yang baik bahwa mendatangi peramal dan membenarkan perkataannnya termasuk perkara kemusyrikan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  211. nuzul

    assalamualikum ustad, Air genangan di jalan raya dengan kondisi kotor (mungkin karena banyak dilalui oleh kendaraan,pejalan kaki,dan tanah/lumpur) sebelumnya turun hujan, terkadang saat hujan. status hukumnya suci/najis ustadz? karena kendaraan sebelah melalui genangan tersebut sehingga terciprat ke celana ana ustad saat akan pergi ke kantor menggunakan motor(celana digunakan sholat dikantor). jazakallohu khoiron katsiron.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika konsinya kotor, kemungkinan besar genangan tersebut najis. Tapi sekali lagi itu hanya zhan (dugaan) yang bertujuan untuk kehati-hatian. Jika nyipratnya cuma sedikit, maka dima’fu (ditolelir, tidak perlu dibersihkan dan boleh langung digunakan untukk shalat). Tapi jika banyak, sebaiknya dicuci saja dengan air sampai kotornya hilang.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        maaf ustadz, ukuran sedikit itu seberapa ya? kira2 jika segenggam tangan(cipratannya) bagaimana ustadz?
        terkena celana hitam, tidak terlihat kotor dicelana, namun ada bekas basah cipratannya(berupa basah saja)kira2 setepak tangan. terima kasih banyak ustadz

        Reply
  212. SUYOTO

    Bilal orang yang adzan pertama, sebutanya Mu’adzin. kalau shalat tarawih tiap-tiap setelah salam untuk rakaat berikutnya ada petugas yang baca sholawat, ini sebutannya apa ?

    Reply
  213. indri

    assalamualaikum pak ustad, saya mau hukum berjilbab…dosa tidak jika kita buka jilbab di hadapan laki2 bukan muhrim, ttp lelaki tersebut sudah kita anggap saudara dan tinggal serumah dgn kita??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak boleh, karena lelaki tersebut bukan mahram. Termasuk juga dengan ipar, tetap tidak boleh. Kenapa / Ipar adalah mahram ghairu mu’abbad (mahram yang tidak abadi), artinya suatu saat ketika terjadi cerai bauik karena kematian atau yang lainnya, istri boleh menikah dengan mantan iparnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  214. nana

    assalammualaikum ustad sya mau tnya bgaimna cara mengobati teluh,santet dn sejenisnya yg brsal dri bnyuwangi krn kksih sya trkna dn apa yg hrs sya lkukan krn ia ingn membatlkn acra prnkhn kmi krn teluh,santet dsb bnyuwangi.sya ingn dia smbh tp jrk kmi sngt jauh ustad. mhon jwbnnya

    Reply
  215. diana

    Saya sudah menikah 1 tahun ini.suami saya bekerja di usaha bapaknya,,tp selama setahun ini tidak pernah digaji.setiap saya tanya suami saya hanya bilang bersabar.apa yg harus saya lakukan uztad?tetap menerima keputusan suami atau menyarankan suami bekerja di tempat lain yg menawarkan pekerjaan kpd suami saya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Suami wajib memberikan nafkah kepada istrinya. Menurut saya, sebaiknya suami anda pindah kerja saja agar dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami dengan maksimal.

      Wallahu a’lam

      Reply
  216. fikri

    Assalamualaikum Wr.Wb
    saya ingin bertanya masalah sholat pak ustadz..
    apa yg harus kita lakukan semisal kita sedang sholat sunnah di masjid kemudian ada orang datang & menepuk pundak kita petanda mau mjd makmum dalam sholat.padahal kita blm menjalankan sholat fardhu.apakah kita teruskan sholat sunnahx atau bagaimana pak???
    terima kasih sebelumx…
    Wassalamualaikun Wr.Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mayoritas ulama syafiiyah dan hambaliyah berpendapat tentang bolehnya berbeda niyat antara makmum dengan imam. bahkan di kitab Al Muhadzzab fil fiqhil immamis syafi’i, dikatakan bahwa yang wajib niyat berjama’aah adalah makmum. Jadi, tidak apa-apa anda meneruskan shalat sunnah sedangkan ada orang dibelakang anda bermakmum untuk mengerjakan shalat fardhu.

      Wallahu a’lam

      Reply
  217. Disembunyikan

    Assalamualakium, saya ingin bertanya nih ustadz
    Jika kita berwudhu dengan menggunakan minyak rambut non alkohol apakah wudhu kita diterima atau tidak?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Maaf, pertanyaan anda masih samar, mohon diperjelas ! Apakah maksudnya berwudu menggunakan minyak rambut non alkhol atau sahkah wudhu kita ketika rambut kita ada minyak rambut non alkohol ?

      Reply
  218. armand

    assalamualaikum usdad.. sholat rawatib sebelum dan sesudah zuhur itu bisa dilakukan 4rakaat sebelum dan 4 rakaat sesudahnya kan?
    dan 4rakaat itu langsung disambung 4 rakaat atau nyicil 2rakaat dlu trus 2 rakaat lagi.,?
    mohon pencerahanya ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika mau mengerjakan 4 rakaat, langsung saja 4 rakaat dengan satu salam. Shalat sunnah yang lebih dari 2 rakaat dikerjakan tanpa tasyahud awwal, artinya ketika pada rakaat ke dua, anda tidak perlu tasayahud awwal, lamngsung saja berdiri untuk rakaat ketiga dst sampai salam.

      Wallahu a’lam

      Reply
  219. Yayan

    Assalamu’alaikum wr. Wb. Ustadz
    Saya ingin berkonsultasi mengenai masalah keluarga saya. Apakah ada kontak yg levih pribadi ustadz karena saya tidak ingin masalah ini dipublikasikan. Terimakasih ustadz. Wassalamu’alaikum wr wb

    Reply
  220. hanafi

    assalamu’ alaikum wr wb

    saya mau tanya ustadz
    apakah bin/binti itu harus orang tua kandung dan apakah ada hadist yg menjelaskan nya,
    tapi saya tidak tahu siapa orang tua kandung saya dan tidak ada sama sekali orang yg tahu siapa orang tua kandung saya,
    mohon penjelasan nya ustadz.
    wassalamu’ alaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumu salam wr wb.
      Ya, betul, harus orang tua kandung. Rasulullah SAW pernah ditegur oleh Allah karena mengatakan anak angkat beliau denagn panggilan Zaid bin Muhammad padahal yang benar adalah Zaid bin Al Haritsah.

      Jika anda tidak tahu nama bapak kandung sebaiknya gunakan bin Fulan. Contoh : Hanafi bin Fulan

      Reply
  221. azka ramadhona

    ustad, mau nanya dong. saya punya teman, dan kami tinggal serumah. saya sering mengajak/mengingatkan mereka untuk sholat, tapi sekarang udah gak saya ingatin lagi, karna mereka gak sholat2 juga walau udah berkali2 saya ingatin. apakah saya berdosa?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda tidak berdosa karena anda hanya sebatas mengingatkan. Tapi alangkah baiknya selain mengingatkan anda juga mendo’akan mereka agar Allah membuka hati mereka dan mengisinya dengan iman agar mereka tergerak untuk shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  222. sunaryati

    Ass.wr.wb.Pak ustad mau nanya kalau kita memajang properti berbentuk boneka atanpa kepala maupun fool body dibenarkan dlm agama islam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Boneka hyampir sama dengan patung. Sebaiknya tidak menggunakan ful body, sebagian saja.
      Boneka hanya boleh untuk dimainkan anak kecil. Sedangkan patung makhluk bernyawa mutlak haram menurut para ulama.

      Wallahu a’lam

      Reply
  223. Riesdayanti

    Asslmkm ustadz,sy mau tnya apakah boleh melihat catatan/tulisan amalan doa2 jika stlh sholat di dikarenakan sy blm hafal?trus apkah doa2 yg sy baca melalui catatan sy itu akan di ijabah oleh alloh swt,mhn saran trbaik utk sy ya pak,trimksh wsslm.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Ya, boleh.. tapi jika sudah hafal sebaiknya tidak lagi dengan bantuan teks.
      Diterima atau tidaknya do’a adalah hak prerogatif Allah.
      Tapi ada macam-macam nas hadis yang memberi tahu bahwa maksiat dan tidak bersyukur, berbuat zhalim adalah sebab-sebab terhalangnya do’a dikabulkan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  224. Niki

    Assalamu’alaikum ya ustad.

    Begini ustad, saya sedang kebingungan
    tentang pergaulan dan sosial. saya merupakan anak yang kurang suka bicara dan lebih suka menulis atau membaca di banding berbicara bersama teman-teman. Jadi saya bingung ustad. apakah menjadi seorang muslimah yang sesuai islam harus mau berbicara dengan teman2, harus akrab. karena saya bingung di sekolah saya tidak ada yang bisa diteladani. dari murid ataupun guru, jadi saya bingung menjadi muslimah yang sebenarnya dalam sosial dan pergaulan harus seperti apa?

    Assalamu’alaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alakumus salam wr wb.
      Dik Niki yang baik…
      Ada hadis Easulullah SAW berikut :

      “Siapa orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendanya ia mengatakan sesuatu yang baik atau hendaknya ia diam.”

      Hadis tersebut mengajarkan kepada kita bahwa menjaga lisan adalah suatu keharusan. Atau hadis di atas juga bisa diartikan lebih baik diam saja dari pada ngomong atau ngobrol yang tidak baik.

      Lantas yang ideal seperti apa / tentu idealnya adalah kita mampu berkata baik dan menghindari sebaliknya.
      Pendiam itu watak atau bawaan dari sananya, susah diubah. Tapi menurut saya, karena dik Niki adalah makhluk sosial, ya sebainya bisalah basa-basi atau tegur sapa atau saling memberi senyum tanda silaturahmi walau pun tidak harus akrab. Tapi sekali-kali sih boleh saja lah main atau ngobrol-ngobrol (tetapi yang baik) dengan tujuan membuat mereka senang. Karena memberikan kesenangan kepada orang beriman termasuk ibadah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  225. ricky

    Assalamualaikum wr wb.
    Saya Ricky, saya mau tanya.. Apakah dgn menyakiti hati org lain bisa menghambat rejeki kita? dan apabila memakan uang orang lain, dan org itu tidak ikhlas apa bisa menghambat rejeki kita juga? dan apa solusi nya?
    Wassalamualaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ya, bisa saja. maksiyat dan zalim adalah satu penyebab tidak dikabulnya do’a. Selain penghalang terkabulnya do’a, tentu Allah tidak menyenangi orang tersebut. Jika tidak disenangi, ya bisa saja rezekinya dihambat oleh Allah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  226. nuzul

    assalamualikum ustad, najis yang sudah kering (najis hukmiyah) pada celana dan baju (bekas ompol), apakah sudah kembali suci? jika saya bilas satu kali (diguyur 1 kali) air bilasannya yang jatuh kelantai najis atau suci? karena airnya mengenai sarung (nyiprat) yg digunakan utk sholat? jazakallohu

    Reply
  227. siska

    Assalamualaikum wr wb ustad
    saya mau tanya soal peringatan 1 tahun untuk orang meninggal
    hitunganya itu pas tanggal yang sama orng tersebut meninggal?
    misal si a meninnggal pd tgl 15 feb 2014 dan berarti 1 tahunya tgl 15 feb 2015?
    tapi kan ada tgl jawa gitu hukumnya gimana ya ustad?dan menurut islam yang sesuai alquran dan hadist?
    apa saya ikuti tanggal nasional slh?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Umumnya haul dihitung berdasarkan kalender yang berlaku secara umum di mana seseorang tinggal. Misal : meninggal 15 Februari 2014, maka haulnya 14 Februari 2015. Boleh saja lewat sedikit.
      Catatan : Haul untuk memperingati wafatnya sesorang dengan mengirimkan do’a (tahlilan) adalah murni tradisi. Para ulama pun berbeda pendapat, ada yang setuju dan juga ada yang tidak.
      Jika anda mengambil pendapat yang membolehkan, maka peringatan haul tetap dihukumi tidak wajib, hanya sekedar boleh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  228. irfan

    Assalamualaikum wr wb Ustadz,

    Saya ada sedikit pertanyaan mengenai penulisan dan pengucapan lafadz ALLAH, apakah yang benar itu di tulis ALLAH di ucapkan ALLOH atau ditulis ALLAH di ucapkan ALLAH, soalnya setelah saya banyak menyimak video khususnya dari tokoh Orator Internasional yang sangat terkenal di bidang Perbandingan Agama seperti DR. Zakir Naik, banyak dari video-video beliau yang saya simak di YOUTUBE, beliau sering mengucapkan lafadz ALLAH dengan ALLAH bukannya ALLOH yang saya tahu atau mungkin kebanyakan orang INDONESIA tahu dan ucapkan?
    Terima Kasih.

    Wassalamu ‘alaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya memakai yang umum saja dan sudah dimengerti khlayak, yaitu tulisan Allah dibaca Alloh.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  229. Hamba Allah

    Assalammualaikum wr wb
    mau nanya, apakah Allah akan mengabulkan doa buruk atau yang tidak baik untuk sesama,
    conth : seorang bapa sedang kesal karena barang miliknya dirusak tnpa disengaja oleh anaknya, dan bapa itu berkata “kamu itu cuma bisanya ngerusak aja, tanganmu panas ya ?”
    (kata = doa)
    mohon pencerahannya
    trima kasih, wassalammualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Tidak semua kata mengandung do’a. Saya rasa perkataan seorang bapak di atas bukan do’a tapi sekedar ungkapan atau ekspresi kekecewaan beliau kepada anaknya.
      Kata yang mengandung do’a biasanya sharih (jelas) dengan kata “semoga”, atau Ya Allah… dsb.

      Wallahu a’lam

      Reply
  230. Dedew

    Assalamualaikum wr wb.

    Ustaz Yth.,

    Sy sedang mengalami cobaan.
    Rekan kerja di kantor hobi menguntit sesama rekan kerja lain termasuk sy lewat jasa teman indigo(indera keenam)nya sudah berminggu-minggu lamanya hingga saat ini sekalipun. Lalu, keseharian sy dia ungkapkn kpd rekan2 lain. Awalnya sy marah namun dalam hati dan dia mengetahui hal itu lewat jasa tmn indigonya. Dia terus “memburu” sy melalui tmn indigonya itu sampai akhirnya dia mngetahui masa lalu sy yg sy sangat tidak ingin orang lain mengetahuinya. Hal itu dia ungkapkan kpd rekan kerja lainnya. Reaksi mereka ada yg bijaksana dan tidak bijaksna.
    Sy sudah mengusahakan bermacam cara spti diam yg justru mbuat jiwa sy tganggu shingga butuh psikolog namun hrs menunggu 2 minggu lagi, mminta nasihat tmn akhwat, mminta nasihat tmn indigo sy yg cukup bijak, berbicara dengannya namun dia ingkar janji dan masih mengulangi perbuatan buruknya memakan bangkai saudaranya sendiri lagi tertawa bahagia, dan tanpa sengaja berawal dr ditanya bos, sy mceritakan hal tsb kpd bos yg baik dan bijak tersebut. Beliau menyurvei hal tsb, sayangnya rekan kerja lain tidak ada yg mau mengakui kalau hal yg sy alami memang terjadi.
    Di satu sisi sy masih memiliki bukti yg kuat namun mengingat kesibukan beliau, sy mengurungkn niat mceritakan hal tsb.
    Di sisi lain, sy mcoba mcari pekerjaan lain mulai dr yg S-1 hingga yg meskipun derajatnya bukan S-1 (SMA) dan butuh waktu 1 jam lebih utk ksana. Hal itu sy lakukan agar sy dpt segera mdapatkan pekerjaan lain.
    Menurut ustaz, apa yg harus sy lakukan?
    Terima kasih.
    Wassalamualaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Dedew yang baik, anda sedang diuji Allah. Saran saya anda bisa tetap bertahan di temnpat kerja sekarang selama anda masih bisa shalat dengan leluasa. KJIka masalahnya hanya teman, lama-lama juga bisa hilang sendiri. Hidup di dunia ini selalu saja ada yang suka atau tidak suka dengan kita. Jika anda memilih keluar dan bekerja di tempat alin, apakah anda bisa menjamin bahwa di tempat yang baru nanti anda disukai oleh seluruh yteman sekantor ? Jika anda tidak bersalah, bersabarlah sehingga Allah yang akan buktikan bhawa anda tidak bersalah.
      Saran saya, tidak perlu konsultasi dengan orang indigo. Konsultasikanlah masalah anda kepada orang bijak dan beriman.

      Wallahu a’lam

      Reply
  231. Anonymous

    ass… Ustadz tlng jawabanya…. sy pernah berkata dlm hati ”sy ndk mau punya anak dlu slma msh punya hutang” tpi akhirnya saya hamil tp anak kami meninggal krena prematur, gmana cara nya mencabut kata kata saya minta ampun pada Allah,, sementara kami ingin punya anak lg tapi kami dalam keadaan msh punya hutang … wassalam….. jawabanya sangat kami harapkan …

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Cukup dengan istighfar saja karena kata-kata anda bukan termasuk nadzar. Setelah beristighfar kepada Allah,kuatkan ikhtiyar, do’a dan tawakkal agar hutang anda dilunasi Allah SWT

      Wallahu a’lam

      Reply
  232. Nur Hanifah

    Assalamu’alaikum wr wb.. Abi..?!
    Abi.. amalan apa yang rapat mendekatkan &mempercepat jodoh..? Slama ini Ana sdh berusaha (berta’aruf) &berikhtiar.. misalny minta do’a pada ibu, sholat makan (taubat, tasbih, hajad, tahajjud, istiqoroh,&witir) juga hafalan qur’an tp ana belum menemukn jodoh.. didlm al qur’an Allah Berjanji menciptakan makhlukNYA berpasang2 an.. dan jodoh tidak hanya ada didunia &di akherat pun juga ada jodohnya..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sudah berapa lama Hamidah berdo’a ?
      Abi rasa tinggal sabarnya aja yang harus dimaksimalkan. Jika kita sudah berikhtiyar dan berdo’a namun masih belum dikabul Allah, sebaiknya bersabar dan berbaik sangka bahwa Allah akan mengabulkannya di saat yang tepat. Allahu Maha Tahu dari apa yang kita pinta.
      Abi selalu bantu do’a ya biar cepat dikabulkan.
      Sambil bersabar, hamidah bisa bertawassul dengan amal shalih, misalnya rajin bersedekah dengan harapan dipercepat berjodoh dengan pilihan Allah. Puasa sunnah dan lain-lain.
      Semoga hamidah bersabar, aaiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  233. deni

    Assalamualaikum wr wb ustadz,

    Saya ada sedikit pertanyaan yang mungkin pernah juga ditanyakan yg lain.

    Alhamdulillah saya telah memiliki istri dan 2 orang anak. Dengan semakin dewasanya anak, maka kami berusaha mencari rejeki untuk semua keperluan kami se halal mungkin. Selain saya yg jadi pegawai swasta, istri saya berusaha membantu mendapatkan penghasilan yg halal juga.

    2 hari yg lalu istri saya diajak temannya untuk berjualan temannya, dgn disertai sistem yg “mungkin” seperti MLM.

    Mohon kiranya pak ustadz berkenan mempelajari sistem yg diterapkan oleh perusahaan tersebut. Ustadz dapat melihatnya di http://www.moment2u.com.

    Saya sangat berharap dapat masukan tentang halal tidaknya sistem yg diterapkan.

    Pendapat ustadz bisa dipaparkan secara terbuka, maupun dikirim secara pribadi ke imel saya.

    Saya sangat menunggu informasinya ustadz. Terima kasih

    Wassalamu alaykum wr wb

    Reply
  234. fajar rahmantyo

    assalamualaikum ustad , jd bgni , kami 5 brsaudara 3 laki 2 prempuan , saudara kami yg laki mninggal sblm bapak kami mninggal , gmana usatd hak warisnya ? jazakallohu khoiron katsiron

    Wa alaikumus salam wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saudara laki-laki anda yang sudah meninggal tidak mendapat warisan karena meninggal terlebih dahulu dari yang mewarisi ( ayah ).
      Jika almarhum saudara laki-laki anda mempunyai anak, maka berikanlah mereka uang kerahiman sesuai dengan keikhlasan ahli waris. Uang kerahiman bersifat sukarela (tidak wajib)

      Wallahu a’lam.

      Reply
      • fajar rahmantyo

        pa ustad , bisa tolong jlaskan lebih rinci bagian untuk anaknya ? jazakallohu khoiron katsiron

        Reply
        • Ridwan pkh

          Tidak ada aturan khusus harus berapa karena memang sebenarnya anak tersebut tidak mendapat waris karena terhalangi oleh paman dan bibinya. Uang kerahiman hanyalah sebatas istilah saja agar mereka sedikit terhibur karena mendapat perhatian dari paman danbibinya. Besarnya uang kerohiman ytergantung keikhlasan dan kebijakan yang memberikan.

          Wallahu a’lam

          Reply
  235. liah

    Assalamualaikum Pak Ustadz..
    Saya mau menanyakan masalah pernikahan Kakak kandung saya.

    1. Si A (kakek saya) Si B (Nenek Saya), melahirkan anak yaitu Papah saya. Kemudian papah saya melahirkan anak laki2 bernama Yudan.

    2. Si A (kakek saya) sudah bercerai dgn Si B (Nenek saya).Si A menikah lagi dgn si C (Nenek Tiri saya), melahirkan anak yaitu mamang saya, kemudian mamang saya melahirkan anak perempuan bernama Rina.

    Pertanyaannya

    1. Yudan dan rina itu apakah disebut sepupu?

    2.Apakah Yudan dan Rina Boleh Menikah dan adakah hadist yg terkait?

    3.Jika memang itu diharamkan apakah tindakan yang tepat untuk saya jika mereka sudah terlanjur menikah?

    Saya mohon bimbingan dan bantuannya.
    Terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Betul
      2. Boleh, dasar hukumnya bukan hadis, tapi ayat Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 50, yang artinya :
      “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.”

      3. Tidak perlu ada tindakan apa-apa karena hukumnya halal.

      Reply
  236. opi

    assalamualaikum ustad. sy mau tanya . jika anak laki2 baru saja berumur beberapa minggu setelah dilahirkan . bolehkah langsung di aqiqah dan .jika si orang tua hanya mampu mempunyai uang untuk membeli kambing 1 apakah itu di bolehkan? tolong jawaban ny ya ustad terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Aqiqah boeh dilaksanakan ketika bayi berusia 7 hari, 14 hari, 21 hari atau semampunya orang tua.
      Aqiqah untuk laki-laki boleh dengan satu kambing. Afdhalnya (paling utama) 2 ekor jika orang tuanya mampu.

      Wallahu a’lam

      Reply
  237. andrian

    assalamualikum ustad,saya seorang remaja berumur 15,dulu saya rajin beribadah,sholat,mengaji,tapi saya minggu-minggu ini jadi malas beribadah,sholat,menaji. Apa ya ustad penyebab saya malas sholat,beribadah?,lalu bagaimana agar saya rajin beribadah lagi ustad?.terimakasih.Wassalamu`alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Dik Andrian, agar selalu semangat, sebaiknya banyaklah bergaul dengan orang-orang shaleh. Bergaul dengan mereka akan selalu terbawa energi positif.
      Sebailiknya, hindari bergaul dengan teman yang dapat melalaikan anda beribadah kepada Allah. Teman yang baik adalah mereka yang dapat mengingatkan kita dalah hal ketaatan kepada Allah dan kesabaran

      Semoga Dik Andrian senantiasa diberikan kekuatan oleh Allah SWT dalam taat kepada-Nya, aamiin..

      Reply
  238. nuzul

    assalamualikum ustad, najis yang sudah kering (najis hukmiyah) pada celana dan baju (bekas ompol), apakah sudah kembali suci? jika saya bilas satu kali (diguyur 1 kali) air bilasannya yang jatuh kelantai najis atau suci? karena airnya mengenai sarung (nyiprat) yg digunakan utk sholat? jazakallohu khoiron katsiron

    Reply
  239. rahma

    Assalamualikum ustad..sayamau menayakan mengenai najis mugholazoh pertama ditempat saya bekerja petnah ada anjingmenurut salah satu pegawai katanya bila hujan anjing itu suka berteduh diteras tempat saya kerja…saya tidak melihat langsung dan saya tidak tau apakah anjingnya basah atau tidak,jejaknya basah atau tidak dan saya tidak tau apakah ada air liur anjing itu dilantai tetapi saya jadi was was apakah lantai tempat saya kerja jadi dihukumi najis mugolazoh?dan cleaning service mengepel ala kadar saja…apakah jika najis…najisnya menyebar keseluruh lantai yg kena pel? Dan bagaimana sepatu saya dan yg saya injak dengan sepatu saya juga menjadi najis ustadz.saya kerepotan sekali karena setiap saya pulang kerja saya menyamak sepatu dan rok saya yg terkena lantai….mohon arahannya ustad….apa memang najis atau saya hanya was was saja….kedua saya pernah mengirim makanan ketetangga saya yg non muslim kta pembantunya tetangga ini suka masak anjing dan babi….lalu jadi najiskan piring yg saya gunakan mengirim makanann ketetangga saya ? Adapun saya tidak tau bagaimana mereka mencucinya….yg say khawatirkan tetangga saya mencuci dengan sabut bekas mencuci piring dirumahnya yg terkena babi/anjing….mohon jawabannnya ustad agarsaya tidak was was…….terimakadih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Anda tidak perlu was-was karena anda tidak melihat langsung. Sekali pun lantainya dijilat anjing pada waktu anda tidak melihat, saya rasa sudah kering. Jika sudah kering, maka najisnya menjadi hukmiyah. Jika sudah hukmiyah, maka najisnya hilang dengan cara dipel saja.

      2. Cuci piring anda dengan bersih sebagaimana biasa saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  240. dhini

    assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya, saya selaku perempuan apa hukumnya jika menikah dengan saudara sepupu laki-laki. saudara saya itu ibunya adalah adik dari ibu saya. mohon pencerahannya pak ustadz karena bila adat di jawa bisa jadi itu disebut dadung kepuntir karena kedudukan saya lebih tua karena ibu saya adalah kakak dari ibu laki-laki tersebut. terima kasih atas jawabannya. wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa ‘Alaikumus salam wr wb.

      Hukum menikah dengan sepupu adalah sah. Bisa kita simak ayat Al Qur’an surat Al Ahzab ayat 50, yang artinya :
      “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.
      Sebetulnya mereka mengetahui kebolehan menikah dengan sepupu, namun yang mereka khawatirkan mungkin jika suatu saat anda dan suami berpolemik, tentu kelujarga dekat anda dikhawatirkan menjadi renggang pula.Tapi biar bagaiman pun, jika ditanya status hukum menurut islam, ya tentu saja pernikahan dengan sepupu adalah SAH tanpa kecuali.

      Wallahu a’lam

      Reply
  241. Ginanjar Ilham

    Assalamu’alaikum WarahmatULLAH ,,,,
    Ustadz,,, Mau Tanya,,, Gmn Hukumnya Menjadi Fotografer Pernikahan,,, ??
    # Ada keraguan tentang ini,,, karena ini salah satu pekerjaan tapi disisi lain dalam acara kan gak semuanya muslim dan gak semua Perempuan yang ada pada acara itu Berhijab ,,, Bagai Mana Hukumnya Ustadz,, # Terima Kasih Sebelumnya ,,,,,,,

    #ilhambiru55@gmail.com

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumu salam wr wb.

      Pekerjaan anda halal, tidak masalah. Dalam mu’malah dibolehkan kepada siapa saja, termasuk non muslim. Yang dilarang adalah bentuk jual beli haram walau pun kliennya adalah sesama muslim.

      Wallahu a’lam.

      Reply
      • Ginanjar Ilham

        Assalamu’alaikum WarahmatULLAH ,,
        Syukron Ustadz atas jawabannya ,,,
        Afwan Ustadz masih kurang Faham,,,
        # jadi tidak apa-apa memfoto orang yang tidak berjilbab (Mendokumentasikan Acara Pernikahan) ???
        # Maksunya Haram jual beli yang bagai mana Ustadz ?????

        Reply
        • Ridwan pkh

          Ya, boleh. Kenapa boleh ? karena kita tidak bisa memaksa dia untuk berjilbab agar mau anda foto. Lain halnya jika anda misalnya diminta untuk memfoto wanita dengan tujuan pornografi, itu jelas haram.

          Jual beli atau mu’amalah bukan melihat pelakunya, tapi melihat sistemnya.
          Contoh : Transaksi riba haram hukumnya walaupun yang bertransaksi tersebut adalah Pak kyai.
          Rental mobil sah hukumnya walupujn yang menyewanya alah yohanes yang beragama katolik.
          Begitu kira-kira, Akhi Ginanjar….

          Wallahu a’am

          Reply
  242. faisal

    assalamu`alaikum ustadz
    Saya ingin bertanya mengenai membaca surah yasin di malam jum`at. Adakah dalil/hadist yang kuat mengenail hal tersebut ?

    syukron. wassalamu`alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Setahu saya tidak ada dalil khusus tentang keutamaan membaca Yasin di malam jum’at. Memang saya juga pernah dengar ada hadis yang mengatakan bahwa siapa orang yang membaca Yasin di malam Jum’at, maka Allah menguatkan agamanya, namun sayang sekali mungkin karena keterbatasan saya, saya tidak tahu keshahihan hadits tersebut.
      Namun tidaklah dilarang bagi seseorang yang mengkhususkan bacaan alqur’an, entah surat apa saja (termasuk yasin) dan dia mengkhususkan setaiap hari apa saja dia mengamalkannya (termasuk malam Jum’at). Mengapa demikian? Karena ada hadis yang sangat populer yenyang seorang Imam ( Seorang sahabat nabi yang bernama kaltsum Bin Hadam )yang sangat gemar membaca surat Al-Ikhlas di dalam shalatnya sampai ia dilaporkan kepada Rasulullah SAW. Namun apa respon rasul ? Rasul bersabda : “kecintaanmu terhadapnya (surat Al Ikhlas) memasukanmu ke dalam Syurga.”

      Apa boleh mengkhusukan pada malam jum’at ? tentu boleh saja. Apa dalilnya ? Ada hadis riwayat Imam Al Bukhari melalu sanad Ibn Umar RA bahwa Rasulullah SAW selalu mendatangi masjid Quba setiap hari Sabtu baik dengan berjalan kaki mau pun dengan kendaraan, sedangkan Abdullah selalu melalu melakukannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  243. yulius

    Assalamualikum ustad, diruqyah syar’yah itu didaerah bandung dimana ya, mohon bantuannya. terima kasih

    Reply
  244. dian

    Assalaamualaikum,
    Ustadz, tempat tinggal saya dekat dengan batar gebang(TPA sampah), setiap saya menggunakan motor, apalagi akhir2 ini selalu turun hujan sehingga bercampurlah hujan dan air sampah dari truk sampah saat dijalan raya. lalu saat itu nyiprat dari ban truk itu ke motor dana mengenai baju, apakah najis ustadz?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika cipratannya banyak, maka dihukumi najis, tetapi jika sedikit, maka najis tersebut dapat ditolelir (ma’fu/dimaafkan)

      Wallahu a’lam

      Reply
  245. nuzul

    ustadz saya mendapatkan cara thoharoh sebagai berikut : untuk benda yang terkena najis mu­tawassithah, caranya menghilangkan bendanya (‘ainiyah) yaitu dari rasa, bau, dan warnanya, sehingga menghilangkan hukum najisnya (hukmiyah).
    Adapun cara membersihkannya, se­perti lantai rumah yang terkena ken­cing anak kita yang berumur tiga tahun, sebagai berikut:
    Pertama, kita jadikan dulu lantai ter­sebut menjadi najis hukmiyah, yaitu de­ngan menghilangkan benda/fisik najis ter­sebut dengan tisu, kain, atau lainnya sam­pai hilang dan tempatnya menjadi kering.
    Setelah menjadi najis hukmiyah, kita hilangkan najis hukmiyah tersebut de­ngan cara menyiramkan air ke lantai itu cukup dengan sekali siraman. Dengan siraman tadi, lantai tersebut menjadi suci. Adapun airnya cukup dikeringkan dengan kain kering atau yang seje­nis­nya, karena air (yang digunakan untuk menyiram di tem­pat yang najis secara hukmiyah tadi) hu­kumnya suci.
    Pertanyaannya benarkah demikian caranya? benarkah bekas air untuk menyiram 1 kali najis hukmiyah itu suci sehingga dapat dikeringkan dg lap dan lap nya tidak najis?

    Reply
  246. faisal

    Assalamu`alaikum ustad. Bagaimana islam mencegah agar terhindar dari penyakit pikun (pelupa) ?

    Reply
  247. yulius

    assalamualikum ustad, saya seorang mualaf mulai tahun 2011, begini ustad saya ad problem rumah tangga, istri saya punya problem emosi yg berlebihan dan cara berpikir yg terlalu negatif. kadang kadang dia seperti orang stress, atau kerasukan. kami sering bertengkar dari hal hal sepele, yg tidak penting untuk dipertengkarkan, cuman karna dia nyolot saya jd suka terpancing emosi. saya juga prihatin dengan anak lelaki saya, dengan perlakuan istri yg suka memaksa dalam segala hal dan tidak sabaran, saya kadang merasa tidak sanggup lagi menghadapi istri sya yg sifatnya begitu aneh. tp saya ingat anak saya , kalo kami cerai, anak saya akan kena imbasnya juga. saya ingin membawa istri saya ke konseling rumah tangga yg berdasarkan Al-Quran, biar dia lebih paham dan sabar. soalnya kalo sama saya nasehatin, hari ini minta maaf, besoknya seperti itu lagi. saya pernah rencanain solusi , antara ke psikolog dan diruqiyah. mohon bantuannya ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa Alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya diruqyah syar’yah saja. Biasanya setelah diruqyah oleh ahlinya, pasien diberi nasihat. Insya Allah dengan metode tsb istri anda kembali seperti yang anda harapkan.
      Semoga anda dan keluarga diberi kekuatan dan kesabaran, aamiin..

      Wallahu a’lam

      Reply
  248. Disembunyikan

    Assalamualaikum
    saya mau tanya nih
    saya pernah membaca artikel kalau kaum adam wajib untuk melaksanakan sholat berjamaah dimasjid dan tak ada keringanan baginya, kebetulan dirumah saya masjid cukup jauh dan hanya ada musholah yang hanya ada sholat subuh dan maghrib disana
    apakah sholat saya sah jika dilakukan di rumah?
    Atau saya datang ke musolah akan tetapi tidak melaksanakan jamaah?
    Sekian dari saya, terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum shalat jama’ah adalah sunnah muakkadah. Sunnah muakkadah artinya sunnah yang sangat ditekankan, artinya jika dilakukan maka yang melaksankan sunnah tersebut pahalnya sangat tinngi dan apabila ditinggalkan maka pelakunya dicela oleh Allah SWT. Shalat jamaah (shalat bersama) bisa dilakukan di masjid, mushalla atau di mana pun di tempat yang memungkinkan untuk dilaksanakan shalat jama’ah, termasuk di rumah.
      Lantas bagaimana jika tidak berjama’ah ? apa shalatnya sah ? Shalatnya sah, tetapi jika dilaksanakan berjamaah tentu lebih baik (lebih afdhal) karena pahalanya dilipatgandakan menjadi 27 kali lipat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  249. hamba ALLAH

    Assalamu`alaikum ustadz, saya ingin bertanya tentang air madzi. Jika baju yang saya kenakan itu terkena percikan air madzi yang keluar dari farji saya, kemudian setelah 10-20 menit saya tidak sengaja bahkan tidak sadar menggigit baju di bagian yang terkena air madzi tsb dan saya baru sadar setelah 5 menit-an. Namun saya masih ragu, apakah saya menggigit benar-benar pada bagian yang terkena madzi atau tidak. Saya khawatir jika memang benar saya menggigit bagian tsb, air madzi terikut dengan ludah yang saya telan. Apakah tubuh saya menjadi najis setelah kejadian tsb ? jika iya, bagaimana mensucikannya ?

    sekian. Mohon jawaban dan penjelasannya. Syukron
    Wassalamu`alaikum .

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Najis yang tertelan dalam tubuh akan kembali keluar melalui saluran pembuangan. Jadi tidaklah masalah selagi hal itu terjadi tanpa sengaja.
      Wallahu a’lam

      Reply
  250. fauzi

    Assalamualaikum ustadz

    Saya adalah pelajar menengah dan sebelumnya saya waktu saat kelas 4/5 sd saya di beri lihat film yang fulgar / pornografi.setelah itu karena saya penasaran saat kecil saya melakukan istimna dan sampai sekarang itu tidak mau hilang dalam diri saya,saya mencoba tetapi godaan datang tanpa henti saya bingung saya ingin bertaubat tetapi saya takut mengulang kembali dosa dan saya takut allah murka akan kesalahan saya yang selalu berulang karena saya sampai sekarang belum menemukan solusi yang pas untuk menangani syahwat saya ini.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebaiknya anda rajin puasa sunnah dan melakukan kegiatan-kegiatan positif.
      Hindari perkara-perkara yang dapat membangkitkan syahwat seperi mengguanakan alat elektronik atau alat telekomunikasi yang berbau porno atau hindari berinteraksi dengan lawan jenis kecuali jika sangat penting.
      Wallahu a’lam

      Reply
  251. yudha

    assalamu’alaikum…….ustadz
    nm sya yudha,sya umur 22th.n sya menikahi seorang janda anak 1.sblum nikah sya sring mlakukan zina,
    n sya menyesali smua it.
    pdhal dulux kta orang ahli shlat,ahli puasa.pko’nya setiap sya dger adzan sya psti gmeteran n lgsung melaksanakan shlat.
    prnah suatu ktika sya malas mlkukan shlat malam,n lgsung tidur.tau tau tengah malam sya sudah brada di mushollah,ntah siapa yg mmbawa sya.mohon petunjukx ustadz.n tlong sya dberi amalan untuk mmper tajam mata batin saya.
    ohy istri saya 10 hari lg akn mlahirkan seorang putra,mohon diberi petunjuk nm yg baik ustadz.
    satu lg,apkah saya termsuk orang yg sial,krn mnikahi istri saya(it pndapat orang)
    lw bsa mnt pin BB.
    askum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak ada jodoh yang sial. SEbaiknya anda mensyukuri amanah Allah berupa nak dan istri yang mesti anda bimbing. Mengenai amalan khusus, mohon maaf, saya bukan ahli hikmah, mungkin anda bisa bertanya epada ahlinya. Tapi setahu saya, jika kita istiqamah membaca Al Qur’an, maka Allah akan mempertajam nuraninya. Calon bayinya laki atau perempuan ?

      Reply
  252. fajar

    Assalamualaikum wr wb. saya mau tanya pak ustad saya sudah tunangan dan akhirnya dalam perjalanan ada pertengkaran kesalah pahaman dan akhirnya u/ memutuskan untuk mengakhiri tunangan kepada belah pihak dan suatu saat belah pihak ingin kembali lagi bersama apakah itu bisa pak ustad dan apa tanggapan dari orng2 terdekat jika saya kembali lagi dengan dia? Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pertunangan yang sudah dibatalkan, suatu saat bisa dilakukan kembali jika kedua belah pihak sepakat. Jangan pusing dengan perkataan orang. Untuk kebaikan tidak perlu ragu.

      Reply
  253. agus

    aslmualaikum ustadz
    Bagaimana hukum nya klo jual beli banyak mengambil keuntungan…..
    mohon penjelasannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jual beli yang banyak mengambil keuntungan dibolehkan selagi sama atau melebihi sedikit harga pasar. Yang dilarang adalah menjual dengan harga tinggi dikarenakan penimbunan sehingga timbul kelangkaan barang. Dengan demikian, konsumen merasa terpaksa harus membelinya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  254. sari

    Assalamualaikum wr.wb

    Uztad , saya ingin segera menikah , orgtua mengizinkan tapi saya harus lulus kuliah dlu , saya lulus insyallah 2015 akhir atau 2016 awal .pasangan saya belum lulus tpi sudah bekerja, sedangkan orgtua pasangan saya ingin saya segera menikah karna takut menimbulkan fitnah ,apakah baiknya saya lulus kuliah dulu atau bagaimana?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya turuti nasihat orang tua kandung anda karena beliau adalah wali nikah anda. Sambil menunggu lulus, sebaiknya anda harus menjaga diri agar tidak terjadi fitnah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  255. fiqri rahmadani

    aslmualaikum ustadz
    sy mau tanya kalau kita safar pada hari jumat apakah kita sholat jumat atau ashar,,,
    misalnya kita berhenti dekat dengan masjid yang sedang melaksanakan sholat jumat,,,
    mohon penjelasannya tentang sholat pada saat safar

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Shalat Jum’at tidak wajib bagi musafir. karena tidak wajib jum’at, maka boleh meilih antara menghadiri shalat Jum’at atau tidak menghadirinya dengan mengerjakan shalat Zuhur.

      Praktiknya boleh jama’ qashar atau jama’ saja antara Zuhur dengan Ashar.

      Wallahu a’lam

      Reply
  256. nuzul

    Assalamualaikum wr wb. ustadz ada pertanyaan dari seseorang ke saya, apa hukum genangan air dijalanan yang berkemungkinan air tersebut terkena najis karena terinjak2 alas kaki yang mungkin terdapat najis/genangan yang mungkin campuran luapan got dan hujan? jika kita menggunakan motor kemudian ada cipratan lumpur/air kotor dr jalanan melalui ban motor didepan kita(kemungkinan besar sudah tercamouri najis dijalanan karena hujan campur air got) saat berkendara, apakah najis?karena baju yang kita kenakan akan kita gunakan utk sholat? yang terakhir, apakah jenis tanah kita bisa digunakan utk bersuci (khusus alas kaki dan baju yang terurai panjang) mengingat tipe tanah di bekasi sudah full aspal dan jalanan cor? apakah masih berlaku hadits yg isinya “bahwa tanah selanjutnya mensucikan nya”?
    apakah jalanan becek itu najis? karena ada kemungkinan, jalan raya itu dilalui oleh truk sampah, luapan air got,dll. bagaimana hukum cipratan air tercampur lumpur saat kita berkendaraan, mengingat air bekas hujan itu tercampur oleh najis sehingga bercampur. yang ketiga tadi saya berkendara motor saat itu gerimis lalu saya berpapasan dengan truk sampah, awalnya saya tidak mengetahui bahwa itu truk sampah, namun setelah berpapasan lalu saya mencium bau khas sampah. apakah cipratan air dari truk sampah itu menjadi najis ya ustad, saya tidak merasakan ada cipratan mengenai pakaian krn kondisi saat itu hujan gerimis. mohon penjelasan ustadz. jazakallohu khoiron katsiron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum genangan air terbagi dua :

      1. Najis, jika memang sudah jelas najisnya seperti luapan got dsb.

      2. Tidak najis, jika secara zhahir memang tidak najis seperti bekas air hujan walau pun diperkirakan terinjak bekas najis .

      Jika cipratan najisnya sedikit, maka dimaafkan tetapi jika banyak tetap dihukumi najis. Jadi dalam hal ini yang dilihat adalah banyak atau sedikitnya cipratan najis tersebut.

      Tanah dimanapun adanya jika secara zhahir masih berbentuk tanah biasa, maka hukumnya tetap seperti semula.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        ana mendapatkan hadits sebagai berikut; : Seorang wanita bertanya kepada Rosulullah SAW, ia berkata : wahai Rosulullah, sesungguhnya jalan kami yang menuju kemasjid becek. Apa yang harus kami perbuatjika turun hujan?. Rosulullah berbertanya : “Apakah tidak ada jalan lain yang lebih baik dari jalan itu?”. Kami berkata : Ada ya Rosulullah. Beliau bersabda : “Ini dengan ini”. Dalam riwayat lain disebutkan : “Tidakkah jalan itu menjadi lebih baik setelah adanya hujan itu?”. Aku berkata : Benar wahai Rosulullah. Rosulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya becek itu dihilangkan oleh hujan tersebut”.

        Rosulullah SAW Ditanya. Maka dikatakan kepadanya :Sesungguhnya kami bermaksud kemasjid, maka jalanan itu ditebarkan oleh najis”. Maka Rosulullah SAW bersabda : “Bumi itu saling mensucikan antara satu dengan yang lainnya”. (H.R Ibnu Madjah).
        Maksud dari hadits itu apa ya ustadz? berarti jalanan becek yg mungkin terdapat najis pun boleh dilalui ya ustadz. mohon penjelasannya dan apakah hadist tersebut shohih?

        Reply
        • Ridwan pkh

          maksud hadis tersebut adalah air hujan membersihkan najis yang ada dipermukaan bumi baik tanah atau pun lainnya. Jadi, jika genangan tersebut tidak terlihat najis, maka dihukumi suci. Kata “kemungkinan” itu masih nisbi dan belum pasti. karena belum pasti, maka yang digunakan adalah kaidah “zhahir”. Lain halnya jika genanhgan tersebut memang sudah terlihat adanya nasjis seperti genangan bekas air got, maka dihukumi najis.
          Hadis ini merupakan rukhsoh bagi umat Islam. Jika tidak ada hadis ini, maka kita tidak akan bisa ke masjid jika jalanan masih basah dengan air hujan. Mengapa ? karena setiap jalan dimungkinkan ada bekas najis bukan ?

          Reply
  257. Hamba Allah

    Assalamualaikum wr wb. Bisa tolong dijelaskan bagaimana hukumnya meminum wine? Apakah wine termasuk sesuatu yang memabukkan? Apakah sesuatu yang memabukkan(bir) boleh diminum tetapi tidak sampai mabuk? Terima kasih. Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Makanan atau minuman yang didalamnya ada unsur khamer baik sedikit atau banyak hukumnya haram. Mabuk atau tidak sampai mabuk hukumnya tetap haram.

      Wallahu a’lam

      Reply
  258. Muhammad Syafri

    Assalamualaikum, Sy seorang Wirausaha, sy ad punya loket Pembayaran Tagihan PLN online, yang inign sy tanyakan, misalnya seorang pelanggan mempunyai tagihan PLN sebesar Rp. 20.198, jd skrg ini kan uang pecahan terkecilkankan Rp. 500,-, jd bleh g sy genapkan menjadi 20.500, bagaimana menurut pandangan islam, atau si pelanggan sy beri permen yang senilai uang kembaliannya? tks, Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika langsung penjual yang menentukan, maka tidak boleh. Sebaiknya sebelum dikembalikan harus ditanya dulu, mau atau tidak agar salah satu pihak benar-benar tidak dirugikan walau satu rupiah pun. Jika sudah ditanya biasanya klien sudah faham dan mengiyakan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  259. andi

    Assalamualaikum wr wb
    Pak ustad saya ingin bertanya masalah :
    Saya bekerja di property sebagai perantara.
    masalahnya disini ada pegawai perbankan
    yang minta dicarikan rumah dan ketika ada
    yang cocok nanti mau dikredit via KPR di
    perbankan. Yang saya tanyakan ada dua poin
    1. hasil dari kerja di bank katanya haram
    karena ada riba. Jadi otomatis uang yang dia
    pakai beli adalah uang riba?
    2. sedang sistem KPR juga katanya haram
    karena ya juga ada ribanya
    Yang saya tanyakan. halalkah hasil komisi
    saya dari penjualan rumah tersebut. karena
    uang yang mau dipakai membeli adalah dari
    gaji pegawai bank yang katanya riba dan
    pembelian rumahnya juga dengan sistem KPR
    yang juga katanya ada ribanya?
    Trimakasih atas jawabannya Pak

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumu salam wr wb.

      Muamalah yang anda lakukan pada dasarnya halal karena memang tidak ada illat keharamannya. Tugas anda adalah mencari rumah untuk klien. Tapi karena kebetulan anda mengetahui karena rumah tersebut akan dikreditkan dengan akad riba, maka wallahu a’lam, hukumnya makruh.
      Mohon konfirmasi lagi jawaban ini kepada ustadz yang lebih alim

      Reply
  260. nuzul

    assalamualaikum, apakah najis air liur anjing yang mengering harus tetap di hilangkan ?jika harus tetap dibasuh bagaimana hukum air sisa basuhannya? wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Najis hukmiyah bisa mencakup semua najis, baik mikhaffafah, mutawassithah dan mughallazah. Air sisa basuhan najis hukmiyah hukumnya adalah musta’mal.

      Wallahu a’lam

      Reply
  261. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya bahwa saya pernah mendengar kata illuminati. Saya mendengarnya dari sebuah video dari youtube https://www.youtube.com/watch?v=rEsBj-K03Jk dimana sebuah perbincangan dengan seorang medium yang dirasuki oleh jin dari sebuah kuil Hindu. Kaum illuminati ini juga sangat senang dengan kode kode rahasia dan yang paling utamanya simbol mata satu. Bukannya mata satu itu identik dengan nama Dajjal.

    Jadi, kesimpulan pertanyaan saya bagaimana alqur’an menyikapi hal ini? Terimakasih

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      ِWa alaikumus salam wr wb.
      Ayat 11 surat Al Jin :

      “ dan Sesungguhnya di antara Kami ada orang-orang yang saleh dan di antara Kami ada (pula) yang tidak demikian halnya. adalah Kami menempuh jalan yang berbeda-beda.

      Jin ada yang shalih, fasiq, murtad dan kafir.

      Semua info yang keluar dari mulut jin tidak wajib kita percaya karena mereka bisa saja berbohong walau pun jin muslim. Jadi, kita harus hati-hati dan tidak menelan begitu saja berita yang disampaikan oleh jin.
      Bisakah kita berdialog dengan jin ? tentu bisa dan kita tidak boleh meminta pertolongan kepada jin. Yang boleh adalah berdakwah kepeda mereka. Jika jin itu kafir, maka ajaklah masuk islam. Jika ia mengganggu, harus diusir.
      Intinya, kita harus hati-hati dan hindari dialog jika memang tidak memaksa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  262. Anonim

    Assalamu’alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh

    Langsung saja pak ustadz, ini permasalahan yang saya alami saat ini.

    Saya sejak kecil menyukai film kartun jepang (anime). Namun, ada suatu hal yang saat ini tiba-tiba mengganjal di pikiran saya.

    Saya sangat menyukai anime dari berbagai genre. Mulai dari genre kehidupan sehari – hari hingga petualangan. Untuk anime genre petualangan, seringkali anime tersebut, karena jepang merupakan negara yang agak “longgar” dalam ber”agama”, sehingga sering menceritakan tema – tema non muslim, seperti iblis, gereja, sihir, dewa – dewi jepang, reinkarnasi dan lain sebagainya.

    1. Apakah dengan menontonnya, iman saya menjadi batal (naudzubillah min dzalik) ?

    2. Terkadang ada beberapa pikiran menyesatkan yang seringkali melintas di hati dan pikiran saya mengenai cerita dari kartun tersebut. Meskipun saya yakin bahwa Allah subhanahu wa ta’ ala adalah satu – satunya penguasa dan pemilik kekuatan di alam semesta ini, ada kalanya saya sering bertanya – tanya apakah iman saya sudah batal (naudzubillah min dzalik) ?

    3. Bagaimana dengan memainkan permainan game online atau playstation dengan tema yang seperti saya sebutkan diatas. Apakah dengan memainkan permainan semacam itu sama saja dengan saya melakukan sihir dan iman saya batal (naudzubillah min dzalik) ?

    4. Jika suatu saat insya Allah saya berhenti dari perbuatan tersebut, apakah saya perlu mengulangi syahadat saya karena merasa was – was jangan – jangan iman saya sudah batal dan terhapus tanpa saya sadari (na’udzubillah min dzalik) ?

    Sebenarnya sudah lama saya ingin berhenti dari kebiasaan buruk saya ini, dan dulu pernah saya lakukan, tetapi kemudian saya tidak kuat dan kembali lagi.

    Saya pernah membaca suatu artikel yang menyarankan bahwa, saya perlu menghentikannya secara perlahan – lahan sambil mencari kegiatan pengganti yang lebih bermanfaat dan berguna bagi agama saya

    Itulah permasalahan yang ingin saya tanyakan kepada anda. Permasalahan ini saya anggap sangat berat dan saya ingin meminta nasihat anda mengenai hal ini.

    Sebelumnya, terima kasih atas perhatian anda karena sudah memperhatikan pertanyaan saya.

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Melihat tayangan atau membaa cerita yang dapat mengganggu keimanan hukumnya adalah haram (saddan lidz-dzara’i). Alasan keharamannya adalah menutup jalan agar orang tidak batal keimanannya. Hukum ini dikecualikan bagi orang yang hanya sekedar mempelajari atheisme dengan tuuan mencari kelemahannya. Untuk anda, sepertinya sudah berlaku keharaman saddan lidz-dzara’I.
      Untuk perkara haram, sebaiknya tidak menunda untuk meninggalkannya. Saya yakin anda mampu meninggalkannya sekarang juga.

      Perbanyak istighfar dan nyatakan bahwa anda bertaubat kepada Allah. Taubat harus diiringi dengan nadam (penyesalan dan tidak mau mengulang lagi). Abda seharusnya mengganti perbuatan-perbuatan dosa yang pernah kita lakukan dengan memperbanyak dzikir dan amal shalih. Kadang terbesit pertanyaan di hati, kenapa saya bersemangat dan candu untuk melakukan hal yang merusak iman ? Jika hal itu saya mampu, mengapa saya tidak mampu untuk berbuat amal shalih lebih banyak ?
      Semoga anda selalau mendapat petunjuk dan kekuatan iman dari Allah, aamiin.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Anonim

        Berarti insya Allah saya masih islam kan.

        Dan saya perlu bertaubat, istighfar dan tidak mengulanginya perbuatan itu lagi kan, dan tidak perlu mengulangi syahadat saya lagi kan ?

        Reply
      • Anonim

        Apakah saya perlu mandi junub dengan alasan kehati – hatian karena takut iman saya sudah batal

        Reply
      • Anonim

        1. Berarti intinya, menonton anime tersebut tidak lantas membatalkan keislaman seseorang, Lalu adakah contoh bila menonton anime tersebut bisa membatalkan keislaman seseorang baik secara sadar ataupun tidak disadari ?

        2. Untuk saat ini saya mulai meninggalkan anime bertema seperti itu dan mulai menonton anime dengan tema kehidupan sehari – hari. Tentu saja, masih ada beberapa hal yang bertentangan dengan syariat seperti masalah ibadah mereka, festival mereka (natal dan valentine) apakah anime semacam ini bisa membatalkan keislaman saya ?

        3. Jujur agak berat meninggalkan kebiasaan ini, karena faktor lingkungan tempat tinggal saya dan juga karena kebiasaan ini telah mengakar dalam diri saya sejak kecil cukup. Pernah suatu saat saya mencoba meninggalkan kebiasaan ini dan tidak bisa bertahan kurang dari seminggu

        lalu adakah tips, tentu saja selain dzikir dan memperbanyak amalan ibadah yang bisa saya gunakan untuk menghilangkan kebiasaan ini sedikit demi sedikit ?

        Reply
        • Anonim

          Pertanyaan diatas tidak dijawab juga tidak apa – apa, karena kebetulan saya sudah menemukan alternatif yang lebih baik yaitu kartun islami dan kartun indonesia yang insya Allah akidahnya tidak terlalu membahayakan.

          Saya mohon doanya agar saya bisa terlepas dari kebiasan buruk ini.

          Terima kasih atas perhatiannya sebelumnya

          Wassalmu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

          Reply
  263. sutarno

    Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya, saya ingin membantu saudara saya terdekat yg saya tahu dia sedang susah misalnya kakak kandung, sepupu dst, saya ingin memberikan zakat penghasilan 2.5% tapi saya tidak menyebutkan bahwa uang itu dari zakat 2.5% takut saudara saya tersinggung, dan yg saya tahu zakat 2.5% harus ada ijab kabulnya dan lain halnya dgn sedekah yg tanpa ijab kabul, mohon pencerahannya, semoga ustadz selalu diberikan rahmat oleh Allah SWT, terima kasih Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb

      Semua zakat harus ada ijab dan qabulnya. SEbaiknya ditwarkan dulu, apakah yang bersangkutan mau menerima zakat dari anda atau tidak. Jika yang bersangkutan mau menerima, maka lakukanlah zakat dengan ijab qabul dan apabila tidak berkenan, maka zakat tersebut diberikan kepada yang berhak menerima.

      Wallahu a’lam

      Reply
  264. donny2

    assalamualaikum ustad, sayan ingin bertanya mengapa alquran versi buku yang beredar dan alquran versi digital dan versi online seperti di http://quran.com dan http://alpha.quran.com sedikit berbeda ? saya menemukan setiap kata “allah” jika versi buku itu kata allah trsebut dibaca panjang tetapi jika versi digital dan online itu tidak. misalnya di ayat 7 dan 15 surat al baqoroh . sebenarnya yang benar bagaimana ya ustad ? terimakasih wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Masalah perbedaan harakat pada lafazh Allah dalam mushaf masih bisa ditolelir. Yang paling pokok dalam penulisan ayat adalah masalah RASM. Misalnya kata اللهdirubah menjadi اللاه

      Wallahu a’lam

      Reply
  265. Abdul Karim

    assalamualaikum ustad. saya diberikan uang hasil judi oleh teman saya tapi waktu diberi saya tidak tau itu uang hasil judi. Setelah saya terima saya baru tau itu uang hasil judi, harus saya kemanakan uang tersebut? jika saya kembalikan uang tersebut pasti teman saya pasti akan menolak. uang itu sekarang masih saya bawa dan tidak berani untuk menggunakannya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda wajib mengembalikannya kepada teman anda. Jika ia menolak, anda bisa memberikan uang tersebut untuk pembangunan jalan atau sarana umum. Intinya jangan diberikan kepada orang untyuk dimakan dan jangan disumbangkan ke masjid.

      Wallahu a’lam

      Reply
  266. Yudi Juhandiansyah

    Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’ alaikum wr.wb.
    saya ingin bertanya pak ustad , apa hukumnya jika mengadakan pengajian dengan mempoporsikan bahwa kegiatan pengajian ini mendapatkan nilai rupiah dalam penilaian pegawai?, apakah jadinya menjadi unsur pemaksaan ataupun keterpaksaan hanya karena nilai jasa pekerja berkurang karena tidak mengikuti pengajian ?, terima aksih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setiap perusahaan pasti mempunyai aturan tertentu. Jika suatu perusahaan menetapkan aturan yang bersifat kebaikan, maka perusahaan tersebut boleh menerapkannya. Setiap pegawai diwajibkan mengikuti aturan perusahaan yang tidak bertentangan dengan syari’ah.
      Jadi bagi karyawan yang mengikuti pengajian karena adanya aturan perusahaan tersbut dan dia ikhlas, maka pahalnya menjadi dua, yaitu pahala ikhlas dan pahala mentaati kebijakan aturan perusahaan dan ditambah ilmu yang di dapat dari pengajian. Bagi yang mengikuti tapi tidak ikhlas, maka ia hanya mendapatkan imbalan saja dan ilmu yang didapati di pengajian.
      Bagaimana yang tidak mau ikut ? ya tentu kurang beruntung.

      Wallahu a’lam

      Reply
  267. Anto Susanto

    Assalamualaikum, di masjid kampung kami, seringkali segera setelah selesai shalat jumat (tidak lebih dari 1 menit setelah imam mengucap salam), ada saja seseorang (kadang ustadz juga) yang maju ke mimbar dan menyela untuk menyampaikan informasi tertentu, kadang minta sumbangan atau jualan produk. terus terang hal ini sangat mengganggu, mengingat setelah shalat jumat saya ingin sekali menyelesaikan zikir jumat. yang saya ingin tanyakan: 1. bagaimana hukumnya orang yang sengaja mengganggu zikir orang lain seperti itu? 2. apakah sebaiknya pengurus masjid tidak mengijinkan orang-orang seperti itu? terima kasih, wassalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Zikir setelah shalat hukumnya sunnah. Jika pengurus masjid dinilai kurang pas karena seringkali melakukan hal tersebut, sebaiknya anda memberikan saran kepada pengurus tersebut agar pengumuman dilaksanaka sebelum masuk waktu shalat sebagaimana yang dilakukan pengurus masjid lain pada umumnya. Jualan produk apa pun tidak boleh dilakukan di dalam masjid termasuk promosinya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  268. achmad

    Assalamualaikum
    Ya alim saya mau bertanya apa hukumnya memakai sendok bekas teman yang non muslim yang saya sudah tau kalo dia sering makan daging babi, tapi itu sendok yang saya biasa saya pake??

    Awalnya gini saya bawa rujak maksud saya gak enak sama temen2 sekitar saya saya tawar2in temen2 saya dan dan tidak di sangka biasa y temen saya yang non muslim gak ikut makan sama apa makanan saya yang saya bawa pas itu dia ikut mkan pake sendok yang biasa saya pake, dan trus saya ikut mkan pake sendok itu sekali lagi guna menghormati gitu ceritanya ya alim

    #di tunggu jawabannya trima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Hukum bersifat zhahir. Yang jadi najis adalh babinya, bukan orangnya. Jadi, sendok anda yang ia gunakan dihukumi tidak najis. Lain halnya jika anda melihat langsung dia makan babi, kemudian setelah makan babi ia meminjam sendok anda untuk makan rujak maka sendok tersebut jelas najis.

      Wallahu a’lam

      Reply
  269. Ogi Putra Utama

    Assalamu’alaikum ustadz.
    Saya mau bertanya:
    apakah boleh jika menikah dengan keponakan tiri?

    Begini saya mempunyai seorang keponakan (pr) tiri, saya dan ayah tirinya itu adalah saudara sepupu. Nenek saya dan nenek ayah tirinya itu adalah adik-kakak, jadi saya dan ayah tiri dari keponakan tiri saya itu adalah saudara sepupu. Istri sepupu saya itu yang pertama sudah meninggal karena sakit, oleh karena itulah beliau menikah lagi yaitu ibunya keponakan saya itu. Tetapi mereka tidak punya anak setelah sekian lama menikah, anak-anak mereka adalah hasil dari perkawinan sebelumnya.
    Permasalahannya bibi saya pernah bergurau sekaligus serius berbicara pada saya untuk menikahi anak tiri sepupu saya itu, mendengar itu ibu saya setuju sekali, kerabat dekat kami yang satu kampung juga mendukung semua tapi saya tidak mau ustadz. Bukannya apa-apa! Saya masih terpaku dengan ajaran agama saya yang melarang untuk menikah dengan kerabat sendiri. Bagaimanapun dia adalah keponakan saya sendiri meskipun keponakan tiri, dia sedari usia 6 tahun tinggal bersama sepupu saya alias dibesarkan sepupt saya. Tapi ya itu semua keluarga saya menyarankan saya untuk menikahi keponakan tiriku itu karena menurut mereka saya atau kami tak punya hubungan darah dengan dia, dia hanyalah anak tiri sepupu saya.
    Jadi ustadz apakah boleh jika saya menikahi keponakan tiri saya? Jujur kalau bisa saya tidak mau.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Menikah dengan saudara sepupu dalam islam dibolehkan. Karena menikah dengan sepupu dibolehkan, maka menikah dengan anak sepupu juga dibolehkan.

      Yang tidak boleh adalah saudara kandung atau kemenakan langsung, bukan kemenakan dari saudara sepupu.

      Wallahu a’lam

      Reply
  270. Kurniawan

    Assalamualaikum ustad, mau tanya, apakah shalat hajat itu ada amalannya dari rasulukkah saw, kalau ada tolong jelaskan, kalau gk ada amalannya dari rasulullah saw dan dikerjakan apakah amalannya tidak diterima? terimakasih atas jawabannya ustad. Wa’alaikumsalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Shalat hajat hukumnya sunnah. Walau pun riwayat hadis ini dhaif, namun jumhur fuqaha menghukumi bahwa shalat hajat hukumnya sunnah.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  271. donny

    assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya apakah ustad ada link untuk mendownload alquran digital gratis ? agar saya bisa membaca alquran dmn saja tanpa berwudhu , karena beberapa alquran digital yang saya download ada ayat yang tidak sama seperti alquran-alquran di rumah saya walaupun hanya sedikit , padahal fitur2 yang ada di dalam alquran tersebut sangat lengkap . terimakasih. wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  272. Fadli

    apa hukumnya kredit rumah melalui bank seperti yang terjadi sekarang ini dimana kita diharuskan melalui proses kredit dengan melibatkan bank yaitu bank melunasi ke Develover kita yang mengangsur ke bank apakah itu termasuk riba.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Segala transaksi yang ada unsur riba di dalamnya adalah haram. JIka kredit rumah menrupakan hajat besar yang harus dipenuhi dan anda sudah berusaha dengan cara yang tidak riba namun kenyataannya sangat sulit, tentu sudah masuk katagori rukhsah (boleh). Jika tohmemang sudah kepalang tanggung harus ambil KPR, maka anda harus segera melunasinya dengan cepat.

      Contoh :
      Batas kredit misalnya 15 tahun. Pada tahun keempat kebetulan anda dianugerahi oleh Allah rezeki berupa finansisal yang mampu melunasi hutang kredit, maka anda wajib melunasimya.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Fadli

      Ass.. Ustad yang dirahmati Allah SWT…(melanjuti pertanyaan saya kemarin) berarti mengambil rumah lewat develover termasuk riba.. maaf ustad.. dalam jawaban atas pertanyaan saya kemarin di jelaskan, bahwa itu riba, tp selanjutnya bisa dibolehkan.. kenapa bisa bgitu ustad.. jujur saya senang dengan jawabannya, tp saya mohon dijelaskan adakah dalil atau kasus yang mirip seperti itu dijaman nabi yang memperbolehkan itu. atau kisah yang menguatkam itu. trimaksih Ustad….

      Reply
      • Ridwan pkh

        Jika ditanya, apakah di zaman nabi ada kasus sepeti itu ? saya tidak bisa jawab ya atau tidak karena di zaman nabi belum ada bank. Seperti jawaban saya kemarin bahwa dibolehkan karena termasuk katagoi darurat. Rumah merupakan kebutuhan primer, apalagi untuk keluarga yang sudah mempunyai anak yang jumlahnya lebih dari 2 dan usianya sudah akil baligh yang masih tinggal di kontrakan petakan. Jika anda sudah ikhtiyar ke sana ke mari cari pinjaman yang tidak ada unsur riba’nya tidak ada, maka rukhsoh bagi anda untuk mengambil KPR yang melibatkan bank konvensional. Bagaimana dengan KPR syari’ah ? jika anda mampu transaksi dengan KPR syari’ah yang harganya lebih mahal, anda tentu wajib memilih KPR syari’ah.

        Atau ada opsi lain misalnya anda bersabar untuk menabung.
        jadi, kebolehannya adalah bersifat darurat. Jika anda tidak dalam kondisi darurat, maka anda diharamkan mengambil KPR riba’.

        Reply
      • Fadli

        Ustad yang dirahmati Allah Swt…. bagaiman menurut ustad dengan sesorang yang menjadi Pegawai atau sejenis dengan cara menyogok sementara orang itu harus menafkahi keluarganya… apakah ada solusi nya apabila nanti ia terima tawaran sogokan itu..

        Reply
        • Ridwan pkh

          ٍSeorang karyawan yang sudah terlanjur masuk dengan cara menyogok, maka segeralah bertaubat nasuha. Dia tidak boleh menerima sogokan apa pun setelahnya.
          Sogok menyogok dalam bettuk apa pun adalah haram, termasuk perekrutan pegawai.

          Reply
  273. hamba allah

    ASS PAK USTADZ.ALLHAMDULILLAH DALAM WAKTU DEKAT SAYA AKAN DI KARUNIAI ANAK KE 2,MENURUT USG DOKTER ANAK SAYA BERKELAMIN PEREMPUAN JADI KALO ADA MASUKAN DARI PAK USTADZ UNTUK PEMBERIAN NAMA ISLAMI YANG MENGANDUNG ARTI BAGUS.DAN SAYA MINTA DOA DARI PAK USTADZ DAN TEMAN2 MEDIA ONLINE SUPAYA ISTRI SAYA DAN CALON ANAK SAYA SELAMAT DALAM PROSES PERSALINAN DAN SEMOGA KELAK ANAK SAYA YANG KE 2 JADI ANAK YANG SHOLEHAH.AMIEN…..SEKIAN WSS

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Muthia shaliha = Perempuat yang taat dan shalihah

      Ami, semoga menjadi anak yang shalihah dan berbakti kepada Allah, Rasulu-Nya, orang tua, agama, nusa dan bangsa…

      Reply
  274. arie hernano

    Assalamualaikum ustad, saya mau bertanya apakah boleh menggambarkan suatu sosok yang kita lihat trus menyampaikan kepada orang lain bahwa dia sosok tersebut adalah nabikita Muhhamad SAW. Jadi gini inicerita pada saat saya mengikuti acara mauli Nabi. Ustad yg memberi ceramah bercerita padasuatu hari beliau mengisi acara di acara yg sama karena sangat berisik ada salah satu tetanggak org non muslim membawa senjata ke acara tersebut dengan tujuan memebubarkan nya. Tp sampai di acara itu dia tidak jadi melakukan sesuatu . Setelah acara selesaiorg tersebut ke ustad tdbercerita ktny melihat sosok ygpakai surban kulit putih wajah kyk org timur tengah. Ustad tdlangsung menjawab itu adalah sosok Nabi kita Nabi Muhammad. Sayabertanya2dalam hati bukanya orang yg sudah meninggal tidak bs baliklagi ledunia. Apakah pengecualian bagi seorang Nabi….. mohonjawabanya ustad. Terimakasih Wasallamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jawabnya tentu saja WALLHU A’LAM ( Hanya Allah yang Paling Tahu ). Pada umumnya, Rasulullah bertemu kepada seseorang dalam mimpi. Jika ada orang bertemu Rasulullah SAW dalam mimpi, maka mimpinya adalah benar. Bagaimana jika di luar mimpi ? sekali lagi, Wallhu a’lam, karena segala sesuatu yang bersifat kemungkinan bisa saja terjadi.
      Tetapi yang perlu digaris bawahi adalah kita tidak wajib untuk meyakini kebenaran perkataan penceramah tersebut. Tidak wajib dalam artian tidak perlu untuk dibahas lebih jauh.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  275. Hamba Allah

    Assalamualaikum… ustadz, saya mau minta pendapat dan saran nya. saya berusia 21 tahun. alhamdullilah saya berniat untuk berhijab karena Allah. Namun saya merasa lingkungan saya kurang mendukung niat saya tersebut. ibu saya sendiri belum berhijab, dan saat saya menyampaikan niat saya tersebut beliau berpendapat bahwa kalau ingin berhijab tidak boleh sembarangan katanya berat tanggung jawabnya dan beliau berfikir bahwa saya hanya ingin mengikuti trend hijab yang sedang hits sekarang. saya sedih mendengarnya, karena saya tidak sama sekali mengikuti trend tersebut, bahkan saya tidak terlalu suka dengan trend hijab yang terlalu berlebihan dan tidak sederhana sebagaimana mestinya, namun saya tidak ingin berdebat dengan beliau. saya harus bagaimana? tanggapan mereka membuat saya sedih karena merasa tidak didukung..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika saudari mempunyai niat baik, maka segeralah melaksanakannya. Mantapkan hati dan tekad bahwa anda adalah muslimah yang baik dan harus taat dengan kewajiban sebagai seorang muslimah yaitu berhijab.
      Menurut saya, perkataan ibu anda bukanlah diartikan tidak mendukung. Sebetulnya beliau mendukung tapi mungkin hanya khawatir anda tidak istiqamah. Beliau khawatir jika anda hanya terbawa trend dan hanya sebentar berhijab kemudian tak lama anda menanggalkannya.

      Berhijab adalah suatu kewajiban. Mengapa tidak ?
      Mantapkan hati dan bismillah !

      Semoga ukhti tetap istiqamah dalam berhijab, aamiin…

      Reply
  276. ryan

    Assalamualaikum ustadz, saya mau brtanya mengenai syarat2 mnjadi wali nikah dr pihak perempuan..bila ayah dr pihak perempuan sudah meninggal..
    Lalu hukumnya seperti ap?

    Terima kasih atas perhatiannya..saya mnanti jwaban dr ustadz..

    Wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Syarat-syarat wali ialah: merdeka, berakal sehat, dewasa dan beragama Islam.
      Jika ayah dai pihak perempuan sudah meninggal dunia, maka hak perwalian jatuh berdasarkan urutan berikut :

      Kakek, atau ayah dari ayah

      Saudara se-ayah dan se-ibu

      Saudara se-ayah saja

      Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah dan se-ibu

      Anak laki-laki dari saudara yang se-ayah saja

      Saudara laki-laki ayah

      Anak laki-laki dari saudara laki-laki ayah

      Wallahu a’lam

      Reply
  277. donny

    assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya apakah boleh menyentuh alquran tanpa berwudhu karena tanpa menyentuh mushafnya atau hanya menyentuh cover depanya aja ? terimakasih mohon dijawab, wasslamualaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ju mhur ulama berpendapat bahwa haram menyentuh mushaf Al-Qur’an jika berhadats kecil mau pun hadats besar. Artinya, haram menyentuh mushaf jbagi orang yang wudhu’nya sudah batal.
      Diantara pendapat tersebut ada sebagian ulama hanafiyah yang mebolehkan menyentuh mushaf bagi yang berhadats kecil namun harus dengan penghalang atau alas.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • donny

        bagaimana jika saya membaca alquran tanpa berwudhu jika tanpa menyentuh mushaf tapi hanya menyentuh covernya aja ? apa itu diperbolehkan, karena saya sering wudhu tapi wudhu saya batal

        Reply
  278. Nuzul

    Assalaamualaikum, ustadz, mau tanya hukum air bekas bilasan najis hukmi? najis/suci? Dan cipratan air bekas mensucikan najis hukmi (najis ain yang sudah kering), hukumnya apa?
    najis hukmiyah, terdapat pada celana dan badan.
    jazakallohu khoiron katsiron.

    Reply
  279. yuwono

    assalamu’alaikum wr wb.
    adakah hadits yang berisi tentang bakat alami yang dibawa setiap anak dari lahir?
    wa’alaikum salam wr.wb.
    jazakallah atas jawabannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Maaf, untuk sementara kami belum menemukan hadits yang secara tekstual bahwa anak mempunyai bakat bawaan sejak lahir. Hadis yang masyhur yang sering kita dengar bahwa setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah. namun memang seoertinya tidak dapat dipungkiri bahwa terkadang genetika juga mempengaruhi.
      Wallahu a;lam

      Reply
  280. andini

    assalamualaikum…ustad, mohon petunjuk dan nasehatnya
    saya dan suami punya masalah yg berat…..orang tua dan keluarga saya,,,,terutama ibu saya, sangat menentang kalau saya rujuk dengan suami, suami saya memang banyak melakukan kesalahan, termasuk merugikan orang tua saya secara materi dan moral, tapi ustad, saya tetap mencintainya, tulus karna allah, saya ingin memberi kesempatan suami saya untuk berubah, apalagi kami memang sama2 egois, kami menyadari komunikasi diantara kami dulu sangat buruk, namun kini kami menyadarinya ustad, kami memandang hanya kepada anak sekarang…tapi ibu saya sangat menentang…apa yang harus saya lakukan ustad, sebagai anak yang tak akan bisa membalas smua yang diberikan orang tua saya merasa sangat tertekan, saya sangat berhutang budi kepada orang tua saya, saya sangat mencintai mereka, tapi dilain sisi saya juga mencintai suami saya,,,hati saya teriris menyadari kedua-duanya bermusuhan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumuis salam wr wb.
      Jika sang suami ada perubahan sikap dengan menyadari kesalahannya dan benar-benar bertobat, maka sebaiknya anda mempertahankan rumah tanga.
      Dengan bersabar kepada Allah dan berdo’a agar Allah menerima taubat sang suami dan membuka pintu hati kedua orang tua anda, maka yakinlah bahwa Allah menolong hambna-Nya yang sabar.
      Tapi jika memang ternyata sang suami kembnali berulah dan hanya taubat sambel, maka sebaiknya perintah orang tua anda harus dituruti.

      Wallahu a’lam

      Reply
  281. nuzul

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pak ustadz,
    jika air kurang dari 2 qullah seperti (dibak mandi diperumahan2 kecil itu) jika terciprat air kencing, apakah airnya menjadi mutannajis? yg kedua jika air dalam bak itu (kira2 ada 70 liter) terciprat air basuhan cebokan saat istinja, bagaimana ustadz, apakah menjadi mutannajis pula?misal saat saya BAB dan BAK, lalu istinja menggunakan air dalam bak mandi (kira2 ada 70 liter) lalu air basuhannya nyiprat ke dalam bak mandi/nyiprat ke gayung saat digunakan lalu gayungnya masuk ke bak, apakah air dalam bak mandi tersebut tercemar najis sehingga menjadi air mutannajis? yg ketiga jika ada najis hukmi(bekas najis/hilang oleh angin tanpa air) lalu ada air jatuh dari atap rumah (air suci) tepat mengenai lokasi najis hukmi tersebut berada, lalu air tersebut nyiprat ke celana, apakah celana saya menjadi najis ya ustadz?Air mutanajjis artinya adalah air yang tercampur dengan barang atau benda yang najis.

    Air yang tercampur dengan benda najis itu bisa memiliki dua kemungkinan hukum bisa ikut menjadi najis juga atau bisa juga sebaliknya yaitu ikut tidak menjadi najis. Keduanya tergantung dari apakah air itu mengalami perubahan atau tidak setelah tercampur benda yang najis. Dan perubahan itu sangat erat kaitannya dengan perbandingan jumlah air dan besarnya noda najis.
    berapa perbandingan yang menjadi indikator air menjadi najis itu ustadz antara benda najis dan air suci nya itu?

    mohon jawaban nya ustadz. jazakallohu khoiron katsiron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebetulnya,poin inti yang anda tanyakan pada intinya adalah apakah najis yang anda tanyakan termasuk najis ma’fu (dimaafkan atau tidak). Jika Najis itu ma’fu (dimaafkan atau ditolelir karena sulit terhindar darinya), maka tentu air tersebut tidak mutanajjis. Begitu, bukan ?
      Baiklah, kita akan mengutip penjelasan dari salah satu fakar fiqh dunia, Syeikh Wahbeh Azzuhaily dalam bukunya Al Fiqhul Islami wa adillatuhu sebagai berikut :
      مَذْهَبُ الشَّافِعِيَّةِ : لاَ يُعْفىَ عَن شَيْءٍ مِنَ النَّجَاسَاتِ إِلاَّ مَا يَأْتِي : مَا لاَ يُدْرِكُهُ الْبَصَرُ الْمُعْتَدِلُ كَالدَّمِ الْيَسِيْرِ وَالْبَوْلِ الْمُتَرَشِّشِ
      Madzhab Syafi’i: “Tidak dapat dimaafkan sedikit pun dari najis-najis, kecuali berikut: apa yang tidak dapat dilihat oleh pandangan mata yang normal seperti darah yang sedikit dan air kencing yang memercik.”
      Dengan demikian, jika cipratan air itu banyak sekali, tentu air yang bercampur menjadi mutanajjis, tapi jika hanya sedikit dan tak tampak oleh mata, maka dihukumi najis ma’fu.
      Mengenai najis hukmy, jika terkena air, maka najis tersebut sudah hilang.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        maaf ustadz, jadi hukum air sisa basuhan untuk membasuh najis hukmiyah, yang terciprat ke baju hukumnya suci ya? memang najis hukmi yang akan saya basuh itu sudah kering oleh angin sehingga warna, bau, dan rasanya sudah tidak ada ustadz. pertanyaannya : hukum air ghusalah untuk membasuh najis hukmi (1 kali basuhan) itu hukumnya suci/najis/musta’mal? karena sempat nyiprat ke baju yang akan saya gunakan sholat. makasih ustadz. mohon jawaban nya.

        Reply
  282. rina purwati

    assalamu’aikum pak usyadz sya mau bertanya tentang mslah sya masih ttp yg dulu masalah ibu sya tdk merestui hubungan saya dengan seseorang yg sya syangi
    bagaimana jika sya tetap dlm pendirian sya untuk memikah dengan nya bagaimana jika sya berpendirian jika tdk denganya sya tdk akan menikah??? saya sngat syang padanya pak ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jawaban kami sama dengan sebelumnya. Karena ini masalah pilihan, kami serahkan sepenuhnya mana yang terbaik.
      Wallahu a’lam

      Reply
  283. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya mengenai bagaimana pandangan islam soal partai-partai politik yang ada di Indonesia diantaranya Golkar, Gerindra, Demokrat, PAN, PKS, PDI Perjuangan, Nasdem, Hanura, PKB, PPP dll. Apakah islam membolehkan membentuk partai-partai. Dan seperti apakah partai-partai yang seharusnya dibentuk oleh umat islam di suatu wilayah/negara sesuai syariat islam. Apakah ada dalil tertentu yang menerangkan bahwa bagaimana sebenarnya partai-partai yang diinginkan oleh agama Allah (Islam).

    Jadi, kesimpulan pertanyaan saya, apakah umat islam di Indonesia sudah benar dalam membentuk partai-partai yang ada sekarang ini? Mohon Pak Ustadz beri penjelasannya berdasarkan point-point saya diatas. Terimakasih.

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya segala sesuatu dibolehkan selama tidak menyentuh keharaman. Politik merupakan suatu nyang tidak bisa dihindari dalam kancah kehidupan di setiap negara.
      Politik (dalam bahasa Arab disebut dengan siyasah) harus bersih dan terbebas dari perkara kotor. Selama politik bersih dan tidak melanggar syari’ah tentu dibolehkan.

      Apakah partai di Indonesia saat ini sudah benar menurut Islam ?
      Untuk menjawab demikian, kita tentu harus melihat arah dan tujuan partai tersebut apakah benar-benar sarana atau wadah yang dapat dilakukan untuk membela agama Allah atau tidak, mensejahterakan masyarakat atau tidak. Intinya, selama tujuan dan caranya tidak melanggar syari’ah tentu boleh saja.

      Jika ternyata di tengah jalan kita melihat keanehan yang terjadi, maka mungkin saja disebabkan oknum yang tidak amanah.

      Memang ada sebagian kaum muslimin yang mengharamkan berpolitik dan berpartai karena melihat fakta di lapangan yang menurut mereka tidak sesuai dengan hukum Allah.

      Namun untuk konteks saat ini, politik dan partai tidak bisa dihindari. Jika tidak setuju, minimal kita mengambil kaidah “mengambil maslhat dan menolak mudharat”.

      Wallahu a’lam

      Reply
  284. keumala

    assalamualaikum ustadz
    apakah menyimpan boneka didalam rumah termasuk menghalangi masuknya malaikat pembawa rizki ? saya punya balita usia 3 tahun, ada beberapa boneka binatang dan boneka menyerupai bayi yang seluruh anggota tubuhnya lengkap. usia anak sudah 3 tahun, perempuan. apakah boneka-boneka harus dikeluarkandari rumah ?
    syukran

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Boneka untuk anak-anak tidak dilarang dalam islam, jadi tidak perlu dibuang.

      Wallahu a’lam

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  285. Hamba Allah

    Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Sblumnya saya mau berterimakasih atas jawaban dr prtanyaan saya sblumnya. Pak ustadz, saya mau bertanya, saat membaca wirid, puji pujian kpd Allah, shalawat, atau al Fatihah yang biasa dibaca saat mmulai suatu aara atau mnutup suatu cara, apakah harus mengangkat tangan seperti saat berdoa?
    Saya jg mau bertanya, apabila imam terlalu cepat bacaan sholatnya kemudian makmum blum smpat membaca surah al Fatihan atau bacaan dlm rukun shalat yang lain, harus bagaimana? Jazakallahukhairan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Shalat dibelakang imam yang terlalu cepat bacaannya tetap sah selama tidak mengurangi rukun shalat. namun setelah shalat makmum berhak menegur imam agar dikemudian hari tidak terlalu cepat agar mendapat pahala kesempurnaan shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  286. Hamba Allah

    Assalamualaikum warahmatullahiwabarakatuh. Sblumnya saya mau berterimakasih atas jawaban dr prtanyaan saya sblumnya. Pak ustadz, saya mau bertanya, saat membaca wirid, puji pujian kpd Allah, shalawat, atau al Fatihah yang biasa dibaca saat mmulai suatu aara atau mnutup suatu cara, apakah harus mengangkat yangan seperti saat berdoa?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mengangkat tangan disukai ketika membaca doa. Jika dalam wirid, puji-pujian dsb ada redaksi kalimat yang mengandung do’a, maka boleh-boleh saja mengangkat tangan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Rudi

        Assalamualaikum pak ustad., apakah ada contoh dari Rasulullah atau sahabatnya setiap habis ibadah atau acara lainya berdoa dg mengangkat tangan selain ketika di padang arafah dan sholat istiqo? kalau tidak ada contoh, kenapa hal itu dikatakan baik..padahal kita harus meneladani Rasulullah.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam wr wb.
          Tidak semua yang tidak dicontohkan Rasulullah dinilai atau dicap tidak baik. Selagi tidak haram dan tidak menabrak aturan syariat yang ada, maka hukumnya boleh saja. Adakah dalil yang melarang orang berdo’a dengan ankat tangan ? jika ada dalil larangan tersebut, maka hukum mengangkat tangan dalam berdoa bisa saja hanya makruh atau pun haram.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • Rudi

            Assalamualaikum wr wb. pak Ustadz., memang dalil larangan mengangkat tangan ketika berdoa tidak ada.. tapi kita sebagai muslim harus meneladani apa yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh Rasulullah.. Selain dua peristiwa tersebut Rasulullah tidak pernah mengangkat tangan ketika berdoa., walaupun ada hadist yang menyatakan (beliau bersabda) “Allah malu jika ada hambanya memohon kepadaNya dengan mengangkat tangan dan sampai tangannya diturunkan tidak memperoleh apa2..”. kenapa bisa demikian? Allahu a’lam. Sama halnya dengan tahlilan..jika dikatakan baik kenapa Rasulullah dan para sahabat tidak pernah melakukannya, padahal banyak sahabat beliau yang gugur di medan perang.
            jadi kita sebagai muslim ya harus berpedoman kepada Alquran dan hadist dengan meneladani Rasulullah.. ada hadist yang mengatakan, “janganlah mengadakan-adakan sesuatu dalam hal ibadah..ikutilah apa yang aku ajarkan, dan diluar yang aku ajarkan ini berarti bi’dah dan semua bi’dah tertolak.
            Apa yang kita anggap baik., belum tentu baik bagi Allah dan iblis selalu membuat manusia memandang baik perbuatan buruknya.

          • Ridwan pkh

            Wa alaikumus salam wr wb.

            Akhi Rudi yang dirahmati Allah, mungkin hadis yang akhi maksud seperti ini :

            عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَرْفَعُ يَدَيْهِ فِي شَيْءٍ مِنْ دُعَائِهِ إِلَّا فِي الِاسْتِسْقَاءِ وَإِنَّهُ يَرْفَعُ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ إِبْطَيْهِ

            Artinya : Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan Nabi SAW tidak pernah mengangkatkan dua tangan pada do’a-doa beliau kecuali pada shalat minta hujan. Beliau mengangkatnya sehingga nampak putih ketiak beliau. (H.R. Bukhari)

            Setelah mengetahui hadis di atas, maka tentu kita harus mengerti bagaimana penjelasan hadis tersebut menurut para ulama pakar hadis, diantaranya Al Imam An Nawawi Rahimahullah dalam kitab Umdatul Qari’ Jilid 10 tentang shalat istisqa sebagai berikut:

            قال النووي هذا الحديث ظاهره يوهم أنه لم يرفع يديه إلا في الاستسقاء وليس الأمر كذلك بل قد ثبت رفع يديه في الدعاء في مواطن غير الاستسقاء وهي أكثر من أن تحصى فيتؤول هذا الحديث على أنه لم يرفع الرفع البليغ بحيث يرى بياض أبطيه إلا في الاستسقاء أو أن المراد لم أره يرفع وقد رآه غيره فتقدم رواية المثبتين فيه

            Artinya :
            Imam al-Nawawi mengatakan :
            ”Hadits ini, secara zhahir mengwahamkan bahwa Rasulullah SAW tidak mengangkat tangan beliau pada ketika berdo’a kecuali pada shalat minta hujan, padahal tidaklah demikian halnya, karena telah datang banyak hadits shahih yang menjelaskan Rasulullah SAW juga mengangkat dua tangan beliau pada ketika berdo’a dalam banyak kondisi selain shalat minta hujan. Karena itu, hadits ini harus ditakwil, takwilnya adalah Rasulullah tidak mengangkat tangan dengan setinggi-tingginya sehingga nampak putih ketiaknya kecuali pada shalat minta hujan atau maksudnya, aku (perawinya, yaitu Anas bin Malik) tidak pernah melihatnya, tetapi sungguh orang lain ada melihatnya.”

            Bahkan Imam As Suyuthi mengatakan,
            “Ada sekitar seratus hadis dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan bahwa beliau mengangkat tangan saat berdo’a, saya telah mengumpulkannya dalam sebuah kitab tersendiri, namun hal itu dalam keadaan yang berbeda-beda. Setiap keadaannya tidaklah mencapai derajat mutawatir, namun titik persamaan antara semuanya yaitu mengangkat tangan saat berdo’a mencapai derajat mutawatir.”
            (Tadribur Rowi 2/180)

            Jadi, dalam menyimpulkan hukum, kita tidak bisa langsung melihat zhahir hadis, apalagi cuma satu hadis. Untuk masalah bid’ah, para ulama sangat hati-hati memvonisnya.

            Demikian, akhi Rudi.

            Wallahu a’lam

  287. nia

    Assalamualaik ustad sy mw tanya kalau seandai ny orang tua mengatakan sy anak allah sy besar krn allah sy d’nafkahi bagai mn sikap org tua yg sprt itu..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Orang tua tersebut perlu diingatkan dengan cara yang baik. Perkataan tersebut jelas mengandung makna kekufuran dengan mengatakan bahwa Allah mempubyai anak. Na’udzu billahi min dzalik

      Wallahu a’lam

      Reply
  288. jejen

    Assamu”alaikum Wr wb

    pa Ustadz saya ingin membentuk koperasi keluarga salah satunya ada simpan pinjam, apabila ada kelebihan uang dalam pengembalian pinjaman gimana supaya tidak termasuk ke dalam riba.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.

      Harus ada aqad persyaratan bahwa anggota disyaratkan membayar administrasi saja. Tapi ingat, jangan mematok berapa persen dari pinjaman karena dikhawatirkan jadi masuk riba. C
      Contoh :
      Setiap anggota disyaratkan membayar uang administrasi sebesar Rp. 50.000 dan harus seragam besarnya.
      Jadi tidak dibenarkan jika besaran administrasi bergantung dengan jumlah pinjaman.
      Intinya :
      1. Bukan bunga
      2. Besaran administrasi harus sama dbagi seluruh peminjam an tidak mengambil prosentase dari besaran pinjaman.

      Wallahu a’lam ,-

      Reply
  289. fiqri rahmadani

    ustdaz kalau masalah najis bekas anjing, karena dirumah tersebut anjingnya kadang-kadang masuk kerumah, jadi kadang-kadang sy menginjak bekas anjing tersebut tiduran atau bekas kain yang ditidurinya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Menurut madzhab syafi’i bahwa seluruh tubuh anjing adalah najis. Oleh karena itu, sebaiknya orang islam tidak memelihara anjing kecuali untuk berburu atau menjaga ternak.

      Ada hadis shahih riwayat Al Imam Bukhary dari sanad Abdullah ibn Yusuf dari Malik dari Nafi’ dari Abdullah Bin Umar RA dari Rasulullah SAW bersabda : “Barang siapa memelihara anjing selain anjing untuk menjaga binatang ternak atau anjing untuk berburu, maka pahalanya akan berkurang DUA QIRATH setiap hari.”

      SATU QIRATH = 1 Gunung besar.

      Wallahu a’lam

      Reply
  290. Dea

    Assalamualaikum pak ustadz., pertanyaan saya tanggal 21/10 & 24/10 (2 pertanyaan) belum dijawab??

    Reply
  291. nia

    Assalamualaikum ustad sy ingin brtny lg.. Apa bila kta tlh memberi pemahaman tp mereka ga bsa mngrt bagai mn ustad apa yg hrz kta lakukan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Anda harus bersabar dan berdo’a semoga Allah membuka hati mereka untuk memahami. serahkan semua urusan kepada Allah jika kita sudah berusaha.

      Wallahu a’alm

      Reply
  292. nia

    Assalamualaikum.. Wr wb
    Ustad saya ingin bertny lg apakah bnr kl menikah dengan saudara keturunan ny anak cacat dan pernikahan tidak panjang jodoh ny.. Mksh ustad untuk jwbn ny..

    Reply
  293. fiqri rahmadani

    aslm ustadz
    sy mau tanya kemaren sy berkunjung ke kampung yang mayoritas non muslim, karena penginapan penuh kami menginap di rumah warga yg non muslim kebetulan masih ada hubungan dengan yg punya rumah keluarga bos kami,
    kami bingung masalah makan dan tempatnya masalahnya banyak anjing yg bereliaran, kami sholatnya di masjid kebetulan ada masjid di sana sekitar 500 meter.
    yang jadi pertanyaan sy masalah makanan, kami makan dirumah itu walaupun kami makan hanya ikan da sayuran, gimana ya ustadz apakah halal yg kami makan itu

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam,
      Makanan yang anda makan halal. Mungkin anda bertanya-tanya tentang kesucian piring atau alat masak tuan rumah yang mungkin dijilat anjing. Selama hal itu tidak anda lihat secara zhahir, maka dihukumi suci. Lain halnya jika anda lihat langsung anjingnya menjilat piring atau alat masak lainnya kemudian hanya dicuci boiasa, maka jelas hal itu sudah tidak suci. Hukum harus pasti dan bukan karena prasangka.

      Wallahu a’lam

      Reply
  294. anonymous

    assalamualaikum pa ustadz saya ingin bertanya saya kemarin mimpi basah dan langsung mandi wajib karna tidak tahu tata caranya saya ingat punya bukunya dan dibaca tata cara di buku cuman suruh baca niat mandi besar sama langsung guyur badan semuanya harus basah dan ketiga bersihkan najis nah yg saya lakukan itu niat mandi besar (pakai bahasa indonesia) dan langsung guyur badan dari kepala 3x sampai semua bagian terkena air dan saya bersihnya kemaluan saya pakai sabun, sabunan badannya, keramas saya guyur lagi badan saya sampai sabun nya hilang dan bersih saya handukan apakah sah mandi wajibnya yg saya lakuka pa ustadz mohon pencerahannya apabila ada kesalahan dalam tahap yang saya lakukan terima kasih sekian wassalamualaikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang sudah anda lakukan sudah benar, niyat boleh dengan bahasa apa saja kecuali haji dan umrah. Niyat dibaca dalam hati berbarengan dengan jatuhnya air pertama kali tubuh anda.

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  295. ikhsan

    Assalamualaikum Wr Wb.

    Saya mau menanyakan mengenai pekerjaan saya saat ini. Sekarang saya bekerja sebagai salah satu staf Konsultan Pajak di Kota Bandung. Yang ingin saya tanyakan mengenai apa yang saya lakukan di kantor saya.
    1. Apakah berdosa ketika saya melanggar peraturan mengenai perpajakan yang telah dibuat di Indonesia menurut pandangan agama? Menurut saya peraturan perpajakan yang dibuat merupakan hasil karya manusia yang menurut saya bisa kita langgar karena aturan manusia pasti tidak selalu benar. Sebagai contoh ketika kita menghadapi situasi yang daurat kita bisa melanggar lampu lalu lintas yang secara aturan harusnya kita patuhi.

    2. Ketika saya menyajikan data klien kepada kantor pajak yang tidak riil atau tidak apa adanya, apakah yang saya lakukan merupakan suatu hal yang salah menurut agama? Saya selalu memberikan banyak pilihan yang bisa dilakukan oleh klien terkait dengan kewajiban perpajakannya mulai dari yang sesuai aturan dan yang tidak.Kebanyakan klien memilih untuk melaporkan kejadian yang tidak sebenarnya atau ada peristiwa yang tidak diungkapkan atau disembunyikan.

    Wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Hukum yang dibuat oleh pemerintah adalah untuk kemaslahatan bersama. Taat kepada pemerintah selama tidak berkaitan dengan kemaksiatan adalah wajib. Jadi, melanggar peraturan pemerintah jelas berdosa hukumnya.
      Segala sesuatu yang bersifat darurat dibolehkan sementara sampai daruratnya hilang.

      2. Islam menjunjung tinggi kejujuran dan membenci ketidakjujuran. Jika anda hamba Allah yang baik dan bertakwa, temntu anda akan selalu berbuat jujur.

      Wallahu a’lam

      Reply
  296. ifa

    Assalamu’alaikum Wr Wb. Ustad
    saya mau bertanya Apakah makna dari nama Muhammad Rizal Ikhsanul Faiz, apakah beda makna kalau nama ikhsanul dihilangkan huruf K nya.
    terima kasih
    Wassalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Muhammad = yang terpuji.
      Rizal : maaf saya tidak tahu, tapi jika yang penulisannya adalah RIJAL,maka artinya adalah Laki-laki (dalam bentuk jamak, sedangkan mufrad (bentuk kata tunggalnya) adalah rojul)
      Ikhsan = saya tidak tahu artinya, tapi jika penulisanny adalh IHSAN, maka artinya adalah berbuat baik

      Faiz yang lebih elok adalah fa’iz = yang menang

      Reply
  297. yuwono

    Assalamu’alaikum wr wb

    Puji syukur kehadirat Illahi Robbi penguasa seluruh alam
    Salam dan shalawat kepada Nabi Muhammad saw, Shahabat, tabi’in ,
    tabiut tabi’in dan semua umat Islam yang meniti sunnahnya.

    Ustadz, saya tertarik dengan deteksi bakat genetik dengan sidik jari,
    dari deteksi tersebut dihasilkan banyak hal dominasi otak, multiple
    kecerdasan, karakter, kepribadian, dll
    Bagaimana menurut Islam? Bolehkah? adakah landasan hukumnya?
    Saya mohon jawaban detailnya.

    Atas perhatian dan jawabannya, saya ucapkan Jazakumullah Khoiron Katsiro

    Yuwono
    Kota Wonosobo Jawa Tengah
    HP 085228641575

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang perlu kita cermati sebagai berikut ;

      1. Islam melarang ramalan tapi membolehkan prediksi. Ramalan dilarang keras karena tidak ilmiyah dan mendahului kehendak Allah. Berbeda dengan prediksi, yaitu suatu perkiraan yang berdasarkan ilmiyah.
      Jadi, analisis sidik jari terlebih dahulu harus dikatagorikan, apakah termasuk prediksi atau ramalan sebgaimana ramalan bintang.

      2. Walaupun prediksi dibolehkan, tapi haram meyakini kebenarannya secara I’tiqad. Contoh : langit berawan gelap. Prediksi mengatakan bahwa langit KEMUNGKINAN BESAR HUJAN. Tapi jika diyakini 100% PASTI HUJAN karena kebiasaan lagit berawan biasanya hujan, maka hal tersebut jelas haram karena mendahului Allah SWT. Jika Allah berkehendak tidak hujan tentu bisa saja. Kita hanya dibolehkan berprediksi saja, misalnya saya akan membawa payung dikarenakan awan yang sangat gelap karena dengan gelapnya awan tersebut HUJAN BISA SAJA TERJADI.

      Jadi bagaimana ? Jika analisis sidik jari termasuk pada katagori prediksi, maka hukumnya boleh saja dengan syarat tidak mempercayainya 100%. Jika sekedar diposisikan sebagai persiapan awal untuk memudahkan pola pendidikan anak dan tidak dihukumi sebagai takdir, menurut saya boleh-boleh saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  298. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya ingin bertanya tentang bagaimana kita sebagai muslim menyikapi hari raya orang non muslim?

    Lima hari lagi umat kristen merayakan Hari Natal dan juga merayakan Tahun Baru Masehi. Kita sebagai seorang muslim apakah kita boleh mengucapkan selamatan kepada mereka ketika merayakan Hari Natal dan apakah boleh kita ikut-ikutan dalam merayakan Tahun Baru Masehi. Setiap akhir tahun, saya sering melihat orang-orang merayakan Tahun Baru Masehi, tetapi masih banyak umat islam yang merayakannya, diantaranya satu keluarga, para pemuda pemudi, kaum bapak dan ibu dll, yang merayakannya dengan berpesta hura-hura seperi minum-minuman, makan-makan, tiup terompet serta main kembang api dan mercun. Kalau sudah memasuki malam hari, di jalan raya, kalau dilihat seperti lautan sepeda motor karena kebanyakan kaum pemuda pemudinya yg saling berbonceng berduaan diatas sepeda motor.

    Dalam pandangan islam, apakah ini bertolak belakang dengan syariat islam dan apakah Tahun Baru Masehi ini ada hubungan historis dengan Islam serta apa Tahun Baru bagi umat islam yang patut kita rayakan dalam tiap tahun. Terimakasih.

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada dua hal yangh anda tanyakan : ucapan selamat natal dan merayakan tahun baru.

      1. Ucapan selamat natal jelas haram mutlak. Mengucapkan selamat natal berarti memberikan selamat atas lahirnya seorang yesus yang dianggap sebagai anak tuhan. Siapa saja yang menganggap yesus anak Allah adalah haram.

      Bagaimana jika kita mengucapkan selamat natal tapi kita tidak berniyat atau tidak beranggapan bahwa yesus bukan anak Allah ? Jawabnya sama saja, haram. Logika sederhana begini contohnya : Fulan mengatakan secara zhahir : “Isa adalah Anak Allah.” (dalam hatinya ia mengatakan Isa bukan anak Allah ). Ucapan Fulan tadi jelas-jelas haram kecuali jika sangat terpaksa jika tidak mengatakan perkataan tersebut jiwanya terancam.
      Jadi jelas sekali bahwa mengucapkan selamat natal adalah HARAM.

      2. Merayakan Tahun Baru

      Para ulama berbeda pendapat mengenai hal ini, sebagian mereka berpendapat haram dan sebagian lagi membolehkan dengam syarat.

      Argumentasi pendapat yang mengharamkan adalah “meyerupai orang-orang kafir”. Mereka berpendapat bahwa perayaan tahun baru pada dasarnya adalah bentuk perayaan terhadap dewa-dewa.

      Argumentasi yang membolehkan : Jika diniatkan bukan menyerupai orang kafir maka dibolehkan. Jika hanya makan dan minum saja dan tidak berbuat maksiat adalah boleh. Mereka beranggapan bahwa tahun baru adalah pergantian tahun berdasarkan perjalanan matahari. Pergantian tahun harus disyukuri dengan hal-hal yang tidak mengandung maksiat.

      Jadi harus bagaimana ?
      Menurut kami, sebaiknya tidak merayakan karena manfaatnya tidak banyak. Tapi jika kita diundang atasan untuk tahuin baruan, sebaiknya tolak dengan halus. Jika memang tidak memungkinkan, maka penuhi saja undangannya dengan niat mensyukuri ni’mat Allah karena pergantian tahun dan tidak melakukan maksiyat.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  299. Anyelir

    ustadz misalkan ada seseorang yang memperoleh total gaji setahunnya 9 juta, tetapi untuk kebutuhan sehari-harinya masih ditanggung oleh orang tua, dan gaji yang 9 juta itu juga terpakai untuk kebutuhan sehari-hari. apakah orang itu berkewajiban membayar zakat profesi? berapa besar zakat yang harus orang tersebut bayar? terima kasih ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Silakan perhatikan poin-poin berikut :

      1. Gaji bulanan sudah mencapai nishab.

      2. Nishab gaji bulanan setara dengan 522 kg beras = 652,5 liter

      3. Zakat penghasilan adalah 2,5 % dari gaji bersih yang mencapai nisab.

      4. Penghasilan bersih adalah gaji kotor setelah dikurangi kebutuhan pokok selama sebulan, termasuk hutang dan cicilan-cicilan lainnya.

      5. Penghasilan bersih bulanan yang tidak mencapai nishab maka hukumnya tidak wajib zakat. Karena tidak wajib zakat, maka ada alternatif lain berupa shadaqah.

      Ilustrasi 1 :

      Hasan mendapat gaji bulanan kotor dan penghasilan lainnya sebesar 9 juta/bulan. Kemudian kebutuhan hidupnya selama sebulan sebesar 4 juta dan hutang serta cicilan lainnya sebesar 2 juta. Berapakah zakatnya perbulan ?
      Jawab :

      Jika harga beras layak makan per liter saat ini adalah : Rp. 8.500, maka nishabnya adalah :

      Rp. 8.500 X 652,5 liter = Rp. 5.546.250

      Gaji bersih Hasan = Rp 9 juta – (kebutuhan sehari hari + hutang dan cicilan)
      9 juta – ( 4 juta + 2 juta ) = 3 juta.

      Karena penghasilan bersih Hasan sebesar 3 juta maka Hasan tidak wajib zakat karena penghasilan bersihnya tidak mencapai nishab.

      Ilustrasi 2 :

      Boby mendapat gaji bulanan kotor dan penghasilan lainnya selama sebulan sebesar Rp. 18 juta.
      Kebutuhan pokoknya selama sebulan 8 juta dan hutang serta cicilan lainnya sebesar 3 juta.
      Berapa zakatnya perbulan ?

      Jika harga beras layak makan per liter saat ini Rp. 8.500, maka nishabnya adalah Rp. 8.500 x 652,5 liter = Rp. 5.546.250.

      Gaji/penghasilan bersih Booby =
      Rp. 18 juta – (kebutuhan pokok + hutang dan cicilan )
      =Rp. 18 juta – (8 juta + 3 Juta) = Rp. 7 juta
      Berarti Bobby wajib zakat per bulan .

      Berapa zakatnya ?
      2,5% x Rp. 7 juta = Rp. 175.000

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        Assalamualaikum pak ustadz., saya mau tanya nih..
        Apakah gaji yang sudah dikenakan pajak pemerintah sampai 15% masih wajib bayar zakat?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Tergantung. Pajak dimasukkan ke dalam daftar kebutuhan. Ketika Penghasilan bersihnya mencapai nishab, maka wajib pula zakatnya. Jika tidak mencapai setelah dipotong pajak karena masuk dalam daftar kebutuhan, maka tidak wajib zakat.

          Wallahu a’lam

          Reply
      • Rudi

        Assalamu’alaikum Wr Wb. Pak Ustadz., apakah bayar listrik, air, uang sekolah (SPP), uang kost anak sekolah, keperluan anak sekolah sehari2 dan uang kontrak rumah termasuk dalam penghitungan zakat (sbg kebutuhan sehari2)? wass.wr.wb

        Reply
  300. Renny

    assalamualaikum ustad,saya ingin bertanya apakah bayi yang meninggal usia 1 tahun dan telah meminum Asi ibu nya itu sudah menanggung dosa? terima kasih wassalamualaikum wr. wb

    Reply
  301. Risa

    Assalamualaikum, Ustadz/Ustadzah.. Saya mau bertanya soal dosa kepada orang tua. Ada salah seorang saudari muslimah dmintakan pendapat tentang bagaimana bila ketika seorang anak bertengkar dengan ayahnya, lalu sang ayah keceplos mengatakan kalau sang anak akan masuk neraka. Sang anak lalu minta maaf kepada ayahnya. dan bertaubat. bagaimana dengan yang dikatakan sang ayah tadi tentang sang anak yg akan masuk neraka? apa itu bertuah, dan bagaimana jika si anak sudah meminta maaf kepada ayahnya, apa dia akan tetap masuk neraka karena kata2 ayahnya pada waktu bertengkar dlu. Terima kasih.Mohon pencerahannya.

    Reply
  302. ami

    Assalamu’alaikum,
    Pak Ustadz, saya mau tanya tentang hukum menggambar makhluk bernyawa.. Saat ini saya kelas 3 sma dan ingin mengambil jurusan dkv, dengan harapan bisa menyalurkan bakat saya syukur bisa keluar negri untuk ikut di berbagai pembuatan film/animasi terkenal…
    Tp setelah saya membaca bbrp artikel di internet banyak ulama yg berbeda pendapat mngenai hukum mnggambar ini, tp mayoritas mengharamkannya. Jd sy mengurungkan niat sy untuk mngambil jurusan ini.
    Ini prtanyaan sy yg dlu pak ustadz brhubung blm d jwb jd sy copas lg.
    Moho pencerahannya pak ustadz

    Reply
  303. donny

    assalamualaikum ustadz, apakah najis air liur anjing yang mengering harus tetap di hilangkan ? wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Najis apa pun jika sudah mengering dan diyakini sudah hilang, maka sudah tidak ada najis. namun dibolehkan meyirami air untuk menguatkan keyakinan.

      Mohon konfirmasi ustadz-ustadz lain yang lebih alim untuk jawaban ini, syukran.

      Wallahu a’lam

      Reply
  304. skydragon88

    assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya. langsung saja kepada contoh kasusnya. semisalkan saya membuka lembaga amal donasi seperti sedekah/infaq/zakat. kemudian klien saya memberikan sejumlah uang kepada saya. pertanyaan nya, apakah saya sebagai pihak yang menghimpun dana berhak juga untuk menggunakan “sedikit” dari uang klien dengan alasan untuk keperluan administrasi lembaga tersebut? terima kasih mohon pencerahannya

    Reply
  305. mustikacahaya

    assallamuallaikum pak ustad
    pak saya mustika usia saya skarang 19 tahun
    pak ustad saya mau tnya dan mohon solusiny jd gni pak saya terlahir dr agama islam tp saya meragukn kebenaran islaam krna sya mrasa Allah itu tidak ada dan tdk adil krna selama sya hidup ujian tak perna selesai ibu sy sdh mninggal saat usia sy msih kecil ibu sya kna penykit tumor yg menjijikan sehinga smua org ngri dkat kluarga kami Ayah saya pelit dan hoby togel pdahal kami termsuk org yg berada tp krna kegilaan ayah pd togel hinga dia sangat pelit Kk lki2 saya adalah bandit dan juga pecandu narkoba Kk permpuan saya yg pertama hidupnya dalam kesusahan karna suaminya juga hobi mabuk2an dan berjudi Kk perempuan saya yg ke tiga dia terjun ke dunia psk
    dan saya merasa hidup saya itu tdk ada yg bnar dan dsanalah keraguan aku atas allah kadang saya ingin bunuh diri krn saya juga berpikir tdk mau lahir d keluarga seperti ini
    mohon solusiny pak ustad biar saya bisa yakin dg agama ini mhon jwabanya tlong

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT telah menciptakan manusia dan menentukan pula takdir mereka. Karena kita tidak tahu takdir kita seperti apa, maka yang kita lakukan adalah yang bersifat zhahir saja. Contoh : anda terlahir dari seorang ibu yang mempunyai penyakit dan ayah yang suka togel. Itu takdir, tak ada yang bisa menolak. Takdir selanjutnya adlah apakah anda masuk neraka atau surga, kita juga tidak tahu bukan ? karena ketidak tahuan itulah kita harus menjalankan perintah yang bersifat realistis seperti menjalankan kewajiban shalat, berpuasa dan lain-lain agar kita mendapat surganya Allah SWT.

      Selain takdir, ada pula yang namanya do’a. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdo’a dan mengharap kasih sayang-Nya. Kita berdo’a agar diberikan taqdir yang baik oleh Allah, baik taqdir untuk dunia dan ahirat.

      Dan perlu anda ketahui juga bahwa manusia terbagi beberapa golongan :

      1. Ada manusia yang bahagia di dunia tapi sengsara di akhirat. Orang seperti inilah yang tidak bisa mensyukuri nilmat Allah selama ia hidup di dunia. Ia gunakan harta yang berlimpah untuk maksiat dan lupa ibadah. Ia tidak sadar bahwa harta yang Allah berikan di dunia adalah ujian, apakah dengan harta itu ia bisa beribadah kepada Allah SWT. Akibat tidak lulus ujian harta di dunia, maka sengsaralah ia di akhirat dan masuk neraka. Na’udzu billah min dzaalik.

      2. Ada manusia yang hidupnya sengsara di dunia namun bahagia di akhirat. Golongan ini adalah para hamba Allah yang bersabar atas ujian kemiskinan, penyakit dan hal lain yang menyulitkan ketika mereka hidup di dunia. Walau pun miskin, mereka tetap sabar dan beribadah. Walaupun sakit, mereka tetap sabar dan beribadah. Karena kesabaran mereka atas ujian inilah Allah membalas mereka dengan kebahagiaan di akhirat, yaitu surganya Allah SWT.

      3. Ada manusia yang hidupnya bahagia di dunia dan bahagia pula di akhirat. Golongan seperti ini adalah mereka yang lulus dengan ujian kekayaan dan hal lainnya yang menyenangkan ketika hidup di dunia. Mereka sadar bahwa harta dan kenikmatan dunia yang ada pada mereka adalah sekedar titipan dan ujian dari Allah. Walaupun kaya mereka tetap ibadah. Walau pun sibuk dengan usaha, mereka tetap ibadah kepada Allah. Karena mereka lulus dengan ujian kekayaan di dunia, maka Allah SWT menempatkan mereka di surganya Allah SWT. Golongan ini sesui dengan do’a kita sehari-hari :
      Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa adzaaban naar. Wahai tuhan kami, datangkanlah (anugerahilah) kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.

      4. Golongan terakhir, yaitu golongan yang paling bodoh, sengsara di dunia dan sengsara pula di akhirat. Golongan ini adalah mereka yang tidak sabar diuji oleh Allah berupa kemiskinan dan penderitaan di dunia. Sudah miskin tyidak mau ibadah. Sudah melarat tidak mau ibadah. Dan terlebih parah lagi apabila golongan ini sampai menyalahkan Allah mengapa mereka di uji seperti ini. Allah maha berkehendak dan Maha mengetahui. Apakah orang miskin sudah memastikan akan mampu beribadah jika ia dalam posisi kaya ??? belum tentu. Justru malah banyak sekali orang kaya yang sibuk dengan hartanya sampai lup0a ibadah kepada Allah. Yang melulu dipikirkannya hanya uang dan uang. Coba lihat koruptor ! kurang bagaimana dia kok bisa sampai korupsi ? Apakah karena ia kurang harta kemudian korupsi agar ia kaya ? Justru yang kebanyakan koruptor adalah mereka yang berpendidikan dan berlimpah harta. Golongan terakhir ini dikatakan paling sengsara. Melarat di dunia dan di siksa pula di neraka. Na’udzu billah.

      Saya yakin, Dik Mustika insya Allah memilih golongan yang ketiga, bahagia dunia dan akhirat bukan ? Jika Dik Mustika pilih golongan ini maka tingkatkan keimanan dan taqwa kepada Allah serta sempurnakan ibadah, do’a, ikhtiyar dan bersabar atas ujian yang menimpamu.
      Kami do’akan semoga Dik Mustika senantiasa diberi petunjuk oleh Allah SWT, aamiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  306. Cakra

    Assalamualaikum Pak Ustad,
    Mohon SARAN, BIMBINGAN & PENJELASANNYA
    Saya ada masalah dengan istri saya, istri saya banyak berhutang & sudah berkali-kali dia melakukan itu, jika ditanya untuk apa dia melakukan … dia menjawab untuk kebutuhan sehari-hari karena kurang
    padahal kalo boleh dibilang saya bekerja dengan gaji yang lumayan diatas Rp 5,500,000/bln (boleh dikatakan cukup)
    Yang dilakukan istri saya:
    1. hutang ketetangga-tetangga (sudah berkali-kali) dan saya yang membereskan
    2. Waktu itu kami memliki 2 rumah … satu rumah sudah terjual tanpa sepengetahuan saya, itupun buat membayar hutang-hutang istri saya
    3. rumah yang kedua, saya gadaikan ke bank untuk membayar hutang-hutangnya juga
    4. saya berpikir dengan saya bantu di no. 2 & 3 & juga istri sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi maka saya maafkan dia
    tapi sekarang masih timbul hutang-hutang lagi
    Apakah saya salah dalam mendidiknya, ATM saya serahkan ke istri biar dia bisa mengatur keuangan dirumah & saya sudah berpesan kalo kurang, tolong bicara ke saya biar saya yang carikan solusinya
    Saya ingin menceraikan istri saya karena kejadian-kejadian diatas tapi saya bingung, kasihan kepada anak-anak saya yang masih membutuhkan seorang ibu
    Saya mempunyai anak 2 lelaki (yang pertama autis 8th) & yang kedua 3th …
    Bagaimana menyikapi masalah ini, mohon bimbingannya supaya saya tidak ada keragu-raguan atau salah dalam mengambil tindakan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Di dalam aturan fiqh (syari’ah), istri anda tentu boleh diceraikan. Namun mungkin yang mengganjal hati anda adalah masalah anak. Untuk yang satu ini (anak) memang agak sulit.
      Mungkin ada beberapa poin yang anda harus pertimbangkan :

      1. Apakah anak anda bisa ditipkan sementara kepada neneknya sampai menikah dengan wanita lain yang shalihah dan mau mengasuh anak-anak anda ?
      Jika poin ini memungkinkan, maka tidak ada ganjalan untuk bercerai. Mungkin poin ada ada kekurangannya yaitu masalah psikologis anak. Tapi insya Allah masalah psikologis seperti bisa diatasi secara perlahan dan tentu bergantung pula kepada kesabaran ibu tiri anak-anak anda dalam mengasuh mereka nantinya.

      2.Jika anda terus bertahan dengan tidak menceraikan, tentu anda harus lebih sabar dalam menerima kondisi seperti ini. Tapi mungkin efeknya juga akan terasa ke anak. Jika istri anda tidak menghentikan kebiasaan berhutangnya, maka lambat laun anak anda akan melihat perangai ibunya dan bisa saja berefek negatif kepada anak.

      Diantara poin pertimbangan di atas, pilihlah mana yang menurut anda terbaik. Libatkanlah orang terdekat anda yang sangat dipercaya seperti orang tua atau kakak yang menurut anda bijak untuk memilih salah satu dari point di atas. Atau mungkin saja orang tua anda punya solusi lain yang lebih baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  307. Hamba Allah

    Assalamu’alaikum ustadz,

    Bolehkah membaca sebagian saja dari salah satu surat (tidak penuh satu surat) dalam Quran
    ketika menjadi imam dalam sholat ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Boleh saja, karena membaca beberapa ayat setelah al fatihah adalah sunnah dan tidak disyaratkan satu surat penuh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  308. rahayu

    Assalamualaikum ustadz.
    Terimakasih banyak penjelasannya. Izin bertanya kembali, apakah taubat nasuha ini ditujukan terhadap janji saya untuk tidak mengulangi maksiat yang telah saya perbuat? Atau semua perbuatan dosa yang lain.? Mohon jawabannya ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Ya pokoknya dosa-dosa besar yang sudah pernah diperbuat, baik yang anda janjikan itu mau pun yang sudah-sudah. Ada do’a seperti ini :
      استغفر الله العظيم من جميع المعاصى والذنوب
      Astaghfirullaahal Azhiim jamii’il ma’aashii wadz dzunuub..
      Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung dari seluruh maksiyat dan dosa-dosa..

      Wallahu a’lam

      Reply
  309. donny

    assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya , jika di tengah2 pada saat kita berwudhu kentut , apakah wudhunya harus diulang dari awal ? wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  310. athika

    Assalammuala’ikum wr.wb
    Terima kasih penjelasanny Ustad,izin bertanya kembali maksud dari bermakna lebih apakah krn awalan Al tersebut atau arti Azka itu sendiri? Apa arti nama bila ada awalan Al itu Ustad?apabila kata Al saya gunakan sebelum Fuad menjadi berbeda lagi maknanya?
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      oh bukan itu maksudnya bu. Al adalah ciri ma’rifat, bukan bermakna lebih. Yang bermakna lebih biasanya suatu kata sifat yang diawalnya ditambahkan hamzah. Contoh : Zaki = suci, Azkaa = lebih suci. Maahir = pandai, amhar = lebih pandai dsb.

      Reply
  311. athika

    Assalammuala’ikum wr.wb…ustad,sya mau bertanya arti nama fuad al azka utk seorang bayi..
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Fuad artinya hati atau jiwa. Al Azka artinya paling suci. Al Azka merupakan isim tafdhil yang artinya mengandung makna “lebih”. Sebetulnya makruh menamakan anak dengan menggunakan isim tafdhil seperti aflah, azka, ansyath dll.
      Jika bisa, lebih baik dinamakan fuad zaki (jiwa atau hati yang suci)

      Reply
  312. rahayu

    Assalamualaikum ustadz. Saya mau bertanya. Mohon dijawab ya ustadz :)
    Hari ini saya sedang merenungi dosa” yang telah saya perbuat ustadz. Terutama janji yang udah saya buat sama diri saya sendiri. Saya pernah berjanji ustadz, untuk tidak melakukan perbuatan dosa tersebut, saya rajin shalat, mengaji, shalat sunah bahkan saya kerjakan. Namun, terkadang godaan setan begitu kuat, sehingga saya menuruti nafsu saya. Setelah saya melakukan perbuatan dosa tsb, saya pasti menyesal. Terlalu sering saya mengingkari janji saya ustdz, dan saya bertanya apakah ampunan Allah terbuka buat saya, masih adakan kesempatan saya memasuki surga Allah, saya takut dengan azab Allah, saya takut Allah murka sama saya ustadz. Mohon balasannya ustadz. Assalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT maha pengampun dan kita harus yakin akan hal itu. Allah tidak menyukai hambanya yang putus harapan akan ampunan Allah. Allah SWT mencintai hamba yang bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Allah justru memanggil mereka dengan panggilan kasih sayang agar mereka kembali beribadah dan meninggalkan lembah dosa.
      Yakinlah dengan taubat nasuha Allah mengampuni.
      Iringi taubat anda dengan :

      1. Nadam, artinya penyesalan yang luar biasa dan bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan.

      2. Gantilah perbuatan dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan amal atau perbuatan baik. Dulu berdosa, sekarang berpahala.

      3. Tingkatkan keyakinan bahwa Anda sekarang adalah hamba Allah yang baik dan terus menjadi baik sampai ajal menjemput.

      Wallahu a’lam

      Reply
  313. Rhapsody

    Assalamualaikum..
    Pak Ustadz,,saya ingin bertanya bagaimana seharusnya sikap saya sebagai anak terhadap orang tua. ayah dan ibu saya sudah bercerai karena ayah memiliki istri lain. Dari cerita ibu,selama menikah dengan ayah, ibu merasa terdzalimi karena ayah selalu mempunyai wanita lain,tidak pernah jujur mengenai gajinya,dan tidak adil dalam memberi uang bulanan.ayah saya bekerja di perusahaan minyak di luar negeri,ibu pernah melihat perjanjian kerja secara tidak sengaja dan mengetahui berapa gaji sedangkan uang yang ayah kirim untuk ibu sangat sedikit.ayah selalu beralasan banyak hutang,akan tetapi beliau selalu memberikan barang2 mewah kepada setiap perempuannya. mendengar cerita itu saya sangat marah,dan sudah malas untuk berkomunikasi dengan ayah. apakah saya berdosa ? bagaimana seharusnya saya bersikap dengan kedua orang tua?saya anak pertama mereka saat ini ibu bergantung pada saya.

    Mohon nasihatnya Pak Ustadz,,terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda boleh tidak setuju dan “marah” kepada sikap ayah anda tersebut karena nisa dikatakan sudah berbuat zhalim. Namun perlu diketahui “marah” di sini bukan berarti anda dibolehkan untuk berlaku kasar apalagi mencaci maki. “marah” disini lebih cenderung diartikan kecewa dan tidak setuju. Biar bagaimana pun, beliau tetap ayah anda dan di lain hari beliau masih punya kesempatan bertaubat.
      Semoga Allah membukakan pintu hidayah kepada ayah anda dan semoga anda dan keluarga tabah dan sabar dalam menerima cobaan Allah ini.

      Wallahu a’lam

      Reply
  314. nuzul

    Assalamualaikum.waroh matullohi .wabarokatuh… ustad ana mau tanya ada kaidh fiqih berbunyi
    اْلأَصْلُ بَقَاءُ مَا كَانَ عَلَى مَا كَانَ, وَالْيَقِيْنُ لاَ يَزُوْلُ بِالشَّكِّ

    Hukum Asal Segala Sesuatu Adalah Tetap Dalam Keadaannya Semula, Dan Keyakinan Tidak Bisa Hilang Karena Keraguan.

    Bolehkah, kaidah itu sebagai landasan hukum, jika ia bagaimana teknisnya? jika saya memehami hal tersebut bahwa jika Seseorang yang ragu-ragu terhadap air yang ada dalam suatu wadah, apakah air tersebut masih suci ataukah tidak, maka ia mengembalikan pada hukum asalnya, yaitu hukum asal air adalah suci (tidak najis), sampai muncul keyakinan bahwa air tersebut memang telah berubah menjadi tidak suci lagi karena terkena najis. Demikian pula, hukum asal segala sesuatu adalah suci. Maka kapan saja seseorang ragu-ragu tentang kesucian air, baju, tempat, bejana, atau selainya maka ia menghukuminya dengan hukum asal tersebut, yaitu asalnya suci. Oleh karena itu, jika seseorang terkena air dari suatu saluran air, atau menginjak suatu benda basah, padahal ia tidak mengetahui apakah benda tersebut suci ataukah tidak, maka asalnya benda tersebut adalah suci (tidak najis). namun yang jadi acuan dalam fiqih adalah illat nya (objek nya), jika kita melihat dg mata kepala sendiri saat itu ada najis (kencing) pada lantai yg kita injak maka hukum yang dijatuhkan pada lantai tersebut adalah najis. yang jadi pertanyaan jika berdasarkan laporan (pemberitahuan) bahwa dilantai itu ada najis maka jatuh/tidak sehingga hukum lantai tersebut menjadi najis??? mohon penjelasan nya ya ustadz.

    Yang kedua jika kebiasaan orang dilingkungan sekitar yang tidak menjaga najisnya seperti jika kencing tak pernah dibasuh/istinja/berthoharoh/ lalu kemudian najisnya tercecer kelantai bahkan tangannya basah akibat cipratan kencing yang mengenai tangannya lalu dia memegang handle pintu wc. nah bisakah kebiasaan orang tersebut menjadi illat (objek) penyebab bahwa handle dan lantai2 tersebut menjadi najis sehingga najis menjadi berada dimana2. mohon penjelasannya ustad?

    Air kurang 2 kullah (dalam ember) terciprat kencing, bagaimana hukum air tersebut ustad? masihkah suci?

    Mohon penjelasan rojihnya ustad. jazakallohu khoiron katsiron.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pertanyaan anda untuk no. 1 memang kurang lebih seperti itulah pengertiannya. Kaidah fiqh yang anda tanyakan juga senada dengan kaidah berikut ini :

      نحن نحكم بالظواهر لا بالسرائر

      Kita berhukum dengan yang nampak (zhahir), tidak dengan yang samar (tersembunyi)

      2. Pertanyaan anda nomor 2 dihukumi najis, sesuai kaidah fiqh yang kami tambahkan di atas.

      3. Air dua qullah jika terkena najis dan tidak merubah sifat air ( rasa, warna dan bau ), maka dihukumi suci. Jika berubah salah satu sifatnya maka dihukumi najis.
      Sedangkan air sedikit ( kurang dari dua qullah ) dan kejatuhan najis, tetap dihukumi najis walaupun sifat air tersebut tidak ada yang berubah.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        Ridwan pkh

        Wa alaikumus salam wr wb.

        Pertanyaan anda untuk no. 1 memang kurang lebih seperti itulah pengertiannya. Kaidah fiqh yang anda tanyakan juga senada dengan kaidah berikut ini :

        نحن نحكم بالظواهر لا بالسرائر

        Kita berhukum dengan yang nampak (zhahir), tidak dengan yang samar (tersembunyi)

        2. Pertanyaan anda nomor 2 dihukumi najis, sesuai kaidah fiqh yang kami tambahkan di atas.

        3. Air dua qullah jika terkena najis dan tidak merubah sifat air ( rasa, warna dan bau ), maka dihukumi suci. Jika berubah salah satu sifatnya maka dihukumi najis.
        Sedangkan air sedikit ( kurang dari dua qullah ) dan kejatuhan najis, tetap dihukumi najis walaupun sifat air tersebut tidak ada yang berubah.

        Wallahu a’lam

        December 16th, 2014 – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab/?replytocom=10957#respond

        Merespon balik jawaban ustad kemarin, seperti diatas.
        kita berhukum pada yang nampak, namun saya bekerja di perusahaan kafir rerata karyawannya(non muslim) jika kencing tidak pernah dibasuh lalu terkadang nyiprat ke lantai lalu oleh petugas cleaning hanya sekedar di pel kering, artinya najis yg tercecer jd najis hukmiyah, lalu mrk pegang apa yg saya pegang juga seperti handle pintu,komputer,dll. apakah semuanya saya hukumi najis pula ustad? artinya bolehkah jika saya melihat yg demikian itu sebagai informasi bahwa kebiasaan karyawan tersebut sebagai illah (objek/zahir/nampak)?sehingga dihukumi najis semua benda yg disentuhnya(najisnya tertular).

        jika air kurang/lebih 2 qullah kejatuhan najis maka jadi mutannajis ya? Berarti air yang di ember ketika saya beristinja setelah BAK dan BAB, lalu air cipratannya ada yg masuk atau menempel pd gayung lalu masuk ke ember bercampur dg air yg ada di ember, apakah air yg diember itu jadi air najis ustad?

        Reply
        • Ridwan pkh

          !. Jika ada seorang yang tangannya ada sedikit najis kemudian memegang handle pintu, maka handle pintu menjadi najis karena ada kemungkinan tertular. Kemudian setelah mmegang handle pintu, orang tersebut memegang meja komputer. Meja komputer belum bisa langsung dihukumi najis dan tidak bisa pula langsung dhukumi tidak najis. Apa sebab ? Bisa saja meja komputer tidak najis karena najisnya sudah pindah ke handle pintu. Tidak bisa juga langsung dihukumi tidak najis karena masih ada kemungkinan bahwa najis tangan orang tersebut masih membawa najis yang tersisa. Jadi bagaimana ? untuk kehati-hatian, sebaiknya meja komputer dihukumi najis.

          Lalu setelah memegang meja komputer, ia memegang barang yang anda miliki. Apakah barang tersebut dihukumi najis ? saya rasa tidak, sebab najis yang ada di tangan teman anda yang kafir itu mungkin sudah hilang.

          2. Air yang di bak atau di ember kemungkinan besar terkena najis. Tapi masih ada solusi kok, anda tinggal mengganti air yang di ember dengan air baru. Gayungnya dicuci dulu dengan air baru agar najisnya hilang.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • nuzul

            jadi kebiasaan karyawan atau adat istiadat yang tidak menjaga najisnya di tempat kerja saya itu bisa di jadikan objek/fakta ya (illah)? bahwa semua barang2 yang disentuh tadi menjadi najis walaupun hanya beberapa kali saja saya melihatnya atau dihukumi najis saat saya lihat saja (saat itu) sehingga besok nya tidak najis lagi?

            berarti saya beristinja menggunakan air najis ya ustad ? karena saat itu saya istinja menggunakan air pada ember yang tercampur oleh cipratan basuhan najis yg menempel pd gayung saat saya istinja (sedang berlangsung). karena jika membuangnya saat berlangsung istinja (thoharoh) saya mengalami kesulitan ustad? bagaimana solusi nya.

          • Ridwan pkh

            Dengan kaidah hukum nahkumu bizhawahir, maka anda hanya bisa menhukuminajis atau tidaknya.
            Contoh : sehabis kencing, teman anda yang kafir memegang hanle pintu dan anda lihat saat itu, maka handle pintu dihukumi najiz secara zhahir. Kemudian besoknya anda melihat handle pintu tadi. Ketika anda lihat handle pintu tersebut tidak ada najis (bau, rasa dan rupa), maka handle pintu tersebut tidak najis. Pokoke, nilailah secara zhahir, jangan menyulitkan diri.

            Ketika anda sulit istinja’ dengan air, maka istinja’lah dengan selain air. Tissu misalnya juga bisa dijadikan alternatif.

            Wallahu a’lam

          • nuzul

            Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, pak ustadz,
            jika air kurang dari 2 qullah seperti (dibak mandi diperumahan2 kecil itu) jika terciprat air kencing, apakah airnya menjadi mutannajis? yg kedua jika air dalam bak itu (kira2 ada 70 liter) terciprat air basuhan cebokan saat istinja, bagaimana ustadz, apakah menjadi mutannajis pula?misal saat saya BAB dan BAK, lalu istinja menggunakan air dalam bak mandi (kira2 ada 70 liter) lalu air basuhannya nyiprat ke dalam bak mandi/nyiprat ke gayung saat digunakan lalu gayungnya masuk ke bak, apakah air dalam bak mandi tersebut tercemar najis sehingga menjadi air mutannajis? yg ketiga jika ada najis hukmi(bekas najis/hilang oleh angin tanpa air) lalu ada air jatuh dari atap rumah (air suci) tepat mengenai lokasi najis hukmi tersebut berada, lalu air tersebut nyiprat ke celana, apakah celana saya menjadi najis ya ustadz?mohon jawaban nya ustadz. jazakallohu khoiron katsiron

  315. subron

    Assalammuala’ikum wr.wb…
    Pak ustadz…sy mau tanya…istri sy tdk menerima kalo sy memberikan uang kpd orangtua saya..sementara sy tdk melakukanny kpd orangtuany…menurut istri..sy tdk adil…sy tdk memberikan uang kpd orangtuany dikarenakan anak2ny sy nilai sangat mampu dlm hal materi pak ustadz…sementara orangtua sy hanya mengandalkan dr saya pak ustadz…itu sy tahu krn orangtua sy prnah berkeluh kesah kpd sy mengenai adik2 sy yg sepertiny tdk memperhatikan orangtua sy..apakah sy salah jika sy tdk memenuhi permintaan istri sy yg demikian?..krn sy tahu kalo orangtuany setiap bln selalu dicukupi oleh saudara2 istri sy sementara orangtua saya hanya mengandalkan saya…apakah sy tdk adil dlm bersikap seperti yg diutarakan istri sy?…trm ksh.
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saudara subron yang dimuliakan Allah !
      Langkah anda sudah tepat. Anda sudah berbuat adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatya. Apa alasan adilnya ?

      1. Anda sudah menunaikan kewajiban anda sebagai suami, yaitu menafkahi istri.

      2. Anda sudah menfkahi orang tua anda. Seorang suami yang sudah menafkahi istrinya dan ia mampu untuk menafkahi orang tua kandungnya, maka hal tersebut menjadi wajib baginya jika orang tuanya miskin. Jika orang tuanya mampu, maka sang suami tidak wajib dan tentunya dihitung sedekah. Sedekah lebih afdhal kemana ? jawabnya tentu kerabat miskin terdekat.

      3. Mertua bukan merupakan tanggungan langsung anda. Jadi, anda sunnah memberi shadaqah kepada mertua. Tidak wajib.

      4. Saran kami, jika anda masih mampu untuk bersedekah kepada mertua anda, sebaiknya lakukan hal itu. Alasannya bukan karena keadilan, tapi alasan menyenangkan istri dan mertua anda dan menambah kehormatan anda dimata keluarga istri. Tapi sekali lagi, hal ini dilakukan jika memang anda benar-benar dalam kondisi mampu melakukannya. Jika tidak, maka anda harus mengutamakan yang wajib terlebih dahulu, yaitu menafkahi istri dan orang tua kandung anda.
      Oh ya lupa, besarnya nilai pemberian anda kepada mertua tidak mesti sama dengan pemberian anda kepada ibu kandung. Besarnya sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan anda.

      5. Berikan pengertian kepada istri anda dengan sabar. Insya Allah dengan berjalannya waktu, istri anda akan mengerti dan memaklumi apa yang anda lakukan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  316. Ayu

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya seorang anak 25th dan sudah menikah ustad, adapun yang ingin saya tanyakan sekaligus masukan dari ustad dalam sudut pandang islam.
    saya selalu memiliki masalah dalam keluarga dari kecil, dimana ibu saya adalah single parent bercerai dan ayah saya meninggal setelah 1 thn cerai. Ibu saya membesarkan saya dan adik2 saya. Saya selaku anak pertama paling paham ibu saya setiap kali ibu saya merasa lelah dan ada masalah mudah sekali terbawa emosi walaupun hal itu sepele dan seharusnya tidak menjadi masalah waktu kami kecil ibu kami dengan mudah ringan tangan dan bahkan melempar barang2 dan selalu mengatakan kalau masih minta dengan orang tua nurut kalau engga pergi aja dr rumah sampai usia kami sekrang pun demikian. setelah saya dewasa sy sadari terkadang orang tua saya membawa masalahnya diluar ke rumah sehingga akibatnya tanpa disadari saya dan adik2 saya jdi pelampiasan.
    seiring berjalanya waktu sy sudah mulai kuliah adik2 SMA dan ibu sya memang sudah jarang sekali ringan tangan mungkin semenjak haji dan beliau orang yang taat setelah menjadi haji, namun kata2 ibu saya terkadang masih dikatakan pedas. sebelum menikah saya sempat berpikir bagai mana dengan adk2 saya apakah d rumah akan damai2 saja ? saya sempat takut untuk menikah karna hal itu dikarenakan saya sebagai penengah. ternyata setelah menikah ada saja laporan yang saya terima dr adik2 dan ibu sya dimana cerita dengan saya bahwa mereka ada saja berkelahinya cekcok walaupun tidak ad kekerasan namun hal itu membuat saya sedih dan khawatir ibu saya orang yang keras dan bisa dikatakan sering mendikte dan segala sesuatunya hrus dikerjakan seperti apa yang ibu sy ktakan. pada dasarnya kalau itu berupa nasehat kami pasti terima namun di usia kami sekarang yang bs dikatakan sudah dewasa masih diperlakukan seperti anak kecil. setiap kali saya cerita dengan adk saya, sy sdari mereka ad tekanan batin dan trauma masa kecil.
    Sy cb menjelaskan ke ibusy namun sulit karna beliau selalu sj membaikkan kt2 tanpa mau mendengar trlbih dhlu sehingga saya tidk tau hrus bgai mna di satu sisi adk2 sy butuh pmbelaan namun sy tidk mau drhka trhdp ibu sy. untuk menghndr ribut sy trkdng memilih diam dan mndngar yg sy lakukan slama ini membesarkan ht adk2 sy agar brsabar namun sy tdk tahu apkh mreka bs brthan ?
    adapun mslah yg br kami alami ibu mengtkan kalian silahkan tntukan pilihn namun kalau keluar dr rmh ini ibu sy mengatkan jangan pernah menginjakan kaki di rmah lgi dan di haramkan menyentuh jasd ibu sya. kami bnar2 terpukul knapa bs sperti itu.
    Skrng sy sudh menikah berat buat sy membagi wakt antara pekerjaan, suami dan ibu sy, sy brsyukur suami sy mau brsabar dn paham sya disaat dgn ibu sy. Sy menikah dengan seorang yg bs dikatakan bukan orng kaya dan bukan dari kluarga brpndidikan tinggi namun ad hal lain sy lihat dr suami sy, sy slama ini mengtkan kpda ibu sy bantu sy dengan doa klau sy berhsil dngan pernikhan sy itu rezeki namun kalau gagal itu pljrn buat sy. sy tahu ibu sy khawatir dan ad rsa kcewa dngan pilihn sy namun beliau selalu blang asal sy bahagia tp kenyataanya justru ibu sya membuat sya tidak tenang dn khawatir. tnpa disadari sikap ibu sy secr tidak langsung brsikap utmkan ibu bru suami wlaupun tdk trucap.

    Sy mohon saran sikap apa yang harus sy ambil sebagai anak, kakak dan istri ? adakah amalan dlam islam yang bs sy baca dalam sholat ? saya tidak ingin menjadi anak durhaka dan istri yg tak berguna dan tdk ingin adk2 sy mrsa tdk ad yg mlndungi.
    Sy sangat menyayangi kluarga sy trutama ibu bahkan gaji sya sy srhkan ke ibu sy.

    mohon responnya ustad

    trima kasih ayu

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kami turut prihatin dengan masalah anda.
      Ibu adalah orang yang kedudukannya sangat tinngi di mata Allah SWT. Keridhaan Allah bergantung dengan keridhaan orang tua. Memang terkadang adakalanya perbedaan cara pandang antara anak dan ibu walau pun pada hal-hal sepele. Terkadang memang ada juga pola pengasuhan ibu dikala kita kecil tetap dibawa sampai sekarang walau pun kita sudah bukan anak kecil lagi. Saya pikir kebiasaan ibu adalah karena rasa kasih sayangnya kepada anak sehingga beliau lupa nahwa sekarang anak-anaknya sudah dewasa. Bahkan ibu saya sendiri juga terkadang masih seperti itu.

      Jadi, anda dan adik anda saat ini sedang diuji kesabaran oleh Allah SWT melalui sebab ibu. Dengan kita mengetahui bahwa ini adalah ujian kesabaran, maka tentu kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya. Yang berbahaya adalah jika anda dan keluarga tidak sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Orang yang tidak sadar bahwa ia diuji, biasanya berprilaku panik, stres dan bisa saja lari ke dukun, bukan ke Allah.
      Dengan menyadari bahwa itu ujian dari Allah, maka kita minta agar Allah menguatkan kita dalam menghadapinya. Kita berdo’a agar ibu dibukakan pintu hatinya oleh Allah, diberi hidayah oleh Allah agar bersikap adil terhadap anak-anaknya yang kini sudah dewasa.

      Sementara ini yang bisa kami sampaikan dan mohon maaf jika solusi ini tidak begitu maksimal,

      Wallahu a’lam

      Reply
  317. zainal abidin

    Ass..wr wb,
    pak ustad yang terhormat, saya ingin bertanya seputar aqikah anak saya, dulu sewaktu usia anak saya berusia 40 hari saya mengadakan potong rambut dengan mengundang sanak keluarga ,nah dalam hal ini saya tidak melakukan potong kambing karena kondisi keuangan, nah apakah saya masih wajib melakukan aqikah bagi anak saya meskipun waktunya sudah lewat,kemudian ustad apakah sah apabila anak bayi laki laki saat di aqikah hanya memotong 1 ekor kambing saja,mohon petunjuknya..wassalammualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Aqiqah itu memotong domba atau kambing pada saat usia bayi mencapai 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Setelah aqiqah, bayi diberi nama dan dicukur rambutnya. Jika hanya mencukur saja, maka belum bisa dinamakan aqiqah.
      Boleh kah aqiqah melewati 21 hari ? jawabnya adalah boleh saja.
      Aqiqah laki-laki afdhalnya adalah 2 ekor kambing. Jika satu saja bagaimana ? boleh-boleh saja. Rasulullah SAW pernah mengaqiqahkan Hasan dan Husein RA dengan 2 kambing. Satu untuk Hasan RA dan 1 untuk Husein.

      Wallahu a’lam

      Reply
  318. yudo

    assalamualikum , ustadz saya mau tanya , dahulu temen saya pernah menggadaikan barang miliknya dengan maksud untuk mendapatkan sejumlah uang , kemudian uang tersebut oleh dia digunakan untuk melakukan maksiat/ berbuat dosa , selang beberapa bulan kemudian dia berniat untuk menebus kembali barang yang di gadaikannya tersebut ,karena dia tidak punya cukup uang akhirnya dia meminjam uang kepada saya , karena merasa kasihan akhirnya saya pun memberikan pinjaman uang kepada dia untuk menebus kembali barang miliknya tersebut. Yang jadi pertanyaan saya ustadz , apakah saya termasuk orang yang membantu dia melakukan maksiat atau bukan ? sekian terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda tidak berdosa. Yang anda lakukan adalah menolong dia agar bisa menebus gadainya. Lain halnya jika ia meminjam uang kepada anda yang memang jelas tujuannya untuk maksiat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  319. Nanang Yusuf

    Assalamu’ alaikum wr.wb.
    Pak Ustadz, saya ingin bertanya mengenai pembangunan Masjid yang bukan tanah haknya Masjid, tanah itu milik Fasum yang luasnya melebihi 1000 M,berawal dengan Izin mebangun musholah yang luasnya sekitar 300 M dan saat ini sudah dikembangkan hampir 500M kami warga sangat senang dengan penembangan Masjid yang besar dan megah. namun kelebihan tanah fasum tersebut tidak bisa kami pergunakan sebagai fasilitas lingkungan jika kami ingin menggunakan selalu menjadi masalah dengan pengurus Masjid sehingga kami mengalah jangan sampai sesama umat muslim menjadi bermusuhan. dan saat ini kepengurusan sudah berganti dikarenakan pengurus lama telah meninggal dunia, saat ini pengurus baru kami merasakan lebih arogan dengan membentengi Masjid dengan pagar yang tinggi, kami sempat mengingatkan namun kami mendapatkan jawaban yang kurang enak dan selalu setiap hari jum’at dalam ceramah selalu memfitnah bahwan pembangunan Masjid dihalangi oleh RT dan RW bahkan setiap Ustadz yg memberi ceramah dititipkan agar menyampaikan ceramah yg berkaitan dengan umat yang menghalangi pembangunan Masjid. Untuk itu kami ingin bertanya bagaimana hukumnya untuk se4orang ketua DKM dan ketua pengurus Masjid dengan tindakannya dan bagaimana kami harus bersikap.

    Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan :

      1. Masjid harus dibangun di tanah yang statusnya jelas. Jika tidak jelas, maka tidak boleh masjid atau mushalla di bangun di atas tanah tersebut.

      2. Shalat di masjid yang tanahnya bermaslah tetap sah. Yang bermasalah dan bertanggung jawab adalah orang membangunnya.

      3. Kelebihan tanah 200 m yang sebelumnya diizinkan hanya 300 m merupakan tanah syubhat (tanah tidak jelas). Tapi jika pihak yang berwenang (Pemerintah) mengizinkan tanah 200 m tersebut untuk perluasan dan pengembangan mushallah untuk menjadi masjid, maka hal tersebut tidak bermasalah. Jadi, intinya adalah apakah pengurus masjid mendapat izin atau tidak.

      4. Jika memang statusnya ternyata belum jelas, maka kewajiban kita hanya mengingatkan dan menyarankan pengurus masjid tersebut untuk mengurus izin tanah tersebut kepada pihak yang berwenang agar tanah tersebut tidak syubhat.

      5. Anda hanya berkewajiban mengingatkan dan jika ternyata respon mereka tidak memuaskan, sebaiknya dido’akan saja agar mereka mendapat petunjuk Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  320. Depe

    Assalamualaikum…
    Pak Ustadz, saya mau tanya, sebelumnya saya seorang pengangguran kemudian ada yang menawari kerja, awalnya saya kira pekerjaan itu halal, ternyata setelah beberapa minggu saya baru menyadari pekerjaan itu ternyata membantu orang untuk berjudi yang intinya saya rasa uang itu tidak halal, yang saya tanyakan, bagaimanakah seharusnya sikap saya dengan upah yang saya dapatkan tersebut?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika sudah terlanjur anda makan, sebaiknya bertobat saja dan berhenti dari pekerjaan tersebut. Jika belum di makan, sebaiknya sumbangkan saja untuk keperluan pembangunan jalan atau hal lainnya yang intinya sumbangan anda tidak dilonsumsi orang.

      Wallahu a’lam

      Reply
  321. weni_fauzia@yahoo.com

    Weny
    Assalamu ‘alaikum wr wb…

    Pak ustad mau tanya apakah istri masih wajib melayani suami yg sdh mengusir dan kla dlm keadaan marah suka mengeluarkan kata2 saya sebenarnya sudah mau meninggalkan pergi dia(istri) .kla tdk ingat ada anak2 .saya sudah tinggalkan dia.

    Terimakasih pak ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Bentuk pengusirannya seperti apa ? apakah ada lafaz cerai atau talak ?
      Jika memang ada, berarti anda sudah ditalak. Jika sudah ditalak, apakah suami anda sudah ruju’?
      Jika memang status anda adalah masih istri, maka anda tetap wajib melayani suami.
      lantas bagaimana jika anda tidak mau sedangkan status anda masih istrinya ? anda tetntu berdosa.
      Jika anda ingin tidak terbebani, anda bisa memilih antara cerai atau mempertahankan rumah tangga.
      Lalu pilihan mana yang harus anda ambil ? pilihlah yang sekiranya lebih maslhat untuk anda dan suami.

      Wallahu a’lam

      Reply
  322. anonim

    Assalamu’alaikum ust, saya mau nanya, apakah terjerumus ke dalam maksiat termasuk ke dalam musibah ? mohon penjelasannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT menguji keimanan dan kesabaran para hamba-Nya. Ada yang Allah uji lewat harta, tahta dan wanita. Dengan ujian tersebut ada yang berhasil melewatinya dengan baik dan ada juga yang gagal akibat godaan syaithan.
      Jadi, jika ada orang yang tergelincir ke dalam lubang maksiat, sepertinya tidak elok kalau disebut mendapat musibah. kami rasa yang tepat adalah terbujuk godaan syaithan.

      Wallahu a’alam

      Reply
  323. sarah

    Assalamualaikum pak ustadz.. Saya mau tny tntg hal hbgn saya dgn seseorg laki2 saya mau tny pndpt pak ustadz..
    Jadi bgni crtanya pak ustadz Saya dikenalkan oleh tmn sya seorg laki2 mlalui media bbm .. Ya kami srg ber bbm an komentar stts..niat lami mmg serius ustadz ingn mmpnyai hbgn yg serius.. Dan saya pun tahu kalo dlm islam tdk ada istilah pcrn.. Yg sya ingin tnyakan apakah saya berdosa kalo berkomunikasi dgn dy ingin tny2 tngt khdpn dy.. Tp kmi blm bertemu..namun dy berjanji ingin bertemu bbrpa bln lagi. Apakah yg harus saya lakukan pak ustadz ? Apakah saya hrus mghpus kontak dngn dy smntra wktu? Kalo ia apa yg hrus sy ktkan ? Sy bingung pak ustadz hati sya mmg ada rasa kpd dia.m tp saya bgung harus berkata apa dan bgmn ? mhon solusinya. Trmis wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya tidak perlu menghapus kontak BBM. Anggap saja dia adalah orang lain atau teman atau siapa saja yang memingkinkan berkomunikasi. Berkomunikasi tidaklah menjadi masalah kecuali jika memang hal-hal yang dibicarakan menjurus kepada maksiat.
      Sebetulnya, ta’aruf adalah langkah paling aman untuk mengenal calon pasangan hidup. Tapi harus ta’aruf yangbenar. Ta’aruf hanya bertujuan untuk sebatas saling mengenal saja. Ketika masing-masing mempertimbangkan dan menghasilkan kata sepakat, maka barulah kemudian dilangsungkan khitbah (lamaran) dan seterusnya menghalalkan hubungan dengan menikah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  324. Dea

    Assalamualaikum..
    Pak Ustadz., saya mau tanya nih..banyak ayat2 dalam Al-quran yang menyebutkan adanya utusan2 Allah/ Rasulullah sebelum Rasulullah saw.. tapi kenapa disurat Al-Anbiya ayat 7 menyebutkan bahwa “Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui” dan ayat 25 “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
    Mohon pencerahan tentang kedua ayat tersebut..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Betul sekali mba Dea, bahwa Allah SWT mengutu s para nabi dan rasul sebelum Rasulullah SAW.
      Ayat 7 dan 25 surat Al Anbiya’ yang mba Dea maksud termasuk ayat yang menerangkan tentang itu.
      Ayat 7 dapat difahami bahwa nabi dan rasul adalah laki-laki (dalam artian bukan malaikat, tapi dari jenis manusia biasa sebagai mana kaumnya). Bedanya, walau pun manusia biasa mereka diberi wahyu,
      Untuk meyakinkan orang kafir yang meragukan bahwa Muhammad SAW adalah nabi, maka mereka dipersilakan bertanya kepada Ahludz Dzikri. Arti ahludz dzikri ada yang berpendapat ahli taurat dan injil dan ada juga yang berpendapat orang yang banyak ilmunya. Mungkin jika dikorelasikan dengan ayat tersebut bahwa orang kafir dipersilakan bertanya kepada ahli taurat dan injil atau ahli sejarah bernarkah Allah dahulu mengutus para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW dan mereka semua (nabi dan rasul) adalah laki-laki/manusia/bukan dari jenis malaikat ?
      Ayat 25 maknanya tidak jauh berbeda dengan ayat 7. Pada ayat 25 ada satu poin tambahan bahwa mereka (para nabi dan rasul) semuanya menyerukan tauhid (menyembah Allah tuhan yang esa) walaupun syariatnya terkadang tidak sama, sesuai dengan kondisi masing-masing umat saat itu.
      Kurang lebihnya begitu, Mba Dea.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        Assalamualaikum.wr.rb pak Ustadz terima kasih atas jawabannya.. tetapi bukankah maksud dari ayat 7 & 25 tersebut sebuah penegasan dari Allah swt bahwa sebelum Nabi Muhammad saw, Allah tidak pernah mengutus seorang rosulpun.. tapi hanya beberapa orang lelaki yang diberi wahyu kepadanya..tingkatannya belum sampai kepada rosul.. Mohon pencerahannya.. wasalam..

        Reply
        • Ridwan pkh

          Tang dimaksud bebrapa orang laki-laki yang diberi wahyu, maksudnya adalah para nabi dan rasul, bukan hanya nabi saja.

          Dan kenyataannya di ayat-ayat lainnya banyak sekali ayat-ayat yang menyebutkan dan menceritakan para rasul sebelum Rasulullah SAW.

          Wallahu a’lam

          Reply
  325. ALI MASROFI

    Ass, Ustadz
    bagaimana hukumnya uang iuran untuk pembangunan masjid jika di pinjam seseorang?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumjus salam wr wb.
      jumhur ulama berpendapat haram meminjamkan uang masjid kepada siapa pun. Uang kas masjid merupakan amanah dari umat untuk keperluan masjid.
      Sebaiknya meminjam uang kepada person pribadi saja untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  326. Sherly Monaco

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz saya ingin brtanya,,saya sdh brpisah dg mantan slama 3thn baik scara lahir dn bathin kami sdh tdk brkaitan lg.Tp,slama 3thn ini kami blm ada yg memegang surat akta cerai krna dulu mantan yg brjanji ingin mngurusnya.Prtanyaan saya,jika skarang saya yg akan mngurusnya apakah stelah menerima akta cerai saya masih mndapat masa iddah itu?..Karna yg saya tau,masa iddah itu brtujuan utk mlihat apakh mash ada benih yg tertinggl dlm rahim,sedangkn saya sudh 3thn tdk brhubungan baik scara lahir maupun bathin..Terima kasih..
    Wassalamu’alaikum..

    Reply
  327. Nanang

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ustad mau tanya, apa hukumnya bak mandi yang terkena sedikit air kencing ?

    Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Airnya dua kullah atau kurang ?

      Air banyak (dua kullah, kira-kira 216 liter) jika terkena najis dan berubah salah satu unsurnya, entah bau, rasa atau warna, maka dihukumi najis. Jika najis tersebut tidak sampai merubah unsur tersebut, maka hukumnya htetap suci.
      Air sedikit ( kurang dari dua qullah) jika terkena najis, maka hukumnya tetap najis walaupun najis terbut tidak merubah unsur air tersebut.

      Wallahu a’lam

      Reply
  328. anto

    Assalamualaikum Wr.Wb saya seorang wirausaha dan bangkrut ada meninggalkan hutang saya berusaha membayar lalu saya krja pabrik tp sy spti tdk leluasa krn harus sembnyi smbnyi dari penagih kakak yg iba melihat sy menyarankan untuk keluar jawa dl ikit kakak krja tenag g diburu buru penagih sy niat buat byr htng dan bahaagiakan anak istri ini saya kini mendafyar pns dan lolos pg tinggal tunggu perankingan dan sy jg ikit tes antam tgl tunggu pengumuman..apa kah doa bs merubah takdir ust?sy merasa bersalah ama anak istri sy takut bila sy tdk diterima di antam ato pns krn ini harapan sy bs lunasi htng dan kmpul serta bahagiakan anak istri sy takut mereka kecewa bila sy tdk lolos slah satunya rasanya beban buat saya ust sy tdk bosan bosan berdoa mhn pda ALLAH bila ini jln terbaik smoga diberi kemudahan tp knapa hati ini was was dipenuhi rasa takut slama ini ingin curhat tp bingung pada siapa krn bgtu rumit maslah saya ustad hati tdk tenang dipenuhi rasa campur aduk

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda sudah berikhtiyar untuk melunasi hutang. Ada beberapa do’a yang dianjurkan dibaca bagi orang-orang yang saat ini posisinya seprti anda.
      Do’a terbut sudah sangat masyhur, namun jika anda lupa, kami tag do’anya :

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

      ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

      Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

      Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

      Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allah mengabulkan do’a anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mungkin anda bisa add akun saya di FaceBook, Bang Ridwan Shaleh. Di profil saya ada berbagai catatan yang berhubungan dengan cara efektif menghafal Al qur’an. Judul catatannya : “Semoga catatan kecil ini bermanfaat”. Dalam catatan tersebut saya goreskan berbagai pengalaman saya ketika menghafal Al Qur’an.

      Wallahu alam

      Reply
  329. Nabila

    Ass.pak ustad saya mau tanya,apakah bagus klu kita membuat rumah di bulan sapar ini dan bulan jika kita membuat rumah.terima kasih sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setahu kami tidak ada aturan hari baik kapan orang harus membuat rumah dan hal-hal lainnya yang memang tidak ada landasan dalil yang menerangkan.
      Tetapi jika anda menganggap bahwa di bulan shafar itu baik, ya silakan saja asalkan anggapan baiknya itu bukan berlandaskan i’tiqad (keyakinan0 syar’i.

      Wallhu a’lam

      Reply
  330. anwar

    Assalamualaikum..
    Saat sedang shalat muncul perasaan seperti ada cairan yang keluar dan setahu saya kan kita harus tetap melanjutkan shalat karena masih ragu apakah keluar atau tidak, yang ingin saya tanyakan apakah setelah selesai shalat kita wajib memeriksanya atau kita biarkan saja tanpa memeriksanya dan anggap tidak ada yang keluar? dan apabila kita harus memeriksanya dan ternyata memang ada yang cairan yang keluar apakah harus mengulang shalatnya? bagaimana apabila celana kita dalam keadaan basah karena air basuhan sehingga kita tidak tahu apakah ini sisa basahan air biasa atau air kencing, apakah kita perlu mencium aromanya untuk mengetahuinya?

    terimakasih sebelumnya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Untuk kehati-hatian, sebaiknya anda memeriksa celana tersebut ketika shalat. Jika ternyata memang betul keluar, maka shalat harus diulang dan celana yang terkena najis tersebut harus diganti.

      Apa perlu mencium celana yang basah untuk mengetahui apakah bercampur dengan air kencing atau tidak ? jika cara tersebut bisa memastikan, sebaiknya dilakukan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  331. Ulin Nuha

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya mau bertanya dalil yang menjelaskan tentang sah berwudhu’ dan mandi janabah orang yang bertato,ada dalam kitab apa dan ayat dan halaman berapa?
    Terima kasih banyak sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bisa dilihat di kitab Fathul bari’ oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqallany juz 10 kitab Al Libas hal 77 terbitan Al Maktabah As salafiyyah.

      Reply
  332. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya mau bertanya tentang bagaimana pandangan islam yang sejati tentang kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta? Tolong Pak Ustadz beri penjelasan yang mana seharusnya kita ikuti (menjadi panutan) sebagai seorang mukmin yang sejati berdasarkan keterangan dibawah.

    Ada sedikit yang mau saya sampaikan, yaitu:
    Habib Muhammad Rizieq Syihab dan KH Ali Mustafa Yaqub masing2 nya bergelar DR. dan Prof. dan juga sama2 Imam Besar yang satu di FPI dan satu lagi di Masjid Istiqlal DKI Jakarta, tetapi kedua tokoh agama ini kok berbeda pandangan mengenai kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ketua Umum FPI beserta para Ulama dan Kyai Betawi tidak setuju jika Ahok sebagai Gubernur karena dia Non Muslim sebab mereka mendahulukan Hukum Allah (Alqur’an) daripada Hukum Konstitusi sementara di DKI Jakarta mayoritas Umat Islam, sedangkan KH Ali Mustafa Yaqub dalam penggalan katanya di http://news.detik.com/read/2014/11/20/144451/2754245/159/imam-besar-masjid-istiqlal-ali-mustafa-yaqub-demo-anarkistis-haram “Dalam Al-Quran, kata Ali, memang ada ayat yang menyebutkan sebaiknya tidak menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin. Tapi sekarang konteksnya bukan lagi pemilihan, sehingga siapa pun yang sudah terpilih secara konstitusi mesti didukung dan dipatuhi oleh masyarakat. Kewajiban rakyat adalah menaati pemimpin sepanjang tidak diperintah bermaksiat.” Berdasrkan statement beliau diatas, berarti KH Ali Mustafa Yaqub lebih mendahulukan Hukum Konstitusi daripada Hukum Allah (Alqur’an).

    Terimakasih, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang saya fahami dari paparan Prof. Dr. Ali Mustofa Ya’qub sbb :

      1. Islam mengharamkan memilih pemimpin kafir.

      2. Karena negara kita tidak menggunakan hukum islam (artinya hukum RI), maka kita harus mematuhi hukum negara.

      3. Karena hukum negara bersifat demokrasi, ahok naik sebagai gubernur yang dinyatakan sah menurut UU. (untuk sementara seprti itu walaupun sebetulnya masih ada gugatan KMP ke MA tentang UU pilkada)

      4. Sebagai muslim yang baik, kita boleh protes. Kita boleh demo. Tapi yang memang jelas diharamkan adalah anarkisnya. Adapun demo yang tidak anarkis jelas tidak haram.

      5. Jadi dalam hal ini, Habib Rizik maupun KH Ali Mustofa benar dua-duanya. Habib Rizik tidak memerintahkan anarkis, tapi mungkin pengikutnyalah dan polisi yang dua-duanya terlibat aksi anarkis di lapangan.

      6. Dengan kata lain, Kh. Ali mempersilakan kita protes, tapi tidak anarkis. Habib Rizik pun saya rasa demikian, tetap melarang anarkis.

      7. Yang salah adalah saudara kita yang awalnya memilih salah satu kandidat NON MUSLIM selagi masih ada kandidat lain yang islam.

      Begitu kira-kira yang kami tangkap.

      Wallahu a’lam

      Reply
  333. Hamba Allah

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Saya mau bertanya bolehkah kita mengulang sholat berjamaah karena saya merasa imam terlalu cepat dan tidak tumaninah ( selesai berjamaah selesai dan saya mengulangi kembali dengan jamaah yang datang belakangan )

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Imam yang terlalu cepat gerakan dan bacaannya termasuk imam makruh. Hukum makruh tersebut hanya berlaku untuk dirinya saja. Makmum boleh ber-imam kepadanya.
      Dengan demikian, shalat anda tetap sah dan tidak perlu mengulang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  334. fiqri rahmadani

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya mau tanya bolehkah kalau kita mengQODO sholat wajib dan sunnah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Qadha artinya bayar hutang.
      Jika punya hutang ibadah wajib ya harus dibayar. Tapi mengenai ibadah sunnah tidak perlu.
      Namun ada sebagian pendapat yang mengatakan boleh mengqadha sunnah qabliyah subuh, tahajud dan witir jika memang amalan-amalan tersebut sudah menjadi sangat rutin dan hampir tidak pernah ditinngalkan oleh yang mengamalkannya.

      Wallahu a’lam

      Wallahu a’lam

      Reply
  335. torres

    Assalamualaikum Wr Wb ustad
    Ini tentang permasalahan hidup ustad , saya kehilangan pekerjaan saya saat ini dan saya saat ini tetep berusaha , berikhtiar dan tentu saja berdoa untuk mencari pekerjaan. Saya ayah dari 2 anak dan istri saya juga bekerja dan yg saya tanyakan apakah saya berdosa ustad karena sekarang kebutuhan2 rumah tangga saya itu berasal dari gaji istri saya . Sedangkan dalam islam yg mencari nafkah utk keluarganya adalah suami karena kepala rumah tangga . Mohon saran dan anjurannya ustad ……. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang suami berdosa jika dengan sengaja karena malas bekerja untuk menafkahi keluarganya.
      Seorang suami yang sudah berikhtiyar semaksimal mungkin dan berdo’a namun Allah belum mengabulkannya, insya Allah tidak berdosa. Sebaiknya jangan satu fokus pada pekerjaan yang diinginkan. Sambil menunggu pekerjaan yang diinginkan, mungkin bapak bisa menciptakan pekerjaan sendiri yang halal walau pun hasilnya tidak seberapa.
      Alhamdulillah bapak mempunyai istri shalihah yang sabar dan bisa membantu ekonomi keluarga bapak saat ini.
      Insya Allah dengan segala ikhtiyar dan kesabaran serta diiringi doa oleh istri bapak yang shalihah dan kedua anak bapak yang shalih, bapak akan segera diberi ganti oleh Allah dengan pekerjaan yang lebih baik, lebih berkah dan tentu lebih menghasilkan dari sebelumnya.
      Jika bapak sempat, perbanyaklah istighfar di setiap waktu. denganh istighfar, Allah SWT akan mengampuni dosa kita dan akan menganugerahkan harta yang kita butuhkan. Mungkin bisa dilihat di surat Nuh ayat ayat 10 – 12 yang artinya :

      10. Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

      11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

      12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

      Dan perlu kita ingat bahwa setelah Allah menguji kita dengan kesulitan dan kita berhasil melewatinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menggantikan kesulitan tersebut dengan kemudahan. Bisa kita simak ayat 5 dan 6 surat Al Insyirah yang artinya :

      5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

      6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

      Saya pribadi turut membantu mendo’akan agar semua hajat bapak terkabul, aamiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  336. Anonymous

    Assalamualaikum. Ustadz….bismillah…saya mau tanya ustadz sy sudah menikah hampir 8 th…bapak saya pergi waktu saya sma tapi msh hidup..dia penganut aliran kepercayaan..saya ini orang awam yang g terlalu tau soal hukum agama..waktu mau nikah saya pergi ke KUA saya ditanya bapak..saya jawab jujur…dan saya memang ga tau dimana keberadaanya..terus sama kepala KUA nya disimpulkan berarti wali nikahnya wakil hakim..terus saya disuruh tanda tangan penyerahan wali..gmn itu pak ustafz..mohon dijawab…biar g jadi ganjaran di hati saya…wassalamu’alaykum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pernikahan anda tetap sah karena perempuan yang tidak ada walinya diwalikan oleh wali hakim.
      Karena saat itu keberadaan ayah kandung anda tidak diketahui, dan belum juga diketahui apakah masih hidup atau sudah meninnggal, maka fiqh mengambil zhahir saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  337. Dea

    Assalamualaikum wr.wb., pak Ustadz..dalam forum ini saya sudah mengajukan beberapa pertanyaan yang waktunya berbeda2 dan untuk mengetahui apakah pertanyaan saya sudah dijawab apa belum saya harus menelusuri/melihat semua pertanyaan yang sehingga waktu saya habis hanya untuk mengetahui apakah pertanyaan saya sudah dijawab apa belum..setelah ketemu ternyata belum juga dijawab juga.. Jadi saran saya pak Ustadz., supaya situs ini ditambah dengan fitur pencarian dengan mengetik namanya sudah dapat ditemukan. Terima kasih, wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, mba Dea yang dirahmati Allah.

      Terima kasih atas saran anda. Untuk sementara mba Dea bisa mencarinya dengna mudah. Mba bisa menekan Ctrl + F kemudian ketik nama anda, kemudian tekan tombol enter. Terus tekan enter sampai anda menemukan apa yang dicari.
      Syukran.

      Reply
  338. jaskrudin478

    Ass,wr…wb ustadz.saya mau tanya ustadz kalau anak perempuan wajib digunduli habis 40 hri,dn kalau tidak digunduli apa hukumny..? Tlg y ustadz trmks

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Hukum menggunduli bayi baik laki mau pun perempuan setelah 40 hari TIDAK WAJIB. Jika tidak wajib, maka boleh melaksanakannya tau pun meninggalnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  339. tedy

    assalamualaikum pak ustad,
    sy berencana melamar calon istri saya, tetapi sy msih bingung mengenai seserahan dan mas kawin atau mahar.. apa yg sebaiknya sy berikan sebagai seserahan,mas kawin,atau maharnya y pa ustad? terimakasih pa ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seserahan biasanya adalah barang-barang berupa cendera mata dari pihak calon suami kepada keluarga calon istri. Seserahan yang berlaku secara adat bukanlah mahar karena barang-barang tersebut tidak diucapkan saat aqad berlangsung.
      Mahar adalah harta yang diberikan calon suami kepada calon istri dan menjadi hak sepenuhnya milik calon istri. Mahar biasanya disebutkan dalam aqad.
      Bagi calon suami yang berekonomi kecukupan sebaiknya memberikan mahar yang dianggap pantas untuk menambah kehormatan calon istrinya tersebut. Dan bagi calon suami yang ekonominya menengah ke bawah, hendaknya calon istri tidak meminta mahar yang sekiranya memberatkan calon suami.
      Jadi, barang-barang atau mahar yang diserahkan kepada calon istri disesuaikan engan kemampuan calon suami dan tentunya disetujui kedua belah pihak.
      Apa saja misalnya ? jawabnya tentu kembali kepada penjelasan kami di atas.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • tedy

        assalamualaikum wr.wb
        erimakasih ustad untuk jawaban nya…
        sangat membantu sx, doakan semua nya lancar y pa ustad,,
        terimakasih

        Reply
  340. dega

    assalamualaikum pak ustad..

    mau nanya kiranya yang baik mengadakan lamaran itu berapa bulan menuju pernikahan ya?? terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak ada dalil khusus yang mengharuskan kapan selisih hari melamar dengan akad nikah. Prinsipnya semakin cepat semakin baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  341. benni susandra

    Assalamualaikum Ustad
    saya mau nanya ustad:
    1. bagaimana hukum melihat jual beli
    hewan2 yang haram dalam hukum
    islam seperti anjing, uar, dll
    2. gimana prosedurnya jika kami
    berniat mengundang ustad untuk
    ceramah atau tablig Akbar….

    jazaakumullah katsiron..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika hanya sekedar melihat, maka boleh saja hukumnya. tetapi sebisa mungkin menghindari agar tidak ada keinginan untuk melakukan transaksi jual beli tersebut.

      Wallahu a’lam

      Untuk mengunndang kami, bapak bisa menghubungi Contact Person Pusat Kajian Hadis di nomor 021.97943394 atau 0818.996.994 atau via email pusatkajianhadis@gmail.com

      Reply
  342. Pangidoan nasution

    Assalamu’alaikum ustadz. . .
    Saya mau bertanya.
    Saya tau pacaran itu haram,tetapi saya tetap ingin melanjutkan hubungan saya ustazd,kami nggak pernah jumpa agar terhindar dari yang nama nya zinah. Apa boleh ustazd kami jalani ini.

    Reply
      • Pangidoan nasution

        Assalamu’alaikum ustadz..
        Terima kasih atas jawaban nya,ini saya mau bertanya lagi. Apa kami tidak berdosa menjalani ini/ pacaran,walaupun tidak berdua duaan,tidak melanggar semua larangan nya. Apa kami tidak berdosa ustadz

        Reply
          • Ridwan pkh

            Anda diibaratkan sedang main api. Artinya, jika tidak hati-hati bisa saja anda terbakar. Walau pun tidak bertemu tapi tetap saja masih ada kemungkinan berdosanya.
            Perkataan mesra atau sms mesra bisa saja menimbulkan khayalan dan syahwat.
            Jadi tidak bisa dikatakan dengan pacaran walau pun tidak berkhalwat 100% aman. Intinya, hindari saja jika memungkinkan dan segera lamar kemudian menikah. Itu yang paling aman, bang Pangindoan

            Wallahu a’lam

  343. maya

    Assalamualaikum pak ustadz…maaf sayau tanya lagi…pak ustad contoh cerai dalam makna kiasan apa saja pa ustadz?karena waktu itu suami saya bilang ya sudah kalau mau sendiri sendiri saja(katanya bukan maksud cerai karena saya merahasiakan sesuatu jadi dia bilang ya sudah kalau mau sndiri sendiri kalau ada apa apa ga mau cerita)dan waktu berantem hebat kemarin sebelum dia bilang kita ga bisa kaya gini terus suami saya bilang cukup sampai disni…apa itu termasuk talak jg karena saya tanya ke suami saya..dia bilang itu bukan niat cerai.pa ustadz saya bingung…mohon pencerahannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Lafazh kinayah/kiasan seperti ini misalnya : Kamu pulang saja ke rumah orang tuamu ! atau Pergi sana, jagan ke sini lagi !”
      Jika kalimat tersebut dimaksudkan atau diniyatkan talak, maka jatuhlah talaknya.

      Lafazh sharih atau lafazh yang jelas ialah dengna menggunakan kata ‘Cerai atau talak”. Contoh : “ Ya udah, saya ceraikan kamu sekarang !” “Kamu sudah ga nurut sama saya, saya talak kamu !”

      Kalimat tersebut sudah jatuh talak secara otomatis WALAUPUN KETIKA MENGUCAPKANNYA TIDAK BERNIYAT TALAK.

      Oleh karena itu, semarah apa pun sang suami hendaknya menghindari kalimat “cerai atau talak “.
      Wallahu a’lam

      Reply
  344. Farid

    Assalamu’alaikum.
    Saya pernah bermimpi, seorang teman menunjukkan QS Al-Qashash Ayat 22. Setelah terbangun dari tidur, saya langsung mengecek apa arti dari ayat tersebut. Bagaimana saya menyikapinya? Mohon saran. Terima kasih.

    Reply
  345. edwin

    assalamualaikum wr.wb
    selamat sore.
    Saya ingin bertanya ketika seorang istri menjenguk mertua nya bersama suami, tetapi si istri tidak sekalian menjenguk ibunya sendiri, padahal jarak mertua dan ibunya sangat dekat, karena si istri hubungannya tdk baik dgn kakaknya. dan bagaimana hukumnya, terus hukum buat si suami yg membiarkan istrinya memutuskan silaturahmi dgn ibu dan keluarganya, mohon d jawab ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang suami berdosa jika ia mendiamkan istrinya memutuskan silaturahmi kepada saudaranya terlebih kepada ibunya.
      Ia wajib menasihati istrinya agar mau menyambung silaturahmi. Jika sang suami sudah kerap kali menasihati istrinya namun sang istri belum melaksanakannya, maka ia harus bersabar dan terus berikhtiyar dan berdo’a.

      Wallahu a’lam

      Reply
  346. afry

    Assalamualaikum wr.wb pak ustad..
    Saya mau kembali tanya nie,, saya kemaren habis potong rambut,sampe habis seperti laki”..tujuanya si mau ngebuang rambut” saya yang udah rusak akibat pewarnaan dan segala macem dan aku juga udah berhijab,saya mau memiliki rambut alami lagi ,suapaya hijab saya lebih sempurna tanpa rambut merah…dan saya baru baca buku fiQih wanita kemaren,katanya rambut wanita menyerupai laki” dan laki” menyerupai wanita itu hukumnya haram.. :'( saya sedih saya baru tau setelah sudah potong rambut..artinya saya haram dong ustad..
    Jadi gimana pertanggung jawaban saya sama allah… Mohon pencerahanya pak ustad
    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Bertobat saja kepada Allah karena sebelumnya anda tidak mengetahui hukum tersebut.

      ketika sudah tahu, jangan diulangi dan iringilah atau gantilah perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal shaleh.
      Wallhu a’lam

      Reply
  347. eko prasetyo

    Ustad mau tanya lagi_ sblum nya assalamualaikum_
    Pak saya bingung sama diri saya_ kadang solat saya itu ga karuan_ bukan kadang lagi tapi sering_ setiap sholat itu ga prnah khusu’. Jdi pikiran kmna2 udh saya coba tpi begitu lagi…
    Saya minta solusi nya pak ustad_

    Trimakasih sblumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Khusyu’ bukan merupakan salah satu syarat syah shalat. Artinya bukan berarti shalat menjadi tidak sah karena tidak khusyu’. Namun demikian khusyu’ harus tetap diupayakan karena bernilai pahala yang sangat besar. Minimal sekali khusyu’ pada saat takbiratul ihram.
      Adapun khusyu’ dapat diusahakan atau diikhtiyarkan sebagai berikut :

      1. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah dan bertujuan menghilangkan dosa-dosa dan maksiat yang terjadi akibat ulah telapak tangan kita

      2. Ketika berkumur-kumur, bertujuan untuk menghilangkan dosa-dosa dan maksiat yang terjadi akibat ulah mulut kita

      3. Ketika kita membasuh muka, bacalah niat Nawaitul wudhuu’a liraf’il hadatsil ashghori lillaahi ta’alalaa dan niatkan pula bahwa saat itu kita mensucikan muka dari dosa-dosa yang timbul akibat pandangan kita

      4. Ketika membasuh kedua tangan sampai siku, niatkanlah bahwa saat itu kita sedang membersihkan dosa yang timbul akibat ulah tangan kita yang selalu berbuat maksiat

      5. Ketika membasuh kepala, niatkanlah bahwa kita sedang mersihkan dosa yang berasal dari kepala

      6. Dan yang terakhir, ketika kita membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, niatkanlah, bahwa saat itu kita sedang membersihkan dosa yang timbul akibat ulah kaki kita

      7. Setelah selesai berwudhu’ dengan segala rukun dan sunnah-sunnahnya, maka lanjutkanlah dengan membaca doa setelah wudhu’. Anda sudah tahu kan do’anya ?

      Setelah itu siapkanlah pakain yang bagus, bersih dan bebas dari najis, karena kita akan menghadap Yang Maha indah dan Maha Suci

      Oh ya, jangan lupa, periksa tempat shalat kita. Pastikan tidak ada najis, karena salah satu syarat sah shalat adalah suci pakaian dan tempat untuk ,melaksanakan shalat.

      Setelah betul-betul siap, iqmatlah sebelum memulai shalat. Iqamat merupakan pernyataan bahwa kita betul-betul telah siap menghadap Allah Yang Maha Besar.

      Ketika takbiratul Ihram, iringilah dengan niat bahwa kita memulai shalat. Resapilah bahwa ketika itu kita menghadap dan menyatakan bahwa Allah sajalah Yang Maha Besar, tidak ada satu makhlukpun yang dapat menandingi kebesarannya. Nyatakanlah dalam hati kita bahwa kita benar-benar ikhlash dan tunduk menjadi hamba-Nya. Nyatakanlah saat itu kita terbebas dari segala urusan dunia yang selalu kita kejar baik pagi, siang bahkan sampai larut mlam.
      Saat itu kita sedang berdiri menghadap Allah.

      Bayangkanlah bahwa kedua kaki kita saat itu sedang berdiri di atas Shirath Al Mustaqiim. Sebuah jembatan penentu apakah kita berada di syurga atau di neraka

      Wah… kalo diterusin panjang banget nih…

      Gini aja deh…

      Pokoknya resapi makna bacaan-bacaan yang kita baca dalam shalat. Dan kita resapi pula setiap gerakan-gerakan dalam shalat yang banyak sekali terkandung makna filosofis yang teramat dalam.

      Oh ya, satu lagi, setiap gerakan dan bacaan, hendaklah dilakukan dengan Thuma’ninah ( tenang ), agar membatu kekhusyu’an kita dalam shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  348. cempaka

    assalamualaikum..

    ustad… saya akan segera melangsungkan pernikahan’ dan yang saya tau syarat sah pernikahan adalah ada wali, saksi dan mahar

    yang saya mau tanyakan adalah apabila mahar yang diberikan calon suami kepada saya berupa mobil tua yang akan di beli secara kredit, dan saya beserta suami akan membayar cicilan kedepan nya berdua.. apa kah boleh mahar nya sperti itu? sah kah pernikahan saya?

    Reply
  349. edwin

    assalamualaikum ustad, saya mau tau penjelasan tentang surga seorang suami ada d telapak kaki ibunya, dan surga istri d telapak kaki suaminya, dan apakah jika seorang istri menyakiti hati ibunya, tp dia taat pd suaminya, apakah istri itu akan masuk surga. sedangkan si ibu tersebut telah meneteskan air mata karnanya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika di saat yang berbarengan seorang ibu dan suami memanggil istrinya, siapa yang didahulukan ? tentu istri lebih dulu mendatangi suaminya dan setelah itu baru mendatangi ibunya.
      Dari ilustrasi di atas dapat difahami bahwa :
      1. Seorang istri harus taat kepada suaminya
      2. Seorang istri juga harus taat dan hormat kepada ibunya
      3. Seorang istri mendahulukan perintah suaminya ketika secara bersaam ibunya memerintahkan dan setelah itu mendatangi ibunya.
      Dari 3 poin diatas maka sudah jelas berdosa jika seorang istri (anak) melukai perasaan ibunya walaupun ia taat kepada suaminya. Seorang anak harus tetap bakti (birrul waalidain) kepada ibu bapaknya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  350. eko prasetyo

    Assalamualaikum ustad saya mau nanya
    Apa hukum nya kalo ngasih sesuatu kepada seseorang berupa alqur’an?

    Reply
      • Anonymous

        Ass,wr…wb ustadz.sy mau tanya ne sm ustadz,saya punya anak perempuan usinya 3 bln.kami melaksanakn potong rambut ank kami berumur 44 hari,waktu pelaksanaanya hanya sebagian aja rambutny yg dpotong(5 org masing2 menggunting d tiga tempat) sampai saat ini saya belum mengguduli rambut ank sy,yg sy mau tanykn sama ustadz apakah wajib sy mengguduli ank perempuan kami…? Tlg y ustadz jawabny terima kasih

        Reply
  351. Hamba Allah

    Assalamualaikum wr. wb.
    Saya seorang remaja putri 17 tahun, dengan pemahaman awam mengetahui tentang larangan pria yang menyerupai wanita atau sebaliknya. Juga ttg aurat wanita yang meskipun tertulis secara gamblang di alquran dan hadis tapi menimbulkan banyak penafsiran dan pembahasan yg trkdang tidak saya pahami. Lalu bagaimana pendapat ustadz mengenai sekolah kedinasan yang pakaiannya seragam, bercelana, dan kerudungnya dimasukkan ke dalam baju? Saya berencana untuk masuk AMG selepas SMA. Semoga ustadz memahami pertanyaan saya dan semoga saya mendapat petunjuk dr Allah dengan perantaraan ustadz. Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditinjau segi ideal, busana muslimah yangh digunakan dalam kedinasan terkadang ada yang kurng pas. Kurang pasnya dimana ? misalnya jilbab yang seharusnya menutupi dada tapi kenyataannya harus dimasukan ke dalam seragam sehingga masih terlihat sedikit terbentuk yang seharusnya tidak demikian. Karena anda bukan pengambil kebijakan dalam masalah ini, insya Allah mendapat rukhsah (keringanan) ketika suatu saat anda harus memakai seragam demikian.

      Wallahu a’lam

      Reply
  352. Irene

    Assalamualaikum wr wb, Ustadz saya ingin tahu tentang islam radikal.. akhir akhir ini di lingkungan saya seperti ada hal hal yang menuju ke arah radikal.. nah yang ingin saya ketahui :
    1. pengertian lebih jelasdari islam radikal?
    2. ciri ciri dari islam radikal itu seperti apa?
    3.jika ada perkumpulan yang sepertinya mengarah ke aliran radikal, apa yang harus saya lakukan?
    4. apakah islam radikal itu dibenarkan?
    5. jika ada beberapa teman saya yang sudah terdoktrin islam radikal, sikap apa yang harus saya ambil? sedangkan kami satu kelas, saya merasa kasihan kepada mereka.. karena hal itu, kelas saya selalu berselisih paham dan setiap kali masalah muncul tidak ada penyelesaiannya..sedangkan mereka itu selalu merasa benar dan sudah keukeuh sekali dngan apa yang mereka anut Ustadz..
    Ustadz, terimakasih atas ketersediaan Ustadz untuk menjawab pertanyaan saya, karena masalah ini cukup menguras fikiran dan hati. sedangkan posisi angkatan saya 3bulan lagi menempuh ujian, maaf mengganggu Ustadz.. wassalamualaikum wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya dalam islam tidak ada islam radikal, islam konservatif, islam liberal dan lain-lain. Yang ada adalah islam yang satu, ummatan waahidatan. Islam yang sesuai dengan semangat dan selaras dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Mungkin istilah-istilah di atas muncul dari orang-oirang di luar islam atau bisa juga dari kalangan islam sendiri yang merasa berbeda pemahaman dengan saudaranya sesama muslim.

      Ada pun kesalahan dalam memahami ayat al qur’an maupun hadis nabi dalam masalah tertentu dan krusial yang dapat menimbulkan salah kesimpulan. Salah satu contoh misalnya dalam memahami perintah jihad. Jika salah memahaminya, maka akan timbul masalah serius yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang dengan cara yang salah. Dengan pemahaman yang salah tentang jihad, bisa saja orang tersebut membenarkan tindakan teror bom di mana-mana atau yang lebih akrab dengan istilah terorisme. Hal ini jelas-jelas pemahaman yang menyesatkan. Mungkin orang-orang lebih suka menamakan ini dengan istilah “Islam Radikal”. Saya sendiri tidak sependapat dengan istilah tersebut, saya lebih suka mneyebut kelompok ini dengan istilah “Islam keliru dan menyesatkan”.

      Apa yang harus dilakukan jika ada teman kita yang sudah terdoktrin dengan kelompok ini ?

      1. Terus menasihatinya dengan sabar agar ia segera keluar dari kelompok tersebut

      2. Ajak dia untuk bertanya kepada para ustadz yang ahli. Cara ini dilakukan agar dia memahami islam yang sebenarnya, bukan dari yang katanya ustad tapi teroris.

      3. Mendo’akan agar ia menyadari kekeliruannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • yulia

      assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah sebelum melaksanakan sholat taubat kita di haruskan untuk mandi taubat terlebih dahulu? terima kasih

      wassalamu’alaikum

      Reply
  353. rina

    assalammu’alaikum pak uztad saya seorang guru sekolah katolik sudah 10 tahun saya bekerja dan saat saat ini saya selalu tanda tanya apakah saya berdosa jika saya bekerja disini atau tidak. saya dilema dengan hal ini, apakah gaji yang saya terima halal atau tidak. lebih baiknya saya keluar atau tidak disekolah juga tidak diperkenankan jika mengenakan kerudung. pak ustad mohon petunjuknya,
    wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya, islam tidak melarang hubungan muamalah (sosial) selama tidak ada unsur keharaman atau dosa. Tapi jika hubungan muamalah tersebut melarang memakai jilbab sebagai mana yang anda alami jelas sudah masuk katagori yang tidak boleh. Jadi, tidak bolehnya adalah karena ada larangan memakai jilbab padahal ibu mau menutup aurat karena kewajiban ibu sebagai muslimah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  354. maya

    Assalamualaikum pak ustad saya maya saya sudah menikah ada hal ygg selalu mengganggu pikiran saya,beberapa bulan yang lalu saya dan suami bertengkar hebat smpai suami saya bilang kita ga bisa kaya gini terus…dan setelah itu kami baikan yg saya ingin tanya apa ucapan suami saya termasuk talak krna paas berantem suami saya mengulang ucapannya…saya tidaau berdosa pak ustad dihadapan Allah dan sempat saya tanya k suami saya kalau dia ngomong kaya gtu bukan maksud untuk cerai..mohon pencerahannya pa ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak jatuh talak karena tidak ada sigat talak. Talak jatuh apabila ada ucapan tegas kata “talak” atau “cerai”. Atau juga ungkapan kinayah atau sindirian dengan niat talak.

      Jadi, ucapan suami anda belum jatuh talak.
      Semoga di lain waktu tidak mudah bertengkar dan selalu rukun, amin.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • maya

        Assalamualaikum pa ustadz terima kasih atas jawabannya kemarin saya sedikit lega..mudah mudahan keluarga saya diberi kelancaran dan tidak mudah bertengkar lagi

        Reply
  355. Widi

    assalamualaikum…
    mohon maaf saya ingin bertanya..suami saya salah paham karena sesuatu hal. kemudian dia mengucapkan kata kata lewat BBM ” kalau memang gak suka lagi sama saya…cerai saja” dan “kalau gag bisa mengormati aku..cari yang lain saja..lo gitu ceraiin aja suami kamu”
    kira-kira kata – kata seperti itu apakah termasuk talak/cerai?padahal saat itu suami sedang dalam kondisi salah paham sehingga sangat emosi. Mohon informasinya, saya sangat bingung.terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      W@a alaikumus salam wr wb.

      Jika diperhatikan dari lafaz (ucapan) suami anda, maka jatuh talak bersyarat. Talak bersyarat adalah talak yang akan berlaku atau jatuh bila syaratnya telah terpenuhi.
      Dalam lafazh itu suami mensyaratkan talak kepada anda sebagai berikut :

      1. Jika anda tidak menyukainya lagi
      2. Jika anda sudah tidak hormat lagi kepadanya

      Jika syarat-syarat di atas anda penuhi, maka jatuhlah talak suami kepada anda.
      Namun, jika anda tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, anda masih mencintainya, anda masih menghormatinya, maka talak tersebut tidak berlaku.
      Agar suami anda mengetahui apakah anda memenuhi syarat-syarat diatas, maka anda harus menegaskan kepadnya bahwa anda masih mencintainya dan menghormatinya. Dengan demikian talak tidak jatuh.

      Dengan peristiwa ini, maka anda dan suami bisa lebih hati-hati dalam berucap yang mengandung kata talak atau cerai, baik bersyarat atau tidak, serius atu bergurau, emosi atau tidak agar tidak berakibat fatal dan jatuh talak.

      Wallahu a’lam

      Reply
  356. uli yani

    Assalamu alaikum…ustad/utadzah say punya anak laki2 namanya YAQUTAH HARUN, umur 3,9bulan saya baru gau akhir2 ini kalo yaqutah itu untuk anak perempuan kemaren saya bilang ke suami di ganti aja tapi sama suami saya gak boleh di ganti.terus saya haris bagaimana ustadz apa harus di ganti atau bagaimana?syukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya tidak menjadi masalah selama artinya tidak mengandung larangan. Yang dilarang misalnya Abdul ashnam yang artinya hamba berhala atau Mujrim yang artinya berlumusan dosa atau mukadzib yang artinya gemar berdusta dsb.
      Yaqutah artinya permata, sebetulnya boleh-boleh saja menyebutnya dengan yaquutah walaupun pada umumnya orang arab lebih suka menyebutnya yaqut dengan menggunakan shigat mudzakkar (kata untuk laki-laki).
      Terkadang ada juga shigat muannats (perempuan) yang digunakan untuk laki-laki misalnya Tsa’labah, hudzaifah, Haritsah, usamah dll.
      Jadi, tidak diganti pun sebetulnya tidak masalah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  357. afry

    Alhamdulillah ya allah…
    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih banyak pak ustad,pencerahan dari bpk sangat membantu saya…insya allah saya mau menjadi lebih baik..
    Amin
    Minta doa nya pak supaya saya lebih tabah lagi dan ikhlas dalam menghadapi hidup ini,,insya allah..amin
    Sekian dari saya
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  358. fitria

    Assalamualaikum wr wb

    Saya mau bertanya, saya seorang istri yg sedang
    mengandung . Saya sudah setahun menikah, tapi
    sudah hampir 4bulan ini saya tidak dinafkahi suami
    saya . Seringkalanya saya merasa sedih karna harus
    menahan lapar. Saya bekerja, tetapi gaji saya belum
    mencukupi kebutuhan saya.
    Saya juga sering bermasalah dirumah dengan suami
    dan orang rumah (keluarga suami saya & mertua
    saya) kami memang masih tinggal bersama keluarga
    suami saya.
    Saya sering merasa tidak nyaman dengan keadaan
    dirumah, keluarga suami saya memang sudah
    terbiasa jauh dari ibadah, tapi saya sering mengajak
    suami saya utk mau kembali solat. Sayangnya, setiap
    kali saya ajak suami saya utk solat, yg ada dia malah
    marah terhadap saya, bahkan pernah sekali sampai
    mendorong saya ketempat tidur. Saya bingung
    ustad, saya harus bagaimana. Sering saya merasa
    ingin kembali kerumah orangtua saya, tapi suami
    tidak mengizinkan.
    Kira” apa yg harus saya lakukan utk menghadapi
    masalah ini ustad, saya juga harus memikirkan
    kandungan saya yg sudah 6bulan .
    Saya minta masukannya ustad.
    Wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam mengarungi rumah tangga sudah tentu ada saja ujiannya. Kalau ujian itu sababnya bukan dari anak, terkadang bersabab dari merta, ipar dan tentu kepada pasangan hidup kita.
      Untuk menyikapi ujian tersebut, kami anjurkan untuk melakukan hal-hal berikut :

      1. Anda tahu bahwa saat ini Allah sedang menguji keimanan anda melalui rumah tangga. Jika anda menyadari bahwa ini adalah ujian, tentu anda harus tabah menjalaninya sehingga anda lebih mudah untuk melakukan hal-hal berikutnya. Yng berbahaya adalah ketika seseorang tidak tahu bahwa ia sedang diuji oleh Allah. Orang yang tidak tahu atau tidak sadar akan hal itu, biasanya buru-buru panik, stress dan kadang terlalu mudah untuk mengambil jalan pintas yang haram. Na’udzu billah.

      2. Dalam mengingatkan pasangan hidup untuk beribadah adakalanya mudah dan adakalanya sulit. Saat ini suami dan keluarga anda sulit untuk diajak shalat. Apa yang harus anda lakukan ?
      Bisa kita lihat perintah Allah dalam surat Thaha ayat 132, yang artinya “perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah atasnya”. Anda sudah melakukan perintah tersebut dengan mengingatkan suami anda mengerjakan shalat. Kemudian suami anda marah-marah. Lalu bagaimana ? sesuai dengan ayat tersebut, anda diperintahkan shabar oleh Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa menyampaikan dan mengingatkan. Urusan hidayah adalah wewenang Allah, yang penting anda sudah menjalankan kewajiban untuk mengingatkan.

      3. Sambil bersabar, hendaknya anda berdo’a kepada Allah agar suami anda dibuka mata hatinya oleh Allah SWT. Berdo’a harus yakin dikabulkan agar Allah segera meluluskan do’a kita.

      4. Yaklinlah bahwa setelah anda lelah dan susah dalam bersabar dan berikhtiyar akan turun kemudahan setelah itu. Bisa kita simak ayat 5 dan 6 surat Al Insyirah yang artinya : “ Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Jadi, memang tidak dapat dipisahkan antara ikhtiyar, do’a, sabar, yakin dan tawakkal.

      5. Usahakan komunikasi tetap terjalin dengan baik antara anda dan suami. Walau pun dalam keadaan yang sangat sulit, hendaknya tetap diusahakan. Komunikasi yang terputus akan menambah masalah baru bagi anda berdua untuk mengatasi masalah rumah tangga. Dengan komunikasi yang terjalan baik, insya Allah kedua belah dapat menyadari kekurangan masing-masing seiring berjalannya waktu.

      6. Jika memungkinkan, sebaiknya anda tidak tinggal saty rumah dengan mertua. Terkadang keadaan tersebut bisa menambah masalah yang bersambung karena ada pihak yang ikut campur. Jika ikut campurnya bertujuan untuk mendamaikan, hal itu jelas baik. Namun jika kebalikannya, tentu tidak kondusif bukan ?

      Wallahu a’lam

      Reply
  359. torres

    Assalamualaikum Wr Wb Ustad

    Sy sudah berusaha untuk mencari pekerjaan tp smpai skrang belom ada panggilan2 pekerjaan , Sy sudh menjalankan sholat hajat tp adakah amalan2 lain ustad ?
    Terima kasih ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ada baiknya anda perhatikan hadis berikut :

      عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:
      ((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ قَالَ: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي، وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي))
      )) رواه ابو داود

      Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

      ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

      Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

      Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

      Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allahg mengabulkan do’a anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  360. Tio

    assalamualikum ustdz.
    Terima kasih qtas jawabannya kemrin.sungguh sangat membantu. izinkan saya bertanya kembali.pada saat saya menjalankan tugas,sering kali bertabrkan dengan waktu shalat 5waktu apalagi shalat jumat.pekerjaan ini benar2 tdk bisa di tinggal. kata orang pekerjaan saya ini mulia dan tabungan untuk di syurga.amin,akan tetapi pekerjaan saya juga sering kali menjadi penghalang ibadah saya.apa saya dosa ustad?apa benar saya msih bsa msuk syurga?apa allah membenci saya?
    terima kasih,wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat 5 waktu adalah kewajiban yang bersifat fardhu, tidak boleh ditinggalkan. Jika memang keadaan pekerjaan anda yang benar-benar memaksa sehingga sangat sulit dikerjakan saat bekerja, maka harus diganti dengan qadha’. Begitu pun dengan jum’at, jika memang benar-benar memaksa tidak bisa dikerjakan saat itu, maka gantilah dengan shalat zuhur.

      Tetapi wajib anda ingat bahwa hal ini memang betul-betul memaksa. Anda wajib berusaha untuk mendapatkan shalat 5 waktu dan jum’at dengan berbagai cara. Anda bisa meminta kebijakan perusahaan agar karyawannya bisa menjalankan shalat dengan leluasa sesuai waktunya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  361. torres

    Assalamualikum Wr Wb ustad ,
    Pa ustad sy minta amalan untuk mempercepat membayar hutang2 saya ,

    Reply
  362. afry

    Assalamualaikum wr.wb pak ustad,ijinkan saya bertanya lagi..
    Saya mau bertobat nasuha,gimana caranya??karna saya dulu orang yang hina,bgtu byk dosa saya..saya melakukan yang dilanggar dlm agama,saya mau bertobat sekarang,tolong bimbing saya pak ustad..
    Saya mau bertanya ustad dikampung saya tapi saya malu..
    Setelah itu doa apa yang bagus untuk alm.suami saya,supaya allah mau memaafkan dosa dan segala kekhilafan alm.suami saya sewaktu hidup(misalnya dosa yang tdk bisa dimaafkan sekalipun)agar allah mau mengampunkanya..
    Saya akan lakukan apapun itu demi alm.suami saya insya allah..
    Alm.suami saya belum sempat bertobat sebelum meninggal,disruh solat susah..semoga allah mau mengampuninya..
    Mohon pencerahanya pak ustad
    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT maha pengampun dan kita harus yakin akan hal itu. Allah tidak menyukai hambanya yang putus harapan akan ampunan Allah. Allah SWT mencintai hamba yang bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Allah justru memanggil mereka dengan panggilan kasih sayang agar mereka kembali beribadah dan meninggalkan lembah dosa.
      Yakinlah dengan taubat nasuha Allah mengampuni.
      Iringi taubat anda dengan :

      1. Nadam, artinya penyesalan yang luar biasa dan bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan.

      2. Gantilah perbuatan dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan amal atau perbuatan baik. Dulu berdosa, sekarang berpahala.

      3. Tingkatkan keyakinan bahwa Anda sekarang adalah hamba Allah yang baik dan terus menjadi baik sampai ajal menjemput.

      4. Tingkatkan amal ibadah sebaik mungkin sesuai kemampuan. Jika yang wajib seperti shalat lima waktu sudah konsisten, tingkatkan dengan amalan sunnah sedikit demi sedikit sampai terbiasa seperti shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, dzikir yang sifatnya ringan, perbanyak shalawat dan membaca Al Qur’an. Jika belum mampu belajar Al Qur’an., maka belajarlah. Tidak perlu malu belajar walau pun terlambat dari pada tidak bisa seumur hidup sampai masuk liang kubur. Rugi sekali orang yang sampai matinya tidak bisa baca Al Qur’an.

      Anda bisa membaca do’a seperti ini agae almarhum suami anda diampuni Allah. Misalnya :

      اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

      “ Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu anhu “

      “ Ya Allah, ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa h