Jadwal Shalat

Statistik

Posted by & filed under . | 41,589 views

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’ alaikum wr.wb.

Pengunjung warungustad.com yang terhormat, sesuai dengan saran beberapa orang yang sudah melihat situs ini, dan memang sudah menjadi rencana kami ke depannya. Kami membuka forum konsultasi atau Tanya-Jawab seputar masalah keislaman, baik Aqidah, Fiqh, Hadis, Sirah dst.

Kami berharap, pertanyaannya realistis dan tidak mengada-ada, atau hal yang menjadi fitnah dan permusuhan serta kedengkian. Situs ini dimaksudkan untuk mencerdaskan ummat, mengajak mereka bersatu wa ta’awanu ala al-birri wa al-taqwa. dan watawasau bi al-haqqi watawasau bi al-sobri.

Semoga Bermanfaat adanya.
Wassalam

DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA

652 Responses to “Tanya-Jawab”

Berikan komentar

  • (will not be published)

  1. rina purwati

    assalamualaikum pak ustadz
    mau tanya bolehkah saya menikah dengan saudara 1 kakek buyut
    kakek buyut saya kakak beradik dengan kakek buyutnya (dia calon saya)
    ibu saya menentang hubungan saya denganya dengan alasan kami masih saudara dan tdk boleh menikah
    trimakasih

    Reply
  2. prabowo

    assalamu’alaikum ustad, saya mau tanya tentang adab berdagang menurut islam dan apa berdagang online di perbolehkan ? Terima kasih

    Reply
  3. ana eliza

    assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah boleh melaksanakan sholat hajat setiap selesai melaksanakan sholat fardhu, mohon penjelasannya ustad. terima kasih

    wassalamu’alaikum

    Reply
  4. moch. jajang ginanjar

    Assalamu’alaikum Ustadz…
    Mohon Maaf ustadz… Saya minta referensi hadist tentang aturan 1 ekor kambing untuk 1 orang dalam hal ber-Qurban.
    Sukron…..

    Reply
  5. moch. jajang ginanjar

    Assalamu’alaikum Ustadz…
    Saya pernah membaca referensi Hadist (tolong kalau salah luruskan).
    Nabi SAW pernah berqurban 2 ekor kambing, nabi bersabda :
    Satu ekor kambing untuk Saya dan Keluarga ( Nabi, Istri-istri Nabi dan Anak-anak Nabi ).
    dan Satu Ekor lagi Untuk Umat-Ku yang tidak qurban tahun ini.
    Berdasarkan Hadist diatas, KAMI selaku Panitia Qurban di lingkungan PERUMAHAN mempunyai gagasan dan telah terlaksana yaitu meminta Sumbangan “Shodaqoh” kepada warga (se-Iklasnya) kemudian hasil dari Sumbangan tadi kami belikan Kambing untuk Qurban.
    Niatnya : “Kambing ini Qurban untuk Warga PERUMAHAN yang tidak Qurban tahun ini”.
    Pertanyaanya adalah :
    1. Bolehkan cara yang KAMI lakukan tersebut?…
    Mohon penjelasanya dikerenakan tidak semua warga sepaham dengan hal tersebut.
    2. Apa hukumnya, Jika ada orang yang mampu untuk ber-Qurban tetapi dia tidak melaksanakannya.
    terima kasih dan mohon petunjuknya.

    Reply
  6. isti

    assalamualaikum wr.wb

    saya ingin bertanya, apa hukumnya bagi orang yang tidak melaksanakan solat jumat dg kurun waktu yg cukup lama (3bln). Dikarenakan tinggal di negara orang dan mesjid cukup jauh, memakan waktu 1-2jm. sedangkan hari senin-jumat bekerja dan waktu istirahat hanya sebentar. Mohon masukannya, terima kasih.

    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika masjid sangat jauh dari tempat anda bekerja dan menyita waktu sedangkan pekerjaan tidak boleh ditinggalkan, maka anda mendapat rukhshah untuk mengerjakan shalat Zuhur saja. Tapi jika faktornya hanya jauh saja dan anda tidak merasa berat dan pekerjaan lainnya tidak menuntut, maka anda tetap wajib shalat jum’at.
      Wallahu a’lam

      Reply
  7. Hamba Allah

    Assalamualaykum wr wb ustadz

    Apa hukumnya jika secara tidak sengaja (karena ketidak tahuan) melakukan / mengucapkan bid’ah.
    Karena baru saya ketahui bahwa setelah membaca Al Quran, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah membaca shadaqallahul adzim namun (karena ketidak tahuan) saya melakukannya.
    mohon penjelasannya ustadz
    Wassalamualaykum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Membaca Shadaqallaahul adzhim setelah membaca Al Qur’an ada dua pendapat.
      Pendapat pertama, bid’ah, dengan alasan katanya Raulullah SAW tidak pernah mencontohkan amalan tersebut.
      Pendapat kedua, bukan bid’ah. Alasannya : tidak semua yang tidak dicontohkan Rasulullah menjadi bid’ah selama tidak bertentangan dengan syari’ah yang ada. Membaca Shadaqallahul Adzhim adalah adab yang baik. Bahkan amalan tersebut sudah umum dilakukan oleh para tokoh islam dari zaman dulu hinnga sekarang, diantaranya Imam An Nawawi. Sepengetahuan kami, dari kami kecil hingga sekarang, pendapat yang membid’ahkan shadaqallahul azhim sepertinya baruakhir-akhir ini saja.
      Jadi harus bagaimana ?
      Kita harus toleransi dengan berbagai ikhtilaf (perbedaan pendapat) para ulama dalam masalah khilafiyah. Karena tidak ada dalil yang secara tegas tentang boleh atau tidaknya membaca shadaqallahul Azhim setelah membaca Al Qur’an inilah yang menyebabkan mereka berbeda pendapat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  8. amir

    Assalamu’alaikum ustadz
    Saya sering sholat dimasjid yang tempat imamnya lebih tinggi kurang lebih 25cm dari makmum. Pertanyaannya bolehkah tempat imam lebih tinggi dari makmum dan bagaimana hukumnya, mohon diberikan rujukan hadisnya jika boleh/tidak.
    Terimakasih ustadz atas jawabannya. Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wWa alaikumus salam wr wb.

      Berrikut kutipan hadis riwayat abu daud :

      إذا أم الرجل القوم فلا يقم في مقام ارفع من مقامهم

      Apabila seseorang mengimami suatu kaum, maka janganlah ia berdiri di tempat yang lebih tinggi dari tempat-tempat mereka.”

      Dari hadis di atas, mayoritas ulama menghukumi makruh bila tidak ada hajat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  9. sunarmi

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Saya mau tanya singkat pak ustad bolehkah kita melaksanakan puasa sunah sementara kita belum mengqadha puasa wajib?trimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Reply
  10. bungkaldesa@gmail.com

    asslmkum wr wb. Sya mau tnya seandainya sya brprgian jauh pas pda hri jumaat apakah wajib untuk menunaikan shalat jumaat?.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Musafir (orang yang bepergian jauh yang jaraknya telah membolehkan melakukan shalat jama’) dibolehkan tidak shalat jum’at, namun diganti dengan shalat zuhur.

      Wallahu a’lam

      Reply
  11. nada soraya

    Assalamualaikum wr. Wb
    Pak ustad saya istri k2 dari 3 istri dari suami saya. Alhamdulillah saat ini suami saya punya pekerjaan sampingan menjadi akupunturis.. tp pak ustad suami saya jd sangat sibuk sehingga tdk plg k rmh saya 1minggu, dikarenakan anak saya yg no.2 (2th) dan no.3 (1th) sering sekali memanggil org2 yg naik motor didepan rumah say dg sebutan ayah, bahkan anak kedua saya smp mengiggo memanggil2ayah ayah saya membranikan diri utk sms suami saya dg baik2 agar ia plg,dg maksd agar anak2nya bisa bertemu. Dan itu tdk d respon suami saya pak ustad, smp saya mulai dg nada keras d sms agar ia plg. Tp ia malah balik marah dan memaki saya pak ustad. Apa saya salah pak ustad? Sebelumnya saya korban dari broken home, sejak saya lahir orgtua saya sudah cerai. Saya pernah merasakan seperti anak2 saya pak itad, yg memanggil tetangga2 saya dg sebutan papa dan sakit saat ibu saya bilang itu bukan papa. Saya merasa saya mempunyai kluarga yg lebih baik dr kluarga saat bersama orgtua saya, maka saya sama sekali tdk mau anak2 merasakan hal yg sama seperti yg saya alami.. saya pun sudah bilang d sms agar mementingkan klrga nya dulu d banding pasien2nya. Dya untuk pasien dibela2in pak ustad, sdgkan bertemu dg saya dan anak2 seminggu 2x itupun 1harinya dipakai utk krmh pasien pak ustad, plg sudah larut malam. Saya mengerti dya capek mencari nafkah utk istri2 dan anak2nya. Tp saya dan anak2 jg butuh suami saya. Apa saya salah pak ustad? Dan bagaimna hukumnya,suami saya tdk plg 2minggu tdk memberikan nagkah batin pd saya dan tdk berkomunikasi dg anak2nya dikarenakan dya marah karena saya menuntut dya plg. Terimakasih pak usta. Wassalamualikum wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      yang anda lakukan sudah benar dan wajar.
      Jika ditanya, dosakah suami ?
      Ya, berdosa karena tidak mau menjalankan kewajibannya untuk memberi nafkah batin padahal istri meminta.

      Wallahu a’lam

      Reply
  12. sanset

    assalamualaikum ustad..
    mohon Infonya pak ustad, apa hukumnya bagi laki2 yang sakhinya laki2 itu sdh berjanji berkali2 untuk menikahi seorang perempuan dan pada akhirnya laki2 itu bersama perempuan lain dan tidak menepati janjinya.? padahal perempuan itu sdh memberikan segalanya.. makasih ustad.. wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ciri orang munafiq :

      1. Apabila berkata ia dusta
      2. Apabila Ia berjanji tidak menepati
      3. Apabila dipercaya ia berkhianat

      Wallahu a’lam

      Reply
  13. muhaimin

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Nama saya Muhaimin ingin menanyakan tenteng perusakan alam dalam hal ini melibatkan seorang kyai di tempat tinggalku.
    Kronologinya seorang kyai itu menyetujui tanah milik saudaranya untuk dijadikan tempat penambangan pasir secara liar dan tergolong brutal sebab banyak warga sekitar yang tidak setuju tapi apa boleh buat toh yang punya tanah menyetujuinya dan aparat desa tidak mampu berbuat apa2 untuk mencegah hal itu.
    Yang ingin saya tanyakan,apakah perusakan alam itu termasuk alah satu hal yang dilarang oleh agama?
    Apakah tindakan seorang kyai itu sudah sudah benar?
    Apakah perusakan alam itu tidak termasuk dosa?
    Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT memerintahkan kita untuk memanfaatkan sumber daya alam. Pada dasarnya, penambangan minyak bumi, gas, pasir, nikel dan sebagainya adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat. Tapi perlu juga diingat bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga keseimbangan dan kemashlahatan alam. Allah juga melarang kita untuk melakukan perusakan alam dalam bentuk apa pun. Dengan demikian, dibolehkan melakukan penambangan pasir atau yang lainnya dengan catatan tidak merusak alam yang nantinya akan berdampak kepada bencana.
      Ketika salah satu unsur di atas tidak dapat dijalankan, berarti terjadi pelanggaran. Pelanggaran tersebut mengakibatkan orang lain atau masyarakat sekitar merasa terganggu. Karena mengganggu dan merugikan orang lain, maka pelakunya disebut zhalim. Kalo sudah zhalim ya tentunya berdosa.
      Bagaimana solusinya ? Sebaiknya diadakan musyawarah kedua belah pihak agar salah satu pihak tidak merasa dirugikan.
      Jika yang bersangkutan tidak mau bermusyawarah, maka pihak yang dirugikan bisa menempuh jalur hukum.
      Dalam hal haq dan bathil, hukum atau syari’ah tidak pandang bulu, apakah itu orang awam, kyai, ustadz, polisi bahkan hakim pun sama. Kita semua sejajar di mata hukum.

      Wallahu a’lam

      Reply
  14. irsa

    assalamualaikum ustad, mohon sarannya.. sdh lebih setahun sy mengetahui perselingkuhan dan perzinahan suami, pd awalnya saya sangat kaget dan hancur rasanya, apalagi dgn bukti2 yg sy dapat . kami jg sempat talak 2 kali dan rujuk..tpi pd awal januari ternyata suami masih jg tdk mau mlepaskan wanita itu dan membohongi sy terus. lalu pd akhirnya sy pasrah dan memilih diam, selama 6 bulan tdk ada iktikad baik dan solusi dr suami ataupun mertua akhirnya sy dua anak sy keluar dr rumah mertua tsb. sy pindah rumah ke sebelah rumah kakak laki2 saya yg kosong, dan jg penuh perjuangan merenovasinya. tepat sebulan yg lalu suami minta ijin utk menikah dgn wanita itu, lalu sy ijinkan dgn syarat tanggung jawab utk anaknya hrs jelas tiap bulannya. sy mmg saat ini benar2 iklas atas takdir ini..toh sy tdk mau memaksa org (suami) utk kembali..sy sdh tdk py rasa pd suami . menurut mereka hak cerai ada pd sy, tp mmg sy tdk mau mengurusnya buru2, sy masih mau cari penggantinya dulu tentu sj dgn cara taaruf bukan lainnya.. keegoisan sy adl sy tdk mau disebut janda itu sj. juga kesepakatan saat suami minta nikah lagi itu, bila sy mengajukan cerai maka nafkah utk saya akan hilang..sementara saat ini sy blum mapan maka sy manfaatkan hal itu.. yg menjadi kegalauan sy saat ini ortu meminta sy utk urus cerai nya..agar mudah langkah sy kedepannya..tp sy msh belum dpt penggantinya yg pas. menurut ustad bagaimana..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Kami turut prihatin dengan masalah ibu. Menurut kami, sebaiknya ibu segera mengurus perceraian. Rumah tangga harus jelas statusnya. Jika status ibu masih sebagai istri, maka selama itulah ibu wajib menjalankan tugas sebagai istri.
      Masalah ibu belum menemukan pengganti, tetaplah berikhtiyar dan berdo’a kepada Allah SWT, insya Allah akan ada solusinya. Dengan ibu mengutamakan syari’ah dengan lebih dulu menuntaskan masalah perceraian, insya Allah, ibu akan ditolong oleh Allah SWT.
      Setiap manusia sudah ditanggung rezekinya oleh Allah. Yang menjadi perhatian adalah sebatas mana kesabaran, keyakinan, ikhtiyar dan ketawakkalan seorang hamba kepada Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • irsa

        assalamaikum ustad…jadi begitu ya..hmm berarti kalau sy tdk menjalankan tugas sbg istri dn walau hy menjalankan tugas sbg ibu..bearti dosa sy sbg istri jalan terus???:[ dulu sy lupa pernah baa bila suami istri sdh tdk cinta dan tdk menjalankan tugasnya maka tdk berdosa pd keduanya… memang sy iklas seiklas2nya..tp ada sidikit rasa utk membiarkan suami utk yg mengurus cerainya biar dia yg capek nguurusnya, dan pasti wanita itu jg ngak mau lama2 jd istri kedua… menurut ustad gimana..

        Reply
        • Ridwan pkh

          Suami dan istri terikat hak dan kewajiban. Kewajiban yang tidak dijalankan dapat ditolelir jika ada udzur. Contoh : suami sakit keras sehingga tidak mampu lagi mencari nafkah. Atau istri sakit sehingga dia tidak mampu menjalankan kewajiban untuk melayani kebutuhan biologis suaminya. Jika memang alasannya udzur syar’i, maka dimaafkan. lain halnya jika suami tidak mau menafkahi istri lahir batin karena memang malas bekerja padahal ia mampu, ini yang jelas dosa.

          Jika sudah cerai, suami tetap berkewajiban menafkahi anak-anaknya dan mantan istrinya selama masa iddah. Ketika iddahnya selesai, maka mantan suami tidak lagi berkewajiban menafkahi mantan istrinya, tetapi hamya wajib menafkahi anak-anak saja.

          Kesimpulannya : jika ibu menunggu suami saja yang mengurus cerai, maka ibu harus sabar dengan konsekwensinya. Apakah suami ibu berdosa ? ya. mengapa ? karena ia menelantarkan tali pernikahan yang semestinya dia jalankan. Nafkah batin juga tidak, padahal kewajiban. Ketika ia mau memberi nafkah batin, ibu menolak. jadi kedua belah pihak berdosa.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • irsa

            assalamualaikum ustad…apabila saya yg mengajukan apakah sy hrs mengembalikan mas kawin yg dl diberikan?karna semua perhiasan tsb sdh habis dijual. apabila sy yg meminta suami yg mengajukan cerainapakah bisa, dgnnalasan bila sy yg ngajuin otomatis sy hrs menunjukkannbukti2 nya..dan sy tdk mau aib sami jd keliatan org byk..krna sdh ckp dosa sy menceritakan aib suami ini saja.. mohon pencerahannya..terimakasih

          • Ridwan pkh

            Anda tidak perlu mengembalikan mas kawin semuanya. Setahu kami nanti akan dimusyawarahkan oleh hakim berapa besarnya penggani (iwadh) yang selayaknya diberikan pihak penggugat (istri). Untuk lebih jelasnya ibu mungkin bisa berkonsultasi pihak KUA setempat.
            Wallahu a’lam

  15. ridho

    Aslkm ustad. Saya mau tanya jika orang yg suka mengulangi zina tp juga sering beristigfar dan bertasbih sehabis sholat apa dosa orang itu diterima ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumujs salam wr wb.

      Diantara penyebab ditolaknya do’a adalah banyaknya dosa dan mengkonsumsi yang haram.
      Zina termasuk dosa besar, pelakunya harus bertaubat nasuha dan haram berzina kembali.

      Wallahu a’lam

      Reply
  16. dams

    Assalamualaikum wr. wb Ustad

    Apakah boleh kita memakan/minum dari tetangga yang non-muslim (Maaf tidak ada maksud sara), karena yang saya takutkan makanan/minuman yang diberikan dari penggorengan yang mungkin sebelumnya pernah digunakan untuk memasak makanan daging babi/anjing.

    Terima Kasih
    Wassalam. wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.
      Hukumnya boleh saja selama dipastikan bahwa makanan atau minuman tersebut halal.

      Memakan makanan yang dimasak dengan wajan bekas memasak babi dan anjing tidak menjadi masalah jika wajan tersebut sebelumnya dicuci bersih dan hilang najisnya.
      Sepertinya, mereka mencuci wajan tersebut sebelum memasak yang lainnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  17. Nuraini

    Maaf ustaz, saya mau bertanya
    Saat ini saya dan suami sudah 2,8th menikah, dan dikaruniai seorang putra.
    Kami masih tinggal dirumah ortu saya. Masalah antara ibu dan saya masih saja ada. Ibu saya sering ikut campur mengurusi keluarga kecil saya, saya kadang kurang suka. Dan ibu saya kadang suka mencela suami saya. padahal ibu saya rajin ibadah. Saya berkeinginan agar kami bisa punya hunian sendiri dan jauh dr org tua agar menghindari konflik.tp ibu saya tidak ingin anak2nya jauh. Maunya. Rumahnya berdekatan. Saya sangat sayang ortu, dan juga suami..tp saya bingung antara mengikuti ibu atau suami.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Seorang istri lebih dulu menaati perintah suaminya. Seorang suami lebih dulu menaati ibunya.
      Tapi harus difahami bahwa yang harus ditaati ini adalah sesuatu yang bersifat wajib.
      Dalam kondisi seperti ini, anda harus mengingatkan ibu bahwa mencampuri urusan keluarga adalah perbuatan yang tidak tepat. Ingatkan bahwa anda sekarang adalah istri dari seorang suami yang wajib ditaati dan dihormati. Dan dalam menyampaikan hal ini kepada ibu, tentu dengan cara yang paling baik agar ibu tidak tersinggung.
      Sebetulnya anda mempunyai hak untuk pindah rumah. Jika ibu keberatan anda pindah rumah, anda bisa membuat kesepakatan dengan ibu. Tapi lagi-lagi anda harus ekstra hati-hati menyampaikan hal ini gar ibu tidak tersinggung.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Nuraini

        Assalamualaikum..
        Ustaz saya ingin bertanya masalah nazar.
        2thn lalu suami saya bernazar akan berpuasa selama 15hr jika saya melahirkan dg selamat. Alahmdulillah Allah mengabulkan, namun sampai saat ini nazarnya belum terpenuhi semua, suami baru 4x membayar nazar puasanya dg alasan cape dan sibuk kerja.
        Bagaimana pak ustaz jika suami msh menunda2 membayar nazar?
        Apakah boleh saya membantunya utk menggantikan puasa nazar suami?
        Mohon jawabannya..terima kasih..

        Reply
        • Ridwan pkh

          SEbaiknya puasanya diteruskan saja dengan segera. Anda tidak bisa membantu nazar suami karena nadzar adalah perjanjian kepada Allah yang wajib ditepati.
          Wallahu a’lam

          Reply
  18. Ficri Hasan

    Assallamualaikum.wr.wb ustadz,ad beberapa pertanyaan yg ingin ana ajukan mengenai profesi kerjaan ana sebagai desain grafis, dari jaman kuliah dan sekarang kerja tdk pernah terfikirkan persoalan ini hingga bberap bulan ini timbul pertanyaan,sbb:
    1. apakah hukumnya haram mencari nafkah dari software bajakan?
    2.sebagai desain grafis sering x kita memakai image/photo/karya hasil orang laen tanpa izin terlebih dahulu bahkan bayar ke pemilik utk mengerjakan tugas kantor kita,dan bahkan biasanya kantor sudah menyiapkan dvd bajakan image bank yg dtujukan utk para desainer agar lbh mudah dan cepat dalam berkreasi desain,namun balik lagi tanpa izin dan bayar ke pemilik asli,bagaimana hukumnya?
    3.sering skali sbg desain grafis menggambar atau memuat image/photo tuhan/dewa agama tertentu dlm mengucapkan hari raya dr agama tersebut,bagaimana hukumnya?
    4.sering sekali sbg desain grafis menggambar/memuat gambar mahluk hidup baik itu manusia/binatang atau bahkan foto2 wanita2 seksi utk desain poster/majalah dll sbg tuntuan kerjaan,bagaimana hukumnya?

    Sekiranya sekian pertanyaan dr ana mohon ustadz dijawab sejujur2nya dikarenakan hal ini sangat penting bagi ana,sejujurnya saat ini ana sdh tdk bs fokus kerja karna rasa berdosa namun utk memantapakan ana perlu jawaban dr ustadz,sekiranya jika memang haram maka ana bs mencari kerjaan laen yg halal,syukron kasiron,wasallam mualaikum.wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      1. Pada point ini, masalah anda termasuk dalam katagori ghasab. Menggunakan barang bajakan termasuk ghasab, haram hukumnya. Pekerjaan yang anda lakukan (desain grafis) menjadi sah atau tidak haram selama tidak dalam katagori mendesain hal yang dilarang. Hanya saja anda berdosa karena membajak software.

      2. Jika barang2 tersebut sudah jelas harus dengan izin, maka perbuatan anda termasuk ghasab.

      3. Para ulama sepakat bahwa menggambar dewa, tuhan, berhala atau sembahan haram hukumnya.

      4. Mengenai gambar makhluk hidup, para ulama masih berbeda pendapat tentang kebolehannya. Tapi jila gambar tersebut sudah jelas larangannya seperti foto wanita yang terlihat auratnya, tentu sudah pasti haram hukumnya.

      Solusinya bagaimana ?
      Jika anda bukan penentu kebijakan perusahaan, anda boleh memberikan masukan kepada pimpinan agar anda hanya mendesain yang tidak dilarang agama.
      Bagaimana jika diacuhkan?
      Jika darurat, anda masih diperkenankan bekerja di tempat tersebut sambil mencari pekerjaan lain . Jika sudah dapat, anda wajib pindah.
      Bagaimana jika tidak darurat ? Sebaiknya anda keluar saja dan cari pekerjaan lain yang bukan cuma halal, tapi juga berkah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  19. imelda

    asslmualaikum ustad,.
    sya mw brtnya? 1 bln yg lalu sya pernah bernajar dan skrg sya sudah mlggarnya ustad,sy tkut akan sumpah sya,apa yg hrus sya perbuat ustad agar sumpah sya tdk terjdi?
    sya terkadang bgung,pkiran dan hti sya,kadg pkiran sya mw berjji tpi hti sya g mw,it gmn ustad?jji itu yg sllu mghantiu sya,ap kah sahd bilg najar? tolg ustad ksi penjelasan kpda agar sy mgerti,..!!!!

    Reply
  20. yulia

    assalamualaikum ustad
    saya mau tanya kalo istri yang ditinggal mati oleh suaminya terus dia menikah lagi karna merasa perlu ada yg melindunginya,, akankah ia dipersatukan dengan suaminya yang sudah meninggal disurga nanti?? atau dy dipersatukan dengan suaminya yang sekarang?? tapi dalam setiap sujudnya ia berdo’a agar Allah hanya menyatukan ia dengan suami pertamanya..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Wanita akan bersama suami terahir di surga, kalau Kedua sumianya masuk surga. Ika do’anya agar dikumpulkan dengan laki-laki yang pertama, ya boleh saja. Tapi semua diserahkan kepada kehendak Allah SWT.
      Wallahu a’lam

      Reply
  21. muhammad soleh basrullah

    assmualaikum wr wb, ustad saya ingin cerita ustad, pada saat itu ,di tengah malam hari ustad , saya mendengarkan surah ruqiyah yg di bacakan syekh mishary rhasyid al afhasy ustad , di youtube ketika di pertengahan surah di lantunkan ustad, kenapa tiba tiba saya gelisah ustad ketakutan seperti ada yg mengejar saya dalam imajinasi saya. nah skrng yg saya ingin tanyakan apakah ada jin yg mengganggu saya ustad ? apakah tubuh saya dalam penguasaaan jin ustad ? karna dalam beberapa bulan ini saya jadi seperti sering melamun ustad saya, saya jd keperibadian yg penakut ustad , tolong ustad solusinya buat saya . saya ingin benar benar kembali kejalan yang lurus lagi , ustad terimakasih

    Reply
  22. Ananda

    Assalamu’alaikum ustadz,apakah setelah kita berbuat dosa besar,misal maksiat,dan kita langsung melakukan sholat nasuha(meminta ampunan yang sebesar besarnya).apakah taubat kita akan diterima?? mohon penjelasannya ustadz,wassalamu’alaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Jika dosanya hanya kepada Allah, taubatnya diterima jika benar-benar taubat nasuh dan nadam (rasa penyesalan yang mendalam dan tidak mau mengulangi perbuatan tersebut).
      Namun jika dosanya berhubungan dengan manusia, maka selain bertaubat kepadfa Allah harus juga meminta maaf kepada orang tersebut.

      Walllahu a’lam

      Reply
  23. dian

    Assalamu ‘alikum ustadz
    pertanyaan :
    apakah boleh saya menikahi anak perempuan dari sodari ayah saya ,
    mohon penjelasayannya
    terimaskasih .

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anak dari saudari ayah disebut saudara sepupu untuk anda. Hukum menikah dengan saudara sepupu adalah boleh karena bukan mahram anda.

      Yang menjadi mahram (haram dinikahi) ada dalam surat An Nisa ayat 23. :

      “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibu kamu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, suadara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan,ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu) dan menghimpun (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      Dari ayat di atas dpat diketahui siapa saja yang haram kita nikahi :

      1. Ibu atau ayah
      2. Anak kandung
      3. Saudara kandung
      4. Bibi atau paman
      5. Kemenakan (keponakan)
      6. Ibu susuan
      7. Saudara satu susuan
      8. Mertua
      9. Anak tiri yang ibunya sudah dipersetubuh
      10. Menantu
      11. Saudara istri atau suami yang kita masih menikah dengannya

      Wallahu a’lam

      Reply
  24. Niakurnia53@rocketmail.com

    Pk ustad..suami sya mrh besar..dy blg..klo dtuduh trs..cerai dh..itu sdh talak..blm

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Perkataan tersebut belum jatuh talaq. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan kata “cerai” karena bisa saja berakibat fatal sehingga hukum talaq berlaku. Seorang istri sebaiknya menjaga sikap atau tutur kata agar suami tidak mudah mengatakan “cerai”

      Wallahu a’lam

      Reply
      • amakta putra

        maap ustad dari pengajian di tipi katanya kalo suami terucap kata talak/cerai atau kata2 lain yang bermakna talak/cerai maka dihukumi jatuh talak mesti dalam keadaan marah mohon pencerahan barakallah

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikimus salam
          Ya, betul… jangankan dalam keadaan marah, dalam keadaan becanda juga sudah jatuh talak. Yang harus diperhatikan adalah kejelasan lafazhnya. Contoh : saya cerai kamu !, Saya Talaq kamu ! Kamu Sudah tidak halal untuk saya ! dan sebagainya.
          Wallahu a’lam

          Reply
  25. moch. jajang ginanjar

    Assalamu ‘alikum ustadz
    pertanyaan :
    1. Ibadah atau amalan-amalan apa saja yang biasa dilakukan pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang biasa dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat serta tab’in?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Diantara amalan suunah di bulan dzul hijjah :

      1. Puasa 9 hari pertama di bulan dzulhijjah (tanggal 1-9), terutama hari arafah (tanggal 9
      2. Perbanyak dzikir, terutama takbir. Dibolehkan dari tanggal 1. s/d khatib naik mimbar, dan 11 -13 setiap shalat fardhu (takbir muqayyad)
      3. Memperbanyak amal shalih.
      4 Shalat Idul Adha
      5. Berqurban
      6. Haji

      wallahu a’lam

      Reply
  26. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum Ustadz,
    pertanyaan :
    1. Bolehkan hewan qurban kambing betina?
    2. Bolehkan seseorang yang qurban memakan daging qurban dari hasil arisan qurban?..”apakah arisan qurban sama dengan Nazar?
    3. apakah benar orang yang bernazar untuk qurban tidak boleh memakan dagingnya?
    mohon penjelasanya….terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.

      1. Boleh, karena tidak ada larangan dan dalil kebolehannya juga ada
      2. Tergantung arisannya, selama arisannya tidak mengandung judi, maka boleh saja qurban dengan cara arisan. Karena qurban dengan arisan yang benar adalah sah, maka dagingnya boleh dimakan
      3. Orang yang bbernadzar untuk berqurban tidak boleh memakan daging qurbannya

      Wallahu a’lam

      Reply
  27. hamba allah

    Assalamualaiakum ustad n ustadzah perkenalkan saya hamba allah dari pemalang.. ustadh sy py permasalahan dgn mertua sy,,mertua sy jrg sholat ustad stiap kali diperingatkan malah balik marah ke sy dan suami trus juga mertua sy krg sopan dirmh sy ustadh msuk kmar tdur sya seenaknya tanpa mengetuk pintu dan membuka lemari pribadi sy seenaknya juga,,, prtanyaan saya bagaimana cara yang tepat untuk memberitahu ke mertua saya agar tidak trsinggung ustadh,, mohon bantuan nya
    Trma ksih ustadh n ustadzah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Jika kita telah menasihati beliau tentang shalat lalu belum mengindahkan, sebaiknya anda bersabar. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Semuanya kita serahkan kepada Allah dan diiringi do’a agar sang mertua mendapat hidayah dari Allah DSWT untuk menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.

      Mengenai etika, anda bisa mengatakan kepada mertua, Maaf bu, saya malu jika ibu masuk kamar saya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sebaiknya ibu mengetuk pintu sebelum masuk agar saya tidak malu. Jadi alasan saudara adalah “malu”, bukan “tidak nyaman”. Kami rasa dengan alasan tersebut beliau tidak salah sangka dan menerima.

      Wallahu a’lam

      Reply
  28. ami

    assalamualaikum ustadz…yg mau sya tanyakan apakah ada kwajiban seorang suami untuk memberikan nafkahnya ke mertua…contoh, seumpama suami memberikan uang blnja 500rbu ke orang tua kandungnya, apakah wajib jg menafkahi mertu sebesar itu? mhon penjelasanya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr. wb.

      Terlebih dahulu kita akan memperhatikan poin berikut :

      1. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki yang
      mampu mempunyai dua tanggung jawab sekaligus,
      menafkahi orang tua yang tidak mampu dan menafkahi
      istri dan anaknya. Tetapi jika ia tidak mampu
      menafkahi keduanya sekaligus, maka ia mendahulukan
      menafkahi istri dan anak-anaknya.
      2. Orang tua yang masih mampu tidak wajib dinafkahi oleh
      anaknya. Hukumnya sebatas sunnah dan bernilai sedekah.

      Dengan poin di atas (terutama nomor dua), kedudukan mertua adalah setelah orang tua kandung. Kemudian jika orang tua kandung mampu secara ekonomi dan mertua dalam keadaan miskin, sebaiknya sang anak bersedekah untuk mertua. Dalam hal ini kta memeilih asas manfaat dan prioritas.
      Bagaimana jika kondisi orang tua dan mertua sama-sama mampu secara financial ? Karena hal ini merupakan sedekah, maka tidak ada keharusan bahwa porsinya harus sama. Dalam hal ini mungkin yang lebih diperhatikan adalah aspek kebijakan dan pengertian sang anak saja.

      Wallahu a’lam.

      Reply
      • rara

        Asskm ….. Pk Ustad….saya mempunyai teman yang sedang gundah….jadi teman saya berselingkuh dengan bosnya di kantor…..sekarang tman saya merasa berdosa dengan perbuatan zina nya dan ingin mengakhiri hubungan gelapnya tapi bosnya tidak mau dan terus mengejar ngejar dia, dan mengancam akan di pecat klo tetap meminta untuk berpisah……teman saya harus bagaimana pak ustad ….. mohon jawabannya . terimakasih

        Reply
  29. Anonymous

    Assalamualaykum pak ustadz,

    Seringkali terbersit pertanyaan (apapun jenisnya) dalam pikiran ataupun hati saya dan seringkali pula pertanyaan tsb terjawab dengan sendirinya entah melalui artikel di internet atau melalui interaksi sosial. Apakah ini merupakan bukti bahwa Allah selalu memberikan petunjuk dalam menjawab pertanyaan” saya ataukah merupakan salah satu siasat syaiton dalam usahnya menganggu keimanan saya (naudzubillah). Bagaimana saya harus menyikapinya pak ustadz.

    Barakallahu fikum

    Reply
  30. Rahayu

    Assalamualaiikum Wr.Wb,,
    Pak Ustad sy ingin brtnya,sy sdh brmh tangga slma krg lbh 2.5 thn,sy menikah dgn seorg laki” Ÿª♌g mmg msh ad hbgn drah dgn sy,dlm persaudaraan suami sy bsa diblg cucu dr ibu sy,Ÿª♌g sy ingin tnykan,ap kah bnr prkataan org2 klo pernikahan kmi akan bwa bencana,dan akan membawa kematian slh stu dr kmi,klo mmg hrus pisah,bgmna hkum ny pak? Sy hny tkut di benci Alloh,krn sy dan suamipun tdk ingin pisah krn kmi sdh pny anak,klo mmg pernikahan sedarah itu haram,sy mnt dijlskan ayat atw hadisnya pak,sy hny tdk ingin bercerai krn suatu omongan dr mrka Ÿª♌g buat sy takut..

    Terimakasih bnyk sblmny pak ustad..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mohon diperjelas, cucu langsung atau atau anak dari sepupu anda ? Jika suami anda adalah cucu langsung, berarti anda andalah bibi dari suami anda. Atau dengan kata lain, suami anda adalah kemenakan anda langsung. jika memang yang dimaksud adalah demikian, maka perkawinan tersebut haram dan wajib cerai. Mengapa demikian ? Bibi langsung adalah mahram untuk kemenakannya.
      Tapi, jika yang dimaksud cucu bukan langsung, misalnya suami anda adalah anak dari kemenakan ibu anda, maka hal ini boleh saja, tidak haram. Sama halnya dengan kebolehan pernikahan antara saudara sepupu.

      Jika seseorang menikah dengan benar, tidak melanggar syari’ah islam, maka tidak ada embel-embel ditimpa sial dan lain-lain.

      Wallahu a;lam

      Reply
  31. Hamba Allah

    Assalamualaikum Ustadz..
    (Maaf,karena saya post kan lagi pertanyaan saya,karena ada beberapa kata yang salah)
    Saya ingin menanyakan perihal pernikahan yang dialami oleh saudara sepupu perempuan saya. Meskipun pernikahan itu sudah cukup lama namun masih membuat bingung bagaimana menyikapi dan memutuskannya. Permasalahannya adalah seperti ini: Saudara perempuan saya tersebut dipaksa menikah,ketika dia baru berumur 15 thn dan masih kelas 3 SMP,dia tidak berdaya,sedangkan dia sama sekali tidak suka,tidak cinta n tidak ridho dengan pernikahan tsb. suatu saat ketika dia harus melakukan hubungan suami isteri,dia harus melayani dengan terpaksa,dan selalu menjadi beban bagi dia. Sehingga dia juga tidak dpt melayani dengan ikhlas,hrs pejamkan mata,melayani seperti patung dan sering membuat marah suami dia. Disamping itu suami juga bukan orang yg perhatian dan tidak penyayang,tidak mau mengerti kesusahan istri tidak mau membantu sedikit pekerjaan istri dan berlagak seperti boss. Suami juga tidak adil dengan keluarga istri dan keluarga dia sendiri atau membeda-bedakan. Saudara perempuan saya sudah 4x minta cerai. Yang ingin saya tanyakan:
    1.Sahkah pernikahan itu,sedangkan saya pernah baca sebuah hadist yang menjelaskan salah satu syarat sahnya nikah antara lain,persetujuan ke2 mempelai. misal tidak sah,bagaimna dengan hubungan dia selama ini?
    2. Apakah sebaiknya bercerai saja,karena dia sudah selalu mencoba untuk mencintai suami,tapi tidak bisa,dia tidak bahagia dan selalu terbebani.
    3. Apakah dia sah minta cerai berdasarkan uraian diatas?
    4. Apakah dia berdosa ketika melayani suami dengan tidak ikhlas dan membuat suami marah,karena dia memang tidak cinta.
    Demikian pertanyaan saya,mohon petunjuk,jawaban dan pencerahannya. Untuk mendapatkan jalan yang terbaik.Terima kasih banyak atas petunjuknya.
    Wassalammualaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Menurut ulama assyafi’iyyah, pernikahan kerabat anda sah. Ada pun yang mengatakan tidak sah adalah para ulama madzhab hanafi.

      2 dan 3. Dalam kondisi seperti ini dibolehkan cerai karena salah satu pihak tidak merasakan kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan adalah salah satu tujuan pernikahan. Hati-hati, kita harus jeli antara “boleh” dengan “harus”.

      4. Berdosa, karena salah satu kewajiban istri adalah melayani suaminya.

      Sebaiknya dioertimbangkan dulu lebih dalam sebelum memutuskan cerai. Perceraian terjadi jika memang kedua belah pihak menemui jalan buntu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  32. Anonymous

    Assalamualaykum pak ustadz,

    Saat ini banyak Al Quran yang sudah diberi hiasan dengan tujuan apakah itu untuk mempermudah pembaca bagi pemula, untuk menghindari kesalahan dalam membaca makhraj, tajwid dsb atau agar terlihat lebih agung
    Wallahu a’lam, lantas bagaimana hukumnya ? di lain sisi kita juga ingin agar anak kita menjadi tertarik untuk mulai belajar membacanya. Bagaimana hukumnya pak ustadz

    Barakallahu fikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikimus salam wr. wb.

      Mungkin yang ibu maksudkan adalah Mushaf Al Qur’an bertajwid. Ciri khas mushaf tersebut biasanya berwarna warni sesuai dengan hukum tajwidnya. Mushaf semacam ini menurut kami tidak masalah (boleh) karena tujuannya bukan menghias semata, tapi memudahkan orang untuk bertajwid dalam membaca Al Qur’an. Selain itu, Mushaf yang beredar di Indonesia biasanya sudah ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al Qur’an Kementrian Agama RI.

      Wallahu a’lam

      Reply
  33. denny

    Assalamualaikum wr.wb,

    ustadz,apakah tahlilan dan yasinan yg bermaksud mengirimkan pahala kepada si mayyit itu bid’ah?mohon penjelasannya,,
    syukron ustadz,,

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiahkan pahala membaca al qur’an, shalawat, tasbih dll kepada orang yang sudah meninggal dunia. Di Indonesia dikenal dengan istilah Tahlilan. Sebagian mereka membolehkan dan menganggap bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) dan sebagian lagi mengatakan bid’ah dhalalah (bid’ah sesat). Pertentangan ini sudah ada berabad-abad yang lalu. Jadi sebaiknya, masing-masing kita saling menghormati perbedaan pandangan tersebut. Bagi yang suka tahlilan silakan, bagi yang tidak sebaiknya tidak menghina mereka yang tahlilan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  34. Hamba Allah

    Assalaamu’alaikum Pak Ustadz,

    Saya ingin menanyakan mengenai apakah perceraian yg dikarenakan seorang suami sudah beberapa kali maksiat dengan PSK, sudah terkena penyakit kelamin (meskipun penyakit ini sekarang sudah sembuh), jika emosi sering ringan tangan. Sudah berusaha diajak ngomong baik2 oleh istri maupun ibu kandungnya, tapi tidak ada perubahan. Kepercayaan dalam rumah tangga sudah hilang, istri jadi trauma kalau2 suami balik lagi maksiat dengan PSK.

    Setiap kali ada cekcok kecil, istri jadi teringat semua bbm suami dengan PSK langganan suami. Dan itu sangat menyakitkan hati istri.

    Istri selalu mendokan semoga suami diberi hidayah oleh Allah, dijauhkan dari maksiat, kembali beribadah kepada Allah, tapi sepertinya doa2 itu belum dikabulkan oleh Allah. Setiap kali diingatkan untuk sholat, suami cuma bilang iya (tapi sholat tidak dikerjakan). Selalu seperti itu.

    Jika ada cekcok kecil, istri yg selalu teringat bbm suami yg menyakitkan itu, istri jadi mulai emosi dan kadang bbm itu diungkit oleh istri. Jika sudah demikian, suami jadi lepas kendali dan jadi memukul.

    Pak Ustadz, apakah rumah tangga yg seperti ini lebih baik dipertahankan atau lebih baik berpisah?

    Pertimbangan istri adalah, jika tetap bertahan adalah karena sudah adanya 2 anak balita, dan supaya tidak malu dengan keluarga besar. Tapi sebenarnya istri menderita secara batin karena sulit melupakan isi bbm suami ke PSK tersebut. Dan karena rasa sakit hati itu juga membuat istri seperti sudah setengah hati dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai istri. Rasanya tidak rela sekali sayang dan cinta ke suami yg sudah mengkhianatinya dengan PSK.

    Pak Ustadz, mohon nasehatnya. Karena sangat membingungkan. Jika bertahan sepertinya mudharatnya lebih banyak. Jika berpisah, mungkin masing2 kami akan melangkah lebih tenang. Tapi ada 2 balita yg akan terpisah dari ayahnya.

    Mohon pencerahannya pak ustadz, sebelum dan sesudah sy ucapkan terima kasih.

    Wassalaamu’alaikum,
    Hamba Allah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditinjau dari aspek syari’at, suami boleh menceraikan istrinya yang tidak mau beribadah kepada Allah SWT. Begitu pun sebaliknya, istri boleh menggugat cerai suaminya yang tidak mau beribadah kepada Allah. Di sisi lain, istri juga dibolehkan menggugat cerai suaminya ketika sang suami selalu bersikap kasar dan berpotensi mengancam jiwa istrinya. Namun, istri mempunyai pahala yang sangat besar jika dalam kondisi seperti ini mampu bersabar dan mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
      Jika memang berniat mempertahankan rumah tangganya, sepatutnya istri bersabar dengan tidak mengungkit masa lalu suami. Istri tidak menimpali ketika suami marah. Jika keduanya saling bersikeras, maka tak heran akan terus terjadi keiributan yang ujungnya bisa mengakibatkan luapan emosi yang tidak diinginkan.
      Sebelum menggugat cerai, ada baiknya kedua belah pihak mengadakan perjanjian, misalnya, jika dalam jangka waktu sekian hari atau bulan atau tahun dsb sang suami kembali melakukan hal-hal yang tidak disukai istri, maka saat itu juga istri minta dijatuhkan talak atau menggugat cerai.
      Atau masih ada jalan lain, yaitu kedua belah pihak menghadirkan pihak ketiga, yaitu orang yang sangat disegani oleh kedua belah pihak untuk memberi nasihat. Pihak ketiga bisa saja Seorang kyai sepuh, ustadz, paman, kakek atau siapa saja yang dianggap layak untuk itu.
      Perlu diingat bahwa perceraian adalah jalan terakhir jika memang tidak bisa dipertahankan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  35. Erry

    Assalammu’alaikum wr wb,
    1. Ada seorang istri ingin minta cerai kpd suaminya yg sedang sakit tdk berdaya (lumpuh), dengan alasan melepaskan tanggung jwb si suami dr kewajiban m’beri nafkah, bagaimana hukumnya ustadz?
    2. si Istri di hari yang lain meminta supir taksi utk mengantarkan si suami yg sdh lumpuh sendirian ke rumah sdr nya (kakaknya) jam 11 malam, sdg kan si istri tdk ikut, bagaimana hukumnya ustadz?
    Semoga kita semua mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Amin
    Trm ksh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Ada dua aspek yang harus diperhatikan.
      Yang pertama aspek hukum syari’at.
      Hukum talak bagi suami atau gugat cerai bagi istri yang dibolehkan, yaitu jika salah satu pihak sudah tidak mampu lagi menjalankan kewajiban nafkah lahir maupun batin, baik karena sakit atau hal lainnya. Dalam kondisi ini, masing-masing pasangan boleh memilih antara mempertahankan pernikahan dengan penuh kesabaran dan mahabbah (kecintaan) atau cerai.

      Yang kedua adalah aspek estetika (kepantasan).
      Seorang istri yang meminta cerai kepada suami yang tidak lagi mampu menjalankan kewajibannya karena sakit, tentu tidak elok menurut aspek ini. Dalam kondisi ini, seorang istri yang minta cerai tentu harus siap secara psikologis manakala ia mendapat cibiran dari orang lain karena ketidaksabarannya menerima takdir.

      Menurut Al Qur’an, perceraian harus dilaksanakan dengan baik dan tetap menjalin tali ukhuwwah antar kedua belah pihak dengan cara yang patut ( Imsaakun bima’ruf).

      Wallahu a’lam

      Reply
  36. fia

    saya mau bertanya, apakah berdosa seorang istri mendoakan supaya ditutup rejeki suami sampai sang suami meminta maaf kepada istrinya,? krn sang suami sudah menyakiti istrinya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Orang yang dizhalimi dibolehkan melakukan dua hal. Pertama, mendo’akan kebaikan agar pelaku zhalim diberi hidayah oleh Allah atau juga mendo’akan keburukan kepada pelaku zhalim sesuai dengan tingkat kezhalimannya. Yang kedua, memaafkan pelaku zhalim. Yang kedua tentu lebih mulia dibanding yang pertama, terlebih mendoakan kebaikan selain memaafkan. Jika hal ini dialami oleh suami taua istri, kami sarankan untuk melakukan yang kedua dan ditambah dengan mendoakan kebaikan agar pelaku zhalim dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT. Kita perlu mempertimbangkan bahwa setiap manusia mempunyai kesalahan dan tentu pula ada pula kesempatan untuk bertaubat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  37. Ana

    Assalamualaikum wr.wb Pak Ustad,
    saya mau tanya..
    Jika ada seseorang yang memelihara jin,dengan maksud untuk melindungi dirinya,meskipun jin itu jin islam,apakah itu termasuk perbuatan musyrik,?
    mohon penjelasannya.?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Manusia dan jin diperintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Dengan demikian, ada yang muslim dan ada pula yang kafir. Manusia ada yang muslim dan ada yang kafir. Begitu pun dengan jin, ada yang muslim dan ada pula yang kafir. Mereka (jin dan manusia) hidup dalam satu planet ini, bedanya mereka makhluk ghaib sehingga tidak nampak oleh mata. Para ulama mengharamkan memelihara jin dengan tujuan mencegah mudharat yang akan timbul setelahnya. Karena jin itu ghaib dan tak nyata, maka kita tidak bisa membenarkan 100% pengakuannya bahwa ia muslim.
      Yang boleh sebetulnya bukan memelihara, tapi berdakwah kepada mereka. Dalam kehidupan nyata kita bisa menyaksikan saudara kita yang kesurupan jin. Apa yang kita lakukan ? tentu mengusirnya dengan cara syar’I misalnya dengan ruqyah syar’iyyah.
      Bisa saja pada awalnya, jin menuruti apa yang kita inginkan dan bahkan terkadang menawarkan bantuan. Tapi lama kelamaan jin itu akan membawa kita ke alam kemusyrikan, na’udzu billahi min dzaalik.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ana

        Assalamualaikum,pak ustad.

        Terima kasih atas jawabannya. saya berniat untuk meluruskan kakak saya,bahwa semua itu nggak baik.
        karena seperti kita tahu bahwa makhluk sejenis jin sering berkata bohong,bisa saja dia mengaku islam tapi sebenarnya kafir.
        pak ustad,mohon saran bagaimana cara saya untuk menjelaskan pada kakak saya,agar dia mau melepas semua itu.
        Wassalamu’alaikum wr.wb

        Reply
  38. rian

    Assalamualaikum Pak Ustadz
    Sy Mau Tanya ?
    Jika Ada Orang Tua Yang Meningalkan Banyak Utang
    Apakah Anak2x Wajib Utk Melunasix?
    Yg Mana Anak2x Adalah 2laki 1 Perempuan
    Apakah Ada Pembagian Porsi Utk Pmbayaran Hutang?
    Dan Hukumnya Apa?
    Terima Kasih Banyak
    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Orang yang berhutang kemudian meninggal dunia dan hutangnya belum terbayarkan, hendaknya segera dibayarkan oleh ahli waisnya. Hal ini dilakukan agar almarhum tidak dituntut di akherat karena hutangnya. Dalam ayat Al Qur’an dijelaskan bahwa harta waris dibagikan setelah wasiat (yang bersifat harta) dan hutang ditunaikan.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  39. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum ustadz….
    Belakangan ini pemerintah indonesia mengadakan program Asuransi kesehatan (BPJS).
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah secara Syar’i kebijakan itu (BPJS) sudah memenuhi kriteria HALAL?…..
    Bagaimana mungkin Haq orang lain kita yang menikmati, ataupun sebaliknya Haq kita tetapi orang lain yang menikmati.
    Dalam UUD 1945 “segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dilindungi oleh negara”.
    bagaimana mungkin negara melakukan pemungutan iuran kepada masyarakat. Mana perlindungan negara?.
    Bagaimana menurut ustadz tentang BPJS?
    Apakah Ulama berselisih pendapat tentang BPJS, mohon penjelasan…
    sukron

    Reply
  40. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum Ustadz…
    Dalam Fiqih Sholat, wanita haid tidak wajib Qodho, tetapi dalam hal puasa wanita haid wajib Qodho.
    yang saya ingin tanyakan :
    1. kenapa demikian? padahal shalat dan puasa sama-sama kewajiban dalam rukun islam.
    2. Apakah ada Qodho dalam Sholat ?
    mohon penjelasan dan terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa al;aikumus salam.

      1. Wallahu a’lam, karena kami belum menemukan dalil yang menjelaskan tentang itu.
      2. Ya, qadha shalat ada bagi yang meninggalkannya bukan karena haid atau nifas

      Wallahu a’lam

      Reply
      • moch. jajang ginanjar

        apakah boleh mengkhodo sholat yang telah lama (yang ditingggalkan dari akil balig sampai sekarang)…?

        Reply
        • Ridwan pkh

          bukan hanya boleh, justru wajib. Qadha itu adalah menunaikan kewajiban yang tertunda karena sebab.
          Bagaimana caranya ?

          Misalnya anda punya hutang shalat 5 waktu selama 7 hari, maka shalat tersebut harus dua kali, yang pertama shalat waktu sekarang dan kemudian shalat kembali dengan niat mengqadha. Maksudnya zhuhur pertama adalah kewajiban biasa dan zhuhur kedua adalah qadha. Begitu seterusnya sebanyak hari yang ditinggalkan.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • moch. jajang ginanjar

            terimakasih atas penjelasanya ustadz…
            maaf… agak sedikit mendetail
            tentang pertanyaan ke 1. Ustadz bilang belum menemukan Dalil tentang qhodo sholat… kenapa jawaban ustadz justru Wajib Qhodo dari sholat yang ditinggalkan terdahulu, mohon penjelasannya..terimakasih dan mohon maaf…

    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.. ya mba. Mohon tunggu sebentar, kami sedang menjawab pertanyaan dari rekan-rekan penanya lain yang masuk lebih dulu. Insya Allah sebentar lagi ya…

      Reply
  41. Makhluk Dhoif

    Assalamu’alaikum warohmatullah…
    Ustadz, saya seorang perempuan. Saya bingung bagaimana cara membedakan antara cairan wadi dan keputihan? saya masih sangat bingung, karena sering kali saya mendapati cairan2, tapi saya tidak bisa mengidentifikasinya. Ada yang berkata bahwa ciri wadi itu bening, ada juga yang berkata ciri wadi itu putih dan keruh. saya bingung ustadz. Karena wadi itu najis, sementara keputihan itu bukan (mnurut pndapat sbagian ulama) kan ustadz?
    Apakah saya harus selalu membasuh (maaf) farji dan mengganti celana dalam saya setiap hendak sholat, tadz?

    lalu, apakah semua orang orang itu selalu mengeluarkan wadi ketika kencing? karna saya justru belum pernah menemukan cairan lain ketika selesai kencing.
    apakah wadi itu keluarnya bersambung setelah kencing, atau ada jeda tadz?

    afwan ustadz, soalnya saya takut kewaswasan saya dipermainkan oleh syetan..

    Terima kasih sebelumnya ustadz atas jawabannya.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullah…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Keputihan menurut jumhur ulama adalah najis. Keputihan membatalkan wudhu tapi tidak menyebabkan janabah. Keputihan digolongkan hadats kecil. Wadi pun demikian, tergolong hadas kecil. Untuk membedakan antara keputihan dengan wadi memang aga sulit karena hampir mirip dengan keputihan. Tapi wadi jarang terjadi dan sekalipun keluar volumenya juga sangat sedikit dan tentu berbeda dengan keputihan yang ketika keluar volumenya lebih banyak dari wadi.
      Dengan demikian, anda tidak perlu bingung. Setiap cairan yang keluar dari farj adalah najis kecuali mani. Namun, dengan keluarnya mani dapat menyebabkan seseorang mandi wajib.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Makhluk Dhoif

        afwan ustadz, ana baca di buku karangan syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, berdasarkan penelitiannya, beliau mengatakan bahwa apabila cairan yang keluar dari wanita itu bukan berasal dari kandung kemih, melainkan dari rahim, maka ia suci, namun membatalkan wudhu.
        Bagaimana ustadz? apa ini pendapat minoritas ulama?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Perbedaan pendapat para ulama dalam fiqh memang sulit dihindari. Mereka hanya sepakat bahwa keputihan membatalkan wudhu, namun berbeda pendapat tentang zatnya, apakah suci atau najis. Faktor yang mnjadikan perbedaan oendapat mereka adalah karena zat tersebut keluar dari farj. Jika dihadapkan pada persoalan ini, kita boleh memilih salah satu dari dua pendapat tersebut.
          Wallahu a’lam.

          Reply
  42. Tria

    Assalamualaikum Wr Wb
    Pak ustad
    Bagaimana hukumnya apabila seorang istri juga bekerja mencari nafkah?
    Saat ini saya belum menikah. Sebenarnya dari dalam lubuk hati, saya tidak ingin bekerja, saya ingin dirumah saja dengan sepenuh hati mengurus suami dan anak2 kelak serta saya ingin meningkatkan ibadah yang saat ini masih jauh dari sempurna. Saya ingin lebih fokus dalam membina rumah tangga saya. Calon suami saya pun sebenarnya tidak masalah apabila saya tidak bekerja. Tetapi jika saya tidak bekerja saya takut orang tua saya kecewa, karena (maaf pak ustad sya tdk brmksud menyombongkan diri) saya adalah perempuan lulusan salah satu univ di Sumatera di jurusan Teknik Pertambangan. Kedua orang tua sangat bangga dan sering membicarakan tntng studi saya dgn tman2nya. Trus terang saya senang sekaligus juga agak terbebani. Saya takut nantinya ortu kecewa karena saya sdh di sekolahkan tinggi tetapi cita2 saya menjadi ibu rumah tngga. Mohon penjelasannya pak ustad …

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditanya, bagaimana hukumnya seorang istri bekerja di luar rumah ? jawabannya boleh dengan beberapa syarat, yaitu : diidzinkan suami, bisa menjaga dirinya dari fitnah dan kewajibannya sebagai istri tetap bisa dilaksanakan di rumah setelah ia bekerja di luar rumah.

      Yang anda permasalahkan sebetulnya adalah masalah pilihan, antara mengamalkan ijazah yang anda miliki atau sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Kedua-duanya pilihan yang baik. Sebetulnya anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan walau pun tetap saja porsinya tidak 100%. Seorang istri yang bekerja di luar rumah dengan izin suaminya dan memenuhi kriteria kebolehan secara hukum syar’I aka lebih baik lagi jika diniyatkan bahwa ia mengamalkan ilmunya untuk manfaat orang banyak. Jika demikian, pekerjaannya mendapat nilai ibadah. Mungkin anda bisa melihat suster yang bekerja di rumah sakit, guru perempuan, psikiater, ahli kandungan dsb. Mereka bekerja untuk kepentingan umat dan tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik ketika pulang ke rumah. Jadi saran kami, menjadi orang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain adalah sesuatu yang sangat baik dan pantas untuk dilakukan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  43. Hamba Allah

    Assalamu’alaikum ustad. Saya punya beberapa masalah. Saya harap ustad menjawab pertanyaan saya.

    Saya pria berusia 15 tahun. Saya mengalami masalah yang sangat berat.

    1. Keluarga saya ditipu oleh orang sehingga kelarga saya kehilangan semua uang. Lalu ayah saya tidak berkerja. Malah ibu saya yang berkerja. Saya kasihan ke ibu saya. Dia susah payah berkerja sedangkan ayah malas”an. hingga keluarga saya memiliki utang yang sangat besat dimana”. Padahal dulu saya termasuk keluarga yang berkecukupan. Setiap hari ayah dan ibu bertengkar karena keadaan tersebut. Hingga ibu saya mengancam untuk bercerai. Jujur saya sangat stress dengan kejadian itu. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa yang harus saya lakukan?
    2. Saya jadi membenci ayah saya. Apakah itu dosa?
    2. Lalu akibat kejadian tersebut saya jadi agak terpuruk. Saya juga jadi agak anti sosial. Sifat saya jadi berubah. Saya stress berat. Ditambah prasangka saya akan tidak memiliki teman. Saya jadi selalu menyendiri. Berpikiran kalau orang membenci saya. Tidak ada yang mengerti saya. Karena kejadian itu saya jadi dekat dengan perempuan. Walaupun sebenarnya tidak pacaran. Awalnya saya hanya mencintainya saja. Tapi karena kejadian” tersebut. Akhirnya saya masuk kedalam zina. Dan sudah sangat sering sekali. Tapi akhir” ini dia juga mulai terlihat membenci saya. Dia jadi egois. Akhirnya kita sering bertengkar. Tapi saya tetap ingin bersama dia. Alasan saya bertengkar cuma biar dia menggunakan kerudung di rumah dan jaga diri baik”. Tapi dia anggap itu kelewatan. jadi saya sekarang sudah tidak ingin hidup. Saya sangat lelah. Saya cape sekali. Saya ingin mengakhiri hidup. Tapi sebagai anak yang bersekolah di sekolah islam dan memiliki hafalan quran saya tau itu sayang dosa. Dosa besar. Jadi saya ingin bertanya:
    1. Apa yang harus saya lakukan? Saya juga jadi jauh dengan allah. Dan terlebih lagi nafu saya terlalu besar sehingga saya ingin selalu zina atau semacamnya.
    2. Apakah dosa saya bisa diampuni allah?
    3. Saya ingin minta doanya untuk selesai dalam semua masalah ini.
    4. Bagaimana cara mengendalikan nafsu saya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kami turut prihatin dengan kondisi saudara saat ini.
      Perlu kita sadari bahwa ujian akan tetap ada dalam hidup dan tentu sudah menjadi taqdir Allah SWT. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sikap kita dan langkah apa yang perlu kita lakukan dalam menyikapinya. Diantara kita tentu ada yang tidak lulus menghadapi ujian hidup dan tentu pula ada yang sukses menempuhnya. Kegagalan menghadapi ujian disebabkan beberapa hal diantaranya : iman yang tipis, tidak siap menerima ujian, tidak sabar, tidak yakin ditolong Allah dan pesimis. Efek dari kegagalan tersebut terkadang mengakibatkan stress, hilang ingatan dan bahkan bunuh diri.

      Dengan demikian anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

      1. Bertaubat kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang anda lakukan.

      2. Anda harus berupaya mengganti amal keburukan yang telah anda lakukan dengan amal kebaikan.

      3. Berdo’alah kepada Allah dan tanamkan keyakinan kuat bahwa Allah akan memberi jalan keluar dan reseki yang tidak diduga-duga dengan syarat anda BERTAQWA kepada Allah.

      4. Perbanyak puasa sunnah dan lakukan kegiatan-kegiatan positif untuk mengendalikan hawa nafsu saudara.

      Wallahu a’lam

      Reply
  44. subron

    Assalammualaikum Wr.Wb…pak ustadz
    Mohon arahannya pak ustadz…
    Saya punya kawan dan saya sdh berkawan cukup lama denganny…saat ini saya sedang bingung..
    Begini pak ustadz..kawan saya memasukkan saya bekerja di sebuah perusahaan tp dengan sebuah perjanjian bahwa saya harus memberikan 10% dr penghasilan saya kepadanya…pada waktu kawan saya menawarkan hal tsb.tanpa pikir panjang saya setuju saja pak ustadz karena memang saya sangat membutuhkan pekerjaan pada saat itu…menurut pak ustadz,apakah saya berdosa atas apa yg saya lakukan?…pada waktu kawan saya menawarkan hal tsb kepada saya dikarenakan kawan saya tsb mendapat tawaran bekerja di tempat lain..kesepakatan kami akan selesai setelah kawan saya tsb sdh mendapatkan gaji sesuai dgn posisiny yg sekarang ini dijabatny..setiap saya bertanya kawan saya tsb selalu bilang bahwa dia blm memperoleh gaji sesuai posisiny yg skrng..perlu diketahui bahwa kawan saya tsb mendapat promosi ditempatny bekerja jd sewaktu kawan saya tsb menawarkan pekerjaan kpd saya posisi kawan saya bekerja di 2 perusahaan yg berbeda…kembali ke hal tadi pak ustadz..setiap saya bertanya kawan saya selalu mengatakan bahwa dia belum mendapat gaji sesuai posisi dia yg skrng..katanya gajiny msh dilevel jabatanny yg dulu sblm dia dipromosikan padahal sdh berjalan selama 6bln pak ustadz…1 bln smp 3bln saya sih tdk masalah pak ustadz tp ini sdh berjalan 6bln..dan saya jadiny tdk ikhlas kalo saya terus-terusan begini..setiap saya tdk merespon omonganny selalu kawan saya bilang tentang komitmen yg dulu saya buat denganny melalui pesan singkat kpd saya..apa yg harus saya lakukan pak ustadz?? Apakah kesepakatan antara saya dan kawan saya ini termasuk berdosa apalagi saat ini saya mulai ada perasaan tdk ikhlas kalo saya harus memberikan 10% dr gaji saya kpd kawan saya tsb..mohon arahannya pak ustadz..terima kasih sebelumnya..
    Wassalammualaikum Wr.Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Perjanjian yang anda lakukan dengan teman anda tersebut tidak mengandung unsur keharaman, jadi ya tidak berdosa. Cuma masalahnya anda sudah mulai tidak ikhlas untuk melanjutkan komitmen karena ketidakjelasan gaji teman anda. Sebetulnya mudah saja, anda berhak meminta bukti slip gaji teman saudara untuk memastikan. Jika ia tidak mengindahkan, maka anda berhak untuk menahan komitmen anda. Jadi keduanya harus jelas. Hukum tidak membicarakan masalah ikhlas dengan tidak ikhlas. Tapi yang dibicarakan adalah kejelasan dan fakta.

      Wallahu a’lam

      Reply
  45. budi prasetyo

    assalamualaikum wr.wb.
    selamat sore ustad,saya mau menanyakan perihal isteri saya bertemu dengan saudara gaib anak saya dalam keadaan berkalung bunga berbaju putih,pada waktu kondisi anak saya sakit..firasat apakah itu ? mohon pencerahannya..
    terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mohon maaf, kami bukan ahli penafsir mimpi. Tapi jika kita bermimpi sesuatu, sebaiknya setelah itu berdo’a kepada Allah SWT. Jika bermimpi kebaikan, maka berdo’alah agar kebaikan tersebut menjadi nyata. Atau sebaliknya jika kita bermimpi keburukan, berdo’alah agar keburukan tersebut tidak menimpa kita dan ke depannya kita bisa menjadi lebih mawas diri.

      Wallahu a’lam
      Wassalam alaikum wr wb

      Reply
  46. Abdi

    assalamu ‘alaikum pak Ustad
    maaf mau tanya
    Apakah ada petunjuk/instruksi yang mengharuskan Imam membaca doa setelah sholat maghrib dan Isya serta Subuh di Masjid menggunakan Speaker (pengeras suara) luar dengan keras2
    karena ada sebuah Masjid di dekat saya menggunakan pengeras suara luar dalam membaca doa setelah sholat magrib, Isya dan Subuh.
    mohon jawabanya.
    Wassalam wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya tidak ada perintah untuk melakukan hal tersebut. Jika anda terganggu dengan suara tersebut karena menggunakan speaker luar, anda bisa menemui pengurus masjid dan mengusulkan agar menggunakan pengeras suara bagian dalam saja.
      Wallahu a’lam

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  47. Hamba Allah

    Assalamualaikum pak ustadz, saya mau tanya. Apa hukumnya berbisnis dengan orang yang menyumbang kepada Yahudi ??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya berbisnis (bermu’amalah) dengan non muslim adalah boleh dengan syarat bahwa objeknya adalah yang tidak menyangkut ibadah. Tapi lain halnya ketika non muslim tersebut melakukan penindasan terhadap muslim. Jika demikian menjadi haram hukumnya. Lantas bagaimana dengan yang membantunya ? sama saja.
      Tapi perlu diingat, bahwa hal ini dikhususkan bagi owner atau penentu kebijakan bisnis. Jika kita sebagai karyawan atau person yang tidak mampu mengambil kebijakan tersebut tentu berbeda situasinya. Untuk kondisi tersebut masih ada rukhshah (toleransi), tapi tetap saja haram, namun berbeda tingkat keharamannya.
      Lalu apa yang harus dilakukan karyawan tersebut ? Jika ia belum mampu pindah kerja dengan alasan darurat, maka masih dimaklumi. namun ia harus berupaya mencari pekerjaan lain yang lebih halal dan segera beralih ketika mendapatkannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  48. irwan

    Assalammualaikum,

    Bapak ustadz yang saya hormati

    Saya ingin menanyakan penjelasan mengenai ayat dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 30.
    “Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

    Yang saya ingin tanyakan
    1. Apakah malaikat sudah mengetahui sebelumnya bahwa manusia itu orang yang suka merusak dan menumpahkan darah?
    2. Akal/pikiran adalah salah satu anugerah Allah SWT terbesar yang diberikan untuk manusia, yang saya ingin tanyakan bagaimana sikap kita sebagai orang muslim tentang salah satu penemuan homo sapien, homo ekektus dan lain-lain yang menurut hasil penelitian hidup puluhan atau ratusan ribu tahun yang lalu, sedangkan kita ketahui bahwa manusia pertama yang diciptakan Allah SWT adalah Nabi Adam yang diperkirakan hidup kurang lebih 6.000 tahun yang lalu.
    3. Saya pernah membaca salah satu hadis Rasulullah SAW pada saat beliau Isra Miraj, bahwa Rasulullah SAW diperlihatkan Surga dan Neraka yang dimana Rasulullah SAW bersabda “didalam surga banyak orang miskin dan di neraka banyak perempuan”. Yang ingin saya tanyakan apakah surga dan neraka pada saat ini sudah ada? Padahal alam semesta belum kiamat.

    Mohon penjelasan Bapak ustadz yang lebih dalam ilmu agamanya

    Sabda Rasulullah SAW “sebaik-baik manusia adalah ilmu yang bermanfaat”

    Terima kasih

    Wassalammualaikum

    Irwan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang anda pertanyakan semuanya merupakan iktilaf para ulama. Insya Allah kami akan merangkumnya dengan singkat.

      1. Mengenai ayat 30 surat Albaqarah, bahwa bisa jadi bumi pernah dimakmurkan oleh makhluk Allah selain manusia yang konon pernah berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Makhluk apakah itu ? wallahu a’lam. Dengan demikian, timbullah kekhwatiran para malaikat akan terjadinya hal serupa ketika Allah menjadikan khalifah di muka bumi. Jadi, belum bisa dipastikan bahwa malaikat sudah mengetahui sebelumnya bahwa manusia itu orang yang suka merusak dan menumpahkan darah.

      2. Mengenai penemuan homo elektus, homo sapien dsb, bukan kapasitas kami untuk membearkan atau menyalahkan. Tapi jika dibanding dengan ayat Al Qur’an maupun hadis yang sudah jelas sekali mengarah bahwa Nabi Adam AS adalah manusia pertama. Jadi, sebagai muslim yang baik, tentu kita sangat percaya bahwa Adam AS adalah manusia pertama. Kami lebih suka menyebut homo sapien adalah makhluk yang “mirip” manusia, bukan manusia.

      3. Dilihat dari teks hadis mengenai penghuni neraka dan surga memang begitu adanya. Maknanya sudah sangat jelas menunjukan bahwa neraka dan surga saat ini sudah dihuni. Kok bisa ? Wallahu a’lam. Semua kita serahkan kepada Allah. Akal atau ilmu kita belum bisa menjawabnya saat ini.

      Wallahu a’lam

      Reply
  49. Ramadhan

    Assalamualaikum ustadz..

    Saya mau tanya tentang ‘modal’.

    Saya mahasiswa Bandung asal Medan.

    Mau mulaai bisnis. Mau pakai modal dari uang kuliah namun orangtua tidak saya kasitahu.

    Niatnya adalah ‘utang’ dimana utk mengganti uang kuliahnya dari uang jajan + hasil dari bisnis itu sendiri.

    Bagaimana ustadz?

    Apa itu haram?

    Terimakasih,
    Ramadhan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa akaikumus salam wr wb.
      Perbuatan yang anda lakukan sudah masuk kategori ghasab, yaitu menguasai barang orang lain dengan paksa, tanpa idzin, baik pemiliknya mengetahui atau tidak. Ghasab jelas tidak boleh. Jadi biar bagaimanapun anda harus idzin terlebih dahulu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  50. Wulan

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz
    Saya ingin minta tolong ke Pak Ustadz. Sekarang saya sedang hamil 8 bulan, Insya Allah bulan depan (oktober/dzulhijjah) saya lahiran. Dan permasalahannya, saya dan suami sampai sekarang belum menemukan nama yg bagus untuk anak kami nantinya. Apakah boleh minta tolong dicarikan nama isalm yg bagus untuk laki dan perempuan Pak Ustadz ? Atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih.
    Wassalam..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Perempuan : Syakira Mufliha = perempuan yang senantiasa bersyukur dan sukses
      Laki-laki : Habibul Latif = Kekasih Yang Maha Lembut

      Wallahu a’lam
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  51. Anonymous

    Assalamu’alaykum wr wb pak ustadz

    Saya ingin membeli sebuah rumah lewat KPR, namun yg membuat saya ragu adalah masalah bunga (riba) karena sudah jelas di haramkan. Sedangkan saat ini sangat sulit atau bahkan bisa di katakan tidak ada suatu lembaga pembiayaan / bank yang tidak menyertakan bunga (riba)dlm setiap pinjaman yg di keluarkan. Apakah ada cara lain yang sesuai dengan syariah islam untuk membeli rumah secara kredit namun tidak berbenturan dengan riba ?

    Wassalam wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wasalam alaikum wr. Wb.

      Memang sangat dilematis. Di satu sisi kita mengusahakan sistem syari’ah secara murni namun di sisi lain bank syari’ah yang ada di negeri kita ini belum sepenuhnya menerapkan syari’ah secara total. Dalam menyikapi masalah ini, ada dua hal yang bisa kita lakukan.

      Yang pertama, sebagaimana diketahui, jika semua pintu halal sudah tertutup, tidak ada alternatif lain, maka kita bisa memilih haram yang mudharatnya paling sedikit. Artinya anda bisa memilih Bank Syari’ah.

      Yang kedua, menabung.
      Hal ini memang sangat berat karena membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Tapi perlu diingat, bahwa manusia hanya sekedar berikhtiyar, berdo’a dan tawakkal. Bisa saja dengan anda menjaga diri dari keharaman, Allah SWT dengan segala kekuasan-Nya menurunkan sebab yang mempercepat tabungan anda. Atau bisa saja karena kesabaran anda, ada orang yang berbaik hati memberikan pinjaman cicilan tanpa bungan sama sekali. Apa bisa ?? Allah Maha Kuasa. Semua ini tentu tergantung tingkat keyakinan dan kesabaran kita.

      Wallahu’ alam.

      Reply
  52. Hamba Allah

    assalamualaikum pak uztadz..
    saya mau bertanya mengenai shalawat nabi..
    bagaimana penggunaan kata “saidina” dalam shalawat. diperbolehkan atau tidak. karena saya mendengar bahwa kata saidina tidak diperbolehkan dalam shalawat. benarkah itu pak uztadz..
    mohon jawabannya..
    terima kasih…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Menambahkan sayyidina dalam shalawat hukumnya boleh bahkan afdhal jika dibaca di luar shalat.

      Ada pun menambahkan kata sayyidina dalam shalawat ketika shalat ( tasyahud), ada sedikit perbedaan ulama mengenai itu, tapi pendapat-pendapat mereka dalam hal ini tidak sampai mengharamkan atau membid’ahkan. Adapun pendapat-pendapat tersebut terbagi dua :

      1. Afdhal.

      Pendapat ini berdasarkan aspek adab. Pendapat ini menilai bahwa banyak dalil yang menunjukkan agar kita menaruh adab yang tinggi terhadap beliau. Dalil-dalil tersebut menurut mereka bersifat umum sehingga tidak ada larangan menambahkan kata sayyidina dalam shalawat ketika tasyahud.

      2. Lebih baik tidak memakai kata sayyidina.

      Penadapat ini disasari bahwa teks hadis tentang shalawat memang tidak memakai kata sayyidina. Dengan demikian, mereka berpendapat lebih baik mengikuti teks hadis sebagaimana dimaksud, artinya tanpa menambahkan kata sayyidina ketika tasyahud.

      Wallahu a’lam

      Reply
  53. Fitri Muntari

    Assalamu’alaikum pak Ustadz.

    Saya sedang merintis usaha pembuatan perlengkapan sholat anak berupa : Sajadah, mukena dan sarung anak.
    Agar produknya menarik kami menempelkan hiasan berupa aplikasi gambar-gambar yang lucu-lucu dan disukai anak-anak, seperti kartun, bunga-bunga, mobil dsb.
    Namun ada beberapa teman yang bilang bahwa ada beberapa gambar yang tidak boleh ada dalam perlengkapan sholat tersebut, seperti gambar hewan dan manusia.
    Yang menjadi pertanyaan saya pak Ustadz, unsur apa saja yang wajib ada, diperbolehkan ada dan tidak boleh ada dalam perlengkapan sholat? Apakah menggunakan gambar-gambar kartun, kain bermotif bunga2 diperbolehkan?

    Kami mohon penjelasan pak Ustadz. Terimakasih sebelumnya. Wassalamualaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sarana yang kita gunakan untuk shalat seharusnya mendukung untuk kesempurnaan shalat itu sendiri. Dianatara kesempurnaan shalat adalah kekhusyu’an. Sebetulnya tidak ada larangan memberikan sedikit hiasan atau motif pada mukena, peci, sarung atau baju takwa sekalipun jika dalam tahap toleransi. Intinya, motif tersebut tidak mengganggu kekhusyu’an sholat baik bagi pemakainya mapun orang lain yang kebetulan ketika shalat berjama’ah tidak sengaja melihat motif tersebut. Selain alasan kekhusyu’an, ada aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan, yaitu kepantasan. Apakah motif yang kita berikan pada mukena atau yang lainnya pantas atau sopan jika digunakan untuk menghadap Allah atau tidak.
      Mengenai motif makhluk hidup seperti gambar manusia dan hewan, para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mengharamkan, ada yang memakruhkan dan ada pula yang membolehkan.

      Demikian dan kami do’akan agar usaha ibu diberkahi Allah SWT, amin..

      Wallahu a’lam

      Reply
  54. Ahmad

    ustad sya mau nanya masalah fikih
    1.apa benar hukum membaca bismillah sebelum wudhu itu wajib dan bagaimana jika kita berwudhu di toilet,apakah harus tetap membaca bismillah

    Reply
      • rahmat zaelani

        asalamu alaikum wr.wb
        pak usatad saya bekerja din bank BPR, katanya bekerja di bank tersebut itu riba.
        tapi saya pernah membaca hadist kalau keadaan mendesak dan cuman niatnya tidak untuk keserakahan itu tidak apa-apa.
        dan saya pun niatnya hanya untuk mencari nafkah dan hanya menerima hak gaji saya . karena sebagian ulama mengatakan bahwa kalau hanya gajinya saja di bank juga tidak haram..
        bagaimana tanggapan pak ustad tentang hal ini ?
        mohon pak ustad segera di balas

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam..
          Bekerja di tempat yang menggunakan sistem bunga adalah haram. Untuk masalah riba’ ini memamng sudah menjadi umumul balwa. Dibolehkan bekerja di tempat tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Orang tersebut harus berupaya mencari pekerjaan lain yang halal. Jika sudah mendapatkan alternatif pekerjaan halal, maka yang bersangkutan wajib pindah dan meninggalkan pekerjaan yang mengandung unsur riba’

          Reply
  55. hamba Alloh

    Assalamualaikum pak Ustadz
    saya ingin bertanya, bagaimana hukumnya bekerja di bank dan lising??trima kasih sebelumnya pak ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Bekerja di tempat yang menggunakan sistem bunga adalah haram. Untuk masalah riba’ ini memamng sudah menjadi umumul balwa. Dibolehkan bekerja di tempat tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Orang tersebut harus berupaya mencari pekerjaan lain yang halal. Jika sudah mendapatkan alternatif pekerjaan halal, maka yang bersangkutan wajib pindah dan meninggalkan pekerjaan yang mengandung unsur riba’.

      Reply
  56. mia

    Assalamu’alaikum ustadz.
    saya ingin sekali berangkat haji sya
    sdh menabung dan alhamdulillah tabungan saya sudah cukup untuk daftar
    haji dan pelunasanya saja tdk ada sisa
    untuk keperluan pokok disisi lain saya pgn
    beli
    rumah, saya punya 2 anak dan sya tulang punggung klg. Jd apa yg hrs saya laksanakan dulu berangkat haji itu ibadah tp sy punya kwsjiban untuk melindungi dan menafkahi keluarga

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb..
      Ibadah haji hanya diwajibkan bagi yang sudah mampu melaksanakannya. Namun bagi yang belum mampu dianjurkan untuk berupaya menempuhnya. Menabung adalah satu upaya menuju haji. Disamping itu berdo’a dengan penuh harap kepada Allah juga tidak bisa ditinggalkan.
      Upaya Ibu menabung sudah mulia disamping menafkahi keluarga. Mintalah kepada Allah agar upaya tersebut dimudahkan Allah dan Allah lah yang mencukupi tabungan ibu dan mencukupi nafkah keluarga. Teruskan usaha tersebut sambil terus berdo’a dan berharap kepada Allah dengan disertai keyakinan kuat.
      Toh jika di akhirnya kita memang belum mampu, tentu Allah belum memanggil dan mewajibkan ibu untuk menuju rumah-Nya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  57. Jasmine

    Assalamualaikum wr wb bapak ustadz/ ibu ustadzah
    Saya selama ini telah lalai solat kira kira 2 tahun lamanya. Namun sekarang saya sudah siap untuk kembali beribadah, tapi dengan kelalaian yang telah berjalan begitu lama, apa ibadah saya akan diterima Allah SWT? Apa saya akan dimaafkan?
    Terima kasih atas waktunya,
    Assalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Alhamdulillah, anda kembali ke jalan Allah. Allah SWT menerima taubat hamba-Nya jika benar-benar taubat dan tidak mengulangi kesalahan. Anda tetap mempunyai hutang shalat selama dua tahun dan harus dibayar (qadha).
      Bagaimana caranya ? Mengerjakan shalat dua kali. Yang pertama shalat tunai hari itu ( ada’an) lalu shalat yang kedua adalah qadha.

      Wallahu a’lam

      Reply
  58. puja

    Assalamualaikum Wr. Wb. Ustad,

    Pertanyaan lainnya Ustad, alhamdulillah saya & suami bekerja, jika suami tidak terbuka soal keuangannya terhadap istri bagaimana ? (disini suami mendapatkan gaji pokok, insentif & komisi)

    lalu jika suami mendahulukan memberi kebutuhan kepada keluarganya (orangtua & adik2nya) drpd kepada istrinya, krn sy mempunyai penghasilan sendiri, itu bagaimana ?

    Bagaimana menurut pandangan islam, kebutuhan keluarga suami dahulu atau istri ? (dimana posisi saya disini bekerja)

    Terima kasih Ustad,
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam. Suami berkewajiban menafkahi istri. Sekli pun dia tidak terbuka dalam masalah keuangan selama tanggung jawabnya cukup dalam hal menafkahi maka tidaklah menjadi masalah. Tapi ketidak terbukaan tersebut mungkin berefek pada masalah komunikasi.

      Tahapan seorang anak baik laki mapun perempuan dalam hal memberi nafkah :

      1. Dalam kondisi membujang dan mampu, orang tua yang
      miskin mwnjadi tanggung jawab sang anak.
      2. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki ( suami)
      wajib menafkahi istri dan anak-anaknya. Anak perempuan
      wajib menafkahi ayah-ibunya jika mereka (ayah ibu )
      tidak mampu. Anak perempuan tidak wajib menafkahi
      suami.
      3. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki yang
      mampu mempunyai dua tanggung jawab sekaligus,
      menafkahi orang tua yang tidak mampu dan menafkahi
      istri dan anaknya. Tetapi jika ia tidak mampu
      menafkahi keduanya sekaligus, maka ia mendahulukan
      menafkahi istri dan anak-anaknya.
      4. Orang tua yang masih mampu tidak wajib dinafkahi oleh
      anaknya. Hukumnya sebatas sunnah dan bernilai sedekah.

      Setiap pasangan baik suami mapun istri harus memahami kondisi masing-masing dan saling mendukung dan saling membantu dalam hal yang demikian.

      Wallahu a’lam

      Reply
  59. inayya

    ass wr wb ustad, saya ingin tanya
    ada anak dari kelas -/+ 3sd – 6sd (belum baligh) dia selalu mencuri dia mencuri lebih dari 15x, kedua orangtuanya tidak mengetahui hal itu, lalu ketika sedang ramadhan dia mendapatkan hidayah dari allah swt, diapun bertaubat, lalu dia dengar kalau ingin bertaubat carany adalah mengembalikan barang itu ke tempat asalnya, tetapi kebanyakan dari barangnya di beri ketemannya (1. Jadi bagaimana cara dia mengembalikan barangnya?). lalu kebanyakan barang yang dia curi adalah cairan jika barangnya sudah pernah dipakek (2. Apa masih boleh dibalikan?). Jika dia memberi barang curian ke anak yatim piatu apakah boleh?,
    Saya tunggu jawabannya ass wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum wr wb.

      Tetap wajib dikembalikan. Jika ia telah memberinya kepada orang lain, maka ia wajib menggantinya seharga barang tersebut. Begitu pun dengan cairan, jika sudah dipakai dan mengurangi kualitas, maka harus diganti dengan yang baru.
      Hasil curian wajib dikembalikan dan haram diberikan kepada siapa pun.

      Wallahu a’lam

      Reply
  60. Anonymous

    Assalamualaykum wr wb ustadz,
    Menyambung pertanyaan saya sebelumnya, Salahkah Jika saya memblok (menonaktifkan) pekerjaan yang sudah saya selesaikan tersebut sampai hak saya di penuhi. Dan saya sudah menolak ketika atasan saya tsb meminta bantuan berikutnya, bagaimana pandangan anda menurut syariah Islam.

    wassalamu’alaykum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Tindakan anda diperbolehkan. Karena ini menyangkut hak anda dan anda dipersilakan untuk memilih bagaimana sikap anda seperti jawaban kami sebelumnya

      Reply
  61. Anonymous

    Assalamualaykum wr wb ustadz,

    Saya pernah di minta bantuan oleh atasan saya untuk pekerjaan yg sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab saya dan waktu itu ia menjanjikan imbalan, sambil menyanggupi permintaannya saya katakan soal fee itu nanti saja.
    Namun ketika pekerjaan tersebut telah selesai, saya tidak memperoleh apa yang di janjikan. Jujur saja, saya merasa berhak mendapat apa yg harusnya menjadi hak saya sambil menghibur diri dan meminta kepada Allah agar di beri keikhklasan dalam menerima kenyataan tsb. Namun tetap saja terjadi perang batin antara tetap mengharap atau ‘legowo’ menerima kenyataan tersebut.
    Sampai hari ini saya tetap berdoa agar Allah memberi kelapangan hati untuk hal ini.
    Menurut anda, bagaimana saya harus bersikap.

    Wassalamualaykum wr wb ustadz,

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kita diperbolehkan memuntut hak yang kita miliki. Dalam masalah menuntut hak, tentu cara menyikapinya berbeda-beda. Ada orang yang dengan segera dan tegas. Ada pula yang menyikapinya dengan bersabar dan menunggu kesadaran dari orang yang wajib memberikan hak kita. Kedua-duanya dibenarkan. Namun untuk pilihan kedua, sang penuntut harus konsisten dengan pilihannya. Artinya tidak perlu gundah dan ngerendel.

      Wallahu a’lam

      Reply
  62. Diina

    assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya. 4 bulan pasca melahirkan ( dan selesai nifas ) saya mengeluarkan darah untuk pertama kalinya setelah melahirkan. tetapi darah itu warnanya coklat ( bukan merah ).keluarnya pun sedikit sedikit dalam jangka waktu 7 hari. setelah berhenti saya baru mandi besar dengan niat mandi dari haid ( kejadian ini tanggal 31 juli dan selesai 8 agustus ). kemudian tanggal 19 agustus kemarin hal serupa terulang kembali. yang saya tanyakan apakah ini darah haid?? setelah saya konsultasi dengan dokter, mgkin ini bisa menjadi akibat dari penetrasi.soalnya kejadian ini terjadi sehari setelah saya berhubungan sama suami. selama ini saya mengira itu haid, sehingga saya tidak menjalankan shalat wajib 5 waktu dan amalan lainnya. setelah tahu itu jawaban dari dokter, saya bingung bagaimana klo bukan haid? bagaimana cara membayar shalat ( apakah ada cara untuk membayar shalat?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb…

      Jika sudah dipastikan bahwa darah yang keluar tersebut bukan darah haid, maka anda tetap wajib shalat waktu itu. Jadi, anda harus mengqadha shalat sebanyak hari yang anda tinggalkan tersebut.
      Bagaimana caranya ?
      Misalnya anda punya hutang shalat 5 waktu selama 7 hari, maka shalat tersebut harus dua kali, yang pertama shalat waktu sekarang dan kemudian shalat kembali dengan niat mengqadha. Maksudnya zhuhur pertama adalah kewajiban biasa dan zhuhur kedua adalah qadha. Begitu seterusnya sebanyak hari yang ditinggalkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Diina

        terima kasih ustad atas jawabnnya.

        oh ya tadz, waktu bulan ramadhan kemarin saya tidak ikut puasa selama 25 hari dikarenakan menyusui. saya coba puasa 4 hari, tetapi berat badan bayi saya turun. akhirnya saya memutuskan tidak berpuasa lagi. saya membaca artikel, ada pendapat yang menyatakan harus membayar puasa disertai fidyah karena alasannya saya tidak berpuasa kawatir dengan keadaan bayi saya, itu ibarat seperti orang yang sakit. apakah benar bgitu tadz? trs cara membayar puasa =, dibayar ditahun yg sama atau boleh nanti setelah selesai masa menyusui?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Menurut madzhab syafi’i, wanita\ menyusui kemudian tidak puasa ramadhan, maka hukumnya terbagi dua :

          1. Jika ia tidak puasa karena khawatir akan kesehatan dirinya saja, maka hanya qadha puasa saja.

          2. Jika ia tidak puasa karena khawatir akan kesehatan dirinya dan bayinya, maka ia harus mengqadha dan fidyah.

          Cara menqadaha da membayar fidyah :
          Jika mampu membayar qadha puasa di tahun itu juga sangat dianjurkan. Jika tidak mampu, maka diperbolehkan di tahun berikutnya dan besaran fidyahnya tetap. Namun jika terlambat sampai dua tahun, maka fidyahnya menjadi dua kali lipat.

          Wallahu a’lam

          wallahu a’lam

          Reply
  63. M. Abdullah

    Assalaamu’alaikum ustadz, saya mau tanya tentang zakat fitrah. Saya membaca sebuah artikel bahwa apabila seorang ayah ingin menzakatkan anak yang sudah baligh maka si ayah tersebut harus meminta ijin dahulu kepada anak tersebut, jika tidak maka zakat fitrahnya tidak sah. Selama saya tinggal dengan orang tua saya tidak pernah sekalipun ayah saya meminta ijin kepada saya untuk membayar zakat karena memang kami tidak pernah tahu ada kaidah semacam ini. Biasanya ayah saya meniatkan untuk seluruh anggota keluarga. Pertanyaan saya:
    1. Apakah zakat saya selama kira2 10 tahun lebih itu tidak sah dan harus diganti ?
    2. Kalau memang harus diganti, siapa yang harus membayar (saya atau ayah saya)?
    3. Jika memang harus diganti apakah boleh di luar bulan ramadhan?

    Terimakasih atas jawaban ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Baligh belum tentu Rusyd. Sedangkan Rusyd sudah pasti baligh.

      Rusyd artinya masa dewasa dan sudah seharusnya mampu menjalankan kehidupannya sendiri. Rusyd ini wajib membayar zakatnya sendiri.

      Sedangkan anak yang hanya baligh saja tetapi belum rusyd, ( belum mampu ), maka orang tuanya yang membayar zakat atasnya. Dalam hal ini orang tua tidak perlu meminta idzin anaknya yang baligh tapi belum rusyd tersebut untuk berzakat atas namanya.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  64. Arman

    Assalamualaikum Wr. Wb, kami 9 bersaudara (7 perempuan dan 2 laki-laki), Ayah meninggal 10 tahun yg lalu, ibu saya baru meninggal 2014 ini, sebelumnya 2 (dua) kakak perempuan saya meninggal terlebih dahulu sebelum ibu, bagaimana cara pembagian warisannya, misalnya harta peninggalan ayah 1 milyar, mohon penjelasannya. wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Ibu (istri almarhum) mendapat bagian 1/8. Beliau mendapat hak waris karena suami meninggal terlebih dahulu.

      9 orang anak (termasuk yang sudah meninggal ) mendapat sisanya, 7/8 dari harta waris.

      bagian ibu : 1/8 x Rp. 1.000.000.000 = Rp. 125.000.000
      sisanya untuk 9 anak = Rp. 1.000.000.000 – 125.000.000 = 875.000.000.
      anak laki 2 kali bagian anak perempuan = 2 anak laki x 2 = 4
      Anak perempuan mendapat 1 bagian = 7 anak perempuan x 1 = 7
      jadi pecahan pembagian menjadi persebelas.

      jadi bagian masing-masing anak laki : 2/11 x 875.000.000 = Rp. Rp. 159.090.909

      bagian masing-masing anak perempuan = 1/11 x Rp. 875.000.000 = Rp. 79.545.454.

      bagian anak yang sudah meninggal menjadi warisan anak-anaknya.

      Bagian ibu atau istri almarhum ( 125.000.000) diwariskan (dibagikan) hanya kepada anaknya yang masih hidup saja ( 7 orang ). Dua anak perempuan yang sdh mninggal terlebih dahulu tidak mendapat waris karena ibu masih hidup. Adapun cara pembagiannya sama seperti cara diatas, bedanya bukan persebelas, tapi persembilan. Artinya masing masing anak laki mendapat bagian 2/9 dari Rp. 125.000.000 dan masing-masing anak perempuan mendapat 1/9 dari Rp. 125.000.000

      Wallahu a’lam

      Reply
  65. tia

    assalamualaikum ustad,
    saya seorang mahasiswi tingkat 3, saya membenci ayah saya sendiri karena dia lagi-lagi memiliki WIL. ini bukan yang pertama kalinya ustad, saya bingung apakah saya dosa membenci ayah saya sendiri? mungkin iya dosa, tapi kan ustad saya membenci dia karena kelakuannya yang tak berubah. lantas saya harus bagaimana? saya kesal dengan tingkah dia yang tak tahu diri, umurnya sudah tua, bukan lagi anak muda, tapi kelakuannya sangat memalukan. saat ini untuk melihat mukanya di dalam rumah pun saya sudah malas, ustad…..
    mohon pencerahannya ustad, terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Kami sangat memahami perasaan saudari. Kami sarankan saudari untuk sementara merubah kata “benci” dengan “kecewa”. Jika sudah pada level “kecewa”, saudari pindah dari kata “kecewa” menjadi “kasihan”. Mengapa demikian ? karena biar bagaimana pun beliau adalah seorang ayah yang menjadi salah satu sebab kita ada di dunia ini. Kita juga harus memaklumi bahwa setiap orang ada yang tahan dengan godaan kehidupan dan ada pula yang tidak. Biar bagaimana pun, kita harus tetap menghormati beliau. Jika kita tidak mampu merubah kebiasaan buruk beliau, tentu kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah Maha Kuasa yang Pasti sangat mampu untuk memberi hidayah kepada ayah anda. Berdo’alah kepada Allah agar Allah membukakan pintu hidayah dan ayah anda kembali ke jalan-Nya.
      Sebetulnya bukan hanya ayah anda yang saat ini sedang menghadapi ujian. Anda, Ibu anda dan adik kakak anda juga sedang diuji oleh Allah SWT melalui prilaku ayah anda saat ini. Semoga anda sekeluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini, amin..

      Wallahu a’lam

      Reply
  66. dila

    assalamualaikum pak ustad
    Saya bekerja di salah satu bank di Jakarta. Saya memiliki seseorang yang saya harap bisa segera menjadi suami saya. Dia bekerja di salah satu bank swasta yg cukup besar sbgi auditor di Jakarta. Permasalahan muncul ketika keluarga saya tdk menyetujui hubungan kami. terutama mama saya yg sangat menentang. dgn alasan:1.Dia tdk punya kerja yang bagus 2. Dia tdk memiliki masa depan 3.Dia dari keluarga yang biasa2 saja 4. Mama saya ingin saya mempunyai calon suami yg pendidikan nya lebih bagus dari saya. Saya lulusan S1 malaysia, sedangkan dia lulusan S1 universitas swasta di jakarta. Jadi mama saya meminta saya untuk mencari pria yg minimal S2 5.Mama ingin melihat saya bahagia nantinya. Tidak susah. menurut saya utk mencari seorang suami yg paling utama adalah agamanya. Dan menurut saya dia adalah org yang cocok utk menjadi imam saya. Kami ingin segera menghalalkan hubungan kami. Skrg kami sudah berpacaran selama 1 thn. Kami sudah merencanakan acara pernikahan.tapi kami belum dapat restu dari mama. Kami berpendapat bahwa jika sampai tahun depan tidak ada lampu hijau dari keluarga saya, maka kami akan menikah saja dgn meminta papa kandung saya dtg dan menjadi wali. (Nb. Org tua saya sudah bercerai dan mama saya menikah lagi).
    apa yg harus kami lakkan pak ustadz??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Kami turut prihatin dengan keadaan saudari.
      Dalam hal menikahkan, wali (ayah kandung anda) berhak menikahkan. Namun, sambil menunggu waktu satu tahun, perbanyaklah do’a kepada Allah SWT agar ibunda saudari dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT. Ingatlah, hanya Allah SWT yang mampu membuka hati hambanya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  67. ana eliza

    assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah doa bisa mengubah takdir seseorang?
    terima kasih
    wasssalamu’alaikum

    Reply
  68. dedi suhirman

    pa ustadz saya mau bertanya istri saya kan mencuci pakaian bapak kandungnya setiap hari,sedangkan bapak istri saya sudah tidak mempunyai seorang istri lagi tetapi sering ada di rumah.apakah hukum’nya bagi istri saya yang telah mencucinya pa ustadz…???

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Seorang istri diperbolehkan mencuci pakaian atau pekerjaan apa saja yang dimaklumi dengan syarat mendapat idzin dari suaminya.
      Wallahu a’lam

      Reply
    • Echy

      pa ustad saya mw tanya, jika kita sudah berhusnudzon trhdap seseorang, tetapi seseorang itu mlah menjauhi dan mempengaruhi sekitarnya untuk menjauhi saya, bagaimana cara mengatasinya.. apakah saya lbh baik menghindari dengan pindah dr lingkungan trsebut atau bagaimana?

      Reply
      • Ridwan pkh

        Wa alaikumus salam wr wb.
        Anda bisa bersilaturrahmi dengan orang yang anda maksud. Bicarakan masalah ini kepadanya dengan cara yang paling baik. Jika dengan cara ini masih saja tidak mengubah prilakunya, anda bisa lebih tegas dengan cara memperingatkannya. Jika cara tersebut masih pula belum berubah dan anda sangat terganggu dengan sikapnya, anda boleh memeilih untuk pindah rumah agar anda lebih tenang. jangan lupa berdo’a kepada Allah agar orang tersebut diberi hidayah dan menyadari kesalahnnya.
        Wallahu a’lam

        Reply
  69. rizqi

    asalamualaikum
    pa ustad saya anggi di subank
    mau nanya prihal sholat taubat..

    apa sholat kita di terima.jika dalam pelaksanaant nya
    bacaant akhir di solat setelah istigfar 100 kali tida di baca

    soall nya saya merasa banyak dosa sehingga saya sulit menndapat pekerjaant

    makasih pak ustad
    ditunggu jawaban nya

    wasalam mualaikum warahh matulohii wabaro katu

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ibadah shalat akan syah apabila semua syarat syahnya telah dipenuhi.
      Jika semua syarat dan rukun shalatnya telah terpenuhi, baik shalat sunnah mau pun shalat wajib.
      Dengan terpenuhi syarat dan rukunnya, Insya Allah Shalat diterima oleh Allah. Ada pun wirid, dzikir atau do’a setelah shalat (istighfar sudah termasuk di dalamnya ) merupakan sesuatu yang sunnah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  70. Hendro S

    Ass ww,
    Ustadz sy mau bertanya mengenai warisan :
    Ayah sy mempunyai 2 istri (istri A dan istri B). Dari istri A ayah memiliki 2 org anak Laki2x. Dari istri B ayah memiliki anak 3 laki2x & 3 perempuan. Skrg Ayah & Istri A sudah meninggal. Bbrp waktu yang lalu 1 anak laki2x dr istri B meninggal dan meninggalkan sejumlah harta.

    Pertanyaannya, menurut hukum Islam :
    1. Bgmn nasib mengenai harta yg ditinggalkan oleh anak laki dr istri B tsb ? Apa yg hrs di prioritaskan terlebih dahulu ?
    2. Bgmn cara membagi warisan tsb ? Siapa saja yg berhak mendapatkannya?

    Terima kasih.

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      1. Semua anak mendapat harta waris. Anak laki-laki yang sudah meninggal dunia dari istri yang B tetap mendapat waris karena sang ayah telah lebih dulu wafat.
      2. Kedua istri (A dan B) mendapat 1/8. (1/8 untuk berdua, bukan masing-masing 1/8). Catatan : jika A wafat terlebih dahulu sebelum ayah anda ( suami dari A ), maka B mendapat 1/8 sepenuhnya.
      Sisanya, 7/8 adalah hak semua anak dari A maupun B termasuk anak dari si B yang sudah wafat. Semua anak menjadi ashabah. Dari 7/8 tersebut dibagi lagi menjadi anak laki-laki mendapat dua kali bagian dari anak perempuan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ridwan pkh

        Tambahan :
        Anak dan istri dari anak laki-laki dari istri B mendapat waris dari :
        1. Warisan dari ayah beliau yang telah lebih dulu wafat
        2. Warisan dari harta murni yang dimiliki olehnya.

        Reply
  71. Helmi Istiawan

    Assalamualaikum pak ustadz
    pak kalo kita sedang sholat dzuhur,asar,isya, pada rakaat 3 dan 4 apakah benar kita tidak usah membaca surah Al-Qur’an setelah membaca alfatiha ?
    dan ketika sedang sholat maghrib pada rakaat terakhir kita juga tidak usah membaca surat Al-Qur’an setelah membaca alfatiha??
    terima kasih pak ustadz
    wassalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum membaca ayat Al Qur’an setelah al fatihah di setiap rakaat adalah sunnah. Aturannya :
      1. Pada rakaat ke-2, bacaan ayat tersebut lebih ringan dari rakaat pertama.
      2. Bacaan pada rakaat ke-3 lebih ringan dari rakaat ke-2
      3. Bacaan pada rakaat ke-4 lebih ringan dari rakaat ke-3

      Bacaan ayat al qur’an setelah al fatihah pada rakaat 3 dan 4 silakan dibaca jika tidak memberatka. Tetapi bagi Imama Shalat Berjamaah hendaknya hanya mencukupkan bacaan Al fatihah saja pada rakaat 3 dan 4 dengan tujuan menjaga agar ma’mum tidak merasa berat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  72. dhamar

    assalamualaikum wr.wb
    saya mau tanya ustad,saya seorang lulusan sma saya keterima disebuah perguruan tinggi swasta jurusan guru cita-cita saya memang menjadi seorang guru tapi orang tua saya memaksa saya untuk sekolah di kedokteran sampai-sampai mereka menyuap sebuah perguruan tinggi negeri dan akhirnya saya diterima juga di jurusan kedokteran. Padahal saya tidak suka saya ingin jadi guru,apa yang harus saya lakukan ? orang tua saya terus menekan saya,mereka rela melakukan cara haram menyuap untuk anaknya sendiri? mohon pencerahannya Wassalamualikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam Wr. Wb.
      Sebetulnya yang anda hadapi adalah masalah pilihan. Namun, ketika anda dalam posisi dibiayai oleh orangg tua sehingga mau tidak mau anda mengikuti kehendak orang tua.
      Saran kami, turutilah dahulu kehendak orang tua sampai anda selesai kedokteran dan di lain waktu anda pun bisa kuliah di fakultas pendidikan. Keuntungannya, anda bisa melaksanakan keinginan orang tua dan anda pun bisa menjadi guru di kemudian hari. Bahkan anda mempunyai dua keahlian sekaligus, dokter dan juga guru.
      Perbuatan risywah (suap) kapan pun dan di mana pun tetap haram. Pelakunya tetap berdosa. Tapi dalam hal ini, anda tidak berdosa, yang berdosa adalah pelakunya.
      Semoga Anda sukses di masa depan, aamiin.
      Wallahu a’lam

      Reply
  73. Yusuf

    Assalamualaikum pak ustad,

    Apabila saya memiliki gangguan psikologis, bisa bapak jelaskan tidak metode pengobatan gangguan psikologis paling mudah yang diajarkan oleh islam?

    Terimakasih pak ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam Wr Wb.
      Mungkin yang anda maksud adalah perasaan gusar, galau atau was-was. Membaca Surat Al Falaq dan An Nas mempunyai manfaat untuk menghilangkan was-was. Atau dengan berdzikir juga membuat hati tentram. Atau bisa juga perbanyak istighfar dan shalawat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  74. salasika

    Assalamu’alaikun wr.wb

    Ustad saya mau bertanya, apa yang harus dilakukan bila seorang muslim di baptis (di gereja katolik) karena alasan pacaran, namun beberapa lama kemudian putus dan menikahi seorang wanita muslim dengan cara islam (akad nikah). Namun sebelumnya ia belum kembali membaca syahadat? Yang menjadi pertanyaan adalah, ia kini sudah memiliki 1 satu orang anak. Maka apa yang harus ia lakukan? Apakah perlu membaca syahadat dan melakukan akad nikah dengan istrinya lagi?

    Trimakasih.
    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.Jika memang benar diyakini kuat bahwa yang bersangkutan belum bersyahadat, maka aqad nikah perlu diulang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  75. rosalina

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya mau tanya tentang pernikahan ustadz, calon saya anak nomer 3 dan saya anak nomer 1, orangtua sangat menolak tentang hubungan kami, dasarnya katanya tidak d perbolehkan dr jaman wali, krn akan mendatangkan malapetaka d keluarga kami. Yang saya tanyakan apakan d islam memang tdk d perbolehkan, yang ke 2: apakah saya harus menuruti apa yang d katakan orangtua saya? Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum wr wb.
      Di dalam Islam tidak ada larangan seperti itu. Islam membolehkan pernikahan selama calon kedua pasangan bukan termasuk mahram yang diharamkan untuk dinikahi. Lihat ayat 23 surat An Nisa.
      Berikan masukan kepada orang tua saudari dengan cara yang paling baik agar beliau memahami masalah mahram.
      Wallahu a’lam

      Reply
  76. hamba Allah

    Assalamualaikum pak ustad..

    saya pernah mendengar kalau apabila suami atau istri seorang mualaf maka pasangan nya menanggung dosa pasangan lain yang mualaf karena mereka bertugas membimbing..
    benarkah itu pak ustad?
    bagaimana apabila kita punya suami mualaf dan sudah berusaha membimbingnya namun beliau tidak tergerak hatinya mengikuti syariat dengan benar. berdosakah kita sebagai istri ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.
      Rasulullah SASW hanya sebatas berda’wah tapi tidak kuasa memberikan hidayah. Hanya Allah SWT yang dapat memberikan hidayah kepada siapa saja yang Ia kehendaki.
      Begitu pun dengan kita. Selain membimbing, bantulah dengan do’a agar Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan menggerakkan hatinya untuk menjalankan syari’ah islam dengan baik.
      Wallahu a’lam

      Reply
  77. M gesang Rizal Fauzi

    assalamualaikm

    maaf posting pertanyaan ku di hapus ya pak ustad kok ga ada ya

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, afwan, pertanyaan yang m,ana ya ? sebab pertanyaan banyak masuk sedangkan kemarin kami libur panjang ramadhan dan syawwal. jika berkenan mohon diposting ulang pertanyaannya, syukran.

      Reply
  78. Ayu

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya mau tanya soal Sholat Tasbih.

    Bagaimana Hadistnya?
    Apakah ada fadila dan manfaatnya ?
    Bagamana tata caranya?

    Terima kasih banyak pak ustadz ..
    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr. wb.

      نْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

      Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Al-Abbas bin Abdul Muthalib: “Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin engkau melakukan “sepuluh sifat” yang jika engkau melakukannya Allah akan mengampuni dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksanakan shalat empat rakaat; engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri, maka ucapkanlah: Subhânallâh Walhamdulillâh Walâ Ilâha Ilallâh Wallâhu Akbar 15 kali, Kemudian ruku’lah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sedang ruku, kemudian sujudlah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sujud, kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu”. (HR Abu Dawud dari Ibnu Abbas, 2/67-68; HR Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, 4/299; HR al-Hakim dari Ibnu Abbas, 2/215; HR al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, 3/371; HR ath-Thabarani dari Ibnu Abbas, 9/442 dan HR Ibnu Khuzaimah dari Ibnu Abbas, 2/2

      Dengan hadis diatas, tentu kita memahami tata cara dan hikmah shalat tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ayu

        Afwan Pak Ustadz….
        Apakah hadist ini shoheh, karena saya sempat bertanya pada guru saya , beliau mengatakan hadis ini doif?
        Maaf sebelumnya ….. karena ada juga yg mengatakan sholat tasbih ini bidah…
        Mohon pencerahannya … terima kasih banya pak ustadz.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat tasbih. Serbagian ada yang mengatakan sunnah, sebagian lagi ada yang mngatakan mubah (boleh) dan ada juga yang mngatakan makruh. Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat sunnah tasbih adalah sunnah (dianjurkan). Dari perbedaan pendapat di atas bisa saja disimpulkan bahwa hukum shalat tasbih minimal adalah mubah (boleh) selama dalam pelaksanaannya tidak mengkhusukan waktunya atau pun mengkhusukan bacaan setelah al fatihah harus dengan surat tertentu.
          Dalam dunia fiqh memang ada perbedaan pendapat.
          Wallahu a’lam

          Reply
  79. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara saudari seimanku..

    Mengapa Allah SWT mengijinkan penderitaan? Dan kehidupan apa yg terjadi setelah kiamat di bumi?

    Terima Kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Allah SWT menciptakan kebaikan juga menciptakan keburukan. Kedua hal tersebut merupakan ujian dari Allah. Biasanya, seorang hamba bisa lulus jika diuji dengan keburukan, misalnya : bisa lulus dengan ujian kemiskinan. Sebaliknya, banyak yang gagal jika diuji dengan kekayaan, jabatan dan popularitas.

      Setelah kiamat terjadi, maka kita memasuki alam akhirat.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Gordon Sinaga

        Syukron akhi Ridwan..salam iduk fitri buat pak luthfi, pak wahab (imam khotib) dan pak KH. Abdul Azim (isi kajian maghrib ke isya setiap jumat) di masjid baitul mughni. Wa alaikum salam.

        Reply
  80. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikut Ustadz
    Tanya tentang fiqih sholat berjamaah :
    Dalam roka’at pertama Ketika Imam Sudah mulai baca Surah Al-Fatihah, bolehkah makmum membaca Doa Iftitah ..?, atau mendengarkan imam membaca Al-Surah Al-fatihah…? mohon benjelasannya. Sukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Dalam shalat jahriyah (maghrib, isya dan shubuh), hendaknya makmum lebih mempehatikan posisinya. Ketika ia takbiratul ihram bersama imam, maka bacalah do’a iftitah sebelum imam membaca Al Fatihah. Jika bacaan iftitah belum selesai sementara imam sudah membaca alfatihah, maka dengarkanlah imam dan berhentilah membaca iftitah karena status hukum iftitah sendiri adalah sunnah. Jika makmum bertakbiratul ihram di saat imam membaca al fatihah, maka dengarkanlah bacaan al fatihah imam dengan seksama. Ketika imam membaca surat setelah alfaatihah, maka boleh saja makmum membaca iftitah dan disambung al fatihah jika kondisinya memungkinkan. Jika tidak memumgkinkan, misalnya bacaan surah imam adalah surat pendek, maka sebaiknya tidak membaca iftitah dan lebih memilih langsung membaca al fatihah. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa Al fatihah adalah rukun (wajib) sedangkan iftitah adalah sunnah.
      Dengan demikian, makmum tidak membaca iftitah ketika imam sedang membaca Al Fatihah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  81. rian

    Assalamualaikum pak ustadz
    Sy Mau tanya Tentang Hukumnya Bunga Bank?
    Dan Apakh Karyawan Bank Trmasuk Orang Yg Memakan Uang Riba?.
    Terima Kasih Banyak Pak Ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalamu alaikum wr. wb.
      Bunga bank termasuk riba. Allah SWT melaknat orang yang memakan riba, yang menulisnya juga yang menyaksikan transaksi tersebut.
      Lalu, bagaimanakah dengan karyawannya ?
      Jika pekerjaan tersebut bersifat darurat dan belum menemukan pekerjaan halal lainnya, tentu ia diperbolehkan sambil mencari alternatif pekerjaan yang lainnya. Jika sudah menemukan, maka yang bersangkutan wajib pindah kepada pekerjaan yang tidak mengandung unsur syubhat terlebih haram.
      Wallahu a’lam

      Reply
  82. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara saudari seimanku…

    Apa yg menentukan 1 syawal..di Indonesia berbedakah dengan di Mekah atau sama..? Ayo Indonesia tunjukkan 1 Syawal, jangan mempersulit umat-Nya yg baru muslim. Salam Selamat..Sang Mualaf Gordon Sinaga.

    Reply
  83. ali masrofi

    ass. pk ustadz
    sy mo ty org tua/ mertua yg bgmn yg wjib di hormati? apkh ortu yg dzalim msh qt hormati?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sampai kapan pun, orang tua atau mertua wajib kita hormati. Dengan wasilah orang tua, kita lahir di dunia ini. Dengan wasilah mertua, kita menikah dengan anaknya dan lahirlah anak-anak kita. Ketika orang tua atau mertua kita berbuat zhalim, kita berkewajiban meluruskannya atau mengingatkannya dengan sabar dan tetap wajib menghormati. Selain berusaha meningatkan, kita iringi dengan do’a agar Allah SWT membuka pintu hati orang tua kita sehingga menyadari kesalahannya dan segera bertaubat.
      Bahkan ketika misalnya ada orang tua yang murtad atau kafir sekali pun, sang anak tetap wajib berbakti kepada orang tuanya selama mereka tidak menyuruh kemusyrikan dan ma’shiyat kepada Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  84. dicky

    assalamualaikum
    pak ustae
    dulu waktu saya kecil pernah nyukur alis tpi tdak semuanya saya cukur, dan dosakah saya tpi waktu itu saya tdak tau haram atau tidak nyukur alis.
    Trimakasih
    wasalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Jika hal tersebut dilakukan karena ketidak tahuan, insya Allah dimaafkan oleh Allah dengan syarat anda bertaubat dan tentu tidak mengulangi perbuatan tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  85. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara seimanku,,

    Terima Kasih atas pencerahan mengenai sholat didalam kabaah dan tidak ada dalilnya adzan untuk orang meninggal..
    Mohon pencerahaannya mengenai pertanyaan saya ini..: Apakah merayakan Ulang Tahun ada anjurannya di Al-Quran dan Hadist?

    Many Thanks.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika dicari dalil khusus dari Al Qur’an maupun hadis tentang hukum merayakan ulang tahun, tentu tidak ada. Tetapi banyak sekali ditemukan ayat Al Qur’an mau pun hadis yang memerintahkan untuk bersyukur kepada Allah SWT. Sykur adalah menjalankan ni’mat sesuai dengan kehendak Yang Maha Memeberikan nik
      mat, yaitu Allah SWT.
      Sebetulnya bahasa yang paling pas menurut kami adalah memoeringati hari ulang tahu, bukan merayakan hari ualng tahun.
      Ulang tahun bisa diperingati dengan hal yang baik dan tidak melanggar hukum syari’at dan tentunya dengan tidak meniru budaya jahiliyah.
      Cara yang baik untuk memperingati hari kelahiran misalnya dengan mengumpulkan anak-nak yatim lalu kita santuni atau juga dengan muhasabah diri (introspeksi diri ). Dan tentu cara baik yang lainnya selama tidak melanggar syari’at dan tidak meniru budaya kafir.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  86. nn

    assalamualaikum pak ustadz,
    sudah sekitar 2 tahun saya enderita sakit waswas, mulai dari masalah nazar, mandi besar, sholat, wudu,puasa dan saat ini saya mengalami waswas masalah iman, saya sudah berkhitiar berobat dsb. saya selalu merasa ketakutan. .
    yg ingin saya tanyakan.
    1. ada bisikan2 di dalam diri saya mengenai agama atau mengenai Allah, lalu saya selalu istigfar dan selalu syahadat setiap beberapa menit, karena bisikan2 dan fikiran2 itu sepanjang hari saya alami, dan setiap hari saya selalu melawan bisikan2 itu, setiap sebelu tidur saya selalu zikir dan baca syahadah, saya selalu mengerjakan sholat, puasa, dan rukun2 islam yang saya jalankan, apakah hal tersebut cukup untuk meyakinkan hati saya bahwa saya masih islam, karena saya pernah mendengar ada murtad yg melalui perkataan. oleh karena itu setiap bisikan dan fikiran datang, saya selalu istigfar dan syahadat sendirian. cukupkah dan sah kah selalu syahadat sendirian? . 2. bolehkah saya mengabaikan fikiran2 dan bisikan yang datang ke dalam diri saya,karena jika selalu difikirkan semakin menjadi2, kadang saya berkumpul dengan teman2 saya, namun saya sendiri sibuk dengan fikiran saya walaupun di keraimaian. saya juga mohon di beri tips tis atau amalan2 doa.trimakash.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumu salam
      Kemugkinan besar saudara diganggu makhluk halus atau jin. Penyebab gangguan mungkin juga anda mengamalkan suatu amalan tanpa ijazah dari guru. Saran saya, jika memang betul demikian, sebaiknya anda berkonsultasi kepada ahli ruqyah syar’iyah.
      Untuk sementara ini, anda bisa membaca ayat-ayat perlindungan seperti ayat kursi, 5 ayat pertama al baqarah, al fatihah, Al ikhlas, al falaq dan an nas. Boleh juga anda tambah dengan shalawat kepada Rasulullah SAW.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  87. aldian

    Assallamualaikum Pak ustad saya Mau tnya kalau anak yatim atau kaum dhuafa wajib bayar zakat atau tidak ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Anak yatim yang mampu wajib zakat. Jika kaum dhua’afa sudah mampu karena ia menerima zakat dari orang lain, maka sudah wajib hukumnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  88. prabowo

    Assalamu’alaikim Ustadz

    Saya mau Tanya tentang shalat tahajud,
    Saya pernah Tanya dengan teman saya di Jeddah,Saudi Arabia bahwa teman saya bilang shalat tahajud min 2 tahajud,2 tahajud,2 shalat shaf’a Dan 1 witr
    Dan tidak boleh mengerjakan hanya tahajud saja, harus semuanya minimal.
    Apakah itu benar Ustadz ?
    Shalat shaf’a itu spa ?
    Dan cara shalat shaf’a itu gimana ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam
      Shalat tahajjud minimal 2 rakaat. Mungkin yang dimaksud shalat syaf’ah itu adalah witir 2 rakaat (genap) kemudian salam lalu ditambah satu rakaat (ganjil) witir kemudian salam.
      Wallahu a’lam

      Reply
  89. Faizal

    Assalamualaikum pa ustadz
    dulu sejak saya kelas 9 – 10 sayasering menonton video yang mengarah pada kemaksiatan yang akhirnya saya mengeluarkan cairan dari alat vital saya.saya bingung pa ustadz bagaimana cara menghentikannya.
    Beberapa bulan saya berhenti,kemudian karena tidak kuat saya lakukan lagi..hingga akhirnya saya bernadzar apabila saya lakukan itu lagi saya akan berpuasa selama 3 hari.
    karena saya tidak kuat,pd saat itu saya melakukannya 2x,yg memungkinkan saya untuk melakukan nadzar saya.
    tapi pa ustadz sekarang saya duduk di kelas 12 dan yg saya igt dan saya khawatirkan dan takutkan saya merasa setelah kejadian tsb hingga sekarang saya pernah melakukannya lagi,tetapi saya lupa saya punya nadzar
    yg ign saya tanyakan pa ustadz
    1.apakah nadzar saya itu sah??
    2.apakah nadzar saya itu berlaku seumur hidup saya??saya menyeselai perbuatan saya pa ustadz saya sangat takut dengan azab Allah
    3.karena kejadian itu sudah lama terjadi,Bagaimana apabila sepanjang perjalanan hidup saya selama ini (sekarang saya duduk di kelas 12)ada hari yg dimana hari tersebut saya pernah lakukan lagi perbuatan tercela tersebut,tetapi saya lupa akan nadzar saya..apa yg harus saya lakukan??
    saya takut sekali ustadz dengan Azab Allah

    wassalamualaikum
    trimakasih pa ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassal;amu alaikum.
      Nadzar anda tetap berlaku. Segeralah tunaikan nadzar anda kepada Allah dan taubatan nasuha.
      Sebaiknya anda rajin puasa sunnah dan melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk menghindari hal-hal yang menjerumuskan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  90. Hamba allah **

    “saya mencintaimu karena allah” maksud dari kalimat(karena allah) tersebut apa ya pak ustadz ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalamu alaikum
      Mencintai karena Allah adalah maksudnya adalah bentuk cinyta yang tidak mengarah kepada maksiat. Perkataan tersebut harus dibuktikan dengan nyata. Contoh : tidak berpacaran dan langsung khitbah untuk menikah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  91. dicky

    Assalamualaikum Wr.Wb
    pak ustad mau tanya, hukumnya nyukur alis tapi alisnya gak sampai habis, . . Dan kalau tak boleh dosakah itu. . . . Saya tunggu pak utd jawabannya , terimakasih
    nanti munkin tanya lagi
    wasalamualaikum.

    Reply
  92. Arief

    saya post ulang lagi, tolong di jawab.
    assalamualaikum
    Ustadz saya mau bertanya, sebelum adanya hukum nun mati, huruf hijaiyah itukan sudah ditentukan cara melafadzkannya masing-masing, begitu juga dengan huruf hijaiyah yg bertemu fathah, huruf hijaiyah yg bertemu kasroh, huruf hijaiyah yg bertemu sukun, dsb. Tapi kenapa muncul hukum nun mati lagi? pada hukum nun mati, kenapa cara melafadzkan huruf hijaiyahnya berubah? padahalkan sebelumnya sudah ditentukan cara melafadzkan huruf2 hijaiyah. Contohnya nun dan lam. huruf nun bila bertemu fathah atau bertemu sukun sudah ada lafadznya, begitu pula dengan huruf lam bila bertemu fathah atau bertemu sukun juga sudah ada lafadznya. Tapi kenapa justru pada hukum nun mati, lafadznya berubah? Bukankah Allah sudah melarang dalam Al-Qur’an untuk menghilangkan, menambahkan ataupun mengganti walaupun hanya 1 huruf saja dalam Al-Qur’an?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam .
      Pada prinsipnya, bacaan (qira’at) dalam al-Qur’an adalah riwayat melalui jalur talaqqi. Riwayat qiraat Al Qur’an bersifat tauqifi. Contoh : يَكًن لَهً dibaca Yakul Lahu bukan yakun lahu. Dari periwayatan qira’at semacam inilah para ulama membuat kaidah bacaan nun mati, mim mati, mad dan istilah tajwid lainnya.
      jadi tidak ada unsur penambahan atau pengurangan huruf dalam al qur’an. hal tersebut hanya pada qaidah membaca saja.
      Begitulah salah satu kehebatan Al qur’an. Membacanya perlu aturan tajwid karena bacaan Al Qur’an bersifat riwayat. Hal ini tentu berbeda dengan teks arab biasa yang bukan al-Qur’an walaupun sama-sama berbahasa arab.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Arief

        maaf bertanya kembali ustadz, riwayat siapakah yg ustadz maksud? dan mengenai bahasa arab, teks bahasa arab mana yg berbeda cara membacanya dengan Al-Qur’an? setau saya Al-Qur’an itu berbahasa arab, tentu cara membacanya sama dengan bahasa arab yg digunakan. jika memang riwayat yg ustadz katakan bisa menjadi acuan, bisakah ustadz jelaskan kalimat insya Allah dan kun fa yakun? karena bahasa arabnya memang begitu dari awalnya.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Tidak semua kata atau kalimat berbahsa Atab Adalah Al Qur’an. Tapi, semua kata atau kalimat atau ayat dalam Al Qur’an sudah pasti berbahasa Arab. Bacaan Al Qur’an diriwiyatkan secara mutawatir. Riayat yang paling dikenal oeh kita adalah qira’at riwayat Imam Hafsh dari ‘Ashim. Perbedaan bacaan antara bahasa Arab yang bukan Qur’an dengan Al Qur’an yang sudah pasti berbahasa Arab biasanya meliputi panjangnya bacaan vocal atau mad, kesamaran ghunnah dan lain-lain.
          Contoh :
          cara membaca kata Insya Allah dalam Al Qur’an : In…. (dibaca samar antara vocal nun dan syin ditahan 3 harakat dengan ghunnah tipis) Sya…. ( dibaca oanjang 5 hakarat ) Allooh (dibaca dua hakakat jika washal atau dibaca 2, 4 atau 6 harakat jika diwaqafkan.
          Membaca Insya Allah jika tidak dimaksudkan sebagai ayat Al Qur’an atau hanya bahasa Arab biasa, tentu tidak ada aturan khusus seperti di atas.
          Contoh 2 : Kun fayakun
          Jika yang dimaksud adalah ayat Al Qur’an :
          Kun.. (dibaca samar anatara vocal nun dan fa’, ditahan 3 harakat dengan ghunnah tipis) fayakuun ( dibaca dua harkat jika washal, dibaca 2, 4 atau 6 harakat jika waqf).
          Hal ini tentu berbeda dengan membaca kalimat tersebut jika bukan dimaksudkan ayat Al Qur’an.
          Wallahu a’lam

          Reply
          • Arief

            jika yg anda maksud kata atau kalimat seperti Alif Lam Mim dsb dalam Al-Qur’an, saya mengerti itu perlu makna khusus jika ingin mengartikannya dalam bahasa arab. Tapi jika kata atau kalimat seperti kun fayakuun dalam Al-Qur’an, itu sudah pasti ada artinya dalam bahasa arab, jika tidak ada artinya tentu ayat2 Al-Qur’an tidak akan bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. yg saya tanyakan adalah kata kun itu cara membacanya bagaimana, apakah kun atau kung yg benar2 ada artinya dalam bahasa arab sehingga kata itu bisa membentuk kalimat kun fayakuun yg kemudian barulah bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

  93. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum rekan – rekan seimanku,,

    Pertama : Jika diijinkan masuk ke dalam ka’bah, berniat sholat didalamnya. Harus menghadapap kemana kiblatnya dan apa dalilnya ? Kedua : Apakah merayakan Ulang Tahun ada anjurannya di Al-Quran dan Hadist? Ke tiga, mengapa seorang anak lahir/seorang meninggal di adzankan, apakah ada dalilnya dan apa maknanya? Terima Kasih. Wa alaikumsalam..Sang Muallaf Gordon Sinaga

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam
      para ulama berbeda pendapat tentang bolehnya shalat di dalam ka’bah. Dari perbedaan tersebut ada pula pendapat yang membolehkan shalat di dalam ka’bah adalah shalat sunnah saja. Adapun shalat wajib harus dikerjakan di luar ka’bah. Jika shalat di dalam ka’bah, maka boleh kemana saja arahnya.

      Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
      Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.
      Wallahu a’lam
      dalil :
      حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَفْوَانَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ كَيْفَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ دَخَلَ الْكَعْبَةَ قَالَ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ
      artinya : Telah menceritakan kepada kami Zubair bin Harb, Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Yazid bin Abi Ziyad dari Mujahid dari Abdur Rahman bin Shafwan dia berkata : Aku bertanya kepada Umar bin Al Khattab tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW ketika belia memasuki ka’bah?” Dia (Umar bin Al Khattab) menjawab : Beliau ( Rasulullah SAW) shalat dua raka’at. (HR. Abu Daud)

      berikut potongan hadis Bukhari yang agak panjang :
      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِيهِ وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ بَأْسٌ أَنْ يُصَلِّيَ فِي أَيِّ نَوَاحِي الْبَيْتِ شَاءَ
      Sesungguhnya Rasulullah SAW shalat di dalamnya (ka’bah) dan tidak mengapa bagi orang yang shalat untuk menghadap ke arah mana pun yang ia suka,

      Reply
      • Ridwan pkh

        Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
        Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.
        Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
        Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.

        Reply
  94. Sari

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz,

    Ayah saya menderita sakit sejak tahun 2009 sampai sekarang. Beliau pernah mengatakan apabila beliau meninggal dunia, secara tersirat beliau mengatakan untuk dimakamkan di suatu daerah (KB).
    Namun, atas kehendak Allah SWT, ternyata ibu saya duluan yang dipanggil Allah di tahun 2011, dan ibu saya dimakamkan di Karet.

    Sepeninggal ibu saya, ayah berubah pikiran dan mengatakan bahwa ingin dimakamkan dekat (bersama) ibu saya dan dia tidak pernah lagi menyinggung tempat pemakaman di KB.

    Namun ternyata, sebelum kepergiannya, ibu saya pernah mengatakan ke kakak saya, bahwa ibu tidak mau makamnya berdekatan (atau didekatkan) dengan makam ayah saya.

    Terus terang kedua permintaan ayah dan ibu saya yang ternyata sangat bertentangan ini sangat membingungkan kami sebagai anak2nya. Kami bingung dan tidak tahu harus mengikuti yang mana.

    Bagaimana menurut syariat Islam yang harus kami lakukan, apabila nanti ayah saya tiada? Sementara untuk menanyakan hal ini langsung ke ayah saya rasanya sangat tidak pantas.

    Mohon bantuan Pak Ustadz. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Sepertinya mbak sari dan keluarga tidak perlu gundah. Tidak ada hukum yang mewajibkan seorang harus dikuburkan dimana. Jika dilihat dari cerita mbak sari, pesan ibu mbak sari tidak termasuk katagori wasiat. Jadi, boleh-boleh saja bapak dimakamkan di samping makam ibu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  95. ikhwanul

    Assalamualaikum
    z mw nax bgaimana sih hukum zakat jka orang tua berbeda agama??
    maksudnya ada teman z yang berbeda agama dngan orang tuanya tman z mualaf sdngkan ortunya nasrani ktika dy mw memulai zakat fitrahnnya dy bngung apakah nama ortunya di cantumkan atau tidak.. bgaimana solusinya mneurut islam mhon jawabanya terimaksih wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Mencantumkan atau tidak nama orang tua tidak masalah.
      Mencantumkan nama orang tua bukanlah sarat syah aqad zakat fitrah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  96. rian

    Assalamualaikum
    Sy Mau Tanya Bgaimna Sikap Seorg Suami Trhdp Istrix Yg Tidak Sholat
    Apakh Dosax Dtngung Oleh Suami Dkrenakn Suami Adlh Kpala Rumah Tangga
    Terima Kasih Bnyk Pak Ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam …
      Seorang suami harus terus menasihati dan bersabar. Suami tidak berdosa jika ia sudah menasihati.
      Namun perlu dicatat bahwa seorang suami berhak memberikan sanksi, bukan hanya memberi nasihat.
      Selain memberi nasihat dan didikan, sertakan dengan do’a Allah SWT membuka hati sang istri.
      Wallahu a’lam

      Reply
  97. Wildan

    Assalamualaikum pa ustadz,

    Mumpung lagi panas niy pasca pemilihan presiden

    yang mau saya tanyakan, apakah kita akan ikut bertanggung jawab di akherat atas pilihan yang telah kita pilih untuk jadi presiden, sementara kita tau presiden PASTI akan menjalankan pemerintahan ini dengan hukum-hukum yang dibuat oleh manusia (pancasila dan UUD 45) dan menafikan hukum Allah yang tercantum di Al quran dimana hukumnya WAJIB untuk ditegakan di dunia ini.

    Sebagai contoh: kewajiban untuk menutup aurat bagi perempuan dan hukum-hukum untuk tindak kejahatan dan perzinahan
    Mohon penjelasannya

    terimakasih,

    Wassalamualaikum

    Reply
  98. dian mulyana

    assalamualaikum
    ustadz dimisalkan ada orang yang ngasih kita barang, tersus kita kasih lagi barang itu kepada yang lebih membutuhkan,.. gimana ustadz, dosa apa engga ya,..

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam…
      Boleh-boleh saja, karena benda tersebut sudah menjadi hak kita. Tapi, untuk menjaga adab, sebaiknya jangan memberikan hadiah tersebut di depan orang yang telah memberikannya kepada kita untuk menjaga perasaannya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  99. alifa

    assalammualaikum ustadz aku ingin menanyakan. apakah setiap manusia sudah ditetapkan takdirnya sukses atau tidak suksesnya orang tersebut dari dia dilahirkan.dan apakah takdir tersebut bisa diubah ustadz?syukron jazakillah ustadz assalammualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumuus salam..
      Ya, betul sekali. Takdir bisa berubah dengan ikhtiyar dan do’a kita kepada Allah..
      Rasulullah SAW agar kita berdo’a yamg baik-baik. Diantara do’a-do’a tersebut adalh minta dijauhkan dari qadha’ (ketetapan) Allah yang buruk.
      Wallahu a’lam

      Reply
  100. Junn

    Assalamualaikum,
    Ustadz saya mau tanya apa kalau bohong waktu puasa, puasanya batal..?

    Reply
  101. Iqbal saepultullah

    Assallamuallaikum.
    Ustadz saya seorang suami dengan satu orang anak, selama menikah saya tinggal di rumah mertua saya, alhamdullillah saya mendapatkan rizky dari Allah swt berupa rumah pemberian orang tua saya, akan tetapi istri saya menolak untuk tinggal dirumah yang diberikan tersebut.
    Catatan: istri saya tidak ingin jauh dari orang tuanya padahal rumah yg diberikan masih satu kecamatan dengan rumah mertua saya.
    1. Apa hukumnya jika saya memaksa istri saya tinggal disana?
    2. Bagai mana saya harus menyilapinya agar rumah tersebut tidak mu’bah atau mubajir.
    Terimakasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      1. Anda berhak memaksa istri, tapi sebaiknya gunakanlah cara yang baik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
      2. Anda bisa menyewakan rumah tersebut sambil menunggu istri anda bersedia tinggal di rumah tersebut.

      Wallahu a’lam…

      Reply
  102. Risa B

    Assalamualaikum …
    Ustad permasalahan saya bgini ,
    saya ingin mnikah dg laki2 pilihan saya,tapi saya tidak mendpatkan restu dri org tua saya.
    Alasan mereka adalah mereka masih ingin saya melanjutkan kulyah saya, dan mereka tdk suka saya menikah dg laki2 plhan saya itu (pacar).
    Saya dan pacar saya saling mencintai,dan kami ingin disatukan dlm ikatan pernikahan ! Saya yakin dia bisa menjadi imam saya dan bisa membimbing saya lbih dkat dg Allah swt.
    Saya tdk ingin durhaka sama org tua, dan saya juga tidak ingin berpisah dg pcar saya.
    Ayah saya bisa saja menghalalkan segala secara supaya saya tidak menikah dg pacar saya.
    Apa yg harus saya lakukan ustad ?? Saya harus gimana .
    Dan apakah boleh menikah tanpa restu orang tua dan apa hukumnya dalam islam ?
    Mohon solusinya ustad.
    Terimakasih …
    Wassalamualaikum .

    Reply
    • Ridwan pkh

      Pernikakahan seorang perempuan dianggap tidak sah ketika yang menjadi walinya bukan ayah kandungnya. Selain tidak sah, perbuatan tersebut juga merupakan akhlak tercela karena tidak mendapat ridha dari orang tua. Bukalah kembali dialog dengan orang tua agar keinginan anda bisa tercapai. jika mengalami jalan buntu, anda bisa melaporkan ayah anda ke KUA atas tindakan orang tua anda. Petugas KUA akan memanggil ayah anda untuk mengetahui alasan orang tua anda. jika petugas mengganggap alasan orang tua anda tepat, maka sebaiknya anda mematuhi perintah dan kemamuan beliau. Namun jika petugas menggagap alasan ayah anda tidak tepat, maka pemerintah bisa memaksa ayah anda untuk menjadi wali bagi anda sesuai dengan calon suami pilihan anda. Penilaian petugas tetntu sesuai dengan kaidah fiqh dn maslahat bagi kedua belah pihak.
      Wallahu a’lam

      Reply
  103. Fadhil

    Assalamualaikum
    Riba itu apa aj sih?? di wilayah saya saat ini rame orang ikut bisnis yg bernama MMM yg sistemnya kita mengirim ke orang uang dlu biasa si sebut PH setelah sebulan uang kita deikembalikan dengan bonus 30%. dan jika kita mengajak orang tuk jdi anggota kalau dia PH kita dapat 10% dari setiap dia PH. apakah Hukum bisnis ini termasuk Riba???

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Setelah mempelajari sistem MMM, dapat dipastikan bahwa MMM merupakan MONEY GAME. Prinsipnya, selama uang masuk lebih besar dari penarikan, maka PERMAINAN ini akan terus eksis. Money game mengandung GHARAR (tipuan) dan mudharat. Penetapan 30% juga bisa dikatagorikan Riba’. Kenapa ? karena disana ada syarat: jika membantu maka akan dibantu 30%. Prinsip ini jelas riba’ sebab memberi bantuan dengan penghrapan dan penentuan kadar lebih (ziyadah). Bahasanya cuma diubah saja kok, jika anda memberi pinjaman, maka anda akan mendapat lebih (ziyadah) 30 %. Jelas sekali ini adalah riba Riba’.
      Sinkatnya :
      1. Haram karena money game.
      2. Haram karena ada unsur Riba’
      3. Tidak sejalan dengan ruh islam. Mebantu dengan harapan dibantu. Ikhlasnya mana ?
      Wallahu a’lam.

      Reply
  104. Yuswanto

    Assalamualaikum
    Ustadz apa hukumnya jika kita menangis didekat makam keluarga atau sodara yg sedang kita ziarahi ? Apakah si mayat akan sedih dan disiksa ? Wasalam..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Jika menangis haru (sekedarnya) karena teringat kebaikan almarhum tidaklah mengapa. Yang dilarang adalah niyahah (meratap dengan berlebih-lebihan)
      Wallahu a’lam…

      Reply
  105. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    maaf bertanya kembali, jika ada orang tua yang masih sanggup untuk puasa namun tetap membayar fidyah, apakah boleh hukumnya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Fidyah hanya dibolehkan bagi yang tidak mampu berpuasa. Jika masih mampu, maka tidakdiperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  106. puji

    asalamualaikum..
    nb. Pak ustad di rumah itu memang pekerjaan saya bersih”dan membuangi barang bekas sayakan pembantu di situ..makasih pak ustad sebelumnya..Wasalamualaikum..

    Reply
  107. puji

    Asalamualaikum wr.wb..
    Pak ustad dulu saya pernah bekerja di luar negeri.Dengan sengaja saya dulu pernah mengambil barang(tas,korset,bju semua barang bekas dan memang tersimpan bersama semua barang yg tidak pernah di pakai lagi di rumah majikan(barang itu ada dlm tempat barang”yang lama tidak terpakai/semacam gudang).setelah hampir 5thnan ini saya kadang teringat kejadian itu,,saya menyesal kenapa tidak bertanya dulu pada majikan.yang mau saya tanyakan apakah saya termasuk mencuri pak ustad,jika ia saya sekarang harus bagaimana,fkiran ini membuat saya kawatir…
    trima ksih untuk jwabanya.Wasalm…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ukhti puji !
      Yang anda lakukan termasuk katagori mencuri. Sebaiknya anda mengembalikan barang-barang tersebut dan minta maaf. Jika sulit untuk menemui langsung, anda bisa menghubunginya dengan berbagai cara, apakah telepon, email dll. Jika mereka memaafkan dan mengikhlaskan terhadap apa yang anda telah lakukan, maka anda terbebas, tapi anda tetap berdosa kepada Allah. Segeralah bertaubat dan mohon maaf kepada majikan anda.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  108. Fahri Rizka

    Ass….
    Pak ustad saya ingin bertanya apakah boleh jika uang fidyah dberikan kepada ortu atau mertua??

    Reply
    • Ridwan pkh

      wW alaikumus salam wr wb.

      Pemberian fidyah sudah diatur dalam syariah yaitu diberikan kepada orang miskin. Lantas bagaimana jika orang tua kita miskin, apakah boleh berzakat atau fidyah kepada mereka ? jawabnya adalah tidak boleh, karena orang tua kita adalah tanggungan anaknya yang mampu. zakat atau fidyah tidak boleh diberikan kepada orang yang berada dalam tanggungannya.

      Bagaimana dengan mertua ?
      Mertua bukan termasuk tanggungan nafkah. jadi, bila mertua dalam keadaan miskin, maka boleh kita memberikan fidyah kepadanya atau berzakat kepadanya

      Reply
  109. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    maaf saya ingin bertanya kembali, apabila dua remaja yang belum menikah sedang bermesraan pada saat puasa, batalkah puasa mereka? dan apakah mereka dikenakan denda puasa di bulan yang lain?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ivan !
      Puasa bukan hanya menahan dari dari perfkara yang dapat membatalkan puasa. Puasa juga menahan diri dari perkara-perkara yang dapat membatalkan PAHALA PUASA. Berapa banya orang yang tidak batal puasanya secara syar’i namun BATAL PAHALA PUASANYA.
      Diantara perkara yang dapat membatalkan puasa adalah Jima’ (berhubungan suami istri), dan Istimna’ (mengeluarkan sperma dengan sengaja).
      Jika seorang melakukan sesuatu yang menjurus pada perilaku di atas, tentu bisa saja membatalkan PAHALA PUASA, terlebih hal itu dilakukan oleh yang bukan suami istri.
      Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  110. Resa Parera

    Asalamualaikum
    Mf pak ustad saya mau nanya lagi,begini saya kan baca di setiap artikel dan buku tentang doa norbuwat yg khasiatnya bnyak sekali,tapi bacaan dan tata caranya beda2 dari setiap sumber,nah yg saya ingin tanyakan doa norbuwat dn tatacara nya yg benarnya itu bagaimana?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, akhi Resa !
      Pada dasarnya, diperbolehkan bagi seseorang untuk membaca do’a selama isi atau redaksi do’a tersebut baik. Sepengetahuan kami, redaksi dari do’a nurbuwat bukanlah bersumber dari Nabi Muhammad SAW atau dengan kata lain bahwa do’a tersebut bukan hadits. Walaupun demikian (bukan hadits) tetap saja diperbolehkan membaca do’a tesebut.
      Mengenai fadhilat atau keistimewaan do’a ini juga bukan bersumber dari hadits.
      Jadi kesimpulannya, silakan saja mengamalkan do’a ini tapi jangan diyakini bahwa do’a ini berasal dari Rasulullah SAW dan jangan pula diyakini bahwa fadhilat atau kasiat dari do’a ini juga berasal dari hadits.
      Fadhilat dari doa apa saja yang tidak bersumber dari Rasulullah SAW (bukan hadits) tidak dapat dijamin kebenarannya. Kalau pun misalnya ada soerang yang mengamalkan do’a ini untuk suatui hal dan kebetulan tercapai hajatnya, maka hal tersebut hanya berlaku untuknya. Hal demikian tidak bisa dijadikan sebagai patokan umum.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  111. Yuswanto

    Assalamualaikum wr.wb
    Mau tanya ustadz, saya pernaha baca hadits yg mengatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan masuk ke dalam rumah yg didalamnya ada anjing, patung, dan gambar. Nah bagaimana dengan foto keluarga atau boneka ?
    Trimakasih, wasalammuaalaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat tentang makna gambar dalam hadits tersebut. Sebagian ada yang mengharamkannya secara mutlak, sebagian lagi ada yang membolehkannya dengan syarat dan sebagian lagi ada yang menghalalkannya secara mutlak. Para ulama pertengahan, ( yang berpendapat tengah-tengah antara hukum keduanya) membolehkan foto. Mereka berpendapat bahwa foto bukanlah gambar lukisan, melainkan gambar bayangan yang diproyeksikan pada suatui media. Ulama pertengahan ini pun membolehkan gambar yang ada di rumah dengan syarat bahwa gambar tersebut bukanlah gambar yang dilarang, misalnya gambar para dewa, gambar para nabi, yesus, gambar tak senonoh dsb.
      Para ulama pertengahan juga tidak mengharamkan boneka. Mereka mengharamkan patung yang memenuhi kriteriua keharaman. Adapun benda-benda yang mirip patung, tetapi tidak sampai memenuhi kriteria patung yang telah ditetapkan, maka hukumnya tidak diharamkan.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  112. Siti Nur Riyadzoh

    Assalamu’alaikum ustadz. saya ingin bertanya jika suami selalu curiga dan menghina istri dan itu hampir setiap hari,dan menuduh yang tidak istri lakukan. Dan istri kalo menjawab tidak sesuai yg di inginkan suami sudah menggunakan tangan untuk menghadapi istri. itu bagaimana ustadz,kalo istri sudah tidak sanggup apa boleh menggugat cerai suami,tapi yang saya takutkan ustadz suami juga pernah mengancam kalo sampai bercerai dengan istri dia akan membunuh istri agar dia puas,

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, bu siti. Rumah tangga ibu sedang diuji oleh Allah SWT. Sebagai istri yang baik, tentu ibu harus membuktikan dan meyakinkan bahwa ibu tidaklah seperti yang dituduhkan. Janganlah terburu-buru menggugat cerai. Kami yakin masih banyak jalan yang ditempuh untuk mempertahankan rumah tangga. Jika kita tidak bisa mnegatasi sendiri, maka mintalah bantuan orang lain yang dituakan atau dihormati oleh kedua belah pihak (istri maupun suami) agar bisa memberi nasihat. Berdoalah kepada Allah agar suami anda diberikan petunjuk. Cerai hanya terjadi jika keadaan saat memaksa.
      Kami mendoakan semoga Allah SWT membuka hati suami ibu, amin.

      Reply
  113. Endah

    Assalamu’alaikum r.Wb, saya menunggu jawaban atas pertanyaan saya mengenai shalat-shalat sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, maaf ukhti endah, pertanyyaannya mohon lebih spesifik. Shalat sunnah banyak sekali, kira-kira yang ditanyakan shalat sunnah yang mana ya ? apakah sunnah rawatib, qiyamul lail dsb?

      Reply
      • Endah

        Assalamu’alaiku…
        Mengenai pertanyaan saya mengenai shalat-shalat sunnah, maksud saya, tentang shalat Hajat, shalat Tasbih, apakah Rasulullah mengajarkan itu?terimakasih.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam, ukhti Endah..
          Mengenai shalat tasbih, sebagian ulama menganggap bahwa shalat tersebut tidak disyari’atkan karena mereka menilai hadits yang dijadikan dasar hukumnya dhaif (lemah). Tapi banyak juga dari kalangan ulama salaf yang menilai bahwa derajat hadits yang dijadikan dasar hukum shalat tasbih adalah hasan bahkan shahih. Berdasarkan permasalahan di atas, maka hukum shalat tasbih minimal boleh.
          Adapun shalat hajat, para ulama sepakat bahwa shalat tersebut memang disyari’atkan (dianjurkan) bagi siapa saja yang mempunyai hajat agar dikabulkan oleh Allah.
          Catatan : Shalat hajat hanya dibolehkan selama hajat (keperluan yang diinginkan) tidak melanggar syara’.
          Wallahu a’lam.

          Reply
  114. yati

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya ingin bertanya,Bagaimana cara membayar hutang dimana orang dan alamatnya tidak saya ketahui lagi karena pindah dan tidak tahu dimana sekarang. Apa bisa pembayaran hutang tsb saya berikan/sedekahkan ke orang lain (saya pernah liat orang tua/nenek2 berjualan kripik di pingir toko) rencananya akan saya berikan uang pembayaran hutang tsb ke nenek2 tsb dgn niat untuk bayar hutang.Mohon penjelasannya mumpung masih bulan puasa akan bermanfaat bagi nenek tsb terimakasih. Wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, yati.
      Hutang hanya bisa dilunasi kepada siapa kita berhutang. Jika sampai saat ini anda belum bertemu dengan orang tersebut, maka anda harus menunggu beliau sampai bertemu di waktu yang lain. Berikhtiarlah dan berdo’a kepada Allah agar anda bisa melunasi hutang dan bertemu dengan yang bersangkutan.

      Reply
  115. yudhi

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu’ alaikum wr.wb.
    Saya ingin bertanya
    apakah orang yang tertipu dalam jual beli akan diganti kerugiannya oleh allah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bisa saja Allah SWT mengganti kerugian tersebut jika kita ikhlas dan menyadari bahwa kita sedang tertimpa musibah. Namun, segala sesuatu ada hikmahnya. Artinya, jangan sampai kita tertipu untuk kesekian kalinya karena kelalaian kita. Di dalam satu hadits Rasulullah SAW memperingatkan bahwa seorang mu’min janganlah terperosok ke dalam lubang yang sama.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  116. Resa Parera

    Asalamualaikum ustadz
    Saya mau nanya ,,saya kan pernah di sakiti seorang cowok sampe2 dia juga nyakitin orangtua ku,tapi disisi lain aku masih sayang sama dia,saya sudah memafkan dia,cuma saya gk bisa lupain dia,mkannya semua socmed saya hapus semuanya jdi gk bisa komunikasi sma dia,apa itu termasukk memutuskan silaturahmi? Tapi saya lakukan itu cuma pngen lupain dia,dn spya sya gk skit hati lgi..apa itu salah pa ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ukhti resa.
      Jika yang anda lakukan adalah sebatas untuk menghindari komunikasi sementara itu boleh saja, tapi tetap kurang baik. Tapi jika suatu saat anda bertemu dan ia bertegur sapa, maka balaslah sapaanya sekedar untuk menyatakan bahwa anda tidak memutuskan silaturahim.

      Reply
  117. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    saya ingin bertanya, apabila seorang hamba lupa untuk membayar zakat fitrah sampai akhir bulan ramadhan, apakah dosa bagi dirinya? atas responnya saya ucapkan terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa laikumus salam, akhi ivan.
      JIka lupanya disebabkan karena menunda-nuda tanpa alasan, maka berdosa. Lupa yang demikian terjadi karena faktor kelalaian.

      Reply
  118. junaedi abdillah

    Assalama’likum Ustad, saya mencari-cari kolom bertanya tidak ketemu makanya saya memberanikan diri masuk ke kolom komen. Saya ingin mencari bacaan sholat dan bacaan dzikir yang sesuai hadis soalnya banyak sekali versi yang saya temukan. Saya coba cari divideo juga tidak ada. Mohon ustad bisa membantu. Terima kasih sebelumnya. Wassalamua’laikum.

    Junaedi di depok

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, pak Junaedi.
      Team kami saat ini sedang dalam proses penyusunan APLIKASI FIQH IBADAH. Mohon do’a dari kawan-kawan agar proses tersebut segera selesai dan dapat bermanfaat untuk ummat, amin.

      Reply
  119. suriani

    Ass Wr Wb
    saya berniat apabila dapat uang pesangon pensiun mau mengajak anak2 umroh bersama (jumlah anak 4 org) sy mau nanya klu gak jadi umroh tp uang untuk umroh di gunakan utk byr uang muka haji atas nama anak2 apa boleh.
    Wassalam mama anak2

    Reply
  120. Abu bakrin

    Assalamualaikum Ustadz,

    Saya sudah menikah 4 tahun, selama saya menjalani kehidupan bersama istri saya, saya tidak pernah mendapat ketenangan, saya selalu mencium gelagat tidak baik dari diri istri saya, walaupun saya tidak bisa membuktikannya, inilah yang membuat saya tidak tenang, banyak ustadz yang menyarankan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, tetapi semakin mempertajam keyakinan saya untuk menceraikan istri saya.

    Pertanyaan saya Ustadz, apakah boleh menceraikan seorang istri karena tidak ada ketenangan dalam hidupnya ?

    Terima kasih

    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, pak Abu Bakrin !

      Perceraian adalah suatu yang boleh tapi paling dibenci oleh Allah. Dalam kondisi anda sekarang ini, cerai boleh saja tapi makruh (dibenci oleh Allah). Perceraian adalah jalan terakhir jika memang sudah tidak ditemukan lagi sakinah (ketentraman), mawaddah (cinta kasih) dan rahmah ( kasih sayang).
      Saran kami, sebaiknya ikhtiyarkan dulu untuk mencapai sakinah, mawaddah wa rahmah secara maksimal sebelum anda memutuskan talaq (cerai).
      Semoga Allah SWT memberikan jalan yang terbaik, amin…

      Reply
  121. Hilwan Ridlwan

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya ingin bertanya, Apakah harus memasukan air ke dalam telinga dan menghirup air ke hidung ketika mandi wajib dan sedang berpuasa? Dan apakah puasanya tidak batal? Terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam.

      Hal tersebut tidak membatalkan puasa. Puasa menjadi batal masuk sampai ke tenggorokan (menurut jumhur ulama)

      Reply
  122. ade saputra

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya mau tanya, penghasilan saya 5 juta/bulan kira2 pertahunnya ditabungan saya 20 jutaan… berapa zakat mall yang harus saya keluarkan ya ustadz…
    Terima kasih…

    Reply
    • Ridwan pkh

      zakat mal dikeluarkan jika harta sudah mencapai nishab dan haul ( satu tahun)
      nishab (batas minimal wajib zakat ) mal (harta ) setara dengan harga emas murni 85 gram.
      Jika harga 1 gram emas murni saat ini adalah Rp. 500.000, maka nishabnya setara dengan Rp. 500.00 x 85 = Rp. 42.500.000.

      Jika harta anda selama satu tahun ( haul) tidak mencapai nishab, maka anda tidak wajib zakat mal.
      Namun perlu diingat, walaupun harta anda belum mencapai nishab, anda tetap bisa bersedekah atau infaq untuk memperoleh keberkahan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Wallahu A’lam

      Reply
  123. romi andrea

    Ass,ustad..
    Saya sahur jam 4.15, sementara imsak jam 4.30, smntara saya belum mandi wajib, tapi saya mandi wajib saat sebelum saya sholat subuh jam 4.45. Apakah puasa saya sah atau tidak ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam.
      Puasa anda tetap sah.
      Disunnahkan untuk memulai puasa dalam keadaan suci, artinya mandi junub setelah masuk waktu subuh bukanlah hal yang menyebabkan batalnya puasa

      Reply
  124. zaenal mukmin

    Assalamualaikum Ustadz..
    mungkin ini pertanyaan yg selalu ingin saya ketahui dan menjadi benak” dalam keseharian saya .
    saya udah pernah ber setubuh berkali” dengan pacar saya , namun belum sah secara pandangan islam . ya saya tau itu dosa terbesar saya , apa boleh buat tad ini saya udah lakukan . tpi yg jadi pertanyaan saya .
    saya kan udah bersetubuh dengan pacar saya , tpi saya akan ber tanggung jawab sampe menikahi nya dan akan ninggalin dia ? apa hukum pandangan islam tenttang kasus saya ini .
    tolong pencerahan nya , terima kasih .
    wasalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      walaikumus salam wr wb.

      Pezina harus menikah dengan orang yang dizina-nya. Sudah menjadi kewajiban anda untuk bertanggung jawab dan menikahinya.

      Reply
  125. vini rizky

    Assalaamualaikum. Saya ingin bertanya ustad,,apa hukumnya jika seorang lelaki memberikan perhatian (sering telp/sms) terhadap seorang perempuan (janda) yg bukan mahramnya?? Dan si lelaki ini masih memiliki istri..mohon dijawab.. Trims…

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Hal ini tetntu bisa menimbulkan fitnah bagi kedua belah pihak. Sebaiknya hindarilah hal demikian agar peluang syaithan untuk menggoda bisa tertutup. Sebagai seorang muslim yang baik, menghindari fitnah adalah sebuah kepatutan.

      Reply
  126. april

    Assalamualaikum Ustadz
    Sy Mau Tnya, Ttg Haid
    Sy Mngalami Haid Yg Kurang Teratur Beberapa Bulan Ini Sehingga Menggangu Sy Dlm Mlaksanakn Ibadah Sholat dan Puasa Dibulan Ramadhan Ini
    Sy Punya siklus haid lebih Dari 14 Hari antara 20 Hari smpai 25 Hari Setlah Itu Berhenti Menstruasi Slama 5 Hari dan Sy Haid Kmbali Shinga Jumlah hari Sy Dalm Sebulan Utk Ibdah Hnya Beberapa Hari Saja
    Menurut Ustadz Bagaimana Solusix?
    Apakah Sy Terus Utk Tidak Sholat dan Puasa Selama Sy Haid?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.
      Menurut jumhur ulama, darah yang keluar melebihi 15 hari adalah darah istahadhah (bukan darah haid). Artinya ibu tetap wajib shalat dan puasa ramadhan selama istihadhah.

      Adapun bagi wanita yang memang haidnya sejak pertama sampai saat ini melebihi 15 hari, maka hal ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada para fakar Fiqh. Wallahu a’lam

      Reply
  127. Ferro Mustika

    Assalamualaikum Ustadz,

    Saya sebelumnya ingin bertanya, apakah ada perbedaan antara kata “silaturahmi” dan “silaturahim”. Istilah berikut sering muncul saat Idul Fitri. Mohon penjelasannya ustadz.

    Assalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      secara makna tidak ada ada perbedaan. Yang paling tepat dalam tata bahasanya adalah silaturahim (hubungan kasih sayang)

      Reply
  128. budi

    Mf pa, sy mau tanya , sy ini bukan orang yg terdidik dari kecil islam, karna keluarga sy bukan muslim, dan sy hidup tidak ada yg membimbing dlm agama, ortu sy cerai, dan sy banyak melakukan hal dilarang agama ketika dahulu, tapi sampai saat ini kehidupan saya tak menentu, sya ingin kembali ke Jalan agama, tapi dosa & kesalahan sy begitu banyak, apakah Allah swt akan mengampuni sy & menghapus dosa dosa sy, krna begitu banyak kesalahan & dosa yg sy lakukan ketika dahulu, mohon bimbingan pa, terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah SWT adalah maha pengampun dan maha Penyayang. Allah SWT mengampuni dosa-dosa sang hamba apabila betaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha). taubat harus diiringi dengan nadam (penyesalan yang sungguh-sungguh dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa).Setelah Taubat dan nadam dijalankan, tumbuhkanlah rasa optimisme yang kuat bahwa rahmat Allah akan diberikan kepada kita.

      Reply
  129. Endah

    Ass. Wr. Wb
    Bagaimana hukumnya menziarahi kubur kedua orang tua yg telah meninggal dunia. Jazakillah… Wass.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wassalam alaikum wr wb.

      Ziarah kubur hukumnya boleh bahkan sunnah. Sunnah jika ziarah kubur dilakukan dengan benar tanpa ada hal kesyirikan dan bertujuan untuk mengingatkan kita akan kematian, terlebih adalah kubur orang tua kita. engan menziarahi kubur orang tua, kota akan terkenang bagaiman hebatnya perjuangan orang tua terhadap kita.

      Reply
  130. puji

    Assalamualaikum ustad…
    saya mau tanya bgamana caranya agar saya bisa di terima dlm bermasyarakt tanpa hrus mempergunjingkan org lain.krn 3th dlm lingkungan ini saya merasa kurang di terima krn tidak menyenangkan bgi mereka klau di ajak berbicara.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Tunjukanlah akhlak yang baik kepada mereka karena kita adalah hamba Allah yang beriman. Jika dengan akhlak yang baik anda masih juga belum bisa diterima, maka bersabarlah dan berdo’a agar Allah SWT membuka hati mereka untuk menerima anda sebagai bagian dari masyarakat yang harus dipenuhi haknya.

      Reply
  131. cucun

    Asalamualaikum Pa Ustadz
    Perkenalkan nama saya Cucun,Usia 31 th
    Saya ingin bertanya seputar kehidupan rumah tangga saya pa,Langsung aja ya Pa…..
    Saya sudah berumah tangga yang ke 2x,dulu saya berpisah karena kesalahan saya sendiri sebab saya selingkuh, saya selingkuh karena saya merasa tidak nyaman karena istri saya yang dulu berubah setelah dia kerja dan penghasilannya lebih dari saya, dan sampai akhirnya kami berpisah, kemudian saya menikah lagi dengan seorang gadis sampai sekarang, masalah yang timbul sekarang adalah antara istri sya dengan orang tua saya,karena kami tinggal ber empat saya, istri anak dan bapa saya yg usianya kurang lebih 84 thn. awala masalahnya yaitu karena bapa saya yang jorok dan istri saya yang kurang bisa nerima kelakuan bapa saya, sampai pada suatu malam istri dan bapa saya bertengkar hebat dari masalah bapa saya yang jorok tadi,di sisi lain meskipun jorok itu bapa saya sendiri tp di sisi lainya dia istri saya yang kalau melihat kesalahan, salah di bapa saya karena sudah di kasih tahu tapi masih tetap suka jorok,terus, nah dari masalah itu saya di hadapkan dengan 2 pilihan yaitu bapa saya atau istri saya,,,,,,,dalam hati sya saya memilih bapa saya karna walau bagaimanapun ga ada yang namanya bekas bapa lain lagi dengan istri ada istilah mantan istri,tapi di balik itu sya ga kepikiran kalau rumah tangga saya harus kandas lagi,yang saya pikirkan adalah anak. Dari pernikahan pertama pun saya punya anak dan sampai sekarang saya merasa berdosa terus karena membuat anak saya menderita karena ga bisa mendapat kasih sayang dari org tua nya seperti yang lain karena kami telah berpisah, saya ga kepikiran kalau anak yang dari pernikahan sekarang harus ngalamin seperti kakanya koban broken home
    Yang ingi saya tanyakan , apa yang harus saya lakukan sedangkan istri dan orang tua saya sama sama keras kepala,,,,,
    Itu saja pertanyaan saya pa Ustad, saya sangat berharap mendapatkan jawaban dari pa Ustad karena sampai saat ini saya masih belum bisa menentukan pilihan dan apa yang harus saya perbuat
    Munhgkin itu saja pertanyaan saya, saya tunggu jawabanya kalau bisa ke alamat emai saya pa,Terimakasih banyak Pa Ustad,Wasalamualaikum wr wb

    Reply
  132. Andhika

    Assalamu’alaikum ustadz..bagaimana hukumnya menginfakkan atau menyedekahkan harta kita yang berasal dari penghasilan yang haram (misal :perjudian) tetapi sebelumnya saya tidak tahu kalau yang saya lakukan itu ternyata termasuk berjudi,saya khilaf..dan harta tersebut jika diinfak/disedekahkan apakah tetap menjadi haram? jika iya, apa yang harus saya lakukan dengan harta tersebut.. mohon pendapat dan arahan dari ustadz.. sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih..
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum..

      Bersedekah harus dengan harta yang halal. Untuk menghindari kemubadziran, sebaiknya uang tersebut di alokasikan untuk hal yang tidak bersifat konsuntif (dimakan oleh penerima). uang tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan jalan, renovasi sarana umum dll. Ingat : Hal ini hanya bertujuan menghindari kemubadziran karena sudah terlanjur,. tapi tidak dapat difahami bahwa boleh menyumbang untuk perbaikan sarana umum dengan cara berjudi, mencuri dan lain-lain.
      Catatan penting : haram menyumabng untuk masjid dari hasil judi atau perbuatan haram lainnya tanpa kecuali, sekalipun bertujuan menghindari kemubadziran !
      Wallahu a’lam

      Reply
  133. Eni Susanti

    Assalamualaikum ustadz,. Semoga Ustadz berkenan menjawab pertanyaan dari saya yg lagi gundah. Begini Ustadz, saya ingin menikah dengan pasangan saya, tetapi keluarga melarangnya karena faktor jarak, saya anak tunggal. kluarga saya keras sekali tdk mau mendengar saya, dan mereka punya jodoh untuk saya. tapi hati saya menolaknya. yg menjadi pertanyaan durhakakah saya apabila menentang orang tua, karena saya yakin dengan pilihan saya, dia bisa menjadi imam yg baik untuk kluarga saya ? saya sudah beristikharoh dan mendapat petunjuk dari Allah S.W.T. tetapi kluarga tetap keras, bahkan mereka bilang kalo saya tetap dengan pilihanya, mereka tdk akan mengganggap saya kluarga lg ! trima kasih Ustadz,.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Pernikakahan seorang perempuan dianggap tidak sah ketika yang menjadi walinya bukan ayah kandungnya. Selain tidak sah, perbuatan tersebut juga merupakan akhlak tercela karena tidak mendapat ridha dari orang tua. Bukalah kembali dialog dengan orang tua agar keinginan anda bisa tercapai. jika mengalami jalan buntu, anda bisa melaporkan ayah anda ke KUA atas tindakan orang tua anda. Petugas KUA akan memanggil ayah anda untuk mengetahui alasan orang tua anda. jika petugas mengganggap alasan orang tua anda tepat, maka sebaiknya anda mematuhi perintah dan kemamuan beliau. Namun jika petugas menggagap alasan ayah anda tidak tepat, maka pemerintah bisa memaksa ayah anda untuk menjadi wali bagi anda sesuai dengan calon suami pilihan anda. Penilaian petugas tetntu sesuai dengan kaidah fiqh dn maslahat bagi kedua belah pihak. Wallahu a’lam

      Reply
  134. Arie

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelasan mengenai masalah berikut :

    1. Ada kondisi dmana seorang ayah yang tadinya sehat kemudian tiba – tiba sakit keras contoh serangan jantung, pada saat itu ada nenek (ibu dari ayah) dan ada anak si ayah yang juga merupakan dokter. Kedua nya berselisih faham mengenai apa yang harus dilakukan. Si nenek mengatakan tidak usah dilakukan upaya apa2 lagi.. cukup kita ajarkan kalimat Laa illahaillallah.. sementara si anak berusaha untuk memberikan pertolongan medis sebisa mungkin.. Sebenarnya mana yang lebih baik ?

    2. Terjadi perselisihan letak makam, dimana ibu dari almarhum ingin jenazah dikuburkan di suatu tempat sementara istri dari almarhum ingin jenazah dikuburkan di tempat yang lain.. Sebenarnya siapa yang lebih berhak,. ? ibu atau istri atau anak2 almarhum dalam hal ini ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..

      1. Jika masih ada harapan sembuh, maka pertolongan didahulukan. tetapi jika harapan sembuh semakin tipis dan ajal semakin dekat maka talqin lebih utama.

      2. Jika sang suami pernah berwasiat ingin dikuburkan di suatu tempat, sebaiknya dahulukan wasiat. tetapi jika tidak ada wasiat, istri lebih berhak menentukan. hal ini diqiyaskan bahwa istri atau suami lebih berhak memandikan pasangannya, menguburkannya dan juga menshalatkannya. Wallahu a’lam

      Reply
  135. Anonymous

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Tanpa bermaksud mengurangi rasa syukur kepada Allah swt, mengapa rezeki berupa materi agak terasa lambat kami rasakan, kami sekeluarga selalu berusaha menjalankan kewajiban kami sebagai hambaNya secara konsisten dari fardhu hingga sunnah bahkan sholat taubat. Sekali lagi tanpa mengurangi rasa syukur kami terhadap seluruh pemberian dari Allah SWT. Saya ingin tanykan apakah ini ujian atau cobaan atau kesulitan yg dikalungkan kepada kami karena dosa” kami dimasa lalu ? Namun demikian kami selalu Khuznudzon terhadap apa yang kami terima
    Mohon penjelasannya dari ustadz
    Jazakalloh sebelumnya ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah menguji kita dengan beberapa hal yaitu :
      1. Rasa takut dan khawatir
      2. lapar
      3. Kurang harta
      4. Meninggalnya kerabat atau juga sakit
      5. Musim paceklik

      Allah menguji hamba karena cintanya. setelah ujian terlewati dengan baik maka keberkahan, rahmat dan hidayah akan kita dapatkan.
      Lihat Surat Al Baqarah ayat 155 – 157. Wallahu a’lam

      Reply
  136. redi

    Assalamualaikum ustad.. saya mau nanya..saya bekerja di rumah sakit bag farmasi..kebetulan kepala ruangan saya seorang yg berbeda keyakinan .. kalau ada keuntungan juga jarang dibagikan kepada pegawai(kata pegawai senior wallahuallam) ..sehingga pegawai yg sudah lama memakai cara untukbmendapatkan uang tambahan .. mereka menjual obat dengan harga yg tidak sebenarnya…contoh harga 35rb..dijual50rb..yg 15rbnya disakuin ? Hukumnya gimana ustad…
    2.apakah ada shalat tahajud dibulan ramadhan.?atau cukup dengan tarawih ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..

      1. Tindakan tersebut sama dengan kecurangan karena tidak jujur. setip kecurangan adalah dosa.
      2. orang yang sudah tarawih dibolehkan untuk tahajjud pada malam harinya.

      Reply
  137. Leny Erlinda

    Assalamualaikum Ustadz, bagaimana hukumnya /tuntunanya bagi wanita sholat berjamaah di masjid. Wasalamualaikum w.w

    Reply
    • Ridwan pkh

      Shalat berjamaah bagi wanita di mesjid sudah ada sejak zaman rasulullah SAW. Namun, seorang wanita hendaklah menjaga adab dan etika agar tidak timbul fitnah. Wanita hendaknya tidak memakai perhiasan mencolok, berdandan yang berlebihan apalagi memakai wewangian yang berlebihan. Di samping itu wanita hendaknya menepati shaff paling belakang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  138. Fajri

    Assalamualaikum.
    saya mau bertanya, saudara saya sebentar lagi mempunyai calon buah hati dan bingung soal nama untuk si kecil.
    Bolehkah jika kita sebagai orang muslim memberikan nama anak dengan nama Abraham yang mana kebanyakan umat Nasrani dan Yahudi menyebut Ibrahim dengan sebutan Abraham.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…

      Sebaiknya menamakan anak dengan nama yang baik dan mengandung makna yang positif dan islami. Nama Ibrahim lebih baik dari pada abraham.

      Reply
  139. Syahrizal Hafid

    Assalamualaikum Ustadz, begini pak ustadz saya punya seorang ibu yang keras kepala sekali, tidak pernah bersyukur, dan jarang sholat, ibu saya itu orang nya selalu meng olok olokkan ayah saya, dengan kata” yang sangat tidak pantas, hampir setiap hari ibuk saya marah maraahhh terus, saya sebagai anak merasa kasihan sma ayah, ayah ndak pernah mbantah sma ibuk, saya di rumah pun juga “sumpek” mendengar ibuk yang kasar sekali, sayapun juga mesti di olok olok, di caci maki, saya bingung pak, gimana caranya supaya ibu yg keras kepala seperti ibu saya bisa mereda, ibu saya juga tidak bisa di bilangi pake omongan, percumaa, malah bisa bisa marah kalo di bilangi, gimana pak ?
    ayah jadi sakit sakit an
    Terimakasih, wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam…

      Jika dengan pendekatan personal masih belum maksimal, hendaknya anda berdo’a agar Allah SWT memberi petunjuk kepada ibu anda. Ingatlah bahwa Allah sangat Kuasa untuk membolak balikan hati manusia,

      Reply
  140. you654

    Assalamu’alaikum ustadz. mohon penjelasan beserta dalilnya. Apakah seseorang yang menderita gangguan jiwa boleh menikah (laki-laki ataupun perempuan)? Ohiya, gangguan jiwa di sini dalam pengertian dunia psikologis ustadz, bukan pemahaman orang awam (makan dari tong sampah, ngamuk2, dll.) Jika boleh, apakah syaratnya? terimakasih ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Nikah tetap sah, namun menjadi makruh karena dikhawatirkan akan menimbulkan masalah setelah berumah tangga. pembahasan ini masuk pada kriteria kufu’ (kesetaraan pasangan ) dalam pernikahan.
      salah satu dalil kufu’ diantaranya adalah :

      تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

      “Pilihlah (tempat) untuk mani kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (wanita) dengan orang-orang yang sepadan.” (ibnu majah)

      Reply
  141. Andik

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelsan dasar hukum malam nisfu sya’ban. Apa benar buku amalan ditutup pd bulan tersebut.Terima kasih

    Reply
  142. nuraini

    assalamualaikum ustadz,,,
    saya mohon ustadz memberikan jawaban.
    saya punya adik laki2 baru tamat SMA.. ketika malam hari saya sudah tidur…. dia ngetok2 pintu kamar… sampai saya terkejut dan marah2.. ternyata dia pinjam motor ,, saya kasih aja kunci motor dari fentilasi dengan cara melempar. setelah dia pergi saya kata2in dia “tak ada otaknya bangun2 kan org” setelah itu orang tua saya mrh2 karna saya ngomong kasar. bapak saya bilang jgn lah kek gitu… nanti jangan ada penyesalan kamu terhadap adik mu karna kamu sudah ngomong gtu… bpk aja orangtua nya gk pernah ngomong kasar…. jadi ketika pagi hari… adik saya nelfon…. dia bilang dia mw kerja, sebelumnya dia tdk ada kerja…. saya tanya,, dmn kerjanya?? nnti aku kasih tw… gitu jwb nya… trus dia sms saya lagi… dia bilang… kak aku dah sms mamak dan bapak kalo aku pamit nak pergi…. jadi saya udah sedih aja baca nya… dan saya berfikiran yang tdk2…..
    apakah kita tahu itu adalah akhir dari hidupnya???
    apakah itu sms tanda terakhirnya???
    tidak kan ustadz????
    apakah hanya firasat saya aja yang seperti itu?????
    mohon ustadz bls secepatnya dan beri saya ketenangan …

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hanya adik anda dan Allah saja yang tahu pasti jawabannya.
      Berdo’alah kepada Allah agar adik anda selalu mendapat perlindungannya. Aamiin…

      Reply
  143. arif

    assalamualaikum ustadz, saya maw tanya apa yg harus saya lakukan sebagai suami yg selalu di tindas oleh perkataan istri yg dimana pemicunya hanya masalah-masalah sepele, sebagai contoh : hanya karena saya tidak maw di suruh untuk membelikan pulsa tlp dan dengan alasan saya karena pekerjaan, istri langsung mengucapkan DASAR A** (kata binatang)
    dan persoalan-persoalan yg seperti ini sudah sering terucap sejak 2tahun ke belakang, ustadz apa yg seharusnya saya lakukan ???
    wassalam…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam berumah tangga tentu ada saja ujiannya. kalo tidak dari istri,bisa saja dari anak, mertua bahkan ipar. Sebagai kepala keluarga, anda wajib mendidik dan memberi nasihat dengan cara yang baik. Jika dengan nasihat masih belum efektif, sebaiknya dengan sikap yang menggambarkan ketidaksetujuan anda terhadap akhlak istri anda. jika masih belum bisa diharapkan, maka anda harus memberi sanksi yang wajar dan diperkenankan oleh syari’ah islamiyah. Jika masih belum bisa diharapkan, maka mintalah bantuan orang lain yang sekiranya disegani oleh istri saudara.

      Berusaha dengan sabar dan berdoa kepada Allah Agar Allah membuka hati istri saudara agar menjadi istri yang shalihah. Aamiin..

      Reply
  144. Agus

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelasannya, apakah ada hukum/tuntunannya qodho sholat wajib, kalau ada bagaimana caranya…?

    Jazakalloh sebelumnya ustadz.

    Reply
  145. Fazlullah

    Pak ustaz assalamualaikum ww, mau tanya masalah azan subuh, mana yg benar membaca assholatukhoirumminannaum, dibaca atau tidak waktu azan subuh, sebab ditengah2 masyarakat kita msh ada perbedaan ini, jd mohon solusi pak ustaz, wassalam…..

    Reply
  146. abdullah

    afwan ustad… adakah dalil atau anjuran untuk puasa rajab… saya melakukan tapi banyak yang bilang tidak ada dalilnya yang soheh..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Abdullah,,
      Memang tidak ada dalil shahih maupun hasan hadis tentang puasa di bulan Rajab. Tp kalo mau puasa sunnah ya silahkan di waktu kapanpun, di bulan apapun. Bisa liat video ttg hal tersebut dari Dr. Ahmad Lutfi Fathullah di video http://www.warungustad.com

      Reply
  147. Khoiru Mardiansyah

    assamu’alaikum wr.wb
    saya mau minta sarannya, begini, bpk
    ibu ku itu sering meninggalkan sholat 5
    waktu, terus saya sebagai anaknya,
    gimana ya caranya mengajak sholat
    tapi seolah-olah tidak menggurui orang
    tua saya. terimakasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  148. Afriza Harahap

    Assalamu’alaikum wr wb
    Pada tahun 2012 lalu, pernah meminta dan menerima hadiah (untuk pribadi) dari supplier terkait pembelian perangkat komputer di kantor saya dengan iming” kedepannya akan membeli dari toko tersebut jika mereka memberikan saya hadiah. Haramkah hukumnya hadiah tersebut ? kalau haram bagaimana cara mensucikannya ? apakah dengan membawa dan menjadikan benda tsb sebagai aset kantor sudah cukup untuk mensucikannya ?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Hal tersebut tidak halal, maka untuk mensucikannya bisa dikembalikan kepada suppliernya atau dikembalikan ke kantor mjd inventaris kantor. Karena bagaimanapun juga anda mendapatkan hadiah tersebut karena bekerja di kantor tersebut dan anda sudah digaji. Dan jgn lupa juga untuk beristighfar yang banyak untuk menghapus kesalahan kemarin2 itu, salam

      Reply
  149. Yuyuh Sukmana

    Assalamualaikum Wr.Wb….
    Pak Ustadz, apakah sebagai seorang istri bisa dikatakan berdosa apabila kurang berbakti kepada suami, apabila suami dalam status non-Muslim? Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Dalam islam wajib hukumnya untuk berbakti kepada suami, dan suaminyapun yang jelas beragama islam. Tidak ada kewajiban untuk berbakti kepada suami non muslim karena pada hakekatnya pernikahan tersebut tidak sah apabila suaminya non muslim dan istrinya islam. Yang boleh suaminya islam, istrinya non muslim,

      Reply
  150. hapis saputra

    Assalamualaikum WR.WB
    Pak ustadz saya mau nanya apakah hukum nya kalau kita dan pasangan berjanji akan menikah tetapi wanitanya mengingkari janji nya dan dia mau menikah degan pria lain apakah saya berdosa apakah ada hukuman buat yang mengingkari apa lagi sudah bersumpah atas nama ALLAH SWT dan ALLAH SWT lah yang menjadi saksi kami

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Hapis saputra
      Semoga Allah berikan gati jodoh yang lebih baik, dan lebih sholehah untuk anda. Dalam hal ini bukan permasalahan janji dan mengingkarinya, tetapi inti dari semuanya adalah kalian tidak berjodoh.
      Carilah yang lebih sholehah dan untuk itu, , carilah tempat bersosialisasi yang baik dan sholeh dan mohon petunjuk kepada Allah,
      Salam

      Reply
  151. Ahmad

    Assalamualaikum,,Pak ustad mau tanya,
    begini pak,saya penerima beasiswa salah satu PTN,ada masalah dulu ketika mengisi data pribadi. saya asal mengisi penghasilan orang tua tanpa pikir panjang karena saat itu memang sedang ada masalah, setelah sya dinyatakan lolos,,tak pikir ulang ternya saya memasukan data penghasilan orang tua lebih sedikit dari yang sebenarnya,sya sudah konfirmasi kpada pengurus beasiswanya,tapi mereka malah bilang,”jika kamu merasa bisa membiayai kuliah sendiri ya kamu putus beasiswanya,tapi jika tidak mampu ya anggap saja anugrah Allah SWT”,gimana solusinya pak ustad,mengingat saya memang sangat membutuhkan beasiswa tersebut?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak ahmad
      Sebagai pelajaran, , untuk selanjutnya ketika nanti mengisi form lagi, mohon tuliskan saja apa adanya dan menulisnya dgn cermat. Untuk hal beasiswanya karena anda memang membutuhkan hal tersebut dan akhirnya memang Allah lancarkan maka itu adalah rezeki untuk anda.
      Salam

      Reply
  152. Anonymous

    Asslmlkm Tolong dijelaskan tentang puasa Rajab & Sa’ban, saya melaksanakan puasa sa’ban tp akhir” ini banyak sekali org” mengatakan hadits nya dhaif, saya kesal ko masalah hadits dhaif terus mematahkan ibadah org, tolong ust jelaskan syukron

    Reply
  153. S. Sanjaya

    Asslmlkm Tolong dijelaskan tentang puasa Rajab & Sa’ban, saya melaksanakan puasa sa’ban tp akhir” ini banyak sekali org” mengatakan hadits nya dhaif, saya kesal ko masalah hadits dhaif terus mematahkan ibadah org, tolong ust jelaskan syukron

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam.. silahkan simak video di link ini:”http://warungustad.com/hadis-hadis-mengenai-ibadah-dan-keutamaan-bulan-rajab

      Reply
  154. Sabrina Michelle

    Seorang istri telah berhijab tapi suami tidak menerima bahkan sudah 1thn lebih ia tdk memberi nafkah batin,apa yg harus saya perbuat?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Sabrina
      Pilihan ada pada ibu, , apakah mau tetap bersabar dgn sikap suami dan tetap berhijab, , atau tetap istiqamah dgn hijabnya dan ibu meminta hak cerai kepada suami ibu. Semoga Allah berikan rahmat dan kuasanya, serta pilihan yang terbaik kepada ibu.

      Reply
  155. Fajar

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pak Ustadz Saya Mau Tanya Kalo Kita Mau Melaksanakan Puasa Rajab Tapi Kita Ketinggalan Sahurnya Itu Gmna Ustadz

    Reply
  156. AGUS RAHMAT HIDAYAT

    Assalamualaikum. ustdz, tentang hadits puasa di awal ROJAB bagaimana….. mohon kejelasannya. wassalam

    Reply
  157. Fitriani Karlita

    Assalamu’alaikum Ustadz… Semoga ustadz selalu dalam keadaan sehat walafiat. ana ingin bertanya : salahkah ana jika berhenti bekerja untuk lebih fokus mengurus anak yang masih bayi? namun setelah ana memutuskan berhenti bekerja timbul masalah baru yaitu ayah ana marah besar karena ia merasa ana mendurhakainya dengan berhenti kerja yang sebelumnya memang beliau yang menjembatani ana untuk mendapatkan pekerjaan. Ana terbebani ya ustadz dengan pekerjaan ini, ana diwajibkan untuk turun ke daerah yang jauh yang tidak cukup satu hari perjalanan dengan harus meninggalkan anak dan suami, karena itulah setelah ana berdiskusi panjang bersama suami ana memutuskan untuk berhenti bekerja da hanya fokus mengurus anak dan suami. Namun masalah baru timbul, ayah ana marah besar dengan keputusan ini ustadz. Beliau sampai mengucapkan kata-kata ana anak durhaka yang tidak tau berbakti pada orang tua, hingga beliau bersumpah tidak mengikhlaskan dunia akhirat seluruh uang yang habis ia keluarkan untuk membesarkan ana dan untuk menguliahkan ana dulu. Sampai detik ini beliau masih marah dan menceritakan seluruh keburukan ana karena berhenti kerja ini ke saudara-saudara. Ini sudah terjadi selama sebulan ini ustadz. untuk ustadz ketahui, gaji ana selama bekerja 18 bulan kemarin selalu ana berikan ke ayah sebelum beliau memintanya, karena ana tau beliau lebih membutuhkan karena beliau telah beliau pensiun, sedangkan ana untuk sehari-hari sudah terpenuhi oleh suami. Ana kasihan dengan ibu dan adik-adik dirumah ustadz, karena masalah ini ayah selalu marahin ibu yang dibilangnya tidak becus mendidik ana hingga berani melawannya. Untuk ustadz ketahui lagi, ayah ana memiliki istri simpanan di kota lain, jadi uang gaji yang ana berikan setiap bulannya ke ayah diberikannya lagi ke istri simpanannya ini. Namun, setiap kali ana tanyakan ayah selalu membantah, dia bilang uang dari ana tersebut habis di pakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, namun ibu ana justru bilang tidak pernah ayah memberinya uang untuk kbutuhan rumah tangga. Ana sakit hati ustadz dengan perilaku ayah, makanya ana memutuskan untuk berhenti kerja dan ikut kata suami untuk lebih fokus mengurus anak. Bagaimana solusi terbaiknya ustadz dari masalah ana? mohon penjelasannya. Syukron jiddan..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ukhty fitriani, , semoga Allah selalu melindungi ukhty sekeluarga dengan l8ndungan yang sempurna, , seorang anak perempuan ketika sudah berkeluarga maka ketaatannya berpindah dari ketaatan kepada orang tua beralih kepada ketaatan kepada suami. Apa yang dilakukan oleh ukhty insya Allah sudah tepat. Berikan penjelasan yang bijak kepada keluarga khususnya bapak agar lebih faham dengan keputusan ukhty keluar dari pekerjaan, dan teruslah doakan bapak ukhty semiga hatinya melunak. Semoga Allah memberikan jalan keluar yang lebih lunak dan semoga Allah gantikan rezeki yang terdahulu dengan yang lebih banyak dan halal.. aamiinn.
      wassalam

      Reply
      • Fitriani Karlita

        Alhamdulillah ustadz.. Syukron jiddan atas penjeLasannya. ana jd tidak dihantui rasa bersalah lagi dan mulai bisa mengambil sikap mana yang baik. Melalui media ini pertamakalinya ana cerita tentang masalah ana ini ustadz, Alhamdulillah ana tidak menyangka akan mendapat respon jawaban Yang luar biasa bikin ana lega dari ustadz. InsyaAllah ana selalu mendoakan ayah walaupun beliau saat ini tidak lagi menganggap ana anaknya. ana sayang beliau. Sekali lagi syukron ya ustadz…

        Reply
  158. Ayu

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pak Ustad, besok kan sudah bulan Rajab … terkait Keutamaan dari bulan Rajab sebagai Bulannya Allah … apakah amalan bulan Rajab seperti puasa sekian kali …. bagaimana hadistnya ya pak ?

    Reply
  159. Khoiru Mardiansyah

    assamu’alaikum wr.wb
    saya mau minta sarannya, begini, bpk ibu ku itu sering meninggalkan sholat 5 waktu terus saya sebagai anaknya, gimana ya caranya mengajak sholat tapi seolah-olah tidak menggurui orang tua saya. terimakasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  160. putra

    assalamualaikum, mau nanya gimana caranya mendapatkan buku Kumpulan 40 hadits yang ustadz terbitkan?

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam akhi Putra
      Ahki bisa sms ke Hp Pusat Kajian HAdis : 0818 996 994
      dan sebutkan pesanannya. Nanti akan kami proses.
      salam

      Reply
  161. pitriyana

    Assalamualaikum pak ustad saya mau nanya ,salahkah jika seorang istri sering menasehati suaminya untuk sholat,dan suami slalu bilang saya selalu melawan,mohon jawabannya pak ustad

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu pitriyana
      Apa yang ibu lakukan tidak salah sama sekali krn itu termasuk’amar ma’ruf nahi munkar. Masalah suami, mengira bahwa ibu selalu melawan dikarenakan ketidakpahaman suami ttg islam. Tetap terus nasehati dan terus doakan yg tulus agar Allah membalikkan hati suami i u kepada keta’atan.
      Salam

      Reply
  162. @TosRo46

    Ketika sholat berjamaah terkadang saya suka menahan kentut saat sholat, alesannye agar saya dapet fadhilah pahala sholat berjamaah, klo misalnya saya batalkan nantinya saya bakal sholat sendiri.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam @TosRo4
      Menahan buang gas saat sedang sholat adalah makruh. Untuk itu harus diperhatikan ketika8ngin sholat jamaah, maka jauhi makanan yang bisa bereaksi dan berpotensi berakibat buang gas.
      Salam

      Reply
  163. AMELLIA

    ASSALAMMUALAIKUM PAK USTADZ..Saya ingin bertanya. Suami saya berasal dari Bali, mualaf sblm menikah. Sekarang saya sedang mengandung. Yang ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya atau apa boleh anak saya kelak diberi nama depan Bali, misalnya I Made, saya telah berpaham dgn bbrp ustadz, tidak masalah, karena seperti I Made, Putu, dll adalah untuk menunjukkan urutan anak keberapa dlm sebuah keluarga. Saya mohon petunjuknya Pak Ustadz..Terima kasih,,
    Wassalammualaikum wr.wb….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Amelia
      Pada dasarnya tidak ada larangan memberi nama kepada anak selama mengandung arti yang baik dan tidak ada arti yang syirik atau hal2 yang dilarang islam. Jadi berilah nama anak ibu dgn arti yg baik.
      Salam

      Reply
  164. Tita

    Assalamualaikum pa ustadz

    Saya telah 10tahun menikah dan memoliki seorang putra,3bulan yg lalu suami mengatakan bahwa dia ingin berpisah karena merasa sudah tak ada cinta dihatinya untuk kami anak istrinya,dia ingin bebas berpetualang , saya mencoba memahaminya dan bermaksud bersabar menunggu namun dia bersikeras ingin berpisah sampai dia mengatakan aku ceraikan kamu,aku ceraikan kamu aku ceraikan kamu berturut2 tidak sampai satu menit. Saya ingin menanyakan jatuhnya talak kepada saya dari suamj termasuk talak berapa yah pa ustadz? Karena suami saya tidak tahu adanya syariat tata cara mengenai hal rujuk talak 1,2 dan 3 .
    Terima kasih pa ustadz

    Wassalam

    Tita

    Reply
  165. Umar Abdillah

    Bagi Seorang laki-laki yang sering meninggalkan sholat mungkin bertahun-tahun kemudian setelah insyaf apakah wajib mengqada’ shalat yang ditinggalkannya .kalau wajib Bagaimana caranya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Umar,
      hukum mengqodho sholat wajib, untuk menggantinya bisa kapan saja diwaktu yang bisa disesuaikan oleh bapak, yang jelas ketika sudah bertahun tahun, maka hitungannya 5 waktu sholat x berapa hari dalam tahun yg ditinggalkan,. ketika jumlahnya banyak sekali jangan putus asa, Allah Maha Tahu usaha hambaNya, ketika seorang hamba sudah maksimal untuk mengqadha waktu sholat setiap waktu dalam hidup bapak, Allah mencatat usaha dan niat seorang hamba. Dan pasti akan Allah bantu,, selama hambaNya tetap husnuzhan kepadaNya. bisa saya sarankan mungkin ketika sholat maghrib di waktu yg hadir, maka ditambah satu sholat maghrib untuk sholat maghrib qadha, maupun sholat fardhu yg lain.

      Reply
  166. muh.zainal mustofa

    jika kita tertinggal satu rokaat dari imam, bolehkah kita melanjutkan sholat pada rokaat kedua

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bapak Zainal,
      apabila kita tertinggal satu rakaat dr imam, maka ikuti saja rakaat yg didapati, kemudian setelah imam salam, bapak tidak ikut salam, melainkan berdiri menyempurnakan satu rakaat lagi baru terakhir salam

      Reply
  167. Nurdin Chotib

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ustadz kalau kita masuk masjid mana yang kita dahulukan sholat sunah qobliah atau sholat sunah tahyatul masjid.
    Terima kasih atas jawabannya.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Nurdin,
      adabnya ketika masuk masjid dahulukan sholat tahiyatul masjid terlebih dahulu, setelah itu sholat qabliyah
      salam

      Reply
  168. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Mudah2 ustadz berkenan menjwb pertanyaan sy. Begini, apakah rasulullah sll melakukan sholat lidaf’il balaa-i (sholat tolak bala) stlh sholat isya & sblm sholat subuh. Mohon dijwb ustadz. Terimakasih.

    Reply
  169. devi

    assalamualaikum we.wb
    ustadz, saya mau tanya. kedua orangtua saya telah meninggal dunia. tetapi semasa hidup mereka saya sering durhaka. sekarang saya bena-benar menyesal.
    apa yang harus saya lakukan agar Allah mengampuni dosa-dosaku pada mereka.
    akankah dosa-dosa saya diampuni Allah?
    mohon jawabannya ustadz.
    terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudari Devi, manusia tidak ada yang sempurna pasti kita semua punya kesalaha. Ketika kita punya dosa kepada kedua orang tua kita,dan mereka sudah meninggal, bertobatlah kepada Allah dgn taubatan nasuha dan berdoalah untuk kedua orang tua kita agar mereka selqlu diberikqn ampunan dan tempat yang terbaik di SisiNya dan berbuat baiklah kepada kerabat kedua orang tua kita, bibi, paman dr bapak dan ibu, krn kedudukan mereka sama dengan orang tua kita.

      Reply
  170. Luthfiah Faqih

    Ustadz hadits ini membuat hati saya jadi galau….. mudah2an hadits ini palsu, saya tidak rela ….

    Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 3. Hadis Nombor 2578.
    Mewartakan kepada kami Nashr bin ‘Ali Al-Jahdhamiy mewartakan kepada kami Abdul-Wahhab; mewartakan kepada kami Humald, dari Anas bin Malik, bahawasanya ada sekelompok orang dan ‘Urainah datang (di Madinah) pada masa Rasulullah saw. Namun mereka tidak suka menetap di Madinah. Maka beliau berkata: “Jika kalianmahu keluarlah mendapati unta betina milik kami, dan kalian boleh minum air susunya dan air kemihnya”. Maka merekapun mengerjakannya. Lalu mereka murtad dari agama Islam, dan membunuh penggembala Rasulullah saw. serta menggiring unta betinanya. Maka Rasulullah mengirim sahabat untuk mengejar mereka. Lalu mereka didatangkan kepada beliau. Beliau memotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka serta mencungkil mata mereka- -dengan paku panas, dan meninggalkan mereka di panas terik hingga mati”.
    Tolong ustadz , saya yakin hadits ini tidak sohih …. masa sekejam itu siiih ….???

    Reply
  171. Nuril Sabaro

    Assalamualaikum Ustadz saya seorang gadis berusia 25 tahun . . Saya mau bertanya apakah saya harus terima lamaran seorang laki2 (A) yang tidak direstui oleh orang tua saya ataukah saya harus menjalani hub dengan seorang laki2 (B) yang ga tau kapan akan melamar saya dan disetujui oleh ortu tapi saya tidak terlalu sayang sama si (B) karena saya lebih sayang ke si (A) . . Ustadz saya bingung apakah saya harus nurut orang tua atau saya harus mengikuti hati saya? Mohon pendapat dan penjelasannya . .
    Terimakasih
    Assalamualaikum wr wb . .

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam Ukhty Nuril:
      Diantara kebingungan ukhty dalam memilih, coba dibuat daftar tulis positif dan negatif dari keduanya, kemudian mohonlah kepada Allah dengan jalan berdoa dan sholat istikharah, mohon petunjuk. Tetapi ketika istikharah, mohon untuk tidak condong kepada salah satunya. Bersikaplah netral, biarlah Allah yang memilihkan lansung dengan skenarioNya.
      Salam.

      Reply
  172. sulaiman surabaya

    assalamualaikum ustadz, dahulukan mana antara biaya menuntut ilmu dan bersedekah untuk menolong orang lain ustadz? saya sering ibah terhadap orang lain, sehingga , menuntut ilmu jadi tersingkirkan… apakah saya termasuk zolim pada diri sendiri ustad. Terimahkasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Sulaiman:
      Memununtut ilmu itu wajib, terutama ilmu agama. Sedekah itu sunnah. Ketika kita bisa menjalankan keduanya alangkah indahnya. Ketika akan bersedekah bersedekahlah dengan kemampuan anda. Jangan sampai mengesampingkan urusan menuntut ilmu.

      Reply
  173. jefry

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..
    perkenalkan nama saya jefryasal saya dari sulawesi selatan tepatnya di kabupaten luwu,palopo utara,yang mayoritas kaum nasrani protestan
    dari kelurga ibu mayoritas islam,dari bapak 100% kristen protestan,karena anak pertama aklum jadi rebutan orang tua,terkadang saya tinggal di rumah ibu saya dan terkadang tinggal di rumah orang tua bapak saya,bila saya tinggal di rumah bapak saya terkdang saya di bawah ke geraja,perjalanan hidup yg surum saya lalui dari kecil sampai dewasa,segala perbautan maksiat saya lakukan,dan saya juga pernah sekolah di salah satu SMU kristen yg ada di kota saya,tetapi alhadulillah saya ikut ibu saya yg beragama islam,yg mendasari saya islam karna saya sering baca alkitab dan tau sedikit,selanjutnya saya baca terjemahan Al Quran,saya yakin inilah agama rahmatan ilahi..
    maksud surat saya ini kepada warung ustad,ingin belajar islam yg dalam tetapi saya tidak tau mau belajar di mana,maka dari pada itu adakah ustad yg sudi kiranya menujukkan tempat belajar yg baik,buat se umuran saya karna saya sudah umur 33 tahun,sebenarnya masih banyak perjalanan kisah spiritual saya yg saya sampaikan,tetapi saya singka saja
    demikian apa yg saya sampaikan somoga kumpulan warung ustad dapat memahami.
    NB:saya berharap ada tanggapan dari surat saya …..
    walaikum salam…..

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam, kami ikut mendoakan bapak supaya di beri kekuatan iman & dapat menjalani semua ini.
      belajar tidak harus di pesantren, lewat warung ustad juga sudah cukup banyak & sambil mengikuti pengajian dikampung sendiri
      baik yg di mushola maupun dimasjid, bapak harus aktif di kegiatan masjid atau suatu perkumpulan organisai islam, agar ada tempat untuk berbagi.
      kami ikut berdoa semoga Allah selalu melindungi & memberi rahmat kepada bapak.

      Reply
      • jefry

        assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu,,,
        maaf sebelumnya
        saya beri kesimpulan tentang apa yg bapak.Ust. A. Lutfi Fathullah.sampaikan
        klu lewat warung ustad saja saya bisa,saya rasa itu masih kurang sebab saya berkeinginan mengetahui secara memdalam tentang Al Quran dan bisa melantunkan terus terang saya buta klu bhs arabnya,tp klu terjemahannya hampir Qatam,seperti juga bapak mengatakn belajar di belajar dikampung dengan mengikuti pengajian,saya rasa tidak mungkin sebab acara ini jarang sekali di adakan sebab mayoritas beragama kristen 80% dikuasai kristen sedangkan islam hanya 15% lain dari pada itu agama hindu yang ada,da untuk mengetahui agama dari ustad yg beragama islam secara mendalam,pengetahuan tentang agama yg islam di kampung saya baik itu imam di mesjid dll.sangan mines.maka dari pada itu saya berke ingina belajar mendalami islam agar bisa menyampaikan kepada mereka setiap hari,solanya kehidupan sehari sangat di pengaruhi sekali dari kaum nasrani,dan itu sangan susuh sekali untuk mereka tinggalkan,sekian dan terimah kasih,mohon di pahami niat saya ini
        walaikum salam

        Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Jefri, ada pesantren Darul Aman , letaknya di belakang pabrik coca cola. Ada juga di UIN Alauddim, di sana dosen dosennya sangat ahli di bidangnya.
      salam..

      Reply
  174. Anna

    Assalamualaikum
    Saya mau tanya apakah berdosa kalau kita menerima cinta seorang laki-laki yang notabene sudah beristri yang mana pernikahannya bermasalah dimana sang istri selalu menolak untuk memenuhi hasrat seksualnya? Apakah saya salah dan tak berbakti dengan orang tua melarangnya dan saya tetap melanjutkan perasaan ini?

    trims

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudari Anna, sebisa mungkin jauhi hub komunikasi dengan dia. Biarlah dia dan istrinya yang menyelesaikan masalah rumah tangganya tanpa ada anda di tengah mereka. Dan turuti nasehat orang tua, karena mereka tidak akan mungkin mencelakakan anaknya sendiri. Allahu yahdy jami’an (semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua)
      salam

      Reply
  175. slamet rianto

    assalamu alaikum pak kyai luthfi?
    tahalul bagi jemaah haji yang tanpa rambut kepala/gundul bagaimana caranya ?

    Reply
  176. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz apakah Rasulullah mencontohkan sholat sunnah ba’da isya sambil duduk? Krn saya tahu ada jamaah yg selalu melakukannya. Selanjutnya dlm kaitannya dgn Pemilu, apakah kita wajib memilih salah satu calon padahal kita ragu2 apakah mereka bisa amanah atau tidak.Terima kasih.

    Reply
  177. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz bolehkah kita bertanya pada seorang ahli hikmah mengenai waktu dan jam yg tepat bila akan melakukan sesuatu, krn khawatir akan terjadi sesuatu yg buruk. Mengingat kita yakin bahwa Allah SWT telah menciptakan waktu dgn sebaik-baiknya. Atau apakah hal ini mjdkan kita tdk yakin pd Allah. Mohon penjelasannya Ustadz. Terimaksh.

    Reply
  178. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz sy mau bertanya soal tanda2 alam yg berpengaruh terhdp kehidupan seseorang. Kalau tdk salah kita tidak boleh mempercayai tanda2 spt “suara burung tertentu yg menandakan akan ada orang yg meninggal atau kalau kejatuhan cicak maka akan mengalami kesialan, yg spt itu apa hukumnya boleh atau tidak? Bgmn kalau dgn mekarnya bunga wijaya kusuma katanya akan mendapatkan keberuntungan, bolehkah kita mempercayai hal2 spt itu? Trmksh Ustadz.

    Reply
  179. Rachmad

    Assalaamu’alaikum, Pak Ustad Saya mau bertanya & sebelumnya saya juga mau cerita, ini tentang istri saya, awalnya ia pergi berobat ketempat ustads, orang sekitar menyebutnya seperti itu entah itu berobat apa saya juga tidak tau,.. nah setelah itu saya ko melihat tingkah laku istri saya semakin aneh gitu sering dia ngomong kesaya kalo dia sering diikuti oleh seorang ratu, atau hal-hal yang berbau mistis…. saya tambah pusing jadinya pak,,ini ada BBM istri saya yang dikirim kesaya “Debu bisa terbang kan karna ada angin, papah percaya adanya angin , nah sekarang apa yg ada dalam diri mamah gk perlu dilihat seperti debu tapi cukup dirasakan aja, kemana kita melangkah kekanan atau kekiri itu kita yang menentukan bukannya angin, dulu aku emang putri Tunjung Buih ( seorang ratu didaerah amuntai putri dari batara gangga terletak di provinsi kalimantan selatan yang diperistri oleh pangeran suryanata seorang pangeran berasal dari kerajaan majapahit) diutus kedunia dengan 3 sodariku yaitu Putri Pantai Selatan istri Sunan Ampel.. dan putri karang Mlenuk dikutai kartanegara istri dari pangeran aji, aku terpilih karna aura mamah yang kuat, mmh terpilih karena 2 hal darah & terpilih, Ibu mamah dari lamongan, lamongan tuu kanuragan yang artinya ada 2 yaitu Paranormal & Ulama sedangkan bapak ku dari nganjuk yang artinya besi, emang sulit dinalar pake pikiran tapi pph tau udah banyak memperlihatkan apa yang ada dalam diri mmh, gak 1 atau 2 orang ustat, para habib pun bilang demikian, mamah seperti botol aqua yang kosong gak ada airnya tapi dalam botol tu penuh dengan apa yang mamah miliki, mamah bisa dalil al-Qur’an itu bukan karena jin islam atau batil karna apa yang ada dalam diri mamah sendiri yang mengeluarkannya, banyak orang2 yang sakit disekeliling kita udah tugas mamah untuk bangkit membantu mereka, maaf pa mamah agak ngelantur tapi papah harus percaya mamah, gak perlu mamah kasih lihat apa yang ada tapi papah cukup merasakannya,..papah tau gelang yang mamah pake ini… sampai sekarang gak bisa hilang karena memang mamah gak pernah melepasnya nah begitu juga yang ada dalam diri mamah gak bisa hilang atau dibuang karna jelas mamah udah dipilih”.. yang saya mau tanyakan pak ustad apakah ini sesuai dengan ajaran islam kalo tidak tolong jelaskan pak? dan apakah yang harus saya lakukan untuk menyadarkan istri saya jika seandainya pikiran dan subgestinya seperti ini pak? itu saja dari saya terima kasih,,,Wassalamualaikum wrahmatullah hi wabarakatuh

    Reply
  180. tyo

    Assalaamu’alaikum wr.wb pak kyai
    apakah kita perlu shalat istikharah sebelum melamar seseorang walaupun sudah yakin bahwa yang saya lamar sama sama saling cinta antara saya dan calon saya?terima kasih

    Reply
  181. Rieta

    Assalamu’alaikum.. Ustad..
    saya mau tanya.. bedanya anak haram sama anak di luar nikah tu sama ap beda ya? saya bngung dg sttus saya saat ni..

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Dalam islam tidak ada anak haram, yang ada anak di luar nikah. karena yang berdosa bukan anak, tapi kedua orang tua.
      Bagi yang berstatus seperti ini, jangan dipusingkan, krn tidak ada yang salah di diri anda. Di mata Allah, anda bisa menjadi jauh lebih baik dibanding dengan anak didalam nikah asal anda lebih bertaqwa dari mereka.
      Perbedaan fikh cuma 2. wali sama waris. utk wali maka wali anda adalah kakak kandung dari ibu yang sama. untuk waris, anda tidak bisa menerima waris tapi boleh menerima hibah yang mungkin besarannya sama atau lebih besar.
      wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
    • sabar

      mbak…tidak ada istilah anak haram, krn anak itu adalah titipan Allah, orang tua nya lah yang haram…telah terbujuk setan dengan melakukan perbuatan zinah. itu saja mbak rita

      Reply
  182. agus

    Assalamualaikum ustadz….,
    Mana yg lebih utama, melaksanakan rukhsoh dalam sholat safar atau sholat tepat pada waktunya (karena mampu), mohon pencerahannya ustadz…..

    Reply
    • Lutfi

      Wa ass.
      Berdasarkan kajian hadis sahih al-Bukhari tvri edisi Januari kemarin tentang sifat-sifat Rasulllah saw, maka pilihannya bukan afdol yang mana, akan tetapi lebih mudah yang mana buat anda sendiri. Jika lebih mudah jama’ ya pilihlah itu. tapi jangan menyalahkan orang lain yang memilih taam. Begitu juga denga awal atau tengah.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  183. Angga Kurniawan

    Allah mengabulkan doa kita dari apa yang kita inginkan atau dari apa yang kita butuhkan ?

    Reply
  184. ivo

    Assalamualaikum.wr.wb.pak,sy menikah 2th.suami sy kl marah sering sms gertak dgn kata cerai,saat sy hmil 3x terucap cerai.total sudah 5x..sy blg pd suami qt sdh tdk syah,,sbaiknya qt akad lg.tp suami sy tdk mau dan dy brkykinan bhw talak yg diucapkanya krn emosi tinggi dan tidak sdar.padahal stahu sy saat itu dy dlm keadaan sdar.sbnrny yg bnr bgaimana ustad?sy tkt kl trnyt slama ini yg sy lakukan bkn ibadah tp dosa..

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Ibu benar. menurut hemat saya, suami ibu sudah menceraikan ibu. apalagi sudah 5 x sms. Nikah dan Cerai tidak ada kata becanda.
      Itu pendapat saya, tolong ditanyakan lagi kepada ULAMA lainnya, jangan ustadz yg pengetahuannya masih kurang.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  185. Muhammad Hafidz

    Istri teman saya sedang koma di RS, dia menggunakan ventilator untuk membantu teteap hidup. apa hukumnya apabila si suami melepas dengan ikhlas ventilator sang istri, karena menurut dokter sudah tidak bisa disembukan lagi ( Kanker otak )

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam, semoga teman anda taba & sabar menerima ujian ini.
      secara fiqih ventilator bukanlah kondisi normal. jadi klo diangkat pun tidak apa2 sekalipun berakibatkan meninggal nya seseorang, namun bukan karna itu dia meninggal.

      Reply
  186. hestu

    assalamu’alaikum ustadz…,
    mohon penjelasannya bagaimana tentang satu kali puasa dengan dua niat.contohnya puasa qodo beserta puasa sunnah itu gimana ?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Hestu,
      Ketika ada hukum wajib bertemu dengan sunnah, maka yg akan terhitung adalah hukum amalan yg wajib. Maka ketika anda berpuasa qadha berbarengan dgn puasa sunnah maka yg sunnah tidak terhitung. Krena wajib tetap harus didahulukan, kecuali ketika amalan sunnah bertemu dgn sunnah juga itu dibolehkan.
      wassalam

      Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Ada 2 pendapat ttg batas ahir shalat isya’. Pertama sampai tengah malam, kedua sampai datang subuh. Pendapat tengahnya adalah batasnya sampai subuh, tapi sarannya jangan ditunda sampai lewat tengah malam. Pendapat tengah ini yang paling banyak diambil ulama.
      wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
    • Yayuk PKH

      Salam, saudari Dian.
      Batas antara sholat yg satu dengan sholat yang lain adalah dengan adanya kumandang adzan sholat yg hadir saat itu dengan adzan sholat berikutnya.Batas sholat Isya adalah dari adzan isya’ sampai sebelum adzan subuh.
      Wassalam.

      Reply
  187. agus

    Assalamualaikum ustadz..,
    Mohon penjelasannya apa yang dimaksud dengan sujud seperti onta..?
    Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam pak Agus..
      sujud seperti onta adalah mendahulukan lutut kaki dibandingkan tangan dan hal itu dilarang. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      “Apabila salah seorang sujud maka janganlah dia menderum seperti menderumnya unta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan An-Nasa’I, sanadnya dibaguskan oleh An-Nawawy di Al-Majmu’ 3/396, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di Al-Irwa 2/78)

      Reply
      • Agus

        Assalamualaikum ustadz..,

        Terima kasih atas jawabannya (9 Jan14_ “Sujud seperti unta”), namun bagaimana korelasinya dgn pertanyaan saya tanggal 9 des 13 yg dijawab 17

        Des 13 sbb:
        Assalamualaikum ustadz,
        Mohon pencerahannya tata cara sujud yang benar (dengkul dulu atau tangan dulu)…Terima kasih banyak
        December 9th, 2013 Reply

        *
        Yayuk PKH

        Wa’alaykum salam
        Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dahulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.
        Wassalam.
        December 17th, 2013

        Maaf, saya belum dapat memahami jawaban ini krn sepertinya ada 2 jawaban yg tdk sejalan, mohon pencerahannya ustadz…..
        Jazakalloh khoiran katsiro…

        Reply
        • Ust. A. Lutfi Fathullah

          waalaikum salam
          saya ralat jawaban dari staf saya, bersama ini saya kutipkan penjelasan yg menurut saya lebih konfrehensif
          Larangan Cara Sujud Seperti UNTA

          Adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a yang menyebutkan bahwa Rasulullah telah bersabda : ‘Jika salah seorang dari kamu hendak sujud, maka janganlah menyungkur seperti menyungkurnya unta untuk duduk, hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya’,”(Shahih, HR Bukhari dalam at-Taariikhul Kabiir [I/139], Abu Dawud [840], an-Nasa’i [II/207], Ahmad [II/381], al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah[643], ad-Darimi [I/303], ad-Daraquthni [I/345], ath-Thahawi dalamSyarah Musykilul Aatsaar [182], al-Baihaqi [II/99-100]).

          Perkataan Rasulullah berupa larangan menyerupai unta ketika menyungkur untuk duduk, ternyata menjadi perdebatan dikalangan ulama, dalam memahami larangan menyerupai unta tersebut, sehingga sampai ada pendapat yang menyatakan bahwa matan hadits tersebut bertentangan antara kalimat yang awal dengan yang akhir, sebagaimana perkataan Atthahawi, sbb :

          “Ath-Thahawi berkata dalam Musykilul Aatsaar (II/168-169), “Ada yang berkata, ‘Ini adalah perkataan yang mustahil, karena beliau melarang menyungkur sujud seperti menyungkurnya unta. Unta justru menyungkur dengan meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.’ Apa yang dilarang di awal haditsjustru diperintahkan di akhir hadits.

          Sampai dengan saat sekarang pun ternyata pedebatan tentang hal ini masih terjadi, dan masalah pokok dalam perdebatan adalah tantang memahami manakah yang dimaksud dengan lutut unta dan manakah yang dimaksud dengan tangan unta. Ada yang berpendapat bahwa jika ketika menyungkur untuk sujud itu dengan mendahulukan dua tangan menapak di lantai baru kemudian menapakkan lutut, maka justru hal ini menyerupai unta karena dua kaki unta yang di depan difahami sebagai tangan. Sebaliknya pendapat yang lain menyebutkan bahwa jika mendahulukan dua tangan untuk menapak ke lantai baru kemudian menapakkan dua lutut, maka hal ini justru tidak menyerupai unta, karena lutut unta berada di kedua kaki depan unta, bukan terletak di kedua kaki belakang unta.

          Jika diperhatikan dengan kaidah secara umum, maka unta adalah termasuk binatang berkaki empat yang tidak memiliki tangan. Jika ada yang menganggap bahwa dua diantara ke empat kaki unta itu sebanarnya adalah tangan unta, maka pendapat seperti ini bukan merupakan pendapat yang umum, bahkan bisa saja dinilai cenderung condong kepada teori evolusi darwin yang di dalam hasanah keilmuan islam, teori evolusi darwin ini masih bermasalah dan bahkan dinilai bertentangan dengan petunjuk Al-qur’an tentang teori penciptaan manusia dan binatang.

          Jadi akan lebih hati-hati dan insyallah akan lebih mudah difahami dengan pemahaman yang umum ( common sense ) bahwa unta itu memiliki empat kaki (dua kaki depan dan dua kaki belakang) dan tidak memiliki tangan.

          Dari pembagian ke empat kaki unta menjadi 2 kaki depan dan 2 kaki belakang ( lihat gambar-1 di atas ) maka insya Allah tidak ada pertentangan dalam hal ini. Sehingga kembali pada persoalan matan dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas, maka yang dimaksud dengan larangan “menyerupai” dengan binatang unta tentunya bukan pada persoalan tangan, karena unta tidak memilik tangan, jadi maksud larangan “menyerupai” unta dalam hal ini adalah larangan “menyerupai” dalam hal cara menggerakkan kaki. Perhatikan gambar di bawah ini :

          Pada saat kaki unta bergerak untuk menyungkur, maka 2 kaki depan unta seperti terlihat pada gambar-A
          di atas tentu lebih menyerupai posisi kaki manusia ketika bergerak untuk menyungkur, sedangkan gambar-B menunjukkan posisi 2 kaki belakang unta yang jelas tidak mungkin bisa ditiru/disamakan dengan posisi gerakan kaki manusia (perhatikan kaki belakang unta dengan 2 buah tekukan sendi yang tentunya tidak mungkin terjadi pada kaki/tangan manusia).

          Jadi larangan “menyerupai” gerakan unta ketika hendak duduk adalah larangan menggerakkan (memposisikan) kaki sebagaimana gerakan 2 kaki bagian depan dari unta dengan gerakan yang menumpu hanya pada ke dua lutut kaki depan nya (perhatikan gambar-B, bahwa lutut unta juga terdapat pada ke 2 kaki belakang nya, malahan ada 2 lutut pada setiap kaki belakang unta, yang jelas tidak terdapat pada kaki manusia yang hanya memiliki satu lutut pada setiap kakinya). Jadi bukan larangan “menyerupai” posisi tubuh unta dengan ke empat kakinya ketika bergerak untuk duduk, sebagaimana ditunjukkan pada gambar-C, dengan menganggap 2 kaki depan unta sebagai tangan kita dan 2 kaki belakang sebagai kaki kita.

          Karena posisi kaki depan dan kaki belakang unta ketika sedang berdiri dan ketika menyungkur akan tetap bertumpu pada ke empat kakinya, hanya saja cara unta menggerakkan 2 kaki depanya lebih mirip dengan cara manusia menggerakkan kakinya ketika hendak menyungkur, dan kesamaan cara inilah yang menjadi larangan dari Rasulullah.

          Maka tepat sekali sabda Rasulullah di dalam matan hadits riwayat Abu Hurairoh di atas pada kalimat ke dua, yaitu “hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya”, karena dengan meletakkan/menapakkan ke dua tangan kita ke lantai sebelum ke dua lutut kaki, maka tumpuan berat badan akan berada pada dua telapak tangan, bukan pada ke dua lutut. Sehingga dengan demikian menjadi berbeda dengan gerakan ke 2 kaki depan unta yang menumpukan berat badannya pada ke 2 lutut kaki depan sesaat sebelum menyungkur. Dan gerakan dengan mendahulukan tumpuan pada ke dua telapak tangan ketika hendak menyungkur, baru kemudian menapakkan ke dua lutut ke lantai tentu tidak akan pernah bisa dilakukan seekor unta, karena unta tidak memiliki tangan. Tetapi sebaliknya jika tatkala hendak menyungkur lebih mendahulukan gerakan lutut untuk menapak ke lantai baru kemudian menyusul ke dua telapak tangan untuk menapak ke lantai, maka posisi ketika ke dua lutut sudah menapak kelantai sedangkan ke dua telapak tangan belum menapak kelantai, pada keadaan itulah akan mirip dengan gerakan ke dua kaki depan unta ketika hendak menyungkur. Dan inilah yang menjadi larangan Rasulullah sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas.

          Semoga menjadi tambahan wawasan dalam mendalami gerakan tubuh dalam pelaksanaan sholat.
          Wallaahu a’lam bishowaab…..

          sumber :http://anasyith.blogspot.com/2013/02/larangan-cara-sujud-seperti-unta.html
          oleh : Ahmad Nasyith

          Reply
  188. maszito

    Assallamuallaikum Wr Wb
    – Wanita yang menikah lagi karena ditinggal mati suaminya, maka wanita tersebut menjadi istri bagi suaminya yang terakhir dan berarti tidak akan bertemu dengan suami yang pertama,
    Maaf, saya jadi ragu untuk menikahinya ustad, karena saya merasa kasihan padanya, saya tidak sebaik suaminya yang pertama, yang ahli agama(seorang ustad), saya Cuma merasa kasihan dia beranak yatim banyak.
    – Saya pernah baca, bahwa tante(adik kandung bapak) tidak boleh dinikahi oleh keponakan, tapi bagaimana bila tante tersebut yang sudah sampai berumur 45 tahun belum ada yang menikahinya, apakah boleh keponakannya menikahi?, saya merasa kasihan padanya

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Betul bu, wanita akan bersama suami terahir di surga, kalau dua-duanya masuk surga. kalau suaminya di neraka, maka istri akan ditemani bidadara.
      ada syarat lain untuk bersatunya suami dan istri di surga selain kedua duanya ada di surga, yaitu tingkatannya sama. Jika tidak maka yang tinggi bisa menarik yang rendah.
      Soal kedua:
      Bibi dg ponakan haram menikah larangan itu abadi. yang larangan sementara adalah ipar. sumai boleh menikahi adik iparnya dg syarat dia sudah cerai dg istri sekarang, baik cerai hidup atau cerai mati.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  189. sabar

    assalamu’alaikum
    pak ustad saya mau tanya, saya bercerai sdh 3thn, dan entah kenapa saya ber niat rujuk. Pertanyaan :
    1. Apakah niat saya dlm hati utk merujuk sudah jatuh rujuk saya ( sampai saat ini saya sdh bicara sama mantan istri namun secara sindiran untuk rujuk)
    2. Apakah di perbolehkan saya bersama anak2 dan mantan istri pergi ber sama2 dan menginap?
    jazakaullah

    Reply
  190. ferdi

    Assalamualaikum. Boleh kita menyentuh AlQuran tanpa wudhu? Saya sering menyentuh AlQuran tanpa wudhu. Apalago AlQuran yg di smartphone saya.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak ferdi
      Apabila yang disentuh Al qur-an beserta terjemahan tidak ada wudhu maka tidak masalah. Begitu pula Al Qur-an di Smartphone tidak ada wudhupun tidak masalah, asalkan jangan memegang tulisan bacaan Al qur-annya.
      Salam

      Reply
    • Damar Iriana

      Assalammu’alaikum wr,wb
      Pak ustad saya mau tanya Apabila sholat shubuh tidak menggunakan do’a qunut boleh kah? Wass.Trim’s

      Reply
  191. kasini

    Assalamu’ alaikum wr.wb.

    Ustaz, saya mau tanya saya mempunyai masalah keluarga dgn suami sy,selama sy menikah dg suami sy, suami sy tidak pernah memberikan nafkah lahir batin selama setahun, bagaimana hukumnya ustaz…? kami sudah mempunyai buah hati satu,sy sebenarnya tidak mau pisah krn ank sy ustaz, tp bagaimana sedangkan suami sy selingkuh dg wanita lain. tapi pulang jg kerumah seminggu sekali klu malam dia selalu keluar dan pulang pagi,selalu sy di bohongin terus. suami sy selalu marah2 sama sy krn sy selalu tanya kmn dia pergi. Mohon masukan dari ustaz agar sy tidak salah dalam mengambil sikap. Terimakasih atas masukan dan saran dari ustaz sebelumnya. Wassalam…..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam.. ibu Kasini.. tanggung jawab menafkahi lahir dan dan adalah kewajiban suami. Apabila itu tidak dipenuhi maka yang berdosa adalah suami ibu. Ketika ibu mau bersabar, itu adalah pilihan ibu kalaupun ibu mau meminta bercerai, itupun hak ibu juga..
      Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah dan melancarkan apa yang Allah Ridho kepada jalan hidup ibu dan keluarga.
      Sholat tahajud dan mohon kepada Allah petunjuk yang terbaik.
      Wassalam.

      Reply
  192. nuril huda

    Assalamulaikum Ustad…
    bagai mana hukumnya melukis foto orang..?krn profesi saya sbg seniman
    mohon penjelasan ustad..

    Reply
  193. AGUS

    Assalamu’alaikum ustadz…,
    Terima kasih atas jawaban sebelumnya…
    Ustadz.., berkenaan dengan pelaksanaan sholat dlm perjalanan, mana yg lebih utama, melaksanakan jama qoshor krn telah terpenuhi semua persyaratannya atau tidak jama qoshor karena masih dapat melaksanakan tepat waktu…?
    Mohon pencerahannya….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Ketika syarat Jama’ Qashar sudah terpenuhi, sebaiknya diambil karena Allah sudah memberikan rukhsah atau keringanan bagi musafir dengan hal tersebut. Sebagaimana Allah memberikan hadiah kepada hambanya, apakah hambanya akan menolak ketika Allah memberikan keringanan di safarnya? Allahu a’lam. Sebenarnya sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya, sebaiknya hal tersebut diambil. sebagai mana hadits:

      Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal RA;
      “Pada perang Tabuk, Rasulullah saw berangkat bersama kami menuju Tabuk. Saat itu Rasulullah saw menjama’ shalat dzuhur dengan ‘ashar dan maghrib dengan isya’. Pada hari lain, beliau mengakhirkan shalat, kemudian beliau keluar (dari tendanya) melaksanakan shalat dzuhur dan ‘ashar bersamaan –dijama’-. Kemudian keluar lagi (dari tendanya) melaksanakan shalat maghrib dan isya’ dengan menjama’ keduanya.” (HR. Muslim)

      Hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah saw pernah menjama’ shalat saat menginap di tendanya dalam sebuah perjalanan.

      Kesimpulannya, Menurut Imam Syafi’i jika bapak meniatkan tinggal di tempat tujuan safarnya empat hari atau lebih maka ia tidak boleh mengqashar dan menjama’ shalat, karena statusnya sebagai musafir telah hilang dengan niatannya tadi.

      Wassalam
      * Dikutip dari An-najah.net (Mas’ud Izzul Mujahid –dari islamweb.net, islamq.info dan berbagai sumber lainnya-)

      Reply
  194. Manda

    Asslamu’alaikum…Mau tanya ustad,katanya hari jumat itu tidak baik untuk puasa…tapi jika ayyamul bidh jatuh pada hari jumat boleh puasa tidak???lalu jika sedang puasa daud juga jika kebetulan hari jumat waktu puasanya,dilewati atau tetap boleh berpuasa???terimakasih.Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam
      iya, jika hari Jum’at tersebut dikhususkan untuk berpuasa. Namun tidak ada masalah jika bertepatan dengan kebiasaan puasa Daud atau puasa ayyamul bidh. Juga tidak ada masalah berpuasa pada hari Jum’at jika diikuti dengan berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.

      Reply
  195. Enjang Setiono

    Assalamualaiku ustadz…
    saya kepengen belajar sunnah2 nabi yang shahih, mulai dari tidur sampai tidur lagi. saya ingin belajar tentang konsep islam, dan maksud islam sebenarnya…
    Mohon bimbingannya pak Ustad,
    Karena saya bingung di Indonesia ini banyak sekali firqoh yang semuanya menyatakan bisa menuju surga..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bapak Enjang,
      Silahkan bapak ikuta Kajian Kitab Kuning Sahih Bukhari dan Bulughul Maram di Pusat KAjian HAdis setiap Ahad BA’da Ashar Jl. GAtot Subroto kav 26 Setiabudi Kuningan Timur Jakarta Selatan.

      Reply
  196. zaenal

    assalamualikum wr.wb pak ustad,,
    saya mau berrtanya,,,
    dulu pas saya SMA kan mengikuti ujian
    nasional ,…pas UN tersebut saya minta jawaban ke teman,,,walpun hanya untuk mencocokan jawab saja,,,setelah UN Selesai kan ijazahnya keluar,,,ijazah itu digunakan untuk mencari pekerjaan(kerjaanya si halal),,,setelah bekerja saya risau,,,apakah ini haram atau
    halal,,,tolong dibantu ya pak ustad,,terima kasih
    wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  197. anna

    Assalamualaikum wr wb
    Apabila seorang istri sholehah mendapatkan suami tidak sholeh, tidak mampu memberi nafkah, tidak penyayang dan tidak bertanggung jawab. Bukankah laki2 baik dapat perempuan baik dan sebaliknya. Apa maknanya ini? Karena si istri terus berdoa agar sang suami diberi hidayah. Padahal sang suami terus menebar masalah. Memang sang suami tidak judi, mabuk, zinah dan kdrt. Maka sang istri masih bertahan. Lalu bagaimana seharusnya sang istri memandang semua yang terjadi dalam hidupnya? Takdirkah? Hukumankah? Harus bagaimana sebaiknya sang istri menghadapi masalah ini? Karena kelakuan suaminya yang berhutang selalu jadi masalah istri. Belum lagi harus membiayai keluarga karena suaminya tidak peduli.
    Mohon jawabannya. Terimakasih banyak.
    Wasssalamualaikum wr wb

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bu Anna,,
      jawaban ibu sudah kami sampaikan kepada Dr. A.Lutfi FAthullah dan sudah dijawab di dalam Kajian Kitab Sahih Bukhari tanggal 29 Desember 2013. mohon ibu buka video ceramah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah.
      Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua. aamiinn..
      Salam..

      Reply
  198. ria

    Assalaamu’alaikum. Saya pernah membaca dan mendengar bahwa memberi ucapan selamat Natal kpd yang merayakannya itu adalah haram hukumnya. Adakah Hadist shohihnya pak Ustad?terimakasih

    Reply
  199. Dheni

    Assalamualaikum, saya mau bertanya. dulu saya diberi amanah untuk mengurus uang buku oleh guru smp saya, seiring waktu saya lupa untuk mengembalikan uang yang telah terkumpul kepada guru saya sampai saya lulus smp. bagaimana menyikapinya?terima kasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam saudarilsaudara Dheni..
      pertama di cek dulu catatan yang ada berapa uang yang diamanahkan anda simpan. setelah itu sampaikan amanh uang tersebut ke sekolah tepatnya ke pihak guru yang berkaitan dengan amanah tersebut. Semoga Allah lancarkan anda dalam pengembalian amanah uang tersebut.
      salam

      Reply
  200. Hamdan Syukron

    Assalamu’alaikum..maaf sy mau tanya.gmn hukumnya penjualan MLM yg di dirikan ustadz Yusuf Mansur?yang VSI.Makasih

    Reply
  201. tyo

    Assalamu’alaikum Wr Wb Kyai..
    saya mau tanya software Alqur’an yang apabila kita mencari semisalnya tentang bab nikah otomatis akan muncul dari surat ini dan ayat ini,.itu namanya Al Qur’an apa Kyai..sukron..

    Reply
  202. siti

    Assalamu’alaikum wr.wb
    bagaimana caranya berbakti pada kedua orang tua setelah menikah ustadz?, apa lagi dengan kondisi tempat tinggal yang berjauhan..
    mohon jawabannya ustad……..
    syukran

    Reply
  203. Wahyu Sulistiono

    Assalamu’alaikum
    ustadz, bagaiman seseorang yang menjual kembang api, terompet untuk menafkahi keluarganya….
    apakah dibolehkan,,,,???
    terima kasih atas jawabannya

    Reply
  204. siti

    Assalamu’alaikum,
    saya mau tanya ustadz tapi sebelumnya asya mau cerita dulu,
    masa laluku penuh dosa dan maksiat ustadz, saya sering buat ibu menangis bahkan saya pernah berzina, sering kali bertaubat dan berjanji tidak mengulangi lagi tapi setiap kali pula aku tetep melanggar janjiku dan tidak terhitung lagi berapa kali aku berzina, tapi Alhamdulillah sekarang saya udah menikah dan tertutup pintu untuk melakukan dosa zina lagi, namun dosa2 yg saya lakukan masih teringat terus, saya berusa memperbaiki diri, sholat taubat tapi saya takut Allah taubat saya tidak diterima Allah karna saya berhenti faktor sudah menikah mungkin klu belum menikah saya masih melakukan dosa besar itu. apa yang harus saya lakukan agar taubat ditrima Allah SWT???
    mohon jawabannya ustadz….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Selalu bertobat kepada Allah dengan tobatan nasuha.. dan jangan mengulanginya lagi. Selalu iringi setiap setiap langkah dengan kebaikan , kerjakan amalan2 sunnah, membantu orang, memperlancar urusan orang lain , bersedekah dan apapun kebaikan yang didasari dengan hati yang ikhlash. Setidaknya ini untuk membayar amalan yang buruk di waktu silam, semoga Allah menerima amalan baik kita sebagai penghapus keburukan di masa lalu.
      Semua tidak ada kata terlambat, selama nyawa masih ada. Tetap terus buat kebaikan dan hindari kemaksiatan.
      Wallahu a’lam bishawab.

      Reply
  205. maszito

    Assallamuallaikum Wr Wb
    – Saya seorang duda dan tidak ahli dalam agama, bolehkah saya menikahi janda beranak yatim mantan istri ustad/kyai/ahli agama?
    – Saya sangat mencintai almarhum istri saya dan dia juga sangat mencintai almarhum suaminya, bolehkah saya menikahinya dengan alasan menolong dan belajar agama darinya?
    – Benarkah istri yang tinggal mati suaminya tidak akan bertemu di akherat nanti bila istrinya tersebut menikah lagi?
    Sebelumnya saya mohon maaf bila ada kesalahan yang saya lakukan
    Wassallamuallaikum Wr Wb

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam,
      boleh,
      benar karna Wanita yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir
      boleh atau tidak anda menikahinya, jawabannya boleh

      Reply
      • maszito

        Assallamuallaikum Wr Wb
        – Wanita yang menikah lagi karena ditinggal mati suaminya, maka wanita tersebut menjadi istri bagi suaminya yang terakhir dan berarti tidak akan bertemu dengan suami yang pertama,
        Maaf, saya jadi ragu untuk menikahinya ustad, karena saya merasa kasihan padanya, saya tidak sebaik suaminya yang pertama, yang ahli agama(seorang ustad), saya Cuma merasa kasihan dia beranak yatim banyak, tolong ustad beri solusi buat saya…
        – Saya pernah baca, bahwa tante(adik kandung bapak) tidak boleh dinikahi oleh keponakan, tapi bagaimana bila tante tersebut yang sudah sampai berumur 45 tahun belum ada yang menikahinya, apakah boleh keponakannya menikahi?

        Reply
  206. Meliana Mansoer

    Assalamualaikum ust. Kemarin, hari ini sy sedang puasa qiy bid dan sy jg udh niat puasa utk bsk krn bsk tgl 15 syafar. Tetapi swm sy melarang puasa bsk krn sy ingin pergi ke malang by kereta. Apakah sy hrs menuruti suami krn sy merasa kurang jika sy tidak berpuasa pd tgl 15 besok. Trims ust.

    Reply
  207. taufiq

    aslmkm, ustad saya ingin bertanya tentang rakaat salat. seseorang dihitung mendapat satu rakaat salat ketika mendapatkan rukuk atau mendapatkan fatihah. tolong disertakan hadis dan penjelasannya.

    syukron

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Maksud pertanyaan mungkin seorang makmum yang masbuk.
      Apabila makmum mendapatkan imam dalam keadaan ruku’, maka telah mendapatkan satu rakaat meskipun makmum belum membaca tasbih, kecuali setelah imam bangkit dari ruku’ berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

      “Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat shalat berarti dia telah mendapatkan shalat tersebut.” (Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya)

      Dan maklum, bahwa rakaat itu didapatkan dengan mendapati ruku’ berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Bakrah Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia masuk ke masjid pada suatu hari dalam keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang ruku’, maka dia pun ruku’ sebelum masuk ke dalam shaf, tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah salam, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:

      “Semoga Allah menambah semangat padamu, jangan diulangi.”

      Dan beliau tidak memerintahkan untuk mengulangi rakaatnya tersebut. Hanya saja beliau melarangnya untuk tidak mengulangi ruku’ sebelum sampai di shaf. Maka bagi makmum yang masbuq hendaknya tidak tergesa-gesa untuk ruku’ hingga benar-benar masuk dalam shaf. Wallahu waliyyut taufik.

      Reply
  208. Ahmad

    Assalamu’alaikum, Ustad/ustadzah. ketika seseorang serius, akan sampai ke jenjang pernikahan apakah harus saling terbuka mereka berdua, tentang keadaan dirinya masing-masing . seumpama : cacat fisik, atau sakit yang tidak terlihat nampak dari luar. terimakasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Untuk ke arah jenjang pernikahan memang kedua belah pihak harus saling terbuka untuk urusan seperti cacat fisik atau sakit yang di derita calon pasangan. agar tidak ada yang merasa ditipu (yang berkaitan dengan kenyamanan pasangan).
      Wassalam.

      Reply
  209. amirullah

    bagaimana hukumnya untuk orang yang meninggalkan sholat khususnya sholat jumat dikarenakan ada hal yang penting dan tidak bisa diganti pada waktu yang lain.makasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      wa’alaykum salam.
      Tugas yang penting yang ditanyakan tidak dijelaskan rinci. Hal yang penting yang tidak bisa diganti di waktu yang lain yang berkaitan dengan nyawa seseorang (sperti dokter) atau tugas negara seperti polisi yang mengamankan suatu demo atau tugas penting yg darurat , hal ini masih bisa masuk ke dalam hukum darurat dan boleh untuk tidak mengerjakan sholat jumat. Di luar itu tetap masih ada kewajiban untuk melaksanakan sholat jumat.

      Reply
  210. Nugroho

    Assalamu’alaikum wr wb
    Ustd/Ustdzh saya mau bertanya, suatu ketika saya bangun malam agak mepet subuh, sehingga langsung bersegera wudhu dan solat tahajud. selesai solat saya baru sadar kalau baju saya terkena iler, karena tak sengaja tercium bau tdk sedap. Saya mau ulang lagi namun sudah mepet sekali dengan adzan. hukumnya seperti apa ya? mohon bimbingannya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Air liur, keringat, air mata dan kotoran yang keluar dari hidung, semuanya suci. Karena demikianlah hukum asalnya. Jadi tidak membatalkan sholat.
      Wassalam.

      Reply
  211. ahmad mi raji

    ahmad mi raji

    Your comment is awaiting moderation.

    pak ustad lutfi atau sipa saja yg bisa memberikan jawaban sesuai ajaran ahlu sunnah wal jama ah,sesuai fiqh mazhab syafi i..ustadz apakah memandang wanita yg menarik hati lalu timbul sahwat termasuk zina?apakah setelah memandang itu wajib mandi junub? padahal tidak mengeluarkan air mani?
    saya terkena penyakit was was suka memndang wanita cantik,dsb hanya memandang saya suka mandi wajib padahal mani tidak keluar?tapi ereksi atau juga sering tidak ereksi karna hanyya memandang(tergantung pandangan saya,bila pandangan suka atau seperti jatuh cinta maka tidak ereksi,bila pandangan saya nafsu maka ereksi..,apa hukum saya mandi wjib tanpa keluar mani?saya merasa merepotkan diri saya jika mandi wajib tanpa keluar mani?apa jawaban fiqihnya?
    December 15th, 2013 Reply
    – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab#comment-2296

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      Walaikum salam, Hemat saya memandang wanita dengan ketertarikan tanpa mengeluarkan mani
      tidak wajib mandi, ada yg menafsirkan itu sebagai Zina mata,
      bukan makna istilah zina fiqih tapi makna istilah zina tasawuf.

      Reply
  212. nuril huda

    Assalamu Alaikum Wr Wb. gimana hukumnya jika anak kita yang sudah menikah melakukan /melaggar syariat agama (rentenir ). apakah kita ikut menanggung dosa padahal dia suda menikah. matursuwon.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Waalaikum salam.. ibu Nuril Huda.. seorang anak yang sudah baligh maka ia sudah mempunyai tanggung jawab sendiri. Apabila menjalankan kebaikan maka mendapatkan pahala dan apabila melanggar syri’at maka mendapatkan dosa. Dan ibu tidak menanggung dosa sama sekali atas apa yang anak ibu lakukan.
      Wassalamu ‘alaikum

      Reply
  213. nano

    Assalamu’alaikum wr wb
    Partanyaan saya bolehkah saya Mengikuti bacaan alqur’an dalam keadaan batal wudhu sedangkang saya sering mendengarkan lewat youtube

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaikum salam.
      Dalam keadaan tidak berwudhu dibolehkan mengikuti bacaan Al qur-an. Yang tidak boleh ketika tidak berwudhu adalah memegang mush-haf Al qur-an.
      Wassalam.

      Reply
  214. fifi

    assalamu’alaikum
    pak ustadz, saya mau tanya.
    di Al-qur’an kan sudah jelas bahwa pembagian harta waris itu untuk anak laki2 dapat 2 bagian, dan anak peremuan 1 bagian. bagaimana jika salah satu anak laki2 ingin mendapat 3 bagian? anak-anak yg lain sebenernya sangat tidak ridho, tapi dia bersikeras, jika permintaannya tidak di turuti artinya tidak akan ada pembagian harta waris itu. akhirnya kami sekeluarga menuruti keinginannya walaupun dengan terpaksa. yg mau saya tanyakan. bagaimana hukumnya pak ustadz? bagaimana dengan anak-anak yg lain yg menuruti permintaan anak laki2 itu? apakah tidak apa2? sedangkan dalam al-qur’anpun sudah di jelaskan bagaimana ketentuannya.

    dan satu lagi, bolehkan kita berbohong utk memperjuangkan hak kita pak ustadz? terimakasih:) ditunggu yah pak ustad jawabanya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaikum salam.
      Pertanyaannya kurang jelas, harus ada keterangan siapa yang meninggal dan berapa orang dan siapa saja yang menjadi ahli warisnya.
      Secara prinsip dasar laki-laki mendapat 2 bagian dan perempuan 1 bagian. kasus di atas hukum Allah tetap harus dijalankan dan ketika tidak dijalankan mendapatkan dosa.
      Tidak ada kebohongan putih (demi kebaikan). Berbohong tetap dosa. kecuali 3 hal di bawah ini:

      “Dan aku (Ummu Kultsum) tidak mendengar bahwa beliau memberikan rukhsah (keringanan) dari dusta yang dikatakan oleh manusia kecuali dalam perang, mendamaikan antara manusia, pembicaraan seorang suami pada istrinya dan pembicaraan istri pada suaminya”.

      [Dinukil dari Riyadhush Sholihin, Bab. Al Ishlah bainan naas]

      Reply
  215. ABDUS SYUKUR AZIZ

    Assalamu’alaikum,wr.wb.
    Pa Yai Apakah Rosulullah mempunyai anak laki-laki siapa dan berapa anaknya? terima kasih atas jawabannya pa Yai
    Wassalam.

    Reply
  216. hesti wk

    Assalamu’alaikum ustadz/ustadzah..saya seorang istri dgn 1 anak yg tinggal berjauhan dgn suami krn keinginan ortu dengan alasan materi. Hingga saat ini saya belum ikhlas tgl bersama ortu krn ketiga kk saya jg tgl di sini (ad yg menjaga ortu), sedangkan suami saya tgl sendiri dan tidak bisa pindah kerja. Yg ingin saya tanyakan, apakah benar tindakan ortu saya yg mengharuskan saya memilih mereka dibandingkan suami? Berdosakah saya dgn suami? Mana yg hrs saya dahulukan ortu atw suami? Jazakillah khoir…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam..
      Seorang wanita ketika masih sendiri kewajiban patuh kepada kedua orang tuanya. Ketika ia sudah menikah maka taatnya adalah kepada suaminya.

      Reply
  217. Hamba Allah

    Asslamualaikum Ustad
    Bagaimana cara iblis menggoda Nabi Adam AS dan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi. Padahal saat itu iblis telah di usir dari surga oleh Allah SWT karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam AS.
    Mohon Pencerahannya Ustad

    Reply
  218. Cahya

    Assalamualaikum Wr. Wb..
    Mau tanya Ustadz, apakah roh manusia yang sudah meninggal bisa masuk kedalam jazad manusia yang masih hidup ? (dipanggil ataupun datang sendiri), apakah kita perlu memenuhi permintaan roh tersebut kalau perintahnya baik (positif) dan apakah hukumnya mempercayai hal tersebut diatas ?
    Mohon kawabannya Ustadz. terima kasih.

    Wasalam

    Reply
  219. Gugum Gumilar

    Aslm wr wb,,
    Sy ingin brtanya, apa hukumnya meminjam uang ke bank/koperasi?? untuk keperluan:
    1. apabila niat meminjam untuk modal usaha
    2. apabila niat meminjam untuk diinvestasikan

    terimakasih

    Reply
  220. Hamdan Syukron

    Assalamu’alaikum.ada sahabat yg bertanya,bagaimana jika istri pilih kerja dari pada suruh ngurus anak dan suami smpe-sampe si istri meninggalkan rumah?dan udh hampir setengah tahun meninggalkan rumah.apa memang harus di ceraikan?makasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Suami harus menasehati dan memperingati sang istri dengan baik dan bijaksana. Apabila tidak mau menuruti , maka suami boleh menceraikan istri. (maaf atas keterlambatan dalam menjawab).
      Wassalam.

      Reply
  221. Agus K

    Assalamualaikum ustadz,
    Mohon pencerahannya tata cara sujud yang benar (dengkul dulu atau tangan dulu)…Terima kasih banyak

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dahulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.
      Wassalam.

      Reply
  222. fauzia

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Ustadz sya mau tanya…
    Apakah dosa jika sy menceritakan kelejelekan suami sy kpd ibu mertua atau nenekx dgn hrpn mrk bsa menasehatix. Krn jk sy yg mgtakan lgsng pdx pasti akan ribut bsr krn dia b’prinsip sy tdk b’hak mngatur hidupx tp sebalikx krn dia sbg kpla RT. Dia yg hrs d dgrkan baik itu salah atau benar.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Ifa.. selama itu masih dalam batas untuk mencari solusi dan untuk kebahagiaan keluarga ibu dan suami,, silahkan.. Tetapi sebatas pada permasalahannya apa dan sebisa mungkin jangan sampai merendahkan martabat atau harga diri suami di depan mereka. Bagaimanapun merekalah yang mendidik suami ibu dan ibunya yang melahirkannya. Jadi mohon adab muslimah sholehah sebagai istri tetap dijaga.
      Wassalam

      Reply
    • fifi

      assalamu’alaikum
      pak ustadz, saya mau tanya.
      di Al-qur’an kan sudah jelas bahwa pembagian harta waris itu untuk anak laki2 dapat 2 bagian, dan anak peremuan 1 bagian. bagaimana jika salah satu anak laki2 ingin mendapat 3 bagian? anak-anak yg lain sebenernya sangat tidak ridho, tapi dia bersikeras, jika permintaannya tidak di turuti artinya tidak akan ada pembagian harta waris itu. akhirnya kami sekeluarga menuruti keinginannya walaupun dengan terpaksa. yg mau saya tanyakan. bagaimana hukumnya pak ustadz? bagaimana dengan anak-anak yg lain yg menuruti permintaan anak laki2 itu? apakah tidak apa2? sedangkan dalam al-qur’anpun sudah di jelaskan bagaimana ketentuannya.

      dan satu lagi, bolehkan kita berbohong utk memperjuangkan hak kita pak ustadz? terimakasih:) ditunggu yah pak ustad jawabanya

      Reply
      • Ust. A. Lutfi Fathullah

        waalaikum salam,
        Pembagian itu tidak syar’i yg laki2 sudah mengambil lebih dan yg perempuan tidak mendapatkan hak nya,
        jika itu dipaksakan maka laki2 mendapatkan dosa, yg perempuan boleh mengambil setengah dari hak nya yg diambil oleh laki2.

        Reply
  223. Fazil

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Saya membaca dan mengikuti beberapa pertanyaan dari pengunjung. Sayang, tidak semua pertanyaan dijawab padahal menarik dan layak untuk diketahui bersama. Saya menyarankan, baiknya dijawab pertanyaan tersebut untuk diketahui buat yang lain. Terima kasih. Salam

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam akhy Fazil.. Syukran atas saran dan masukannya.. ke depannya semoga dilancarkan untuk bisa menjawab semua pertanyaan yang ada. Kendalannya banyaknya yang masuk dan keterbatasan waktu yang kami punya. Dan kami selalu menupayakan semaksimal mungkin un tuk menjawab.
      Salam

      Reply
  224. tuty rosidah

    Assalamualaikum ustad saya mau bertanya saya dulu memutuskan keluar krj krn saya tdk mw bongkar pasang berhijab…lalu saya dagang krn suatu hal dagangan saya bangkrut lalu saya bekerja lg di bank lalu ada tmn yg blng tntng riba saya slalu berdoa mnta petunjuk Allah lwt tahajut rutin saya lalu saya keluar krj lg apa bnr yg saya lakukan…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam..
      Insya Allah benar,, semoga Allah melapangkan dan memudahkan rezeki ibu yang halal dan berkah. aaamiiinn..
      Wassalam.

      Reply
  225. Hamba Allah

    Assalamualaikum tad saya ingin bertanya tentang najis, dirumah saya ada bangku yang terkerna BAB saya sudah mencoba untuk bersihkan dengan di siram oleh air , di elap oleh kain basah yang di campur sabun sampai di jemur , tetapi bangku itu tetap saja masih bau itu masih terasa karena bercampur dengan sabunnya , sementara saya selalu duduki bangku itu setiap harinya dan setelah itu saya shalat , apakah celana saya yang duduk di bangku itu najis ? mohon penjelasannya Wassalamualaikum Wr.Wb

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara hamba Allah..

      selama anda sudah tidak melihat bendanya tersebut dan sudah membersihkannya dengan mengalirkan air di atasnya. Maka apabila masih tercium baunya , hal tersebut dimaafkan.

      salam

      Reply
  226. Nurhayati

    Assalamualaikum wr wb
    Sya seorang istri,dlm prnikahan selalu brtngkar dg suami,suami pemabuk dan temperamental, dan lbh mementingkan org lain dibanding sya dn ank sya. suami sya suka bilang cerai tiap marah, dan sudah lbh dr 3 x. Skrng sdh 2 bln kami pisah ranjang, dan dia menelantarkan sya dan ank sya tnpa diberi nafkah lahir btin. Pdahal dia bkerja dan mlah tnggal di rmh ttga sya. Sya ingin bercerai sja, tetapi sya ga tega karena ank sy selalu ingin bersama bpa nya. Apa yg sebaiknya sya lakukan untuk kbaikan sya dn ank sya

    Reply
    • Yayuk PKH

      apabila yang mengatakan “saya ceraikan kamu” berasal dari perkatakan istri, maka itu tidak sah. Tetapi apabila yg bekata “saya ceraikan kamu” adalah suami , maka jatuh talak cerai” dan bila dikatakan lebih dari tiga kali maka jatuh sampai tiga kali dan itu artinya ibu dan bapak tidak bisa rujuk kembali. kecuali kalian harus menikah dengan orang lain terlebih dahulu kemudian bercerai (tidak direkayasa) maka kalian bisa menikah kembali..

      Reply
  227. b.wijanarko

    Assalamualaikum pak ustadz. Yg ingin saya tanyakan berhubungan dengan hukum sholat. Apakah sah hukumnya jika saya sholat maghrib diatas kendaraan jemputan karyawan kerja yang sedang berjalan karena jika saya menunggu sholat sampai dirumah waktu sholat maghribnya telah habis. Jarak dari tempatkerja ke rumah kurang lebih 40 km. Jika saya menunda pulang sampai setelah maghrib maka tidak ada kendaraan yang mengantar. Saya kerja di tambang. Terimakasih ustadz.

    Reply
    • Yayuk PKH

      untuk menghormati waktu sholat, dibolehkan untuk melakukan sholat dengan isyarat mata tanpa ada gerakan tangan (khawatir dianggap orang aneh oleh penumpang bis yg lain), tapi sesampai di rumah maka sholat tersebut diulang krn tidak sah. atau kalaupun tidak sempat sholat pada waktu yang hadir saat itu, maka bisa di jama’. misal sholat maghrib ditarik ke waktu isya, jadi maghrib dijama’ takhir. dengan syarat pada waktu maghrib saat itu langsung diniatkan untuk menjama’ sholat maghrib ke waktu isya. salam.

      Reply
  228. Arsyad

    Assalamualaikum…saya ingin bertanya mengenai taruhan atau judi
    saya mempunyai hobi bermain futsal ,untuk meyewa lapangan futsal itu 100rb/jam lalu setelah itu kami membuat kesepakatan dgn lawan,jika menang kita hanya bayar 30rb jika kalah kita bayar 70rb atau juga yang menang tidak bayar tapi yg kalah bayar 100 rb,yg saya tanyakan adalah apakah bermain seperti itu termasuk judi ?
    sekian wassalam

    Reply
  229. Elvi Gustiza

    Seorang laki2 hrs berbakti kpd ibunya. Apakah setiap mslh rmh tangga, mis suami akan pindah kerja, dan juga bila akan menikahkan putrinya harus dirundingkan dulu dg ibunya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Evi..
      Kami berusaha untuk berfikir positif (husnuzhan) kepada suami ibu. Mungkin saja suami ibu ingin setiap langkah yang ia jalankan mendapatkan keridhaan dari sang Ibunda tercinta. Terlepas dari apakah setiap permasalahan rumah tangga harus diceritakan semua kepada ibunda atau tidak. Yag terpenting untuk saling menjaga komunikasi masing2 antara suami dan istri dan saling menjalankan hak dan kewajibannya.

      Suami tidak ada kewajiban untuk selalu mengadu apa permasalahan keluarga, tetapi suami masih punya kewajiban untuk ta’at kepada sang Ibu (orang tuanya) walaupun sudah berkeluarga.

      Selama hal tersebiut masih dalam batas kebaikan tidak ada masalah, dan seharusnya ibu bangga mempunyai suami yang masih taat dan selalu terhubung dengan orang tuanya. Dibandingkan dengan kondisi sekarang yang kebanyakan anak laki2 yang sudah berkeluarga jarang sekali yang menyambung silahturahim yang baik dengan keluarganya.

      Wallahu A’lam
      wassalam

      Reply
  230. salasatul milati

    assalamualaikum, afwan ustadz saya milah, saya mau tanya berapa batasan zakat seseorang .. kalau batasan untuk mas? dan uang/harta?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Adapun nisab emas sebesar 20 Dinar emas (85 gram), dengan haul selama satu tahun dan kadar 2,5%. Artinya bila seorang muslim memiliki emas sebesar setidaknya 20 Dinar emas (85 gram) selama satu tahun ia wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari jumlah emasnya tersebut minimal 1/2 Dinar.

      Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram.
      Intinya perhitungannya sama.
      wassalam.

      Reply
  231. ade

    Asalamu’alaikum…
    ustadz saya mau tanya…
    bagaimana kedudukan hadits tentang mengazani bayi yang baru lahir

    Reply
    • Yayuk PKH

      Hadits Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu. Dia berkata:
      رَأَيتُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَذَّنَ فيِ أُذُنِ الحَسَنِ بنِ عَلي حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ.
      “Aku melihat Rosululloh shollahu ‘alaihi wa sallam membacakan adzan ke telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika ia telah dilahirkan oleh Fathimah”.
      Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud, Al-Imam At-Tirmidziy, Al-Imam Ahmad dan yang lainnya. Semua dari jalan Sufyan dari ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dari ‘Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari Ayahnya Rodhiyallahu ‘anhu -yaitu Abu Rafi’- dia berkata: (menyebutkan hadits).
      Dalam riwayat At-Tabraaniy di dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir (no. hadits: 926) dengan lafadh:
      أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَذَّنَ فيِ أُذُنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضي اللَّهُ عَنْهُمَا حِينَ وُلِدَا ، وَأَمَرَ بِهِ.
      “Bahwasannya An-Nabi shollahu ‘alaihi wa sallam membacakan adzan ke telinga Al-Hasan dan Al-Husain ketika keduanya telah dilahirkan, dan beliau shollahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal tersebut”.
      Hanya saja At-Thabraniy meriwayatkannya dari jalan ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dari Al-Husain bin ‘Ali Rodhiyallahu ‘anhu dari Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu.
      Hadits ini lemah.
      Walaupun tingkat hadis tersebut lemah tapi bisa di gunakan untuk Fadhoiful ‘amal (ibadah umum) tapi tidak untuk mengambil suatu hukum.

      Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam

      Apabila mangikuti Mazhab Syafi’i walaupun tidak dengan syahwah maka batal. Tetapi mazhab Hanafi apabila tidak ada syahwah tidak batal.

      Wassalam.

      Reply
  232. Leni

    Assalamualaikum…
    Ustadz sama mau tanya… saya suka bikin boneka dari kain flanel bentuk orang tapi tanpa hidung dan kuping, mulutnya pun hanya dibuat lengkungan dari benang (senyum), boneka tersebut di letakkan di dalam box untuk pajangan… saya berniat untuk menjual boneka2 tersebut, bagaimana hukumnya?

    Reply
  233. Yanto

    Assalamu’alaykum ustadz, saya mau tanya, hukumnya transaksi penarikan uang/saldo lewat kartu ATM gitu mubah atau haram??
    soalnya keluarga diluar pulau kan tiap bulan harus ngirim uang di kampung. dikirim lewat kantor post biayanya juga mahal.

    Reply
  234. raihan

    asalamualikum ustadz..??
    nama saya raihan
    saya kenalan sama seorang perempuan dia mengaku janda beranak 2
    di situ saya sering ngobrol menceritakan masa lalu dia
    .dia sering di aniyaya oleh suaminya bahkan tidak pernah di kasih nafkah
    1tahun berlalu dan kami ada rencana mau menikah
    kami melakukan dosa besar yaitu berzina dan dia hamil

    akhirnya dia menceritakan yang sebenarnya,bahwa dia belum resmi bercerai
    saya bingung ustadz apa yang harus saya lakukan sedangkan dia belum resmi bercerai mau menikahi dia pun tidak bisa
    saya telah dibohongi

    saya mau bertobat?
    apa yang harus saya perbuat ustadz?
    apakah allah akan mengampunin dosa saya yang teramat besar?

    Terimakasih, jawaban Dari ustadz bisa menjadi solusi Dari keadàan yg sy hadapi.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Semoga Allah membimbing dan memberi petunjuk saudara raihan. Bertobatlah dengan sebenar benarnya taubat dan setelah itu jangan mengulangi lagi dan buka lembaran baru dengan menjaga pergaulan anda dengan pergaulan yang baik dan islami.
      9 : 104 | 42 : 25

      QS. At-Taubah [9] : 104

      أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

      Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

      QS. Ash-Shuraa [42] : 25

      وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا۟ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

      Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

      Reply
  235. yusuf

    assalamualaikum wr wb
    ust ane mau tanya bagaimana sih batasan menundukan pandangan ..??
    bagi seorang ikhwan

    Reply
    • Yayuk PKH

      Dari Jarir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

      سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي

      ”Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku”. [7]

      Al-Imam An-Nawawi berkata : «”Makna pandangan tiba-tiba adalah pandangan kepada wanita asing/bukan mahram (ajnabiyyah) tanpa sengaja, tidak ada dosa baginya pada awal pandangan, dan wajib untuk memalingkannya pada saat itu juga. Apabila dipalingkan saat itu juga maka tidak berdosa, akan tetapi apabila terus-menerus memandang, maka berdosa berdasarkan hadits ini, karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memalingkan pandangannya. Padahal Allah ‘azza wa jalla berfirman : {قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ} ”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya”»

      Reply
  236. aila

    assalamu’alaikum..
    ustad saya mau tanya,
    tanpa sengaja saya dipilih sbg pewaris oleh pengacra padahal saya tidak ada hubungan keluarga dengan almarhum, dia menemukan saya krna nama saya yang sama dg almarhum, krna almarhum tidak punya keluarga, saya diminta untuk mencairkn deposito almarhum dan sebagian dana itu saya sumbangkan, jika tidak dicairkan dana itu akan disalah gunakan oleh orang-orang yg tak bermoral
    yang saya tanyakn halalkah warisan itu untuk saya?

    Reply
    • Yayuk PKH

      wa’alaykum salam wr wb. harta tersebut tidak halal bagi bapak. krn tidak ada hub keluarga. seharusnya pengacara tersebut melimpahkan urusan tersebut kepada baitul maal atau pihak yg berkaitan dgn urusan ahli waris dr pemerintah. salam

      Reply
  237. andi aryan azikra

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Pak Ustadz, ijinkan sy bertanya! yang saya mau tanyakan masalah mengusap wajah !
    Apa hukum menghusap wajah setelah berdoa dan salam ? Terima Kasih . Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Reply
    • Yayuk PKH

      “Mohonlah kepada Alloh dengan telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan punggung tanganmu, dan apabila kamu telah selesai berdo’a, maka usapkanlah kedua telapak tangan itu pada wajahmu.” (H.R. Ibnu Majah dan Abu Daud).

      Reply
  238. Firdaus

    assalamualaikum… saya seorang pelajar smk kelas 2,, saya mau tanya soal,,
    kalo mengadakan rental ps atau warung internet (warnet),, itu dibolehkan enggayah menurut ajaran islam? uangnya halal apa haram…?

    mohon dijawab ya :D
    wassalamualaikum…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Kalau menyewakan rental PS jatuhnya mengajak orang untuk menyia-nyiakan waktu dibandingkan mengisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
      Warung internet apabila di gunakan untuk hal pekerjaan dan kebaikan lainnya maka hasilnya baik. Tetapi apabila dimanfaatkan untuk hal yang buruk maka masuknya adalah dosa.
      Karena kita juga tidak bisa memastikan pengunjung untuk bisa memakainya dalam hal kebaikan, maka kami menyarankan untuk cari peluang usaha yang lainnya atau carilah lokasi usaha warnetnya di lokasi yang islami (insya Allah lebih terjamin).

      Wallahu a’alam bishshawab.

      Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam

      Rajin belajar dan menuntut ilmu agama dengan mengukuti pengajian atau majlis ilmu yang ikhlash. Dan selalu berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan hati dan dijaga keislaman dan keimanannya.

      Reply
  239. dody setiawan

    subhanallah ustadz saya hanya ingin curhat dengan seorang ustadz di media online kenapa susah,ustadz saya tidah bisa curhat dengan lingkungan saya makanya saya ingin curhat d media online ustadz allah huakbar….

    Reply
  240. rina

    assalamu’alaikum…….Dr Luthfi yth,terimakasih atas semua yang ada di warung ustadz sangat bermanfaat dunia akhirat,semoga menjadi jalan kita selamat dunia akhirat aamiiin

    Reply
  241. aryadi

    assalamuala’ikum wrb…
    pak ustadz sy sering bertengkar dengan istri, terkadang kalau sy terlalu emosi mengeluarkan kata2 saya cereikan kamu. istri saya juga menanggapi dengan kata ayo kita cerai
    pertanyaan saya apakah itu sdh termasuk cerai

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Aryadi.. jangan pernah bercanda mengeluarkan kata kata cerai kepada istri.. karena hal itu bisa jatuh talaknya.. walaupun hanya dengan bercanda atau dalam keadaan marah yang sangat..
      wassalam

      Reply
  242. selamet

    assalamuala’ikum wrb…
    pa ustad saya mau tanya tentang pernikahan saya yang akhir2 ini istri saya ingin mengajak pisah..yang saya mau tanyakan dosa kah saya bila saya cerai kan atas kemauan istri saya…dan bila sampai pisah saya ingin membantu kedua orang tua saya untuk masalah ekonomi..mohon di jawab pa ustadz..terima kasih

    Reply
    • Yayu PKH

      Salam pak Selamet yang dirahmati Allah.. Bagi suami tidak berdosa apabila menceraikan istri atas permintaan istri. Seorang laki-laki memang mempunyai kewajiban menafkahi orang tuanya dan bukan hanya sekedar membantu perekonomian mereka. salam.

      Reply
    • Yayu PKH

      Wa’alaykum salam wr wb.. apabila istri minta bercerai maka tidak ada dosa bagi suami untuk menceraikannya. Seorang laki-laki bertanggung jawab kepada kedua orang tuanya.. dan bukan sekedar membantu perekonomian mereka. wassalam wr wb.

      Reply
  243. ibu sri jayawato

    Assalamualaikum wrwb. sy ingin berkurban atas nama saya dan anak2ku tapi suami tdk ikut soalnya sy ajak suami utk berkurban dia tidak mau padahal dia mampu. Akhirnya krn sy berkeinginan utk kurban sy niat kurban atas nama sy sj dan anak2. Gmn hukumnya? Apa sy tdk berdosa sm suami. Tks atas jawabannya. Wslm

    Reply
    • Yayu PKH

      Salam Ibu Sri yang dirahmati Allah.. Untuk berkurban apabila memakai uang ibu sendiri maka tidak ada dosa bagi ibu, tetapi apabila ibu membelinya dengan uang dari suami maka seharusnya suami ibulah yang berkurban atas nama ibu dan anak-anak. salam

      Reply
  244. rita

    Ass wr,wb ustadz,,saya mau tanya, bagaimana seharusnya suami menafkahi lahiriah istri,,apakah wajib terbuka masalah penghasilan yang didapat atau bagaimana??? dan bagaimana sebaliknya istri??apa wajib terbuka dengan suami dengan penghasilan yang didapat??

    Reply
    • Yayu PKH

      Wa’alaykum salam wr wb.. Tidak ada kewajiban mengenai keterbukaan tentang pendapatan masing-masing. Tetapi yang wajib adalah “tidak berbohong”.
      wassalam wr wb.

      Reply
  245. Dian Julianti

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb. Ustadz sy mau bertanya:
    1. Apakah di antara sholat qabliyah dan
    sholat wajib boleh ada sholat sunnah yg lain, misalnya sholat lifdail bala’i ? Atau stlh sholat qabliyah hrs lgsg sholat wajib?
    2. Apakah shalat badiyah boleh dilakukan sambil duduk walaupun tanpa ada uzur apapun?
    Terimakasih, jawaban Dari ustadz bisa menjadi solusi Dari keadàan yg sy hadapi.

    Reply
    • Yayu PKH

      Wa’alaykum salam wr wb..
      Dinamakan Shalat qabliyah dan ba’diyah dikarenakan dilakukan sebelum dan setelah sholat fardhu , jadi silahkan sholat yang lain diwaktu yang diperbolehkan sholat sunnah, seperti sholat Dhuha misalnya.
      Sholat sunnah boleh dilakukan dalam keadaan duduk walaupun tidak sakit. wassalam.

      Reply
  246. Nurul Wahana

    Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh… Nama saya Nurul Wahana. saya ingin bertanya, bagaimanakah proses pengumpulan hadis sejak zaman Rasulullah hingga di tahun 2013 ini? siapa saja yang menulis kitabnya dan bagaimana perkembangannya penulisnya hingga sekarang. terimakasih atas jawabannya. Wassalamu’alaikum warohmatullah wabarokatuh.

    Reply
  247. muhammad iqbal

    Asalamualaikum pak ustadz saya mau tanya bagaimana hukum orang yang tidak sempurna bacaan surah alfatihah ketika solat berjamaah ??? Saya mohon jawabannya

    Reply
  248. tony_archam

    Assllm wrwb.
    ustad mau tanya. 1. bagaiman cara menasehati istri yg sering menatap suami,

    Reply
    • Yayu PKH

      Wa’alaykum salam wr wb.. mohon maaf .. pertanyaannya bisa lebih di perjelas? Apa yang dimaksud dengan menatap? memandang? apa kaitannya dengan menasehati istri?
      salam.

      Reply
  249. joko

    aslm maaf pak/bu ustad saya mau bertanya,,, jika ada teman saya pinjam uang kesaya,,kemudian temen saya memberi saya uang sebagai ucapan terimakasih karena telah menolongnya, padahal saya tidak memintanya,,, klao saya terima apakah termasuk riba,,,?

    Reply
  250. Arlington

    asalamualaikum ustad. Subhanaullah…Websitenya sangat berguna untuk mempelajari tentang islam. keep up the good work :D

    Reply
  251. ranti

    Assalamuallaikum ustadz,,sy mau tnya.
    saya pernah bernazar,klo saya wisuda gel 1, saya mw nazar traktir foto studio tmn2 dkt sy. Tp stelah dipikir2, hal ini tidak buat manfaat. yang saya tnyakan. Apakah saya bisa mengganti nazar saya dgn yang lbh manfaat ???
    di tunggu jawabannya ustadz. terimakasih.

    Reply
  252. Meliana Mansoer

    Assalamualaikum ust.
    Saya ingin tahu ttg Syiah yg pernah saya dengar dari tausiyah2 terutama dari Ust. Munzir Situmorang. Tetapi saya masih kurang mengerti ttg Syiah apalagi saya jg pernah dengar tausiyah dr Ust. Othman Shihab (yg kabarnya ust. tsb termasuk kel Syiah}. Bagaimana saya menyikapi hal tersebut. Terima kasih ust.
    Wasalamualaikum

    Reply
    • PKH Tarsim

      waalaikum salam.
      jangan mendengar syiah dari orang syiah kecuali tahapan nya sudah penelitian, ada beberapa video diwarung ustad yg menjelaskan tentang syiah, silahkan dipelajari.
      terima kasih.

      Reply
  253. sandi

    assalamualaikum.wr.wb
    saya mau tanya pk ustadz..
    Apa yg dimaksud masiihit dajjal.
    mohon penjelesanya..

    Reply
  254. Ida

    Assalamualaikum, senang sekali ketemu forum ini, saya mau tanya ustad, sebelum Nabi Adam & Hawa di perintahkan turun ke bumi (Qs. AL-A’RAF) apakah Tuhan sudah menciptakan bumi ini sebelumnya? Jika ya tujuannya untuk apa, karena Adam & Hawa masih berada di surga. Terimakasih atas jawabannya.

    Reply
  255. Dani

    Assalammualaikum Ustadz/Ustadzah,

    Saya mau bertanya ustadz, sebelumnya keluarga saya mempunyai sebidang tanah yang letaknya di belakang, dan tanah tersebut dibeli oleh saudara saya sendiri dengan janji akan diberi jalan, sekitar berjalan 10 tahun jkel saya dan tetangga sekitar menggunakan jalan tersebut karena jika melewati jalan yang lain jalannya terlalu jauh. saat ini jalan yang sering saya lewati dan orang lewati di tutup tanpa alasan yang jelas, dan sama sekali tidak diberi jalan. tetapi jika untuk saudara boleh lewat hanya orang lain tidak boleh itupun dengan catatan harus meminjam kunci jika mau lewat. yang saya mau tanyakan apakah hukumnya jika orang menutup jalan untuk orang lain yg biasa lewat, karena banyak orang yang tidak suka dan akhirnya mengucap sumpah.

    Terima kasih sebelumnya ustadz.
    wassalam.

    Reply
  256. edi hartono

    assalammualaikum pak ustad
    saya mau tanya , waktu ibu sy sakit, pernah sy di suruh pulang sama ibu tetapi sy sibuk dengan kerjaan gak bisa pulang sampai ibu sy meninggal . pertanyaan saya: apakah sy berdosa dan apa termasuk anak yg durhaka.

    Terima kasih banyak
    wasslam

    Reply
  257. Dina

    Assalammualaikum Ustadz/Ustadzah,

    Saya ingin Tanya, bagaimana hukumnya kalau seorang perempuan lupa dengan jumlah puasa yang belum ia bayar? Sesungguhnya hutang puasa selalu dibayar setelah Ramadhan berakhir, tapi karena dulu lalai akan kewajiban, saya lupa untuk membayar sehingga menumpuk dan tidak menghitung jumlah harinya. Mohon penjelasan ustadz, karena saya takut masih berhutang saat dicabut nyawa ini..

    Terima kasih banyak.

    Wassalam.

    Reply
  258. iyus

    assalamu’alikum wr. wb.
    pak, saya mau bertanya nih…
    kalo saya lebih senang berkumpul, bermain bersama teman – teman saya yg sejenis (ikhwan) jadi tidak bercampur dengan yg bukan muhrim bagi saya dan teman-teman saya, apakah itu termasuk saya menutup diri? atau bisa dikatakan dengan anti sosial pak?
    lalu sebaiknya bagaimana pak…

    mohon penjelasannya dari pak ustadz, terimakasih
    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Reply
  259. budiman

    asww.. pa ustadz! saya mau tanya tentang ilmu fiqih, apa bedanya “bila khilafin & ittifaaqon (dlm kitab kifayatul akhyar) mohon penjelasan. terima kasih wassalam.

    Reply
  260. Ferli

    Pak ustad, saya mau nanya, klo memakai hal-hal yang bersipat bajakan dosa gak.? seperti memakai software bajakan, CD bajakan, baju KW dsb.
    Terus klo menjual/mendapatkan uang dari barang-barang bajakan tersebut, bagaimana hukumnya…

    saya mohon jawabannya dari pak ustad.. makasih.

    Reply
  261. zul

    assalamu’alikum wr. wb., saya mau bertanya, pada malam bulan ramadhan melakukan onani hukum puasanya bagaimana ustad?apakah harus membayar ganti 2 bulan atau fidyah?lalu jika dilakukan malam hari dengan yg bukan muhrim bagaimana ustad?apakh masih dapat diampuni dosanya?terima kasih wassalamu’alaikum wr. wb

    Reply
  262. friyadi

    Asssalamu’alaikum warramatulahi wabarrakatu.

    Selamat sore
    DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA.
    Saya mau bertanya mengenai
    1. Zakat, yaitu “zakat Maal” , pertanyaan saya:type jenis harta upah(gaji)/ profesi tersebut jika dalam taksiran Rupiah (uang) sebesar 6 jt keatas / Rp beras ya dimakan dalam keseharian cara perhitungannya seberapa besar y harus dikeluarkan dan mohon perhitungannya dicantumkan.
    2. Saya minta bimbingan mengenai mempelajari al-quran agar dapat memahami isinya, jika ada pedoman dari buku mohon cantumkan.
    Mohon pencerahannya dan penjelasan nya.
    Terima kasih atas respon dari pak. ustad.

    Wasalamu’alaikum warramatulahi wabarrakatu.

    Reply
  263. tiwii

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu, pak ustadzah/ustad saya mau nanya. bagaimana hukumnya orang tua yang memaksa anaknya untuk menikah dengan orang yang aanaknya tidak punya hasrat sam sekali dengan orang tersebut?
    terima kasih
    assalamualaikum

    Reply
  264. Putri Juni

    Assalamualaikum.wr.wb
    Saya adalah mahasiswa tingkat 2 di sebuah perguruan tinggi. Pada awal masuk alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa yang cukup lumayan. Akan tetapi saua teringat bahwa pada saat mengisi formulir beasiswa ada sedikit ketidakjujuran dalam hati saya. Alasan ketidakjujuran itu karena saya pikir dengan mengisi data tersebut kesempatan saya mendapat beasiswa akan semakin lebar. Tepatnya ketika mengisi formulir rencana berkendara di lokasi pendidikan saya memilih untuk berkendara dengan transportasi umum, padahal saya pada akhirnya selama ini memakai kendaraan pribadi. Untuk mengoreksi kesalahan tersebut sebenarnya saya telah bertekad untuk melakukan apa yang sesuai dengan rencana yang saya tulis, akan tetapi saya telanjur lupa melakukannya hingga sekarang. Pertanyaannya, apakah dana beasiswa yang saya terima halal? Kemudian, ketika saya telah berupaya memenuhi yang ada pada formulir apakah lantas saya berhak atas dana tersebut, baik yang telah lalu ataupun yang akan datang? saya mohon pencerahannya, karena sesungguhnya saya sedang bingung sekali. Di sisi lain saya sangat membutuhkan dana tersebut.
    Mohon pencerahannya dalam kasus ini. Terimakasih banyak.

    Reply
  265. titi

    Assalammualaikum wrwr Pak Ustad apa hukum nya kita jadi makmum dari Imam yang Makhraj nya kurang benar

    Reply
  266. Putri E

    mengenai yang tadi, alasan ketidakjujuran itu karena saya pikir dengan mengisi data tersebut kesempatan saya mendapat beasiswa akan semakin lebar.
    Mhon maaf. Saya sangat menanto jawabannya. Terimakasih

    Reply
  267. Putri E

    Assalamualaikum.wr.wb

    Bapak, saya adalah mahasiswa tingkat 2 di sebuah perguruan tinggi. Pada awal masuk alhamdulillah saya mendapatkan beasiswa yang cukup lumayan. Akan tetapi saua teringat bahwa pada saat mengisi formulir beasiswa ada sedikit ketidakjujuran dalam hati saya. Tepatnya ketika mengisi formulir rencana berkendara di lokasi pendidikan saya memilih untuk berkendara dengan transportasi umum, padahal saya pada akhirnya selama ini memakai kendaraan pribadi. Untuk mengoreksi kesalahan tersebut sebenarnya saya telah bertekad untuk melakukan apa yang sesuai dengan rencana yang saya tulis, akan tetapi saya telanjur lupa melakukannya hingga sekarang. Pertanyaannya, apakah dana beasiswa yang saya terima halal? Kemudian, ketika saya telah berupaya memenuhi yang ada pada formulir apakah lantas saya berhak atas dana tersebut, baik yang telah lalu ataupun yang akan datang? saya mohon pencerahannya, karena sesungguhnya saya sedang bingung sekali. Di sisi lain saya sangat membutuhkan dana tersebut.

    Reply
  268. Caca

    Assalamualaikum wr.wb Ustadz
    Saya ingin bertanya masalah pernikahan.
    Saya ingin menikah dengan calon suami saya. Kami ingin menikah secara sederhana, hanya akad nikah (ijab kabul saja) tanpa resepsi. Namun, orang tua saya ingin pernikahan saya dibesarkan (duduk di kursi pengantin juga ada resepsi yang mengundang banyak orang /relasi/saudara2).
    Saya dan calon saya tidak menginginkan hal tersebut karena menurut kami berdua acara resepsi yang mengundang terlalu banyak orang itu hanya akan menghabiskan biaya yang banyak, sementara kami berdua masih memiliki kehidupan yang lebih panjang setelah menikah.
    Saya dan calon saya sudah mengutarakan niat menikah kepada orang tua saya (orang tua calon saya sudah mengetahui rencana kami dan setuju dengan rencana kami menikah secara sederhana)
    namun orang tua saya tidak setuju jika kami tetap menggelar acara pernikahan sederhana, mereka ingin kami melangsungkan pernikahan yang dengan resepsi dan mengundang banyak orang (dengan alasan, mereka yang akan membiayainya, namun kami tidak ingin orang tua/orang lain mengeluarkan biaya untuk pernikahan kami) .
    Bagaimana ustadz? apa solusi terbaik yang bisa kami lakukan agar orang tua kami mengerti bahwa kami tidak ingin menikah secara besar2an? mengingat pernikahan kami adalah pilihan hidup kami, jadi kami ingin kami yang menentukan hidup kami, termasuk pernikahan yang akan kami langsungkan
    Terima kasih sebelumnya atas jawabannya ustadz.
    Mohon pencerahannya ustadz

    Reply
  269. PUPUNG

    Assalamu’alaikum WrWb, Ustd. DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA.
    Mohon bisa dikirimkan doa yang Ustadz sajikan di Masjid Pondok Indah semalam (Kamis, 18 Juli 2013). doa tentang mohon hapuskan dosa kecil dan dosa besar, dosa lama dan baru, dosa yang sengaja dan tidak disengaja. Jazakallah khairan katsira. Wass.

    Reply
    • kintamahadji

      Wa’alaykumsalam wr wb,

      berikut do’anya :

      اللَّهُمَّ اغفِرْ لي ذَنبي كُلَّهُ : دِقَّه وجِلَّهُ، وأَوَّله وَآخِرَهُ، وعلانيته وَسِرَّه

      Allahummaghfir li dzanbi kullahu, diqqahu wa jillahu wa awwalahu wa akhirahu wa ‘alaniatahu wa sirrahu – ya Allah, berilah pengampunan padaku akan semua dosaku, yang kecil dan yang besar, yang permulaan dan yang penghabisan, yang terang-terangan dan yang rahasia.

      Reply
  270. Nabil

    assalamualaikum wr.wb Saya ,mau bertanya apakah boleh saya mempromosikan buku kesehatan yang dicovernya terdapat wanita tidak menggunakan hijab?

    Reply
  271. Priyo Wahyu

    Assalamulaikum

    Ustad mau nanya…. saya memliki teman yang ingin masuk islam (mu’alaf) , buku apa yang bisa saya referensikan untuk dia yang simple dan sederhana tentang Islam. terimakasih.

    Reply
    • PKH Tarsim

      waalaikum salam
      mohon maaf referensi-referensi yg sering saya(dr.lutfi) baca berbahasa arab. jadi saya tidak tau persis yg terbaik yg mana.
      maaf mohon maklum.

      Reply
  272. Putriana Fatimah

    Assalamualaikum wr.wb

    pak Ustadz saya mau tanya mengenai hukum jika berulang tahun kita ada acara tiup lilin dan potong kue?
    karena sya baru mendapat nasehat dari ayah saya, beliau baru saja mendapat ilmu saat mengikuti kuliah subuh kemarin,
    beliau bilang kalau kita ulang tahun tiup lilin bisa menyebabkan kita mnjadi murtad jg?

    bagaimana hukumnya jika kita hanya memberikan kue saja, tanpa tiup lilin
    dan sekedar memberikan kado?
    karena saya baca jika itu dilakukan dihari ualng tahun tidak boleh/haram
    sedang untuk di lain hari yg bukan hari ulang tahun boleh?

    Mohon pencerahannya ustadz agar kita terhindar dari hal-hal yg bisa menjerumuskan kita kedalam hal yg membuat kita murtad.

    Terima kasih atas perhatiannya, saya tunggu jawabannya
    Wassalamualakum wr.wb

    Reply
  273. Mendat bertaubatz

    Ass Ustadz
    tolong jelaskan yg dimaksud dg Surga kita ada dtelapak kaki IBU

    Reply
  274. indrawarman

    ada sekolah SD dan SMP pada waktu berdoa pagi.yang kristen buka injil,yg islam buka al Quran.dengan memilih topik yg hampir sama.saya takut anak anak nanti bisa mengganggap semua agama sama.saya menduga pemilik sekolah ini dalam pencarian .saya ingin dapat bahan yg menguatkan bahwa islam adalah agama yg benar kalau saya dapat berdialog dg pemilik sekolah ini.agar pandangan dan cara yg diterapkannya ini bisa kembali dibawa ke jalan yg seharusnya.

    Reply
  275. Parameswara

    Assalamu’alaikum,,,
    Saya mau bertanya, pak ustadz sama bu ustadzah kan sudah sering mengkaji Al-Qur’an bahkan sampai makna dan artinya, saya sampai sekarang penasaran, apa sih makna dari masing” huruf hijaiyah itu sendiri?
    seperti “Alif”, “Ba”, “Ta”, dsb itu maknanya apa?

    Sekian pertanyaan dari Al-fakir
    Harap dikonfirmasi
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Reply
    • PKH Tarsim

      waalaikum salam
      kalau satu huruf sendiri tidak punya makna, dia akan punya makna setelah huruf-huruf itu digabung
      contoh simpel nya alif lam mim, atau qof atau nuun, arti yg sesungguhnya tidak ada yg tau.

      Reply
  276. muhammad

    assalamu alaikum ustad…
    saya mau nanya…cara mandi wajib yang bener menurut islam gmn yahhh

    Reply
  277. prasetyo

    Assalamu’alaikum.Saya mau tanya nich.apa arti kata SHAKIRA dalam bahasa Indonesia ?

    Reply
  278. Yankuro

    Assalammualaikum wr.wb
    Alhamdulillah, akhirnya menemukan tempat untuk mencari jawaban yang selama ini selalu memenuhi pikiran saya. Mengenai RUQYAH….apa hukumnya di dalam islam? Apakah termasuk bid’ah..? Terima Kasih atas jawabannya

    Reply
    • PKH Tarsim

      waalaikum salam wr.wb.
      jaman Rasulullah sudah perna dilakukan dan diperbolehkan, sekarang tinggal bagaimana metode yg digunakan sesuai atau tidak

      Reply
  279. annisa

    Assalamu’alaikum. Saya ingin nnya ni, apakah bagi ibu yg sedang menyusui wajib utk berpuasa?sekian wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  280. zakir

    pak ustad kami mau bertanya.apa hukum nya klo kita puasa ramadhan tapi tidak membayar zakat

    Reply
  281. daffa

    asalamualaikum pak ustads saya siswa kelas 6 SD mau bertanya, apa manfaat sholat duha

    Reply
  282. DEDET DEDDY

    ustad,bila saya cr krj lain anak n istri saya makan apa ustad?…cr krjan yg lain butuh wktu lama pak,ngelamar lg buat makan sehari2 duit dr mn pak.k luar dr krjan yg baru saya dpt.sulusinya yg bener n pasti saya gimana pak ustad sambungan pertanyaan yg kemaren pak

    Reply
  283. Iqbal Hafizh

    Assalamualaikum Wr Wb.

    Ustad saya ingin menanyakan hukumnya perempuan menjadi model pakaian muslimah baik melalui internet maupun di atas panggung ? Hal ini saya tanyakan mengingat hijab di Indonesia sedang menggeliat.

    Terima kasih.

    Reply
  284. Rahmad

    Assalamualaikum..
    Ustad, saya mau nanya. Saya sering sekali buang angin sebelum shalat, bahkan pernah saya mengulang shalat 4 kali gara gara buang angin..
    pada suatu waktu saya sdg shalat , dan buang angin lagi.. Lalu saya berkata dlm hati “wah, banyak sekali aturan dlm islam,buang angin aja batal,kalau agama lain sih nggak kayak gini”.. Habis itu saya lgsung istighfar, apakah perkataan saya tadi termasuk dosa besar atau murtad?

    Reply
  285. DEDET DEDDY

    USTAD,SAYA MAU TANYA MOGA USTAD CEPAT BLS pertanya an saya.gini ustad saya,dpt krjan baru kerja saya bagian OB nm tempat yg saya kerja ini.pt permata kredit indonesia.cara krj pt permata kredit ini,meminjam kan uang kepada masyarakat dengan saratnya jaminan BPKB motor&MOBIL.1jm cair uang nya,contoh:orang pinjam 2.000.000 jangka waktu angsuran 12 bln 274.000.dr orang admin pinjam 2.000.000 di potong asuransi sebesar 100,000.uang in bila ad kerusakan.yang saya tanyakan saya hanya kerja bagian OB yg kerja saya hanya bersih2 kantor dn di suruh beli makanan.ustad dr gajih yg saya trima RIBA apa gimana?mohon penjelasan ustad…

    Reply
    • PKH Tarsim

      saya lebih menyarankan anda untuk pindah, cari tempat yang lebih halal, yg tidak melakukan praktek RIBA.
      Insya Allah akan ada pekerjaan yg lain.

      Reply
      • DEDET DEDDY

        kalau saya,pindah cari krj ke lain perlu waktu lama pak,antar lamaran,dn nunggu panggilan cr krj skrng susah pak.trs saya cr krj lain buat makan sehari2 gk ada uang gk bs makan anak dan istri saya.jd saya harus pindah jg ustad dr krj an baru saya…?bs ustad hukum2 RIBA tu seperti apa saja pak ustad…?

        Reply
          • DEDET DEDDY

            saya,minta doa dr ustad moga saya berusaha mendapatkan perkerjan yg baru dn halal.makasih banyak ustad moga ustad di lancarkan rizki dn di berikan kesehatan amin.

          • DEDET DEDDY

            ustad sya tanya hukum riba itu apa aja ustad?bisa ustad jelaskan …contoh nya apa aja ustad…

  286. ardi monako

    Mf p.ustad,saya mau tanya ttg ilmu hikmah yg mempelajarii ttg ghoib.
    Hukumnya gmn pak?

    Reply
  287. chairil

    Assalamu’alaikum..
    ustadz, saat ini saya ingin benar-benar tahu masalah riba, apa benar sekarang ini seperti apa yang di sabdakan nabi 14 abad yang lalu? dan bagaimana solusi menjauhinya bila kita adalah seorang pengusaha…
    syukron…
    wassalamua’alaikum.

    Reply
  288. Tino

    assalaamu’alaikum wr.wb
    sekedar usul saja buat bapak bapak ustad dan ibu ibu ustadzah.

    Saya selalu berpikir bahwa Islam adalah agama yg sangat lekat di kehidupan kita sehari hari. Ada satu hal di kehidupan sehari hari di Jakarta yang membuat miris, yaitu kotornya kota Jakarta dan sekitarnya. Orang dengan seenaknya buang sampah sembarangan, bahkan sering kali kita lihat sampah keluar dari mobil mewah. Kalau saya melihat hal itu, saya suka bertanya tanya, ini orang muslim apa bukan ya. Seharusnya muslim tidak berperilaku seperti itu. Tapi saya berpikir lagi, mungkin dia tidak paham, jadi dia menganggap bahwa buang sampah sembarangan adalah hal yang biasa.

    Di sini perlu edukasi buat orang orang semacam itu, Oleh karena itu kalau boleh usul mungkin dalam ceramah bapak ibu bisa dimasukkan materi ceramah /khotbah Jum’at mengenai kebersihan, saya yakin Islam mengajarkan kita untuk selalu bersih. Memang materi kebersihan mungkin dianggap kurang berbobot, tapi saya rasa hal itu perlu ditanamkan ke semua muslim. Untuk itu memang perlu disampaikan berulang ulang (tidak hanya 1 kali ceramah saja).

    Alangkah indahnya bila kita bisa hidup di lingkungan yang bersih dan nyaman.

    syukron

    Reply
  289. maryam

    assalaamu’alaikum wr.wb
    afwan mau bertanya ustad, kalau hadist ketika Rasulloh SAW dalam keadaan gelisah apa ya ustad?
    syukron.

    Reply
  290. iskandar

    assallamualaikum wr.wb
    ustad kemarin jumat tanggal 14 juni 2013 ada ceramah di mesjid Bi tentang amalan masuk surga yang dibaca pagi hari dan amalan penghapus dosa yang dibaca 100 kali. boleh dikirimkan lagi ustad

    Reply
  291. ade prawira

    Assalamu alaikum wa Rahmatullahi wa Barokatuh .,
    Pak ustad yg dirahmati Allah SWT.,.
    Saya inggin bertanya apa bila saya telah melakukan hubungan intim di saat malam hari lalu saya lansung tertidur pulas tanpa melakukan mandi wajib, apa hukumnya? mohon bimbingannya Pa ustad. Terimakasi
    waalaikum salam wr. wb

    Reply
  292. dodhy

    Assalamu alaikum wa Rahmatullahi wa Barokatuh .,.,
    Pak ustad yg dirahmati Allah SWT.,.saya ingin bertanya bagaimana caranya agar diri ini benar bennar bisa melakukan taubatan nasuha.,.,????
    Mohon bimbingannya pak ustad.,.,.
    W

    Reply
  293. syafaat

    ustadz aq mw tanyaneh,,,, kita itu muslim yang bagaimana dan tujuan dari muslim sendiri tuh pa…?/
    sukron katsirul jiddan yaa ustadz

    Reply
  294. siti umaroh ekowati

    bagaimana cara shalat qabliyah ba’diyah pada shalat jama’ qasahar ustad ?

    Reply
  295. nurussa'adah

    assalamu’alaikum wr.wb,
    ustadz,saya ingin bertanya bagaimana caranya membina keluarga sakinah,mawadah,warohmah dengan mengikuti sunnah nabi?wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  296. koko.setiadi

    Assalamualaikum,Ustadz saya minta penjelasan tentang alsunnah waljamaah?apakah hanya mazhab tertentu yang di pakai?

    Reply
  297. muslim

    Assalamualaikum wr.wb,
    pak ust, sya mau tanya tentang fidyah sholat, ada dalilnya apa tidak yang membolehkan dan sesuai dengan syariat, setahu sya ada di kitab fat hul mu’in dengan syarah i’anatuth thalibin

    mohon keterangan dari pak ust

    Reply
  298. Ihsan

    Assalamualaikum wr.wb,

    ust, ane mau tanya masalah memakain cincin, apakah hadist yang menjelaskan kesunahan memakai cincin ?

    Syukron

    Reply
  299. Achan

    Assalamu’alaikum wr wb.
    Ustad, sy mau tnya apakah menikah dengan sepupu diperbolehkan? Kami saudara yang sama mbah buyutnya, dimana mbah buyut punya anak 3 cewek semua (A,B,C). Lha anak pertamanya(A) punya anak cewek M, M itu ibu saya (saya=perempuan). Anak keduanya (B) punya anak cowok Y, Y itu bapak dari cowok yang akan menikahi saya.
    Apakah boleh? hukumnya di ayat Al Qur’an mana? Bgmn menjelaskan ke orang tua yang masih minim pengetahuan agama tapi cenderung ke kejawen?
    Terima kasih

    Reply
  300. adjmain

    saya pernah baca hadis bochori sholat sunnat ba’da jum’at tidak ada, mohon penjelasan tks

    Reply
  301. siti umaroh ekowati

    bagaimana hukumnya seorang yang sudah nikah siri kemudian nikah lagi secara resmi dengan suami yang baru akan tetapi suami tidak tahu. Bagaiamana hukum anak

    Reply
  302. ian

    assalamualaikum ustad, sekedar masukan bagaimana kalau jawaban dari teman-teman yang bertanya di share juga bukan hanya pertanyaan nya saja. agar teman-teman lain yang memiliki pertanyaan yang sama tidak perlu bertanya lagi karena jawabannya sudah ada. ditambah lagi bisa menjadi tambahan ilmu dari pertanyaan yang tidak terpikirkan.itu saja ustad, jazakallah khairan.

    Reply
  303. BITHA

    assalammu’alaikum….minra pemjelasan,apakah hukumnya termasuk riba,bila usaha dalam kerjasama dengan lembaga pengadaan dana ventura…contoh,sy punya modal 10jt..lalu di bln 3 pertama cair 20jt….lalu di bln ke 6 cair lg 30 jt.di ini semua sesuai ketentuan dlm perusahaan tsb….sy ingin penjelasan dlm hal ini pak….trimakasih

    Reply
  304. jacks

    Assalamualaikum ustad.. saya mau tanya mudah2an ustad bisa membantu saya
    Di dalam Ahlus Sunnah Wal Jamaah kita ketahui ada 4 Mahzab yakni Mahzab Hanafi, Maliki, Syafii dan Hambali
    Yang jadi pertanyaan saya adalah manakah diantara Mahzab itu yang benar2 sesuai dengan ajaran yang dibawakan Rasulullah karena setelah saya baca dan pelajari mengenai Fiqih dari masing2 mahzab tersebut kok sangat bertentangan satu dengan yang lainnnya..dan sekalian kalo boleh saya tahu, ustad sendiri mendasari fiqihnya dari mahzab mana dan alasannya apa? karena saya benar2 sedang mencari kebenaran dalam Islam….Trims Ustad

    Reply
  305. LAMBANG EL YASA

    Assalamu’alaikum… Ustad, mau tanya masalah penyeru-penyeru ALLAH dalan surat Fushshilat ayat 33. Ini siapa saja dan apa maksudnya? Sekalian minta artikel tentang penyeru Allah. Jazakumullah bila berkenan reply. Wassalam.

    Reply
  306. iman

    assalamu’alaikum Pak Kiai, untuk tayangan di TVRI kenapa mundur jam tayangnya, (sebelum subuh)? dan kenapa juga cuma 1 kali dalam seminggu? saya harap Pak Kiai tidak cuma di 1 stasiun tv saja. dan kalau bisa jam tayangnya tidak pagi saja, (sore jelang Maghrib) karena dengan tausiyah dan pencerahan dari Pak Kiai saya jadi terbuka wawasan keislaman saya, yang td-nya tidak tau menjadi faham.terutama amalan sehari-hari jadi ngerti asal-usulnya. Jazakumulloh..

    Reply
  307. hernawati

    assalamualaikum..
    ustadz..saya mau tnya
    gmn cra’y mndptkn ktnangan hti baik ?
    dan jg sya mau tnya gmn cra’y mghdapi cibiran sok alim dari org lain tntg diri kita yg pgen mnjdi umat yg lbih baik.

    trim’s ustadz
    wassalamualaikum

    Reply
  308. Ibrahim

    ass…ustad,semalam saya mengalami kejadian yang membuat saya bimbang apa yang harus saya lakukan.kejadian nya adalah kmrn suami dari kakak istri saya tertangkap saat bersamaan istri orang di salah satu hotel.kemudian dia minta saya yg menjamin untuk mengeluarkan nya dari ktr polisi.apakah saya harus mengatakan yang sebenarnya kepada kakak ipar saya kalau suaminya selingkuh dengan istri orang?tolong berikan alasan yang sejelas2nya…sukron kasiron ustad wassalam

    Reply
  309. nenden sita resmi

    assalamualaikum
    afwan ustad saya ingin mendulang ilmu tentan ushul fiqih boleh saya punya buku tapi tak mengerti ,,,, tapi pengenalannya saja juga tidak apa-apa. syukron ustad

    Reply
  310. yati

    Assalamualakum,saya snang ada forum ini,tpi lebih snang lgi konsltasiku d jwab di emailq krna aq btuh bnget jwbannya,gini pak Ustad aq mau tanya apkh hnya beristigfar itu sudah termasuk taubat,apa tidak perluh shalat taubat lagi dan gimna cara istigfar yang baik,apkh Allah mnerima bila beristigfar smbil berdr mngrjkan sesuatu,berbring ataukh di tnga mlam terjg dri tmpt tdur trus kta berzikir ato hanya bleh wktu kta slsai shlat ja beristigfar?
    mks jwbnx
    Wassalamualaikum

    Reply
  311. yati

    Assalamualaikum,mau tanya gmna cra berdoa dg asmaulhusna,apa ada hadis yg mngnjurkan mmbca salah satu asmaulhusna msalnya dipagi hri bca 1000x sore 100x?mks
    Wassalam

    Reply
  312. yuli

    Assalamu ‘alaikum ustad.
    Maaf ustad sebelumnya, saya mau bertanya soal sholat. Saya masih belum menemukan jawaban terkait makmum yang tertinggal beberapa rakaat sholat (makmum masbuk).
    Pertanyaannya:
    Misalkan seorang makmum masbuk tertinggal 1 rakaat sholat dzuhur, berarti hanya dapat mengikuti 3 rakaat dengan imam dan menambah 1 rakaat lagi yang tertinggal. Pada 1 rakaat itu (rakaat untuk mengganti yang tertinggal), apakah cukup membaca Al-Fatihah atau Al-Fatihah ditambah surah lagi (mengingat yang tertinggal adalah rakaat pertama, dan rakaat pertama ketentuannya membaca Al-Fatihah dan surah)
    Pertanyaan kedua:
    Misalkan yang tertinggal 1 rakaat sholat subuh, apakah pada 1 rakaat untuk menggantinya cukup membaca Al-Fatihah atau Al-Fatihah dan surah.
    Jazakallah Khoiron ustad

    Reply
  313. Andri Subandrio

    Tanya :
    Shalat adalah suatu kewajiban yang sangat penting, namun sejauh ini saya belum mendapati Hadits dimana Rasul SAW mengajarkan tata cara shalat dari awal hingga akhir, dari Takbiratul Ikram sampai salam, mohon pencerahannya

    Reply
  314. mega

    Assalammualaikum wr.wb,
    maaf pak ustadz, sy mau tanya masalah harta warisan, ayah sy mempunyai 2 istri, dari istri yg pertama punya 2 anak perempuan, dan dari istri ke 2 punya 6 anak (5 perempuan, 1 laki-laki), dgn istri pertama sudah di cerai hanya dgn selembar surat (maksudnya tanpa ke pengadilan agama), jd sampai akhir hidupnya dgn istri kedua.Stlah Ayah wafat, beliau meninggalkan 1 rumah dan luas tanah kira2 300 mtr, tp sebelum wafat beliau meninggalkan pesan ke ibu bahwa 1 rumah diberikan utk anak laki lakinya, mohon penjelasannya mengenai hukum warisnya menurut islam, apakah 2 anak perempuan dari istri pertama berhak mendpt waris juga ? dan bagaimanakah pembagiannya bila ketika menikah dgn ayah, ibu (istri kedua) diberi warisan dari orang tuanya sebidang tanah 100 mtr ?

    Reply
  315. ahmad furqon

    aslmkm..ust saya mau tanya apakah ada doa untuk orang yg sering disakiti ust? sukron atas jawabannya ust?

    Reply
  316. muhammad abdul lathif

    assalamu’alaikum
    apakah niatan sama janji itu sama pak ustadz?
    wassalamualaikum

    Reply
  317. Hasan

    Ruang Tanya Jawab ini sangat bermanfaat. Ada satu pertanyaan saya yg masih mengganjal, saat ini ratusan ribu orang bekerja dibank konvensional, bgm dengan gajinya yg berasal dari pendapatan bunga pinjaman ? Ribakah ? tks

    Reply
  318. Sri Astuti

    Semoga saja lebih banyak yg mengakses web ini dibanding membuka game online…dan semoga lebih mudah mengaksesnya…Amin…

    Reply
  319. mulyadi

    Assalamu alaikum….. sejauhmana bentuk pengampunan ALLAH SWT sesuai dalam Alquran, utamanya yang memiliki sifat berbuat DOSA TAUBAT, DOSA, TAUBAT..DOSA TAUBAT…. Wassalam.

    Reply
  320. umar

    Assalamualaikum.

    Assalamualaikum. ..
    Ada hadist yg mengatakan bahwa manusia itu masuk sorga bukan karena amalnya. Melainkan karena rahmat Allah. Apakah manusia itu klu masuk neraka bukan karena dosa2nya…tapi karena keadilan Allah. Mohon penjelasannya. Wassalam.

    Reply
  321. ikhsanbaso

    assalamualaikum wr.wb.ustad..apa hukumnya atau apa dalilnya kita brzikir dan brdoa brsama-sama atau mengaminin dos yang dibaca imam stlah shoalt fardu berjamaah?

    Reply
    • aji fariatna

      terimakasih pak ikhsan saya juga mendapatkan masalah yang sama seperti bpk,utk ustadz tolong dijawab……..?

      Reply
  322. suroyo

    aslkm wr wb,
    Alhamdulillah saya senang dengan adanya wadah ini.
    Yg ingin saya tanyakan adalah, apa hukumnya takziah ketempat org yg mendapat musibah kematian. Mohon ditunjukkan dasarnya dari Qur’an dan hadist.
    Trmksh, wslkm, suroyo.

    Reply
  323. arief abdi lesmana

    assalamualaikum pak ustadz saya mau tanya kalau download al-quran di fitur yg mana terimasih atas jawabanya. wassalam abdi

    Reply
  324. Yayuk PKH

    salam pak eko.. kalo bapak mengucapkan kata cerai itu hanya sekali.. maka tidak ada masalah ketika memang masih satu rumah. bahkan dianjrkan sang istri untuk tetap di rumah suami dgn harapan agar tetap rujuk kembali. dan rujuk tidak harus diucapkan . tapi ketika memang sudah ada keingin kembali dan terrealisasi dgn sikap maka itu sudah rujuk dan kalian kembali mjadi suami dan istri. di sini bapak tidak mjelaskan istri melarang untuk pergi dr rumah.. apakah rumah milik istri atau milik bapak. wasallam

    Reply
  325. abd. salam

    Asslamu’alaikum…Mau tanya ustad, bagaimana kedudukan orang tua mengajak anaknya ke Masjid, kemuadian anak tersebut berteriak dan lari-lari, teriakan dan aktifitas anak otomatis menganggu kekhususkan orang lain dalam melaksanakan solat. yang saya tanyakan dosakah orang tua semacam ini. terima kasih

    Reply
  326. Yayuk PKH

    Salam pak Abd. Salam..
    Anak sedini mungkin memang perlu dikenalkan tatacara ibadah dalam islam, dan memang harus sabar dan istiqomah serta tegas. Ketika anak membuat suara yang mengganggu khusyu’ orang lain sholat maka jelaskan sedikit demi sedikit adab ketika masuk masjid. Dan mungkin lebih baik buat kesepakatan dengannya ketika di rumah sebelum berangkat ke masjid. Dan ketika anak patuh, bapak bisa kasih poin atau gambar bintang atau hadiah (sebagai penyemangat mereka untuk ta’at).

    Reply
  327. Ridwan pkh

    Wa laikumus salam…
    Hal tersebut tidak dilarang selama tidak ada niat riya. Jika sebelumnya update di BBM atau sosmed dengan niyat tahaddusts bin ni’mah atau rangsangan agar orang lain mengikuti kita, hal itu boleh-boleh saja.
    Wallahu a’lam.

    Reply
  328. jejen

    Assamu’alaikum wr wb

    saya mau tanya tentang sholat diluar waktu. kalo kita mau qodlo sholat subuh bolehkah dilaksanakan pada waktu setelah sholat dzuhur, atau harus berbarengan dengan waktu sholatnya sama
    terima kasih Wassalamu’alaikum wr wb

    Reply
  329. Ridwan pkh

    Wa alaikumus salam wr wb.
    Qadha segera dilakukan ketika ingat. Misalnya, anda tertidur dan bangun jam 11 siang. Maka di saat anda bangun itulah segera melaksanakan qadha’ shalat shubuh.
    Wallahu a’lam

    Reply