Jadwal Shalat

Statistik

Posted by & filed under . | 53,955 views

Bismillahirrahmanirrahim Assalamu’ alaikum wr.wb.

Pengunjung warungustad.com yang terhormat, sesuai dengan saran beberapa orang yang sudah melihat situs ini, dan memang sudah menjadi rencana kami ke depannya. Kami membuka forum konsultasi atau Tanya-Jawab seputar masalah keislaman, baik Aqidah, Fiqh, Hadis, Sirah dst.

Kami berharap, pertanyaannya realistis dan tidak mengada-ada, atau hal yang menjadi fitnah dan permusuhan serta kedengkian. Situs ini dimaksudkan untuk mencerdaskan ummat, mengajak mereka bersatu wa ta’awanu ala al-birri wa al-taqwa. dan watawasau bi al-haqqi watawasau bi al-sobri.

Semoga Bermanfaat adanya.
Wassalam

DR. Ahmad Lutfi Fathullah, MA

1,016 Responses to “Tanya-Jawab”

Berikan komentar

  • (will not be published)

  1. donny

    assalamualaikum ustadz, apakah najis air liur anjing yang mengering harus tetap di hilangkan ? wassalamualaikum wr. wb

    Reply
  2. skydragon88

    assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya. langsung saja kepada contoh kasusnya. semisalkan saya membuka lembaga amal donasi seperti sedekah/infaq/zakat. kemudian klien saya memberikan sejumlah uang kepada saya. pertanyaan nya, apakah saya sebagai pihak yang menghimpun dana berhak juga untuk menggunakan “sedikit” dari uang klien dengan alasan untuk keperluan administrasi lembaga tersebut? terima kasih mohon pencerahannya

    Reply
  3. mustikacahaya

    assallamuallaikum pak ustad
    pak saya mustika usia saya skarang 19 tahun
    pak ustad saya mau tnya dan mohon solusiny jd gni pak saya terlahir dr agama islam tp saya meragukn kebenaran islaam krna sya mrasa Allah itu tidak ada dan tdk adil krna selama sya hidup ujian tak perna selesai ibu sy sdh mninggal saat usia sy msih kecil ibu sya kna penykit tumor yg menjijikan sehinga smua org ngri dkat kluarga kami Ayah saya pelit dan hoby togel pdahal kami termsuk org yg berada tp krna kegilaan ayah pd togel hinga dia sangat pelit Kk lki2 saya adalah bandit dan juga pecandu narkoba Kk permpuan saya yg pertama hidupnya dalam kesusahan karna suaminya juga hobi mabuk2an dan berjudi Kk perempuan saya yg ke tiga dia terjun ke dunia psk
    dan saya merasa hidup saya itu tdk ada yg bnar dan dsanalah keraguan aku atas allah kadang saya ingin bunuh diri krn saya juga berpikir tdk mau lahir d keluarga seperti ini
    mohon solusiny pak ustad biar saya bisa yakin dg agama ini mhon jwabanya tlong

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT telah menciptakan manusia dan menentukan pula takdir mereka. Karena kita tidak tahu takdir kita seperti apa, maka yang kita lakukan adalah yang bersifat zhahir saja. Contoh : anda terlahir dari seorang ibu yang mempunyai penyakit dan ayah yang suka togel. Itu takdir, tak ada yang bisa menolak. Takdir selanjutnya adlah apakah anda masuk neraka atau surga, kita juga tidak tahu bukan ? karena ketidak tahuan itulah kita harus menjalankan perintah yang bersifat realistis seperti menjalankan kewajiban shalat, berpuasa dan lain-lain agar kita mendapat surganya Allah SWT.

      Selain takdir, ada pula yang namanya do’a. Kita diperintahkan oleh Allah SWT untuk berdo’a dan mengharap kasih sayang-Nya. Kita berdo’a agar diberikan taqdir yang baik oleh Allah, baik taqdir untuk dunia dan ahirat.

      Dan perlu anda ketahui juga bahwa manusia terbagi beberapa golongan :

      1. Ada manusia yang bahagia di dunia tapi sengsara di akhirat. Orang seperti inilah yang tidak bisa mensyukuri nilmat Allah selama ia hidup di dunia. Ia gunakan harta yang berlimpah untuk maksiat dan lupa ibadah. Ia tidak sadar bahwa harta yang Allah berikan di dunia adalah ujian, apakah dengan harta itu ia bisa beribadah kepada Allah SWT. Akibat tidak lulus ujian harta di dunia, maka sengsaralah ia di akhirat dan masuk neraka. Na’udzu billah min dzaalik.

      2. Ada manusia yang hidupnya sengsara di dunia namun bahagia di akhirat. Golongan ini adalah para hamba Allah yang bersabar atas ujian kemiskinan, penyakit dan hal lain yang menyulitkan ketika mereka hidup di dunia. Walau pun miskin, mereka tetap sabar dan beribadah. Walaupun sakit, mereka tetap sabar dan beribadah. Karena kesabaran mereka atas ujian inilah Allah membalas mereka dengan kebahagiaan di akhirat, yaitu surganya Allah SWT.

      3. Ada manusia yang hidupnya bahagia di dunia dan bahagia pula di akhirat. Golongan seperti ini adalah mereka yang lulus dengan ujian kekayaan dan hal lainnya yang menyenangkan ketika hidup di dunia. Mereka sadar bahwa harta dan kenikmatan dunia yang ada pada mereka adalah sekedar titipan dan ujian dari Allah. Walaupun kaya mereka tetap ibadah. Walau pun sibuk dengan usaha, mereka tetap ibadah kepada Allah. Karena mereka lulus dengan ujian kekayaan di dunia, maka Allah SWT menempatkan mereka di surganya Allah SWT. Golongan ini sesui dengan do’a kita sehari-hari :
      Rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa adzaaban naar. Wahai tuhan kami, datangkanlah (anugerahilah) kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksa neraka.

      4. Golongan terakhir, yaitu golongan yang paling bodoh, sengsara di dunia dan sengsara pula di akhirat. Golongan ini adalah mereka yang tidak sabar diuji oleh Allah berupa kemiskinan dan penderitaan di dunia. Sudah miskin tyidak mau ibadah. Sudah melarat tidak mau ibadah. Dan terlebih parah lagi apabila golongan ini sampai menyalahkan Allah mengapa mereka di uji seperti ini. Allah maha berkehendak dan Maha mengetahui. Apakah orang miskin sudah memastikan akan mampu beribadah jika ia dalam posisi kaya ??? belum tentu. Justru malah banyak sekali orang kaya yang sibuk dengan hartanya sampai lup0a ibadah kepada Allah. Yang melulu dipikirkannya hanya uang dan uang. Coba lihat koruptor ! kurang bagaimana dia kok bisa sampai korupsi ? Apakah karena ia kurang harta kemudian korupsi agar ia kaya ? Justru yang kebanyakan koruptor adalah mereka yang berpendidikan dan berlimpah harta. Golongan terakhir ini dikatakan paling sengsara. Melarat di dunia dan di siksa pula di neraka. Na’udzu billah.

      Saya yakin, Dik Mustika insya Allah memilih golongan yang ketiga, bahagia dunia dan akhirat bukan ? Jika Dik Mustika pilih golongan ini maka tingkatkan keimanan dan taqwa kepada Allah serta sempurnakan ibadah, do’a, ikhtiyar dan bersabar atas ujian yang menimpamu.
      Kami do’akan semoga Dik Mustika senantiasa diberi petunjuk oleh Allah SWT, aamiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  4. Cakra

    Assalamualaikum Pak Ustad,
    Mohon SARAN, BIMBINGAN & PENJELASANNYA
    Saya ada masalah dengan istri saya, istri saya banyak berhutang & sudah berkali-kali dia melakukan itu, jika ditanya untuk apa dia melakukan … dia menjawab untuk kebutuhan sehari-hari karena kurang
    padahal kalo boleh dibilang saya bekerja dengan gaji yang lumayan diatas Rp 5,500,000/bln (boleh dikatakan cukup)
    Yang dilakukan istri saya:
    1. hutang ketetangga-tetangga (sudah berkali-kali) dan saya yang membereskan
    2. Waktu itu kami memliki 2 rumah … satu rumah sudah terjual tanpa sepengetahuan saya, itupun buat membayar hutang-hutang istri saya
    3. rumah yang kedua, saya gadaikan ke bank untuk membayar hutang-hutangnya juga
    4. saya berpikir dengan saya bantu di no. 2 & 3 & juga istri sudah berjanji tidak akan mengulanginya lagi maka saya maafkan dia
    tapi sekarang masih timbul hutang-hutang lagi
    Apakah saya salah dalam mendidiknya, ATM saya serahkan ke istri biar dia bisa mengatur keuangan dirumah & saya sudah berpesan kalo kurang, tolong bicara ke saya biar saya yang carikan solusinya
    Saya ingin menceraikan istri saya karena kejadian-kejadian diatas tapi saya bingung, kasihan kepada anak-anak saya yang masih membutuhkan seorang ibu
    Saya mempunyai anak 2 lelaki (yang pertama autis 8th) & yang kedua 3th …
    Bagaimana menyikapi masalah ini, mohon bimbingannya supaya saya tidak ada keragu-raguan atau salah dalam mengambil tindakan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Di dalam aturan fiqh (syari’ah), istri anda tentu boleh diceraikan. Namun mungkin yang mengganjal hati anda adalah masalah anak. Untuk yang satu ini (anak) memang agak sulit.
      Mungkin ada beberapa poin yang anda harus pertimbangkan :

      1. Apakah anak anda bisa ditipkan sementara kepada neneknya sampai menikah dengan wanita lain yang shalihah dan mau mengasuh anak-anak anda ?
      Jika poin ini memungkinkan, maka tidak ada ganjalan untuk bercerai. Mungkin poin ada ada kekurangannya yaitu masalah psikologis anak. Tapi insya Allah masalah psikologis seperti bisa diatasi secara perlahan dan tentu bergantung pula kepada kesabaran ibu tiri anak-anak anda dalam mengasuh mereka nantinya.

      2.Jika anda terus bertahan dengan tidak menceraikan, tentu anda harus lebih sabar dalam menerima kondisi seperti ini. Tapi mungkin efeknya juga akan terasa ke anak. Jika istri anda tidak menghentikan kebiasaan berhutangnya, maka lambat laun anak anda akan melihat perangai ibunya dan bisa saja berefek negatif kepada anak.

      Diantara poin pertimbangan di atas, pilihlah mana yang menurut anda terbaik. Libatkanlah orang terdekat anda yang sangat dipercaya seperti orang tua atau kakak yang menurut anda bijak untuk memilih salah satu dari point di atas. Atau mungkin saja orang tua anda punya solusi lain yang lebih baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  5. Hamba Allah

    Assalamu’alaikum ustadz,

    Bolehkah membaca sebagian saja dari salah satu surat (tidak penuh satu surat) dalam Quran
    ketika menjadi imam dalam sholat ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Boleh saja, karena membaca beberapa ayat setelah al fatihah adalah sunnah dan tidak disyaratkan satu surat penuh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  6. rahayu

    Assalamualaikum ustadz.
    Terimakasih banyak penjelasannya. Izin bertanya kembali, apakah taubat nasuha ini ditujukan terhadap janji saya untuk tidak mengulangi maksiat yang telah saya perbuat? Atau semua perbuatan dosa yang lain.? Mohon jawabannya ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Ya pokoknya dosa-dosa besar yang sudah pernah diperbuat, baik yang anda janjikan itu mau pun yang sudah-sudah. Ada do’a seperti ini :
      استغفر الله العظيم من جميع المعاصى والذنوب
      Astaghfirullaahal Azhiim jamii’il ma’aashii wadz dzunuub..
      Aku meminta ampun kepada Allah yang Maha Agung dari seluruh maksiyat dan dosa-dosa..

      Wallahu a’lam

      Reply
  7. donny

    assalamualaikum ustad, saya ingin bertanya , jika di tengah2 pada saat kita berwudhu kentut , apakah wudhunya harus diulang dari awal ? wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  8. athika

    Assalammuala’ikum wr.wb
    Terima kasih penjelasanny Ustad,izin bertanya kembali maksud dari bermakna lebih apakah krn awalan Al tersebut atau arti Azka itu sendiri? Apa arti nama bila ada awalan Al itu Ustad?apabila kata Al saya gunakan sebelum Fuad menjadi berbeda lagi maknanya?
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      oh bukan itu maksudnya bu. Al adalah ciri ma’rifat, bukan bermakna lebih. Yang bermakna lebih biasanya suatu kata sifat yang diawalnya ditambahkan hamzah. Contoh : Zaki = suci, Azkaa = lebih suci. Maahir = pandai, amhar = lebih pandai dsb.

      Reply
  9. athika

    Assalammuala’ikum wr.wb…ustad,sya mau bertanya arti nama fuad al azka utk seorang bayi..
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Fuad artinya hati atau jiwa. Al Azka artinya paling suci. Al Azka merupakan isim tafdhil yang artinya mengandung makna “lebih”. Sebetulnya makruh menamakan anak dengan menggunakan isim tafdhil seperti aflah, azka, ansyath dll.
      Jika bisa, lebih baik dinamakan fuad zaki (jiwa atau hati yang suci)

      Reply
  10. rahayu

    Assalamualaikum ustadz. Saya mau bertanya. Mohon dijawab ya ustadz :)
    Hari ini saya sedang merenungi dosa” yang telah saya perbuat ustadz. Terutama janji yang udah saya buat sama diri saya sendiri. Saya pernah berjanji ustadz, untuk tidak melakukan perbuatan dosa tersebut, saya rajin shalat, mengaji, shalat sunah bahkan saya kerjakan. Namun, terkadang godaan setan begitu kuat, sehingga saya menuruti nafsu saya. Setelah saya melakukan perbuatan dosa tsb, saya pasti menyesal. Terlalu sering saya mengingkari janji saya ustdz, dan saya bertanya apakah ampunan Allah terbuka buat saya, masih adakan kesempatan saya memasuki surga Allah, saya takut dengan azab Allah, saya takut Allah murka sama saya ustadz. Mohon balasannya ustadz. Assalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT maha pengampun dan kita harus yakin akan hal itu. Allah tidak menyukai hambanya yang putus harapan akan ampunan Allah. Allah SWT mencintai hamba yang bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Allah justru memanggil mereka dengan panggilan kasih sayang agar mereka kembali beribadah dan meninggalkan lembah dosa.
      Yakinlah dengan taubat nasuha Allah mengampuni.
      Iringi taubat anda dengan :

      1. Nadam, artinya penyesalan yang luar biasa dan bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan.

      2. Gantilah perbuatan dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan amal atau perbuatan baik. Dulu berdosa, sekarang berpahala.

      3. Tingkatkan keyakinan bahwa Anda sekarang adalah hamba Allah yang baik dan terus menjadi baik sampai ajal menjemput.

      Wallahu a’lam

      Reply
  11. Rhapsody

    Assalamualaikum..
    Pak Ustadz,,saya ingin bertanya bagaimana seharusnya sikap saya sebagai anak terhadap orang tua. ayah dan ibu saya sudah bercerai karena ayah memiliki istri lain. Dari cerita ibu,selama menikah dengan ayah, ibu merasa terdzalimi karena ayah selalu mempunyai wanita lain,tidak pernah jujur mengenai gajinya,dan tidak adil dalam memberi uang bulanan.ayah saya bekerja di perusahaan minyak di luar negeri,ibu pernah melihat perjanjian kerja secara tidak sengaja dan mengetahui berapa gaji sedangkan uang yang ayah kirim untuk ibu sangat sedikit.ayah selalu beralasan banyak hutang,akan tetapi beliau selalu memberikan barang2 mewah kepada setiap perempuannya. mendengar cerita itu saya sangat marah,dan sudah malas untuk berkomunikasi dengan ayah. apakah saya berdosa ? bagaimana seharusnya saya bersikap dengan kedua orang tua?saya anak pertama mereka saat ini ibu bergantung pada saya.

    Mohon nasihatnya Pak Ustadz,,terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda boleh tidak setuju dan “marah” kepada sikap ayah anda tersebut karena nisa dikatakan sudah berbuat zhalim. Namun perlu diketahui “marah” di sini bukan berarti anda dibolehkan untuk berlaku kasar apalagi mencaci maki. “marah” disini lebih cenderung diartikan kecewa dan tidak setuju. Biar bagaimana pun, beliau tetap ayah anda dan di lain hari beliau masih punya kesempatan bertaubat.
      Semoga Allah membukakan pintu hidayah kepada ayah anda dan semoga anda dan keluarga tabah dan sabar dalam menerima cobaan Allah ini.

      Wallahu a’lam

      Reply
  12. nuzul

    Assalamualaikum.waroh matullohi .wabarokatuh… ustad ana mau tanya ada kaidh fiqih berbunyi
    اْلأَصْلُ بَقَاءُ مَا كَانَ عَلَى مَا كَانَ, وَالْيَقِيْنُ لاَ يَزُوْلُ بِالشَّكِّ

    Hukum Asal Segala Sesuatu Adalah Tetap Dalam Keadaannya Semula, Dan Keyakinan Tidak Bisa Hilang Karena Keraguan.

    Bolehkah, kaidah itu sebagai landasan hukum, jika ia bagaimana teknisnya? jika saya memehami hal tersebut bahwa jika Seseorang yang ragu-ragu terhadap air yang ada dalam suatu wadah, apakah air tersebut masih suci ataukah tidak, maka ia mengembalikan pada hukum asalnya, yaitu hukum asal air adalah suci (tidak najis), sampai muncul keyakinan bahwa air tersebut memang telah berubah menjadi tidak suci lagi karena terkena najis. Demikian pula, hukum asal segala sesuatu adalah suci. Maka kapan saja seseorang ragu-ragu tentang kesucian air, baju, tempat, bejana, atau selainya maka ia menghukuminya dengan hukum asal tersebut, yaitu asalnya suci. Oleh karena itu, jika seseorang terkena air dari suatu saluran air, atau menginjak suatu benda basah, padahal ia tidak mengetahui apakah benda tersebut suci ataukah tidak, maka asalnya benda tersebut adalah suci (tidak najis). namun yang jadi acuan dalam fiqih adalah illat nya (objek nya), jika kita melihat dg mata kepala sendiri saat itu ada najis (kencing) pada lantai yg kita injak maka hukum yang dijatuhkan pada lantai tersebut adalah najis. yang jadi pertanyaan jika berdasarkan laporan (pemberitahuan) bahwa dilantai itu ada najis maka jatuh/tidak sehingga hukum lantai tersebut menjadi najis??? mohon penjelasan nya ya ustadz.

    Yang kedua jika kebiasaan orang dilingkungan sekitar yang tidak menjaga najisnya seperti jika kencing tak pernah dibasuh/istinja/berthoharoh/ lalu kemudian najisnya tercecer kelantai bahkan tangannya basah akibat cipratan kencing yang mengenai tangannya lalu dia memegang handle pintu wc. nah bisakah kebiasaan orang tersebut menjadi illat (objek) penyebab bahwa handle dan lantai2 tersebut menjadi najis sehingga najis menjadi berada dimana2. mohon penjelasannya ustad?

    Air kurang 2 kullah (dalam ember) terciprat kencing, bagaimana hukum air tersebut ustad? masihkah suci?

    Mohon penjelasan rojihnya ustad. jazakallohu khoiron katsiron.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pertanyaan anda untuk no. 1 memang kurang lebih seperti itulah pengertiannya. Kaidah fiqh yang anda tanyakan juga senada dengan kaidah berikut ini :

      نحن نحكم بالظواهر لا بالسرائر

      Kita berhukum dengan yang nampak (zhahir), tidak dengan yang samar (tersembunyi)

      2. Pertanyaan anda nomor 2 dihukumi najis, sesuai kaidah fiqh yang kami tambahkan di atas.

      3. Air dua qullah jika terkena najis dan tidak merubah sifat air ( rasa, warna dan bau ), maka dihukumi suci. Jika berubah salah satu sifatnya maka dihukumi najis.
      Sedangkan air sedikit ( kurang dari dua qullah ) dan kejatuhan najis, tetap dihukumi najis walaupun sifat air tersebut tidak ada yang berubah.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • nuzul

        Ridwan pkh

        Wa alaikumus salam wr wb.

        Pertanyaan anda untuk no. 1 memang kurang lebih seperti itulah pengertiannya. Kaidah fiqh yang anda tanyakan juga senada dengan kaidah berikut ini :

        نحن نحكم بالظواهر لا بالسرائر

        Kita berhukum dengan yang nampak (zhahir), tidak dengan yang samar (tersembunyi)

        2. Pertanyaan anda nomor 2 dihukumi najis, sesuai kaidah fiqh yang kami tambahkan di atas.

        3. Air dua qullah jika terkena najis dan tidak merubah sifat air ( rasa, warna dan bau ), maka dihukumi suci. Jika berubah salah satu sifatnya maka dihukumi najis.
        Sedangkan air sedikit ( kurang dari dua qullah ) dan kejatuhan najis, tetap dihukumi najis walaupun sifat air tersebut tidak ada yang berubah.

        Wallahu a’lam

        December 16th, 2014 – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab/?replytocom=10957#respond

        Merespon balik jawaban ustad kemarin, seperti diatas.
        kita berhukum pada yang nampak, namun saya bekerja di perusahaan kafir rerata karyawannya(non muslim) jika kencing tidak pernah dibasuh lalu terkadang nyiprat ke lantai lalu oleh petugas cleaning hanya sekedar di pel kering, artinya najis yg tercecer jd najis hukmiyah, lalu mrk pegang apa yg saya pegang juga seperti handle pintu,komputer,dll. apakah semuanya saya hukumi najis pula ustad? artinya bolehkah jika saya melihat yg demikian itu sebagai informasi bahwa kebiasaan karyawan tersebut sebagai illah (objek/zahir/nampak)?sehingga dihukumi najis semua benda yg disentuhnya(najisnya tertular).

        jika air kurang/lebih 2 qullah kejatuhan najis maka jadi mutannajis ya? Berarti air yang di ember ketika saya beristinja setelah BAK dan BAB, lalu air cipratannya ada yg masuk atau menempel pd gayung lalu masuk ke ember bercampur dg air yg ada di ember, apakah air yg diember itu jadi air najis ustad?

        Reply
        • Ridwan pkh

          !. Jika ada seorang yang tangannya ada sedikit najis kemudian memegang handle pintu, maka handle pintu menjadi najis karena ada kemungkinan tertular. Kemudian setelah mmegang handle pintu, orang tersebut memegang meja komputer. Meja komputer belum bisa langsung dihukumi najis dan tidak bisa pula langsung dhukumi tidak najis. Apa sebab ? Bisa saja meja komputer tidak najis karena najisnya sudah pindah ke handle pintu. Tidak bisa juga langsung dihukumi tidak najis karena masih ada kemungkinan bahwa najis tangan orang tersebut masih membawa najis yang tersisa. Jadi bagaimana ? untuk kehati-hatian, sebaiknya meja komputer dihukumi najis.

          Lalu setelah memegang meja komputer, ia memegang barang yang anda miliki. Apakah barang tersebut dihukumi najis ? saya rasa tidak, sebab najis yang ada di tangan teman anda yang kafir itu mungkin sudah hilang.

          2. Air yang di bak atau di ember kemungkinan besar terkena najis. Tapi masih ada solusi kok, anda tinggal mengganti air yang di ember dengan air baru. Gayungnya dicuci dulu dengan air baru agar najisnya hilang.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • nuzul

            jadi kebiasaan karyawan atau adat istiadat yang tidak menjaga najisnya di tempat kerja saya itu bisa di jadikan objek/fakta ya (illah)? bahwa semua barang2 yang disentuh tadi menjadi najis walaupun hanya beberapa kali saja saya melihatnya atau dihukumi najis saat saya lihat saja (saat itu) sehingga besok nya tidak najis lagi?

            berarti saya beristinja menggunakan air najis ya ustad ? karena saat itu saya istinja menggunakan air pada ember yang tercampur oleh cipratan basuhan najis yg menempel pd gayung saat saya istinja (sedang berlangsung). karena jika membuangnya saat berlangsung istinja (thoharoh) saya mengalami kesulitan ustad? bagaimana solusi nya.

          • Ridwan pkh

            Dengan kaidah hukum nahkumu bizhawahir, maka anda hanya bisa menhukuminajis atau tidaknya.
            Contoh : sehabis kencing, teman anda yang kafir memegang hanle pintu dan anda lihat saat itu, maka handle pintu dihukumi najiz secara zhahir. Kemudian besoknya anda melihat handle pintu tadi. Ketika anda lihat handle pintu tersebut tidak ada najis (bau, rasa dan rupa), maka handle pintu tersebut tidak najis. Pokoke, nilailah secara zhahir, jangan menyulitkan diri.

            Ketika anda sulit istinja’ dengan air, maka istinja’lah dengan selain air. Tissu misalnya juga bisa dijadikan alternatif.

            Wallahu a’lam

  13. subron

    Assalammuala’ikum wr.wb…
    Pak ustadz…sy mau tanya…istri sy tdk menerima kalo sy memberikan uang kpd orangtua saya..sementara sy tdk melakukanny kpd orangtuany…menurut istri..sy tdk adil…sy tdk memberikan uang kpd orangtuany dikarenakan anak2ny sy nilai sangat mampu dlm hal materi pak ustadz…sementara orangtua sy hanya mengandalkan dr saya pak ustadz…itu sy tahu krn orangtua sy prnah berkeluh kesah kpd sy mengenai adik2 sy yg sepertiny tdk memperhatikan orangtua sy..apakah sy salah jika sy tdk memenuhi permintaan istri sy yg demikian?..krn sy tahu kalo orangtuany setiap bln selalu dicukupi oleh saudara2 istri sy sementara orangtua saya hanya mengandalkan saya…apakah sy tdk adil dlm bersikap seperti yg diutarakan istri sy?…trm ksh.
    Wassalammuala’ikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saudara subron yang dimuliakan Allah !
      Langkah anda sudah tepat. Anda sudah berbuat adil, yaitu menempatkan sesuatu pada tempatya. Apa alasan adilnya ?

      1. Anda sudah menunaikan kewajiban anda sebagai suami, yaitu menafkahi istri.

      2. Anda sudah menfkahi orang tua anda. Seorang suami yang sudah menafkahi istrinya dan ia mampu untuk menafkahi orang tua kandungnya, maka hal tersebut menjadi wajib baginya jika orang tuanya miskin. Jika orang tuanya mampu, maka sang suami tidak wajib dan tentunya dihitung sedekah. Sedekah lebih afdhal kemana ? jawabnya tentu kerabat miskin terdekat.

      3. Mertua bukan merupakan tanggungan langsung anda. Jadi, anda sunnah memberi shadaqah kepada mertua. Tidak wajib.

      4. Saran kami, jika anda masih mampu untuk bersedekah kepada mertua anda, sebaiknya lakukan hal itu. Alasannya bukan karena keadilan, tapi alasan menyenangkan istri dan mertua anda dan menambah kehormatan anda dimata keluarga istri. Tapi sekali lagi, hal ini dilakukan jika memang anda benar-benar dalam kondisi mampu melakukannya. Jika tidak, maka anda harus mengutamakan yang wajib terlebih dahulu, yaitu menafkahi istri dan orang tua kandung anda.
      Oh ya lupa, besarnya nilai pemberian anda kepada mertua tidak mesti sama dengan pemberian anda kepada ibu kandung. Besarnya sesuai dengan kemampuan dan keikhlasan anda.

      5. Berikan pengertian kepada istri anda dengan sabar. Insya Allah dengan berjalannya waktu, istri anda akan mengerti dan memaklumi apa yang anda lakukan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  14. Ayu

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    Saya seorang anak 25th dan sudah menikah ustad, adapun yang ingin saya tanyakan sekaligus masukan dari ustad dalam sudut pandang islam.
    saya selalu memiliki masalah dalam keluarga dari kecil, dimana ibu saya adalah single parent bercerai dan ayah saya meninggal setelah 1 thn cerai. Ibu saya membesarkan saya dan adik2 saya. Saya selaku anak pertama paling paham ibu saya setiap kali ibu saya merasa lelah dan ada masalah mudah sekali terbawa emosi walaupun hal itu sepele dan seharusnya tidak menjadi masalah waktu kami kecil ibu kami dengan mudah ringan tangan dan bahkan melempar barang2 dan selalu mengatakan kalau masih minta dengan orang tua nurut kalau engga pergi aja dr rumah sampai usia kami sekrang pun demikian. setelah saya dewasa sy sadari terkadang orang tua saya membawa masalahnya diluar ke rumah sehingga akibatnya tanpa disadari saya dan adik2 saya jdi pelampiasan.
    seiring berjalanya waktu sy sudah mulai kuliah adik2 SMA dan ibu sya memang sudah jarang sekali ringan tangan mungkin semenjak haji dan beliau orang yang taat setelah menjadi haji, namun kata2 ibu saya terkadang masih dikatakan pedas. sebelum menikah saya sempat berpikir bagai mana dengan adk2 saya apakah d rumah akan damai2 saja ? saya sempat takut untuk menikah karna hal itu dikarenakan saya sebagai penengah. ternyata setelah menikah ada saja laporan yang saya terima dr adik2 dan ibu sya dimana cerita dengan saya bahwa mereka ada saja berkelahinya cekcok walaupun tidak ad kekerasan namun hal itu membuat saya sedih dan khawatir ibu saya orang yang keras dan bisa dikatakan sering mendikte dan segala sesuatunya hrus dikerjakan seperti apa yang ibu sy ktakan. pada dasarnya kalau itu berupa nasehat kami pasti terima namun di usia kami sekarang yang bs dikatakan sudah dewasa masih diperlakukan seperti anak kecil. setiap kali saya cerita dengan adk saya, sy sdari mereka ad tekanan batin dan trauma masa kecil.
    Sy cb menjelaskan ke ibusy namun sulit karna beliau selalu sj membaikkan kt2 tanpa mau mendengar trlbih dhlu sehingga saya tidk tau hrus bgai mna di satu sisi adk2 sy butuh pmbelaan namun sy tidk mau drhka trhdp ibu sy. untuk menghndr ribut sy trkdng memilih diam dan mndngar yg sy lakukan slama ini membesarkan ht adk2 sy agar brsabar namun sy tdk tahu apkh mreka bs brthan ?
    adapun mslah yg br kami alami ibu mengtkan kalian silahkan tntukan pilihn namun kalau keluar dr rmh ini ibu sy mengatkan jangan pernah menginjakan kaki di rmah lgi dan di haramkan menyentuh jasd ibu sya. kami bnar2 terpukul knapa bs sperti itu.
    Skrng sy sudh menikah berat buat sy membagi wakt antara pekerjaan, suami dan ibu sy, sy brsyukur suami sy mau brsabar dn paham sya disaat dgn ibu sy. Sy menikah dengan seorang yg bs dikatakan bukan orng kaya dan bukan dari kluarga brpndidikan tinggi namun ad hal lain sy lihat dr suami sy, sy slama ini mengtkan kpda ibu sy bantu sy dengan doa klau sy berhsil dngan pernikhan sy itu rezeki namun kalau gagal itu pljrn buat sy. sy tahu ibu sy khawatir dan ad rsa kcewa dngan pilihn sy namun beliau selalu blang asal sy bahagia tp kenyataanya justru ibu sya membuat sya tidak tenang dn khawatir. tnpa disadari sikap ibu sy secr tidak langsung brsikap utmkan ibu bru suami wlaupun tdk trucap.

    Sy mohon saran sikap apa yang harus sy ambil sebagai anak, kakak dan istri ? adakah amalan dlam islam yang bs sy baca dalam sholat ? saya tidak ingin menjadi anak durhaka dan istri yg tak berguna dan tdk ingin adk2 sy mrsa tdk ad yg mlndungi.
    Sy sangat menyayangi kluarga sy trutama ibu bahkan gaji sya sy srhkan ke ibu sy.

    mohon responnya ustad

    trima kasih ayu

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kami turut prihatin dengan masalah anda.
      Ibu adalah orang yang kedudukannya sangat tinngi di mata Allah SWT. Keridhaan Allah bergantung dengan keridhaan orang tua. Memang terkadang adakalanya perbedaan cara pandang antara anak dan ibu walau pun pada hal-hal sepele. Terkadang memang ada juga pola pengasuhan ibu dikala kita kecil tetap dibawa sampai sekarang walau pun kita sudah bukan anak kecil lagi. Saya pikir kebiasaan ibu adalah karena rasa kasih sayangnya kepada anak sehingga beliau lupa nahwa sekarang anak-anaknya sudah dewasa. Bahkan ibu saya sendiri juga terkadang masih seperti itu.

      Jadi, anda dan adik anda saat ini sedang diuji kesabaran oleh Allah SWT melalui sebab ibu. Dengan kita mengetahui bahwa ini adalah ujian kesabaran, maka tentu kita bisa lebih bijak dalam menyikapinya. Yang berbahaya adalah jika anda dan keluarga tidak sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Orang yang tidak sadar bahwa ia diuji, biasanya berprilaku panik, stres dan bisa saja lari ke dukun, bukan ke Allah.
      Dengan menyadari bahwa itu ujian dari Allah, maka kita minta agar Allah menguatkan kita dalam menghadapinya. Kita berdo’a agar ibu dibukakan pintu hatinya oleh Allah, diberi hidayah oleh Allah agar bersikap adil terhadap anak-anaknya yang kini sudah dewasa.

      Sementara ini yang bisa kami sampaikan dan mohon maaf jika solusi ini tidak begitu maksimal,

      Wallahu a’lam

      Reply
  15. zainal abidin

    Ass..wr wb,
    pak ustad yang terhormat, saya ingin bertanya seputar aqikah anak saya, dulu sewaktu usia anak saya berusia 40 hari saya mengadakan potong rambut dengan mengundang sanak keluarga ,nah dalam hal ini saya tidak melakukan potong kambing karena kondisi keuangan, nah apakah saya masih wajib melakukan aqikah bagi anak saya meskipun waktunya sudah lewat,kemudian ustad apakah sah apabila anak bayi laki laki saat di aqikah hanya memotong 1 ekor kambing saja,mohon petunjuknya..wassalammualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Aqiqah itu memotong domba atau kambing pada saat usia bayi mencapai 7 hari, 14 hari atau 21 hari. Setelah aqiqah, bayi diberi nama dan dicukur rambutnya. Jika hanya mencukur saja, maka belum bisa dinamakan aqiqah.
      Boleh kah aqiqah melewati 21 hari ? jawabnya adalah boleh saja.
      Aqiqah laki-laki afdhalnya adalah 2 ekor kambing. Jika satu saja bagaimana ? boleh-boleh saja. Rasulullah SAW pernah mengaqiqahkan Hasan dan Husein RA dengan 2 kambing. Satu untuk Hasan RA dan 1 untuk Husein.

      Wallahu a’lam

      Reply
  16. yudo

    assalamualikum , ustadz saya mau tanya , dahulu temen saya pernah menggadaikan barang miliknya dengan maksud untuk mendapatkan sejumlah uang , kemudian uang tersebut oleh dia digunakan untuk melakukan maksiat/ berbuat dosa , selang beberapa bulan kemudian dia berniat untuk menebus kembali barang yang di gadaikannya tersebut ,karena dia tidak punya cukup uang akhirnya dia meminjam uang kepada saya , karena merasa kasihan akhirnya saya pun memberikan pinjaman uang kepada dia untuk menebus kembali barang miliknya tersebut. Yang jadi pertanyaan saya ustadz , apakah saya termasuk orang yang membantu dia melakukan maksiat atau bukan ? sekian terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda tidak berdosa. Yang anda lakukan adalah menolong dia agar bisa menebus gadainya. Lain halnya jika ia meminjam uang kepada anda yang memang jelas tujuannya untuk maksiat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  17. Nanang Yusuf

    Assalamu’ alaikum wr.wb.
    Pak Ustadz, saya ingin bertanya mengenai pembangunan Masjid yang bukan tanah haknya Masjid, tanah itu milik Fasum yang luasnya melebihi 1000 M,berawal dengan Izin mebangun musholah yang luasnya sekitar 300 M dan saat ini sudah dikembangkan hampir 500M kami warga sangat senang dengan penembangan Masjid yang besar dan megah. namun kelebihan tanah fasum tersebut tidak bisa kami pergunakan sebagai fasilitas lingkungan jika kami ingin menggunakan selalu menjadi masalah dengan pengurus Masjid sehingga kami mengalah jangan sampai sesama umat muslim menjadi bermusuhan. dan saat ini kepengurusan sudah berganti dikarenakan pengurus lama telah meninggal dunia, saat ini pengurus baru kami merasakan lebih arogan dengan membentengi Masjid dengan pagar yang tinggi, kami sempat mengingatkan namun kami mendapatkan jawaban yang kurang enak dan selalu setiap hari jum’at dalam ceramah selalu memfitnah bahwan pembangunan Masjid dihalangi oleh RT dan RW bahkan setiap Ustadz yg memberi ceramah dititipkan agar menyampaikan ceramah yg berkaitan dengan umat yang menghalangi pembangunan Masjid. Untuk itu kami ingin bertanya bagaimana hukumnya untuk se4orang ketua DKM dan ketua pengurus Masjid dengan tindakannya dan bagaimana kami harus bersikap.

    Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada beberapa poin yang harus kita perhatikan :

      1. Masjid harus dibangun di tanah yang statusnya jelas. Jika tidak jelas, maka tidak boleh masjid atau mushalla di bangun di atas tanah tersebut.

      2. Shalat di masjid yang tanahnya bermaslah tetap sah. Yang bermasalah dan bertanggung jawab adalah orang membangunnya.

      3. Kelebihan tanah 200 m yang sebelumnya diizinkan hanya 300 m merupakan tanah syubhat (tanah tidak jelas). Tapi jika pihak yang berwenang (Pemerintah) mengizinkan tanah 200 m tersebut untuk perluasan dan pengembangan mushallah untuk menjadi masjid, maka hal tersebut tidak bermasalah. Jadi, intinya adalah apakah pengurus masjid mendapat izin atau tidak.

      4. Jika memang statusnya ternyata belum jelas, maka kewajiban kita hanya mengingatkan dan menyarankan pengurus masjid tersebut untuk mengurus izin tanah tersebut kepada pihak yang berwenang agar tanah tersebut tidak syubhat.

      5. Anda hanya berkewajiban mengingatkan dan jika ternyata respon mereka tidak memuaskan, sebaiknya dido’akan saja agar mereka mendapat petunjuk Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  18. Depe

    Assalamualaikum…
    Pak Ustadz, saya mau tanya, sebelumnya saya seorang pengangguran kemudian ada yang menawari kerja, awalnya saya kira pekerjaan itu halal, ternyata setelah beberapa minggu saya baru menyadari pekerjaan itu ternyata membantu orang untuk berjudi yang intinya saya rasa uang itu tidak halal, yang saya tanyakan, bagaimanakah seharusnya sikap saya dengan upah yang saya dapatkan tersebut?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika sudah terlanjur anda makan, sebaiknya bertobat saja dan berhenti dari pekerjaan tersebut. Jika belum di makan, sebaiknya sumbangkan saja untuk keperluan pembangunan jalan atau hal lainnya yang intinya sumbangan anda tidak dilonsumsi orang.

      Wallahu a’lam

      Reply
  19. weni_fauzia@yahoo.com

    Weny
    Assalamu ‘alaikum wr wb…

    Pak ustad mau tanya apakah istri masih wajib melayani suami yg sdh mengusir dan kla dlm keadaan marah suka mengeluarkan kata2 saya sebenarnya sudah mau meninggalkan pergi dia(istri) .kla tdk ingat ada anak2 .saya sudah tinggalkan dia.

    Terimakasih pak ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Bentuk pengusirannya seperti apa ? apakah ada lafaz cerai atau talak ?
      Jika memang ada, berarti anda sudah ditalak. Jika sudah ditalak, apakah suami anda sudah ruju’?
      Jika memang status anda adalah masih istri, maka anda tetap wajib melayani suami.
      lantas bagaimana jika anda tidak mau sedangkan status anda masih istrinya ? anda tetntu berdosa.
      Jika anda ingin tidak terbebani, anda bisa memilih antara cerai atau mempertahankan rumah tangga.
      Lalu pilihan mana yang harus anda ambil ? pilihlah yang sekiranya lebih maslhat untuk anda dan suami.

      Wallahu a’lam

      Reply
  20. anonim

    Assalamu’alaikum ust, saya mau nanya, apakah terjerumus ke dalam maksiat termasuk ke dalam musibah ? mohon penjelasannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT menguji keimanan dan kesabaran para hamba-Nya. Ada yang Allah uji lewat harta, tahta dan wanita. Dengan ujian tersebut ada yang berhasil melewatinya dengan baik dan ada juga yang gagal akibat godaan syaithan.
      Jadi, jika ada orang yang tergelincir ke dalam lubang maksiat, sepertinya tidak elok kalau disebut mendapat musibah. kami rasa yang tepat adalah terbujuk godaan syaithan.

      Wallahu a’alam

      Reply
  21. sarah

    Assalamualaikum pak ustadz.. Saya mau tny tntg hal hbgn saya dgn seseorg laki2 saya mau tny pndpt pak ustadz..
    Jadi bgni crtanya pak ustadz Saya dikenalkan oleh tmn sya seorg laki2 mlalui media bbm .. Ya kami srg ber bbm an komentar stts..niat lami mmg serius ustadz ingn mmpnyai hbgn yg serius.. Dan saya pun tahu kalo dlm islam tdk ada istilah pcrn.. Yg sya ingin tnyakan apakah saya berdosa kalo berkomunikasi dgn dy ingin tny2 tngt khdpn dy.. Tp kmi blm bertemu..namun dy berjanji ingin bertemu bbrpa bln lagi. Apakah yg harus saya lakukan pak ustadz ? Apakah saya hrus mghpus kontak dngn dy smntra wktu? Kalo ia apa yg hrus sy ktkan ? Sy bingung pak ustadz hati sya mmg ada rasa kpd dia.m tp saya bgung harus berkata apa dan bgmn ? mhon solusinya. Trmis wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya tidak perlu menghapus kontak BBM. Anggap saja dia adalah orang lain atau teman atau siapa saja yang memingkinkan berkomunikasi. Berkomunikasi tidaklah menjadi masalah kecuali jika memang hal-hal yang dibicarakan menjurus kepada maksiat.
      Sebetulnya, ta’aruf adalah langkah paling aman untuk mengenal calon pasangan hidup. Tapi harus ta’aruf yangbenar. Ta’aruf hanya bertujuan untuk sebatas saling mengenal saja. Ketika masing-masing mempertimbangkan dan menghasilkan kata sepakat, maka barulah kemudian dilangsungkan khitbah (lamaran) dan seterusnya menghalalkan hubungan dengan menikah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  22. Dea

    Assalamualaikum..
    Pak Ustadz., saya mau tanya nih..banyak ayat2 dalam Al-quran yang menyebutkan adanya utusan2 Allah/ Rasulullah sebelum Rasulullah saw.. tapi kenapa disurat Al-Anbiya ayat 7 menyebutkan bahwa “Kami tiada mengutus rasul rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang-laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui” dan ayat 25 “Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
    Mohon pencerahan tentang kedua ayat tersebut..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Betul sekali mba Dea, bahwa Allah SWT mengutu s para nabi dan rasul sebelum Rasulullah SAW.
      Ayat 7 dan 25 surat Al Anbiya’ yang mba Dea maksud termasuk ayat yang menerangkan tentang itu.
      Ayat 7 dapat difahami bahwa nabi dan rasul adalah laki-laki (dalam artian bukan malaikat, tapi dari jenis manusia biasa sebagai mana kaumnya). Bedanya, walau pun manusia biasa mereka diberi wahyu,
      Untuk meyakinkan orang kafir yang meragukan bahwa Muhammad SAW adalah nabi, maka mereka dipersilakan bertanya kepada Ahludz Dzikri. Arti ahludz dzikri ada yang berpendapat ahli taurat dan injil dan ada juga yang berpendapat orang yang banyak ilmunya. Mungkin jika dikorelasikan dengan ayat tersebut bahwa orang kafir dipersilakan bertanya kepada ahli taurat dan injil atau ahli sejarah bernarkah Allah dahulu mengutus para nabi dan rasul sebelum Muhammad SAW dan mereka semua (nabi dan rasul) adalah laki-laki/manusia/bukan dari jenis malaikat ?
      Ayat 25 maknanya tidak jauh berbeda dengan ayat 7. Pada ayat 25 ada satu poin tambahan bahwa mereka (para nabi dan rasul) semuanya menyerukan tauhid (menyembah Allah tuhan yang esa) walaupun syariatnya terkadang tidak sama, sesuai dengan kondisi masing-masing umat saat itu.
      Kurang lebihnya begitu, Mba Dea.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        Assalamualaikum.wr.rb pak Ustadz terima kasih atas jawabannya.. tetapi bukankah maksud dari ayat 7 & 25 tersebut sebuah penegasan dari Allah swt bahwa sebelum Nabi Muhammad saw, Allah tidak pernah mengutus seorang rosulpun.. tapi hanya beberapa orang lelaki yang diberi wahyu kepadanya..tingkatannya belum sampai kepada rosul.. Mohon pencerahannya.. wasalam..

        Reply
  23. ALI MASROFI

    Ass, Ustadz
    bagaimana hukumnya uang iuran untuk pembangunan masjid jika di pinjam seseorang?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumjus salam wr wb.
      jumhur ulama berpendapat haram meminjamkan uang masjid kepada siapa pun. Uang kas masjid merupakan amanah dari umat untuk keperluan masjid.
      Sebaiknya meminjam uang kepada person pribadi saja untuk menghindari berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  24. Sherly Monaco

    Assalamu’alaikum..
    Ustadz saya ingin brtanya,,saya sdh brpisah dg mantan slama 3thn baik scara lahir dn bathin kami sdh tdk brkaitan lg.Tp,slama 3thn ini kami blm ada yg memegang surat akta cerai krna dulu mantan yg brjanji ingin mngurusnya.Prtanyaan saya,jika skarang saya yg akan mngurusnya apakah stelah menerima akta cerai saya masih mndapat masa iddah itu?..Karna yg saya tau,masa iddah itu brtujuan utk mlihat apakh mash ada benih yg tertinggl dlm rahim,sedangkn saya sudh 3thn tdk brhubungan baik scara lahir maupun bathin..Terima kasih..
    Wassalamu’alaikum..

    Reply
  25. Nanang

    Assalamualaikum wr. wb.

    Ustad mau tanya, apa hukumnya bak mandi yang terkena sedikit air kencing ?

    Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Airnya dua kullah atau kurang ?

      Air banyak (dua kullah, kira-kira 216 liter) jika terkena najis dan berubah salah satu unsurnya, entah bau, rasa atau warna, maka dihukumi najis. Jika najis tersebut tidak sampai merubah unsur tersebut, maka hukumnya htetap suci.
      Air sedikit ( kurang dari dua qullah) jika terkena najis, maka hukumnya tetap najis walaupun najis terbut tidak merubah unsur air tersebut.

      Wallahu a’lam

      Reply
  26. anto

    Assalamualaikum Wr.Wb saya seorang wirausaha dan bangkrut ada meninggalkan hutang saya berusaha membayar lalu saya krja pabrik tp sy spti tdk leluasa krn harus sembnyi smbnyi dari penagih kakak yg iba melihat sy menyarankan untuk keluar jawa dl ikit kakak krja tenag g diburu buru penagih sy niat buat byr htng dan bahaagiakan anak istri ini saya kini mendafyar pns dan lolos pg tinggal tunggu perankingan dan sy jg ikit tes antam tgl tunggu pengumuman..apa kah doa bs merubah takdir ust?sy merasa bersalah ama anak istri sy takut bila sy tdk diterima di antam ato pns krn ini harapan sy bs lunasi htng dan kmpul serta bahagiakan anak istri sy takut mereka kecewa bila sy tdk lolos slah satunya rasanya beban buat saya ust sy tdk bosan bosan berdoa mhn pda ALLAH bila ini jln terbaik smoga diberi kemudahan tp knapa hati ini was was dipenuhi rasa takut slama ini ingin curhat tp bingung pada siapa krn bgtu rumit maslah saya ustad hati tdk tenang dipenuhi rasa campur aduk

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda sudah berikhtiyar untuk melunasi hutang. Ada beberapa do’a yang dianjurkan dibaca bagi orang-orang yang saat ini posisinya seprti anda.
      Do’a terbut sudah sangat masyhur, namun jika anda lupa, kami tag do’anya :

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

      ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

      Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

      Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

      Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allah mengabulkan do’a anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mungkin anda bisa add akun saya di FaceBook, Bang Ridwan Shaleh. Di profil saya ada berbagai catatan yang berhubungan dengan cara efektif menghafal Al qur’an. Judul catatannya : “Semoga catatan kecil ini bermanfaat”. Dalam catatan tersebut saya goreskan berbagai pengalaman saya ketika menghafal Al Qur’an.

      Wallahu alam

      Reply
  27. Nabila

    Ass.pak ustad saya mau tanya,apakah bagus klu kita membuat rumah di bulan sapar ini dan bulan jika kita membuat rumah.terima kasih sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setahu kami tidak ada aturan hari baik kapan orang harus membuat rumah dan hal-hal lainnya yang memang tidak ada landasan dalil yang menerangkan.
      Tetapi jika anda menganggap bahwa di bulan shafar itu baik, ya silakan saja asalkan anggapan baiknya itu bukan berlandaskan i’tiqad (keyakinan0 syar’i.

      Wallhu a’lam

      Reply
  28. anwar

    Assalamualaikum..
    Saat sedang shalat muncul perasaan seperti ada cairan yang keluar dan setahu saya kan kita harus tetap melanjutkan shalat karena masih ragu apakah keluar atau tidak, yang ingin saya tanyakan apakah setelah selesai shalat kita wajib memeriksanya atau kita biarkan saja tanpa memeriksanya dan anggap tidak ada yang keluar? dan apabila kita harus memeriksanya dan ternyata memang ada yang cairan yang keluar apakah harus mengulang shalatnya? bagaimana apabila celana kita dalam keadaan basah karena air basuhan sehingga kita tidak tahu apakah ini sisa basahan air biasa atau air kencing, apakah kita perlu mencium aromanya untuk mengetahuinya?

    terimakasih sebelumnya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Untuk kehati-hatian, sebaiknya anda memeriksa celana tersebut ketika shalat. Jika ternyata memang betul keluar, maka shalat harus diulang dan celana yang terkena najis tersebut harus diganti.

      Apa perlu mencium celana yang basah untuk mengetahui apakah bercampur dengan air kencing atau tidak ? jika cara tersebut bisa memastikan, sebaiknya dilakukan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  29. Ulin Nuha

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Saya mau bertanya dalil yang menjelaskan tentang sah berwudhu’ dan mandi janabah orang yang bertato,ada dalam kitab apa dan ayat dan halaman berapa?
    Terima kasih banyak sebelumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bisa dilihat di kitab Fathul bari’ oleh Al Imam Ibn Hajar Al Asqallany juz 10 kitab Al Libas hal 77 terbitan Al Maktabah As salafiyyah.

      Reply
  30. Angga

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Pak Ustadz

    Saya mau bertanya tentang bagaimana pandangan islam yang sejati tentang kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta? Tolong Pak Ustadz beri penjelasan yang mana seharusnya kita ikuti (menjadi panutan) sebagai seorang mukmin yang sejati berdasarkan keterangan dibawah.

    Ada sedikit yang mau saya sampaikan, yaitu:
    Habib Muhammad Rizieq Syihab dan KH Ali Mustafa Yaqub masing2 nya bergelar DR. dan Prof. dan juga sama2 Imam Besar yang satu di FPI dan satu lagi di Masjid Istiqlal DKI Jakarta, tetapi kedua tokoh agama ini kok berbeda pandangan mengenai kepemimpinan Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ketua Umum FPI beserta para Ulama dan Kyai Betawi tidak setuju jika Ahok sebagai Gubernur karena dia Non Muslim sebab mereka mendahulukan Hukum Allah (Alqur’an) daripada Hukum Konstitusi sementara di DKI Jakarta mayoritas Umat Islam, sedangkan KH Ali Mustafa Yaqub dalam penggalan katanya di http://news.detik.com/read/2014/11/20/144451/2754245/159/imam-besar-masjid-istiqlal-ali-mustafa-yaqub-demo-anarkistis-haram “Dalam Al-Quran, kata Ali, memang ada ayat yang menyebutkan sebaiknya tidak menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin. Tapi sekarang konteksnya bukan lagi pemilihan, sehingga siapa pun yang sudah terpilih secara konstitusi mesti didukung dan dipatuhi oleh masyarakat. Kewajiban rakyat adalah menaati pemimpin sepanjang tidak diperintah bermaksiat.” Berdasrkan statement beliau diatas, berarti KH Ali Mustafa Yaqub lebih mendahulukan Hukum Konstitusi daripada Hukum Allah (Alqur’an).

    Terimakasih, Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang saya fahami dari paparan Prof. Dr. Ali Mustofa Ya’qub sbb :

      1. Islam mengharamkan memilih pemimpin kafir.

      2. Karena negara kita tidak menggunakan hukum islam (artinya hukum RI), maka kita harus mematuhi hukum negara.

      3. Karena hukum negara bersifat demokrasi, ahok naik sebagai gubernur yang dinyatakan sah menurut UU. (untuk sementara seprti itu walaupun sebetulnya masih ada gugatan KMP ke MA tentang UU pilkada)

      4. Sebagai muslim yang baik, kita boleh protes. Kita boleh demo. Tapi yang memang jelas diharamkan adalah anarkisnya. Adapun demo yang tidak anarkis jelas tidak haram.

      5. Jadi dalam hal ini, Habib Rizik maupun KH Ali Mustofa benar dua-duanya. Habib Rizik tidak memerintahkan anarkis, tapi mungkin pengikutnyalah dan polisi yang dua-duanya terlibat aksi anarkis di lapangan.

      6. Dengan kata lain, Kh. Ali mempersilakan kita protes, tapi tidak anarkis. Habib Rizik pun saya rasa demikian, tetap melarang anarkis.

      7. Yang salah adalah saudara kita yang awalnya memilih salah satu kandidat NON MUSLIM selagi masih ada kandidat lain yang islam.

      Begitu kira-kira yang kami tangkap.

      Wallahu a’lam

      Reply
  31. Hamba Allah

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Saya mau bertanya bolehkah kita mengulang sholat berjamaah karena saya merasa imam terlalu cepat dan tidak tumaninah ( selesai berjamaah selesai dan saya mengulangi kembali dengan jamaah yang datang belakangan )

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Imam yang terlalu cepat gerakan dan bacaannya termasuk imam makruh. Hukum makruh tersebut hanya berlaku untuk dirinya saja. Makmum boleh ber-imam kepadanya.
      Dengan demikian, shalat anda tetap sah dan tidak perlu mengulang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  32. fiqri rahmadani

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Saya mau tanya bolehkah kalau kita mengQODO sholat wajib dan sunnah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Qadha artinya bayar hutang.
      Jika punya hutang ibadah wajib ya harus dibayar. Tapi mengenai ibadah sunnah tidak perlu.
      Namun ada sebagian pendapat yang mengatakan boleh mengqadha sunnah qabliyah subuh, tahajud dan witir jika memang amalan-amalan tersebut sudah menjadi sangat rutin dan hampir tidak pernah ditinngalkan oleh yang mengamalkannya.

      Wallahu a’lam

      Wallahu a’lam

      Reply
  33. torres

    Assalamualaikum Wr Wb ustad
    Ini tentang permasalahan hidup ustad , saya kehilangan pekerjaan saya saat ini dan saya saat ini tetep berusaha , berikhtiar dan tentu saja berdoa untuk mencari pekerjaan. Saya ayah dari 2 anak dan istri saya juga bekerja dan yg saya tanyakan apakah saya berdosa ustad karena sekarang kebutuhan2 rumah tangga saya itu berasal dari gaji istri saya . Sedangkan dalam islam yg mencari nafkah utk keluarganya adalah suami karena kepala rumah tangga . Mohon saran dan anjurannya ustad ……. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang suami berdosa jika dengan sengaja karena malas bekerja untuk menafkahi keluarganya.
      Seorang suami yang sudah berikhtiyar semaksimal mungkin dan berdo’a namun Allah belum mengabulkannya, insya Allah tidak berdosa. Sebaiknya jangan satu fokus pada pekerjaan yang diinginkan. Sambil menunggu pekerjaan yang diinginkan, mungkin bapak bisa menciptakan pekerjaan sendiri yang halal walau pun hasilnya tidak seberapa.
      Alhamdulillah bapak mempunyai istri shalihah yang sabar dan bisa membantu ekonomi keluarga bapak saat ini.
      Insya Allah dengan segala ikhtiyar dan kesabaran serta diiringi doa oleh istri bapak yang shalihah dan kedua anak bapak yang shalih, bapak akan segera diberi ganti oleh Allah dengan pekerjaan yang lebih baik, lebih berkah dan tentu lebih menghasilkan dari sebelumnya.
      Jika bapak sempat, perbanyaklah istighfar di setiap waktu. denganh istighfar, Allah SWT akan mengampuni dosa kita dan akan menganugerahkan harta yang kita butuhkan. Mungkin bisa dilihat di surat Nuh ayat ayat 10 – 12 yang artinya :

      10. Maka aku katakan kepada mereka: ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, -sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun-,

      11. niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat,

      12. dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan Mengadakan untukmu kebun-kebun dan Mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.

      Dan perlu kita ingat bahwa setelah Allah menguji kita dengan kesulitan dan kita berhasil melewatinya dengan ikhlas dan sabar, maka Allah akan menggantikan kesulitan tersebut dengan kemudahan. Bisa kita simak ayat 5 dan 6 surat Al Insyirah yang artinya :

      5. karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,

      6. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.

      Saya pribadi turut membantu mendo’akan agar semua hajat bapak terkabul, aamiin…

      Wallahu a’lam

      Reply
  34. Anonymous

    Assalamualaikum. Ustadz….bismillah…saya mau tanya ustadz sy sudah menikah hampir 8 th…bapak saya pergi waktu saya sma tapi msh hidup..dia penganut aliran kepercayaan..saya ini orang awam yang g terlalu tau soal hukum agama..waktu mau nikah saya pergi ke KUA saya ditanya bapak..saya jawab jujur…dan saya memang ga tau dimana keberadaanya..terus sama kepala KUA nya disimpulkan berarti wali nikahnya wakil hakim..terus saya disuruh tanda tangan penyerahan wali..gmn itu pak ustafz..mohon dijawab…biar g jadi ganjaran di hati saya…wassalamu’alaykum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pernikahan anda tetap sah karena perempuan yang tidak ada walinya diwalikan oleh wali hakim.
      Karena saat itu keberadaan ayah kandung anda tidak diketahui, dan belum juga diketahui apakah masih hidup atau sudah meninnggal, maka fiqh mengambil zhahir saja.

      Wallahu a’lam

      Reply
  35. Dea

    Assalamualaikum wr.wb., pak Ustadz..dalam forum ini saya sudah mengajukan beberapa pertanyaan yang waktunya berbeda2 dan untuk mengetahui apakah pertanyaan saya sudah dijawab apa belum saya harus menelusuri/melihat semua pertanyaan yang sehingga waktu saya habis hanya untuk mengetahui apakah pertanyaan saya sudah dijawab apa belum..setelah ketemu ternyata belum juga dijawab juga.. Jadi saran saya pak Ustadz., supaya situs ini ditambah dengan fitur pencarian dengan mengetik namanya sudah dapat ditemukan. Terima kasih, wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, mba Dea yang dirahmati Allah.

      Terima kasih atas saran anda. Untuk sementara mba Dea bisa mencarinya dengna mudah. Mba bisa menekan Ctrl + F kemudian ketik nama anda, kemudian tekan tombol enter. Terus tekan enter sampai anda menemukan apa yang dicari.
      Syukran.

      Reply
  36. jaskrudin478

    Ass,wr…wb ustadz.saya mau tanya ustadz kalau anak perempuan wajib digunduli habis 40 hri,dn kalau tidak digunduli apa hukumny..? Tlg y ustadz trmks

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Hukum menggunduli bayi baik laki mau pun perempuan setelah 40 hari TIDAK WAJIB. Jika tidak wajib, maka boleh melaksanakannya tau pun meninggalnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  37. tedy

    assalamualaikum pak ustad,
    sy berencana melamar calon istri saya, tetapi sy msih bingung mengenai seserahan dan mas kawin atau mahar.. apa yg sebaiknya sy berikan sebagai seserahan,mas kawin,atau maharnya y pa ustad? terimakasih pa ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seserahan biasanya adalah barang-barang berupa cendera mata dari pihak calon suami kepada keluarga calon istri. Seserahan yang berlaku secara adat bukanlah mahar karena barang-barang tersebut tidak diucapkan saat aqad berlangsung.
      Mahar adalah harta yang diberikan calon suami kepada calon istri dan menjadi hak sepenuhnya milik calon istri. Mahar biasanya disebutkan dalam aqad.
      Bagi calon suami yang berekonomi kecukupan sebaiknya memberikan mahar yang dianggap pantas untuk menambah kehormatan calon istrinya tersebut. Dan bagi calon suami yang ekonominya menengah ke bawah, hendaknya calon istri tidak meminta mahar yang sekiranya memberatkan calon suami.
      Jadi, barang-barang atau mahar yang diserahkan kepada calon istri disesuaikan engan kemampuan calon suami dan tentunya disetujui kedua belah pihak.
      Apa saja misalnya ? jawabnya tentu kembali kepada penjelasan kami di atas.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • tedy

        assalamualaikum wr.wb
        erimakasih ustad untuk jawaban nya…
        sangat membantu sx, doakan semua nya lancar y pa ustad,,
        terimakasih

        Reply
  38. dega

    assalamualaikum pak ustad..

    mau nanya kiranya yang baik mengadakan lamaran itu berapa bulan menuju pernikahan ya?? terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak ada dalil khusus yang mengharuskan kapan selisih hari melamar dengan akad nikah. Prinsipnya semakin cepat semakin baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  39. benni susandra

    Assalamualaikum Ustad
    saya mau nanya ustad:
    1. bagaimana hukum melihat jual beli
    hewan2 yang haram dalam hukum
    islam seperti anjing, uar, dll
    2. gimana prosedurnya jika kami
    berniat mengundang ustad untuk
    ceramah atau tablig Akbar….

    jazaakumullah katsiron..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika hanya sekedar melihat, maka boleh saja hukumnya. tetapi sebisa mungkin menghindari agar tidak ada keinginan untuk melakukan transaksi jual beli tersebut.

      Wallahu a’lam

      Untuk mengunndang kami, bapak bisa menghubungi Contact Person Pusat Kajian Hadis di nomor 021.97943394 atau 0818.996.994 atau via email pusatkajianhadis@gmail.com

      Reply
  40. Pangidoan nasution

    Assalamu’alaikum ustadz. . .
    Saya mau bertanya.
    Saya tau pacaran itu haram,tetapi saya tetap ingin melanjutkan hubungan saya ustazd,kami nggak pernah jumpa agar terhindar dari yang nama nya zinah. Apa boleh ustazd kami jalani ini.

    Reply
      • Pangidoan nasution

        Assalamu’alaikum ustadz..
        Terima kasih atas jawaban nya,ini saya mau bertanya lagi. Apa kami tidak berdosa menjalani ini/ pacaran,walaupun tidak berdua duaan,tidak melanggar semua larangan nya. Apa kami tidak berdosa ustadz

        Reply
          • Ridwan pkh

            Anda diibaratkan sedang main api. Artinya, jika tidak hati-hati bisa saja anda terbakar. Walau pun tidak bertemu tapi tetap saja masih ada kemungkinan berdosanya.
            Perkataan mesra atau sms mesra bisa saja menimbulkan khayalan dan syahwat.
            Jadi tidak bisa dikatakan dengan pacaran walau pun tidak berkhalwat 100% aman. Intinya, hindari saja jika memungkinkan dan segera lamar kemudian menikah. Itu yang paling aman, bang Pangindoan

            Wallahu a’lam

  41. maya

    Assalamualaikum pak ustadz…maaf sayau tanya lagi…pak ustad contoh cerai dalam makna kiasan apa saja pa ustadz?karena waktu itu suami saya bilang ya sudah kalau mau sendiri sendiri saja(katanya bukan maksud cerai karena saya merahasiakan sesuatu jadi dia bilang ya sudah kalau mau sndiri sendiri kalau ada apa apa ga mau cerita)dan waktu berantem hebat kemarin sebelum dia bilang kita ga bisa kaya gini terus suami saya bilang cukup sampai disni…apa itu termasuk talak jg karena saya tanya ke suami saya..dia bilang itu bukan niat cerai.pa ustadz saya bingung…mohon pencerahannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Lafazh kinayah/kiasan seperti ini misalnya : Kamu pulang saja ke rumah orang tuamu ! atau Pergi sana, jagan ke sini lagi !”
      Jika kalimat tersebut dimaksudkan atau diniyatkan talak, maka jatuhlah talaknya.

      Lafazh sharih atau lafazh yang jelas ialah dengna menggunakan kata ‘Cerai atau talak”. Contoh : “ Ya udah, saya ceraikan kamu sekarang !” “Kamu sudah ga nurut sama saya, saya talak kamu !”

      Kalimat tersebut sudah jatuh talak secara otomatis WALAUPUN KETIKA MENGUCAPKANNYA TIDAK BERNIYAT TALAK.

      Oleh karena itu, semarah apa pun sang suami hendaknya menghindari kalimat “cerai atau talak “.
      Wallahu a’lam

      Reply
  42. Farid

    Assalamu’alaikum.
    Saya pernah bermimpi, seorang teman menunjukkan QS Al-Qashash Ayat 22. Setelah terbangun dari tidur, saya langsung mengecek apa arti dari ayat tersebut. Bagaimana saya menyikapinya? Mohon saran. Terima kasih.

    Reply
  43. edwin

    assalamualaikum wr.wb
    selamat sore.
    Saya ingin bertanya ketika seorang istri menjenguk mertua nya bersama suami, tetapi si istri tidak sekalian menjenguk ibunya sendiri, padahal jarak mertua dan ibunya sangat dekat, karena si istri hubungannya tdk baik dgn kakaknya. dan bagaimana hukumnya, terus hukum buat si suami yg membiarkan istrinya memutuskan silaturahmi dgn ibu dan keluarganya, mohon d jawab ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang suami berdosa jika ia mendiamkan istrinya memutuskan silaturahmi kepada saudaranya terlebih kepada ibunya.
      Ia wajib menasihati istrinya agar mau menyambung silaturahmi. Jika sang suami sudah kerap kali menasihati istrinya namun sang istri belum melaksanakannya, maka ia harus bersabar dan terus berikhtiyar dan berdo’a.

      Wallahu a’lam

      Reply
  44. afry

    Assalamualaikum wr.wb pak ustad..
    Saya mau kembali tanya nie,, saya kemaren habis potong rambut,sampe habis seperti laki”..tujuanya si mau ngebuang rambut” saya yang udah rusak akibat pewarnaan dan segala macem dan aku juga udah berhijab,saya mau memiliki rambut alami lagi ,suapaya hijab saya lebih sempurna tanpa rambut merah…dan saya baru baca buku fiQih wanita kemaren,katanya rambut wanita menyerupai laki” dan laki” menyerupai wanita itu hukumnya haram.. :'( saya sedih saya baru tau setelah sudah potong rambut..artinya saya haram dong ustad..
    Jadi gimana pertanggung jawaban saya sama allah… Mohon pencerahanya pak ustad
    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Bertobat saja kepada Allah karena sebelumnya anda tidak mengetahui hukum tersebut.

      ketika sudah tahu, jangan diulangi dan iringilah atau gantilah perbuatan dosa dengan mengerjakan amal-amal shaleh.
      Wallhu a’lam

      Reply
  45. eko prasetyo

    Ustad mau tanya lagi_ sblum nya assalamualaikum_
    Pak saya bingung sama diri saya_ kadang solat saya itu ga karuan_ bukan kadang lagi tapi sering_ setiap sholat itu ga prnah khusu’. Jdi pikiran kmna2 udh saya coba tpi begitu lagi…
    Saya minta solusi nya pak ustad_

    Trimakasih sblumnya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Khusyu’ bukan merupakan salah satu syarat syah shalat. Artinya bukan berarti shalat menjadi tidak sah karena tidak khusyu’. Namun demikian khusyu’ harus tetap diupayakan karena bernilai pahala yang sangat besar. Minimal sekali khusyu’ pada saat takbiratul ihram.
      Adapun khusyu’ dapat diusahakan atau diikhtiyarkan sebagai berikut :

      1. Mencuci kedua telapak tangan tiga kali sambil membaca basmalah dan bertujuan menghilangkan dosa-dosa dan maksiat yang terjadi akibat ulah telapak tangan kita

      2. Ketika berkumur-kumur, bertujuan untuk menghilangkan dosa-dosa dan maksiat yang terjadi akibat ulah mulut kita

      3. Ketika kita membasuh muka, bacalah niat Nawaitul wudhuu’a liraf’il hadatsil ashghori lillaahi ta’alalaa dan niatkan pula bahwa saat itu kita mensucikan muka dari dosa-dosa yang timbul akibat pandangan kita

      4. Ketika membasuh kedua tangan sampai siku, niatkanlah bahwa saat itu kita sedang membersihkan dosa yang timbul akibat ulah tangan kita yang selalu berbuat maksiat

      5. Ketika membasuh kepala, niatkanlah bahwa kita sedang mersihkan dosa yang berasal dari kepala

      6. Dan yang terakhir, ketika kita membasuh kedua kaki sampai kedua mata kaki, niatkanlah, bahwa saat itu kita sedang membersihkan dosa yang timbul akibat ulah kaki kita

      7. Setelah selesai berwudhu’ dengan segala rukun dan sunnah-sunnahnya, maka lanjutkanlah dengan membaca doa setelah wudhu’. Anda sudah tahu kan do’anya ?

      Setelah itu siapkanlah pakain yang bagus, bersih dan bebas dari najis, karena kita akan menghadap Yang Maha indah dan Maha Suci

      Oh ya, jangan lupa, periksa tempat shalat kita. Pastikan tidak ada najis, karena salah satu syarat sah shalat adalah suci pakaian dan tempat untuk ,melaksanakan shalat.

      Setelah betul-betul siap, iqmatlah sebelum memulai shalat. Iqamat merupakan pernyataan bahwa kita betul-betul telah siap menghadap Allah Yang Maha Besar.

      Ketika takbiratul Ihram, iringilah dengan niat bahwa kita memulai shalat. Resapilah bahwa ketika itu kita menghadap dan menyatakan bahwa Allah sajalah Yang Maha Besar, tidak ada satu makhlukpun yang dapat menandingi kebesarannya. Nyatakanlah dalam hati kita bahwa kita benar-benar ikhlash dan tunduk menjadi hamba-Nya. Nyatakanlah saat itu kita terbebas dari segala urusan dunia yang selalu kita kejar baik pagi, siang bahkan sampai larut mlam.
      Saat itu kita sedang berdiri menghadap Allah.

      Bayangkanlah bahwa kedua kaki kita saat itu sedang berdiri di atas Shirath Al Mustaqiim. Sebuah jembatan penentu apakah kita berada di syurga atau di neraka

      Wah… kalo diterusin panjang banget nih…

      Gini aja deh…

      Pokoknya resapi makna bacaan-bacaan yang kita baca dalam shalat. Dan kita resapi pula setiap gerakan-gerakan dalam shalat yang banyak sekali terkandung makna filosofis yang teramat dalam.

      Oh ya, satu lagi, setiap gerakan dan bacaan, hendaklah dilakukan dengan Thuma’ninah ( tenang ), agar membatu kekhusyu’an kita dalam shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  46. cempaka

    assalamualaikum..

    ustad… saya akan segera melangsungkan pernikahan’ dan yang saya tau syarat sah pernikahan adalah ada wali, saksi dan mahar

    yang saya mau tanyakan adalah apabila mahar yang diberikan calon suami kepada saya berupa mobil tua yang akan di beli secara kredit, dan saya beserta suami akan membayar cicilan kedepan nya berdua.. apa kah boleh mahar nya sperti itu? sah kah pernikahan saya?

    Reply
  47. edwin

    assalamualaikum ustad, saya mau tau penjelasan tentang surga seorang suami ada d telapak kaki ibunya, dan surga istri d telapak kaki suaminya, dan apakah jika seorang istri menyakiti hati ibunya, tp dia taat pd suaminya, apakah istri itu akan masuk surga. sedangkan si ibu tersebut telah meneteskan air mata karnanya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika di saat yang berbarengan seorang ibu dan suami memanggil istrinya, siapa yang didahulukan ? tentu istri lebih dulu mendatangi suaminya dan setelah itu baru mendatangi ibunya.
      Dari ilustrasi di atas dapat difahami bahwa :
      1. Seorang istri harus taat kepada suaminya
      2. Seorang istri juga harus taat dan hormat kepada ibunya
      3. Seorang istri mendahulukan perintah suaminya ketika secara bersaam ibunya memerintahkan dan setelah itu mendatangi ibunya.
      Dari 3 poin diatas maka sudah jelas berdosa jika seorang istri (anak) melukai perasaan ibunya walaupun ia taat kepada suaminya. Seorang anak harus tetap bakti (birrul waalidain) kepada ibu bapaknya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  48. eko prasetyo

    Assalamualaikum ustad saya mau nanya
    Apa hukum nya kalo ngasih sesuatu kepada seseorang berupa alqur’an?

    Reply
      • Anonymous

        Ass,wr…wb ustadz.sy mau tanya ne sm ustadz,saya punya anak perempuan usinya 3 bln.kami melaksanakn potong rambut ank kami berumur 44 hari,waktu pelaksanaanya hanya sebagian aja rambutny yg dpotong(5 org masing2 menggunting d tiga tempat) sampai saat ini saya belum mengguduli rambut ank sy,yg sy mau tanykn sama ustadz apakah wajib sy mengguduli ank perempuan kami…? Tlg y ustadz jawabny terima kasih

        Reply
  49. Hamba Allah

    Assalamualaikum wr. wb.
    Saya seorang remaja putri 17 tahun, dengan pemahaman awam mengetahui tentang larangan pria yang menyerupai wanita atau sebaliknya. Juga ttg aurat wanita yang meskipun tertulis secara gamblang di alquran dan hadis tapi menimbulkan banyak penafsiran dan pembahasan yg trkdang tidak saya pahami. Lalu bagaimana pendapat ustadz mengenai sekolah kedinasan yang pakaiannya seragam, bercelana, dan kerudungnya dimasukkan ke dalam baju? Saya berencana untuk masuk AMG selepas SMA. Semoga ustadz memahami pertanyaan saya dan semoga saya mendapat petunjuk dr Allah dengan perantaraan ustadz. Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditinjau segi ideal, busana muslimah yangh digunakan dalam kedinasan terkadang ada yang kurng pas. Kurang pasnya dimana ? misalnya jilbab yang seharusnya menutupi dada tapi kenyataannya harus dimasukan ke dalam seragam sehingga masih terlihat sedikit terbentuk yang seharusnya tidak demikian. Karena anda bukan pengambil kebijakan dalam masalah ini, insya Allah mendapat rukhsah (keringanan) ketika suatu saat anda harus memakai seragam demikian.

      Wallahu a’lam

      Reply
  50. Irene

    Assalamualaikum wr wb, Ustadz saya ingin tahu tentang islam radikal.. akhir akhir ini di lingkungan saya seperti ada hal hal yang menuju ke arah radikal.. nah yang ingin saya ketahui :
    1. pengertian lebih jelasdari islam radikal?
    2. ciri ciri dari islam radikal itu seperti apa?
    3.jika ada perkumpulan yang sepertinya mengarah ke aliran radikal, apa yang harus saya lakukan?
    4. apakah islam radikal itu dibenarkan?
    5. jika ada beberapa teman saya yang sudah terdoktrin islam radikal, sikap apa yang harus saya ambil? sedangkan kami satu kelas, saya merasa kasihan kepada mereka.. karena hal itu, kelas saya selalu berselisih paham dan setiap kali masalah muncul tidak ada penyelesaiannya..sedangkan mereka itu selalu merasa benar dan sudah keukeuh sekali dngan apa yang mereka anut Ustadz..
    Ustadz, terimakasih atas ketersediaan Ustadz untuk menjawab pertanyaan saya, karena masalah ini cukup menguras fikiran dan hati. sedangkan posisi angkatan saya 3bulan lagi menempuh ujian, maaf mengganggu Ustadz.. wassalamualaikum wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya dalam islam tidak ada islam radikal, islam konservatif, islam liberal dan lain-lain. Yang ada adalah islam yang satu, ummatan waahidatan. Islam yang sesuai dengan semangat dan selaras dengan Al Qur’an dan As Sunnah. Mungkin istilah-istilah di atas muncul dari orang-oirang di luar islam atau bisa juga dari kalangan islam sendiri yang merasa berbeda pemahaman dengan saudaranya sesama muslim.

      Ada pun kesalahan dalam memahami ayat al qur’an maupun hadis nabi dalam masalah tertentu dan krusial yang dapat menimbulkan salah kesimpulan. Salah satu contoh misalnya dalam memahami perintah jihad. Jika salah memahaminya, maka akan timbul masalah serius yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang dengan cara yang salah. Dengan pemahaman yang salah tentang jihad, bisa saja orang tersebut membenarkan tindakan teror bom di mana-mana atau yang lebih akrab dengan istilah terorisme. Hal ini jelas-jelas pemahaman yang menyesatkan. Mungkin orang-orang lebih suka menamakan ini dengan istilah “Islam Radikal”. Saya sendiri tidak sependapat dengan istilah tersebut, saya lebih suka mneyebut kelompok ini dengan istilah “Islam keliru dan menyesatkan”.

      Apa yang harus dilakukan jika ada teman kita yang sudah terdoktrin dengan kelompok ini ?

      1. Terus menasihatinya dengan sabar agar ia segera keluar dari kelompok tersebut

      2. Ajak dia untuk bertanya kepada para ustadz yang ahli. Cara ini dilakukan agar dia memahami islam yang sebenarnya, bukan dari yang katanya ustad tapi teroris.

      3. Mendo’akan agar ia menyadari kekeliruannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • yulia

      assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah sebelum melaksanakan sholat taubat kita di haruskan untuk mandi taubat terlebih dahulu? terima kasih

      wassalamu’alaikum

      Reply
  51. rina

    assalammu’alaikum pak uztad saya seorang guru sekolah katolik sudah 10 tahun saya bekerja dan saat saat ini saya selalu tanda tanya apakah saya berdosa jika saya bekerja disini atau tidak. saya dilema dengan hal ini, apakah gaji yang saya terima halal atau tidak. lebih baiknya saya keluar atau tidak disekolah juga tidak diperkenankan jika mengenakan kerudung. pak ustad mohon petunjuknya,
    wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya, islam tidak melarang hubungan muamalah (sosial) selama tidak ada unsur keharaman atau dosa. Tapi jika hubungan muamalah tersebut melarang memakai jilbab sebagai mana yang anda alami jelas sudah masuk katagori yang tidak boleh. Jadi, tidak bolehnya adalah karena ada larangan memakai jilbab padahal ibu mau menutup aurat karena kewajiban ibu sebagai muslimah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  52. maya

    Assalamualaikum pak ustad saya maya saya sudah menikah ada hal ygg selalu mengganggu pikiran saya,beberapa bulan yang lalu saya dan suami bertengkar hebat smpai suami saya bilang kita ga bisa kaya gini terus…dan setelah itu kami baikan yg saya ingin tanya apa ucapan suami saya termasuk talak krna paas berantem suami saya mengulang ucapannya…saya tidaau berdosa pak ustad dihadapan Allah dan sempat saya tanya k suami saya kalau dia ngomong kaya gtu bukan maksud untuk cerai..mohon pencerahannya pa ustad.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Tidak jatuh talak karena tidak ada sigat talak. Talak jatuh apabila ada ucapan tegas kata “talak” atau “cerai”. Atau juga ungkapan kinayah atau sindirian dengan niat talak.

      Jadi, ucapan suami anda belum jatuh talak.
      Semoga di lain waktu tidak mudah bertengkar dan selalu rukun, amin.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • maya

        Assalamualaikum pa ustadz terima kasih atas jawabannya kemarin saya sedikit lega..mudah mudahan keluarga saya diberi kelancaran dan tidak mudah bertengkar lagi

        Reply
  53. Widi

    assalamualaikum…
    mohon maaf saya ingin bertanya..suami saya salah paham karena sesuatu hal. kemudian dia mengucapkan kata kata lewat BBM ” kalau memang gak suka lagi sama saya…cerai saja” dan “kalau gag bisa mengormati aku..cari yang lain saja..lo gitu ceraiin aja suami kamu”
    kira-kira kata – kata seperti itu apakah termasuk talak/cerai?padahal saat itu suami sedang dalam kondisi salah paham sehingga sangat emosi. Mohon informasinya, saya sangat bingung.terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      W@a alaikumus salam wr wb.

      Jika diperhatikan dari lafaz (ucapan) suami anda, maka jatuh talak bersyarat. Talak bersyarat adalah talak yang akan berlaku atau jatuh bila syaratnya telah terpenuhi.
      Dalam lafazh itu suami mensyaratkan talak kepada anda sebagai berikut :

      1. Jika anda tidak menyukainya lagi
      2. Jika anda sudah tidak hormat lagi kepadanya

      Jika syarat-syarat di atas anda penuhi, maka jatuhlah talak suami kepada anda.
      Namun, jika anda tidak memenuhi syarat-syarat tersebut, anda masih mencintainya, anda masih menghormatinya, maka talak tersebut tidak berlaku.
      Agar suami anda mengetahui apakah anda memenuhi syarat-syarat diatas, maka anda harus menegaskan kepadnya bahwa anda masih mencintainya dan menghormatinya. Dengan demikian talak tidak jatuh.

      Dengan peristiwa ini, maka anda dan suami bisa lebih hati-hati dalam berucap yang mengandung kata talak atau cerai, baik bersyarat atau tidak, serius atu bergurau, emosi atau tidak agar tidak berakibat fatal dan jatuh talak.

      Wallahu a’lam

      Reply
  54. uli yani

    Assalamu alaikum…ustad/utadzah say punya anak laki2 namanya YAQUTAH HARUN, umur 3,9bulan saya baru gau akhir2 ini kalo yaqutah itu untuk anak perempuan kemaren saya bilang ke suami di ganti aja tapi sama suami saya gak boleh di ganti.terus saya haris bagaimana ustadz apa harus di ganti atau bagaimana?syukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya tidak menjadi masalah selama artinya tidak mengandung larangan. Yang dilarang misalnya Abdul ashnam yang artinya hamba berhala atau Mujrim yang artinya berlumusan dosa atau mukadzib yang artinya gemar berdusta dsb.
      Yaqutah artinya permata, sebetulnya boleh-boleh saja menyebutnya dengan yaquutah walaupun pada umumnya orang arab lebih suka menyebutnya yaqut dengan menggunakan shigat mudzakkar (kata untuk laki-laki).
      Terkadang ada juga shigat muannats (perempuan) yang digunakan untuk laki-laki misalnya Tsa’labah, hudzaifah, Haritsah, usamah dll.
      Jadi, tidak diganti pun sebetulnya tidak masalah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  55. afry

    Alhamdulillah ya allah…
    Assalamualaikum wr.wb
    Terimakasih banyak pak ustad,pencerahan dari bpk sangat membantu saya…insya allah saya mau menjadi lebih baik..
    Amin
    Minta doa nya pak supaya saya lebih tabah lagi dan ikhlas dalam menghadapi hidup ini,,insya allah..amin
    Sekian dari saya
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  56. fitria

    Assalamualaikum wr wb

    Saya mau bertanya, saya seorang istri yg sedang
    mengandung . Saya sudah setahun menikah, tapi
    sudah hampir 4bulan ini saya tidak dinafkahi suami
    saya . Seringkalanya saya merasa sedih karna harus
    menahan lapar. Saya bekerja, tetapi gaji saya belum
    mencukupi kebutuhan saya.
    Saya juga sering bermasalah dirumah dengan suami
    dan orang rumah (keluarga suami saya & mertua
    saya) kami memang masih tinggal bersama keluarga
    suami saya.
    Saya sering merasa tidak nyaman dengan keadaan
    dirumah, keluarga suami saya memang sudah
    terbiasa jauh dari ibadah, tapi saya sering mengajak
    suami saya utk mau kembali solat. Sayangnya, setiap
    kali saya ajak suami saya utk solat, yg ada dia malah
    marah terhadap saya, bahkan pernah sekali sampai
    mendorong saya ketempat tidur. Saya bingung
    ustad, saya harus bagaimana. Sering saya merasa
    ingin kembali kerumah orangtua saya, tapi suami
    tidak mengizinkan.
    Kira” apa yg harus saya lakukan utk menghadapi
    masalah ini ustad, saya juga harus memikirkan
    kandungan saya yg sudah 6bulan .
    Saya minta masukannya ustad.
    Wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam mengarungi rumah tangga sudah tentu ada saja ujiannya. Kalau ujian itu sababnya bukan dari anak, terkadang bersabab dari merta, ipar dan tentu kepada pasangan hidup kita.
      Untuk menyikapi ujian tersebut, kami anjurkan untuk melakukan hal-hal berikut :

      1. Anda tahu bahwa saat ini Allah sedang menguji keimanan anda melalui rumah tangga. Jika anda menyadari bahwa ini adalah ujian, tentu anda harus tabah menjalaninya sehingga anda lebih mudah untuk melakukan hal-hal berikutnya. Yng berbahaya adalah ketika seseorang tidak tahu bahwa ia sedang diuji oleh Allah. Orang yang tidak tahu atau tidak sadar akan hal itu, biasanya buru-buru panik, stress dan kadang terlalu mudah untuk mengambil jalan pintas yang haram. Na’udzu billah.

      2. Dalam mengingatkan pasangan hidup untuk beribadah adakalanya mudah dan adakalanya sulit. Saat ini suami dan keluarga anda sulit untuk diajak shalat. Apa yang harus anda lakukan ?
      Bisa kita lihat perintah Allah dalam surat Thaha ayat 132, yang artinya “perintahkanlah keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah atasnya”. Anda sudah melakukan perintah tersebut dengan mengingatkan suami anda mengerjakan shalat. Kemudian suami anda marah-marah. Lalu bagaimana ? sesuai dengan ayat tersebut, anda diperintahkan shabar oleh Allah. Kita sebagai manusia hanya bisa menyampaikan dan mengingatkan. Urusan hidayah adalah wewenang Allah, yang penting anda sudah menjalankan kewajiban untuk mengingatkan.

      3. Sambil bersabar, hendaknya anda berdo’a kepada Allah agar suami anda dibuka mata hatinya oleh Allah SWT. Berdo’a harus yakin dikabulkan agar Allah segera meluluskan do’a kita.

      4. Yaklinlah bahwa setelah anda lelah dan susah dalam bersabar dan berikhtiyar akan turun kemudahan setelah itu. Bisa kita simak ayat 5 dan 6 surat Al Insyirah yang artinya : “ Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu kemudahan. Sesungguhnya beserta kesulitan itu ada kemudahan. Jadi, memang tidak dapat dipisahkan antara ikhtiyar, do’a, sabar, yakin dan tawakkal.

      5. Usahakan komunikasi tetap terjalin dengan baik antara anda dan suami. Walau pun dalam keadaan yang sangat sulit, hendaknya tetap diusahakan. Komunikasi yang terputus akan menambah masalah baru bagi anda berdua untuk mengatasi masalah rumah tangga. Dengan komunikasi yang terjalan baik, insya Allah kedua belah dapat menyadari kekurangan masing-masing seiring berjalannya waktu.

      6. Jika memungkinkan, sebaiknya anda tidak tinggal saty rumah dengan mertua. Terkadang keadaan tersebut bisa menambah masalah yang bersambung karena ada pihak yang ikut campur. Jika ikut campurnya bertujuan untuk mendamaikan, hal itu jelas baik. Namun jika kebalikannya, tentu tidak kondusif bukan ?

      Wallahu a’lam

      Reply
  57. torres

    Assalamualaikum Wr Wb Ustad

    Sy sudah berusaha untuk mencari pekerjaan tp smpai skrang belom ada panggilan2 pekerjaan , Sy sudh menjalankan sholat hajat tp adakah amalan2 lain ustad ?
    Terima kasih ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ada baiknya anda perhatikan hadis berikut :

      عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:
      ((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ قَالَ: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي، وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي))
      )) رواه ابو داود

      Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

      ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

      Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

      Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

      Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allahg mengabulkan do’a anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  58. Tio

    assalamualikum ustdz.
    Terima kasih qtas jawabannya kemrin.sungguh sangat membantu. izinkan saya bertanya kembali.pada saat saya menjalankan tugas,sering kali bertabrkan dengan waktu shalat 5waktu apalagi shalat jumat.pekerjaan ini benar2 tdk bisa di tinggal. kata orang pekerjaan saya ini mulia dan tabungan untuk di syurga.amin,akan tetapi pekerjaan saya juga sering kali menjadi penghalang ibadah saya.apa saya dosa ustad?apa benar saya msih bsa msuk syurga?apa allah membenci saya?
    terima kasih,wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebagaimana kita ketahui bahwa shalat 5 waktu adalah kewajiban yang bersifat fardhu, tidak boleh ditinggalkan. Jika memang keadaan pekerjaan anda yang benar-benar memaksa sehingga sangat sulit dikerjakan saat bekerja, maka harus diganti dengan qadha’. Begitu pun dengan jum’at, jika memang benar-benar memaksa tidak bisa dikerjakan saat itu, maka gantilah dengan shalat zuhur.

      Tetapi wajib anda ingat bahwa hal ini memang betul-betul memaksa. Anda wajib berusaha untuk mendapatkan shalat 5 waktu dan jum’at dengan berbagai cara. Anda bisa meminta kebijakan perusahaan agar karyawannya bisa menjalankan shalat dengan leluasa sesuai waktunya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  59. torres

    Assalamualikum Wr Wb ustad ,
    Pa ustad sy minta amalan untuk mempercepat membayar hutang2 saya ,

    Reply
  60. afry

    Assalamualaikum wr.wb pak ustad,ijinkan saya bertanya lagi..
    Saya mau bertobat nasuha,gimana caranya??karna saya dulu orang yang hina,bgtu byk dosa saya..saya melakukan yang dilanggar dlm agama,saya mau bertobat sekarang,tolong bimbing saya pak ustad..
    Saya mau bertanya ustad dikampung saya tapi saya malu..
    Setelah itu doa apa yang bagus untuk alm.suami saya,supaya allah mau memaafkan dosa dan segala kekhilafan alm.suami saya sewaktu hidup(misalnya dosa yang tdk bisa dimaafkan sekalipun)agar allah mau mengampunkanya..
    Saya akan lakukan apapun itu demi alm.suami saya insya allah..
    Alm.suami saya belum sempat bertobat sebelum meninggal,disruh solat susah..semoga allah mau mengampuninya..
    Mohon pencerahanya pak ustad
    Terimakasih
    Wassalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT maha pengampun dan kita harus yakin akan hal itu. Allah tidak menyukai hambanya yang putus harapan akan ampunan Allah. Allah SWT mencintai hamba yang bertaubat dan kembali ke jalan yang benar. Allah justru memanggil mereka dengan panggilan kasih sayang agar mereka kembali beribadah dan meninggalkan lembah dosa.
      Yakinlah dengan taubat nasuha Allah mengampuni.
      Iringi taubat anda dengan :

      1. Nadam, artinya penyesalan yang luar biasa dan bertekad untuk tidak mengulangi kemaksiatan.

      2. Gantilah perbuatan dosa-dosa yang pernah dilakukan dengan amal atau perbuatan baik. Dulu berdosa, sekarang berpahala.

      3. Tingkatkan keyakinan bahwa Anda sekarang adalah hamba Allah yang baik dan terus menjadi baik sampai ajal menjemput.

      4. Tingkatkan amal ibadah sebaik mungkin sesuai kemampuan. Jika yang wajib seperti shalat lima waktu sudah konsisten, tingkatkan dengan amalan sunnah sedikit demi sedikit sampai terbiasa seperti shalat sunnah rawatib, shalat dhuha, dzikir yang sifatnya ringan, perbanyak shalawat dan membaca Al Qur’an. Jika belum mampu belajar Al Qur’an., maka belajarlah. Tidak perlu malu belajar walau pun terlambat dari pada tidak bisa seumur hidup sampai masuk liang kubur. Rugi sekali orang yang sampai matinya tidak bisa baca Al Qur’an.

      Anda bisa membaca do’a seperti ini agae almarhum suami anda diampuni Allah. Misalnya :

      اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

      “ Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu anhu “

      “ Ya Allah, ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia”

      Selain mendo’akan, ibu juga bisa bersedekah dengan niat agar pahala sedekah itu disampaikan kepada Almarhum.

      Wallahu a’lam

      Reply
  61. fiqri rahmadani

    Assalammualaikum pak ustadz..?

    Saya mau tanya jam 7 pagi sudah bolehkah sholat dhuha

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Shalat dhuha sudah bisa dimulai ketika tinggi matahari naik 1 galah/lembing dari waktu terbit kira-kira setengah jam.
      Jika shubuhnya lebih pagi, misalnya jam 4, maka dhuhanya sudah masuk pada kira-kira pukul 7. Jika shubuhnya lebih siang, maka dhuhanya pun lebih siang.
      Kapan berakhirnya ? kira-kira endekati waktu zhuhur.

      Wallahu a’lam

      Reply
  62. micky

    Assalammualaikum pak ustadz,
    Maaf, ada hal yang ingin saya tanyakan,

    Jika seseorang melakukan perbuatan zina, lalu bertaubat, apakah dia akan diampuni dan bisa masuk ke surga?
    Atau dia harus menerima hukuman rajam dahulu, baru dia diampuni?

    Mohon penjelasannya pak ustadz,
    Terimakasih..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Diampuni Allah jika bertaubat dengan sungguh-sungguh (taubat nasuha ) dan diiringi dengan penyesalan dan tidak mau mengulangi.

      Hukum rajam hanya bisa dijalankan di negara yang menjalankan syari’at islam. Di negeri kita tidak bisa dijalankan rajam. Beratubat saja dengan sungguh-sungguh.

      Wallahu a’lam

      Reply
  63. Hamba ALLAH Denpasar

    Assalamua’alaikum WarahmatuLLAHi Wabarokatuh,,,
    Ustad, mau bertanya,,,,
    Belakangan Ini Saya Kefikiran,,, Sedih,, Takut,, Sampe Sakit,,,,
    Dulu Saya pernah ” Sumpah Atas nama ALLAH ” Ke Pasangan Ta’aruf Saya ,,,,,
    saya belajar kata2 manis untuk dia, dia kurang yakin kalau saya belajar kata2 manis cuman untuk dia,,, jadi saya Bersumpah Atas Nama ALLAH,,,
    Saya lupa Gimana Kalimat Pasti yang saya Ucapkan, Antara :
    1) ” Putra Bersumpah Atas nama ALLAH kalau Putra Belajar kata manis hanya/cuman untuk Putri “.
    2) ” Putra Bersumpah Atas nama ALLAH kalau Putra belajar kata manis untuk Putri “.
    Belakangan Ini Dia Ngajak stop Ta’aruf,,,,,
    (InsyaALLAH Tetep Lanjut),,,,
    Yang saya tanyakan, Apakah Saya Harus terus mempertahankan dia atau memenuhi Permintaannya. Kalau Saya Memenuhi permintaannya apakah saya harus tetap tidak berkata manis pada wanita lain selain dia,,,,,,,????
    #Saya Harus Ambil jalan gimana ustad ??
    # Saya takut Azab ALLAH,,,, Baik Di Dunia Maupun Di Akhirat , karna Sumpah Itu,,,,,,
    # Saya Bersaksi Tiada Tuhan Selain ALLAH, Dan Saya Bersaksi Bahwa Muhammad Adalah Utusan ALLAH,,,
    # Ilhambiru55@gmail.com

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sumpah anda termasuk sumpah makruh, yaitu bersumpah untuk sesuatu yang asalnya makruh. Anda bisa membatalkan sumpah anda dengan membayar kafarat sumpah. Anda boleh memilih salah satu diantara tiga kafarat ini :
      1. Memberi makan 10 orang miskin
      2. memberi pakaian 10 orang miskin
      3. Membebaskan budak.
      Jika anda tidak mampu memilih salah satu dari kafarat di atas, anda bisa puasa 3 hari.
      Anda tetap boleh menikahinya.

      Saran kami, jangan terlalu mudah untuk melakukan sumpah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  64. Leo

    pak ustad, mau tanya, apakah hukumnya seks jika tidak menikah?? Saya tidak berencana untuk menikah seumur hidup, lalu bagaimana dengan seks di luar nikah? Kalau dulu kan bisa beli budak untuk seks, kalau sekarang tidak bisa, apakah budak = prostitusi? kan bukan…
    wass.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Seks di luar nikah sama dengan zina. Zina tentu perbuatan haram.
      Budak tidak sama dengan prostitusi. Kebolehan berhubungan dengan budak saat itu legal denagn syarat bahwa budak itu adalah miliknya, bukan milik orang lain. Sedangkan prostitusi itu bisa berganti pasangan layaknya kambing.
      Kebolehan berhubungan seks dengan budak bagi tuannya merupakan salah satu solusi langkah islam dalam menghapus perbudakan. Seorang tuan yang berhubungan dengan budak kemudian budak tersebut mnelahirkan, maka anak yang lahir dari budak tersebut statusnya adalah merdeka, bukan budak.
      selain kebolehan tersebut, menikah dengan budak bagi orang saat itu bukanlah hal yang menggembirakan bagi mereka. Dalam tradisi arab, mahar untuk menikah dengan wanita arab sangat mahal sehingga orang yang mampu menikah dengan wanita arab merdeka adalah prestise yang luar biasa. Artinya bagi orang arab yang menikahi budak menurut mereka sama juga dengan turun drajat.

      Selain penghapusan budak melalui kebolehan berhubungan seks dengan budak, islam juga secara berangsur-angsur menghapus budak dengan cara membayar kafarat sumpah atau yang lainnya, yaitu dengan cara membebaskan budak mengigat bahwa perbudakan adalah tradisi berabad-abad sebelum islam datang bahkan hampir di setiiap negara, baik islam maupun kafir perbudakan memang sudah ada.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  65. Tio

    assalamualikum ustadz,izinkan saya bertanya kembali.
    insyaallah pekerjaan saya untuk kebaikan orang banyak dan tidak haram.pekerjaan ini juga banyak di cari saudara2ku di luar sana.dan masa depan terjamin,dengan saya keluar saya belum tentu bisa mendapatkan pekerjaan seperti ini,karena kesempatannya sekali seumur hidup.sekali keluar tidak bisa kembali.jika saya bertahan disini saya harus menahan semua fitnahan,tekanan dan ketidak adilan.saya juga anak pertama yang di banggakan orang tua dan panutan adik2.saya harus bagaimana ustadz?
    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mungkin saat ini anda sedang diuji oleh Allah SWT. Di satu sisi anda berupaya bertahan dengan alasan sebagaimana yang telah anda utarakan dan di satu sisi anda khawatir tidak mendapatkan pkerjaan yang sama jika anda memutuskan keluar dan sepertinya anda lebih cenderung untuk bertahan.
      Baiklah, saudaraku !
      JIka anda memeilih bertahan, berartianda siap untuk menerima segala resiko yang ada. Untuk pilihan seperti ini maka mau tidak mau, suka tidak suka anda harus :

      1. Mempunyai mental pemenang, bukan pecundang !

      Mental ini dimiliki oleh mereka yang mempunyai jiwa yang kuat, tahan uji, kebal terhadap fitnahan dan tidak terpengaruh dengan hasutan. Mengapa demikian ? orang-orang seperti ini memahami bahwa semua manusia pernah berbuat salah, tidak ada yang sempurna dan siap memperbaiki diri. Orang yang sedang memperbaiki diri pasti ada saja gangguannya. Jika anda tidak punya mental seperti ini, maka sebaiknya cari pekerjaan lain yang resikonya lebih ringan.

      2. Para pemenang adalah mereka yang usdah terlatih susah.
      Para juara adalah mereka yang kerap kali jatuh bangun. Tidak ada juara yang tidak pernah merasakan perihnya latihan kecuali juara tidur, hehehehe. Saat ini anda sedang dilatih untuk menjadi juara. Ketika anda berhasil mengatasi masalah saudara, lambat laun orang-orang di sekitar anda akan menyadari bahwa anda adalah orang yang tahan banting dan tidak stres menghadapi tekanan. Suatu saat, seorang atasan akan mencari karyawannya yang akan dinaikkan pangkatnya. Ia akan mencari orang yang tahan banting dan kuat bekerja dalam tekanan. Ya, dia akan mencari orang seperti anda !

      3. Suka tidak suka anda harys sabar. Jika anda sabar dan menyadari bahwa ini adalah ujian, maka Allah akan menolong anda. Bagaimana cara Allah menolong ? Sangat mudah bagi Allah untuk membolak-balikan hati manusia. Bisa jadi orang-orang yang selama ini mengucilkan saudara akan dibuka hatinya oleh Allah karena ada bersabar. Masa iya ?? ya ! anda harus yakin bahwa allah menolong anda. Allah beserta orang-orang yang sabar.

      Untuk menjalani 3 poin di atas, berdoalah dan mintalah pertolongan Allah SWT. Mintalah pertolongan agar anda dikarunia Allah mental baja. Mintalah pertolongan Allah agar anda menjadi pemenang. Mintalah pertongan Allah agar anda diberi kesabaran dalam menjalankan ujian ini.
      Ketika anda sudah berd’oa, maka anda harus yakin, bertawakkal dan berikhtiyar. Iringi ikhtiyar anda dengan mengerjakan amalan-amalan sunnah seperti shalat dhuha, shalat malam, perbanyak shalawat, dzikir, memaafkan kesalahan orang lain dan shadaqah.

      Selamat menjadi pemenang !!

      Wallahu a’lam.

      Reply
  66. Tio

    assalamualaikum ustad,ijinkn saya menanyakan problem saya.di dalam lingkungan kerja saya,saya harus terus menerus menghadapi ketidak adilan.Problem dengan atasan,saya selalu siap saat di perintah,loyalitas tanpa batas,tapi kenapa saat saya melakukan kesalahan seolah saya di hukum dan di adili secara mental dan sosial berupa di cemooh dn dikucilkan.padahal banyak juga rekan2 saya juga melakukan kesalahan.kenapa mereka juga tidak mendapat hukuman yg sama?seolah hanya saya manusia paling buruk di kantor.begitu pula dengan rekan se kantor memperlakukan saya seperti itu.padahal saya jika di dzalimi saya selalu diam.sempat berfikir untuk keluar dari pekerjaan ini,tapi keluarga dan calon istri ssaya selalu memberi semangat.ini yang membuat saya sampai sekarang masih bertahan dengan tekanan ini.apa yang harus saya lakukan?mohon petunjuk ustad,terima kasih.assalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Saudara Tio yang dirahmati Allah SWT !
      Bekerja termasuk perkara mu’amalah yang diperbolehkan dalam islam selama tidak ada unsur keharamannya.

      Dalam bekerja (mu’amalah) tentu tidak menutup kemungkinan adanya kesalah pahaman bahkan sampai terjadinya gap satu sama lain.

      Dalam menyikapi hal ini, anda berhak menyampaikan keberatan kepada sia pun yang terlibat termasuk kepada atasan sekali pun. Dalam menyampaikan keberatan tersebut tentu anda lakukan dengan cara yang patut dan sanagat santun.
      Namun jika hal tersebut sudah anda lakukan dan ternyata belum membuahkan hasil, maka anda bisa saja memilih untuk keluar.

      Sebelum memutuskan untuk keluar, sebaiknya anda mencari alternatif pekerjaan yang lain sebagai penggani pekerjaan anda yang sekarang.
      Satu lagi yang perlu kita yakini bahwa Allah SWT selalu memberikan rezeki kepada para hamba-Nya, artinya jika anda memtuskan keluar, maka titipan rezeki dari Allah untuk anda berada di tempat lain.

      Selamat berjuang, saudaraku…

      Wallahu a’lam

      Reply
  67. benni susandra

    assalamualaikum pak Ustad bagaimana hukum islam melihat transaksi pinjam uang di bank atau finance yang jelas2 ada kelebihan atau bunga yang harus dibayar….
    jazakumullahkatsiron…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Karena negara kita bukan negara yang menerapkan syariat islam, terlebih bahwa riba bukan termasuk perkara jarimah dan tidak berlaku hudud bagi pelakunya, maka MUI hanya memberikan fatwa haram terhadap terhadap hukum bunga bank.
      Riba bukan perbuatan kriminal sehingga tidak ada sanksi hukum bagi pelakunya, hanya saja pelaku riba diancam oleh Allah SWT dengan ancaman serius dan mengerikan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  68. ramadhany

    Assalamualaikum.. mau tanya, bagaimana hukum kb iud spiral? Dlu waktu awal pasang niat saya krn kehamilan berikutnya saya hrs cesar kembali krn katanya klo mau melahirkan normal minim 2th, klo suamI saya krn tkut tdk bs membiayai klo pnya anam lg. Stlh tau itu salah saya menyesal dan mengubah niat apakah boleh? Niat saya skrg biar bs menyusui sampai 2th? Bagaimana apakah boleh saya melanjutkan iudnya atau dilepas saja? Terimakasih wasaalamualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Secara hukum syari’at, KB spiral tidak menjadi masalah. Hanya saja niat yang kurang tepat tidak berimplikasi pada hukum yag mengandung kebolehan melaksanakan sesuatu. Hal tersebut hanya berdampak kepada perkara aqidah dan adab. Sangat tidak elok jika kita beraqidah (berkeyakinan) bahwa Allah tidak mau memberikan kita rezeki untuk mengurus anak. Keyakinan tersebut wajib diluruskan.

      Jadi, ibu boleh saja merubah niat yang lebih baik.

      Wallahu a’lam

      Reply
  69. micky

    Assalammualaikum pak ustadz.
    Terimakasih atas jawaban sebelumnya, saya mau tanya lagi,
    Seseorang yang sudah melakukan dosa syirik pada Allah, lalu dia bertobat, bisa ga dia masuk surga?
    Terimakasih pak ustadz..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Orang yang melakukan dosa syirik kemudian dia bertaubat nasuha dari perbuatan syiriknya itu, Maka Insya Allah dosa syiriknya diampuni. Memang di ayat 48 surat An Nisa disebutkan bahwa Allah mengampuni dosa selain dosa syirik. Atau dengan arti lain, Allah tidak mengampuni dosa akibat syirik. Namun, ayat maksud ayat tersebut adalah Allah SWT tidak mengampuni dosa syirik yang dibwa mati oleh pelakunya. Tegasnya, Allah tidak akan mengampuni dosa syirik yang pelakunya belum sempat bertaubat sampai ia meninggal dunia.
      Ringkasnya, orang yang sudah meninngal dunia, dosa-dosanya bisa terampuni karena do’a dari orang yang hidup untuknya, tapi dosa syirik tidak bisa terampuni baginya walau pun orang yang masih hidup berdo’a agar Allah mengampuni dosa syiriknya ketika dia masih hidup.

      Walllahu a’lam

      Reply
  70. haris

    assalamualaikum pak ustadz, saya mau tanya keberadaan agama sebagai rohmatan lil alamin. jelaskan letak rohmatan lil alamin ?matur suwun

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Wah, banyak sekali contohnya.

      Islam tidak hanya membawa rahmat ( kasih sayang ) bagi manusia saja. Terhadap hewan, tumbuhan dan lainnya juga terbukti membawa rahmat. Cobalah kita tengok bagaimana islam melarang dengan sangat tegas tentang pencemaran dan perusakan alam. Coba juga tengok bagaimana islam melarang menyakiti hewan, apalagi terhadap sesama manusia.
      Tengok juga bahwa ajaran islam sangat menekankan akhlaqul kariimah terhadap siapa saja, terhadap muslim kah atau non muslim.
      Tengok juga bahwa islam menekankan toleransi beragama dan melarang umat islam mencela sembahan orang-orang kafir..

      Wah, banyak deh pokoknya..

      Wallahu a’lam

      Reply
  71. Hamba Alloh

    Assalamualaikum pak
    ustadz , sy mw bertanya,,
    Alhamdullilah saya sudah
    memiliki seorang putri yg
    saya beri nama Afifah
    Khairunnisa, niat saya agar
    nama ini menjadi doa untukny
    pertanyaan saya mohon pak
    ustad apakah nama ini bagus
    untuknya dalam artian
    Islam,,
    terima kasih klo Pak ustad
    bersedia menjawab
    Wassalamu’alaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Nama yang sangat bagus. Afifah artinya : wanita yang menjaga kehormatan dirinya.
      Khoirunnisa artinya sebaik-baik wanita.
      Afifah Khairunnisa bisa diartikan : Wanita yang baik dan selalu menjaga kehormatan dan kewibawaannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  72. fiqri rahmadani

    Assalamualaikum pak ustadz, say mau bertanya masalah sholat. bolehkah kita sholat dalam kedaan basah kuyup atau dalam keadaan penuh tanah karena sy bekerja di bagian pertanahan sering kelapangan melakukan pengukuran dari pagi sampai sore di lapangan atau di dalam hutan, terima kasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika pakaian tersebut tidak terkena najis dan tempat anda shalat tidak terkena najis, maka shalatnya tetap sah.
      Jika memungkinkan, hendaknya siapkan pakaian ganti yang kering dan suci untuk melaksanakan shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  73. fiqri rahmadani

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh… Syukur sy buat Allah S.W.T dan shalawat buat junjungan kita Nabi Muhammad S.A.W… saya ingin jawaban dari Ustadz atas keraguan dan keyakinan terhadap tauhid dan Fiqih dalam hidup bermasyarakat Ustadz, begini: saya memiliki seorang sahabat, sahabat sy ini setahu saya seorang muallaf, masuk islam ketika menikah dengan pria islam, tetapi selama menjadi muallaf, sahabat sy ini tidak mendapat bimbingan dari suami sebagai imamnya, sehingga islam tidak begitu dikenal baik. sahabt sy ini menderita penyakit yang mematikan ustadz, sy tidak tahu apakah Hidayah atau beliau sudah merasa umurnya sudah tidak lama, beliau ketika sakit meminta kepada sy untuk mengajarkan surah-surah pendek islam yaitu 3 Qul, do’a-do’a pendek dan hadist-hadist Rosul, saya sudah berikan, pernah jg beliau minta agar sy mengajarkan sholat, tapi hingga beliau meninggal itu belum sempat sy ajarkan sholat. saya tahu selama beliau hidup, anak-anak beliau diajarkan etika dan hidup dengan cara islam. bulan lalu beliau meninggal dunia, tetapi yang membuat saya sedih dan merasa bimbang adalah, beliau dibawa ke kampung halamannya utk dimakamkan, tetapi Masyaallah..dimakamkan secara Nasrani, sy tanya ke suami beliau, suami beliau tidak sanggup bertentangan dengan keluarga istri dengan alasan dalam suasana duka gak enak (bathin sy menjeriiit ustadz….air mata ini serasa siksaan bathin bagi saya) apalagi ada teman yang mengatakan bahwa sebelum meninggal almh ada berpesan utk di nasrani kan ( sy tidak yakin, karena teman yg ngomong ini nasrani, sementara tidak ada saksi, keyakinan sy karena beliau berusaha belajar islam!!! sy berusaha berdo’a semoga Allah mengampuni sy, dan sahabat sy yang tiada daya). yang menjadi pertanyaan sy ustadz; Bagaimana dengan almh ini ustadz?? hisab amalannya menurut islam? berdosakah sy yang hadir di rumahnya ketika sahabat sy di semayamkan dan melihat dicarakan nasrani (begitu jg muslim lain yang hadir, yang tahu almh telah bersyahadat, demikian jg dg keluarga besar suaminya??), belakangan suami sahabat sy ini mau buat acara 40 hari almh dengan yasiin dan Tahlil..apa yang harus sy lakukan ustadz?? kalau almh secara sudah nasrani… sy mohon ustadz berikan jawaban segera kepada sy, agar sy bisa menjelaskan ke suami almh sahabt sy, sebelum acara dilangsungkan. demikian Ustadz, semoga Allah memberikan berkah kepada Ustadz dan semua umat muslim…Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh….

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam hadis diterangkan bahwa :
      Siapa saja yang menyaksikan kemunkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengan tangannya (kekuasaannya), jika ia tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya (teguran atau nasihat), jika tidak mampu maka dengan hatinya (membenci kemunkaran tersebut) dan itulah selemah-lemahnya iman.

      Karena ketidakmampuan anda dan sahabat anda tersebut, dan anda bertaubat dengan sungguh-sungguh, maka insya Allah diampuni oleh Allah SWT. Beliau mati dalam keadaan islam, namun hanya kondisi dan situasi sajalah yang beliau dimakamkan secara nashrani dan ini sudah terlanjur dan tidak mungkin membongkar kembali makamnya untuk dimandikan, dikafankan dan dimakamkan secara islam,

      Mau yasinan 40 hari ? silakan saja karena memang diyakini bahwa beliau meninggal dalam keadaan islam.

      Wallahu a’lam

      Reply
  74. mahpudin

    aslmkm pak ustad. ada yang ingin saya tanyakan dari hal yang sedang saya perjuangkan namun sekarang sedang ragu untuk diperjuangkan. saat ini saya dan kawan-kawan saya sedang membangun sebuah perusahaan pupuk pertanian organik. kami sudah berdiri selama 7 bulan. namun sampai saat ini saya belum melihat adanya perkmbangan yang signifikan, adahal didalamnya adalah orang-orang yang hebat (sudah berpengalaman). saya melihat dalam perusahaan ini ada satu dari kami yang saya rasakan dia ingin memegang scara ksluruhan stiap pergrakan perusahaan ini, dan beberpa dari kami mersa terhmbat dengan tingkah polanya itu dan membuat terasa tidak nyaman. saya berniat untuk keluar dari perintisan perusahaan ini namun saya masih ragu dengan keputusan saya ini. disatu sisi saya tetap ingin berjuang namun disisi lain melihat kondisi yang seperti ini membuat saya merasa tidak nyaman dan tidak ada kejelasan pada perusahaan ini. mohon pencerahan atas apa yang sedang saya alami ini, pak ustad. terima kasih

    Reply
    • yudi man

      wa’alaikum salam wr wb.mas mahpudin dalam usaha dalam bidang apapun harus mempunyai target baik jangka panjang maupun jangka pendek, mari kita belajar dari pengusaha yang sukses mereka tidak serta merta langsung sukses dan ternyata kegagalan yang mereka alami lebih banyak dari kesuksesanya tapi kesuksesanya bisa menutup semua kegagalanya,jatuh bangun dalam usaha itu hal yang wajib dialami untuk membuat kita menjadi kuat bukan menjadi lemah,usaha baru tujuh bulan terlalu dini kalau kita bilang tidak berubah atau berhasil,coba lakukan promosi, edukasi, testimoni dan bukti kepada pelanggan anda bahwa produk anda itu bermanfaat bagi mereka,di awal dalam usaha kita harus punya nama dulu atau target kita yang pertama dikenal dulu oleh masyarakat
      mengenai ketidak sepahaman dengan rekan anda, memang dalam segala hal kita harus mengadakan perjanjian hitam diatas putih supaya kalau ada perselisihan kita punya pegangan ini loh hak dan kewajiban kita, ini loh pembagian keuntungan, jadi tidak ada kejurigaan dan kecurangan hemat kami perbaiki dulu perjanjian kerjasamanya jangan langsung keluar mas,dan jangan lupa ada yang maha penentu kesuksesan yaitu Allah swt. selain kita ikhtiar dengan cara kita, mari juga pakai caranya Allah swt untuk membuka pintu rezeki, yaitu memintalah kepada Allah dengan meminta restu orang tua, sholat duha, dzikir pagi dan petang,sholat tepat waktu dan berjamaah, memulailah hari hari anda dengan bersedekah itu diantaranya, cobalah perkuat diatara ssalah satunya. mudah mudahan bermanfaat amiin

      Reply
  75. feby

    Assalamualaikum ustadz, saya ingin bertanya skli lg, saya mempunyai sepupu yg sudah lama ditalak suaminya sekitar 1tahun ssetengah, secara islam mereka sudah bercerai tp secara hukum mereka blm mengurus dipengadilan. Kalau mereka sdah mengurus dipengadilan apa wanita tersebut masih harus menunggu masa iddah?
    terimakasih sebelumnya, wassalamualaikum.

    Reply
  76. Dega

    Selamat Pagi Ustad,

    mau nanya untuk menyelenggarakan pernikahan hari, bulan dan tanggal yang baik itu dihitung bagaimana ya?

    terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Setahu kami, dalam syari’ah islam tidak ada hitungan-hitu7ngan hari baik. Semua hari adalah baik. Tinggal bagaimana anda memilih hari yang sekiranya tepat dalam artian di hari itu kemungkinan orang yang kita undang bisa hadir dan tidak menyulitkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        assalamualaikum
        Pak ustad., saya juga ingin bertanya berkaitan dengan hari baik ini.. jika di Islam tidak mengenal adanya hari baik, kenapa ibadah akbar umat Islam tiap minggunya dilaksanakan pada hari Jumat bukan hari sabtu seperti yahudi atau hari minggu seperti nasrani..kenapa juga Rasulullah melaksanakan puasa sunah pada hari senin dan kamis bukan rabu dan minggu? kenapa di hadist dikatakan jika orang yang meninggal hari jumat akan masuk surga dan hari kiamat juga jatuhnya pada hari jumat? Bukan itu semua berarti ada hari baik dalam Islam?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam wr wb.

          Ibadah yang dilakukan oleh Rsulullah SAW yang berhubungan dengan hari adalah sesuai petunjuk wahyu dari Allah SWT. Karena bersifat syar’i ( ketentuan dari hukum Allah) dan tidak ada keterangan apa alasannya, maka kita pun tidak bisa menerka alasan apa yang melatar belakangi mengapa suatu ibadah harus di hari sebagaimana contoh di atas.

          Tapi tidak dilarang jika kita mau mengadakan acara kemudian kita memilih hari minggu misalnya kita nggap baik, maka boleh-boleh saja.

          Wallahu a’lam

          Reply
  77. Nayla

    Assalamu’alaikum ustadz, saya mau bertanya tentang faraidh, jika suami meninggal, meninggalkan istri saja, ibu dan ayah, bagaimana pembagiannya? adakah keterangan di Al Qur’an atau hadits mengenai ketetapan bagian masing2? apakah para ulama sepakat dengan ketetapan pembagian tersebut atau ada perbedaan pendapat para ulama tersebut? syukron katsir.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada, bisa kita lihat surat An Nisa ayat 11 dan 12. Terjemahnya sebagai berikut :

      11. Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan[272]; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua[273], Maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

      12. dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, Maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. jika kamu mempunyai anak, Maka Para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, Maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris)[274]. (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari’at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.

      [272] Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar maskawin dan memberi nafkah. (Lihat surat An Nisaa ayat 34).
      [273] Lebih dari dua Maksudnya : dua atau lebih sesuai dengan yang diamalkan Nabi.
      [274] Memberi mudharat kepada waris itu ialah tindakan-tindakan seperti: a. Mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka. b. Berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan. Sekalipun kurang dari sepertiga bila ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.

      Dengan demikian :

      1. Istri mendapat bagian 1/4
      2. Ibu mendapat 1/3
      3. Ayah menjadi ashabah ( menghabiskan seluruh sisa warisan yang sudah dibagikan). Berapa bagian ayah ? ayah mendapat bagian 5/12.

      Wallahu a’lam

      Reply
  78. umi

    Assalamu’alaykum Wr.Wb.. ustad, sya mau bertanya.. sya sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak. usia pernikahan kami sudah hampir 2 tahun. awalnya sya menikah krna sya dijodohkan oleh org tua. org tua sya berharap dia laki” yg baik, bsa brtanggung jawab, dll.. lambat laun, smua kepribadian suami sya mulai muncul dgn sndrinya.. saat ini keluarga kami tertimpa masalah krna suami saya yg memiliki sifat cemburu yg trlalu berlebihan. bahkan, suami saya tdk suka kepada ayah sya sendiri. dan cara suami saya memperlakukan keluarga sya beda saat dia memperlakukan keluarganya sendiri. setiap hari org tua saya selalu menangis melihat tingkah suami sya yg tdk suka kpda org tuaa saya.. dan saat ini org tua saya menyuruh sya agar berpisah dri suami sya.berbagai cra tlah saya tempuh bagaimana untuk memperbaiki, tapi hasilnya nihil.. suami sya tdk mau merubah sifatnya.. saya mohon sarannya ustad. apa yg harus sya lakukan ?? apakah sya salah kalau harus meninggalkan suami sya yg jelas” tidak menerima keberadaan orang tua saya ?? atau kah sya harus patuhi suami saya ? saya mohon sarannya ustad.mohon sarannya ustad jalan mana yg mesti sya tempuh ustadz. org tua saya saat ini telah memberikan sya pilihan antara memilih suami atau orang tua saya . sya benar” dalam kebingungan ustadz.. mohon sarannya segera ustadz. syukron.. Wassalamu’alaykum Wr.Wb

    Reply
  79. novi

    Assalamualaikum ustadz,saya saat ini sedang ada masalah besar yang sulit sekali saya selesaikan sendiri,saya adalah seorang perempuan 33 tahun yg menjadi tulang punggung keluarga,karena kebangkrutan keluarga saya karena ayah saya terjerumus ke dalam hal yg tdk baik,sejak saat itu kehidupan menjadi sangat berat bagi kami ustadz,hutang bertumpuk,masalah bertubi tubi,semampu dan sekuat saya saya berusaha tabah dan menjalaninya ustadz,namun rasanya sekarang ini saya sudah berada di limit kemampuan saya ustadz,saya terlilit masalah di kantor dimana saya harus membayar urusan saya itu dgn jumlah yg besar sebesar 250 juta,jika tdk maka saya akan dipenjarakan,saya jingung ustadz,saya sudah berusaha kesana kemari untuk meminta pertolongan,namun tdk satupun yg tergerak,pun saudara saya yg mampu,saya memikirkan banyak hal jika sampai saya harus penjara ustadz,masa depan saya,keluarga saya,namun rasanya sudah habis daya saya untuk bertahan,saya ingin pergi saja jauh meninggalkan semua ini,lari dari semua ustadz,sampai saya di hadapkan pada pilihan,dapat bantuan namun dgn kristenisasi,masya Allah ustadz,saya tidak ingin menggadaikan keimanan saya,tp adakah keajaiban dan pertolongan bagi saya untuk keluar dari masalah ini selain dengan cara seperti itu,saya sungguh tidak ingin dipenjara ustadz.
    Saya sangat mohon petunjuk dan jawaban dr ustadz..
    Terima kasih,wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ada baiknya anda perhatikan hadis berikut :

      عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ:
      ((دَخَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ الْمَسْجِدَ فَإِذَا هُوَ بِرَجُلٍ مِنْ الْأَنْصَارِ يُقَالُ لَهُ أَبُو أُمَامَةَ فَقَالَ: يَا أَبَا أُمَامَةَ مَا لِي أَرَاكَ جَالِسًا فِي الْمَسْجِدِ فِي غَيْرِ وَقْتِ الصَّلَاةِ ؟ قَالَ: هُمُومٌ لَزِمَتْنِي، وَدُيُونٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: أَفَلَا أُعَلِّمُكَ كَلَامًا إِذَا أَنْتَ قُلْتَهُ أَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّكَ، وَقَضَى عَنْكَ دَيْنَكَ ؟ قَالَ: قُلْتُ: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: قُلْ إِذَا أَصْبَحْتَ، وَإِذَا أَمْسَيْتَ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ، وَقَهْرِ الرِّجَالِ، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمِّي، وَقَضَى عَنِّي دَيْنِي))
      )) رواه ابو داود

      Abu Said Al-Khudhri radhiyallahu ’anhu bertutur: “Pada suatu hari Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam masuk masjid. Tiba-tiba ada seorang sahabat bernama Abu Umamah radhiyallahu ’anhu sedang duduk di sana. Beliau bertanya: ”Wahai Abu Umamah, kenapa aku melihat kau sedang duduk di luar waktu sholat?” Ia menjawab: ”Aku bingung memikirkan hutangku, wahai Rasulullah.” Beliau bertanya: ”Maukah aku ajarkan kepadamu sebuah do’a yang apabila kau baca maka Allah ta’aala akan menghilangkan kebingunganmu dan melunasi hutangmu?” Ia menjawab: ”Tentu, wahai Rasulullah.” Beliau bersabda,”Jika kau berada di waktu pagi maupun sore hari, bacalah do’a:

      اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

      ”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan hutang dan kesewenang-wenangan manusia.” Kata Abu Umamah radhiyallahu ’anhu: ”Setelah membaca do’a tersebut, Allah berkenan menghilangkan kebingunganku dan membayarkan lunas hutangku.” (HR Abu Dawud 4/353)

      Jika anda memerlukan teks doa tersebut dalam bahasa indosia :

      Allahumma inni a’udzu bika minal Hammi wal hazan, wa a’udzu bika minal ‘ajzi wal kasal, wa a’udzu bika minal jubni wal bukhl, wa a’udzu bika min ghalabatid dain wa qahrir rijal.

      Silakan baca do’a tersebut kapan saja dan disertai keyakinan kuat bahwa Allahg mengabulkan do’a anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  80. sumbono

    Ass. ustadz saya mau tanya, bagaimana hukumnya apabila kita melamar / mendapatkan pekerjaan dengan menggunakan ijazah dan pendidikan yang sudah “terkontaminasi” oleh praktek suap menyuap pada salah satu jenjang pendidikannya. Perbuatan menyuap tersebut dilakukan ketika akan masuk sekolah menengah pertama ( SMP) , namun begitu masuk SMA , perguruan tinggi sampai mendapatkan pekerjaan , sama sekali tidak dengan cara menyuap lagi. Yang saya tanyakan , bagaimana dengan status pekerjaannya ? apakah haram atau halal, sekian terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sogok menyogok dalam islam memang sudah jelas haram.
      Pada saat menyuap untyuk ijazah SMP, maka saat itu berdosa. Sekarang ini anda harus bekerja untuk memenuhi nafkah dan kewajiban anda yang lain.
      jadi, dalam hal ini, kita mengambil apa yang lebih mendatangkan manfaat dari pada mudharat. dengan kaidah ini pekerjaan anda halal, insya Allah.
      Tapi sekali lagi perlu dicermati, penyuapan ijazah saat SMP harus disesali dan bertaubat tidak akan mengulangi perbuatan tersbut kedepannya, baik untuk anak, keponakan, anak teman dlll.

      Wallahu a’lam

      Reply
  81. micky

    Assalammualaikum ustadz,
    Saya ingin tanya,
    Saya sedang menghadapi masalah yang sangat berat. Saya menderita sakit. Berkali kali berobat, tapi tak kunjung sembuh. Suatu saat ada yang ngasih tau, kl ada anak buah saya yg ga suka dengan saya lalu mengirim guna-guna.

    Saya mencoba mencari ustadz atau kiai yang bisa menolong saya mendoakan untuk kesembuhan saya.

    Permasalahan yang timbul, saya disuruh minum air dalam gelas dan dalam gelas itu ada beberapa batu. Saya tahu ini sudah ga bener. Saya mau nolak, takut tersinggung. Jadi saya tetap minum air tersebut.
    Tetapi dalam hati, tidak ada keinginan untuk meminta bantuan kepada jin yang mungkin tinggal di batu tersebut.

    Pertanyaan saya, dosakah yang saya lakukan?
    Apakah saya termasuk musrik?
    Apakah dosa saya bisa diampuni?

    Mohon penjelasannya ustadz,
    Terimakasih.

    Reply
    • micky

      Assalammualaikum pak ustadz,
      Saya ingin tanya,
      Saya sedang menghadapi masalah yang sangat berat. Saya menderita sakit. Berkali kali berobat, tapi tak kunjung sembuh. Suatu saat ada yang ngasih tau, kl ada anak buah saya yg ga suka dengan saya lalu mengirim guna-guna.

      Saya mencoba mencari ustadz atau kiai yang bisa menolong saya mendoakan untuk kesembuhan saya.

      Permasalahan yang timbul, saya disuruh minum air dalam gelas dan dalam gelas itu ada beberapa batu. Saya tahu ini sudah ga bener. Saya mau nolak, takut tersinggung. Jadi saya tetap minum air tersebut.
      Tetapi dalam hati, tidak ada keinginan untuk meminta bantuan kepada jin yang mungkin tinggal di batu tersebut.

      Pertanyaan saya, dosakah yang saya lakukan?
      Apakah saya termasuk musrik?
      Apakah dosa saya bisa diampuni?

      Mohon penjelasannya pak ustadz,
      Terimakasih.

      – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab/?replytocom=10329#respond

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya bapak punya hak untuk menanyakan kepada ustadz atau kyai tersebut, apakh batu tersebut hanya sebagai media belaka atau memang ada jinnya.

      Jika beliau tidak menerangkan, maka kita boleh curiga bahwa batu tersebut ada jinnya. Biasanya metode pengobatan yang islami, teraphisnya selalu menjelaskan dengan detail agar sang pasien tahu apakah pengobatannya mengandung kemusyrikan.

      Jika bapak meyakini bahwa pengobatan tersebut mengandung kesyirikan, maka bapak segera bertaubat kepada Allah SWT. Insya Allah dengan taubat tersebut Allah SWT mengampuni dosa-dosa kita, terlebih saat itu bapak dalam keadaan memaksa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  82. aji

    tadz nama saya aji dari lampung, bagaimana bila seseorang melaksanakan shalat malam (tahajud) setiap hari? bagus atau berlebihan tadz?, mohon pencerahannya..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum wr wb.

      Boleh-boleh saja selama :

      1. Siang harinya tidak membuat ia mengantuk dan mampu menjalankan kewajibannya dengan baik.
      2. Tidak meninggalkan kewajibannya sebagai suami terhadap istrinya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  83. Hamba Allah

    Assalamualaikum, pak ustadz saya ingin bertanya. jika kita menginginkan suatu keinginan amalan apa saja yang perlu kita lakukan agar keinginan tersebut dikabulkan oleh Allah SWT? Selain berusaha dan berdoa apakah ada amalan khusus lainnya yang dapat kita lakukan?dan diwaktu seperti apakah yang terbaik untu berdoa?
    Jika kita telah berusaha dan berdoa namun keinginan tersebut belum tercapai apa sebaiknya kita lakukan pak ustadz karena terkadang rasa putus asa itu datang?
    Terimakasih, wassalam’ualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam satu hadis dijelaskan, jika kita mempunyai hajat atau keinginan, maka shlatlah dua raka’at. Para ulama menamakan shalat ini dengan shalat hajat. Shalat ini boleh dilakukan siang hari atau malam hari selain di waktu-waktu yang memang dilarang mengerjakan shalat.
      Boleh juga ditambah dengan memperbanyak shalawat dan shadaqah.

      Belum yakin ? ya harus yakin.
      Belum terkabul ? sabar dan berbaik sangka kepada Allah SWT
      Belum terkabul juga ? perbanayk istighfar dan muhasabah barang kali ada dosa yang tidak kita sengaja.
      Belum terkabul juga ?
      Mungkin saja Allah SWT menjawab permintaan anda dengan bentuk yang lain. Misalnya anda berdo’a agar diberikan rezeki berupa harta melimpah, namun Allah ganti dengan kesehatan yang tidak ternilai dari sisi materi.

      Intinya, kita yakin, bersabar, husnuz zhan, muhasabah dan tidak memaksa Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  84. Andri

    Assalamu’alaikum Wr.WB, pak ustadz sy mau tanya tentang kata-kata suami kepada istrinya seperti ini “pulang sana ke rumah orang tua mu jangan balik lagi” itu termasuk talak apa bukan ? kalau misalnya iya tapi saya masih bergaul sama istri, tapi saya baru sekali ngomong seperti itu kira-kira bagamaimana pak ustadz, tolong jawabannya !

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Lafazh yang anda ucapkan adalah lafazh kinayah.
      Mengenai lafazh kinayah ini jumhur ulama berpendapat :

      1. Jika lafazh tersebut diniyatkan thalak (cerai), maka jatuhlah talaq.
      2. Jika lafazh tersebut hanya sebagai ungkapan kekecewaan dan gertakan saja tanpa diniyatkan thalak, maka belum jatuh talaq.

      Jika perkataan anda di atas ternyata masuk pada poin nomor 1, maka sudah tentu anda sudah mentalaqnya. Jika memang demikian, segera nada panggi saksi laki-laki dua orang dan menyatakan bahwa anda rujuk dengan istri anda. Tapi ingat, hal ini dilakukan jika periode anda mengatakan lafazh kinayah tersebut masih dalam masa iddah ( 3 kali suci ).
      Jika sudah lewat iddahnya, maka anda harus melakukan tajdiidun nikah (nikah baru), yaitu dengan akad baru, mas kawin baru, wali, saksi sebagaimana nikah biasa.

      Wallahu a’lam

      Reply
  85. Hamba Allahyu

    Assalamualaikum pak ustadz , sy mw bertanya pak ustadz . Ada seseorang yg mngaku pny kelebihan membaca pikiran / ms depan stau sy org tsb adl hafidz. Tp dy selalu ingin menunjukan bhwa dy bisa dlm hal tsb . Dy selalu membaca pikiran / ms depan ssorang tnpa ijin org yg d baca pak ustadz . Dan parahnya saudara sy sndri prcya dg omongan org tsb . Pak ustadz adakah hukum2 islam yg mnjelaskan ttg mmbaca pikiran / ms depan ssorang ? Yg saya heran dy itu kan hafidz tp mngapa demikian . Terimakasih pak ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ada sebagian hamba Allah yang dikaruniai kelebihan membaca fikiran orang lain atau diberi ilham akan tanda-tanda terjadinya sesuatu. Istilah ini disebut kasysyaaf. Seorang yang kasysyaf tentu mempunyai adab yang bagus. Ia tidak boleh membicarakan atau mengabarkan apa yang dilihatnya secara kasysyaf kepada orang lain, apalagi sampai membongkar aib saudaranya sendiri. Terlebih tidak boleh lagi disertai kesombongan.
      Masalahnya, percayakah kit bhwa Al Hafizh tersebut kasysyaf ?
      jawabnya : Tidak ada kewajiban percaya bahwa seseorang adalah kassyaf.
      Jika tidak ada kewajiban, anda tidak wajib percaya. Simpel bukan ?
      Kok al hafizh bisa begitu ?
      Jawabnya : manusia tidak ada yang sempurna dan anda dibolehkan untuk mengingatkannya dengan cara yang paling santun.

      Wallahu a’lam

      Reply
  86. yulia

    assalamu’alaikum..
    saya pernah membaca sebuah artikel bahwa surat Al Imron ayat 26-27 adalah wirid untuk melancarkan rezeki dan melunasi hutang. saya kurang faham ustad, yang ingin saya tanyakan bagaimana cara mengamalkannya? apakah saya boleh mengamalkannya setelah melaksanakan sholat dhuha. mohon penjelasannya ustad. terima kasih
    wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Pada prinsipnya, boleh saja kita berdo’a kepada Allah SWT dengan menggunakan Al Asma’ul Husna. Di dalam ayat tersebut ada salah satu nama Allah yaitu Al Malik.
      Do’a atau dzikir tersebut bisa dibaca kapan saja. Boleh sehabis shalat 5 waktu, dhuha, tahajjud atau pun sambil duduk, berjalan dan melakukan aktifitas.
      Wallahu a’lam

      Reply
  87. Novi

    Assalamualaikum ustadz,

    saya ingin menikah dengan pacar saya yang sekarang tahun depan. tapi suatu ketika pacar saya menceritakan bahwa saat dia menanyakan ke ibunya untuk kapan kerumah saya dan mengobrol ke ibu saya, ibunya bilang gamau kerumah saya dulu sebelum pacar saya lulus kuliah dan punya rumah. ibunya tidak suka sama saya karena melihat sifat saya yang katanya manja dan kalo mau harus dituruti.. padahal belum tentu seperti itu. saya sudah bilang ke pacar saya bahwa saya mau berusaha berubah dan memberikan yang terbaik nantinya. kami berdua sama2 ingin menikah tahun depan. karena kami sadar tidak baik untuk lama2 berpacaran. bagaimana ya ustadz ? mohon sekali masukannya.. apa yang harus kami lakukan untuk mendapatkan restu dari ibu pacar saya sekarang ? bagaimana cara ngomong dan meyakinkannya ustad bahwa saya ingin berubah.. terimakasih sebelumnya ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Niat anda untuk segera menikah tahun depan adalah niat baik dan seharusnya diikhtiarkan.
      kami rasa ini hanya masalah komunikasi yang kurang baik antara anda dan calon ibu mertua.
      Saran kami, sebelum anda membicarakan ke calon ibu mertua anda, bisa melakukan hal-hal berikut :

      1. mantapkan niat bahwa anda akan segera menikah
      2. Berdo’a kepada Allah SWT agar calon mertua anda dibukakan hatinya oleh Allah SWT.
      3. Bismillah dan tawakkal kepada Allah

      Setelah ketiga poin di atas anda lakukan, barulah anda bicara dengan adab yang sangat baik dan santun, insya Allah maksud anda tercapai.

      Wallahu a’lam

      Reply
  88. umi

    Assalamu’alaykum Wr.Wb.. ustad, sya mau bertanya.. sya sudah berkeluarga dan memiliki 1 anak. usia pernikahan kami sudah hampir 2 tahun. awalnya sya menikah krna sya dijodohkan oleh org tua. org tua sya berharap dia laki” yg baik, bsa brtanggung jawab, dll.. lambat laun, smua kepribadian suami sya mulai muncul dgn sndrinya.. saat ini keluarga kami tertimpa masalah krna suami saya yg memiliki sifat cemburu yg trlalu berlebihan. bahkan, suami saya tdk suka kepada ayah sya sendiri. dan cara suami saya memperlakukan keluarga sya beda saat dia memperlakukan keluarganya sendiri. setiap hari org tua saya selalu menangis melihat tingkah suami sya yg tdk suka kpda org tuaa saya.. dan saat ini org tua saya menyuruh sya agar berpisah dri suami sya.berbagai cra tlah saya tempuh bagaimana untuk memperbaiki, tapi hasilnya nihil.. suami sya tdk mau merubah sifatnya.. saya mohon sarannya ustad. apa yg harus sya lakukan ?? apakah sya salah kalau harus meninggalkan suami sya yg jelas” tidak menerima keberadaan orang tua saya ?? atau kah sya harus patuhi suami saya ? saya mohon sarannya ustad.. setiap saat sya slalu menghubungi nmor yg tertera di website tapi tdk pernah trsambung ustad.. mohon pencerahannya ustad jalan mana yg mesti sya tempuh.. syukron,, Wassalamu’alaykum Wr.Wb

    Reply
  89. benni susandra

    Assalamualaikum Ustad, saya mau nanya mana yang lebih dianjurkan nabi puasa sunnah senin – kamis atau puasa sunnah 3 hari setiap bulan.
    mohon jawabannya
    jazakumullah katsiron…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kedua-duanya sama sunnah. karena sama kedudukannya, maka sama saja. Tidak ada yang lebih dianjurkan dari yang satu dengan lainnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  90. Faisal

    Assalamu’alaikum wr.wb. Pak Ustadz
    Saya mau bertanya. Hukum asuransi jiwa itu bagaimana? Dan bagaimana hukumnya apabila kita bekerja sebagai agen asuransi?
    Soalnya saya pernah di tawari dan saya masih ragu buat ngambilnya. Tolong penjelasannya ya pak.
    Terimah kasih sebelumnya pak.
    Wassalamu’alaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Asuransi jiwa konvensional haram menurut para ulama. Haramnya bisa ditinjau dari illat perjudian dan riba. Yang dibolehkan dalam islam adalah asuransi syariah karena memakai prinsi takaaful dan mudharabah.
      Bagaimana jika bekerja di tempat itu ? hukumnya sama dengan bekerja di bank konvensional

      Wallahu a’lam

      Reply
  91. torres

    Assalmualaikum Wr Wb Ustad ,
    Saya seorang penjudi dan saya ingin kembali ke jalan yg benar , tp jiwa berjudi saya masih ada aja ustad , sy minta anjuran dan solat apakah agar ALLAH SWT memaafkan saya. Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika anda benar-benar bertaubat, maka anda wajib meninggalkan judi. Salah satu syarat taubat adalah nadam, artinya rasa penyesalan dan tekad kuat untuk tidak mengulangi kesalahan. Banyak sekali amalan-amalan sunnah yang tidak harus berat dalam menjalankannya. Anda bisa perbanyak dzikir di setiap kesempatan, membaca Al Qur’an dan shalat sunnah rawatib jika belum biasa shalat malam.

      Wallahu a’lam

      Reply
  92. hamba Allah

    Assallamualaikum Ustad

    Saya hamba Allah umur saya 37 thn sudah berkeluarga, saya mau menanyakan tentang kewajiban membayar puasa Romadhan, yang sudah lama saya tinggalkan, saya sudah tidak tahu lagi berapa banyak yang mesti saya bayar puasanya di bulan lain, mohon penjelasannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika anda tidak tahu berapa jumlah hari hutang puasanya, anda bisa memperkirakannya. Misalnya 5 hari, maka anda harus bayar lima hari dan fidyah 5 mud. 1 mud = 0,8 liter.

      Wallahu a’lam

      Reply
  93. kukuh

    Assalamu’alaikum warrahmatullah wabarokatuh..
    mau nanya ustadz, apakah harus diberi embel2 “bin” untuk orang yg kita doakan? Yg sudah almarhum/mah. Bagaimana dengan pikiran bahwa Allah maha tau doa kita? Terimakasih atas jawabannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Sebetulnya tidak ada keharusan harus menyertakan bin/binti. Namun hal tersebut dilakukan karena adab saja. Artimya, walau pun tidak memakai bin atau binti tidaklah menjadi masalah. Insya Allah tetap sampai.

      Wallahu a’lam

      Reply
  94. Hamba Alloh

    Assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya saya mempunyai tatto di bagian
    dada dan perut apakah setiap saya sholat,
    sholat saya itu sah ? Dalam berwudlunya juga? dan saya berniat menghapus tatto saya tapi di karnakan untuk saat ini saya belim bisa karna biaya hapus tatto sangat mahal, dan dengar2 jika kita menghapus tatto akan membuat dosa lagi karna melukai badan kita lagi apa itu benar ? Dan satu lagi ustadz saya harus bagaimana jika di pandang sebelah mata oleh orang lain ? Dan saya merasa sakit hati oleh perkatan dan sikapnya, terimakasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Orang yang mempunyai tatto di mana pun letaknya akan menghalangi jatuhnya air pada kulit saat mandi janabah (mandi hadats besar). Jika mandi wajibnya tidak sah, tentu shalatnya juga tidak sah.

      Lalu bagaimana jika terlanjur bertatto kemudian ingin bertaubat ? Jika mampu menghilangkannya, maka wajib menghilangkannya. Jika memang tidak mampu menghilangkannya karena keterbatasan biaya, diperbolehkan shalat karena darurat. Di saat ia mampu menghilangkannya karena sudah ada biayanya, maka ia wajib menghilangkan tatto tersebut. Jika tidak mampu menghilangkannya karena rasa sakit yang luar biasa, maka diperbolehkan baginya sampai ada alternatif menghilangkan tatto dengan cara yang tidak begitu sakit.
      Intinya, selama alasan darurat, masih ada toleransi. Ingat, seorang wajib mengikhtiarkan dirinya agar terlepas dari kondisi darurat. Jangan sampai dengan alasan darurat, seorang berleha-leha tanpa ikhtiar untuk terus menerima toleransi darurat.

      Memaafkan kesalahan orang lain merupakan akhlak yang sangat terpuji dan menapatkan pahala.

      Wallahu a’lam

      Reply
  95. hamba ALLAH

    assalammu`alaikum ust, ketika kita lupa untuk bayar puasa ramadhan dikarenakan memang benar-benar lupa, apa harus membayar fidyah juga ?

    Reply
  96. anwar

    Assalamu’alaikum wr.wb. Ustadz

    sering kali setiap membaca beberapa buku atau artikel saya mendapati perbedaan antara buku2 tsb dalam menyikapi suatu perkara dalam islam. Buku/artikel tersebut ada yang dengan jelas menyatakan didasari oleh mazhab tertentu, tetapi ada juga yang tidak menyatakan mazhab mana yang digunakan, ada juga yang menyertakan keempat mazhab kemudian disimpulkan pendapat yang paling benar menurut mayoritas ulama (tapi tidak semua buku/artikel menyertakannya). Sebagai orang awam saya bingung dalam memutuskan pendapat mana yang harus saya ikuti, semakin banyak yang dibaca saya semakin bingung karena perbedaan pendapat didalamnya, selama ini saya juga tidak tahu mazhab mana yang saya ikuti (karena ternyata untuk perkara tertentu saya mengikuti mazhab A, sedangkan perkara lain menggunakan mazhab B). Yang ingin saya tanyakan, bagaimana cara saya sebagai awam memutuskan pendapat mana yang diikuti, apakah kita boleh mengambil yang paling mudah, walaupun tidak dalam keadaan tertentu/darurat, karena saya pernah membaca pernyataan: bahwa nabi pun memilih yang paling mudah apabila diberi dua pilihan, asalkan tidak dosa? dan apakah kita boleh menggabungkan beberapa atau semua mazhab, atau kita harus menggunakan satu mazhab saja? apabila harus satu mazhab bagaimana cara memilihnya atau apa yang mungkin bisa menjadi dasar pertimbangan saya sebagai awam dalam memilihnya?

    contoh kasus yang saya temukan dan saya alami: saya pernah membaca artikel tentang fidyah karena menunda qadha puasa sampai beberapa tahun, ada beberapa pendapat yang berbeda yaitu: tetap qadha dan ditambah dengan membayar fidyah, qadha saja tanpa fidyah, qadha tetap dan fidyahnya berlipat ganda sesuai tahun yang terlewat, jadi bagaimana saya harus memilih diantara pendapat2 ini dan bagaimana jika saya memilih yang paling mudah yaitu qadha saja, sementara menurut artikel tsb bahwa yang menjadi pendapat mayoritas ialah qadha dan juga membayar fidyah TANPA berlipat ganda, apakah itu dianggap mempermainkan agama karena mengambil yang paling mudah? dan apabila kita sudah menentukan pendapat mana yang kita ikuti, apakah pendapat itu harus terus kita gunakan tanpa boleh berubah?

    apakah ada situs/website kajian islam yang terjamin kebenarannya untuk menjadi rujukan dalam menambah pengetahuan (mungkin situs2 pribadi milik narasumber?), karena saya tidak selalu bisa membuka video2 yang terdapat dalam situs ini

    Terimakasih sebelumnya, mohon maaf karena terlalu panjang…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya, para ahli fiqh yang sudah pada level mujtahid mutlak sebagaimana yang kita kenal dengan imam yang 4 ( Imam Hanafi, Maliki, Syafi’I dan Hambali ) berupaya memudahkan umat islam dalam memahami hukum syari’ah. Tentunya, selain menguasai fan-fan ilmu agama seperti Tafsir, Hadits, Bahasa Arab, Ushul Fiqh dan lain-lain, mereka juga mempunyai metologi yang akurat dan sistematis. Dalam hal tentu mereka sepakat dan terkadang juga tidak. Hal itu tidak bisa dihindari.

      Jadi bagaimana sikap kita ?
      1. Yakin bahwa mereka (para imam madzhab) adalah fakar
      2. Yakin bahwa mereka bertanggung jawab.
      3, Kita boleh memilih satu dari pendapat mereka yang sekiranya cocok dan mudah menurut kita.
      4. Seorang tidak diharuskan berpegang dan setia terhadap satu madzhab saja.
      5. Tidak memudah-mudahkan dalam memilih satu pendapat.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • anwar

        pada poin no. 3 kita boleh memilih satu dari pendapat mereka yang sekiranya cocok dan mudah menurut kita, tapi pada poin no.5 Tidak memudah-mudahkan dalam memilih satu pendapat, maksudnya seperti apa ya? mungkin bisa diberikan contoh..

        terimakasih..
        wassalamualaikum..wr.wb

        Reply
  97. vano

    saya mau menanyakan apa hukumnya apabila bekerja di tempat yang menjual minuman keras, dan lagi kita harus membantu untuk menyajikanya.Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukumnya jelas haram. Seorang yang mampu untuk pindah dari tempat tersebut, maka wajib baginya pindah. Jika masih darurat, berusaha terus mencari alternatif pekerjaan yang lainnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  98. Lodes Hadju

    asallamualaikum ustad,Nama sy Lodes umur 31 Thn sudah brkeluarga sekitar 2 thn lalu.saya ada masalah dengan mertua sy,disebabkan karena investasi mreka yg sy rekomendasikan rugi total dan sekarang mertua sy menyuruh sy mengganti smua kerugiannya akibat investasi itu.baru-baru ini sy menjual mobil sy untuk mengganti uang mertua sy padahal bukan sy yg pakai uang itu.bgaimna hukumx dengan kasus diatas ustad? mohon penjelasannya!!!!

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Aqad awalnya seperti apa ? jika aqadnya anda yang akan mengganti semua kerugian jika investasi mertua anda gagal, maka sudah tentu wajib menggantinya. Namun bila tidak ada aqad seperti itu dan anda hanya merekomendasikan saja, maka anda terlepas dari tuntutan siapa pun.

      Wallahu a’lam

      Reply
  99. riri

    asslm ustad. saya riri. saya sudah 5 tahun menikah. dlu waktu usia pernikahan sy ketiga tahun, suami sy dan adik sy sempat bertengkar hebat. waktu itu kami jg sudah menyelesaikn masalahnya. namun ternyata adik saya menyimpan rasa tidak suka terhadap suami sy. karena suami sy dinilai arogan dan sombong. memang alhamdulillah suami sy memiliki rezeki yg lebih dibandingkn yg lain dan mirisnya, adik sy sudah berkeluarga tp blm mendapat pekerjaan yg tetap.. awalnya sy tinggal bersama ibu kandung sy, tp sejak terjadi pertengkaran kedua, kami memutuskan utk pinfah k rmh ibu mertua sy karena adik sy yg sebenarny sdh pny rumah sendiri tp memilih tinggal bersama ibu sy krn alasan tertentu. bagaimana sy harus bersikap sebagai istri dan kakak? lalu apa yg harus sy lakukan terhadap ibu dan keluarga sy krn terus terang suami sy slm ini sudah bersikap baik thdp keluarga sy, tp dy merasa tidak dihargai. apakah tugas seorang istri harus patuh pd perintah suami?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ya, betu sekali. Seorang istri harus patuh kepada suami dan menjaga silaturrahim kepada adik, kakak, mertua, ibu dan seluruh keluarga.

      Jika kita sudah berupaya membuka diri agar suasana kekeluargaan terjalin kembali namun belum mendapat respon, maka bersabarlah. Insya Allah seiring dengan berjalannya waktu suasana akan kembali seperti dulu.

      Wallahu a’lam

      Reply
  100. Herdyna sera manies

    Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh..
    Nama saya heri,,saya mau bertanya pak ustadz..
    Setiap laki-laki pasti punya jodoh,,dan jodoh biasa juga di katakan dengan tulang rusuk..
    Kalau sudah jodoh pasti bertemu jua,,dan tulang rusuk seseorang tak mungkin tertukar..
    Pertanyaan saya..

    1.bagai mana orang yg belum menikah lalu meninggal dan bagai mana dengan jodohnya..??

    2.orang yg poligami,,apa semua istrinya itu adalah tulang rusuknya..??

    3.lalu dengan siapa seseorang kelak hidup di syurga..

    Terima kasih atas jawabannya ustadz..
    Barakallahu fikum..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Betul sekali bahwa wanita diciptakan dari tulung rusuk laki-laki. Tapi harus difahami bahwa maksudnya adalah penciptaan awal wanita (Siti Hawa) salah satu unsurnya adalah diciptakan dari tulung rusuk Nabi Adam. Berarti Nabi Adam AS tidak dilahirkan dan Siti hawa juga tidak dilahirkan.
      Dengan demikian, wanita setelahnya adalah ada melalui proses perkawinan antara lelaki dengan perempuan. Atau dapat diartikan bahwa wanita setelah Siti Hawa tidak diciptakan dari tulung rusuk calon suaminya.
      Ada pun orang yang sudah meninggal baik muslim pria mau pun wanita dan belum menikah, jika ia masuk surga maka akan dipasangkan dengan penduduk surga.

      Wallahu a’lam

      Reply
  101. feby

    Assalamualaikum ustadz, saya ingin menanyakan bagaimana mengetahui kalo org itu jodoh kita, krn saya sekarang lg dgn org, dlm semua hal kmi sama, dari sifat, sikap, hobi cara berpikir kami.. Semuanya sama, saya sering sholat malam, bersamanya saya merasa lbh dekat dgn Allah, smpai akhirnya saya tahu dia hnya mengganggap sya sbg adiknya, jujur saya kecewa ingin skali rasanya nangis, tp spertinya Allah tidak mrmbiarkan saya menangis, Allah seperti menyakinkan saya kalo dia itu jodoh saya, saya berniat untuk menjauhinya, menurut uatadz saya harus bagaimana… Terimakasih sebelumnya, wassalamualaikum…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Kita tidak bisa menentukan dan tahu siapa jodoh kita. Jika anda sudah berikhtiyar dan ternyata gayung tidak bersambut, jangan paksakan. Nanti stres lho. Cari saja yang lain dan berdo’a agar Anda diberikan jodoh yang terbaik oleh Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  102. Yoppy Rikarni

    Assalamualaikum Ustad, nama saya yoppy dai Kota Padang, Saya ingin tanya sama ustadz, gimana caranya menghadapi sifat stress dalam bekerja…Terima kasih pak Ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.

      1. Ikhlas bekerja dan niatkan untuk ibadah.
      2. Diupayakan sambil berdzikir dalam hati jika mampu. Dzikir yang mudah saja sepertio Allah-Allah, La ilaha illallaah, subhanallah, shalawat dan lain-lain jika anda mampu.
      3. Berdo’a agar Allah memberikan kemudahan dalam pekerjaan anda

      Wallahu a’llam

      Reply
  103. Yuniaruni Nugrohowati

    Assalamu’alaikum Wr Wb.
    pa usta apakah durhaka kepada orangtua kepada ibu diampuni Allah, orang tua sy sudah meninggal semua, saya sangat mencintai dan sangat sayang kpd mereka ayah meninggal 1 minggu sebelum anak pertama sy lahir. ibu tinggal bersama 2 adik laki2 sy waktu sy hamil anak ke-3 sy pingin msk cumi2 spt yg dimasak mertua, tpsama ibu dimasak kuah, cerita pengen menyenakan ortu krn menjenguk sy kermh jdnya mlh kesel, akhirnya ibu jd mrh dan lsg plg sendiri sy sangat sedih mungkin itu durhaka sy yg pertama, selajutnya 10 tahun kemudian stlh adik2 sy menikah ibu tinggal sendiri dirmh thn 2008 adik ipar sy tinggal dirmhibu , dan ibu selalu mengeluh, ibu dah mulai pikun dan bwanya curiga aja akhirnya sy kesal dan dg nada keras sambil sy menangis sy bilang bhwa sma brg2 ibu ada dilemari, karena beliau selalu menghitung kain dan kebayanya selalu krg padahal sy hitung ada sma, sy srbenatnya kadian sekali krn beliau prndengaranya pk alat bantu shg klo bicara hrs kencang. setahun kmdn sy bw kerumah tinggal bersama sy krn sy sll berdoa smg klo ibu meninggal sy ada disisinya alhamdulillah dilabulkan Allah SWT, tp selama 9 bulan tnggal drmh ibu sy itu bermaksud baik mo bantu 2 sy didaour khususnya klo pembantu sy plg yp sy sll mencegah khawatir dia terpeleset dll,, selsma dirumah ibu selalu curiga kpd pembantu dan suami sy, kamar sellu dikunci walaupun hanya kekamar mandi shg jarang disapu, klo mlm hitung baju dan kainnya sampai sy mrh knp sich klo hilang insyaallah msh bisa lg, sy brlikan bj br tp yg dipake yg lama, dan beluau sering halusinasi ktnya suami sy kekamar pembantu, padahal saat itu duami sy sedang dinas keluar kota dan beliau suka bilang dirmh sy dada makhluk22 ghaib,terus terang sy sangat menyesal srkali krn marah klo dia bicara yg aneh dan sy sy br mengetahui klo ssetahun srbelum meninggalk kitabisa melihat ygghaib, mrmang selama dirumah sy kurangjarang srkali ngobrol, memang srjak kecil tidak dekatp pagi sy dah hrs kekantor dan pulang dah mlm, itupun dg mrmbw pekerjaan shgg jarang ngobrol, ktn ibu dr dulu klo ngobrol suka tdk nyambung yg brrkhir dg kekesalan shg sy jaga jarak , walaupun dy duka marah pd ibu tp sy sayang sy penuhi sma kebutuhannya sesuai krmampuan sy, srbelum meninggal ibu sering batuk2 dan nyesek sama badannya pada pegl sy kadian srkali, dia ingin sekali mkn kepala kambing tp tdk sy truti khawatir fatal akibatnya, jg ingin mkn direstoran tpbdi daerah sy jauh klo hrs mkn direstoran, sementara beliau tdk kuat klo berkendaraan jauh itu terjsdi sebulan srbelum meninggal, tdnya dy akn mengajak beliau mkn direstoran stela kemakam bapak saya krn rencananya seminggu srbelum puasa sy akan kemakam tp ternyata Allah berkehendak lain srminggu sblmpuasa ibu meninggal dipangkuan sy saat akan dibw ketmh sakit, sy sy srsalkan knp waktu menuju krmh sakit kepala ibu sy dibantal dan kakinya yg ada dipangkuan saya kskinya, beliau menghembuskan nafas terakhir saat sy menengok krluar, srbelumnya beliau mengorok, setelah sy menengoknibu sdh tdk mengorok lagi sy pikir ah bangun ternyata beliau telah tiada, sy sNgat menyesal srkali p. ustad, sudah tdk ada surga lg dirmh sy, sy srlalu menangis jk ingat ibu, sy srlslu hadiahkan sodaqoh, bacaan quran dan saat umroh, tdk lupa sy selalu berdoa untu ibu bapak saya, klo pas kurban scr gantian sy qurban jg atas nama mrk, tp hingga detik ini sy msh selu terbayang dosa2 sy pd ibu sy, tlg ustad gmn caranta agar sy tenang dapat konsrntrasidan istiqomah menjalankan ibadah apa ini krn dosa2 sy, bagaimana caranya agar Allah SWT mengampuni dosa2 sy tersebut, sy sangat menyesal sekali pak, sy ingin meninggal dlm keadaan bersih tanpa dosa khususnya kpd ortu terutama ibu sy. tlg ya p. ustad jawab gmn caranya p.ustad. terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Yang ibu lakukan sekarang ini sudah tepat. Ibu selalu beristighfar, bertaubat, mendoakan orang tua, bersedekah atas nama mereka, berqurban atas nama mereka dan lain sebagainya. Hanya ada beberapa hal yang mungkin belum ibu lakukan sehingga membuat ibu selalu bersalah dan galau. Mungkin saja ibu terlupakan akan hal-hal berikut ini :

      1. Allah mengampuni dosa seorang hamba apabila ia bertaubat. Hal ini tentu sudah ibu lakukan. Tapi masalahnya, apakh ibu yakin jika ibu sudah diampuni Allah ? Jika yakin maka tidak perlu lagi terbayang-bayang dosa masa lalu.

      2. Hadiah pahala dari bacaan Al Qur’an yang ibu hadiahkan untuk mereka dan amalan-amalan yang dihadiahkan insya Allah sampai kepada mereka. Ini sudah ibu lakukan. Tapi kembali lagi, apakah ibu yakin pahalanya sampai kepada mereka ? jika yakin, maka tidak ada alasan galau lagi.

      3. Dalam satu hadis, “Berdo’alah kamu dan kamu yakin do’amu diijabah.” Hal ini tentu ibu sudah lakukan. Kembali lagi, apa ibu sudah yakin do’a ibu diijab Allah ? jika ya, seharusnya tiudak ada galau-galau lagi.

      Singkatnya, ibu harus meningkatkan keyakinan dan optimisme bahwa semua adalah takdir Allah SWT. Serahkan semuanya kepada Allah. Yakinlah bahwa Allah menerima taubat ibu dan menempatkan Allah menempatkan kedua orang tua ibu di tempat yang layak di sisi Allah SWT.

      Wallahu a’alm

      Reply
  104. hamba Allah

    assalamualaikum ..
    pa ustad yang terhormat,
    saya ingin bertanya pak saya mempunyai saudara dan kebetulan saudara saya ini seorang muslim dan dia berpacaran dengan seorang lelaki non muslim apakah hukum islam dan berpacaran itu pak ustad, dan rencana mereka juga ingin menikah pak ustad, apakah hukum pernikahan bagi seorang perempuan muslim dengan lelaki non muslim.

    sekian terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama sepakat bahwa mwanita muslimah haram menikah dengan pria non muslim. Nikahnya tidak sah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  105. ruli dianto

    pak ustad,,, katanya kalau sholat kudu baca alfatiha, meskipun kita jadi makmum,, tapi ada juga yang bilang gk usah karna kita udah jadi makmum,, gimana ini ustad,, saya jadi bingung pilih yang mana?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya membaca Al Fatihah karena merupakan rukun dalam shalat. Seorang makmum masbuq yang mendapati imamnya sedang ruku’ kemudian dia makmum takbiratul ihram, maka tidak mengapa membaca Al fatihah karena mengikuti imam ruku.

      Wallahu a’lam

      Reply
  106. teguh

    assalamu’alaikum wr wb ustad, saya ingin bertanya. setelah melaksanakan sholat hajat, apakah saya boleh berdzikir apa saja. biasanya saya dzikir hauqolah?
    saya tunggu jawaban dari ustad. terima kasih

    wassalamu’alaikum wr wb

    Reply
  107. nia

    Assalamualaikum ustad hrz bgai mn agar mndpt restu dr keluarga kl seseorang tersebut menikahi anak perempuan dr bibi/adik kandung ayah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikuimus salam,
      Caranya harus ada komunikasi semua pihak keluarga demgan baik. Berilah pemahaman bahwa menikah antar saudara sepupu dibolehkan dalam islam

      Wallahu a’lam

      Reply
  108. nia

    Assalamualaik.. Wr.wb
    Sy mw tny boleh seseorang menikahi anak dari bibi/adik kandung dari ayah dan apa hukum nya.. Terima kasih
    Walasamualaikum wr.wb

    Reply
  109. Hamba Allah

    Assalamualaikum wr wb…
    Pakustad saya sedang mengalami cobaan dlm rumah tangga saya. 3 bulan karena suatu masalah terjadilah pertengkaran antara suami dan ibu saya. di mana dlm pertengkaran tsb suami di anggap telah menghina ibu saya.sehingga ibu saya sangat marah dan berucap tidak akan mau menerimanya lg sbg menantu dunia akhirat (sambil bersumpah di atas Al Qur’an) dan tidak akan memaafkan smp akhir hayat. walau suami sdh berupaya minta maaf. ibu saya memberikan pilihan kpd saya, memilih suami atau memilih ibu saya? jk saya lbh memilih suami berarti putus hub dgn klrga begitupun sebaliknya jk saya memilih ibu berarti saya hrs bercerai dgn suami. sungguh keadaan yg sgt dilema bagi saya. saya tdk ingin menjadi istri yg durhaka krn meminta khulu kpd suami tetapi sayapun tdk ingin menyakiti hati ibunda. ibu saya sangat keras kepala shg tdk ada klrga yg bisa menasehatinya. saya sangat berharap pak ustad bisa memberikan masukan kpd saya, langkah apa yg harus saya ambil. sebelumnya saya ucapkan terima kasih atas jwbn yg di berikan. Wassalamualaikum wr wb..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang anak, apakah laki atau perempuan wajib taat dan patuh kepada orang tuanya.
      Seorang istri juga harus patuh pada suaminya. Anda tentu ingin sekali patuh kepada ibu dan juga patuh kepada suami.
      Namun yang perlu diperhatikan adalah tidak ada kewajiban mematuhi perintah dari orang tua jika perintah tersebut bertentangan dengan syari’at islam. Terlebih bahwa istri dituntut taat kepada suaminya dalam hal yang tidak dilarang oleh syariat. Artinya, anda tidak wajib menaati perintah untuk menggugat cerai.
      Lantas bagaimana ?
      Cobalah minta pengertian ibu agar ia memaafkan suami anda. Jika masih belum memaafkan, coba lagi, coba lagi, coba lagi dan terus sampai beliau memaafkan. Walau pun beliau keras kepala, insya Allah nantinya beliau akan menerima apalagi beliau mengingat cucunya yang lama kelamaan akan tumbuh besar. Selain ikhtiyar dengan meminta maaf, bantulah dengan do’a agar ibu anda dibukakan hatinya untuk memaafkan suami anda. Langkah apa yang harus dilakukan agar do’a terkabul ? satu diantaranya adalah dengan banyak shadaqah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  110. yati

    asallamualaikum pak ustad,sy mau sedikit bertanya.pak ustad sy seorg istri yg sdh 6 th pisah dr suami.. awal pisah ny baik2.. tdk ad keributan.dia pergi meninggal kn rumah dn anak2,dan dia jg mengucapkn kita sdh bercerai dn dia mengijinkn sy tuk menikah lg.sejak dr awal pisah sampai skrg sdh 6 thn dia tdk pernah melihat sy anak2,ap lg untuk mengirim nafkah untuk anak2.itu sekali pun tdk dia lakukan.selam 6 th sy sendri yg mencari nafkah untuk mkn dn pendidikan anak2 sy.yg mau sy pertanyakan pd pak ustad apkah sy sdh bisa menikah lg?sementara sy tdk ada surat cerai.ucapan cerai cuma di ucapkan oleh suami sy melalui ucapan 6 th lalu dn dia mengijinkn sy tuk menikah lg.mohon bantuan jawaban ny ya pak ustad. wasallam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Secara syari’ah, anda sudah bercerai dan iddah anda sudah habis. Karena iddah anda sudah habis, maka anda boleh menikah lagi.
      Namun, permasalahannya adalah mau menikah resmi atau sirri ?
      Jika mau menikah resmi, mau tidak mau anda harus mengurtus administrai perceraian yang berlaku menurut undang-undang.

      Wallahu a’lam

      Reply
  111. Tio

    Assalamualaikum..
    Ustad,, saya masih remaja ustad awal masuk kuliah..Sekarang saya memulai hidup saya untuk jadi insan yang lebih baik ustad, tapi akhir2 ini saya sering mimpi vulgar ustad. mungkin karena masa lalu . dan sekarang saya malah takut tdur . solusinya bagaimana ya ustad ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. baca do’a sebelum tidur.
      2. Nyalakan lampu jika hal itu mengusir ketakutan anda
      3. Sewlain baca do’a, perbanyak shalawat sampai anda tertidur

      Wallahu a’lam

      Reply
  112. Arya

    Assallamu’alaikum Wr. Wbr.

    Ustad, saya mau bertanya setiap kali menjalankan sholat wajib maupun sunah seringkali tidak 100% saya khusu. selalu ada aja dipikiran yang menjadikan saya tidak khusu. bagaimana mengatasinya ?, padahal setiap mau sholat saya sudah berdoa, terimakasih, wassalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Khusyu’ bukan merupakan rukun shalat. Tidak khusyu’ dalam shalat tidak menjadikan orang batal shalatnya. namun, khusyu’ merupakan salah satu perkaraya yang sangat baik dan mendatangkan pahala yang besar. Khusyu’ juga bukan berarti tidak ingat apa2-apa. Khusyu diusahakan semampunya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  113. cha"

    .pak ustad terimakasih banyak atas jawaban dri prtanyaan sya sblm’a,, pak saya mauu bertanya lagi apakah Allah akan membenci saya dan tdk memaafkan saya karna kesalahan saya meminta cerai kpd suami dlm keadaan marah ? Apa Allah tdk meridha’I saya lagi pak ustad,, karna saya pernah membaca ridha’a Allah karna ridha suami,, pak kalo suami saya blm memaafkan saya scra ikhlaz,, apa Allah jg mauu memaafkan kesalahan saya ?? Karna setiap habis sholat saya sll menanggis pak, merasa bersalah dan takut Allah murka dan tdk memaafkan kesalahan saya kpd suami. Pak ustad apa yg harus saya lakukan agar hati menjadi tenang,? Terimakasih pak uztad sebelum’a.

    Reply
  114. cha"

    asallamualaikum ustad,
    ..Nama saya cha” umur saya 21th saya sudah berkeluarga sekitar 1thn yg lalu, dan ƏLђα♏ϑûlΐllαђ sekarang saya sedang hamil 3bln
    ..Ustad yg inggin saya tanyakan, 1bln yang lalu saya dan suami saya bertengkar tanpa sengaja saya bilang cerai kpd suami saya dan saat ɪ̣̇†υ̲̣̥ juga saya sangat” menyesal, kebetulan suami dan saya tgl dirumah saya,, akhir’a suami memutuskan untuk tinggal dirumah mertua karna sakit hati dengan kata” saya,, dan suami datang menjenguk saya hanya kadang”,, sampai” sudah 3minggu ini dia tdk datang lagi padahal saya sdh minta maaf, kata’a masih ttp sakit hati dgn perkataan saya,, saya butuh suami saya pas ustad apalagi dlm keadaan hamil, sedangkan saya sms minta beliin susu dia gk pnah datang,, saya mlah disuruh ksna sdgkan kalo disana mertua saya pasti sll ikut campur masalah saya,, pak ustad bkan’a jka sudah berumah tangga sekalipun sya prnah bilang cerai smwa ϐ¹Ŝª [d̲̅i̲̅] atasi hanya br2 dengan suami saya ?? Tp suami sya tdk begitu, dia mengingginkan sya untuk meminta maaf jg kpd orang tua’a krna saya blg cerai,, pdhl smwa ɪ̣̇†υ̲̣̥ dlm keadaan khilaf dan marah,, pak ustad apa yg harus saya lakukan,, sementara suami saya tdk peduli dgan kandungan saya :( saya gpp dibenci suami,, asal jgan anak saya jg jd sasaran. Ini anak pertama saya pak ustad,, dan saya sanggat” menginginkan’a dari dlu,, atas jawaban’a saya ucapkan terimakasih pak. Wasallam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Istri tidak bisa menjatuhkan talak. Jika terjadi perselisihan antara suami istri dan sangat sulit diselasaikan oleh kedua belah pihak, maka mintalah orang yang dituakan oleh masing-masing pihak menjadi penengah.
      Lakukan shalat malam atau tahajjud, minta kepada Allah SWT agar sang suami dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT

      Wallahu a’lam

      Reply
  115. indah sari

    Asalamu alaikum wr wb, pa ustad saya mau tanya…. 2 bln yg lalu tmn saya hbs ke guguran trus sudah 2 x d baw k rmh sakit d kiret tapi masih mngeluarkan darah, trus prtanya’an saya apakah dia boleh smbahyang pa ustad sedangkan dia masih ada ndrahan kluar tapi bukan darah haid?

    Reply
  116. homaiyati

    assalamu’alaikum
    ustadz, saya bukannya ingin bertanya tapi minta bantuan untuk bisa berkomunikasi dengan bapak didin hafidhuddin ketua BAZNAZ sebab, saya adalah mahasiswa madura harus wawancara dengan beliau agar skripsi sya selesai karena judul skripsi sya mengkaji pemikiran bapak didin hafidhuddin. minta tolong ustadz. terima kasih.

    Reply
  117. arif

    Assalamualaikum wr wb, Pak Ustad saya ingin bertanya , bagai mana kalau seorang laki laki memijat seorang wanita dengan tuhuan untuk pengobatan, apakah ada batasan bagian mana yang perlu di pijat, dan bagai mana hukumnya menurut islam,
    terimakasih pak ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anda diibaratkan sebagai dokter yang mengobati pasien. Jika darurat, boleh saja memijat yang sakit walau pun di tempat yang sensitif. Tapi harus ada saksi mahram dari wanita tersebut.

      Wallahu a’lam

      Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Anda diibaratkan sebagai dokter yang mengobati pasien. Jika darurat, boleh saja memijat yang sakit walau pun di tempat yang sensitif. Tapi harus ada saksi mahram dari wanita tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  118. Hamba Allah

    Assalamualaikum Pak Ustad, saya pernah berniat memberikan buah2an sebagai ucapan terimakasih karena telah membantu saya, tetapi sekarang saya dan teman saya sudah tidak bertemu lagi karena kami sudah tinggal di kota yang berbeda, bolehkah sebagai gantinya saya bersedekah kepada orang yang tak mampu dengan niat pahalanya ditujukan oleh kedua orang tua teman saya itu pak ustad? Karena sampai sekarang saya masih merasa berhutang karena niat saya belum saya tunaikan. Terimakasih pak ustad

    Reply
  119. Yudha

    Assalamualaikum Wr Wb. Pak Ustad saya ingin bertanya, saya punya teman dulu dia beragama kristen dan telah menikah dan dikaruniai seorang anak. karena suatu alasan (KDRT) dia memutuskan ingin menceraikan istrinya, namun hal itu terhalang karena dalam agama kristen kita hanya bisa berpisah dengan pasangan kita kalau asangan kita sudah meninggal, cara lain adalah dengan mengurusnya ke vatikan. karena terbentur susahnya syarat untuk bercerai kini ia pun pisah ranjang. kini teman saya menjadi mualaf dan ingin menikahi seorang gadis yang yang sama-sama beragama islam. namun yang dibingungkan adalah dia masih punya istri beragama kristen yang tidak mau diceraikan namun ia tidak mau rujuk dengan istrinya karena istrinya itu tidak dapat merubah sikap kasarnya dan selalu melakukan KDRT, di sisi lain ia ingin menikah dengan gadis yang sholehah . bagaimana hukumnya bila ia nekad ingin menikahi gadis sholehah itu..?? Mohon Penjelasannya pak Ustadz

    Terimakasih
    Wassalamualaikum Wr Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Seorang muslim laki-laki boleh berpoligami dengan syarat yang sangat ketat. Teman anda boleh menikah dengan wanita muslimah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  120. hamba allah

    assalamualaikum pak ustad . saya ingin bertanya tp sbelumnya saya ingin menceritakan sedikit tentang diri saya. saya anak perempuan umur 19thn dri 2 bersaudara saya anak tertua dan menjadi tulang punggung keluarga padahal saya masih mempunyai ayah yg masih dapat bekerja dan belum lansia. saya di lahirkan dalam keluarga yg sangat minim pengetahuan dalam agama ibu saya seorang ibu rumah tangga yg selalu merasa kurang dan tidak pernah cukup dan sering kali kelilit hutang yg tidak sedikit bahkan sampai puluhan juta sampai kami sekeluarga harus berpindah pindah rumah. dan sekarang kejadian itu terulang lagi ustad saya merasa tidak sanggup hidup dalam keluarga ini bahkan seringkali ibu saya menyuruh saya untuk berbohong agar mendapatkan pinjaman sedangkan ayah saya hanya berdiam diri dirumah seakan keluarga kami berkecukupan. sebenarnya saya bekerja dan mempunya penghasilan UMR yg sebagian besar saya kasih ke ibu saya tapi uang itu selalu habis dalam waktu sehari untuk bayar hutang dan kontrakan begitu terus menerus. yg saya ingin tanyakan apakah saya berdosa dan menjadi anak durhaka jika saya meninggalkan keluarga ini untuk kehidupan saya sendiri dan agar ibu saya sadar dan kapok untuk tidak berhutang yg bgtu besarnya dan juga agar ayah saya bekerja lagi bukannya melimpahkan semuanya kepada saya ?
    saya mohon jawabannya ustad terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dilihat dari usia dan kematangan, sebetulnya anda sudah masuk katagori Rusyd. Artinya anda sudah mampu hidup mandiri karena sudah mampu bekerja. Anak yang sudah mampu seperti anda wajib membantu orang tuanya yang miskin.
      Tapi perlu diingat, anda hanya wajib membantu sekemampuan anda. Jikia anda merencanakan masa depan anda sendiri dengan cara menabung boleh-boleh saja. Tidak perlu kabur dari rumah untuk menyelesaikan masalah ini. Anda hanya membantu sebatas kemampuan anda.

      Wallahu a’lam

      Reply
  121. nyze

    Assalamu Alaikum wr.wb
    Saat ini saya lgi bingung pak ustadz.. 2 tahun lalu sya bernazar .. Jika sy punya rejeki ckup untuk umroh sya akan tunaikan.. Saat ini perusahaan yg sya tempati kerja.. Belum bisa mengambil cuti besar.. Beberapa bulan lalu.. Sehabis sholat saya tidurvdan bermimpi ada seseorang berbaju putih bercahaya.. Mengaji dtelinga kanan saya. Dan suara mengajinua membuat saya menangis dalam tidur.. Saat saya bangun saya ingat kembali ingin umroh.. Tpi mslah izin kerja sya tdk bisa.. Salah satunya harus resign .. Memang beberapa bulan ini .. Saya seperti tdk nyaman dgn situasi pekerjaan sya. Bagaimana pendapat ustadz jika saya harus resign dn tunaikan umroh . tpi sya blum ada patokan kerjaan lain . terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Nadzar memang wajib dijalankan. Jika memang anda belum mampu untuk re-sign sebaiknya jangan lakukan itu. Menunda nadzar karena suatu hal yang diluar kemampuan kita masih bisa ditolelir. Jika perusahaan anda suatu saat nanti memberikan cuti besar, maka sgeralah tunaikan nadzar anda dan jangan ditunda.
      Wallahu a’lam

      Reply
  122. hamba ALLAH

    Assalamualaikum..ustad..
    .jika seorang istri mengingatkan kepada suaminya untuk beribadah sholat..tetapi suami tak langsung menjalankannya..karna kesel istri jadi jengkel..sedangkan dalam agama seorang istri tidak boleh pasang wajah cemberut di depan suami..
    .bagaimana ustad solusinya… ??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebaiknya ibu bersabar dan mendo’akan suami agar Allah SWT membuka pintu hatinya untuk menerima hidayah. Di dalam surat Thaha ayat 132 menitik beratkan kesabaran kita dalam mengajak keluarga kita untuk melaksanakan shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  123. Muhamad Ali

    Assalamualaikum wr wb, Pak Ustad saya ingin bertanya seputar “ilmu laduni” , saya mengamalkan “ilmu laduni” dari seorang Ustad.
    Saya di ajarakan amalan doa mendapatkan keberkahan “ilmu laduni” amalan doa’y terdapat di dalam ayat Al Quran…ada 2 pendapat ustad,pendapat 1 bahwa “ilmu laduni” boleh dipelajari dan pendapat 2 bahwa “ilmu laduni” tidak boleh dipelajari karena keluar dari ajaran Nabi Muhammad saw…
    Mohon penjelasanya Pak Ustad karena saya takut jika saya salah mengamalkan suatu amalan saya takut tersesat di jalan Allah SWT, yang mengakibatkan saya menjadi syirik naudzubilah min zhalik…tapi saya mengamalkan doa dari Al Quran yang mengikuti “Al Quran dan As sunah”?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya yang paling tepat bukan mempelajari ilmu ladunni. Yang pas menurut kami dibolehkan seseorang berdo’a seperti ini “ Ya Allah, berilah kami ilmu, baik kasbi maupun ladunni.”
      Jika sebatas berdo’anya saja kami rasa tidaklah dilarang.
      Ilmu ladunni biasanya Allah berikan kepada orang-orang pilihan Allah dan biasanya tanpa ada usaha tertentu. Allah mnegajarkan hamba-Nya kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

      Saran kami sebaiknya bersikap wajar saja sebagaimana yang biasa kita lakukan, yaitu beribadah dengan baik dan belajar biasa (kasbi) sebagaimana manusia pada umumnya.
      Toh nantinya jika Allah berkehendak kita akan sampai kepada ilmu ladunni.

      Wallahu a’lam

      Reply
  124. Danis

    Assalamu’alaikum

    Ustadz saya punya keluhan kesehatan, ustadz saya sering kali rembes cairan dari kemaluan, entah itu sisa kencing atau cairan madzi, tapi ya ngga sampe setetes, paling hanya 1/4-1/2 tetes. Yang saya tanyakan apakah dalam keadaan tersebut saya boleh sholat? apakah itu najis yang bisa ditolerir? Mungkin kalau saya di rumah seharian ceritanya bisa berbeda, saya bisa ganti celana dalam yang baru dengan leluasa, tapi kan saya beraktivitas lama di luar rumah, bagaimana ini ustadz solusinya?

    Syukron Jazakalloh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Langkah berikut ini mungkin bisa dipertimbangkan :

      1. Lepas celana dalam, bersihkan kemaluan, ambil wudhu, lalu shalat.
      2. Atau anda bisa membawa celana dalam cadangan
      3. Jika memang anda tidak bisa juga melaksanakan poin 1 dan 2, maka sudah bisa dikatakan darurat, artinya najis tersebut dapat ditolelir

      Wallahu a’lam

      Reply
  125. tri

    Assalamu’alaikum wr wb ustadz/ustadzah

    Saya mau bertanya jika salah satu dari kedua orang tua saya ada yang tdak sholat, keluarga kami harus bagaimana? padahal sudah diingatkan berkali-kali tapi tetap tidak mau sholat. Padahal, beliau sering mendengar khotbah di tv, namun tetap tidak menjalankan. Apakah jika beliau tidak sholat itu yang menghambat lancarnya rejeki di keluarga kami? Apakah jika beliau tidak sholat juga menghambat kesuksesan dari saya sebagai anak, karena kesuksesan anak doa dari orang tua, namun orang tua saya justru tidak berdoa. Saya sudah tidak tahan lagi di rumah, rasa nya ingin pergi jauh dan memilih untuk berkumpul dengan orang – orang positive dan berada di jalan yang benar. tapi saya takut menjadi anak durhaka. Lalu sebaiknya saya harus melakukan apa?
    terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kita hanyalah berkewajiban mengajak dan mengigatkan. Ada pun hidayah adalah mutlak milik Allah SWT. Kita hanya bisa ikhtiyar dan berdo’a agar yang kita dakwahkan dibukakakn pintu hatinya oleh Allah SWT. Anda harus bersabar. Silakan anda simak surat Thaha ayat 132. Ayat tersebut menitik beratkan kesabaran kita dalam mengajak keluarga untuk melaksanakan shalat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  126. siti

    ass,wrwb,pak ustad nama saya ibu siti sa serang banten,pak ustad sya mw tanya,apkah dngan sedekah sgala urusan kita akan d mudahkan oleh allah swt.trmksh pak ustad?

    Reply
  127. Yanuar

    Assalamu’alaikum wr wb Ustadz

    saya pernah batal puasa saat Ramadhan, namun saya tidak langsung mengganti puasa sampai Ramadhan selanjutnya, dan saya baru tahu ternyata harus mengqadha puasa dan membayar fidyah.. yang ingin saya tanyakan: apakah boleh membayar fidyah menggunakan uang orang tua, karena saat ini saya masih belum memiliki penghasilan? dan apakah membayar fidyah harus bersamaan dengan qadha puasa atau boleh lebih dulu atau belakangan (misalnya saya batal 2 hari apakah 1 hari puasa trus bayar fidyah, atau puasa 2 hari dulu baru bayar fidyah)?

    terimakasih..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Afdhalnya fidyah dibayar bersamaan dengan qadha. jika memang belum bisa berbarengan, bisa ditunda asal tidak lama.
      Sebaiknya jangan orang tua yang membayar. Caranya : orang tua memberikan anda uang, kemudian anda membayar fidyah

      Wallahu a’lam

      Reply
      • yanuar

        Terima kasih jawabannya…
        berarti apabila uang tabungan yang diisikan oleh orang tua itu juga boleh digunakan kan pak, karena secara tidak langsung orang tua sudah memberikan uangnya kepada kita..

        saya ada beberapa pertanyaan lagi Pak Ustadz..
        1. apakah ada batasan waktunya untuk membayar fidyah?
        2. apakah boleh kita menitipkan pembayarkan fidyah kepada orang lain, kita hanya memberi uangnya dan orang lain yang membeli makanan dan memberikannya ke fakir miskin? dan haruskah di kota kita menetap atau di kota asal kita atau boleh di mana saja, apakah ada ketentuannya di mana kita harus membayarnya?
        3.berapakah takaran fidyah yang tepat, karena saya menemukan adanya perbedaan di beberapa artikel yang saya baca mengenai takarannya?
        4. misalnya yang paling tepat 1 mud dan saya batal 2 hari, apakah 2 mud itu harus diberikan kepada 2 orang (masing-masing 1 mud) atau boleh 2 mud langsung diberikan kepada 1 orang?
        5. apakah pengemis, pengamen, pedagang asongan termasuk fakir miskin, karena saya tidak tahu harus memberikan fidyah ini kepada siapa dan merekalah yang paling mudah ditemukan?

        sekali lagi terima kasih Pak Ustadz…

        Reply
        • Ridwan pkh

          Fidyah dibayar dengan segera. Fidyah boleh dibayar sekaligus dan boleh juga untuk satu orang. Contoh anda membayar fidyah 3 hari dan langsung dibayar kepada satu orang. 1 mud kira2 6 ons, jika anda anda sulit menghitungnya boleh digenapkan menjadi 1 liter. Fidyah diberikan kepada fakir miskin, boleh langsung anda bayar sendiri atau ditipkan kepada orang lain. Pengemis, pengamen, atau siapa pun yang masuk katagori miskin, maka ia berhak menerima fidyah. Penerima fidyah tidak terbatas di satru tempat, artinya anda boleh memberinya di mana pun anda berada, tapi yang lebih afdhal adalah yang terdekat.
          Wallahu a’lam

          Reply
  128. Hamba Allah

    Assalamu’alaikum wr wb pak ustadz

    Mengapa orang yang selalu melakukan ke dzaliman dan kesewenang-wenangan belum juga mendapat balasan di dunia dari Allah ?, padahal sudah banyak orang yang mendoakannya, Bukankah tidak ada penghalang bagi Allah untuk mengabulkan doa orang yang teraniaya/terdzalimi.
    Mohon penjelasan pak ustadz.
    Wassalam alaikum wr wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hidayah adalah milik Allah SWT. Mungkin saja Allah menunda adzab bagi orang zhalim agar ia mau bertaubat. Atau mungkin saja Allah menunda untuk mengulur (istidraj) agar ia makin bertambah dosanya.
      Semua adalah urusan prerogatif Allah. Kita sebagai hamba-Nya hanya diperintahkan untuk :

      1. Menghentikan kezhaliman dengan kekuasaan kita jika memang mampu.

      2. Jika tidak dengan kekuasaan, hendaknya kita hentikan dengan lisan (nasihat)

      3. Jika tidak bisa dengan lisa, ya dengan hati saja (berdo’a agar ia sadar dan bertaubat). Poin terakhir adalah selemah-lemahnya iman.

      Wallahu a’lam

      Reply
  129. ahmad d.

    Assalamualaikum wr wb.
    Pak Ustadz, ane mau nanya, mengapa kita sebagian orang membaca niat puasa ramadhan dengan kalimat ” nawait sauma ghoodin,…. dst, yang saya tanyakan bukankah Allah melarang kita untuk mengucapkan katakata ” aku akan mengerjakan sesuatu besok,( didalam surat al kahfi ayat 23 ). Terima kasih, wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Mengucapkan Insya Allah adalah sunnah para nabi dan rasul. Jika menjadi sunnah para Nabi dan rasul, maka kita pun harus mengikutinya. Selain sunnah, mengucapkan insya Allah adalah adab seorang hamba kepada Tuhannya, Allah SWT.
      Lafazh nawaitu shauma ghadin dst bukanlah bermaksud mendahului Allah SWT. Walau pun tanpa mengucap insya Allah, kita sudah tentu memahami bahwa kita puasa esok hari tentu juga pasti dengan idzin dan kehendak Allah SWT.
      Yang dilarang adalah ketika orang tidak mengucap insya Allah dengan meyakini bahwa besok pekerjaan tersebut pasti terjadi.

      Wallahu a’lam

      Reply
  130. Nurhidayattulloh

    assalamualaikum pak ustadz
    saya mau tanya, kalo sholat hajat niatnya pengen minta motor boleh ngga ?

    Reply
  131. Akbar

    Assalamualaikum wr wb,
    Saya mau tanya , bagaimana hukum membuat aplikasi game yang ada karakter mahluk hidupnya (seperti contoh pasukan perang, monster, hewan, naga dll) ?
    Saya kuliah di bidang permainan, apakah salah saya kuliah di bidang tersebut, dimana kuliah tersebut mempelajari tentang “Kecerdasan Buatan” , yang saya tau dari kecerdasan buatan banyak manfaat yang sudah dirasakan olen umat manusia, seperti teknologi2 canggih yg ada saat ini hampir semua memanfaatkan itu, seperti mesin cuci, komputer, aplikasi pengenal suara , robot, mesin pembuat makanan dll,
    Bagaimana ustad?? , saya pernah mendengar bahwa kita tidak boleh membuat sesuatu yang menyamai ciptaan Allah,
    Bagaimana pengertian Hadist di atas? walaupun saya sendiri pribadi memang tidak ada niat menandingi ciptaan Allah tsb, ya pasti ndk mungkin bisa ustadz, lalu saya harus bagaimana?
    Saya juga sedang thesis dalam pembuatan koordinasi agen cerdas(dalam hal ini karakter pasukan), apakah bisa diakali seperti membuat agen cerdasnya di visualisasikan dalam bentuk kubus saja

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang dilarang adalah membuat robot yang mirip manuasia atau binatang. Sebaiknya dirubah saja bentuknya jangan mirip persis. Sebisa mungkin misalnya robot manusia atau binatang tanpa ada kepala. Jika robot atau aplikasi game untuk benda yang tak bernyawa tidak ada masalah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  132. ibu manda

    Assalamu’alaikum Pak Ustad.
    Mohon maaf sebelumnya..sy ingin bertanya ,soal aqiqoh, yg mana sy dengar dr org, bahwa aqiqoh itu wajib hukumnya, dan klo ortu kita dlu tdk mengerti,dan kita blm d aqiqohin,bagaimana caranya kita melaksanakan aqiqoh sendiri..? Dan apakah kambing aqiqoh bs d sembelih sndiri lalu dagingnya kita bagi2 kan ke org lain ,kalo memang boleh,niatnya bgmna pak ustad.? Dan klo tdk d perbolehkan d sembelih sndiri,trus kita serahkan kepada siapa yg wajib utk kita serah in niat aqiqoh kita.?
    Mohon penjelasan dr pak ustad..
    Trimakasih
    Wasalamu ‘alaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Aqiqah hukumnya sunnah muakkadah.
      Aqiqah adalah menyembelih kambing sebagai rasa syukur kepada Allah SWT atas kelahiran anak, kemudian mencukur rambutnya dan memberinya nama. Untuk bayi laki 2 ekor kambing (afdhal) dan 1 ekor untuk perempuan. Penyembelihan dilaksanakan 7 hari pasca kelahiran anak, atau 14 hari, atau 21 hari atau kapan saja orang tua anak tersebut mampu melaksanakannya.

      Orang yang belum diaqiqahkan oleh orang tuanya boleh melakukan aqiqah untuk dirinya sendiri jika ia mampu.
      Daging aqiqah dibagikan dalam keadaan sudah masak atau matang, baik seperti dibuat sop, rendang, semur dan semacamnya.

      Jika mampu untuk menyembelih sendiri dipersilakan atau bisa meminta bantuan orang lain untuk menyembelih.
      Ketika menyembelih mengucapkan bismillah dan membaca Allahumma taqabbal aiqah ….. (sebutkan nama yang diaqiqahkan)

      Wallahu a’lam

      Reply
  133. hamba Allah

    hamba Allah

    Assalamualaikum Ustadz,
    saya ibu rumah tangga, usia saya 33 tahun mempunyai 2 orang putra, dan suami saya muallaf sudah menikah 12 tahun. yang ingin saya tanyakan apa yang harus saya lakukan menghadapi ahlak suami yang tidak baik (suka berjudi,maksiat, tidak memberi nafkah, dll). dan yang lebih penting suami tidak punya iman dan tidak mau belajar agama islam, sholat cuma setahun sekali waktu lebaran aja.saya sudah berusaha membantu membimbingnya baik secara pribadi maupun dengan bantuan orang lain (ustadz) tapi selalu gagal suami keras kepala tidak bisa masuk nasehat hingga saya putus asa dan sudah beberapa kali meminta cerai tapi dia tidak mau menceraikan saya dan mengancam jika saya ceraikan dia akan kembali ke agamanya (kristen). tapi jika saya bertahan dia bilang dia muslim dan akan belajar nanti ada waktunya, tapi kapan?…sampai sekarang 12 tahun saya merasa lelah menunggu, satu sisi saya merasa menyesal telah memilih orang yang salah, terutama buat anak anak, semua salah saya jadi sekarang saya pasrah pada Allah,saya tidak bisa berbuat apa-apa, sekarang saya rela menderita demi mempertahankan agama dan anak anak, karena jika saya cerai saya takut lebih parah dampak pada anak anak serta agama. tapi terkadang saya bingung apakah keputusan yang saya ambil ini benar atau tidak? demikian pak ustadz, semoga dapat membantu dalam masalah saya ini, sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih. wassalamualaikum wr.wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Cerai itu pilihan, mau melaksanakan dipersilakan mau tidak juga tidak masalah.
      Yang perlu diperhatikan adalah konsisten dalam menerima konsekwensi ibu ketika sudah memilih. Misalnya, jika ibu memilih mempertahankan rumah tangga, maka konsekwensinya adalah :

      1. Sabar menghadapai cobaan.
      2. Terus beriktiyar
      3. Selalu mendo’akan agar sang suami diberi hidayah.
      Insya Allah jika ibu konsuekwen, Allah akan memberikan pertolongan dan petunjuk-Nya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  134. sukmawijaya

    assalamualaikum, wr.wb.
    saya ingin bertanya seputar tawassul dengan manusia boleh nggak ustasd,seperti yang saya lihat pada pengamal torekat,apakah para sahabat serta para ulama-ulama terdahulu melakukan demikian,trimakasih ustadz, mohon penjelasannya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Tawassul kepada orang yang sudah meninggal merupakan masalah khilafiyyah para ulama.
      Sebagian mereka membolehkan bahkan menganjurkan dan sebagian lagi tidak membolehkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  135. sukmawijaya

    kami sangat senang dengan tanya jawab seputar islam, karena kami butuh pencerahan yang akan menambah kecintaan kami dengan Allah dan Rasulnya

    Reply
  136. Muh Jusman

    Assalamualaikum……
    saya mau bertanya, sebenarnya kata “kebetulan” itu di perbolehkan dalam agama atau tidak ??
    karena menurut saya apabila kita berkata kebetulan, berarti kita tdk percaya bahwa semua sudah di atur oleh Allah SWT
    Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika menggunakan kata “kebetulan” hanya sebagai kata biasa, maka sudah dima’fu (dimaafkan). Yang dilarang adalah ketika kata “kebetulan” yang sudah dimaksud sebagai i’tiqad (keyakinan) bahwa sesuatu itu memang betul-betul kebetulan sehingga menafikan ketetapan Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Muh jusman

        Makasih atas jawabannya.
        tpi saya masih mau bertanya :
        1. Apa boleh kita bertoleransi dalam aqidah ??
        2. Apakah Islam itu mengakui tentang perbedaan keyakinan dan agama ??
        Mohon penjelasannya…
        terima kasih banyak sebelumnya

        Reply
        • Ridwan pkh

          1. Tidak boleh. Bolehnya hanya bidang sosial atau mu’amalah

          2. Ya, silakan lihat ayat terakhir surat al kafirun, bagimu agamamu dan bagiku agamaku. Bisa juga lihat ayat 108 surat al an’am yang artinya :

          ” dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”

          Reply
  137. nofita febriana

    Assalamualaikum wr wb,
    Empat hari yang lalu tepatnya tgl 25 oktober 2014 keluarga kami tengah berduka karena salaah seorang paman yang kami cintai telah menghadap sang ilahi, yang ingin saya tanyakan bagaimanakah hukum pembacaan surah yasin dan tahlil bagi orang yang telah meninggal dalam pandangan islam ? Apakah halal / haram dan apakah manfaatnya juga akan sampai pada si almarhum ? Mohon penjelasannya terimakasih, wassalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiahkan pahala membaca al qur’an, shalawat, tasbih dll kepada orang yang sudah meninggal dunia. Di Indonesia dikenal dengan istilah Tahlilan. Sebagian mereka membolehkan dan menganggap bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) dan sebagian lagi mengatakan bid’ah dhalalah (bid’ah sesat). Pertentangan ini sudah ada berabad-abad yang lalu. Jadi sebaiknya, masing-masing kita saling menghormati perbedaan pandangan tersebut. Bagi yang suka tahlilan silakan, bagi yang tidak sebaiknya tidak menghina mereka yang tahlilan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  138. arum aditya

    assalamualaikum wr. wb ustadz
    saya mau tanya tentang mengucapkan dan merayakan tahun baru islam atau hijriyah bagaimana hukumnya?. saya mencari beberapa informasi dari internet dan teman saya, dan informasi tersebut berisi bahwa tidak boleh mengucapkan atau merayakan tahun baru islam atau hijriyah, karena zaman rasul tidak di rayakan pula. Perayaan umat islam hanya Idul Fitri dan Idul Adha selain itu dirayakan adalah bid’ah karena menyerupai perayaan seperti orang orang kafir. apakah benar seperti itu ustadz?
    terima kasih
    wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Memang betul, di islam cuma ada 2 hari raya yaitu idul fitri dan idul adha. Di dua hari tersebut haram orang berpuasa.
      Yang tepat bukan mengucapkan “Selamat Hari Raya Hijiyah”. Yang boleh adalah Selamat Tahun Baru hijriyah. Ucapapan tersebut secara tersirat adalah do’a agar kita diberikan kebaikan oleh Allah SWT. Kita hanya memperingati bukan merayakan. Tidak semua yhang tidak dicontohkan Rasulullah SAW adalah bid’ah selama tidak bertabrakan dengan syari’ah yang sudah tetap.
      Sebagai contoh :
      Sebagian besar umat islam di Indonesia mudik (bersilaturrahmi) di setiap akhir-akhir Ramadhan menjelang syawwal. Fakta : Tidak pernah kita dengar bahwa Rasulullah melakukan hal tersebut.

      Wallahu a’lam

      Reply
  139. rina purwati

    assalamualaikum pak ustadz
    mau tanya bolehkah saya menikah dengan saudara 1 kakek buyut
    kakek buyut saya kakak beradik dengan kakek buyutnya (dia calon saya)
    ibu saya menentang hubungan saya denganya dengan alasan kami masih saudara dan tdk boleh menikah
    trimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Secara fiqh, perkawinan tersebut sah.Namun jika hal itu tidak disetujui oleh pihak keluarga, sebaiknya dipertimbangkan. Sekali pun anda mematuhi keinginan orang tua, maka harus diyakini bahwa pernikahan yang anda tanyakan tetap sah menurut fiqh, bukan menurut kepercayaan atau keyakinan adat.
      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
      • rina purwati

        berdosakah saya menentang kemauan ibu saya.dia (calon) pernah mencobA melamar saya tetapi ibu sya menOlak dgn alasan msih ada hubungan family.
        sedangkan dia (calon) brtangGung jwb,bAik, kpda sya dan keluarga saya walaupun tidak pernah di angGap
        apakh sya hrz menuruTi kemauan ibu saya atau saya hrs egois dgn menikah dgnnya

        Reply
        • Ridwan pkh

          Secara fiqh syari’ah, anda tidak berdosa. Kenapa ? karena larangan orang tua anda tidak berlandaskan alasan syar’i. Namun secara fiqh moral, anda tidak menyenangkan hati orang tua, tentu saja hal ini tidak baik bukan ?
          Idealnya memang ada keterpaduan antara fiqh syari’ah dengan fiqih moral atau etika. Namun ketika keduanya tidak seimbang, berarti ini adalah masalah pilihan.
          Dalam memilih fiqh mana yang harus dipegang, tentu kita akan mempertimbangkan hal-hal berikut :

          1. Jika kita memilih fih syari’ah saja tentu kedepannya akan terbentur dengan ketidakharmonisan antara oranmg tua, anda, suami dan tentunya keluarga suami. Nyamankah dengan kondisi rumah tangga seperti ini ? sedangkan kita tahu betul bahwa menikah itu bukan hanya menyatukan calon suami dan istri saja tapi juga menyatukan kekeluargaan dua keluarga. Jika ditinjau dari segi ini, tentu pernikahan ini ada mudharatnya.

          2. Jika kita memilih aspek fiqh moral, tentu kita tidak ada konflik dengan orang tua. Orang tua ridha dan insya Allah rumah tangga berjalan dengan tentram. Dalam aspek ini anda sangat dimungkinkan untuk mempunyai pilihan calon suami yang sekiranya baik, shalih, beriman, berilmu dan diridahi oleh orang tua anda.

          Saran kami pertimbangkanlah masak-masak sebelum anda mengambil keputusan.

          Wallahu a’lamِ

          Reply
    • Hamba Allah

      Assalamu’alaikum wr wb
      saya ingin bertanya bagaimana hukumnya apabila istri menolak ajakan suami untuk berhubungan badan lebih dari 3 bulan? alasan sang istri selalu capek, ngatuk dll. dan apa yang harus dilakukan oleh sumi?

      Reply
      • Ridwan pkh

        Wa alaikumus salam wr wb.

        Ketika istri tidak mau menjalankan kewajibannya bukan karena udzur syar’i, anda berhak menegur dengan baik. Lakukan komunikasi yang baik agar ia ingat dan sadar akan kewajibannya.
        Jika teguran sudah tidak efektif, anda bisa memberikan sanksi psikologis, misalnya anda tidak tidur sekamar dengan istri selama beberapa lama. Jika tidak sadar juga, mungkin talak adalah jalan keluarnya.

        Wallahu a’lam

        Reply
  140. Ampris

    assalamu’alaikum ustad,
    apa maksud firman Allah dalam al Qur’an surat no.6 ayat 90 ; surat no.25 ayat 57 ;surat no.42 ayat 23. Wassalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb..
      – Surat 6 (al – an’am) ayat 90 bahwa para nabi dan rasul adalah contoh tauladan bagi umat mereka dan Rasulullah SAW diperintahkan pula untuk mencontoh tauladan mereka karena mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dari Allah. Rasulullah SAW juga diperintahkan agar tidak mengambil upah atau imbalan berupa harta atau yang lainnya dalam menyampaikan ayat-ayat Allah (da’wah)

      Surat no 25 ( al furqan) : hampir sama dengan ayat diatas, bahwa Rasulullah dilarang meminta upah dalam berda’wah

      Surat no 42 ( Asy-Syuura) ayat 23 : kurang lebih sama dengan ayat di atas, yaitu Rasulullah SAW dilarang meminta imbalan dalam berda’wah.

      Melaui ayat-ayat di atas memang sudah jelas ketidak pantasan meminta imbalan dalam berda’wah. Seorang da’i atau juru da’wah jelas tidak boleh memasang tarif ceramah. Namun perlu disadari, umat islam juga harus memperhatikan kesejahteraan para juru da’wah agar mereka lebih produktif dan konsen dalam berda’wah.

      Apalagi di zaman yang serba mahal seperti sekarang ini. Mereka para juru da’wah juga punya keluarga yang wjaib mereka nafkahi. Andaikan ummat kurang memperhatikan kesejahteraan mereka, saya khawatir mereka akan beralih menjadi pegawai kantoran, tukang sol, tukang las, bahkan tukang becak jika memang terpaksa. Sayang sekali kan jika potensi besar yang mereka miliki tidak dimanfaatkan ummat.
      Sayang sekali negara kita yang mayoritas muslim tidak seperti negara Islam yang makmur lainnya. Para juru da’wah digaji oleh negara dengan upah yang sangat memadai. Dengan demikian, para juru da’wah bisa lebih mengembangkan diri dan lebih profesional.
      Kesimpulannya :

      1. Para penceramah tidak elok mematok honor jika diminta berceramah.

      2. Ummat Islam memberikan apresiasi yang yang layak dengan memberikan honor yang memadai agar mereka lebih konsen dan profesional.

      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
    • Ampris

      Assalamu’alaikum ustad,

      Bagaimana sih pengertian “RIBA” dimasa Rasulullah SAW.
      Apakah dimasa Rasul juga sudah ada Bank Konfensional seperti saat ini.

      Atas jawabannya yang agak rinci diucapkan terima kasih.

      Wassalam.

      Reply
  141. Raihan(14thn)

    Assalamualaikum ustadz…
    Saya ingin bertanya ,tadi saya habis membaca beberapa artikel dan hadits tentang “hukum menggambar dalam islam” , saya kaget, selama ini saya suda menggambar beberapa gambar muka orang..saya ingin membuang semua gambar saya, tetapi ustad beberapa dari gambar saya adalah karena disuruh oleh guru , dan sekarang di sekolah saya ada 2 gambar saya yang ditempel ..saya tidaj enak untuk meminta gambar saya itu di copot, apakah yang harus saya lakukan .adakah solusi nya ustad?
    Wassalamualaikum WrWb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hadis-hadis yang menyinggung masalah gambar memang banyak sekali, apalagi hadis tersebut memang shahih.
      Namun para ulama berbeda pendapat dalam memahami makna “tashwir” (menggambar).
      Mayoritas ulama mengartikan tashwir degan makna membuat gambar atau bentuk makhluk bernyawa dalam bentuk 3 dimensi. Mereka mengartikan taswir dengan memahat atau membuat patung. Sedangkan menggambar kartun atau lukisan menurut mereka bukan pada katagori tashwir karena gambar tersebut tidak mirip makhluk bernyawa.
      Jadi menurut kami, anda tidak perlu meinta guru anda untuk menurunkan gambar tersebut.

      Wallahu a’alm.
      Maaf baru sempat merespon karena kami baru aktif kembali.
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  142. anggi

    assalamualaikum ustad . saya ingin bertanya terkait dgn pekerjaan saya . saya sedang melakukan pendidikan di sebuah Bank . saya ingin bertanya bagaimana hukumnya Bank secara akidah islam ? riba atau tidak ? Bagaimana dgn org2 yang bekerja di sebuah Bank ? karena saya selalu meminta kepada yang di atas untuk ditunjukan yang terbaik dan Allah seakan memperlihatkan bahwa Bank tidak sesuai dengan saya . mohon petunjuknya ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Bank konvensional sudah jelas menggunakan sistem bunga. Sistem bunga sudah jelas termasuk riba’. Bekerja di tempat yang menggunakan sistem bunga adalah haram. Untuk masalah riba’ ini memamng sudah menjadi umumul balwa. Dibolehkan bekerja di tempat tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Orang tersebut harus berupaya mencari pekerjaan lain yang halal. Jika sudah mendapatkan alternatif pekerjaan halal, maka yang bersangkutan wajib pindah dan meninggalkan pekerjaan yang mengandung unsur riba’

      Wallahu a’alm.
      Maaf baru sempat merespon karena kami baru aktif kembali.
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  143. prabowo

    assalamu’alaikum ustad, saya mau tanya tentang adab berdagang menurut islam dan apa berdagang online di perbolehkan ? Terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jual beli baik onlne atau tidak selama memenuhi syarat, maka sah hukumnya.

      Diantara syarat syah jual beli antara lain :
      barangnya halal, barang sepenuhnya milik penjual, suka sama suka, tidak ada unsur penipuan dsb.

      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  144. ana eliza

    assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah boleh melaksanakan sholat hajat setiap selesai melaksanakan sholat fardhu, mohon penjelasannya ustad. terima kasih

    wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb..

      Ya, boleh saja.
      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  145. lita

    Assalamu’alaikum wr.wb Ustadz
    saya membaca di hadits Al-bukhari nomor 6596 yang intinya bahwa Rasulullah saw bersabda “Setiap orang akan melakukan perbuatan sesuai dengan apa yang telah diciptakan atau yang telah dimudahkan untuknya.” (bila ditakdirkan akan masuk surga, seseorang akan cenderung berbuat baik. Bila ditakdirkan akan masuk neraka, seseorang akan cenderung berbuat jahat).
    itu maksudnya gimana ya ustadz? bisa minta tolong penjelasannya?

    terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika dilihat secara zhahir tekstual dari hadis tesebut, tentu dapat difahami bahwa:

      1. Allah menciptakan takdir, baik buruk maupun baik, syurga atau neraka dsb.

      2. Allah memudahkan hamba untuk menjalankan takdirnya.

      Tapi perlu iingat bahwa setiap orang tidak akan tahu takdir apa yang menimpanya, apakah baik atau buruk ? Karena tidak tahu, maka kita sebagai hamba hanya menjalankan perintah secara zhahir. Contoh : Allah memerintahkan kita shalat. Lalu kita berusaha semaksimal mungkin untuk shalat dengan baik sesuai syarat dan rukunnya. Setelah kita shalat sesuai perintah, apakah kita tahu shalat kita diterima ? Wallahu a’lam.

      Tegasnya, kita sebagai hamba Allah berkewajiban menjalankan perintah secara zhahir dan menyerahkan hasilnya (taqdirnya) kepada Allah. Ingatlah bahwa Allah tidak akan mengingkari janji-Nya. Artinya, Allah memberi ganjaran berupa syurga dan kebaikan bagi hamba yang taat.

      Wallahu a’lam

      Maaf, jawaban terlambat karena kami baru aktif kembali.
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  146. setiono

    Assalamu’alaikum Ustadz…
    saya mau tanya, emng kalau menyembelih hewan sampai 2 kali itu dagingnya jadi haram ya untuk dimakan?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus alam wr wb.

      Memotong lebih dari satu kali jika memang hewan tersebut masih saja hidup setelah disembelih. Intinya, selama hewan tersebut masih hidup setelah dipotong dan biasanya sudah mati secara umum, maka memotong sampai 3 kali pun sah saja.

      Karena statusnya sah, maka halal pula dimakan dagingnya.

      Wallahu a’lam
      Maaf jawaban terlambat karena kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  147. vita

    Uztad,saya mau nanya.. Akhir2 ini saya sering kali merasa bahwa saya sudah banyak sekali melakukan dosa besar , tiap kali saya ingat saya menangis ..saya takut sama Allah.. Saya takut akan dosa saya .. Apakah dosa saya yg sangat besar itu dapat diampuni Allah ?. Dan bagaimana caranya taubat yg bener2 taubat itu? Trimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah SWT adalah maha pengampun dan maha Penyayang. Allah SWT mengampuni dosa-dosa sang hamba apabila betaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha). taubat harus diiringi dengan nadam (penyesalan yang sungguh-sungguh dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa).Setelah Taubat dan nadam dijalankan, tumbuhkanlah rasa optimisme yang kuat bahwa rahmat Allah akan diberikan kepada kita.
      Anda harus yakin bahwa Allah mengampuni dosa anda. Mengapa ? taubat adalah suatu perintah dari Allah untuk dilaksanakan hamba-hamba-Nya.

      Namun perlu diingat, jika dosa yang anda lakukan menyangkut orang lain (zhalim kepada orang lain), maka selain bertaubat kepada Allah anda juga harus minta maaf kepada orang tersebut.

      Wallahu a’lam
      Maaf jawaban terlambat karena kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  148. ryan

    assalamualaikum ustadz, sy mau
    tanya tentang hak waris.
    saya adalah anak laki2 dari 3
    bersaudara yg 2 saudara saya adalah
    perempuan. 3 bulan lalu nenek saya
    meninggal dan meninggalkan warisan.
    yang mau saya tanya adalah apakah
    ayah saya (alm) selaku anak pertama
    tetap mendapatkan hak waris?
    mohon dibantu ustadz.
    wassalam..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Ayah anda tidak mendapat waris karena meninggal terlebih dahulu.
      Wallahu a’lam

      Maaf jawaban terlambat karena kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  149. oto rizki j

    assalam’mualaikum pa ustadz….
    saya mau bertanya tentang sah atau tidaknya akad nikah (ijab qobul) ketika saya menikah tepatnya di hr kemarin

    pada saat wali membaca ijab dan penyebutan nilai maskawin yg salah dengan nada sbb dengan maskawin uang senilai seratus dua puluh satu ribu empat belas ribu rupiah…. dan cicin dua gram lebih…. pada saat wali tersebut mengucap demikian tidak ada saksi yg mebantah dan saya pun menjawab qobulnya dan 2 saksi menjawab sah……. apakah ijab dan qobul saya itu di sahkan oleh agama… mohon penjelasanya…. terimakasih
    wassalammu alaikum…..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Akad anda tetap sah. jadi, mas kawin yang anda berikan kepada istri adalah sesuai dengan ucapan wali nikah.

      Wallahu a’lam

      Maaf, jawaban terlambat karena kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  150. fitriah muhammad

    Assalamualaikum Warahma Wabarkah..
    ustad,sy ingin bertanya :
    sy telah menikah selama 14 thn,dan telah memiliki 3 org anak. dlm khdupan rmh tangga sya sering terjadi pertengkaran,disebabkan suami sya sering mabuk n jarang pulang. dan sekarang kami telah pisah ruma sdh 3 bln lbih.krn sering di tinggal,rasa cinta n syng telah hilang dlm hati sya.n skrg sy telah mgugat cerai suami sya. apakah sya salah?
    trima kasih..

    wassalam..(ibu fitri di ternate)

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Di mata fiqh, ibu tidak bersalah karena setiap istri mempunyai hak gugat cerai jika memang rumah tangganya diperkirakan sudah sulit sekali disatukan.

      Wallahu a’lam.
      Maaf baru merespon, kami baru aktif kembali

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  151. Farid

    Assalamu’alaikum,

    Saya pernah mendapat informasi jika suami bekerja jauh dari istri (berbeda kota) maka pekerjaannya tidak berkah. Apakah hal ini benar?
    Terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kami juga pernah mendengar info tersebut, jika tidak salah ada dalam kitab ta’limul muta’allim.
      Namun menurut kami, (bukan bermaksud tidak menghormati pengarangnya), pendapat tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut. Mungkin bisa saja dipandang tidak berkah karena frekuensi antara orang tua dan anak atau isteri dengan suami jarang bertemu. dengan jarangnya bertemu, mungkin dikhawatirkan terjadi suatu hal yang tidak diharapkan. Akan tetapi jika masalah atau kekhawatiran tersebut bisa diantisipasi dengan baik, mungkin pendapat tersebut kurang tepat.

      Wallahu a’lam.
      Maaf baru merespon, kami baru aktif kembali

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  152. lu'lu'

    Assalamu’alaikum wr wb. Ustadz, saya seorang istri, beberapa waktu lalu ada pencuri ketangkap basah di toko suami saya, setelah ditanya ngakunya dia saudara dari ibu tiri saya, yang suami saya sendiripun tidak begitu mengenalnya, akhirnya karna tidak ingin memperpanjang masalah suami saya lepaskan saja dia. Nah beberapa hari ini saya melihat dia bersama teman saya, kmdian saya bilang sama teman saya supaya dia tidak dekat2 dengan pelaku karna saya tidak ingin dia kena curi kayak saya. Nah ternyata teman saya sampaikan ke orang tua pelaku tersebut. Ternyata pencuri di toko suami saya hanya bohong sewaktu bilang dia saudara ibu tiri saya. Bagaimana ya ustadz, saya dan suami sudah minta maaf dan menyadari kekhilafan kami, tapi sepertinya saudara kami masih enggan memaafkan kami. Kami harus bagaimana? Mohon jawabannya jazakumullahu khairan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ibu sudah meinta maaf dan sepertinya yang bersangkutan belum memaafkan, maka sebaiknya ibu berdo’a kepada Allah SWT agar yang bersangkutan dibuka pintu hatinya oleh Allah SWT untuk memaafkan.
      Sambil berdo’a sebaiknya ibu selalu menunjukan kebaikan kepada yang bersangkutan agar lama kelamaan bisa memaafkan.

      Wallahu a’lam.
      Maaf baru merespon, kami baru aktif kembali

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  153. moch. jajang ginanjar

    Assalamu’alaikum Ustadz…
    Mohon Maaf ustadz… Saya minta referensi hadist tentang aturan 1 ekor kambing untuk 1 orang dalam hal ber-Qurban.
    Sukron…..

    Reply
    • Ridwan pkh

      أن رسول الله صلى الله عليه و سلم أمر بكبش أقرن يطأ في سواد ويبرك في سواد وينظر في سواد فأتي به فقال لها يا عائشة هلمي المدية ثم قال اشحذيها بحجر ففعلت ثم أخذها وأخذ الكبش فأضجعه ثم ذبحه ثم قال باسم الله اللهم تقبل من محمد وآل محمد ومن أمة محمد ثم ضحى به

      Artinya : Sesungguhnya Rasulullah SAW meminta seekor domba bertanduk, yang berjalan, berlutut dan melihat dalam kehitaman (warna kulitnya hitam) lalu dibawakan untuk disembelih sebagai kurban. Lalu beliau berkata kepadanya (Aisyah) : Wahai Aisyah, bawakan pisau, kemudian beliau berkata : Tajamkanlah (asahlah) dengan batu. Lalu ia melakukannya. Kemudian Nabi SAW mengabil pisau tersebut dan mengambil domba, lalu menidurkannya dan menyembelihnya dengan mengatakan : Bismillah, wahai Allah! Terimalah dari Muhammad dan keluarga Muhammad dan dari umat Muhammad, kemudian menyembelihnya ( HR. Muslim riway Aisyah RA )
      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  154. moch. jajang ginanjar

    Assalamu’alaikum Ustadz…
    Saya pernah membaca referensi Hadist (tolong kalau salah luruskan).
    Nabi SAW pernah berqurban 2 ekor kambing, nabi bersabda :
    Satu ekor kambing untuk Saya dan Keluarga ( Nabi, Istri-istri Nabi dan Anak-anak Nabi ).
    dan Satu Ekor lagi Untuk Umat-Ku yang tidak qurban tahun ini.
    Berdasarkan Hadist diatas, KAMI selaku Panitia Qurban di lingkungan PERUMAHAN mempunyai gagasan dan telah terlaksana yaitu meminta Sumbangan “Shodaqoh” kepada warga (se-Iklasnya) kemudian hasil dari Sumbangan tadi kami belikan Kambing untuk Qurban.
    Niatnya : “Kambing ini Qurban untuk Warga PERUMAHAN yang tidak Qurban tahun ini”.
    Pertanyaanya adalah :
    1. Bolehkan cara yang KAMI lakukan tersebut?…
    Mohon penjelasanya dikerenakan tidak semua warga sepaham dengan hal tersebut.
    2. Apa hukumnya, Jika ada orang yang mampu untuk ber-Qurban tetapi dia tidak melaksanakannya.
    terima kasih dan mohon petunjuknya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wasalam alaikum wr wb.

      1. Memang betul, ada hadis demikian, ,bahwa Rasuluillah SAW pernah berqurban yang pahalanya agar disampaikan pula untuk ummatnya. Namun hadis demikian bukan lantas dimaksudkan tentang kebolehan berpatungan untuk kurban satu kambing. Yang dimaksud hadis di atas adalah berkurban dengan satu kambing, tapi pahalanya untuk orang banyak.

      2. Menurumadzhab syafi’i, malioki dan hambali, bahwa qurban adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang sangat dianjurkan. Artinya, bagi orang mampu yang tidak mau berkurban hanya makruh saja hukumnya. Yang berpendapat bahwa Qurban adalah wajib hanyalah madzhab hanafi saja.

      Wallahu a’lam

      Mohon maaf jawaban terlambat, kami baru aktif kembali
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  155. isti

    assalamualaikum wr.wb

    saya ingin bertanya, apa hukumnya bagi orang yang tidak melaksanakan solat jumat dg kurun waktu yg cukup lama (3bln). Dikarenakan tinggal di negara orang dan mesjid cukup jauh, memakan waktu 1-2jm. sedangkan hari senin-jumat bekerja dan waktu istirahat hanya sebentar. Mohon masukannya, terima kasih.

    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika masjid sangat jauh dari tempat anda bekerja dan menyita waktu sedangkan pekerjaan tidak boleh ditinggalkan, maka anda mendapat rukhshah untuk mengerjakan shalat Zuhur saja. Tapi jika faktornya hanya jauh saja dan anda tidak merasa berat dan pekerjaan lainnya tidak menuntut, maka anda tetap wajib shalat jum’at.
      Wallahu a’lam

      Reply
  156. Hamba Allah

    Assalamualaykum wr wb ustadz

    Apa hukumnya jika secara tidak sengaja (karena ketidak tahuan) melakukan / mengucapkan bid’ah.
    Karena baru saya ketahui bahwa setelah membaca Al Quran, Rasulullah Muhammad SAW tidak pernah membaca shadaqallahul adzim namun (karena ketidak tahuan) saya melakukannya.
    mohon penjelasannya ustadz
    Wassalamualaykum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Membaca Shadaqallaahul adzhim setelah membaca Al Qur’an ada dua pendapat.
      Pendapat pertama, bid’ah, dengan alasan katanya Raulullah SAW tidak pernah mencontohkan amalan tersebut.
      Pendapat kedua, bukan bid’ah. Alasannya : tidak semua yang tidak dicontohkan Rasulullah menjadi bid’ah selama tidak bertentangan dengan syari’ah yang ada. Membaca Shadaqallahul Adzhim adalah adab yang baik. Bahkan amalan tersebut sudah umum dilakukan oleh para tokoh islam dari zaman dulu hinnga sekarang, diantaranya Imam An Nawawi. Sepengetahuan kami, dari kami kecil hingga sekarang, pendapat yang membid’ahkan shadaqallahul azhim sepertinya baruakhir-akhir ini saja.
      Jadi harus bagaimana ?
      Kita harus toleransi dengan berbagai ikhtilaf (perbedaan pendapat) para ulama dalam masalah khilafiyah. Karena tidak ada dalil yang secara tegas tentang boleh atau tidaknya membaca shadaqallahul Azhim setelah membaca Al Qur’an inilah yang menyebabkan mereka berbeda pendapat.
      Wallahu a’lam

      Reply
  157. amir

    Assalamu’alaikum ustadz
    Saya sering sholat dimasjid yang tempat imamnya lebih tinggi kurang lebih 25cm dari makmum. Pertanyaannya bolehkah tempat imam lebih tinggi dari makmum dan bagaimana hukumnya, mohon diberikan rujukan hadisnya jika boleh/tidak.
    Terimakasih ustadz atas jawabannya. Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wWa alaikumus salam wr wb.

      Berrikut kutipan hadis riwayat abu daud :

      إذا أم الرجل القوم فلا يقم في مقام ارفع من مقامهم

      Apabila seseorang mengimami suatu kaum, maka janganlah ia berdiri di tempat yang lebih tinggi dari tempat-tempat mereka.”

      Dari hadis di atas, mayoritas ulama menghukumi makruh bila tidak ada hajat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  158. sunarmi

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Saya mau tanya singkat pak ustad bolehkah kita melaksanakan puasa sunah sementara kita belum mengqadha puasa wajib?trimakasih Wassalamu’alaikum Wr.Wb

    Reply
  159. bungkaldesa@gmail.com

    asslmkum wr wb. Sya mau tnya seandainya sya brprgian jauh pas pda hri jumaat apakah wajib untuk menunaikan shalat jumaat?.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Musafir (orang yang bepergian jauh yang jaraknya telah membolehkan melakukan shalat jama’) dibolehkan tidak shalat jum’at, namun diganti dengan shalat zuhur.

      Wallahu a’lam

      Reply
  160. nada soraya

    Assalamualaikum wr. Wb
    Pak ustad saya istri k2 dari 3 istri dari suami saya. Alhamdulillah saat ini suami saya punya pekerjaan sampingan menjadi akupunturis.. tp pak ustad suami saya jd sangat sibuk sehingga tdk plg k rmh saya 1minggu, dikarenakan anak saya yg no.2 (2th) dan no.3 (1th) sering sekali memanggil org2 yg naik motor didepan rumah say dg sebutan ayah, bahkan anak kedua saya smp mengiggo memanggil2ayah ayah saya membranikan diri utk sms suami saya dg baik2 agar ia plg,dg maksd agar anak2nya bisa bertemu. Dan itu tdk d respon suami saya pak ustad, smp saya mulai dg nada keras d sms agar ia plg. Tp ia malah balik marah dan memaki saya pak ustad. Apa saya salah pak ustad? Sebelumnya saya korban dari broken home, sejak saya lahir orgtua saya sudah cerai. Saya pernah merasakan seperti anak2 saya pak itad, yg memanggil tetangga2 saya dg sebutan papa dan sakit saat ibu saya bilang itu bukan papa. Saya merasa saya mempunyai kluarga yg lebih baik dr kluarga saat bersama orgtua saya, maka saya sama sekali tdk mau anak2 merasakan hal yg sama seperti yg saya alami.. saya pun sudah bilang d sms agar mementingkan klrga nya dulu d banding pasien2nya. Dya untuk pasien dibela2in pak ustad, sdgkan bertemu dg saya dan anak2 seminggu 2x itupun 1harinya dipakai utk krmh pasien pak ustad, plg sudah larut malam. Saya mengerti dya capek mencari nafkah utk istri2 dan anak2nya. Tp saya dan anak2 jg butuh suami saya. Apa saya salah pak ustad? Dan bagaimna hukumnya,suami saya tdk plg 2minggu tdk memberikan nagkah batin pd saya dan tdk berkomunikasi dg anak2nya dikarenakan dya marah karena saya menuntut dya plg. Terimakasih pak usta. Wassalamualikum wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      yang anda lakukan sudah benar dan wajar.
      Jika ditanya, dosakah suami ?
      Ya, berdosa karena tidak mau menjalankan kewajibannya untuk memberi nafkah batin padahal istri meminta.

      Wallahu a’lam

      Reply
  161. sanset

    assalamualaikum ustad..
    mohon Infonya pak ustad, apa hukumnya bagi laki2 yang sakhinya laki2 itu sdh berjanji berkali2 untuk menikahi seorang perempuan dan pada akhirnya laki2 itu bersama perempuan lain dan tidak menepati janjinya.? padahal perempuan itu sdh memberikan segalanya.. makasih ustad.. wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ciri orang munafiq :

      1. Apabila berkata ia dusta
      2. Apabila Ia berjanji tidak menepati
      3. Apabila dipercaya ia berkhianat

      Wallahu a’lam

      Reply
  162. muhaimin

    Assalamu’alaikum Wr. Wb
    Nama saya Muhaimin ingin menanyakan tenteng perusakan alam dalam hal ini melibatkan seorang kyai di tempat tinggalku.
    Kronologinya seorang kyai itu menyetujui tanah milik saudaranya untuk dijadikan tempat penambangan pasir secara liar dan tergolong brutal sebab banyak warga sekitar yang tidak setuju tapi apa boleh buat toh yang punya tanah menyetujuinya dan aparat desa tidak mampu berbuat apa2 untuk mencegah hal itu.
    Yang ingin saya tanyakan,apakah perusakan alam itu termasuk alah satu hal yang dilarang oleh agama?
    Apakah tindakan seorang kyai itu sudah sudah benar?
    Apakah perusakan alam itu tidak termasuk dosa?
    Atas jawabannya saya ucapkan banyak terima kasih
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Allah SWT memerintahkan kita untuk memanfaatkan sumber daya alam. Pada dasarnya, penambangan minyak bumi, gas, pasir, nikel dan sebagainya adalah sesuatu yang baik dan bermanfaat. Tapi perlu juga diingat bahwa Allah SWT memerintahkan kita untuk menjaga keseimbangan dan kemashlahatan alam. Allah juga melarang kita untuk melakukan perusakan alam dalam bentuk apa pun. Dengan demikian, dibolehkan melakukan penambangan pasir atau yang lainnya dengan catatan tidak merusak alam yang nantinya akan berdampak kepada bencana.
      Ketika salah satu unsur di atas tidak dapat dijalankan, berarti terjadi pelanggaran. Pelanggaran tersebut mengakibatkan orang lain atau masyarakat sekitar merasa terganggu. Karena mengganggu dan merugikan orang lain, maka pelakunya disebut zhalim. Kalo sudah zhalim ya tentunya berdosa.
      Bagaimana solusinya ? Sebaiknya diadakan musyawarah kedua belah pihak agar salah satu pihak tidak merasa dirugikan.
      Jika yang bersangkutan tidak mau bermusyawarah, maka pihak yang dirugikan bisa menempuh jalur hukum.
      Dalam hal haq dan bathil, hukum atau syari’ah tidak pandang bulu, apakah itu orang awam, kyai, ustadz, polisi bahkan hakim pun sama. Kita semua sejajar di mata hukum.

      Wallahu a’lam

      Reply
  163. irsa

    assalamualaikum ustad, mohon sarannya.. sdh lebih setahun sy mengetahui perselingkuhan dan perzinahan suami, pd awalnya saya sangat kaget dan hancur rasanya, apalagi dgn bukti2 yg sy dapat . kami jg sempat talak 2 kali dan rujuk..tpi pd awal januari ternyata suami masih jg tdk mau mlepaskan wanita itu dan membohongi sy terus. lalu pd akhirnya sy pasrah dan memilih diam, selama 6 bulan tdk ada iktikad baik dan solusi dr suami ataupun mertua akhirnya sy dua anak sy keluar dr rumah mertua tsb. sy pindah rumah ke sebelah rumah kakak laki2 saya yg kosong, dan jg penuh perjuangan merenovasinya. tepat sebulan yg lalu suami minta ijin utk menikah dgn wanita itu, lalu sy ijinkan dgn syarat tanggung jawab utk anaknya hrs jelas tiap bulannya. sy mmg saat ini benar2 iklas atas takdir ini..toh sy tdk mau memaksa org (suami) utk kembali..sy sdh tdk py rasa pd suami . menurut mereka hak cerai ada pd sy, tp mmg sy tdk mau mengurusnya buru2, sy masih mau cari penggantinya dulu tentu sj dgn cara taaruf bukan lainnya.. keegoisan sy adl sy tdk mau disebut janda itu sj. juga kesepakatan saat suami minta nikah lagi itu, bila sy mengajukan cerai maka nafkah utk saya akan hilang..sementara saat ini sy blum mapan maka sy manfaatkan hal itu.. yg menjadi kegalauan sy saat ini ortu meminta sy utk urus cerai nya..agar mudah langkah sy kedepannya..tp sy msh belum dpt penggantinya yg pas. menurut ustad bagaimana..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Kami turut prihatin dengan masalah ibu. Menurut kami, sebaiknya ibu segera mengurus perceraian. Rumah tangga harus jelas statusnya. Jika status ibu masih sebagai istri, maka selama itulah ibu wajib menjalankan tugas sebagai istri.
      Masalah ibu belum menemukan pengganti, tetaplah berikhtiyar dan berdo’a kepada Allah SWT, insya Allah akan ada solusinya. Dengan ibu mengutamakan syari’ah dengan lebih dulu menuntaskan masalah perceraian, insya Allah, ibu akan ditolong oleh Allah SWT.
      Setiap manusia sudah ditanggung rezekinya oleh Allah. Yang menjadi perhatian adalah sebatas mana kesabaran, keyakinan, ikhtiyar dan ketawakkalan seorang hamba kepada Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • irsa

        assalamaikum ustad…jadi begitu ya..hmm berarti kalau sy tdk menjalankan tugas sbg istri dn walau hy menjalankan tugas sbg ibu..bearti dosa sy sbg istri jalan terus???:[ dulu sy lupa pernah baa bila suami istri sdh tdk cinta dan tdk menjalankan tugasnya maka tdk berdosa pd keduanya… memang sy iklas seiklas2nya..tp ada sidikit rasa utk membiarkan suami utk yg mengurus cerainya biar dia yg capek nguurusnya, dan pasti wanita itu jg ngak mau lama2 jd istri kedua… menurut ustad gimana..

        Reply
        • Ridwan pkh

          Suami dan istri terikat hak dan kewajiban. Kewajiban yang tidak dijalankan dapat ditolelir jika ada udzur. Contoh : suami sakit keras sehingga tidak mampu lagi mencari nafkah. Atau istri sakit sehingga dia tidak mampu menjalankan kewajiban untuk melayani kebutuhan biologis suaminya. Jika memang alasannya udzur syar’i, maka dimaafkan. lain halnya jika suami tidak mau menafkahi istri lahir batin karena memang malas bekerja padahal ia mampu, ini yang jelas dosa.

          Jika sudah cerai, suami tetap berkewajiban menafkahi anak-anaknya dan mantan istrinya selama masa iddah. Ketika iddahnya selesai, maka mantan suami tidak lagi berkewajiban menafkahi mantan istrinya, tetapi hamya wajib menafkahi anak-anak saja.

          Kesimpulannya : jika ibu menunggu suami saja yang mengurus cerai, maka ibu harus sabar dengan konsekwensinya. Apakah suami ibu berdosa ? ya. mengapa ? karena ia menelantarkan tali pernikahan yang semestinya dia jalankan. Nafkah batin juga tidak, padahal kewajiban. Ketika ia mau memberi nafkah batin, ibu menolak. jadi kedua belah pihak berdosa.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • irsa

            assalamualaikum ustad…apabila saya yg mengajukan apakah sy hrs mengembalikan mas kawin yg dl diberikan?karna semua perhiasan tsb sdh habis dijual. apabila sy yg meminta suami yg mengajukan cerainapakah bisa, dgnnalasan bila sy yg ngajuin otomatis sy hrs menunjukkannbukti2 nya..dan sy tdk mau aib sami jd keliatan org byk..krna sdh ckp dosa sy menceritakan aib suami ini saja.. mohon pencerahannya..terimakasih

          • Ridwan pkh

            Anda tidak perlu mengembalikan mas kawin semuanya. Setahu kami nanti akan dimusyawarahkan oleh hakim berapa besarnya penggani (iwadh) yang selayaknya diberikan pihak penggugat (istri). Untuk lebih jelasnya ibu mungkin bisa berkonsultasi pihak KUA setempat.
            Wallahu a’lam

  164. ridho

    Aslkm ustad. Saya mau tanya jika orang yg suka mengulangi zina tp juga sering beristigfar dan bertasbih sehabis sholat apa dosa orang itu diterima ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumujs salam wr wb.

      Diantara penyebab ditolaknya do’a adalah banyaknya dosa dan mengkonsumsi yang haram.
      Zina termasuk dosa besar, pelakunya harus bertaubat nasuha dan haram berzina kembali.

      Wallahu a’lam

      Reply
  165. dams

    Assalamualaikum wr. wb Ustad

    Apakah boleh kita memakan/minum dari tetangga yang non-muslim (Maaf tidak ada maksud sara), karena yang saya takutkan makanan/minuman yang diberikan dari penggorengan yang mungkin sebelumnya pernah digunakan untuk memasak makanan daging babi/anjing.

    Terima Kasih
    Wassalam. wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.
      Hukumnya boleh saja selama dipastikan bahwa makanan atau minuman tersebut halal.

      Memakan makanan yang dimasak dengan wajan bekas memasak babi dan anjing tidak menjadi masalah jika wajan tersebut sebelumnya dicuci bersih dan hilang najisnya.
      Sepertinya, mereka mencuci wajan tersebut sebelum memasak yang lainnya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  166. Nuraini

    Maaf ustaz, saya mau bertanya
    Saat ini saya dan suami sudah 2,8th menikah, dan dikaruniai seorang putra.
    Kami masih tinggal dirumah ortu saya. Masalah antara ibu dan saya masih saja ada. Ibu saya sering ikut campur mengurusi keluarga kecil saya, saya kadang kurang suka. Dan ibu saya kadang suka mencela suami saya. padahal ibu saya rajin ibadah. Saya berkeinginan agar kami bisa punya hunian sendiri dan jauh dr org tua agar menghindari konflik.tp ibu saya tidak ingin anak2nya jauh. Maunya. Rumahnya berdekatan. Saya sangat sayang ortu, dan juga suami..tp saya bingung antara mengikuti ibu atau suami.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Seorang istri lebih dulu menaati perintah suaminya. Seorang suami lebih dulu menaati ibunya.
      Tapi harus difahami bahwa yang harus ditaati ini adalah sesuatu yang bersifat wajib.
      Dalam kondisi seperti ini, anda harus mengingatkan ibu bahwa mencampuri urusan keluarga adalah perbuatan yang tidak tepat. Ingatkan bahwa anda sekarang adalah istri dari seorang suami yang wajib ditaati dan dihormati. Dan dalam menyampaikan hal ini kepada ibu, tentu dengan cara yang paling baik agar ibu tidak tersinggung.
      Sebetulnya anda mempunyai hak untuk pindah rumah. Jika ibu keberatan anda pindah rumah, anda bisa membuat kesepakatan dengan ibu. Tapi lagi-lagi anda harus ekstra hati-hati menyampaikan hal ini gar ibu tidak tersinggung.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Nuraini

        Assalamualaikum..
        Ustaz saya ingin bertanya masalah nazar.
        2thn lalu suami saya bernazar akan berpuasa selama 15hr jika saya melahirkan dg selamat. Alahmdulillah Allah mengabulkan, namun sampai saat ini nazarnya belum terpenuhi semua, suami baru 4x membayar nazar puasanya dg alasan cape dan sibuk kerja.
        Bagaimana pak ustaz jika suami msh menunda2 membayar nazar?
        Apakah boleh saya membantunya utk menggantikan puasa nazar suami?
        Mohon jawabannya..terima kasih..

        Reply
        • Ridwan pkh

          SEbaiknya puasanya diteruskan saja dengan segera. Anda tidak bisa membantu nazar suami karena nadzar adalah perjanjian kepada Allah yang wajib ditepati.
          Wallahu a’lam

          Reply
  167. Ficri Hasan

    Assallamualaikum.wr.wb ustadz,ad beberapa pertanyaan yg ingin ana ajukan mengenai profesi kerjaan ana sebagai desain grafis, dari jaman kuliah dan sekarang kerja tdk pernah terfikirkan persoalan ini hingga bberap bulan ini timbul pertanyaan,sbb:
    1. apakah hukumnya haram mencari nafkah dari software bajakan?
    2.sebagai desain grafis sering x kita memakai image/photo/karya hasil orang laen tanpa izin terlebih dahulu bahkan bayar ke pemilik utk mengerjakan tugas kantor kita,dan bahkan biasanya kantor sudah menyiapkan dvd bajakan image bank yg dtujukan utk para desainer agar lbh mudah dan cepat dalam berkreasi desain,namun balik lagi tanpa izin dan bayar ke pemilik asli,bagaimana hukumnya?
    3.sering skali sbg desain grafis menggambar atau memuat image/photo tuhan/dewa agama tertentu dlm mengucapkan hari raya dr agama tersebut,bagaimana hukumnya?
    4.sering sekali sbg desain grafis menggambar/memuat gambar mahluk hidup baik itu manusia/binatang atau bahkan foto2 wanita2 seksi utk desain poster/majalah dll sbg tuntuan kerjaan,bagaimana hukumnya?

    Sekiranya sekian pertanyaan dr ana mohon ustadz dijawab sejujur2nya dikarenakan hal ini sangat penting bagi ana,sejujurnya saat ini ana sdh tdk bs fokus kerja karna rasa berdosa namun utk memantapakan ana perlu jawaban dr ustadz,sekiranya jika memang haram maka ana bs mencari kerjaan laen yg halal,syukron kasiron,wasallam mualaikum.wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      1. Pada point ini, masalah anda termasuk dalam katagori ghasab. Menggunakan barang bajakan termasuk ghasab, haram hukumnya. Pekerjaan yang anda lakukan (desain grafis) menjadi sah atau tidak haram selama tidak dalam katagori mendesain hal yang dilarang. Hanya saja anda berdosa karena membajak software.

      2. Jika barang2 tersebut sudah jelas harus dengan izin, maka perbuatan anda termasuk ghasab.

      3. Para ulama sepakat bahwa menggambar dewa, tuhan, berhala atau sembahan haram hukumnya.

      4. Mengenai gambar makhluk hidup, para ulama masih berbeda pendapat tentang kebolehannya. Tapi jila gambar tersebut sudah jelas larangannya seperti foto wanita yang terlihat auratnya, tentu sudah pasti haram hukumnya.

      Solusinya bagaimana ?
      Jika anda bukan penentu kebijakan perusahaan, anda boleh memberikan masukan kepada pimpinan agar anda hanya mendesain yang tidak dilarang agama.
      Bagaimana jika diacuhkan?
      Jika darurat, anda masih diperkenankan bekerja di tempat tersebut sambil mencari pekerjaan lain . Jika sudah dapat, anda wajib pindah.
      Bagaimana jika tidak darurat ? Sebaiknya anda keluar saja dan cari pekerjaan lain yang bukan cuma halal, tapi juga berkah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  168. imelda

    asslmualaikum ustad,.
    sya mw brtnya? 1 bln yg lalu sya pernah bernajar dan skrg sya sudah mlggarnya ustad,sy tkut akan sumpah sya,apa yg hrus sya perbuat ustad agar sumpah sya tdk terjdi?
    sya terkadang bgung,pkiran dan hti sya,kadg pkiran sya mw berjji tpi hti sya g mw,it gmn ustad?jji itu yg sllu mghantiu sya,ap kah sahd bilg najar? tolg ustad ksi penjelasan kpda agar sy mgerti,..!!!!

    Reply
  169. yulia

    assalamualaikum ustad
    saya mau tanya kalo istri yang ditinggal mati oleh suaminya terus dia menikah lagi karna merasa perlu ada yg melindunginya,, akankah ia dipersatukan dengan suaminya yang sudah meninggal disurga nanti?? atau dy dipersatukan dengan suaminya yang sekarang?? tapi dalam setiap sujudnya ia berdo’a agar Allah hanya menyatukan ia dengan suami pertamanya..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Wanita akan bersama suami terahir di surga, kalau Kedua sumianya masuk surga. Ika do’anya agar dikumpulkan dengan laki-laki yang pertama, ya boleh saja. Tapi semua diserahkan kepada kehendak Allah SWT.
      Wallahu a’lam

      Reply
  170. muhammad soleh basrullah

    assmualaikum wr wb, ustad saya ingin cerita ustad, pada saat itu ,di tengah malam hari ustad , saya mendengarkan surah ruqiyah yg di bacakan syekh mishary rhasyid al afhasy ustad , di youtube ketika di pertengahan surah di lantunkan ustad, kenapa tiba tiba saya gelisah ustad ketakutan seperti ada yg mengejar saya dalam imajinasi saya. nah skrng yg saya ingin tanyakan apakah ada jin yg mengganggu saya ustad ? apakah tubuh saya dalam penguasaaan jin ustad ? karna dalam beberapa bulan ini saya jadi seperti sering melamun ustad saya, saya jd keperibadian yg penakut ustad , tolong ustad solusinya buat saya . saya ingin benar benar kembali kejalan yang lurus lagi , ustad terimakasih

    Reply
  171. Ananda

    Assalamu’alaikum ustadz,apakah setelah kita berbuat dosa besar,misal maksiat,dan kita langsung melakukan sholat nasuha(meminta ampunan yang sebesar besarnya).apakah taubat kita akan diterima?? mohon penjelasannya ustadz,wassalamu’alaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Jika dosanya hanya kepada Allah, taubatnya diterima jika benar-benar taubat nasuh dan nadam (rasa penyesalan yang mendalam dan tidak mau mengulangi perbuatan tersebut).
      Namun jika dosanya berhubungan dengan manusia, maka selain bertaubat kepadfa Allah harus juga meminta maaf kepada orang tersebut.

      Walllahu a’lam

      Reply
  172. dian

    Assalamu ‘alikum ustadz
    pertanyaan :
    apakah boleh saya menikahi anak perempuan dari sodari ayah saya ,
    mohon penjelasayannya
    terimaskasih .

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Anak dari saudari ayah disebut saudara sepupu untuk anda. Hukum menikah dengan saudara sepupu adalah boleh karena bukan mahram anda.

      Yang menjadi mahram (haram dinikahi) ada dalam surat An Nisa ayat 23. :

      “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibu kamu, anak-anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, suadara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan,ibu-ibumu yang menyusui kamu, saudara perempuan sepersusuan, ibu-ibu isterimu (mertua), anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan) maka tidak berdosa kamu mengawininya, (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu) dan menghimpun (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

      Dari ayat di atas dpat diketahui siapa saja yang haram kita nikahi :

      1. Ibu atau ayah
      2. Anak kandung
      3. Saudara kandung
      4. Bibi atau paman
      5. Kemenakan (keponakan)
      6. Ibu susuan
      7. Saudara satu susuan
      8. Mertua
      9. Anak tiri yang ibunya sudah dipersetubuh
      10. Menantu
      11. Saudara istri atau suami yang kita masih menikah dengannya

      Wallahu a’lam

      Reply
  173. Niakurnia53@rocketmail.com

    Pk ustad..suami sya mrh besar..dy blg..klo dtuduh trs..cerai dh..itu sdh talak..blm

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Perkataan tersebut belum jatuh talaq. Oleh karena itu berhati-hatilah dengan kata “cerai” karena bisa saja berakibat fatal sehingga hukum talaq berlaku. Seorang istri sebaiknya menjaga sikap atau tutur kata agar suami tidak mudah mengatakan “cerai”

      Wallahu a’lam

      Reply
      • amakta putra

        maap ustad dari pengajian di tipi katanya kalo suami terucap kata talak/cerai atau kata2 lain yang bermakna talak/cerai maka dihukumi jatuh talak mesti dalam keadaan marah mohon pencerahan barakallah

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikimus salam
          Ya, betul… jangankan dalam keadaan marah, dalam keadaan becanda juga sudah jatuh talak. Yang harus diperhatikan adalah kejelasan lafazhnya. Contoh : saya cerai kamu !, Saya Talaq kamu ! Kamu Sudah tidak halal untuk saya ! dan sebagainya.
          Wallahu a’lam

          Reply
  174. moch. jajang ginanjar

    Assalamu ‘alikum ustadz
    pertanyaan :
    1. Ibadah atau amalan-amalan apa saja yang biasa dilakukan pada 10 hari awal bulan Dzulhijjah yang biasa dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat serta tab’in?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Diantara amalan suunah di bulan dzul hijjah :

      1. Puasa 9 hari pertama di bulan dzulhijjah (tanggal 1-9), terutama hari arafah (tanggal 9
      2. Perbanyak dzikir, terutama takbir. Dibolehkan dari tanggal 1. s/d khatib naik mimbar, dan 11 -13 setiap shalat fardhu (takbir muqayyad)
      3. Memperbanyak amal shalih.
      4 Shalat Idul Adha
      5. Berqurban
      6. Haji

      wallahu a’lam

      Reply
  175. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum Ustadz,
    pertanyaan :
    1. Bolehkan hewan qurban kambing betina?
    2. Bolehkan seseorang yang qurban memakan daging qurban dari hasil arisan qurban?..”apakah arisan qurban sama dengan Nazar?
    3. apakah benar orang yang bernazar untuk qurban tidak boleh memakan dagingnya?
    mohon penjelasanya….terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.

      1. Boleh, karena tidak ada larangan dan dalil kebolehannya juga ada
      2. Tergantung arisannya, selama arisannya tidak mengandung judi, maka boleh saja qurban dengan cara arisan. Karena qurban dengan arisan yang benar adalah sah, maka dagingnya boleh dimakan
      3. Orang yang bbernadzar untuk berqurban tidak boleh memakan daging qurbannya

      Wallahu a’lam

      Reply
  176. hamba allah

    Assalamualaiakum ustad n ustadzah perkenalkan saya hamba allah dari pemalang.. ustadh sy py permasalahan dgn mertua sy,,mertua sy jrg sholat ustad stiap kali diperingatkan malah balik marah ke sy dan suami trus juga mertua sy krg sopan dirmh sy ustadh msuk kmar tdur sya seenaknya tanpa mengetuk pintu dan membuka lemari pribadi sy seenaknya juga,,, prtanyaan saya bagaimana cara yang tepat untuk memberitahu ke mertua saya agar tidak trsinggung ustadh,, mohon bantuan nya
    Trma ksih ustadh n ustadzah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Jika kita telah menasihati beliau tentang shalat lalu belum mengindahkan, sebaiknya anda bersabar. Kewajiban kita hanyalah menyampaikan. Semuanya kita serahkan kepada Allah dan diiringi do’a agar sang mertua mendapat hidayah dari Allah DSWT untuk menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.

      Mengenai etika, anda bisa mengatakan kepada mertua, Maaf bu, saya malu jika ibu masuk kamar saya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sebaiknya ibu mengetuk pintu sebelum masuk agar saya tidak malu. Jadi alasan saudara adalah “malu”, bukan “tidak nyaman”. Kami rasa dengan alasan tersebut beliau tidak salah sangka dan menerima.

      Wallahu a’lam

      Reply
  177. ami

    assalamualaikum ustadz…yg mau sya tanyakan apakah ada kwajiban seorang suami untuk memberikan nafkahnya ke mertua…contoh, seumpama suami memberikan uang blnja 500rbu ke orang tua kandungnya, apakah wajib jg menafkahi mertu sebesar itu? mhon penjelasanya.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr. wb.

      Terlebih dahulu kita akan memperhatikan poin berikut :

      1. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki yang
      mampu mempunyai dua tanggung jawab sekaligus,
      menafkahi orang tua yang tidak mampu dan menafkahi
      istri dan anaknya. Tetapi jika ia tidak mampu
      menafkahi keduanya sekaligus, maka ia mendahulukan
      menafkahi istri dan anak-anaknya.
      2. Orang tua yang masih mampu tidak wajib dinafkahi oleh
      anaknya. Hukumnya sebatas sunnah dan bernilai sedekah.

      Dengan poin di atas (terutama nomor dua), kedudukan mertua adalah setelah orang tua kandung. Kemudian jika orang tua kandung mampu secara ekonomi dan mertua dalam keadaan miskin, sebaiknya sang anak bersedekah untuk mertua. Dalam hal ini kta memeilih asas manfaat dan prioritas.
      Bagaimana jika kondisi orang tua dan mertua sama-sama mampu secara financial ? Karena hal ini merupakan sedekah, maka tidak ada keharusan bahwa porsinya harus sama. Dalam hal ini mungkin yang lebih diperhatikan adalah aspek kebijakan dan pengertian sang anak saja.

      Wallahu a’lam.

      Reply
      • rara

        Asskm ….. Pk Ustad….saya mempunyai teman yang sedang gundah….jadi teman saya berselingkuh dengan bosnya di kantor…..sekarang tman saya merasa berdosa dengan perbuatan zina nya dan ingin mengakhiri hubungan gelapnya tapi bosnya tidak mau dan terus mengejar ngejar dia, dan mengancam akan di pecat klo tetap meminta untuk berpisah……teman saya harus bagaimana pak ustad ….. mohon jawabannya . terimakasih

        Reply
  178. Anonymous

    Assalamualaykum pak ustadz,

    Seringkali terbersit pertanyaan (apapun jenisnya) dalam pikiran ataupun hati saya dan seringkali pula pertanyaan tsb terjawab dengan sendirinya entah melalui artikel di internet atau melalui interaksi sosial. Apakah ini merupakan bukti bahwa Allah selalu memberikan petunjuk dalam menjawab pertanyaan” saya ataukah merupakan salah satu siasat syaiton dalam usahnya menganggu keimanan saya (naudzubillah). Bagaimana saya harus menyikapinya pak ustadz.

    Barakallahu fikum

    Reply
  179. Rahayu

    Assalamualaiikum Wr.Wb,,
    Pak Ustad sy ingin brtnya,sy sdh brmh tangga slma krg lbh 2.5 thn,sy menikah dgn seorg laki” Ÿª♌g mmg msh ad hbgn drah dgn sy,dlm persaudaraan suami sy bsa diblg cucu dr ibu sy,Ÿª♌g sy ingin tnykan,ap kah bnr prkataan org2 klo pernikahan kmi akan bwa bencana,dan akan membawa kematian slh stu dr kmi,klo mmg hrus pisah,bgmna hkum ny pak? Sy hny tkut di benci Alloh,krn sy dan suamipun tdk ingin pisah krn kmi sdh pny anak,klo mmg pernikahan sedarah itu haram,sy mnt dijlskan ayat atw hadisnya pak,sy hny tdk ingin bercerai krn suatu omongan dr mrka Ÿª♌g buat sy takut..

    Terimakasih bnyk sblmny pak ustad..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mohon diperjelas, cucu langsung atau atau anak dari sepupu anda ? Jika suami anda adalah cucu langsung, berarti anda andalah bibi dari suami anda. Atau dengan kata lain, suami anda adalah kemenakan anda langsung. jika memang yang dimaksud adalah demikian, maka perkawinan tersebut haram dan wajib cerai. Mengapa demikian ? Bibi langsung adalah mahram untuk kemenakannya.
      Tapi, jika yang dimaksud cucu bukan langsung, misalnya suami anda adalah anak dari kemenakan ibu anda, maka hal ini boleh saja, tidak haram. Sama halnya dengan kebolehan pernikahan antara saudara sepupu.

      Jika seseorang menikah dengan benar, tidak melanggar syari’ah islam, maka tidak ada embel-embel ditimpa sial dan lain-lain.

      Wallahu a;lam

      Reply
  180. Hamba Allah

    Assalamualaikum Ustadz..
    (Maaf,karena saya post kan lagi pertanyaan saya,karena ada beberapa kata yang salah)
    Saya ingin menanyakan perihal pernikahan yang dialami oleh saudara sepupu perempuan saya. Meskipun pernikahan itu sudah cukup lama namun masih membuat bingung bagaimana menyikapi dan memutuskannya. Permasalahannya adalah seperti ini: Saudara perempuan saya tersebut dipaksa menikah,ketika dia baru berumur 15 thn dan masih kelas 3 SMP,dia tidak berdaya,sedangkan dia sama sekali tidak suka,tidak cinta n tidak ridho dengan pernikahan tsb. suatu saat ketika dia harus melakukan hubungan suami isteri,dia harus melayani dengan terpaksa,dan selalu menjadi beban bagi dia. Sehingga dia juga tidak dpt melayani dengan ikhlas,hrs pejamkan mata,melayani seperti patung dan sering membuat marah suami dia. Disamping itu suami juga bukan orang yg perhatian dan tidak penyayang,tidak mau mengerti kesusahan istri tidak mau membantu sedikit pekerjaan istri dan berlagak seperti boss. Suami juga tidak adil dengan keluarga istri dan keluarga dia sendiri atau membeda-bedakan. Saudara perempuan saya sudah 4x minta cerai. Yang ingin saya tanyakan:
    1.Sahkah pernikahan itu,sedangkan saya pernah baca sebuah hadist yang menjelaskan salah satu syarat sahnya nikah antara lain,persetujuan ke2 mempelai. misal tidak sah,bagaimna dengan hubungan dia selama ini?
    2. Apakah sebaiknya bercerai saja,karena dia sudah selalu mencoba untuk mencintai suami,tapi tidak bisa,dia tidak bahagia dan selalu terbebani.
    3. Apakah dia sah minta cerai berdasarkan uraian diatas?
    4. Apakah dia berdosa ketika melayani suami dengan tidak ikhlas dan membuat suami marah,karena dia memang tidak cinta.
    Demikian pertanyaan saya,mohon petunjuk,jawaban dan pencerahannya. Untuk mendapatkan jalan yang terbaik.Terima kasih banyak atas petunjuknya.
    Wassalammualaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      1. Menurut ulama assyafi’iyyah, pernikahan kerabat anda sah. Ada pun yang mengatakan tidak sah adalah para ulama madzhab hanafi.

      2 dan 3. Dalam kondisi seperti ini dibolehkan cerai karena salah satu pihak tidak merasakan kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan adalah salah satu tujuan pernikahan. Hati-hati, kita harus jeli antara “boleh” dengan “harus”.

      4. Berdosa, karena salah satu kewajiban istri adalah melayani suaminya.

      Sebaiknya dioertimbangkan dulu lebih dalam sebelum memutuskan cerai. Perceraian terjadi jika memang kedua belah pihak menemui jalan buntu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  181. Anonymous

    Assalamualaykum pak ustadz,

    Saat ini banyak Al Quran yang sudah diberi hiasan dengan tujuan apakah itu untuk mempermudah pembaca bagi pemula, untuk menghindari kesalahan dalam membaca makhraj, tajwid dsb atau agar terlihat lebih agung
    Wallahu a’lam, lantas bagaimana hukumnya ? di lain sisi kita juga ingin agar anak kita menjadi tertarik untuk mulai belajar membacanya. Bagaimana hukumnya pak ustadz

    Barakallahu fikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikimus salam wr. wb.

      Mungkin yang ibu maksudkan adalah Mushaf Al Qur’an bertajwid. Ciri khas mushaf tersebut biasanya berwarna warni sesuai dengan hukum tajwidnya. Mushaf semacam ini menurut kami tidak masalah (boleh) karena tujuannya bukan menghias semata, tapi memudahkan orang untuk bertajwid dalam membaca Al Qur’an. Selain itu, Mushaf yang beredar di Indonesia biasanya sudah ditashih oleh Lajnah Pentashih Mushaf Al Qur’an Kementrian Agama RI.

      Wallahu a’lam

      Reply
  182. denny

    Assalamualaikum wr.wb,

    ustadz,apakah tahlilan dan yasinan yg bermaksud mengirimkan pahala kepada si mayyit itu bid’ah?mohon penjelasannya,,
    syukron ustadz,,

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menghadiahkan pahala membaca al qur’an, shalawat, tasbih dll kepada orang yang sudah meninggal dunia. Di Indonesia dikenal dengan istilah Tahlilan. Sebagian mereka membolehkan dan menganggap bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) dan sebagian lagi mengatakan bid’ah dhalalah (bid’ah sesat). Pertentangan ini sudah ada berabad-abad yang lalu. Jadi sebaiknya, masing-masing kita saling menghormati perbedaan pandangan tersebut. Bagi yang suka tahlilan silakan, bagi yang tidak sebaiknya tidak menghina mereka yang tahlilan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  183. Hamba Allah

    Assalaamu’alaikum Pak Ustadz,

    Saya ingin menanyakan mengenai apakah perceraian yg dikarenakan seorang suami sudah beberapa kali maksiat dengan PSK, sudah terkena penyakit kelamin (meskipun penyakit ini sekarang sudah sembuh), jika emosi sering ringan tangan. Sudah berusaha diajak ngomong baik2 oleh istri maupun ibu kandungnya, tapi tidak ada perubahan. Kepercayaan dalam rumah tangga sudah hilang, istri jadi trauma kalau2 suami balik lagi maksiat dengan PSK.

    Setiap kali ada cekcok kecil, istri jadi teringat semua bbm suami dengan PSK langganan suami. Dan itu sangat menyakitkan hati istri.

    Istri selalu mendokan semoga suami diberi hidayah oleh Allah, dijauhkan dari maksiat, kembali beribadah kepada Allah, tapi sepertinya doa2 itu belum dikabulkan oleh Allah. Setiap kali diingatkan untuk sholat, suami cuma bilang iya (tapi sholat tidak dikerjakan). Selalu seperti itu.

    Jika ada cekcok kecil, istri yg selalu teringat bbm suami yg menyakitkan itu, istri jadi mulai emosi dan kadang bbm itu diungkit oleh istri. Jika sudah demikian, suami jadi lepas kendali dan jadi memukul.

    Pak Ustadz, apakah rumah tangga yg seperti ini lebih baik dipertahankan atau lebih baik berpisah?

    Pertimbangan istri adalah, jika tetap bertahan adalah karena sudah adanya 2 anak balita, dan supaya tidak malu dengan keluarga besar. Tapi sebenarnya istri menderita secara batin karena sulit melupakan isi bbm suami ke PSK tersebut. Dan karena rasa sakit hati itu juga membuat istri seperti sudah setengah hati dalam menjalankan tanggung jawabnya sebagai istri. Rasanya tidak rela sekali sayang dan cinta ke suami yg sudah mengkhianatinya dengan PSK.

    Pak Ustadz, mohon nasehatnya. Karena sangat membingungkan. Jika bertahan sepertinya mudharatnya lebih banyak. Jika berpisah, mungkin masing2 kami akan melangkah lebih tenang. Tapi ada 2 balita yg akan terpisah dari ayahnya.

    Mohon pencerahannya pak ustadz, sebelum dan sesudah sy ucapkan terima kasih.

    Wassalaamu’alaikum,
    Hamba Allah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditinjau dari aspek syari’at, suami boleh menceraikan istrinya yang tidak mau beribadah kepada Allah SWT. Begitu pun sebaliknya, istri boleh menggugat cerai suaminya yang tidak mau beribadah kepada Allah. Di sisi lain, istri juga dibolehkan menggugat cerai suaminya ketika sang suami selalu bersikap kasar dan berpotensi mengancam jiwa istrinya. Namun, istri mempunyai pahala yang sangat besar jika dalam kondisi seperti ini mampu bersabar dan mempertahankan keutuhan rumah tangganya.
      Jika memang berniat mempertahankan rumah tangganya, sepatutnya istri bersabar dengan tidak mengungkit masa lalu suami. Istri tidak menimpali ketika suami marah. Jika keduanya saling bersikeras, maka tak heran akan terus terjadi keiributan yang ujungnya bisa mengakibatkan luapan emosi yang tidak diinginkan.
      Sebelum menggugat cerai, ada baiknya kedua belah pihak mengadakan perjanjian, misalnya, jika dalam jangka waktu sekian hari atau bulan atau tahun dsb sang suami kembali melakukan hal-hal yang tidak disukai istri, maka saat itu juga istri minta dijatuhkan talak atau menggugat cerai.
      Atau masih ada jalan lain, yaitu kedua belah pihak menghadirkan pihak ketiga, yaitu orang yang sangat disegani oleh kedua belah pihak untuk memberi nasihat. Pihak ketiga bisa saja Seorang kyai sepuh, ustadz, paman, kakek atau siapa saja yang dianggap layak untuk itu.
      Perlu diingat bahwa perceraian adalah jalan terakhir jika memang tidak bisa dipertahankan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  184. Erry

    Assalammu’alaikum wr wb,
    1. Ada seorang istri ingin minta cerai kpd suaminya yg sedang sakit tdk berdaya (lumpuh), dengan alasan melepaskan tanggung jwb si suami dr kewajiban m’beri nafkah, bagaimana hukumnya ustadz?
    2. si Istri di hari yang lain meminta supir taksi utk mengantarkan si suami yg sdh lumpuh sendirian ke rumah sdr nya (kakaknya) jam 11 malam, sdg kan si istri tdk ikut, bagaimana hukumnya ustadz?
    Semoga kita semua mendapat petunjuk dan hidayah dari Allah SWT. Amin
    Trm ksh

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Ada dua aspek yang harus diperhatikan.
      Yang pertama aspek hukum syari’at.
      Hukum talak bagi suami atau gugat cerai bagi istri yang dibolehkan, yaitu jika salah satu pihak sudah tidak mampu lagi menjalankan kewajiban nafkah lahir maupun batin, baik karena sakit atau hal lainnya. Dalam kondisi ini, masing-masing pasangan boleh memilih antara mempertahankan pernikahan dengan penuh kesabaran dan mahabbah (kecintaan) atau cerai.

      Yang kedua adalah aspek estetika (kepantasan).
      Seorang istri yang meminta cerai kepada suami yang tidak lagi mampu menjalankan kewajibannya karena sakit, tentu tidak elok menurut aspek ini. Dalam kondisi ini, seorang istri yang minta cerai tentu harus siap secara psikologis manakala ia mendapat cibiran dari orang lain karena ketidaksabarannya menerima takdir.

      Menurut Al Qur’an, perceraian harus dilaksanakan dengan baik dan tetap menjalin tali ukhuwwah antar kedua belah pihak dengan cara yang patut ( Imsaakun bima’ruf).

      Wallahu a’lam

      Reply
  185. fia

    saya mau bertanya, apakah berdosa seorang istri mendoakan supaya ditutup rejeki suami sampai sang suami meminta maaf kepada istrinya,? krn sang suami sudah menyakiti istrinya

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Orang yang dizhalimi dibolehkan melakukan dua hal. Pertama, mendo’akan kebaikan agar pelaku zhalim diberi hidayah oleh Allah atau juga mendo’akan keburukan kepada pelaku zhalim sesuai dengan tingkat kezhalimannya. Yang kedua, memaafkan pelaku zhalim. Yang kedua tentu lebih mulia dibanding yang pertama, terlebih mendoakan kebaikan selain memaafkan. Jika hal ini dialami oleh suami taua istri, kami sarankan untuk melakukan yang kedua dan ditambah dengan mendoakan kebaikan agar pelaku zhalim dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT. Kita perlu mempertimbangkan bahwa setiap manusia mempunyai kesalahan dan tentu pula ada pula kesempatan untuk bertaubat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  186. Ana

    Assalamualaikum wr.wb Pak Ustad,
    saya mau tanya..
    Jika ada seseorang yang memelihara jin,dengan maksud untuk melindungi dirinya,meskipun jin itu jin islam,apakah itu termasuk perbuatan musyrik,?
    mohon penjelasannya.?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Manusia dan jin diperintahkan oleh Allah SWT untuk beribadah kepada-Nya. Dengan demikian, ada yang muslim dan ada pula yang kafir. Manusia ada yang muslim dan ada yang kafir. Begitu pun dengan jin, ada yang muslim dan ada pula yang kafir. Mereka (jin dan manusia) hidup dalam satu planet ini, bedanya mereka makhluk ghaib sehingga tidak nampak oleh mata. Para ulama mengharamkan memelihara jin dengan tujuan mencegah mudharat yang akan timbul setelahnya. Karena jin itu ghaib dan tak nyata, maka kita tidak bisa membenarkan 100% pengakuannya bahwa ia muslim.
      Yang boleh sebetulnya bukan memelihara, tapi berdakwah kepada mereka. Dalam kehidupan nyata kita bisa menyaksikan saudara kita yang kesurupan jin. Apa yang kita lakukan ? tentu mengusirnya dengan cara syar’I misalnya dengan ruqyah syar’iyyah.
      Bisa saja pada awalnya, jin menuruti apa yang kita inginkan dan bahkan terkadang menawarkan bantuan. Tapi lama kelamaan jin itu akan membawa kita ke alam kemusyrikan, na’udzu billahi min dzaalik.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ana

        Assalamualaikum,pak ustad.

        Terima kasih atas jawabannya. saya berniat untuk meluruskan kakak saya,bahwa semua itu nggak baik.
        karena seperti kita tahu bahwa makhluk sejenis jin sering berkata bohong,bisa saja dia mengaku islam tapi sebenarnya kafir.
        pak ustad,mohon saran bagaimana cara saya untuk menjelaskan pada kakak saya,agar dia mau melepas semua itu.
        Wassalamu’alaikum wr.wb

        Reply
  187. rian

    Assalamualaikum Pak Ustadz
    Sy Mau Tanya ?
    Jika Ada Orang Tua Yang Meningalkan Banyak Utang
    Apakah Anak2x Wajib Utk Melunasix?
    Yg Mana Anak2x Adalah 2laki 1 Perempuan
    Apakah Ada Pembagian Porsi Utk Pmbayaran Hutang?
    Dan Hukumnya Apa?
    Terima Kasih Banyak
    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Orang yang berhutang kemudian meninggal dunia dan hutangnya belum terbayarkan, hendaknya segera dibayarkan oleh ahli waisnya. Hal ini dilakukan agar almarhum tidak dituntut di akherat karena hutangnya. Dalam ayat Al Qur’an dijelaskan bahwa harta waris dibagikan setelah wasiat (yang bersifat harta) dan hutang ditunaikan.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  188. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum ustadz….
    Belakangan ini pemerintah indonesia mengadakan program Asuransi kesehatan (BPJS).
    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apakah secara Syar’i kebijakan itu (BPJS) sudah memenuhi kriteria HALAL?…..
    Bagaimana mungkin Haq orang lain kita yang menikmati, ataupun sebaliknya Haq kita tetapi orang lain yang menikmati.
    Dalam UUD 1945 “segala sesuatu yang menyangkut hajat hidup orang banyak dilindungi oleh negara”.
    bagaimana mungkin negara melakukan pemungutan iuran kepada masyarakat. Mana perlindungan negara?.
    Bagaimana menurut ustadz tentang BPJS?
    Apakah Ulama berselisih pendapat tentang BPJS, mohon penjelasan…
    sukron

    Reply
  189. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikum Ustadz…
    Dalam Fiqih Sholat, wanita haid tidak wajib Qodho, tetapi dalam hal puasa wanita haid wajib Qodho.
    yang saya ingin tanyakan :
    1. kenapa demikian? padahal shalat dan puasa sama-sama kewajiban dalam rukun islam.
    2. Apakah ada Qodho dalam Sholat ?
    mohon penjelasan dan terima kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa al;aikumus salam.

      1. Wallahu a’lam, karena kami belum menemukan dalil yang menjelaskan tentang itu.
      2. Ya, qadha shalat ada bagi yang meninggalkannya bukan karena haid atau nifas

      Wallahu a’lam

      Reply
      • moch. jajang ginanjar

        apakah boleh mengkhodo sholat yang telah lama (yang ditingggalkan dari akil balig sampai sekarang)…?

        Reply
        • Ridwan pkh

          bukan hanya boleh, justru wajib. Qadha itu adalah menunaikan kewajiban yang tertunda karena sebab.
          Bagaimana caranya ?

          Misalnya anda punya hutang shalat 5 waktu selama 7 hari, maka shalat tersebut harus dua kali, yang pertama shalat waktu sekarang dan kemudian shalat kembali dengan niat mengqadha. Maksudnya zhuhur pertama adalah kewajiban biasa dan zhuhur kedua adalah qadha. Begitu seterusnya sebanyak hari yang ditinggalkan.

          Wallahu a’lam

          Reply
          • moch. jajang ginanjar

            terimakasih atas penjelasanya ustadz…
            maaf… agak sedikit mendetail
            tentang pertanyaan ke 1. Ustadz bilang belum menemukan Dalil tentang qhodo sholat… kenapa jawaban ustadz justru Wajib Qhodo dari sholat yang ditinggalkan terdahulu, mohon penjelasannya..terimakasih dan mohon maaf…

          • Dea

            assalamualaikum pak ustadz
            bagaimana dengan sholat jumat yang bertahun-tahun ditinggalkan? Dan bagaiman jika ingin melakukan sholat rawatib, apakah dilaksanakan sebelum atau sesudah sholat qodho?

    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.. ya mba. Mohon tunggu sebentar, kami sedang menjawab pertanyaan dari rekan-rekan penanya lain yang masuk lebih dulu. Insya Allah sebentar lagi ya…

      Reply
  190. Makhluk Dhoif

    Assalamu’alaikum warohmatullah…
    Ustadz, saya seorang perempuan. Saya bingung bagaimana cara membedakan antara cairan wadi dan keputihan? saya masih sangat bingung, karena sering kali saya mendapati cairan2, tapi saya tidak bisa mengidentifikasinya. Ada yang berkata bahwa ciri wadi itu bening, ada juga yang berkata ciri wadi itu putih dan keruh. saya bingung ustadz. Karena wadi itu najis, sementara keputihan itu bukan (mnurut pndapat sbagian ulama) kan ustadz?
    Apakah saya harus selalu membasuh (maaf) farji dan mengganti celana dalam saya setiap hendak sholat, tadz?

    lalu, apakah semua orang orang itu selalu mengeluarkan wadi ketika kencing? karna saya justru belum pernah menemukan cairan lain ketika selesai kencing.
    apakah wadi itu keluarnya bersambung setelah kencing, atau ada jeda tadz?

    afwan ustadz, soalnya saya takut kewaswasan saya dipermainkan oleh syetan..

    Terima kasih sebelumnya ustadz atas jawabannya.

    Wassalamu’alaikum Warohmatullah…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Keputihan menurut jumhur ulama adalah najis. Keputihan membatalkan wudhu tapi tidak menyebabkan janabah. Keputihan digolongkan hadats kecil. Wadi pun demikian, tergolong hadas kecil. Untuk membedakan antara keputihan dengan wadi memang aga sulit karena hampir mirip dengan keputihan. Tapi wadi jarang terjadi dan sekalipun keluar volumenya juga sangat sedikit dan tentu berbeda dengan keputihan yang ketika keluar volumenya lebih banyak dari wadi.
      Dengan demikian, anda tidak perlu bingung. Setiap cairan yang keluar dari farj adalah najis kecuali mani. Namun, dengan keluarnya mani dapat menyebabkan seseorang mandi wajib.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Makhluk Dhoif

        afwan ustadz, ana baca di buku karangan syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin, berdasarkan penelitiannya, beliau mengatakan bahwa apabila cairan yang keluar dari wanita itu bukan berasal dari kandung kemih, melainkan dari rahim, maka ia suci, namun membatalkan wudhu.
        Bagaimana ustadz? apa ini pendapat minoritas ulama?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Perbedaan pendapat para ulama dalam fiqh memang sulit dihindari. Mereka hanya sepakat bahwa keputihan membatalkan wudhu, namun berbeda pendapat tentang zatnya, apakah suci atau najis. Faktor yang mnjadikan perbedaan oendapat mereka adalah karena zat tersebut keluar dari farj. Jika dihadapkan pada persoalan ini, kita boleh memilih salah satu dari dua pendapat tersebut.
          Wallahu a’lam.

          Reply
  191. Tria

    Assalamualaikum Wr Wb
    Pak ustad
    Bagaimana hukumnya apabila seorang istri juga bekerja mencari nafkah?
    Saat ini saya belum menikah. Sebenarnya dari dalam lubuk hati, saya tidak ingin bekerja, saya ingin dirumah saja dengan sepenuh hati mengurus suami dan anak2 kelak serta saya ingin meningkatkan ibadah yang saat ini masih jauh dari sempurna. Saya ingin lebih fokus dalam membina rumah tangga saya. Calon suami saya pun sebenarnya tidak masalah apabila saya tidak bekerja. Tetapi jika saya tidak bekerja saya takut orang tua saya kecewa, karena (maaf pak ustad sya tdk brmksud menyombongkan diri) saya adalah perempuan lulusan salah satu univ di Sumatera di jurusan Teknik Pertambangan. Kedua orang tua sangat bangga dan sering membicarakan tntng studi saya dgn tman2nya. Trus terang saya senang sekaligus juga agak terbebani. Saya takut nantinya ortu kecewa karena saya sdh di sekolahkan tinggi tetapi cita2 saya menjadi ibu rumah tngga. Mohon penjelasannya pak ustad …

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Jika ditanya, bagaimana hukumnya seorang istri bekerja di luar rumah ? jawabannya boleh dengan beberapa syarat, yaitu : diidzinkan suami, bisa menjaga dirinya dari fitnah dan kewajibannya sebagai istri tetap bisa dilaksanakan di rumah setelah ia bekerja di luar rumah.

      Yang anda permasalahkan sebetulnya adalah masalah pilihan, antara mengamalkan ijazah yang anda miliki atau sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Kedua-duanya pilihan yang baik. Sebetulnya anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan walau pun tetap saja porsinya tidak 100%. Seorang istri yang bekerja di luar rumah dengan izin suaminya dan memenuhi kriteria kebolehan secara hukum syar’I aka lebih baik lagi jika diniyatkan bahwa ia mengamalkan ilmunya untuk manfaat orang banyak. Jika demikian, pekerjaannya mendapat nilai ibadah. Mungkin anda bisa melihat suster yang bekerja di rumah sakit, guru perempuan, psikiater, ahli kandungan dsb. Mereka bekerja untuk kepentingan umat dan tetap bisa menjadi ibu rumah tangga yang baik ketika pulang ke rumah. Jadi saran kami, menjadi orang yang dapat memberikan manfaat kepada orang lain adalah sesuatu yang sangat baik dan pantas untuk dilakukan.

      Wallahu a’lam

      Reply
  192. Hamba Allah

    Assalamu’alaikum ustad. Saya punya beberapa masalah. Saya harap ustad menjawab pertanyaan saya.

    Saya pria berusia 15 tahun. Saya mengalami masalah yang sangat berat.

    1. Keluarga saya ditipu oleh orang sehingga kelarga saya kehilangan semua uang. Lalu ayah saya tidak berkerja. Malah ibu saya yang berkerja. Saya kasihan ke ibu saya. Dia susah payah berkerja sedangkan ayah malas”an. hingga keluarga saya memiliki utang yang sangat besat dimana”. Padahal dulu saya termasuk keluarga yang berkecukupan. Setiap hari ayah dan ibu bertengkar karena keadaan tersebut. Hingga ibu saya mengancam untuk bercerai. Jujur saya sangat stress dengan kejadian itu. Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa yang harus saya lakukan?
    2. Saya jadi membenci ayah saya. Apakah itu dosa?
    2. Lalu akibat kejadian tersebut saya jadi agak terpuruk. Saya juga jadi agak anti sosial. Sifat saya jadi berubah. Saya stress berat. Ditambah prasangka saya akan tidak memiliki teman. Saya jadi selalu menyendiri. Berpikiran kalau orang membenci saya. Tidak ada yang mengerti saya. Karena kejadian itu saya jadi dekat dengan perempuan. Walaupun sebenarnya tidak pacaran. Awalnya saya hanya mencintainya saja. Tapi karena kejadian” tersebut. Akhirnya saya masuk kedalam zina. Dan sudah sangat sering sekali. Tapi akhir” ini dia juga mulai terlihat membenci saya. Dia jadi egois. Akhirnya kita sering bertengkar. Tapi saya tetap ingin bersama dia. Alasan saya bertengkar cuma biar dia menggunakan kerudung di rumah dan jaga diri baik”. Tapi dia anggap itu kelewatan. jadi saya sekarang sudah tidak ingin hidup. Saya sangat lelah. Saya cape sekali. Saya ingin mengakhiri hidup. Tapi sebagai anak yang bersekolah di sekolah islam dan memiliki hafalan quran saya tau itu sayang dosa. Dosa besar. Jadi saya ingin bertanya:
    1. Apa yang harus saya lakukan? Saya juga jadi jauh dengan allah. Dan terlebih lagi nafu saya terlalu besar sehingga saya ingin selalu zina atau semacamnya.
    2. Apakah dosa saya bisa diampuni allah?
    3. Saya ingin minta doanya untuk selesai dalam semua masalah ini.
    4. Bagaimana cara mengendalikan nafsu saya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kami turut prihatin dengan kondisi saudara saat ini.
      Perlu kita sadari bahwa ujian akan tetap ada dalam hidup dan tentu sudah menjadi taqdir Allah SWT. Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sikap kita dan langkah apa yang perlu kita lakukan dalam menyikapinya. Diantara kita tentu ada yang tidak lulus menghadapi ujian hidup dan tentu pula ada yang sukses menempuhnya. Kegagalan menghadapi ujian disebabkan beberapa hal diantaranya : iman yang tipis, tidak siap menerima ujian, tidak sabar, tidak yakin ditolong Allah dan pesimis. Efek dari kegagalan tersebut terkadang mengakibatkan stress, hilang ingatan dan bahkan bunuh diri.

      Dengan demikian anda dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :

      1. Bertaubat kepada Allah SWT atas dosa-dosa yang anda lakukan.

      2. Anda harus berupaya mengganti amal keburukan yang telah anda lakukan dengan amal kebaikan.

      3. Berdo’alah kepada Allah dan tanamkan keyakinan kuat bahwa Allah akan memberi jalan keluar dan reseki yang tidak diduga-duga dengan syarat anda BERTAQWA kepada Allah.

      4. Perbanyak puasa sunnah dan lakukan kegiatan-kegiatan positif untuk mengendalikan hawa nafsu saudara.

      Wallahu a’lam

      Reply
  193. subron

    Assalammualaikum Wr.Wb…pak ustadz
    Mohon arahannya pak ustadz…
    Saya punya kawan dan saya sdh berkawan cukup lama denganny…saat ini saya sedang bingung..
    Begini pak ustadz..kawan saya memasukkan saya bekerja di sebuah perusahaan tp dengan sebuah perjanjian bahwa saya harus memberikan 10% dr penghasilan saya kepadanya…pada waktu kawan saya menawarkan hal tsb.tanpa pikir panjang saya setuju saja pak ustadz karena memang saya sangat membutuhkan pekerjaan pada saat itu…menurut pak ustadz,apakah saya berdosa atas apa yg saya lakukan?…pada waktu kawan saya menawarkan hal tsb kepada saya dikarenakan kawan saya tsb mendapat tawaran bekerja di tempat lain..kesepakatan kami akan selesai setelah kawan saya tsb sdh mendapatkan gaji sesuai dgn posisiny yg sekarang ini dijabatny..setiap saya bertanya kawan saya tsb selalu bilang bahwa dia blm memperoleh gaji sesuai posisiny yg skrng..perlu diketahui bahwa kawan saya tsb mendapat promosi ditempatny bekerja jd sewaktu kawan saya tsb menawarkan pekerjaan kpd saya posisi kawan saya bekerja di 2 perusahaan yg berbeda…kembali ke hal tadi pak ustadz..setiap saya bertanya kawan saya selalu mengatakan bahwa dia belum mendapat gaji sesuai posisi dia yg skrng..katanya gajiny msh dilevel jabatanny yg dulu sblm dia dipromosikan padahal sdh berjalan selama 6bln pak ustadz…1 bln smp 3bln saya sih tdk masalah pak ustadz tp ini sdh berjalan 6bln..dan saya jadiny tdk ikhlas kalo saya terus-terusan begini..setiap saya tdk merespon omonganny selalu kawan saya bilang tentang komitmen yg dulu saya buat denganny melalui pesan singkat kpd saya..apa yg harus saya lakukan pak ustadz?? Apakah kesepakatan antara saya dan kawan saya ini termasuk berdosa apalagi saat ini saya mulai ada perasaan tdk ikhlas kalo saya harus memberikan 10% dr gaji saya kpd kawan saya tsb..mohon arahannya pak ustadz..terima kasih sebelumnya..
    Wassalammualaikum Wr.Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Perjanjian yang anda lakukan dengan teman anda tersebut tidak mengandung unsur keharaman, jadi ya tidak berdosa. Cuma masalahnya anda sudah mulai tidak ikhlas untuk melanjutkan komitmen karena ketidakjelasan gaji teman anda. Sebetulnya mudah saja, anda berhak meminta bukti slip gaji teman saudara untuk memastikan. Jika ia tidak mengindahkan, maka anda berhak untuk menahan komitmen anda. Jadi keduanya harus jelas. Hukum tidak membicarakan masalah ikhlas dengan tidak ikhlas. Tapi yang dibicarakan adalah kejelasan dan fakta.

      Wallahu a’lam

      Reply
  194. budi prasetyo

    assalamualaikum wr.wb.
    selamat sore ustad,saya mau menanyakan perihal isteri saya bertemu dengan saudara gaib anak saya dalam keadaan berkalung bunga berbaju putih,pada waktu kondisi anak saya sakit..firasat apakah itu ? mohon pencerahannya..
    terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Mohon maaf, kami bukan ahli penafsir mimpi. Tapi jika kita bermimpi sesuatu, sebaiknya setelah itu berdo’a kepada Allah SWT. Jika bermimpi kebaikan, maka berdo’alah agar kebaikan tersebut menjadi nyata. Atau sebaliknya jika kita bermimpi keburukan, berdo’alah agar keburukan tersebut tidak menimpa kita dan ke depannya kita bisa menjadi lebih mawas diri.

      Wallahu a’lam
      Wassalam alaikum wr wb

      Reply
  195. Abdi

    assalamu ‘alaikum pak Ustad
    maaf mau tanya
    Apakah ada petunjuk/instruksi yang mengharuskan Imam membaca doa setelah sholat maghrib dan Isya serta Subuh di Masjid menggunakan Speaker (pengeras suara) luar dengan keras2
    karena ada sebuah Masjid di dekat saya menggunakan pengeras suara luar dalam membaca doa setelah sholat magrib, Isya dan Subuh.
    mohon jawabanya.
    Wassalam wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sebetulnya tidak ada perintah untuk melakukan hal tersebut. Jika anda terganggu dengan suara tersebut karena menggunakan speaker luar, anda bisa menemui pengurus masjid dan mengusulkan agar menggunakan pengeras suara bagian dalam saja.
      Wallahu a’lam

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Reply
  196. Hamba Allah

    Assalamualaikum pak ustadz, saya mau tanya. Apa hukumnya berbisnis dengan orang yang menyumbang kepada Yahudi ??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Pada dasarnya berbisnis (bermu’amalah) dengan non muslim adalah boleh dengan syarat bahwa objeknya adalah yang tidak menyangkut ibadah. Tapi lain halnya ketika non muslim tersebut melakukan penindasan terhadap muslim. Jika demikian menjadi haram hukumnya. Lantas bagaimana dengan yang membantunya ? sama saja.
      Tapi perlu diingat, bahwa hal ini dikhususkan bagi owner atau penentu kebijakan bisnis. Jika kita sebagai karyawan atau person yang tidak mampu mengambil kebijakan tersebut tentu berbeda situasinya. Untuk kondisi tersebut masih ada rukhshah (toleransi), tapi tetap saja haram, namun berbeda tingkat keharamannya.
      Lalu apa yang harus dilakukan karyawan tersebut ? Jika ia belum mampu pindah kerja dengan alasan darurat, maka masih dimaklumi. namun ia harus berupaya mencari pekerjaan lain yang lebih halal dan segera beralih ketika mendapatkannya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  197. irwan

    Assalammualaikum,

    Bapak ustadz yang saya hormati

    Saya ingin menanyakan penjelasan mengenai ayat dalam Al Qur’an Surat Al Baqarah ayat 30.
    “Dan (ingatlah) tatkala Tuhan engkau berkata kepada Malaikat : Sesungguhnya Aku hendak menjadikan di bumi seorang khalifah. Berkata mereka : Apakah Engkau hendak menjadikan padanya orang yang merusak di dalam nya dan menumpahkan darah, padahal kami bertasbih dengan memuji Engkau dan memuliakan Engkau ? Dia berkata : Sesungguhnya Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”

    Yang saya ingin tanyakan
    1. Apakah malaikat sudah mengetahui sebelumnya bahwa manusia itu orang yang suka merusak dan menumpahkan darah?
    2. Akal/pikiran adalah salah satu anugerah Allah SWT terbesar yang diberikan untuk manusia, yang saya ingin tanyakan bagaimana sikap kita sebagai orang muslim tentang salah satu penemuan homo sapien, homo ekektus dan lain-lain yang menurut hasil penelitian hidup puluhan atau ratusan ribu tahun yang lalu, sedangkan kita ketahui bahwa manusia pertama yang diciptakan Allah SWT adalah Nabi Adam yang diperkirakan hidup kurang lebih 6.000 tahun yang lalu.
    3. Saya pernah membaca salah satu hadis Rasulullah SAW pada saat beliau Isra Miraj, bahwa Rasulullah SAW diperlihatkan Surga dan Neraka yang dimana Rasulullah SAW bersabda “didalam surga banyak orang miskin dan di neraka banyak perempuan”. Yang ingin saya tanyakan apakah surga dan neraka pada saat ini sudah ada? Padahal alam semesta belum kiamat.

    Mohon penjelasan Bapak ustadz yang lebih dalam ilmu agamanya

    Sabda Rasulullah SAW “sebaik-baik manusia adalah ilmu yang bermanfaat”

    Terima kasih

    Wassalammualaikum

    Irwan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Yang anda pertanyakan semuanya merupakan iktilaf para ulama. Insya Allah kami akan merangkumnya dengan singkat.

      1. Mengenai ayat 30 surat Albaqarah, bahwa bisa jadi bumi pernah dimakmurkan oleh makhluk Allah selain manusia yang konon pernah berbuat kerusakan dan menumpahkan darah. Makhluk apakah itu ? wallahu a’lam. Dengan demikian, timbullah kekhwatiran para malaikat akan terjadinya hal serupa ketika Allah menjadikan khalifah di muka bumi. Jadi, belum bisa dipastikan bahwa malaikat sudah mengetahui sebelumnya bahwa manusia itu orang yang suka merusak dan menumpahkan darah.

      2. Mengenai penemuan homo elektus, homo sapien dsb, bukan kapasitas kami untuk membearkan atau menyalahkan. Tapi jika dibanding dengan ayat Al Qur’an maupun hadis yang sudah jelas sekali mengarah bahwa Nabi Adam AS adalah manusia pertama. Jadi, sebagai muslim yang baik, tentu kita sangat percaya bahwa Adam AS adalah manusia pertama. Kami lebih suka menyebut homo sapien adalah makhluk yang “mirip” manusia, bukan manusia.

      3. Dilihat dari teks hadis mengenai penghuni neraka dan surga memang begitu adanya. Maknanya sudah sangat jelas menunjukan bahwa neraka dan surga saat ini sudah dihuni. Kok bisa ? Wallahu a’lam. Semua kita serahkan kepada Allah. Akal atau ilmu kita belum bisa menjawabnya saat ini.

      Wallahu a’lam

      Reply
  198. Ramadhan

    Assalamualaikum ustadz..

    Saya mau tanya tentang ‘modal’.

    Saya mahasiswa Bandung asal Medan.

    Mau mulaai bisnis. Mau pakai modal dari uang kuliah namun orangtua tidak saya kasitahu.

    Niatnya adalah ‘utang’ dimana utk mengganti uang kuliahnya dari uang jajan + hasil dari bisnis itu sendiri.

    Bagaimana ustadz?

    Apa itu haram?

    Terimakasih,
    Ramadhan

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa akaikumus salam wr wb.
      Perbuatan yang anda lakukan sudah masuk kategori ghasab, yaitu menguasai barang orang lain dengan paksa, tanpa idzin, baik pemiliknya mengetahui atau tidak. Ghasab jelas tidak boleh. Jadi biar bagaimanapun anda harus idzin terlebih dahulu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  199. Wulan

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz
    Saya ingin minta tolong ke Pak Ustadz. Sekarang saya sedang hamil 8 bulan, Insya Allah bulan depan (oktober/dzulhijjah) saya lahiran. Dan permasalahannya, saya dan suami sampai sekarang belum menemukan nama yg bagus untuk anak kami nantinya. Apakah boleh minta tolong dicarikan nama isalm yg bagus untuk laki dan perempuan Pak Ustadz ? Atas bantuannya kami ucapkan banyak terima kasih.
    Wassalam..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Perempuan : Syakira Mufliha = perempuan yang senantiasa bersyukur dan sukses
      Laki-laki : Habibul Latif = Kekasih Yang Maha Lembut

      Wallahu a’lam
      Wassalam alaikum wr wb.

      Reply
  200. Anonymous

    Assalamu’alaykum wr wb pak ustadz

    Saya ingin membeli sebuah rumah lewat KPR, namun yg membuat saya ragu adalah masalah bunga (riba) karena sudah jelas di haramkan. Sedangkan saat ini sangat sulit atau bahkan bisa di katakan tidak ada suatu lembaga pembiayaan / bank yang tidak menyertakan bunga (riba)dlm setiap pinjaman yg di keluarkan. Apakah ada cara lain yang sesuai dengan syariah islam untuk membeli rumah secara kredit namun tidak berbenturan dengan riba ?

    Wassalam wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wasalam alaikum wr. Wb.

      Memang sangat dilematis. Di satu sisi kita mengusahakan sistem syari’ah secara murni namun di sisi lain bank syari’ah yang ada di negeri kita ini belum sepenuhnya menerapkan syari’ah secara total. Dalam menyikapi masalah ini, ada dua hal yang bisa kita lakukan.

      Yang pertama, sebagaimana diketahui, jika semua pintu halal sudah tertutup, tidak ada alternatif lain, maka kita bisa memilih haram yang mudharatnya paling sedikit. Artinya anda bisa memilih Bank Syari’ah.

      Yang kedua, menabung.
      Hal ini memang sangat berat karena membutuhkan kesabaran yang luar biasa. Tapi perlu diingat, bahwa manusia hanya sekedar berikhtiyar, berdo’a dan tawakkal. Bisa saja dengan anda menjaga diri dari keharaman, Allah SWT dengan segala kekuasan-Nya menurunkan sebab yang mempercepat tabungan anda. Atau bisa saja karena kesabaran anda, ada orang yang berbaik hati memberikan pinjaman cicilan tanpa bungan sama sekali. Apa bisa ?? Allah Maha Kuasa. Semua ini tentu tergantung tingkat keyakinan dan kesabaran kita.

      Wallahu’ alam.

      Reply
  201. Hamba Allah

    assalamualaikum pak uztadz..
    saya mau bertanya mengenai shalawat nabi..
    bagaimana penggunaan kata “saidina” dalam shalawat. diperbolehkan atau tidak. karena saya mendengar bahwa kata saidina tidak diperbolehkan dalam shalawat. benarkah itu pak uztadz..
    mohon jawabannya..
    terima kasih…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Menambahkan sayyidina dalam shalawat hukumnya boleh bahkan afdhal jika dibaca di luar shalat.

      Ada pun menambahkan kata sayyidina dalam shalawat ketika shalat ( tasyahud), ada sedikit perbedaan ulama mengenai itu, tapi pendapat-pendapat mereka dalam hal ini tidak sampai mengharamkan atau membid’ahkan. Adapun pendapat-pendapat tersebut terbagi dua :

      1. Afdhal.

      Pendapat ini berdasarkan aspek adab. Pendapat ini menilai bahwa banyak dalil yang menunjukkan agar kita menaruh adab yang tinggi terhadap beliau. Dalil-dalil tersebut menurut mereka bersifat umum sehingga tidak ada larangan menambahkan kata sayyidina dalam shalawat ketika tasyahud.

      2. Lebih baik tidak memakai kata sayyidina.

      Penadapat ini disasari bahwa teks hadis tentang shalawat memang tidak memakai kata sayyidina. Dengan demikian, mereka berpendapat lebih baik mengikuti teks hadis sebagaimana dimaksud, artinya tanpa menambahkan kata sayyidina ketika tasyahud.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Dea

        assalamualaikum, pak ustadz kalau gak salah ada hadist sahih (saya lupa) yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah menegur dan melarang sahabatnya yang sedang bersholawat menggunakan kata sayidina. tolong konfirmasinya. trims

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam.
          Ya, memang ada : potongan teksnya adalah Laa tusayyiduuni ( janganlah kalian menjadikan aku sayyid). hadis tersebut adalah palsu

          Wallahu a’lam

          Reply
  202. Fitri Muntari

    Assalamu’alaikum pak Ustadz.

    Saya sedang merintis usaha pembuatan perlengkapan sholat anak berupa : Sajadah, mukena dan sarung anak.
    Agar produknya menarik kami menempelkan hiasan berupa aplikasi gambar-gambar yang lucu-lucu dan disukai anak-anak, seperti kartun, bunga-bunga, mobil dsb.
    Namun ada beberapa teman yang bilang bahwa ada beberapa gambar yang tidak boleh ada dalam perlengkapan sholat tersebut, seperti gambar hewan dan manusia.
    Yang menjadi pertanyaan saya pak Ustadz, unsur apa saja yang wajib ada, diperbolehkan ada dan tidak boleh ada dalam perlengkapan sholat? Apakah menggunakan gambar-gambar kartun, kain bermotif bunga2 diperbolehkan?

    Kami mohon penjelasan pak Ustadz. Terimakasih sebelumnya. Wassalamualaikum Wr. Wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sarana yang kita gunakan untuk shalat seharusnya mendukung untuk kesempurnaan shalat itu sendiri. Dianatara kesempurnaan shalat adalah kekhusyu’an. Sebetulnya tidak ada larangan memberikan sedikit hiasan atau motif pada mukena, peci, sarung atau baju takwa sekalipun jika dalam tahap toleransi. Intinya, motif tersebut tidak mengganggu kekhusyu’an sholat baik bagi pemakainya mapun orang lain yang kebetulan ketika shalat berjama’ah tidak sengaja melihat motif tersebut. Selain alasan kekhusyu’an, ada aspek penting lainnya yang harus dipertimbangkan, yaitu kepantasan. Apakah motif yang kita berikan pada mukena atau yang lainnya pantas atau sopan jika digunakan untuk menghadap Allah atau tidak.
      Mengenai motif makhluk hidup seperti gambar manusia dan hewan, para ulama berbeda pendapat. Sebagian mereka mengharamkan, ada yang memakruhkan dan ada pula yang membolehkan.

      Demikian dan kami do’akan agar usaha ibu diberkahi Allah SWT, amin..

      Wallahu a’lam

      Reply
  203. Ahmad

    ustad sya mau nanya masalah fikih
    1.apa benar hukum membaca bismillah sebelum wudhu itu wajib dan bagaimana jika kita berwudhu di toilet,apakah harus tetap membaca bismillah

    Reply
      • rahmat zaelani

        asalamu alaikum wr.wb
        pak usatad saya bekerja din bank BPR, katanya bekerja di bank tersebut itu riba.
        tapi saya pernah membaca hadist kalau keadaan mendesak dan cuman niatnya tidak untuk keserakahan itu tidak apa-apa.
        dan saya pun niatnya hanya untuk mencari nafkah dan hanya menerima hak gaji saya . karena sebagian ulama mengatakan bahwa kalau hanya gajinya saja di bank juga tidak haram..
        bagaimana tanggapan pak ustad tentang hal ini ?
        mohon pak ustad segera di balas

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam..
          Bekerja di tempat yang menggunakan sistem bunga adalah haram. Untuk masalah riba’ ini memamng sudah menjadi umumul balwa. Dibolehkan bekerja di tempat tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Orang tersebut harus berupaya mencari pekerjaan lain yang halal. Jika sudah mendapatkan alternatif pekerjaan halal, maka yang bersangkutan wajib pindah dan meninggalkan pekerjaan yang mengandung unsur riba’

          Reply
  204. hamba Alloh

    Assalamualaikum pak Ustadz
    saya ingin bertanya, bagaimana hukumnya bekerja di bank dan lising??trima kasih sebelumnya pak ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Bekerja di tempat yang menggunakan sistem bunga adalah haram. Untuk masalah riba’ ini memamng sudah menjadi umumul balwa. Dibolehkan bekerja di tempat tersebut jika memang dalam keadaan darurat. Orang tersebut harus berupaya mencari pekerjaan lain yang halal. Jika sudah mendapatkan alternatif pekerjaan halal, maka yang bersangkutan wajib pindah dan meninggalkan pekerjaan yang mengandung unsur riba’.

      Reply
  205. mia

    Assalamu’alaikum ustadz.
    saya ingin sekali berangkat haji sya
    sdh menabung dan alhamdulillah tabungan saya sudah cukup untuk daftar
    haji dan pelunasanya saja tdk ada sisa
    untuk keperluan pokok disisi lain saya pgn
    beli
    rumah, saya punya 2 anak dan sya tulang punggung klg. Jd apa yg hrs saya laksanakan dulu berangkat haji itu ibadah tp sy punya kwsjiban untuk melindungi dan menafkahi keluarga

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb..
      Ibadah haji hanya diwajibkan bagi yang sudah mampu melaksanakannya. Namun bagi yang belum mampu dianjurkan untuk berupaya menempuhnya. Menabung adalah satu upaya menuju haji. Disamping itu berdo’a dengan penuh harap kepada Allah juga tidak bisa ditinggalkan.
      Upaya Ibu menabung sudah mulia disamping menafkahi keluarga. Mintalah kepada Allah agar upaya tersebut dimudahkan Allah dan Allah lah yang mencukupi tabungan ibu dan mencukupi nafkah keluarga. Teruskan usaha tersebut sambil terus berdo’a dan berharap kepada Allah dengan disertai keyakinan kuat.
      Toh jika di akhirnya kita memang belum mampu, tentu Allah belum memanggil dan mewajibkan ibu untuk menuju rumah-Nya.

      Wallahu a’lam

      Reply
  206. Jasmine

    Assalamualaikum wr wb bapak ustadz/ ibu ustadzah
    Saya selama ini telah lalai solat kira kira 2 tahun lamanya. Namun sekarang saya sudah siap untuk kembali beribadah, tapi dengan kelalaian yang telah berjalan begitu lama, apa ibadah saya akan diterima Allah SWT? Apa saya akan dimaafkan?
    Terima kasih atas waktunya,
    Assalamualaikum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Alhamdulillah, anda kembali ke jalan Allah. Allah SWT menerima taubat hamba-Nya jika benar-benar taubat dan tidak mengulangi kesalahan. Anda tetap mempunyai hutang shalat selama dua tahun dan harus dibayar (qadha).
      Bagaimana caranya ? Mengerjakan shalat dua kali. Yang pertama shalat tunai hari itu ( ada’an) lalu shalat yang kedua adalah qadha.

      Wallahu a’lam

      Reply
  207. puja

    Assalamualaikum Wr. Wb. Ustad,

    Pertanyaan lainnya Ustad, alhamdulillah saya & suami bekerja, jika suami tidak terbuka soal keuangannya terhadap istri bagaimana ? (disini suami mendapatkan gaji pokok, insentif & komisi)

    lalu jika suami mendahulukan memberi kebutuhan kepada keluarganya (orangtua & adik2nya) drpd kepada istrinya, krn sy mempunyai penghasilan sendiri, itu bagaimana ?

    Bagaimana menurut pandangan islam, kebutuhan keluarga suami dahulu atau istri ? (dimana posisi saya disini bekerja)

    Terima kasih Ustad,
    Wassalamualaikum Wr. Wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam. Suami berkewajiban menafkahi istri. Sekli pun dia tidak terbuka dalam masalah keuangan selama tanggung jawabnya cukup dalam hal menafkahi maka tidaklah menjadi masalah. Tapi ketidak terbukaan tersebut mungkin berefek pada masalah komunikasi.

      Tahapan seorang anak baik laki mapun perempuan dalam hal memberi nafkah :

      1. Dalam kondisi membujang dan mampu, orang tua yang
      miskin mwnjadi tanggung jawab sang anak.
      2. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki ( suami)
      wajib menafkahi istri dan anak-anaknya. Anak perempuan
      wajib menafkahi ayah-ibunya jika mereka (ayah ibu )
      tidak mampu. Anak perempuan tidak wajib menafkahi
      suami.
      3. Dalam kondisi sudah berumah tangga, anak laki yang
      mampu mempunyai dua tanggung jawab sekaligus,
      menafkahi orang tua yang tidak mampu dan menafkahi
      istri dan anaknya. Tetapi jika ia tidak mampu
      menafkahi keduanya sekaligus, maka ia mendahulukan
      menafkahi istri dan anak-anaknya.
      4. Orang tua yang masih mampu tidak wajib dinafkahi oleh
      anaknya. Hukumnya sebatas sunnah dan bernilai sedekah.

      Setiap pasangan baik suami mapun istri harus memahami kondisi masing-masing dan saling mendukung dan saling membantu dalam hal yang demikian.

      Wallahu a’lam

      Reply
  208. inayya

    ass wr wb ustad, saya ingin tanya
    ada anak dari kelas -/+ 3sd – 6sd (belum baligh) dia selalu mencuri dia mencuri lebih dari 15x, kedua orangtuanya tidak mengetahui hal itu, lalu ketika sedang ramadhan dia mendapatkan hidayah dari allah swt, diapun bertaubat, lalu dia dengar kalau ingin bertaubat carany adalah mengembalikan barang itu ke tempat asalnya, tetapi kebanyakan dari barangnya di beri ketemannya (1. Jadi bagaimana cara dia mengembalikan barangnya?). lalu kebanyakan barang yang dia curi adalah cairan jika barangnya sudah pernah dipakek (2. Apa masih boleh dibalikan?). Jika dia memberi barang curian ke anak yatim piatu apakah boleh?,
    Saya tunggu jawabannya ass wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum wr wb.

      Tetap wajib dikembalikan. Jika ia telah memberinya kepada orang lain, maka ia wajib menggantinya seharga barang tersebut. Begitu pun dengan cairan, jika sudah dipakai dan mengurangi kualitas, maka harus diganti dengan yang baru.
      Hasil curian wajib dikembalikan dan haram diberikan kepada siapa pun.

      Wallahu a’lam

      Reply
  209. Anonymous

    Assalamualaykum wr wb ustadz,
    Menyambung pertanyaan saya sebelumnya, Salahkah Jika saya memblok (menonaktifkan) pekerjaan yang sudah saya selesaikan tersebut sampai hak saya di penuhi. Dan saya sudah menolak ketika atasan saya tsb meminta bantuan berikutnya, bagaimana pandangan anda menurut syariah Islam.

    wassalamu’alaykum wr wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Tindakan anda diperbolehkan. Karena ini menyangkut hak anda dan anda dipersilakan untuk memilih bagaimana sikap anda seperti jawaban kami sebelumnya

      Reply
  210. Anonymous

    Assalamualaykum wr wb ustadz,

    Saya pernah di minta bantuan oleh atasan saya untuk pekerjaan yg sebenarnya bukan menjadi tanggung jawab saya dan waktu itu ia menjanjikan imbalan, sambil menyanggupi permintaannya saya katakan soal fee itu nanti saja.
    Namun ketika pekerjaan tersebut telah selesai, saya tidak memperoleh apa yang di janjikan. Jujur saja, saya merasa berhak mendapat apa yg harusnya menjadi hak saya sambil menghibur diri dan meminta kepada Allah agar di beri keikhklasan dalam menerima kenyataan tsb. Namun tetap saja terjadi perang batin antara tetap mengharap atau ‘legowo’ menerima kenyataan tersebut.
    Sampai hari ini saya tetap berdoa agar Allah memberi kelapangan hati untuk hal ini.
    Menurut anda, bagaimana saya harus bersikap.

    Wassalamualaykum wr wb ustadz,

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Kita diperbolehkan memuntut hak yang kita miliki. Dalam masalah menuntut hak, tentu cara menyikapinya berbeda-beda. Ada orang yang dengan segera dan tegas. Ada pula yang menyikapinya dengan bersabar dan menunggu kesadaran dari orang yang wajib memberikan hak kita. Kedua-duanya dibenarkan. Namun untuk pilihan kedua, sang penuntut harus konsisten dengan pilihannya. Artinya tidak perlu gundah dan ngerendel.

      Wallahu a’lam

      Reply
  211. Diina

    assalamualaikum ustadz, saya mau bertanya. 4 bulan pasca melahirkan ( dan selesai nifas ) saya mengeluarkan darah untuk pertama kalinya setelah melahirkan. tetapi darah itu warnanya coklat ( bukan merah ).keluarnya pun sedikit sedikit dalam jangka waktu 7 hari. setelah berhenti saya baru mandi besar dengan niat mandi dari haid ( kejadian ini tanggal 31 juli dan selesai 8 agustus ). kemudian tanggal 19 agustus kemarin hal serupa terulang kembali. yang saya tanyakan apakah ini darah haid?? setelah saya konsultasi dengan dokter, mgkin ini bisa menjadi akibat dari penetrasi.soalnya kejadian ini terjadi sehari setelah saya berhubungan sama suami. selama ini saya mengira itu haid, sehingga saya tidak menjalankan shalat wajib 5 waktu dan amalan lainnya. setelah tahu itu jawaban dari dokter, saya bingung bagaimana klo bukan haid? bagaimana cara membayar shalat ( apakah ada cara untuk membayar shalat?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb…

      Jika sudah dipastikan bahwa darah yang keluar tersebut bukan darah haid, maka anda tetap wajib shalat waktu itu. Jadi, anda harus mengqadha shalat sebanyak hari yang anda tinggalkan tersebut.
      Bagaimana caranya ?
      Misalnya anda punya hutang shalat 5 waktu selama 7 hari, maka shalat tersebut harus dua kali, yang pertama shalat waktu sekarang dan kemudian shalat kembali dengan niat mengqadha. Maksudnya zhuhur pertama adalah kewajiban biasa dan zhuhur kedua adalah qadha. Begitu seterusnya sebanyak hari yang ditinggalkan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Diina

        terima kasih ustad atas jawabnnya.

        oh ya tadz, waktu bulan ramadhan kemarin saya tidak ikut puasa selama 25 hari dikarenakan menyusui. saya coba puasa 4 hari, tetapi berat badan bayi saya turun. akhirnya saya memutuskan tidak berpuasa lagi. saya membaca artikel, ada pendapat yang menyatakan harus membayar puasa disertai fidyah karena alasannya saya tidak berpuasa kawatir dengan keadaan bayi saya, itu ibarat seperti orang yang sakit. apakah benar bgitu tadz? trs cara membayar puasa =, dibayar ditahun yg sama atau boleh nanti setelah selesai masa menyusui?

        Reply
        • Ridwan pkh

          Menurut madzhab syafi’i, wanita\ menyusui kemudian tidak puasa ramadhan, maka hukumnya terbagi dua :

          1. Jika ia tidak puasa karena khawatir akan kesehatan dirinya saja, maka hanya qadha puasa saja.

          2. Jika ia tidak puasa karena khawatir akan kesehatan dirinya dan bayinya, maka ia harus mengqadha dan fidyah.

          Cara menqadaha da membayar fidyah :
          Jika mampu membayar qadha puasa di tahun itu juga sangat dianjurkan. Jika tidak mampu, maka diperbolehkan di tahun berikutnya dan besaran fidyahnya tetap. Namun jika terlambat sampai dua tahun, maka fidyahnya menjadi dua kali lipat.

          Wallahu a’lam

          wallahu a’lam

          Reply
  212. M. Abdullah

    Assalaamu’alaikum ustadz, saya mau tanya tentang zakat fitrah. Saya membaca sebuah artikel bahwa apabila seorang ayah ingin menzakatkan anak yang sudah baligh maka si ayah tersebut harus meminta ijin dahulu kepada anak tersebut, jika tidak maka zakat fitrahnya tidak sah. Selama saya tinggal dengan orang tua saya tidak pernah sekalipun ayah saya meminta ijin kepada saya untuk membayar zakat karena memang kami tidak pernah tahu ada kaidah semacam ini. Biasanya ayah saya meniatkan untuk seluruh anggota keluarga. Pertanyaan saya:
    1. Apakah zakat saya selama kira2 10 tahun lebih itu tidak sah dan harus diganti ?
    2. Kalau memang harus diganti, siapa yang harus membayar (saya atau ayah saya)?
    3. Jika memang harus diganti apakah boleh di luar bulan ramadhan?

    Terimakasih atas jawaban ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Baligh belum tentu Rusyd. Sedangkan Rusyd sudah pasti baligh.

      Rusyd artinya masa dewasa dan sudah seharusnya mampu menjalankan kehidupannya sendiri. Rusyd ini wajib membayar zakatnya sendiri.

      Sedangkan anak yang hanya baligh saja tetapi belum rusyd, ( belum mampu ), maka orang tuanya yang membayar zakat atasnya. Dalam hal ini orang tua tidak perlu meminta idzin anaknya yang baligh tapi belum rusyd tersebut untuk berzakat atas namanya.

      Wallahu a’lam.

      Reply
  213. Arman

    Assalamualaikum Wr. Wb, kami 9 bersaudara (7 perempuan dan 2 laki-laki), Ayah meninggal 10 tahun yg lalu, ibu saya baru meninggal 2014 ini, sebelumnya 2 (dua) kakak perempuan saya meninggal terlebih dahulu sebelum ibu, bagaimana cara pembagian warisannya, misalnya harta peninggalan ayah 1 milyar, mohon penjelasannya. wassalamualaikum wr. wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Ibu (istri almarhum) mendapat bagian 1/8. Beliau mendapat hak waris karena suami meninggal terlebih dahulu.

      9 orang anak (termasuk yang sudah meninggal ) mendapat sisanya, 7/8 dari harta waris.

      bagian ibu : 1/8 x Rp. 1.000.000.000 = Rp. 125.000.000
      sisanya untuk 9 anak = Rp. 1.000.000.000 – 125.000.000 = 875.000.000.
      anak laki 2 kali bagian anak perempuan = 2 anak laki x 2 = 4
      Anak perempuan mendapat 1 bagian = 7 anak perempuan x 1 = 7
      jadi pecahan pembagian menjadi persebelas.

      jadi bagian masing-masing anak laki : 2/11 x 875.000.000 = Rp. Rp. 159.090.909

      bagian masing-masing anak perempuan = 1/11 x Rp. 875.000.000 = Rp. 79.545.454.

      bagian anak yang sudah meninggal menjadi warisan anak-anaknya.

      Bagian ibu atau istri almarhum ( 125.000.000) diwariskan (dibagikan) hanya kepada anaknya yang masih hidup saja ( 7 orang ). Dua anak perempuan yang sdh mninggal terlebih dahulu tidak mendapat waris karena ibu masih hidup. Adapun cara pembagiannya sama seperti cara diatas, bedanya bukan persebelas, tapi persembilan. Artinya masing masing anak laki mendapat bagian 2/9 dari Rp. 125.000.000 dan masing-masing anak perempuan mendapat 1/9 dari Rp. 125.000.000

      Wallahu a’lam

      Reply
  214. tia

    assalamualaikum ustad,
    saya seorang mahasiswi tingkat 3, saya membenci ayah saya sendiri karena dia lagi-lagi memiliki WIL. ini bukan yang pertama kalinya ustad, saya bingung apakah saya dosa membenci ayah saya sendiri? mungkin iya dosa, tapi kan ustad saya membenci dia karena kelakuannya yang tak berubah. lantas saya harus bagaimana? saya kesal dengan tingkah dia yang tak tahu diri, umurnya sudah tua, bukan lagi anak muda, tapi kelakuannya sangat memalukan. saat ini untuk melihat mukanya di dalam rumah pun saya sudah malas, ustad…..
    mohon pencerahannya ustad, terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Kami sangat memahami perasaan saudari. Kami sarankan saudari untuk sementara merubah kata “benci” dengan “kecewa”. Jika sudah pada level “kecewa”, saudari pindah dari kata “kecewa” menjadi “kasihan”. Mengapa demikian ? karena biar bagaimana pun beliau adalah seorang ayah yang menjadi salah satu sebab kita ada di dunia ini. Kita juga harus memaklumi bahwa setiap orang ada yang tahan dengan godaan kehidupan dan ada pula yang tidak. Biar bagaimana pun, kita harus tetap menghormati beliau. Jika kita tidak mampu merubah kebiasaan buruk beliau, tentu kita harus yakin bahwa Allah SWT adalah Maha Kuasa yang Pasti sangat mampu untuk memberi hidayah kepada ayah anda. Berdo’alah kepada Allah agar Allah membukakan pintu hidayah dan ayah anda kembali ke jalan-Nya.
      Sebetulnya bukan hanya ayah anda yang saat ini sedang menghadapi ujian. Anda, Ibu anda dan adik kakak anda juga sedang diuji oleh Allah SWT melalui prilaku ayah anda saat ini. Semoga anda sekeluarga diberikan kesabaran dalam menghadapi ujian ini, amin..

      Wallahu a’lam

      Reply
  215. dila

    assalamualaikum pak ustad
    Saya bekerja di salah satu bank di Jakarta. Saya memiliki seseorang yang saya harap bisa segera menjadi suami saya. Dia bekerja di salah satu bank swasta yg cukup besar sbgi auditor di Jakarta. Permasalahan muncul ketika keluarga saya tdk menyetujui hubungan kami. terutama mama saya yg sangat menentang. dgn alasan:1.Dia tdk punya kerja yang bagus 2. Dia tdk memiliki masa depan 3.Dia dari keluarga yang biasa2 saja 4. Mama saya ingin saya mempunyai calon suami yg pendidikan nya lebih bagus dari saya. Saya lulusan S1 malaysia, sedangkan dia lulusan S1 universitas swasta di jakarta. Jadi mama saya meminta saya untuk mencari pria yg minimal S2 5.Mama ingin melihat saya bahagia nantinya. Tidak susah. menurut saya utk mencari seorang suami yg paling utama adalah agamanya. Dan menurut saya dia adalah org yang cocok utk menjadi imam saya. Kami ingin segera menghalalkan hubungan kami. Skrg kami sudah berpacaran selama 1 thn. Kami sudah merencanakan acara pernikahan.tapi kami belum dapat restu dari mama. Kami berpendapat bahwa jika sampai tahun depan tidak ada lampu hijau dari keluarga saya, maka kami akan menikah saja dgn meminta papa kandung saya dtg dan menjadi wali. (Nb. Org tua saya sudah bercerai dan mama saya menikah lagi).
    apa yg harus kami lakkan pak ustadz??

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..
      Kami turut prihatin dengan keadaan saudari.
      Dalam hal menikahkan, wali (ayah kandung anda) berhak menikahkan. Namun, sambil menunggu waktu satu tahun, perbanyaklah do’a kepada Allah SWT agar ibunda saudari dibukakan pintu hatinya oleh Allah SWT. Ingatlah, hanya Allah SWT yang mampu membuka hati hambanya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  216. ana eliza

    assalamu’alaikum ustad. saya ingin menanyakan apakah doa bisa mengubah takdir seseorang?
    terima kasih
    wasssalamu’alaikum

    Reply
  217. dedi suhirman

    pa ustadz saya mau bertanya istri saya kan mencuci pakaian bapak kandungnya setiap hari,sedangkan bapak istri saya sudah tidak mempunyai seorang istri lagi tetapi sering ada di rumah.apakah hukum’nya bagi istri saya yang telah mencucinya pa ustadz…???

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Seorang istri diperbolehkan mencuci pakaian atau pekerjaan apa saja yang dimaklumi dengan syarat mendapat idzin dari suaminya.
      Wallahu a’lam

      Reply
    • Echy

      pa ustad saya mw tanya, jika kita sudah berhusnudzon trhdap seseorang, tetapi seseorang itu mlah menjauhi dan mempengaruhi sekitarnya untuk menjauhi saya, bagaimana cara mengatasinya.. apakah saya lbh baik menghindari dengan pindah dr lingkungan trsebut atau bagaimana?

      Reply
      • Ridwan pkh

        Wa alaikumus salam wr wb.
        Anda bisa bersilaturrahmi dengan orang yang anda maksud. Bicarakan masalah ini kepadanya dengan cara yang paling baik. Jika dengan cara ini masih saja tidak mengubah prilakunya, anda bisa lebih tegas dengan cara memperingatkannya. Jika cara tersebut masih pula belum berubah dan anda sangat terganggu dengan sikapnya, anda boleh memeilih untuk pindah rumah agar anda lebih tenang. jangan lupa berdo’a kepada Allah agar orang tersebut diberi hidayah dan menyadari kesalahnnya.
        Wallahu a’lam

        Reply
  218. rizqi

    asalamualaikum
    pa ustad saya anggi di subank
    mau nanya prihal sholat taubat..

    apa sholat kita di terima.jika dalam pelaksanaant nya
    bacaant akhir di solat setelah istigfar 100 kali tida di baca

    soall nya saya merasa banyak dosa sehingga saya sulit menndapat pekerjaant

    makasih pak ustad
    ditunggu jawaban nya

    wasalam mualaikum warahh matulohii wabaro katu

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Ibadah shalat akan syah apabila semua syarat syahnya telah dipenuhi.
      Jika semua syarat dan rukun shalatnya telah terpenuhi, baik shalat sunnah mau pun shalat wajib.
      Dengan terpenuhi syarat dan rukunnya, Insya Allah Shalat diterima oleh Allah. Ada pun wirid, dzikir atau do’a setelah shalat (istighfar sudah termasuk di dalamnya ) merupakan sesuatu yang sunnah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  219. Hendro S

    Ass ww,
    Ustadz sy mau bertanya mengenai warisan :
    Ayah sy mempunyai 2 istri (istri A dan istri B). Dari istri A ayah memiliki 2 org anak Laki2x. Dari istri B ayah memiliki anak 3 laki2x & 3 perempuan. Skrg Ayah & Istri A sudah meninggal. Bbrp waktu yang lalu 1 anak laki2x dr istri B meninggal dan meninggalkan sejumlah harta.

    Pertanyaannya, menurut hukum Islam :
    1. Bgmn nasib mengenai harta yg ditinggalkan oleh anak laki dr istri B tsb ? Apa yg hrs di prioritaskan terlebih dahulu ?
    2. Bgmn cara membagi warisan tsb ? Siapa saja yg berhak mendapatkannya?

    Terima kasih.

    wassalamu’alaikum wr. wb.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      1. Semua anak mendapat harta waris. Anak laki-laki yang sudah meninggal dunia dari istri yang B tetap mendapat waris karena sang ayah telah lebih dulu wafat.
      2. Kedua istri (A dan B) mendapat 1/8. (1/8 untuk berdua, bukan masing-masing 1/8). Catatan : jika A wafat terlebih dahulu sebelum ayah anda ( suami dari A ), maka B mendapat 1/8 sepenuhnya.
      Sisanya, 7/8 adalah hak semua anak dari A maupun B termasuk anak dari si B yang sudah wafat. Semua anak menjadi ashabah. Dari 7/8 tersebut dibagi lagi menjadi anak laki-laki mendapat dua kali bagian dari anak perempuan.

      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ridwan pkh

        Tambahan :
        Anak dan istri dari anak laki-laki dari istri B mendapat waris dari :
        1. Warisan dari ayah beliau yang telah lebih dulu wafat
        2. Warisan dari harta murni yang dimiliki olehnya.

        Reply
  220. Helmi Istiawan

    Assalamualaikum pak ustadz
    pak kalo kita sedang sholat dzuhur,asar,isya, pada rakaat 3 dan 4 apakah benar kita tidak usah membaca surah Al-Qur’an setelah membaca alfatiha ?
    dan ketika sedang sholat maghrib pada rakaat terakhir kita juga tidak usah membaca surat Al-Qur’an setelah membaca alfatiha??
    terima kasih pak ustadz
    wassalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hukum membaca ayat Al Qur’an setelah al fatihah di setiap rakaat adalah sunnah. Aturannya :
      1. Pada rakaat ke-2, bacaan ayat tersebut lebih ringan dari rakaat pertama.
      2. Bacaan pada rakaat ke-3 lebih ringan dari rakaat ke-2
      3. Bacaan pada rakaat ke-4 lebih ringan dari rakaat ke-3

      Bacaan ayat al qur’an setelah al fatihah pada rakaat 3 dan 4 silakan dibaca jika tidak memberatka. Tetapi bagi Imama Shalat Berjamaah hendaknya hanya mencukupkan bacaan Al fatihah saja pada rakaat 3 dan 4 dengan tujuan menjaga agar ma’mum tidak merasa berat.

      Wallahu a’lam

      Reply
  221. dhamar

    assalamualaikum wr.wb
    saya mau tanya ustad,saya seorang lulusan sma saya keterima disebuah perguruan tinggi swasta jurusan guru cita-cita saya memang menjadi seorang guru tapi orang tua saya memaksa saya untuk sekolah di kedokteran sampai-sampai mereka menyuap sebuah perguruan tinggi negeri dan akhirnya saya diterima juga di jurusan kedokteran. Padahal saya tidak suka saya ingin jadi guru,apa yang harus saya lakukan ? orang tua saya terus menekan saya,mereka rela melakukan cara haram menyuap untuk anaknya sendiri? mohon pencerahannya Wassalamualikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam Wr. Wb.
      Sebetulnya yang anda hadapi adalah masalah pilihan. Namun, ketika anda dalam posisi dibiayai oleh orangg tua sehingga mau tidak mau anda mengikuti kehendak orang tua.
      Saran kami, turutilah dahulu kehendak orang tua sampai anda selesai kedokteran dan di lain waktu anda pun bisa kuliah di fakultas pendidikan. Keuntungannya, anda bisa melaksanakan keinginan orang tua dan anda pun bisa menjadi guru di kemudian hari. Bahkan anda mempunyai dua keahlian sekaligus, dokter dan juga guru.
      Perbuatan risywah (suap) kapan pun dan di mana pun tetap haram. Pelakunya tetap berdosa. Tapi dalam hal ini, anda tidak berdosa, yang berdosa adalah pelakunya.
      Semoga Anda sukses di masa depan, aamiin.
      Wallahu a’lam

      Reply
  222. Yusuf

    Assalamualaikum pak ustad,

    Apabila saya memiliki gangguan psikologis, bisa bapak jelaskan tidak metode pengobatan gangguan psikologis paling mudah yang diajarkan oleh islam?

    Terimakasih pak ustad

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam Wr Wb.
      Mungkin yang anda maksud adalah perasaan gusar, galau atau was-was. Membaca Surat Al Falaq dan An Nas mempunyai manfaat untuk menghilangkan was-was. Atau dengan berdzikir juga membuat hati tentram. Atau bisa juga perbanyak istighfar dan shalawat.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Yanuar

        Assalamualaikum wr. wb..

        bagaimana membedakan antara mengikuti prasangka (was-was) dengan perbuatan hati-hati terhadap suatu perkara terkait dengan najis, contohnya, setiap selesai buang air kecil atau air besar, karena takut ada air yang terciprat baik itu air kencing atau air bilasannya (tidak tahu pasti) dengan alasan jaga-jaga siapa tahu ada air kencing yang terkena maka saya menyiram area yang saya rasa terkena air… apakah ini termasuk was-was atau masih wajar, kadang saya menyiramkan air sampai bagian bawah pinggang karena merasa ada air yang ciprat dimana kemungkinan air itu sudah terkena najis atau mungkin malah najis itu sendiri, saya juga menyiram area lantai yang mungkin terkena najis atau cipratannya?

        adakah batasan bahwa perbuatan yang dilakukan itu karena was-was dengan perbuatan yang dilakukan karena hati-hati/jaga-jaga?,…… karena saya pernah baca apabila kita merasa terkena najis tapi belum yakin maka jangan mengikutinya karena itu penyakit was-was, jadi apakah jika kita berada di wc setelah buang air kecil atau besar, kita tidak perlu mencuci kaki dan area yang mungkin terkena najis sebelum keluar karena belum yakin terkena najis atau tidak, yang saya khawatirkan apabila ternyata ini penyakit was-was saya takut akan semakin besar karena selalu mengikutinya, namun apabila saya tidak menyiram kaki atau area yang mungkin terkena najis saya merasa khawatir ada najis yang tertinggal di tubuh dan terbawa keluar dan saya pernah melakukannya, saya tidak menyiram kaki dan lantai kamar mandi setelaha keluar malah saya merasa tidak tenang takut semua area yang saya injak menjadi terkena najis.. apalagi di wc kemungkinan terkena najis cukup besar sehingga dengan alasan jaga-jaga saya menyiramkan air yang cukup banyak pada area yang mungkin terkena najis sampai saya merasa tenang…

        bagaimana saya harus menyikapi kondisi ini?

        mohon jawabannya… terima kasih banyak…

        Reply
        • Yanuar

          tambahan ustad..
          Apakah was was merupakah suatu perbuataan dosa apabila kita mengikutinya ?
          dan saya juga merasa takut apabila saya cuek / membiarkan untuk tidak menyiram area yang saya anggap (tidak yakin) terkena najis itu merupakan hal yang memudah-mudahkan dalam menjalani perintah Allah untuk membersihkan diri dari najis…

          terimakasih sebelumnya

          Reply
  223. salasika

    Assalamu’alaikun wr.wb

    Ustad saya mau bertanya, apa yang harus dilakukan bila seorang muslim di baptis (di gereja katolik) karena alasan pacaran, namun beberapa lama kemudian putus dan menikahi seorang wanita muslim dengan cara islam (akad nikah). Namun sebelumnya ia belum kembali membaca syahadat? Yang menjadi pertanyaan adalah, ia kini sudah memiliki 1 satu orang anak. Maka apa yang harus ia lakukan? Apakah perlu membaca syahadat dan melakukan akad nikah dengan istrinya lagi?

    Trimakasih.
    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.Jika memang benar diyakini kuat bahwa yang bersangkutan belum bersyahadat, maka aqad nikah perlu diulang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  224. rosalina

    Assalamu’alaikum wr.wb
    Saya mau tanya tentang pernikahan ustadz, calon saya anak nomer 3 dan saya anak nomer 1, orangtua sangat menolak tentang hubungan kami, dasarnya katanya tidak d perbolehkan dr jaman wali, krn akan mendatangkan malapetaka d keluarga kami. Yang saya tanyakan apakan d islam memang tdk d perbolehkan, yang ke 2: apakah saya harus menuruti apa yang d katakan orangtua saya? Terimakasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum wr wb.
      Di dalam Islam tidak ada larangan seperti itu. Islam membolehkan pernikahan selama calon kedua pasangan bukan termasuk mahram yang diharamkan untuk dinikahi. Lihat ayat 23 surat An Nisa.
      Berikan masukan kepada orang tua saudari dengan cara yang paling baik agar beliau memahami masalah mahram.
      Wallahu a’lam

      Reply
  225. hamba Allah

    Assalamualaikum pak ustad..

    saya pernah mendengar kalau apabila suami atau istri seorang mualaf maka pasangan nya menanggung dosa pasangan lain yang mualaf karena mereka bertugas membimbing..
    benarkah itu pak ustad?
    bagaimana apabila kita punya suami mualaf dan sudah berusaha membimbingnya namun beliau tidak tergerak hatinya mengikuti syariat dengan benar. berdosakah kita sebagai istri ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.
      Rasulullah SASW hanya sebatas berda’wah tapi tidak kuasa memberikan hidayah. Hanya Allah SWT yang dapat memberikan hidayah kepada siapa saja yang Ia kehendaki.
      Begitu pun dengan kita. Selain membimbing, bantulah dengan do’a agar Allah SWT senantiasa memberikan hidayah dan menggerakkan hatinya untuk menjalankan syari’ah islam dengan baik.
      Wallahu a’lam

      Reply
  226. M gesang Rizal Fauzi

    assalamualaikm

    maaf posting pertanyaan ku di hapus ya pak ustad kok ga ada ya

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, afwan, pertanyaan yang m,ana ya ? sebab pertanyaan banyak masuk sedangkan kemarin kami libur panjang ramadhan dan syawwal. jika berkenan mohon diposting ulang pertanyaannya, syukran.

      Reply
  227. Ayu

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Saya mau tanya soal Sholat Tasbih.

    Bagaimana Hadistnya?
    Apakah ada fadila dan manfaatnya ?
    Bagamana tata caranya?

    Terima kasih banyak pak ustadz ..
    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr. wb.

      نْ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِلْعَبَّاسِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ: يَا عَبَّاسُ يَا عَمَّاهُ أَلَا أُعْطِيكَ أَلَا أَمْنَحُكَ أَلَا أَحْبُوكَ أَلَا أَفْعَلُ بِكَ عَشْرَ خِصَالٍ إِذَا أَنْتَ فَعَلْتَ ذَلِكَ غَفَرَ اللَّهُ لَكَ ذَنْبَكَ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَدِيمَهُ وَحَدِيثَهُ خَطَأَهُ وَعَمْدَهُ صَغِيرَهُ وَكَبِيرَهُ سِرَّهُ وَعَلَانِيَتَهُ عَشْرَ خِصَالٍ أَنْ تُصَلِّيَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ تَقْرَأُ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ وَسُورَةً فَإِذَا فَرَغْتَ مِنْ الْقِرَاءَةِ فِي أَوَّلِ رَكْعَةٍ وَأَنْتَ قَائِمٌ قُلْتَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ خَمْسَ عَشْرَةَ مَرَّةً ثُمَّ تَرْكَعُ فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ رَاكِعٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ الرُّكُوعِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَهْوِي سَاجِدًا فَتَقُولُهَا وَأَنْتَ سَاجِدٌ عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ مِنْ السُّجُودِ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَسْجُدُ فَتَقُولُهَا عَشْرًا ثُمَّ تَرْفَعُ رَأْسَكَ فَتَقُولُهَا عَشْرًا فَذَلِكَ خَمْسٌ وَسَبْعُونَ فِي كُلِّ رَكْعَةٍ تَفْعَلُ ذَلِكَ فِي أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ إِنْ اسْتَطَعْتَ أَنْ تُصَلِّيَهَا فِي كُلِّ يَوْمٍ مَرَّةً فَافْعَلْ فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ جُمُعَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ شَهْرٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي كُلِّ سَنَةٍ مَرَّةً فَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَفِي عُمُرِكَ مَرَّةً

      Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah bersabda kepada Al-Abbas bin Abdul Muthalib: “Wahai Abbas pamanku, Aku ingin memberikan padamu, aku benar-benar mencintaimu, aku ingin engkau melakukan “sepuluh sifat” yang jika engkau melakukannya Allah akan mengampuni dosamu, baik yang pertama dan terakhir, yang terdahulu dan yang baru, yang tidak sengaja maupun yang disengaja, yang kecil maupun yang besar, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan. Sepuluh sifat adalah: Engkau melaksanakan shalat empat rakaat; engkau baca dalam setiap rakaat Al-Fatihah dan surat, apabila engkau selesai membacanya di rakaat pertama dan engkau masih berdiri, maka ucapkanlah: Subhânallâh Walhamdulillâh Walâ Ilâha Ilallâh Wallâhu Akbar 15 kali, Kemudian ruku’lah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sedang ruku, kemudian sujudlah dan bacalah do’a tersebut 10 kali ketika sujud, kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali kemudian sujudlah dan bacalah 10 kali kemudian bangkitlah dari sujud dan bacalah 10 kali. Itulah 75 kali dalam setiap rakaat, dan lakukanlah hal tersebut pada empat rakaat. Jika engkau sanggup untuk melakukannya satu kali dalam setiap hari, maka lakukanlah, jika tidak, maka lakukanlah satu kali seminggu, jika tidak maka lakukanlah sebulan sekali, jika tidak maka lakukanlah sekali dalam setahun dan jika tidak maka lakukanlah sekali dalam seumur hidupmu”. (HR Abu Dawud dari Ibnu Abbas, 2/67-68; HR Ibnu Majah dari Ibnu Abbas, 4/299; HR al-Hakim dari Ibnu Abbas, 2/215; HR al-Baihaqi dari Ibnu Abbas, 3/371; HR ath-Thabarani dari Ibnu Abbas, 9/442 dan HR Ibnu Khuzaimah dari Ibnu Abbas, 2/2

      Dengan hadis diatas, tentu kita memahami tata cara dan hikmah shalat tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Ayu

        Afwan Pak Ustadz….
        Apakah hadist ini shoheh, karena saya sempat bertanya pada guru saya , beliau mengatakan hadis ini doif?
        Maaf sebelumnya ….. karena ada juga yg mengatakan sholat tasbih ini bidah…
        Mohon pencerahannya … terima kasih banya pak ustadz.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum shalat tasbih. Serbagian ada yang mengatakan sunnah, sebagian lagi ada yang mngatakan mubah (boleh) dan ada juga yang mngatakan makruh. Jumhur ulama mengatakan bahwa shalat sunnah tasbih adalah sunnah (dianjurkan). Dari perbedaan pendapat di atas bisa saja disimpulkan bahwa hukum shalat tasbih minimal adalah mubah (boleh) selama dalam pelaksanaannya tidak mengkhusukan waktunya atau pun mengkhusukan bacaan setelah al fatihah harus dengan surat tertentu.
          Dalam dunia fiqh memang ada perbedaan pendapat.
          Wallahu a’lam

          Reply
  228. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara saudari seimanku..

    Mengapa Allah SWT mengijinkan penderitaan? Dan kehidupan apa yg terjadi setelah kiamat di bumi?

    Terima Kasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Allah SWT menciptakan kebaikan juga menciptakan keburukan. Kedua hal tersebut merupakan ujian dari Allah. Biasanya, seorang hamba bisa lulus jika diuji dengan keburukan, misalnya : bisa lulus dengan ujian kemiskinan. Sebaliknya, banyak yang gagal jika diuji dengan kekayaan, jabatan dan popularitas.

      Setelah kiamat terjadi, maka kita memasuki alam akhirat.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Gordon Sinaga

        Syukron akhi Ridwan..salam iduk fitri buat pak luthfi, pak wahab (imam khotib) dan pak KH. Abdul Azim (isi kajian maghrib ke isya setiap jumat) di masjid baitul mughni. Wa alaikum salam.

        Reply
  229. moch. jajang ginanjar

    Assalamu alaikut Ustadz
    Tanya tentang fiqih sholat berjamaah :
    Dalam roka’at pertama Ketika Imam Sudah mulai baca Surah Al-Fatihah, bolehkah makmum membaca Doa Iftitah ..?, atau mendengarkan imam membaca Al-Surah Al-fatihah…? mohon benjelasannya. Sukron

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr. wb.

      Dalam shalat jahriyah (maghrib, isya dan shubuh), hendaknya makmum lebih mempehatikan posisinya. Ketika ia takbiratul ihram bersama imam, maka bacalah do’a iftitah sebelum imam membaca Al Fatihah. Jika bacaan iftitah belum selesai sementara imam sudah membaca alfatihah, maka dengarkanlah imam dan berhentilah membaca iftitah karena status hukum iftitah sendiri adalah sunnah. Jika makmum bertakbiratul ihram di saat imam membaca al fatihah, maka dengarkanlah bacaan al fatihah imam dengan seksama. Ketika imam membaca surat setelah alfaatihah, maka boleh saja makmum membaca iftitah dan disambung al fatihah jika kondisinya memungkinkan. Jika tidak memumgkinkan, misalnya bacaan surah imam adalah surat pendek, maka sebaiknya tidak membaca iftitah dan lebih memilih langsung membaca al fatihah. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa Al fatihah adalah rukun (wajib) sedangkan iftitah adalah sunnah.
      Dengan demikian, makmum tidak membaca iftitah ketika imam sedang membaca Al Fatihah.

      Wallahu a’lam

      Reply
  230. rian

    Assalamualaikum pak ustadz
    Sy Mau tanya Tentang Hukumnya Bunga Bank?
    Dan Apakh Karyawan Bank Trmasuk Orang Yg Memakan Uang Riba?.
    Terima Kasih Banyak Pak Ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalamu alaikum wr. wb.
      Bunga bank termasuk riba. Allah SWT melaknat orang yang memakan riba, yang menulisnya juga yang menyaksikan transaksi tersebut.
      Lalu, bagaimanakah dengan karyawannya ?
      Jika pekerjaan tersebut bersifat darurat dan belum menemukan pekerjaan halal lainnya, tentu ia diperbolehkan sambil mencari alternatif pekerjaan yang lainnya. Jika sudah menemukan, maka yang bersangkutan wajib pindah kepada pekerjaan yang tidak mengandung unsur syubhat terlebih haram.
      Wallahu a’lam

      Reply
  231. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara saudari seimanku…

    Apa yg menentukan 1 syawal..di Indonesia berbedakah dengan di Mekah atau sama..? Ayo Indonesia tunjukkan 1 Syawal, jangan mempersulit umat-Nya yg baru muslim. Salam Selamat..Sang Mualaf Gordon Sinaga.

    Reply
  232. ali masrofi

    ass. pk ustadz
    sy mo ty org tua/ mertua yg bgmn yg wjib di hormati? apkh ortu yg dzalim msh qt hormati?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Sampai kapan pun, orang tua atau mertua wajib kita hormati. Dengan wasilah orang tua, kita lahir di dunia ini. Dengan wasilah mertua, kita menikah dengan anaknya dan lahirlah anak-anak kita. Ketika orang tua atau mertua kita berbuat zhalim, kita berkewajiban meluruskannya atau mengingatkannya dengan sabar dan tetap wajib menghormati. Selain berusaha meningatkan, kita iringi dengan do’a agar Allah SWT membuka pintu hati orang tua kita sehingga menyadari kesalahannya dan segera bertaubat.
      Bahkan ketika misalnya ada orang tua yang murtad atau kafir sekali pun, sang anak tetap wajib berbakti kepada orang tuanya selama mereka tidak menyuruh kemusyrikan dan ma’shiyat kepada Allah SWT.

      Wallahu a’lam

      Reply
  233. dicky

    assalamualaikum
    pak ustae
    dulu waktu saya kecil pernah nyukur alis tpi tdak semuanya saya cukur, dan dosakah saya tpi waktu itu saya tdak tau haram atau tidak nyukur alis.
    Trimakasih
    wasalamualaikum.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Jika hal tersebut dilakukan karena ketidak tahuan, insya Allah dimaafkan oleh Allah dengan syarat anda bertaubat dan tentu tidak mengulangi perbuatan tersebut.
      Wallahu a’lam

      Reply
  234. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum saudara seimanku,,

    Terima Kasih atas pencerahan mengenai sholat didalam kabaah dan tidak ada dalilnya adzan untuk orang meninggal..
    Mohon pencerahaannya mengenai pertanyaan saya ini..: Apakah merayakan Ulang Tahun ada anjurannya di Al-Quran dan Hadist?

    Many Thanks.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Jika dicari dalil khusus dari Al Qur’an maupun hadis tentang hukum merayakan ulang tahun, tentu tidak ada. Tetapi banyak sekali ditemukan ayat Al Qur’an mau pun hadis yang memerintahkan untuk bersyukur kepada Allah SWT. Sykur adalah menjalankan ni’mat sesuai dengan kehendak Yang Maha Memeberikan nik
      mat, yaitu Allah SWT.
      Sebetulnya bahasa yang paling pas menurut kami adalah memoeringati hari ulang tahu, bukan merayakan hari ualng tahun.
      Ulang tahun bisa diperingati dengan hal yang baik dan tidak melanggar hukum syari’at dan tentunya dengan tidak meniru budaya jahiliyah.
      Cara yang baik untuk memperingati hari kelahiran misalnya dengan mengumpulkan anak-nak yatim lalu kita santuni atau juga dengan muhasabah diri (introspeksi diri ). Dan tentu cara baik yang lainnya selama tidak melanggar syari’at dan tidak meniru budaya kafir.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  235. nn

    assalamualaikum pak ustadz,
    sudah sekitar 2 tahun saya enderita sakit waswas, mulai dari masalah nazar, mandi besar, sholat, wudu,puasa dan saat ini saya mengalami waswas masalah iman, saya sudah berkhitiar berobat dsb. saya selalu merasa ketakutan. .
    yg ingin saya tanyakan.
    1. ada bisikan2 di dalam diri saya mengenai agama atau mengenai Allah, lalu saya selalu istigfar dan selalu syahadat setiap beberapa menit, karena bisikan2 dan fikiran2 itu sepanjang hari saya alami, dan setiap hari saya selalu melawan bisikan2 itu, setiap sebelu tidur saya selalu zikir dan baca syahadah, saya selalu mengerjakan sholat, puasa, dan rukun2 islam yang saya jalankan, apakah hal tersebut cukup untuk meyakinkan hati saya bahwa saya masih islam, karena saya pernah mendengar ada murtad yg melalui perkataan. oleh karena itu setiap bisikan dan fikiran datang, saya selalu istigfar dan syahadat sendirian. cukupkah dan sah kah selalu syahadat sendirian? . 2. bolehkah saya mengabaikan fikiran2 dan bisikan yang datang ke dalam diri saya,karena jika selalu difikirkan semakin menjadi2, kadang saya berkumpul dengan teman2 saya, namun saya sendiri sibuk dengan fikiran saya walaupun di keraimaian. saya juga mohon di beri tips tis atau amalan2 doa.trimakash.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumu salam
      Kemugkinan besar saudara diganggu makhluk halus atau jin. Penyebab gangguan mungkin juga anda mengamalkan suatu amalan tanpa ijazah dari guru. Saran saya, jika memang betul demikian, sebaiknya anda berkonsultasi kepada ahli ruqyah syar’iyah.
      Untuk sementara ini, anda bisa membaca ayat-ayat perlindungan seperti ayat kursi, 5 ayat pertama al baqarah, al fatihah, Al ikhlas, al falaq dan an nas. Boleh juga anda tambah dengan shalawat kepada Rasulullah SAW.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  236. aldian

    Assallamualaikum Pak ustad saya Mau tnya kalau anak yatim atau kaum dhuafa wajib bayar zakat atau tidak ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Anak yatim yang mampu wajib zakat. Jika kaum dhua’afa sudah mampu karena ia menerima zakat dari orang lain, maka sudah wajib hukumnya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  237. prabowo

    Assalamu’alaikim Ustadz

    Saya mau Tanya tentang shalat tahajud,
    Saya pernah Tanya dengan teman saya di Jeddah,Saudi Arabia bahwa teman saya bilang shalat tahajud min 2 tahajud,2 tahajud,2 shalat shaf’a Dan 1 witr
    Dan tidak boleh mengerjakan hanya tahajud saja, harus semuanya minimal.
    Apakah itu benar Ustadz ?
    Shalat shaf’a itu spa ?
    Dan cara shalat shaf’a itu gimana ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam
      Shalat tahajjud minimal 2 rakaat. Mungkin yang dimaksud shalat syaf’ah itu adalah witir 2 rakaat (genap) kemudian salam lalu ditambah satu rakaat (ganjil) witir kemudian salam.
      Wallahu a’lam

      Reply
  238. Faizal

    Assalamualaikum pa ustadz
    dulu sejak saya kelas 9 – 10 sayasering menonton video yang mengarah pada kemaksiatan yang akhirnya saya mengeluarkan cairan dari alat vital saya.saya bingung pa ustadz bagaimana cara menghentikannya.
    Beberapa bulan saya berhenti,kemudian karena tidak kuat saya lakukan lagi..hingga akhirnya saya bernadzar apabila saya lakukan itu lagi saya akan berpuasa selama 3 hari.
    karena saya tidak kuat,pd saat itu saya melakukannya 2x,yg memungkinkan saya untuk melakukan nadzar saya.
    tapi pa ustadz sekarang saya duduk di kelas 12 dan yg saya igt dan saya khawatirkan dan takutkan saya merasa setelah kejadian tsb hingga sekarang saya pernah melakukannya lagi,tetapi saya lupa saya punya nadzar
    yg ign saya tanyakan pa ustadz
    1.apakah nadzar saya itu sah??
    2.apakah nadzar saya itu berlaku seumur hidup saya??saya menyeselai perbuatan saya pa ustadz saya sangat takut dengan azab Allah
    3.karena kejadian itu sudah lama terjadi,Bagaimana apabila sepanjang perjalanan hidup saya selama ini (sekarang saya duduk di kelas 12)ada hari yg dimana hari tersebut saya pernah lakukan lagi perbuatan tercela tersebut,tetapi saya lupa akan nadzar saya..apa yg harus saya lakukan??
    saya takut sekali ustadz dengan Azab Allah

    wassalamualaikum
    trimakasih pa ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassal;amu alaikum.
      Nadzar anda tetap berlaku. Segeralah tunaikan nadzar anda kepada Allah dan taubatan nasuha.
      Sebaiknya anda rajin puasa sunnah dan melakukan kegiatan-kegiatan positif untuk menghindari hal-hal yang menjerumuskan.
      Wallahu a’lam

      Reply
  239. Hamba allah **

    “saya mencintaimu karena allah” maksud dari kalimat(karena allah) tersebut apa ya pak ustadz ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalamu alaikum
      Mencintai karena Allah adalah maksudnya adalah bentuk cinyta yang tidak mengarah kepada maksiat. Perkataan tersebut harus dibuktikan dengan nyata. Contoh : tidak berpacaran dan langsung khitbah untuk menikah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  240. dicky

    Assalamualaikum Wr.Wb
    pak ustad mau tanya, hukumnya nyukur alis tapi alisnya gak sampai habis, . . Dan kalau tak boleh dosakah itu. . . . Saya tunggu pak utd jawabannya , terimakasih
    nanti munkin tanya lagi
    wasalamualaikum.

    Reply
  241. Arief

    saya post ulang lagi, tolong di jawab.
    assalamualaikum
    Ustadz saya mau bertanya, sebelum adanya hukum nun mati, huruf hijaiyah itukan sudah ditentukan cara melafadzkannya masing-masing, begitu juga dengan huruf hijaiyah yg bertemu fathah, huruf hijaiyah yg bertemu kasroh, huruf hijaiyah yg bertemu sukun, dsb. Tapi kenapa muncul hukum nun mati lagi? pada hukum nun mati, kenapa cara melafadzkan huruf hijaiyahnya berubah? padahalkan sebelumnya sudah ditentukan cara melafadzkan huruf2 hijaiyah. Contohnya nun dan lam. huruf nun bila bertemu fathah atau bertemu sukun sudah ada lafadznya, begitu pula dengan huruf lam bila bertemu fathah atau bertemu sukun juga sudah ada lafadznya. Tapi kenapa justru pada hukum nun mati, lafadznya berubah? Bukankah Allah sudah melarang dalam Al-Qur’an untuk menghilangkan, menambahkan ataupun mengganti walaupun hanya 1 huruf saja dalam Al-Qur’an?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam .
      Pada prinsipnya, bacaan (qira’at) dalam al-Qur’an adalah riwayat melalui jalur talaqqi. Riwayat qiraat Al Qur’an bersifat tauqifi. Contoh : يَكًن لَهً dibaca Yakul Lahu bukan yakun lahu. Dari periwayatan qira’at semacam inilah para ulama membuat kaidah bacaan nun mati, mim mati, mad dan istilah tajwid lainnya.
      jadi tidak ada unsur penambahan atau pengurangan huruf dalam al qur’an. hal tersebut hanya pada qaidah membaca saja.
      Begitulah salah satu kehebatan Al qur’an. Membacanya perlu aturan tajwid karena bacaan Al Qur’an bersifat riwayat. Hal ini tentu berbeda dengan teks arab biasa yang bukan al-Qur’an walaupun sama-sama berbahasa arab.
      Wallahu a’lam

      Reply
      • Arief

        maaf bertanya kembali ustadz, riwayat siapakah yg ustadz maksud? dan mengenai bahasa arab, teks bahasa arab mana yg berbeda cara membacanya dengan Al-Qur’an? setau saya Al-Qur’an itu berbahasa arab, tentu cara membacanya sama dengan bahasa arab yg digunakan. jika memang riwayat yg ustadz katakan bisa menjadi acuan, bisakah ustadz jelaskan kalimat insya Allah dan kun fa yakun? karena bahasa arabnya memang begitu dari awalnya.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Tidak semua kata atau kalimat berbahsa Atab Adalah Al Qur’an. Tapi, semua kata atau kalimat atau ayat dalam Al Qur’an sudah pasti berbahasa Arab. Bacaan Al Qur’an diriwiyatkan secara mutawatir. Riayat yang paling dikenal oeh kita adalah qira’at riwayat Imam Hafsh dari ‘Ashim. Perbedaan bacaan antara bahasa Arab yang bukan Qur’an dengan Al Qur’an yang sudah pasti berbahasa Arab biasanya meliputi panjangnya bacaan vocal atau mad, kesamaran ghunnah dan lain-lain.
          Contoh :
          cara membaca kata Insya Allah dalam Al Qur’an : In…. (dibaca samar antara vocal nun dan syin ditahan 3 harakat dengan ghunnah tipis) Sya…. ( dibaca oanjang 5 hakarat ) Allooh (dibaca dua hakakat jika washal atau dibaca 2, 4 atau 6 harakat jika diwaqafkan.
          Membaca Insya Allah jika tidak dimaksudkan sebagai ayat Al Qur’an atau hanya bahasa Arab biasa, tentu tidak ada aturan khusus seperti di atas.
          Contoh 2 : Kun fayakun
          Jika yang dimaksud adalah ayat Al Qur’an :
          Kun.. (dibaca samar anatara vocal nun dan fa’, ditahan 3 harakat dengan ghunnah tipis) fayakuun ( dibaca dua harkat jika washal, dibaca 2, 4 atau 6 harakat jika waqf).
          Hal ini tentu berbeda dengan membaca kalimat tersebut jika bukan dimaksudkan ayat Al Qur’an.
          Wallahu a’lam

          Reply
          • Arief

            jika yg anda maksud kata atau kalimat seperti Alif Lam Mim dsb dalam Al-Qur’an, saya mengerti itu perlu makna khusus jika ingin mengartikannya dalam bahasa arab. Tapi jika kata atau kalimat seperti kun fayakuun dalam Al-Qur’an, itu sudah pasti ada artinya dalam bahasa arab, jika tidak ada artinya tentu ayat2 Al-Qur’an tidak akan bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. yg saya tanyakan adalah kata kun itu cara membacanya bagaimana, apakah kun atau kung yg benar2 ada artinya dalam bahasa arab sehingga kata itu bisa membentuk kalimat kun fayakuun yg kemudian barulah bisa di terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

  242. Gordon Sinaga

    Assalamualaikum rekan – rekan seimanku,,

    Pertama : Jika diijinkan masuk ke dalam ka’bah, berniat sholat didalamnya. Harus menghadapap kemana kiblatnya dan apa dalilnya ? Kedua : Apakah merayakan Ulang Tahun ada anjurannya di Al-Quran dan Hadist? Ke tiga, mengapa seorang anak lahir/seorang meninggal di adzankan, apakah ada dalilnya dan apa maknanya? Terima Kasih. Wa alaikumsalam..Sang Muallaf Gordon Sinaga

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam
      para ulama berbeda pendapat tentang bolehnya shalat di dalam ka’bah. Dari perbedaan tersebut ada pula pendapat yang membolehkan shalat di dalam ka’bah adalah shalat sunnah saja. Adapun shalat wajib harus dikerjakan di luar ka’bah. Jika shalat di dalam ka’bah, maka boleh kemana saja arahnya.

      Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
      Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.
      Wallahu a’lam
      dalil :
      حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي زِيَادٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ صَفْوَانَ قَالَ قُلْتُ لِعُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ كَيْفَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ دَخَلَ الْكَعْبَةَ قَالَ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ
      artinya : Telah menceritakan kepada kami Zubair bin Harb, Telah menceritakan kepada kami Jarir dari Yazid bin Abi Ziyad dari Mujahid dari Abdur Rahman bin Shafwan dia berkata : Aku bertanya kepada Umar bin Al Khattab tentang apa yang dilakukan Rasulullah SAW ketika belia memasuki ka’bah?” Dia (Umar bin Al Khattab) menjawab : Beliau ( Rasulullah SAW) shalat dua raka’at. (HR. Abu Daud)

      berikut potongan hadis Bukhari yang agak panjang :
      أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى فِيهِ وَلَيْسَ عَلَى أَحَدٍ بَأْسٌ أَنْ يُصَلِّيَ فِي أَيِّ نَوَاحِي الْبَيْتِ شَاءَ
      Sesungguhnya Rasulullah SAW shalat di dalamnya (ka’bah) dan tidak mengapa bagi orang yang shalat untuk menghadap ke arah mana pun yang ia suka,

      Reply
      • Ridwan pkh

        Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
        Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.
        Mengenai anak yang baru lahir sunnah diadzankan di telinga kanan dan iqamat di telinga kiri. Untuk hal tersebut memang ada dalilnya. Kalimat yang pertama didengar oleh bayi adalah kalimat thayyibah,
        Namun untuk yang meninggal diadzankan dan diqamatkan, kami belum menemukan dalilnya. Namun sebagian ulama ada yang membolehkan dengan qiyas kepada bayi yang baru dilahirkan.

        Reply
  243. Sari

    Assalamu’alaikum Pak Ustadz,

    Ayah saya menderita sakit sejak tahun 2009 sampai sekarang. Beliau pernah mengatakan apabila beliau meninggal dunia, secara tersirat beliau mengatakan untuk dimakamkan di suatu daerah (KB).
    Namun, atas kehendak Allah SWT, ternyata ibu saya duluan yang dipanggil Allah di tahun 2011, dan ibu saya dimakamkan di Karet.

    Sepeninggal ibu saya, ayah berubah pikiran dan mengatakan bahwa ingin dimakamkan dekat (bersama) ibu saya dan dia tidak pernah lagi menyinggung tempat pemakaman di KB.

    Namun ternyata, sebelum kepergiannya, ibu saya pernah mengatakan ke kakak saya, bahwa ibu tidak mau makamnya berdekatan (atau didekatkan) dengan makam ayah saya.

    Terus terang kedua permintaan ayah dan ibu saya yang ternyata sangat bertentangan ini sangat membingungkan kami sebagai anak2nya. Kami bingung dan tidak tahu harus mengikuti yang mana.

    Bagaimana menurut syariat Islam yang harus kami lakukan, apabila nanti ayah saya tiada? Sementara untuk menanyakan hal ini langsung ke ayah saya rasanya sangat tidak pantas.

    Mohon bantuan Pak Ustadz. Terima kasih.

    Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      Sepertinya mbak sari dan keluarga tidak perlu gundah. Tidak ada hukum yang mewajibkan seorang harus dikuburkan dimana. Jika dilihat dari cerita mbak sari, pesan ibu mbak sari tidak termasuk katagori wasiat. Jadi, boleh-boleh saja bapak dimakamkan di samping makam ibu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  244. ikhwanul

    Assalamualaikum
    z mw nax bgaimana sih hukum zakat jka orang tua berbeda agama??
    maksudnya ada teman z yang berbeda agama dngan orang tuanya tman z mualaf sdngkan ortunya nasrani ktika dy mw memulai zakat fitrahnnya dy bngung apakah nama ortunya di cantumkan atau tidak.. bgaimana solusinya mneurut islam mhon jawabanya terimaksih wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Mencantumkan atau tidak nama orang tua tidak masalah.
      Mencantumkan nama orang tua bukanlah sarat syah aqad zakat fitrah.
      Wallahu a’lam

      Reply
  245. rian

    Assalamualaikum
    Sy Mau Tanya Bgaimna Sikap Seorg Suami Trhdp Istrix Yg Tidak Sholat
    Apakh Dosax Dtngung Oleh Suami Dkrenakn Suami Adlh Kpala Rumah Tangga
    Terima Kasih Bnyk Pak Ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam …
      Seorang suami harus terus menasihati dan bersabar. Suami tidak berdosa jika ia sudah menasihati.
      Namun perlu dicatat bahwa seorang suami berhak memberikan sanksi, bukan hanya memberi nasihat.
      Selain memberi nasihat dan didikan, sertakan dengan do’a Allah SWT membuka hati sang istri.
      Wallahu a’lam

      Reply
  246. Wildan

    Assalamualaikum pa ustadz,

    Mumpung lagi panas niy pasca pemilihan presiden

    yang mau saya tanyakan, apakah kita akan ikut bertanggung jawab di akherat atas pilihan yang telah kita pilih untuk jadi presiden, sementara kita tau presiden PASTI akan menjalankan pemerintahan ini dengan hukum-hukum yang dibuat oleh manusia (pancasila dan UUD 45) dan menafikan hukum Allah yang tercantum di Al quran dimana hukumnya WAJIB untuk ditegakan di dunia ini.

    Sebagai contoh: kewajiban untuk menutup aurat bagi perempuan dan hukum-hukum untuk tindak kejahatan dan perzinahan
    Mohon penjelasannya

    terimakasih,

    Wassalamualaikum

    Reply
  247. dian mulyana

    assalamualaikum
    ustadz dimisalkan ada orang yang ngasih kita barang, tersus kita kasih lagi barang itu kepada yang lebih membutuhkan,.. gimana ustadz, dosa apa engga ya,..

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam…
      Boleh-boleh saja, karena benda tersebut sudah menjadi hak kita. Tapi, untuk menjaga adab, sebaiknya jangan memberikan hadiah tersebut di depan orang yang telah memberikannya kepada kita untuk menjaga perasaannya.
      Wallahu a’lam

      Reply
  248. alifa

    assalammualaikum ustadz aku ingin menanyakan. apakah setiap manusia sudah ditetapkan takdirnya sukses atau tidak suksesnya orang tersebut dari dia dilahirkan.dan apakah takdir tersebut bisa diubah ustadz?syukron jazakillah ustadz assalammualaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumuus salam..
      Ya, betul sekali. Takdir bisa berubah dengan ikhtiyar dan do’a kita kepada Allah..
      Rasulullah SAW agar kita berdo’a yamg baik-baik. Diantara do’a-do’a tersebut adalh minta dijauhkan dari qadha’ (ketetapan) Allah yang buruk.
      Wallahu a’lam

      Reply
  249. Junn

    Assalamualaikum,
    Ustadz saya mau tanya apa kalau bohong waktu puasa, puasanya batal..?

    Reply
  250. Iqbal saepultullah

    Assallamuallaikum.
    Ustadz saya seorang suami dengan satu orang anak, selama menikah saya tinggal di rumah mertua saya, alhamdullillah saya mendapatkan rizky dari Allah swt berupa rumah pemberian orang tua saya, akan tetapi istri saya menolak untuk tinggal dirumah yang diberikan tersebut.
    Catatan: istri saya tidak ingin jauh dari orang tuanya padahal rumah yg diberikan masih satu kecamatan dengan rumah mertua saya.
    1. Apa hukumnya jika saya memaksa istri saya tinggal disana?
    2. Bagai mana saya harus menyilapinya agar rumah tersebut tidak mu’bah atau mubajir.
    Terimakasih ustadz

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam.
      1. Anda berhak memaksa istri, tapi sebaiknya gunakanlah cara yang baik agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
      2. Anda bisa menyewakan rumah tersebut sambil menunggu istri anda bersedia tinggal di rumah tersebut.

      Wallahu a’lam…

      Reply
  251. Risa B

    Assalamualaikum …
    Ustad permasalahan saya bgini ,
    saya ingin mnikah dg laki2 pilihan saya,tapi saya tidak mendpatkan restu dri org tua saya.
    Alasan mereka adalah mereka masih ingin saya melanjutkan kulyah saya, dan mereka tdk suka saya menikah dg laki2 plhan saya itu (pacar).
    Saya dan pacar saya saling mencintai,dan kami ingin disatukan dlm ikatan pernikahan ! Saya yakin dia bisa menjadi imam saya dan bisa membimbing saya lbih dkat dg Allah swt.
    Saya tdk ingin durhaka sama org tua, dan saya juga tidak ingin berpisah dg pcar saya.
    Ayah saya bisa saja menghalalkan segala secara supaya saya tidak menikah dg pacar saya.
    Apa yg harus saya lakukan ustad ?? Saya harus gimana .
    Dan apakah boleh menikah tanpa restu orang tua dan apa hukumnya dalam islam ?
    Mohon solusinya ustad.
    Terimakasih …
    Wassalamualaikum .

    Reply
    • Ridwan pkh

      Pernikakahan seorang perempuan dianggap tidak sah ketika yang menjadi walinya bukan ayah kandungnya. Selain tidak sah, perbuatan tersebut juga merupakan akhlak tercela karena tidak mendapat ridha dari orang tua. Bukalah kembali dialog dengan orang tua agar keinginan anda bisa tercapai. jika mengalami jalan buntu, anda bisa melaporkan ayah anda ke KUA atas tindakan orang tua anda. Petugas KUA akan memanggil ayah anda untuk mengetahui alasan orang tua anda. jika petugas mengganggap alasan orang tua anda tepat, maka sebaiknya anda mematuhi perintah dan kemamuan beliau. Namun jika petugas menggagap alasan ayah anda tidak tepat, maka pemerintah bisa memaksa ayah anda untuk menjadi wali bagi anda sesuai dengan calon suami pilihan anda. Penilaian petugas tetntu sesuai dengan kaidah fiqh dn maslahat bagi kedua belah pihak.
      Wallahu a’lam

      Reply
  252. Fadhil

    Assalamualaikum
    Riba itu apa aj sih?? di wilayah saya saat ini rame orang ikut bisnis yg bernama MMM yg sistemnya kita mengirim ke orang uang dlu biasa si sebut PH setelah sebulan uang kita deikembalikan dengan bonus 30%. dan jika kita mengajak orang tuk jdi anggota kalau dia PH kita dapat 10% dari setiap dia PH. apakah Hukum bisnis ini termasuk Riba???

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Setelah mempelajari sistem MMM, dapat dipastikan bahwa MMM merupakan MONEY GAME. Prinsipnya, selama uang masuk lebih besar dari penarikan, maka PERMAINAN ini akan terus eksis. Money game mengandung GHARAR (tipuan) dan mudharat. Penetapan 30% juga bisa dikatagorikan Riba’. Kenapa ? karena disana ada syarat: jika membantu maka akan dibantu 30%. Prinsip ini jelas riba’ sebab memberi bantuan dengan penghrapan dan penentuan kadar lebih (ziyadah). Bahasanya cuma diubah saja kok, jika anda memberi pinjaman, maka anda akan mendapat lebih (ziyadah) 30 %. Jelas sekali ini adalah riba Riba’.
      Sinkatnya :
      1. Haram karena money game.
      2. Haram karena ada unsur Riba’
      3. Tidak sejalan dengan ruh islam. Mebantu dengan harapan dibantu. Ikhlasnya mana ?
      Wallahu a’lam.

      Reply
  253. Yuswanto

    Assalamualaikum
    Ustadz apa hukumnya jika kita menangis didekat makam keluarga atau sodara yg sedang kita ziarahi ? Apakah si mayat akan sedih dan disiksa ? Wasalam..

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Jika menangis haru (sekedarnya) karena teringat kebaikan almarhum tidaklah mengapa. Yang dilarang adalah niyahah (meratap dengan berlebih-lebihan)
      Wallahu a’lam…

      Reply
  254. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    maaf bertanya kembali, jika ada orang tua yang masih sanggup untuk puasa namun tetap membayar fidyah, apakah boleh hukumnya?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…
      Fidyah hanya dibolehkan bagi yang tidak mampu berpuasa. Jika masih mampu, maka tidakdiperbolehkan mengganti puasa dengan fidyah.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  255. puji

    asalamualaikum..
    nb. Pak ustad di rumah itu memang pekerjaan saya bersih”dan membuangi barang bekas sayakan pembantu di situ..makasih pak ustad sebelumnya..Wasalamualaikum..

    Reply
  256. puji

    Asalamualaikum wr.wb..
    Pak ustad dulu saya pernah bekerja di luar negeri.Dengan sengaja saya dulu pernah mengambil barang(tas,korset,bju semua barang bekas dan memang tersimpan bersama semua barang yg tidak pernah di pakai lagi di rumah majikan(barang itu ada dlm tempat barang”yang lama tidak terpakai/semacam gudang).setelah hampir 5thnan ini saya kadang teringat kejadian itu,,saya menyesal kenapa tidak bertanya dulu pada majikan.yang mau saya tanyakan apakah saya termasuk mencuri pak ustad,jika ia saya sekarang harus bagaimana,fkiran ini membuat saya kawatir…
    trima ksih untuk jwabanya.Wasalm…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ukhti puji !
      Yang anda lakukan termasuk katagori mencuri. Sebaiknya anda mengembalikan barang-barang tersebut dan minta maaf. Jika sulit untuk menemui langsung, anda bisa menghubunginya dengan berbagai cara, apakah telepon, email dll. Jika mereka memaafkan dan mengikhlaskan terhadap apa yang anda telah lakukan, maka anda terbebas, tapi anda tetap berdosa kepada Allah. Segeralah bertaubat dan mohon maaf kepada majikan anda.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  257. Fahri Rizka

    Ass….
    Pak ustad saya ingin bertanya apakah boleh jika uang fidyah dberikan kepada ortu atau mertua??

    Reply
    • Ridwan pkh

      wW alaikumus salam wr wb.

      Pemberian fidyah sudah diatur dalam syariah yaitu diberikan kepada orang miskin. Lantas bagaimana jika orang tua kita miskin, apakah boleh berzakat atau fidyah kepada mereka ? jawabnya adalah tidak boleh, karena orang tua kita adalah tanggungan anaknya yang mampu. zakat atau fidyah tidak boleh diberikan kepada orang yang berada dalam tanggungannya.

      Bagaimana dengan mertua ?
      Mertua bukan termasuk tanggungan nafkah. jadi, bila mertua dalam keadaan miskin, maka boleh kita memberikan fidyah kepadanya atau berzakat kepadanya

      Reply
  258. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    maaf saya ingin bertanya kembali, apabila dua remaja yang belum menikah sedang bermesraan pada saat puasa, batalkah puasa mereka? dan apakah mereka dikenakan denda puasa di bulan yang lain?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ivan !
      Puasa bukan hanya menahan dari dari perfkara yang dapat membatalkan puasa. Puasa juga menahan diri dari perkara-perkara yang dapat membatalkan PAHALA PUASA. Berapa banya orang yang tidak batal puasanya secara syar’i namun BATAL PAHALA PUASANYA.
      Diantara perkara yang dapat membatalkan puasa adalah Jima’ (berhubungan suami istri), dan Istimna’ (mengeluarkan sperma dengan sengaja).
      Jika seorang melakukan sesuatu yang menjurus pada perilaku di atas, tentu bisa saja membatalkan PAHALA PUASA, terlebih hal itu dilakukan oleh yang bukan suami istri.
      Ingat, puasa bukan hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan hawa nafsu.
      Wallahu a’lam

      Reply
  259. Resa Parera

    Asalamualaikum
    Mf pak ustad saya mau nanya lagi,begini saya kan baca di setiap artikel dan buku tentang doa norbuwat yg khasiatnya bnyak sekali,tapi bacaan dan tata caranya beda2 dari setiap sumber,nah yg saya ingin tanyakan doa norbuwat dn tatacara nya yg benarnya itu bagaimana?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, akhi Resa !
      Pada dasarnya, diperbolehkan bagi seseorang untuk membaca do’a selama isi atau redaksi do’a tersebut baik. Sepengetahuan kami, redaksi dari do’a nurbuwat bukanlah bersumber dari Nabi Muhammad SAW atau dengan kata lain bahwa do’a tersebut bukan hadits. Walaupun demikian (bukan hadits) tetap saja diperbolehkan membaca do’a tesebut.
      Mengenai fadhilat atau keistimewaan do’a ini juga bukan bersumber dari hadits.
      Jadi kesimpulannya, silakan saja mengamalkan do’a ini tapi jangan diyakini bahwa do’a ini berasal dari Rasulullah SAW dan jangan pula diyakini bahwa fadhilat atau kasiat dari do’a ini juga berasal dari hadits.
      Fadhilat dari doa apa saja yang tidak bersumber dari Rasulullah SAW (bukan hadits) tidak dapat dijamin kebenarannya. Kalau pun misalnya ada soerang yang mengamalkan do’a ini untuk suatui hal dan kebetulan tercapai hajatnya, maka hal tersebut hanya berlaku untuknya. Hal demikian tidak bisa dijadikan sebagai patokan umum.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  260. Yuswanto

    Assalamualaikum wr.wb
    Mau tanya ustadz, saya pernaha baca hadits yg mengatakan bahwa malaikat rahmat tidak akan masuk ke dalam rumah yg didalamnya ada anjing, patung, dan gambar. Nah bagaimana dengan foto keluarga atau boneka ?
    Trimakasih, wasalammuaalaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Para ulama berbeda pendapat tentang makna gambar dalam hadits tersebut. Sebagian ada yang mengharamkannya secara mutlak, sebagian lagi ada yang membolehkannya dengan syarat dan sebagian lagi ada yang menghalalkannya secara mutlak. Para ulama pertengahan, ( yang berpendapat tengah-tengah antara hukum keduanya) membolehkan foto. Mereka berpendapat bahwa foto bukanlah gambar lukisan, melainkan gambar bayangan yang diproyeksikan pada suatui media. Ulama pertengahan ini pun membolehkan gambar yang ada di rumah dengan syarat bahwa gambar tersebut bukanlah gambar yang dilarang, misalnya gambar para dewa, gambar para nabi, yesus, gambar tak senonoh dsb.
      Para ulama pertengahan juga tidak mengharamkan boneka. Mereka mengharamkan patung yang memenuhi kriteriua keharaman. Adapun benda-benda yang mirip patung, tetapi tidak sampai memenuhi kriteria patung yang telah ditetapkan, maka hukumnya tidak diharamkan.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  261. Siti Nur Riyadzoh

    Assalamu’alaikum ustadz. saya ingin bertanya jika suami selalu curiga dan menghina istri dan itu hampir setiap hari,dan menuduh yang tidak istri lakukan. Dan istri kalo menjawab tidak sesuai yg di inginkan suami sudah menggunakan tangan untuk menghadapi istri. itu bagaimana ustadz,kalo istri sudah tidak sanggup apa boleh menggugat cerai suami,tapi yang saya takutkan ustadz suami juga pernah mengancam kalo sampai bercerai dengan istri dia akan membunuh istri agar dia puas,

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, bu siti. Rumah tangga ibu sedang diuji oleh Allah SWT. Sebagai istri yang baik, tentu ibu harus membuktikan dan meyakinkan bahwa ibu tidaklah seperti yang dituduhkan. Janganlah terburu-buru menggugat cerai. Kami yakin masih banyak jalan yang ditempuh untuk mempertahankan rumah tangga. Jika kita tidak bisa mnegatasi sendiri, maka mintalah bantuan orang lain yang dituakan atau dihormati oleh kedua belah pihak (istri maupun suami) agar bisa memberi nasihat. Berdoalah kepada Allah agar suami anda diberikan petunjuk. Cerai hanya terjadi jika keadaan saat memaksa.
      Kami mendoakan semoga Allah SWT membuka hati suami ibu, amin.

      Reply
  262. Endah

    Assalamu’alaikum r.Wb, saya menunggu jawaban atas pertanyaan saya mengenai shalat-shalat sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW, terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam, maaf ukhti endah, pertanyyaannya mohon lebih spesifik. Shalat sunnah banyak sekali, kira-kira yang ditanyakan shalat sunnah yang mana ya ? apakah sunnah rawatib, qiyamul lail dsb?

      Reply
      • Endah

        Assalamu’alaiku…
        Mengenai pertanyaan saya mengenai shalat-shalat sunnah, maksud saya, tentang shalat Hajat, shalat Tasbih, apakah Rasulullah mengajarkan itu?terimakasih.

        Reply
        • Ridwan pkh

          Wa alaikumus salam, ukhti Endah..
          Mengenai shalat tasbih, sebagian ulama menganggap bahwa shalat tersebut tidak disyari’atkan karena mereka menilai hadits yang dijadikan dasar hukumnya dhaif (lemah). Tapi banyak juga dari kalangan ulama salaf yang menilai bahwa derajat hadits yang dijadikan dasar hukum shalat tasbih adalah hasan bahkan shahih. Berdasarkan permasalahan di atas, maka hukum shalat tasbih minimal boleh.
          Adapun shalat hajat, para ulama sepakat bahwa shalat tersebut memang disyari’atkan (dianjurkan) bagi siapa saja yang mempunyai hajat agar dikabulkan oleh Allah.
          Catatan : Shalat hajat hanya dibolehkan selama hajat (keperluan yang diinginkan) tidak melanggar syara’.
          Wallahu a’lam.

          Reply
  263. yati

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya ingin bertanya,Bagaimana cara membayar hutang dimana orang dan alamatnya tidak saya ketahui lagi karena pindah dan tidak tahu dimana sekarang. Apa bisa pembayaran hutang tsb saya berikan/sedekahkan ke orang lain (saya pernah liat orang tua/nenek2 berjualan kripik di pingir toko) rencananya akan saya berikan uang pembayaran hutang tsb ke nenek2 tsb dgn niat untuk bayar hutang.Mohon penjelasannya mumpung masih bulan puasa akan bermanfaat bagi nenek tsb terimakasih. Wassalam

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, yati.
      Hutang hanya bisa dilunasi kepada siapa kita berhutang. Jika sampai saat ini anda belum bertemu dengan orang tersebut, maka anda harus menunggu beliau sampai bertemu di waktu yang lain. Berikhtiarlah dan berdo’a kepada Allah agar anda bisa melunasi hutang dan bertemu dengan yang bersangkutan.

      Reply
  264. yudhi

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamu’ alaikum wr.wb.
    Saya ingin bertanya
    apakah orang yang tertipu dalam jual beli akan diganti kerugiannya oleh allah

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.
      Bisa saja Allah SWT mengganti kerugian tersebut jika kita ikhlas dan menyadari bahwa kita sedang tertimpa musibah. Namun, segala sesuatu ada hikmahnya. Artinya, jangan sampai kita tertipu untuk kesekian kalinya karena kelalaian kita. Di dalam satu hadits Rasulullah SAW memperingatkan bahwa seorang mu’min janganlah terperosok ke dalam lubang yang sama.
      Wallahu a’lam.

      Reply
  265. Resa Parera

    Asalamualaikum ustadz
    Saya mau nanya ,,saya kan pernah di sakiti seorang cowok sampe2 dia juga nyakitin orangtua ku,tapi disisi lain aku masih sayang sama dia,saya sudah memafkan dia,cuma saya gk bisa lupain dia,mkannya semua socmed saya hapus semuanya jdi gk bisa komunikasi sma dia,apa itu termasukk memutuskan silaturahmi? Tapi saya lakukan itu cuma pngen lupain dia,dn spya sya gk skit hati lgi..apa itu salah pa ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, ukhti resa.
      Jika yang anda lakukan adalah sebatas untuk menghindari komunikasi sementara itu boleh saja, tapi tetap kurang baik. Tapi jika suatu saat anda bertemu dan ia bertegur sapa, maka balaslah sapaanya sekedar untuk menyatakan bahwa anda tidak memutuskan silaturahim.

      Reply
  266. Ivan Favian Kamil

    Assalamualaikum
    saya ingin bertanya, apabila seorang hamba lupa untuk membayar zakat fitrah sampai akhir bulan ramadhan, apakah dosa bagi dirinya? atas responnya saya ucapkan terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa laikumus salam, akhi ivan.
      JIka lupanya disebabkan karena menunda-nuda tanpa alasan, maka berdosa. Lupa yang demikian terjadi karena faktor kelalaian.

      Reply
  267. junaedi abdillah

    Assalama’likum Ustad, saya mencari-cari kolom bertanya tidak ketemu makanya saya memberanikan diri masuk ke kolom komen. Saya ingin mencari bacaan sholat dan bacaan dzikir yang sesuai hadis soalnya banyak sekali versi yang saya temukan. Saya coba cari divideo juga tidak ada. Mohon ustad bisa membantu. Terima kasih sebelumnya. Wassalamua’laikum.

    Junaedi di depok

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, pak Junaedi.
      Team kami saat ini sedang dalam proses penyusunan APLIKASI FIQH IBADAH. Mohon do’a dari kawan-kawan agar proses tersebut segera selesai dan dapat bermanfaat untuk ummat, amin.

      Reply
  268. suriani

    Ass Wr Wb
    saya berniat apabila dapat uang pesangon pensiun mau mengajak anak2 umroh bersama (jumlah anak 4 org) sy mau nanya klu gak jadi umroh tp uang untuk umroh di gunakan utk byr uang muka haji atas nama anak2 apa boleh.
    Wassalam mama anak2

    Reply
  269. Abu bakrin

    Assalamualaikum Ustadz,

    Saya sudah menikah 4 tahun, selama saya menjalani kehidupan bersama istri saya, saya tidak pernah mendapat ketenangan, saya selalu mencium gelagat tidak baik dari diri istri saya, walaupun saya tidak bisa membuktikannya, inilah yang membuat saya tidak tenang, banyak ustadz yang menyarankan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah, tetapi semakin mempertajam keyakinan saya untuk menceraikan istri saya.

    Pertanyaan saya Ustadz, apakah boleh menceraikan seorang istri karena tidak ada ketenangan dalam hidupnya ?

    Terima kasih

    Wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam, pak Abu Bakrin !

      Perceraian adalah suatu yang boleh tapi paling dibenci oleh Allah. Dalam kondisi anda sekarang ini, cerai boleh saja tapi makruh (dibenci oleh Allah). Perceraian adalah jalan terakhir jika memang sudah tidak ditemukan lagi sakinah (ketentraman), mawaddah (cinta kasih) dan rahmah ( kasih sayang).
      Saran kami, sebaiknya ikhtiyarkan dulu untuk mencapai sakinah, mawaddah wa rahmah secara maksimal sebelum anda memutuskan talaq (cerai).
      Semoga Allah SWT memberikan jalan yang terbaik, amin…

      Reply
  270. Hilwan Ridlwan

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya ingin bertanya, Apakah harus memasukan air ke dalam telinga dan menghirup air ke hidung ketika mandi wajib dan sedang berpuasa? Dan apakah puasanya tidak batal? Terimakasih.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam.

      Hal tersebut tidak membatalkan puasa. Puasa menjadi batal masuk sampai ke tenggorokan (menurut jumhur ulama)

      Reply
  271. ade saputra

    Assalamualaikum Ustadz,
    Saya mau tanya, penghasilan saya 5 juta/bulan kira2 pertahunnya ditabungan saya 20 jutaan… berapa zakat mall yang harus saya keluarkan ya ustadz…
    Terima kasih…

    Reply
    • Ridwan pkh

      zakat mal dikeluarkan jika harta sudah mencapai nishab dan haul ( satu tahun)
      nishab (batas minimal wajib zakat ) mal (harta ) setara dengan harga emas murni 85 gram.
      Jika harga 1 gram emas murni saat ini adalah Rp. 500.000, maka nishabnya setara dengan Rp. 500.00 x 85 = Rp. 42.500.000.

      Jika harta anda selama satu tahun ( haul) tidak mencapai nishab, maka anda tidak wajib zakat mal.
      Namun perlu diingat, walaupun harta anda belum mencapai nishab, anda tetap bisa bersedekah atau infaq untuk memperoleh keberkahan dan rasa syukur kepada Allah SWT. Wallahu A’lam

      Reply
  272. romi andrea

    Ass,ustad..
    Saya sahur jam 4.15, sementara imsak jam 4.30, smntara saya belum mandi wajib, tapi saya mandi wajib saat sebelum saya sholat subuh jam 4.45. Apakah puasa saya sah atau tidak ustad?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam.
      Puasa anda tetap sah.
      Disunnahkan untuk memulai puasa dalam keadaan suci, artinya mandi junub setelah masuk waktu subuh bukanlah hal yang menyebabkan batalnya puasa

      Reply
  273. zaenal mukmin

    Assalamualaikum Ustadz..
    mungkin ini pertanyaan yg selalu ingin saya ketahui dan menjadi benak” dalam keseharian saya .
    saya udah pernah ber setubuh berkali” dengan pacar saya , namun belum sah secara pandangan islam . ya saya tau itu dosa terbesar saya , apa boleh buat tad ini saya udah lakukan . tpi yg jadi pertanyaan saya .
    saya kan udah bersetubuh dengan pacar saya , tpi saya akan ber tanggung jawab sampe menikahi nya dan akan ninggalin dia ? apa hukum pandangan islam tenttang kasus saya ini .
    tolong pencerahan nya , terima kasih .
    wasalam.

    Reply
    • Ridwan pkh

      walaikumus salam wr wb.

      Pezina harus menikah dengan orang yang dizina-nya. Sudah menjadi kewajiban anda untuk bertanggung jawab dan menikahinya.

      Reply
  274. vini rizky

    Assalaamualaikum. Saya ingin bertanya ustad,,apa hukumnya jika seorang lelaki memberikan perhatian (sering telp/sms) terhadap seorang perempuan (janda) yg bukan mahramnya?? Dan si lelaki ini masih memiliki istri..mohon dijawab.. Trims…

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Hal ini tetntu bisa menimbulkan fitnah bagi kedua belah pihak. Sebaiknya hindarilah hal demikian agar peluang syaithan untuk menggoda bisa tertutup. Sebagai seorang muslim yang baik, menghindari fitnah adalah sebuah kepatutan.

      Reply
  275. april

    Assalamualaikum Ustadz
    Sy Mau Tnya, Ttg Haid
    Sy Mngalami Haid Yg Kurang Teratur Beberapa Bulan Ini Sehingga Menggangu Sy Dlm Mlaksanakn Ibadah Sholat dan Puasa Dibulan Ramadhan Ini
    Sy Punya siklus haid lebih Dari 14 Hari antara 20 Hari smpai 25 Hari Setlah Itu Berhenti Menstruasi Slama 5 Hari dan Sy Haid Kmbali Shinga Jumlah hari Sy Dalm Sebulan Utk Ibdah Hnya Beberapa Hari Saja
    Menurut Ustadz Bagaimana Solusix?
    Apakah Sy Terus Utk Tidak Sholat dan Puasa Selama Sy Haid?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam wr wb.
      Menurut jumhur ulama, darah yang keluar melebihi 15 hari adalah darah istahadhah (bukan darah haid). Artinya ibu tetap wajib shalat dan puasa ramadhan selama istihadhah.

      Adapun bagi wanita yang memang haidnya sejak pertama sampai saat ini melebihi 15 hari, maka hal ini perlu dikonsultasikan lebih lanjut kepada para fakar Fiqh. Wallahu a’lam

      Reply
  276. Ferro Mustika

    Assalamualaikum Ustadz,

    Saya sebelumnya ingin bertanya, apakah ada perbedaan antara kata “silaturahmi” dan “silaturahim”. Istilah berikut sering muncul saat Idul Fitri. Mohon penjelasannya ustadz.

    Assalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      secara makna tidak ada ada perbedaan. Yang paling tepat dalam tata bahasanya adalah silaturahim (hubungan kasih sayang)

      Reply
  277. budi

    Mf pa, sy mau tanya , sy ini bukan orang yg terdidik dari kecil islam, karna keluarga sy bukan muslim, dan sy hidup tidak ada yg membimbing dlm agama, ortu sy cerai, dan sy banyak melakukan hal dilarang agama ketika dahulu, tapi sampai saat ini kehidupan saya tak menentu, sya ingin kembali ke Jalan agama, tapi dosa & kesalahan sy begitu banyak, apakah Allah swt akan mengampuni sy & menghapus dosa dosa sy, krna begitu banyak kesalahan & dosa yg sy lakukan ketika dahulu, mohon bimbingan pa, terima kasih

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah SWT adalah maha pengampun dan maha Penyayang. Allah SWT mengampuni dosa-dosa sang hamba apabila betaubat dengan sungguh-sungguh (taubatan nasuha). taubat harus diiringi dengan nadam (penyesalan yang sungguh-sungguh dan tekad kuat untuk tidak mengulangi perbuatan dosa).Setelah Taubat dan nadam dijalankan, tumbuhkanlah rasa optimisme yang kuat bahwa rahmat Allah akan diberikan kepada kita.

      Reply
  278. Endah

    Ass. Wr. Wb
    Bagaimana hukumnya menziarahi kubur kedua orang tua yg telah meninggal dunia. Jazakillah… Wass.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wassalam alaikum wr wb.

      Ziarah kubur hukumnya boleh bahkan sunnah. Sunnah jika ziarah kubur dilakukan dengan benar tanpa ada hal kesyirikan dan bertujuan untuk mengingatkan kita akan kematian, terlebih adalah kubur orang tua kita. engan menziarahi kubur orang tua, kota akan terkenang bagaiman hebatnya perjuangan orang tua terhadap kita.

      Reply
  279. puji

    Assalamualaikum ustad…
    saya mau tanya bgamana caranya agar saya bisa di terima dlm bermasyarakt tanpa hrus mempergunjingkan org lain.krn 3th dlm lingkungan ini saya merasa kurang di terima krn tidak menyenangkan bgi mereka klau di ajak berbicara.

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..
      Tunjukanlah akhlak yang baik kepada mereka karena kita adalah hamba Allah yang beriman. Jika dengan akhlak yang baik anda masih juga belum bisa diterima, maka bersabarlah dan berdo’a agar Allah SWT membuka hati mereka untuk menerima anda sebagai bagian dari masyarakat yang harus dipenuhi haknya.

      Reply
  280. cucun

    Asalamualaikum Pa Ustadz
    Perkenalkan nama saya Cucun,Usia 31 th
    Saya ingin bertanya seputar kehidupan rumah tangga saya pa,Langsung aja ya Pa…..
    Saya sudah berumah tangga yang ke 2x,dulu saya berpisah karena kesalahan saya sendiri sebab saya selingkuh, saya selingkuh karena saya merasa tidak nyaman karena istri saya yang dulu berubah setelah dia kerja dan penghasilannya lebih dari saya, dan sampai akhirnya kami berpisah, kemudian saya menikah lagi dengan seorang gadis sampai sekarang, masalah yang timbul sekarang adalah antara istri sya dengan orang tua saya,karena kami tinggal ber empat saya, istri anak dan bapa saya yg usianya kurang lebih 84 thn. awala masalahnya yaitu karena bapa saya yang jorok dan istri saya yang kurang bisa nerima kelakuan bapa saya, sampai pada suatu malam istri dan bapa saya bertengkar hebat dari masalah bapa saya yang jorok tadi,di sisi lain meskipun jorok itu bapa saya sendiri tp di sisi lainya dia istri saya yang kalau melihat kesalahan, salah di bapa saya karena sudah di kasih tahu tapi masih tetap suka jorok,terus, nah dari masalah itu saya di hadapkan dengan 2 pilihan yaitu bapa saya atau istri saya,,,,,,,dalam hati sya saya memilih bapa saya karna walau bagaimanapun ga ada yang namanya bekas bapa lain lagi dengan istri ada istilah mantan istri,tapi di balik itu sya ga kepikiran kalau rumah tangga saya harus kandas lagi,yang saya pikirkan adalah anak. Dari pernikahan pertama pun saya punya anak dan sampai sekarang saya merasa berdosa terus karena membuat anak saya menderita karena ga bisa mendapat kasih sayang dari org tua nya seperti yang lain karena kami telah berpisah, saya ga kepikiran kalau anak yang dari pernikahan sekarang harus ngalamin seperti kakanya koban broken home
    Yang ingi saya tanyakan , apa yang harus saya lakukan sedangkan istri dan orang tua saya sama sama keras kepala,,,,,
    Itu saja pertanyaan saya pa Ustad, saya sangat berharap mendapatkan jawaban dari pa Ustad karena sampai saat ini saya masih belum bisa menentukan pilihan dan apa yang harus saya perbuat
    Munhgkin itu saja pertanyaan saya, saya tunggu jawabanya kalau bisa ke alamat emai saya pa,Terimakasih banyak Pa Ustad,Wasalamualaikum wr wb

    Reply
  281. Andhika

    Assalamu’alaikum ustadz..bagaimana hukumnya menginfakkan atau menyedekahkan harta kita yang berasal dari penghasilan yang haram (misal :perjudian) tetapi sebelumnya saya tidak tahu kalau yang saya lakukan itu ternyata termasuk berjudi,saya khilaf..dan harta tersebut jika diinfak/disedekahkan apakah tetap menjadi haram? jika iya, apa yang harus saya lakukan dengan harta tersebut.. mohon pendapat dan arahan dari ustadz.. sebelumnya saya mengucapkan banyak terimakasih..
    Wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wassalam alaikum..

      Bersedekah harus dengan harta yang halal. Untuk menghindari kemubadziran, sebaiknya uang tersebut di alokasikan untuk hal yang tidak bersifat konsuntif (dimakan oleh penerima). uang tersebut dapat dialokasikan untuk pembangunan jalan, renovasi sarana umum dll. Ingat : Hal ini hanya bertujuan menghindari kemubadziran karena sudah terlanjur,. tapi tidak dapat difahami bahwa boleh menyumbang untuk perbaikan sarana umum dengan cara berjudi, mencuri dan lain-lain.
      Catatan penting : haram menyumabng untuk masjid dari hasil judi atau perbuatan haram lainnya tanpa kecuali, sekalipun bertujuan menghindari kemubadziran !
      Wallahu a’lam

      Reply
  282. Eni Susanti

    Assalamualaikum ustadz,. Semoga Ustadz berkenan menjawab pertanyaan dari saya yg lagi gundah. Begini Ustadz, saya ingin menikah dengan pasangan saya, tetapi keluarga melarangnya karena faktor jarak, saya anak tunggal. kluarga saya keras sekali tdk mau mendengar saya, dan mereka punya jodoh untuk saya. tapi hati saya menolaknya. yg menjadi pertanyaan durhakakah saya apabila menentang orang tua, karena saya yakin dengan pilihan saya, dia bisa menjadi imam yg baik untuk kluarga saya ? saya sudah beristikharoh dan mendapat petunjuk dari Allah S.W.T. tetapi kluarga tetap keras, bahkan mereka bilang kalo saya tetap dengan pilihanya, mereka tdk akan mengganggap saya kluarga lg ! trima kasih Ustadz,.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Pernikakahan seorang perempuan dianggap tidak sah ketika yang menjadi walinya bukan ayah kandungnya. Selain tidak sah, perbuatan tersebut juga merupakan akhlak tercela karena tidak mendapat ridha dari orang tua. Bukalah kembali dialog dengan orang tua agar keinginan anda bisa tercapai. jika mengalami jalan buntu, anda bisa melaporkan ayah anda ke KUA atas tindakan orang tua anda. Petugas KUA akan memanggil ayah anda untuk mengetahui alasan orang tua anda. jika petugas mengganggap alasan orang tua anda tepat, maka sebaiknya anda mematuhi perintah dan kemamuan beliau. Namun jika petugas menggagap alasan ayah anda tidak tepat, maka pemerintah bisa memaksa ayah anda untuk menjadi wali bagi anda sesuai dengan calon suami pilihan anda. Penilaian petugas tetntu sesuai dengan kaidah fiqh dn maslahat bagi kedua belah pihak. Wallahu a’lam

      Reply
  283. Arie

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelasan mengenai masalah berikut :

    1. Ada kondisi dmana seorang ayah yang tadinya sehat kemudian tiba – tiba sakit keras contoh serangan jantung, pada saat itu ada nenek (ibu dari ayah) dan ada anak si ayah yang juga merupakan dokter. Kedua nya berselisih faham mengenai apa yang harus dilakukan. Si nenek mengatakan tidak usah dilakukan upaya apa2 lagi.. cukup kita ajarkan kalimat Laa illahaillallah.. sementara si anak berusaha untuk memberikan pertolongan medis sebisa mungkin.. Sebenarnya mana yang lebih baik ?

    2. Terjadi perselisihan letak makam, dimana ibu dari almarhum ingin jenazah dikuburkan di suatu tempat sementara istri dari almarhum ingin jenazah dikuburkan di tempat yang lain.. Sebenarnya siapa yang lebih berhak,. ? ibu atau istri atau anak2 almarhum dalam hal ini ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..

      1. Jika masih ada harapan sembuh, maka pertolongan didahulukan. tetapi jika harapan sembuh semakin tipis dan ajal semakin dekat maka talqin lebih utama.

      2. Jika sang suami pernah berwasiat ingin dikuburkan di suatu tempat, sebaiknya dahulukan wasiat. tetapi jika tidak ada wasiat, istri lebih berhak menentukan. hal ini diqiyaskan bahwa istri atau suami lebih berhak memandikan pasangannya, menguburkannya dan juga menshalatkannya. Wallahu a’lam

      Reply
  284. Anonymous

    Assalamu’alaikum ustadz,
    Tanpa bermaksud mengurangi rasa syukur kepada Allah swt, mengapa rezeki berupa materi agak terasa lambat kami rasakan, kami sekeluarga selalu berusaha menjalankan kewajiban kami sebagai hambaNya secara konsisten dari fardhu hingga sunnah bahkan sholat taubat. Sekali lagi tanpa mengurangi rasa syukur kami terhadap seluruh pemberian dari Allah SWT. Saya ingin tanykan apakah ini ujian atau cobaan atau kesulitan yg dikalungkan kepada kami karena dosa” kami dimasa lalu ? Namun demikian kami selalu Khuznudzon terhadap apa yang kami terima
    Mohon penjelasannya dari ustadz
    Jazakalloh sebelumnya ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Allah menguji kita dengan beberapa hal yaitu :
      1. Rasa takut dan khawatir
      2. lapar
      3. Kurang harta
      4. Meninggalnya kerabat atau juga sakit
      5. Musim paceklik

      Allah menguji hamba karena cintanya. setelah ujian terlewati dengan baik maka keberkahan, rahmat dan hidayah akan kita dapatkan.
      Lihat Surat Al Baqarah ayat 155 – 157. Wallahu a’lam

      Reply
  285. redi

    Assalamualaikum ustad.. saya mau nanya..saya bekerja di rumah sakit bag farmasi..kebetulan kepala ruangan saya seorang yg berbeda keyakinan .. kalau ada keuntungan juga jarang dibagikan kepada pegawai(kata pegawai senior wallahuallam) ..sehingga pegawai yg sudah lama memakai cara untukbmendapatkan uang tambahan .. mereka menjual obat dengan harga yg tidak sebenarnya…contoh harga 35rb..dijual50rb..yg 15rbnya disakuin ? Hukumnya gimana ustad…
    2.apakah ada shalat tahajud dibulan ramadhan.?atau cukup dengan tarawih ?

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam..

      1. Tindakan tersebut sama dengan kecurangan karena tidak jujur. setip kecurangan adalah dosa.
      2. orang yang sudah tarawih dibolehkan untuk tahajjud pada malam harinya.

      Reply
  286. Leny Erlinda

    Assalamualaikum Ustadz, bagaimana hukumnya /tuntunanya bagi wanita sholat berjamaah di masjid. Wasalamualaikum w.w

    Reply
    • Ridwan pkh

      Shalat berjamaah bagi wanita di mesjid sudah ada sejak zaman rasulullah SAW. Namun, seorang wanita hendaklah menjaga adab dan etika agar tidak timbul fitnah. Wanita hendaknya tidak memakai perhiasan mencolok, berdandan yang berlebihan apalagi memakai wewangian yang berlebihan. Di samping itu wanita hendaknya menepati shaff paling belakang.
      Wallahu a’lam

      Reply
  287. Fajri

    Assalamualaikum.
    saya mau bertanya, saudara saya sebentar lagi mempunyai calon buah hati dan bingung soal nama untuk si kecil.
    Bolehkah jika kita sebagai orang muslim memberikan nama anak dengan nama Abraham yang mana kebanyakan umat Nasrani dan Yahudi menyebut Ibrahim dengan sebutan Abraham.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam…

      Sebaiknya menamakan anak dengan nama yang baik dan mengandung makna yang positif dan islami. Nama Ibrahim lebih baik dari pada abraham.

      Reply
  288. Syahrizal Hafid

    Assalamualaikum Ustadz, begini pak ustadz saya punya seorang ibu yang keras kepala sekali, tidak pernah bersyukur, dan jarang sholat, ibu saya itu orang nya selalu meng olok olokkan ayah saya, dengan kata” yang sangat tidak pantas, hampir setiap hari ibuk saya marah maraahhh terus, saya sebagai anak merasa kasihan sma ayah, ayah ndak pernah mbantah sma ibuk, saya di rumah pun juga “sumpek” mendengar ibuk yang kasar sekali, sayapun juga mesti di olok olok, di caci maki, saya bingung pak, gimana caranya supaya ibu yg keras kepala seperti ibu saya bisa mereda, ibu saya juga tidak bisa di bilangi pake omongan, percumaa, malah bisa bisa marah kalo di bilangi, gimana pak ?
    ayah jadi sakit sakit an
    Terimakasih, wassalamualaikum

    Reply
    • Ridwan pkh

      wa alaikumus salam…

      Jika dengan pendekatan personal masih belum maksimal, hendaknya anda berdo’a agar Allah SWT memberi petunjuk kepada ibu anda. Ingatlah bahwa Allah sangat Kuasa untuk membolak balikan hati manusia,

      Reply
  289. you654

    Assalamu’alaikum ustadz. mohon penjelasan beserta dalilnya. Apakah seseorang yang menderita gangguan jiwa boleh menikah (laki-laki ataupun perempuan)? Ohiya, gangguan jiwa di sini dalam pengertian dunia psikologis ustadz, bukan pemahaman orang awam (makan dari tong sampah, ngamuk2, dll.) Jika boleh, apakah syaratnya? terimakasih ustadz.

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam..

      Nikah tetap sah, namun menjadi makruh karena dikhawatirkan akan menimbulkan masalah setelah berumah tangga. pembahasan ini masuk pada kriteria kufu’ (kesetaraan pasangan ) dalam pernikahan.
      salah satu dalil kufu’ diantaranya adalah :

      تَخَيَّرُوا لِنُطَفِكُمْ، وَانْكِحُوا الْأَكْفَاءَ، وَأَنْكِحُوا إِلَيْهِمْ

      “Pilihlah (tempat) untuk mani kalian, dan nikahilah orang-orang yang sepadan, dan nikahkanlah (wanita) dengan orang-orang yang sepadan.” (ibnu majah)

      Reply
  290. Andik

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelsan dasar hukum malam nisfu sya’ban. Apa benar buku amalan ditutup pd bulan tersebut.Terima kasih

    Reply
  291. nuraini

    assalamualaikum ustadz,,,
    saya mohon ustadz memberikan jawaban.
    saya punya adik laki2 baru tamat SMA.. ketika malam hari saya sudah tidur…. dia ngetok2 pintu kamar… sampai saya terkejut dan marah2.. ternyata dia pinjam motor ,, saya kasih aja kunci motor dari fentilasi dengan cara melempar. setelah dia pergi saya kata2in dia “tak ada otaknya bangun2 kan org” setelah itu orang tua saya mrh2 karna saya ngomong kasar. bapak saya bilang jgn lah kek gitu… nanti jangan ada penyesalan kamu terhadap adik mu karna kamu sudah ngomong gtu… bpk aja orangtua nya gk pernah ngomong kasar…. jadi ketika pagi hari… adik saya nelfon…. dia bilang dia mw kerja, sebelumnya dia tdk ada kerja…. saya tanya,, dmn kerjanya?? nnti aku kasih tw… gitu jwb nya… trus dia sms saya lagi… dia bilang… kak aku dah sms mamak dan bapak kalo aku pamit nak pergi…. jadi saya udah sedih aja baca nya… dan saya berfikiran yang tdk2…..
    apakah kita tahu itu adalah akhir dari hidupnya???
    apakah itu sms tanda terakhirnya???
    tidak kan ustadz????
    apakah hanya firasat saya aja yang seperti itu?????
    mohon ustadz bls secepatnya dan beri saya ketenangan …

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Hanya adik anda dan Allah saja yang tahu pasti jawabannya.
      Berdo’alah kepada Allah agar adik anda selalu mendapat perlindungannya. Aamiin…

      Reply
  292. arif

    assalamualaikum ustadz, saya maw tanya apa yg harus saya lakukan sebagai suami yg selalu di tindas oleh perkataan istri yg dimana pemicunya hanya masalah-masalah sepele, sebagai contoh : hanya karena saya tidak maw di suruh untuk membelikan pulsa tlp dan dengan alasan saya karena pekerjaan, istri langsung mengucapkan DASAR A** (kata binatang)
    dan persoalan-persoalan yg seperti ini sudah sering terucap sejak 2tahun ke belakang, ustadz apa yg seharusnya saya lakukan ???
    wassalam…

    Reply
    • Ridwan pkh

      Wa alaikumus salam wr wb.

      Dalam berumah tangga tentu ada saja ujiannya. kalo tidak dari istri,bisa saja dari anak, mertua bahkan ipar. Sebagai kepala keluarga, anda wajib mendidik dan memberi nasihat dengan cara yang baik. Jika dengan nasihat masih belum efektif, sebaiknya dengan sikap yang menggambarkan ketidaksetujuan anda terhadap akhlak istri anda. jika masih belum bisa diharapkan, maka anda harus memberi sanksi yang wajar dan diperkenankan oleh syari’ah islamiyah. Jika masih belum bisa diharapkan, maka mintalah bantuan orang lain yang sekiranya disegani oleh istri saudara.

      Berusaha dengan sabar dan berdoa kepada Allah Agar Allah membuka hati istri saudara agar menjadi istri yang shalihah. Aamiin..

      Reply
  293. Agus

    Assalamualaikum ustadz, mohon penjelasannya, apakah ada hukum/tuntunannya qodho sholat wajib, kalau ada bagaimana caranya…?

    Jazakalloh sebelumnya ustadz.

    Reply
  294. Fazlullah

    Pak ustaz assalamualaikum ww, mau tanya masalah azan subuh, mana yg benar membaca assholatukhoirumminannaum, dibaca atau tidak waktu azan subuh, sebab ditengah2 masyarakat kita msh ada perbedaan ini, jd mohon solusi pak ustaz, wassalam…..

    Reply
  295. abdullah

    afwan ustad… adakah dalil atau anjuran untuk puasa rajab… saya melakukan tapi banyak yang bilang tidak ada dalilnya yang soheh..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Abdullah,,
      Memang tidak ada dalil shahih maupun hasan hadis tentang puasa di bulan Rajab. Tp kalo mau puasa sunnah ya silahkan di waktu kapanpun, di bulan apapun. Bisa liat video ttg hal tersebut dari Dr. Ahmad Lutfi Fathullah di video http://www.warungustad.com

      Reply
  296. Khoiru Mardiansyah

    assamu’alaikum wr.wb
    saya mau minta sarannya, begini, bpk
    ibu ku itu sering meninggalkan sholat 5
    waktu, terus saya sebagai anaknya,
    gimana ya caranya mengajak sholat
    tapi seolah-olah tidak menggurui orang
    tua saya. terimakasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  297. Afriza Harahap

    Assalamu’alaikum wr wb
    Pada tahun 2012 lalu, pernah meminta dan menerima hadiah (untuk pribadi) dari supplier terkait pembelian perangkat komputer di kantor saya dengan iming” kedepannya akan membeli dari toko tersebut jika mereka memberikan saya hadiah. Haramkah hukumnya hadiah tersebut ? kalau haram bagaimana cara mensucikannya ? apakah dengan membawa dan menjadikan benda tsb sebagai aset kantor sudah cukup untuk mensucikannya ?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Hal tersebut tidak halal, maka untuk mensucikannya bisa dikembalikan kepada suppliernya atau dikembalikan ke kantor mjd inventaris kantor. Karena bagaimanapun juga anda mendapatkan hadiah tersebut karena bekerja di kantor tersebut dan anda sudah digaji. Dan jgn lupa juga untuk beristighfar yang banyak untuk menghapus kesalahan kemarin2 itu, salam

      Reply
  298. Yuyuh Sukmana

    Assalamualaikum Wr.Wb….
    Pak Ustadz, apakah sebagai seorang istri bisa dikatakan berdosa apabila kurang berbakti kepada suami, apabila suami dalam status non-Muslim? Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Dalam islam wajib hukumnya untuk berbakti kepada suami, dan suaminyapun yang jelas beragama islam. Tidak ada kewajiban untuk berbakti kepada suami non muslim karena pada hakekatnya pernikahan tersebut tidak sah apabila suaminya non muslim dan istrinya islam. Yang boleh suaminya islam, istrinya non muslim,

      Reply
  299. hapis saputra

    Assalamualaikum WR.WB
    Pak ustadz saya mau nanya apakah hukum nya kalau kita dan pasangan berjanji akan menikah tetapi wanitanya mengingkari janji nya dan dia mau menikah degan pria lain apakah saya berdosa apakah ada hukuman buat yang mengingkari apa lagi sudah bersumpah atas nama ALLAH SWT dan ALLAH SWT lah yang menjadi saksi kami

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Hapis saputra
      Semoga Allah berikan gati jodoh yang lebih baik, dan lebih sholehah untuk anda. Dalam hal ini bukan permasalahan janji dan mengingkarinya, tetapi inti dari semuanya adalah kalian tidak berjodoh.
      Carilah yang lebih sholehah dan untuk itu, , carilah tempat bersosialisasi yang baik dan sholeh dan mohon petunjuk kepada Allah,
      Salam

      Reply
  300. Ahmad

    Assalamualaikum,,Pak ustad mau tanya,
    begini pak,saya penerima beasiswa salah satu PTN,ada masalah dulu ketika mengisi data pribadi. saya asal mengisi penghasilan orang tua tanpa pikir panjang karena saat itu memang sedang ada masalah, setelah sya dinyatakan lolos,,tak pikir ulang ternya saya memasukan data penghasilan orang tua lebih sedikit dari yang sebenarnya,sya sudah konfirmasi kpada pengurus beasiswanya,tapi mereka malah bilang,”jika kamu merasa bisa membiayai kuliah sendiri ya kamu putus beasiswanya,tapi jika tidak mampu ya anggap saja anugrah Allah SWT”,gimana solusinya pak ustad,mengingat saya memang sangat membutuhkan beasiswa tersebut?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak ahmad
      Sebagai pelajaran, , untuk selanjutnya ketika nanti mengisi form lagi, mohon tuliskan saja apa adanya dan menulisnya dgn cermat. Untuk hal beasiswanya karena anda memang membutuhkan hal tersebut dan akhirnya memang Allah lancarkan maka itu adalah rezeki untuk anda.
      Salam

      Reply
  301. Anonymous

    Asslmlkm Tolong dijelaskan tentang puasa Rajab & Sa’ban, saya melaksanakan puasa sa’ban tp akhir” ini banyak sekali org” mengatakan hadits nya dhaif, saya kesal ko masalah hadits dhaif terus mematahkan ibadah org, tolong ust jelaskan syukron

    Reply
  302. S. Sanjaya

    Asslmlkm Tolong dijelaskan tentang puasa Rajab & Sa’ban, saya melaksanakan puasa sa’ban tp akhir” ini banyak sekali org” mengatakan hadits nya dhaif, saya kesal ko masalah hadits dhaif terus mematahkan ibadah org, tolong ust jelaskan syukron

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam.. silahkan simak video di link ini:”http://warungustad.com/hadis-hadis-mengenai-ibadah-dan-keutamaan-bulan-rajab

      Reply
  303. Sabrina Michelle

    Seorang istri telah berhijab tapi suami tidak menerima bahkan sudah 1thn lebih ia tdk memberi nafkah batin,apa yg harus saya perbuat?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Sabrina
      Pilihan ada pada ibu, , apakah mau tetap bersabar dgn sikap suami dan tetap berhijab, , atau tetap istiqamah dgn hijabnya dan ibu meminta hak cerai kepada suami ibu. Semoga Allah berikan rahmat dan kuasanya, serta pilihan yang terbaik kepada ibu.

      Reply
  304. Fajar

    Assalamualaikum Wr.Wb
    Pak Ustadz Saya Mau Tanya Kalo Kita Mau Melaksanakan Puasa Rajab Tapi Kita Ketinggalan Sahurnya Itu Gmna Ustadz

    Reply
  305. AGUS RAHMAT HIDAYAT

    Assalamualaikum. ustdz, tentang hadits puasa di awal ROJAB bagaimana….. mohon kejelasannya. wassalam

    Reply
  306. Fitriani Karlita

    Assalamu’alaikum Ustadz… Semoga ustadz selalu dalam keadaan sehat walafiat. ana ingin bertanya : salahkah ana jika berhenti bekerja untuk lebih fokus mengurus anak yang masih bayi? namun setelah ana memutuskan berhenti bekerja timbul masalah baru yaitu ayah ana marah besar karena ia merasa ana mendurhakainya dengan berhenti kerja yang sebelumnya memang beliau yang menjembatani ana untuk mendapatkan pekerjaan. Ana terbebani ya ustadz dengan pekerjaan ini, ana diwajibkan untuk turun ke daerah yang jauh yang tidak cukup satu hari perjalanan dengan harus meninggalkan anak dan suami, karena itulah setelah ana berdiskusi panjang bersama suami ana memutuskan untuk berhenti bekerja da hanya fokus mengurus anak dan suami. Namun masalah baru timbul, ayah ana marah besar dengan keputusan ini ustadz. Beliau sampai mengucapkan kata-kata ana anak durhaka yang tidak tau berbakti pada orang tua, hingga beliau bersumpah tidak mengikhlaskan dunia akhirat seluruh uang yang habis ia keluarkan untuk membesarkan ana dan untuk menguliahkan ana dulu. Sampai detik ini beliau masih marah dan menceritakan seluruh keburukan ana karena berhenti kerja ini ke saudara-saudara. Ini sudah terjadi selama sebulan ini ustadz. untuk ustadz ketahui, gaji ana selama bekerja 18 bulan kemarin selalu ana berikan ke ayah sebelum beliau memintanya, karena ana tau beliau lebih membutuhkan karena beliau telah beliau pensiun, sedangkan ana untuk sehari-hari sudah terpenuhi oleh suami. Ana kasihan dengan ibu dan adik-adik dirumah ustadz, karena masalah ini ayah selalu marahin ibu yang dibilangnya tidak becus mendidik ana hingga berani melawannya. Untuk ustadz ketahui lagi, ayah ana memiliki istri simpanan di kota lain, jadi uang gaji yang ana berikan setiap bulannya ke ayah diberikannya lagi ke istri simpanannya ini. Namun, setiap kali ana tanyakan ayah selalu membantah, dia bilang uang dari ana tersebut habis di pakai untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, namun ibu ana justru bilang tidak pernah ayah memberinya uang untuk kbutuhan rumah tangga. Ana sakit hati ustadz dengan perilaku ayah, makanya ana memutuskan untuk berhenti kerja dan ikut kata suami untuk lebih fokus mengurus anak. Bagaimana solusi terbaiknya ustadz dari masalah ana? mohon penjelasannya. Syukron jiddan..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ukhty fitriani, , semoga Allah selalu melindungi ukhty sekeluarga dengan l8ndungan yang sempurna, , seorang anak perempuan ketika sudah berkeluarga maka ketaatannya berpindah dari ketaatan kepada orang tua beralih kepada ketaatan kepada suami. Apa yang dilakukan oleh ukhty insya Allah sudah tepat. Berikan penjelasan yang bijak kepada keluarga khususnya bapak agar lebih faham dengan keputusan ukhty keluar dari pekerjaan, dan teruslah doakan bapak ukhty semiga hatinya melunak. Semoga Allah memberikan jalan keluar yang lebih lunak dan semoga Allah gantikan rezeki yang terdahulu dengan yang lebih banyak dan halal.. aamiinn.
      wassalam

      Reply
      • Fitriani Karlita

        Alhamdulillah ustadz.. Syukron jiddan atas penjeLasannya. ana jd tidak dihantui rasa bersalah lagi dan mulai bisa mengambil sikap mana yang baik. Melalui media ini pertamakalinya ana cerita tentang masalah ana ini ustadz, Alhamdulillah ana tidak menyangka akan mendapat respon jawaban Yang luar biasa bikin ana lega dari ustadz. InsyaAllah ana selalu mendoakan ayah walaupun beliau saat ini tidak lagi menganggap ana anaknya. ana sayang beliau. Sekali lagi syukron ya ustadz…

        Reply
  307. Ayu

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pak Ustad, besok kan sudah bulan Rajab … terkait Keutamaan dari bulan Rajab sebagai Bulannya Allah … apakah amalan bulan Rajab seperti puasa sekian kali …. bagaimana hadistnya ya pak ?

    Reply
  308. Khoiru Mardiansyah

    assamu’alaikum wr.wb
    saya mau minta sarannya, begini, bpk ibu ku itu sering meninggalkan sholat 5 waktu terus saya sebagai anaknya, gimana ya caranya mengajak sholat tapi seolah-olah tidak menggurui orang tua saya. terimakasih
    wassalamu’alaikum wr.wb

    Reply
  309. putra

    assalamualaikum, mau nanya gimana caranya mendapatkan buku Kumpulan 40 hadits yang ustadz terbitkan?

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam akhi Putra
      Ahki bisa sms ke Hp Pusat Kajian HAdis : 0818 996 994
      dan sebutkan pesanannya. Nanti akan kami proses.
      salam

      Reply
  310. pitriyana

    Assalamualaikum pak ustad saya mau nanya ,salahkah jika seorang istri sering menasehati suaminya untuk sholat,dan suami slalu bilang saya selalu melawan,mohon jawabannya pak ustad

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu pitriyana
      Apa yang ibu lakukan tidak salah sama sekali krn itu termasuk’amar ma’ruf nahi munkar. Masalah suami, mengira bahwa ibu selalu melawan dikarenakan ketidakpahaman suami ttg islam. Tetap terus nasehati dan terus doakan yg tulus agar Allah membalikkan hati suami i u kepada keta’atan.
      Salam

      Reply
  311. @TosRo46

    Ketika sholat berjamaah terkadang saya suka menahan kentut saat sholat, alesannye agar saya dapet fadhilah pahala sholat berjamaah, klo misalnya saya batalkan nantinya saya bakal sholat sendiri.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam @TosRo4
      Menahan buang gas saat sedang sholat adalah makruh. Untuk itu harus diperhatikan ketika8ngin sholat jamaah, maka jauhi makanan yang bisa bereaksi dan berpotensi berakibat buang gas.
      Salam

      Reply
  312. AMELLIA

    ASSALAMMUALAIKUM PAK USTADZ..Saya ingin bertanya. Suami saya berasal dari Bali, mualaf sblm menikah. Sekarang saya sedang mengandung. Yang ingin saya tanyakan bagaimana hukumnya atau apa boleh anak saya kelak diberi nama depan Bali, misalnya I Made, saya telah berpaham dgn bbrp ustadz, tidak masalah, karena seperti I Made, Putu, dll adalah untuk menunjukkan urutan anak keberapa dlm sebuah keluarga. Saya mohon petunjuknya Pak Ustadz..Terima kasih,,
    Wassalammualaikum wr.wb….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Amelia
      Pada dasarnya tidak ada larangan memberi nama kepada anak selama mengandung arti yang baik dan tidak ada arti yang syirik atau hal2 yang dilarang islam. Jadi berilah nama anak ibu dgn arti yg baik.
      Salam

      Reply
  313. Tita

    Assalamualaikum pa ustadz

    Saya telah 10tahun menikah dan memoliki seorang putra,3bulan yg lalu suami mengatakan bahwa dia ingin berpisah karena merasa sudah tak ada cinta dihatinya untuk kami anak istrinya,dia ingin bebas berpetualang , saya mencoba memahaminya dan bermaksud bersabar menunggu namun dia bersikeras ingin berpisah sampai dia mengatakan aku ceraikan kamu,aku ceraikan kamu aku ceraikan kamu berturut2 tidak sampai satu menit. Saya ingin menanyakan jatuhnya talak kepada saya dari suamj termasuk talak berapa yah pa ustadz? Karena suami saya tidak tahu adanya syariat tata cara mengenai hal rujuk talak 1,2 dan 3 .
    Terima kasih pa ustadz

    Wassalam

    Tita

    Reply
  314. Umar Abdillah

    Bagi Seorang laki-laki yang sering meninggalkan sholat mungkin bertahun-tahun kemudian setelah insyaf apakah wajib mengqada’ shalat yang ditinggalkannya .kalau wajib Bagaimana caranya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Umar,
      hukum mengqodho sholat wajib, untuk menggantinya bisa kapan saja diwaktu yang bisa disesuaikan oleh bapak, yang jelas ketika sudah bertahun tahun, maka hitungannya 5 waktu sholat x berapa hari dalam tahun yg ditinggalkan,. ketika jumlahnya banyak sekali jangan putus asa, Allah Maha Tahu usaha hambaNya, ketika seorang hamba sudah maksimal untuk mengqadha waktu sholat setiap waktu dalam hidup bapak, Allah mencatat usaha dan niat seorang hamba. Dan pasti akan Allah bantu,, selama hambaNya tetap husnuzhan kepadaNya. bisa saya sarankan mungkin ketika sholat maghrib di waktu yg hadir, maka ditambah satu sholat maghrib untuk sholat maghrib qadha, maupun sholat fardhu yg lain.

      Reply
  315. muh.zainal mustofa

    jika kita tertinggal satu rokaat dari imam, bolehkah kita melanjutkan sholat pada rokaat kedua

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bapak Zainal,
      apabila kita tertinggal satu rakaat dr imam, maka ikuti saja rakaat yg didapati, kemudian setelah imam salam, bapak tidak ikut salam, melainkan berdiri menyempurnakan satu rakaat lagi baru terakhir salam

      Reply
  316. Nurdin Chotib

    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Ustadz kalau kita masuk masjid mana yang kita dahulukan sholat sunah qobliah atau sholat sunah tahyatul masjid.
    Terima kasih atas jawabannya.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Nurdin,
      adabnya ketika masuk masjid dahulukan sholat tahiyatul masjid terlebih dahulu, setelah itu sholat qabliyah
      salam

      Reply
  317. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Mudah2 ustadz berkenan menjwb pertanyaan sy. Begini, apakah rasulullah sll melakukan sholat lidaf’il balaa-i (sholat tolak bala) stlh sholat isya & sblm sholat subuh. Mohon dijwb ustadz. Terimakasih.

    Reply
  318. devi

    assalamualaikum we.wb
    ustadz, saya mau tanya. kedua orangtua saya telah meninggal dunia. tetapi semasa hidup mereka saya sering durhaka. sekarang saya bena-benar menyesal.
    apa yang harus saya lakukan agar Allah mengampuni dosa-dosaku pada mereka.
    akankah dosa-dosa saya diampuni Allah?
    mohon jawabannya ustadz.
    terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudari Devi, manusia tidak ada yang sempurna pasti kita semua punya kesalaha. Ketika kita punya dosa kepada kedua orang tua kita,dan mereka sudah meninggal, bertobatlah kepada Allah dgn taubatan nasuha dan berdoalah untuk kedua orang tua kita agar mereka selqlu diberikqn ampunan dan tempat yang terbaik di SisiNya dan berbuat baiklah kepada kerabat kedua orang tua kita, bibi, paman dr bapak dan ibu, krn kedudukan mereka sama dengan orang tua kita.

      Reply
  319. Luthfiah Faqih

    Ustadz hadits ini membuat hati saya jadi galau….. mudah2an hadits ini palsu, saya tidak rela ….

    Hadis Sunan Ibnu Majjah Jilid 3. Hadis Nombor 2578.
    Mewartakan kepada kami Nashr bin ‘Ali Al-Jahdhamiy mewartakan kepada kami Abdul-Wahhab; mewartakan kepada kami Humald, dari Anas bin Malik, bahawasanya ada sekelompok orang dan ‘Urainah datang (di Madinah) pada masa Rasulullah saw. Namun mereka tidak suka menetap di Madinah. Maka beliau berkata: “Jika kalianmahu keluarlah mendapati unta betina milik kami, dan kalian boleh minum air susunya dan air kemihnya”. Maka merekapun mengerjakannya. Lalu mereka murtad dari agama Islam, dan membunuh penggembala Rasulullah saw. serta menggiring unta betinanya. Maka Rasulullah mengirim sahabat untuk mengejar mereka. Lalu mereka didatangkan kepada beliau. Beliau memotong tangan-tangan mereka dan kaki-kaki mereka serta mencungkil mata mereka- -dengan paku panas, dan meninggalkan mereka di panas terik hingga mati”.
    Tolong ustadz , saya yakin hadits ini tidak sohih …. masa sekejam itu siiih ….???

    Reply
  320. Nuril Sabaro

    Assalamualaikum Ustadz saya seorang gadis berusia 25 tahun . . Saya mau bertanya apakah saya harus terima lamaran seorang laki2 (A) yang tidak direstui oleh orang tua saya ataukah saya harus menjalani hub dengan seorang laki2 (B) yang ga tau kapan akan melamar saya dan disetujui oleh ortu tapi saya tidak terlalu sayang sama si (B) karena saya lebih sayang ke si (A) . . Ustadz saya bingung apakah saya harus nurut orang tua atau saya harus mengikuti hati saya? Mohon pendapat dan penjelasannya . .
    Terimakasih
    Assalamualaikum wr wb . .

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam Ukhty Nuril:
      Diantara kebingungan ukhty dalam memilih, coba dibuat daftar tulis positif dan negatif dari keduanya, kemudian mohonlah kepada Allah dengan jalan berdoa dan sholat istikharah, mohon petunjuk. Tetapi ketika istikharah, mohon untuk tidak condong kepada salah satunya. Bersikaplah netral, biarlah Allah yang memilihkan lansung dengan skenarioNya.
      Salam.

      Reply
  321. sulaiman surabaya

    assalamualaikum ustadz, dahulukan mana antara biaya menuntut ilmu dan bersedekah untuk menolong orang lain ustadz? saya sering ibah terhadap orang lain, sehingga , menuntut ilmu jadi tersingkirkan… apakah saya termasuk zolim pada diri sendiri ustad. Terimahkasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Sulaiman:
      Memununtut ilmu itu wajib, terutama ilmu agama. Sedekah itu sunnah. Ketika kita bisa menjalankan keduanya alangkah indahnya. Ketika akan bersedekah bersedekahlah dengan kemampuan anda. Jangan sampai mengesampingkan urusan menuntut ilmu.

      Reply
  322. jefry

    assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh…..
    perkenalkan nama saya jefryasal saya dari sulawesi selatan tepatnya di kabupaten luwu,palopo utara,yang mayoritas kaum nasrani protestan
    dari kelurga ibu mayoritas islam,dari bapak 100% kristen protestan,karena anak pertama aklum jadi rebutan orang tua,terkadang saya tinggal di rumah ibu saya dan terkadang tinggal di rumah orang tua bapak saya,bila saya tinggal di rumah bapak saya terkdang saya di bawah ke geraja,perjalanan hidup yg surum saya lalui dari kecil sampai dewasa,segala perbautan maksiat saya lakukan,dan saya juga pernah sekolah di salah satu SMU kristen yg ada di kota saya,tetapi alhadulillah saya ikut ibu saya yg beragama islam,yg mendasari saya islam karna saya sering baca alkitab dan tau sedikit,selanjutnya saya baca terjemahan Al Quran,saya yakin inilah agama rahmatan ilahi..
    maksud surat saya ini kepada warung ustad,ingin belajar islam yg dalam tetapi saya tidak tau mau belajar di mana,maka dari pada itu adakah ustad yg sudi kiranya menujukkan tempat belajar yg baik,buat se umuran saya karna saya sudah umur 33 tahun,sebenarnya masih banyak perjalanan kisah spiritual saya yg saya sampaikan,tetapi saya singka saja
    demikian apa yg saya sampaikan somoga kumpulan warung ustad dapat memahami.
    NB:saya berharap ada tanggapan dari surat saya …..
    walaikum salam…..

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam, kami ikut mendoakan bapak supaya di beri kekuatan iman & dapat menjalani semua ini.
      belajar tidak harus di pesantren, lewat warung ustad juga sudah cukup banyak & sambil mengikuti pengajian dikampung sendiri
      baik yg di mushola maupun dimasjid, bapak harus aktif di kegiatan masjid atau suatu perkumpulan organisai islam, agar ada tempat untuk berbagi.
      kami ikut berdoa semoga Allah selalu melindungi & memberi rahmat kepada bapak.

      Reply
      • jefry

        assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatu,,,
        maaf sebelumnya
        saya beri kesimpulan tentang apa yg bapak.Ust. A. Lutfi Fathullah.sampaikan
        klu lewat warung ustad saja saya bisa,saya rasa itu masih kurang sebab saya berkeinginan mengetahui secara memdalam tentang Al Quran dan bisa melantunkan terus terang saya buta klu bhs arabnya,tp klu terjemahannya hampir Qatam,seperti juga bapak mengatakn belajar di belajar dikampung dengan mengikuti pengajian,saya rasa tidak mungkin sebab acara ini jarang sekali di adakan sebab mayoritas beragama kristen 80% dikuasai kristen sedangkan islam hanya 15% lain dari pada itu agama hindu yang ada,da untuk mengetahui agama dari ustad yg beragama islam secara mendalam,pengetahuan tentang agama yg islam di kampung saya baik itu imam di mesjid dll.sangan mines.maka dari pada itu saya berke ingina belajar mendalami islam agar bisa menyampaikan kepada mereka setiap hari,solanya kehidupan sehari sangat di pengaruhi sekali dari kaum nasrani,dan itu sangan susuh sekali untuk mereka tinggalkan,sekian dan terimah kasih,mohon di pahami niat saya ini
        walaikum salam

        Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Jefri, ada pesantren Darul Aman , letaknya di belakang pabrik coca cola. Ada juga di UIN Alauddim, di sana dosen dosennya sangat ahli di bidangnya.
      salam..

      Reply
  323. Anna

    Assalamualaikum
    Saya mau tanya apakah berdosa kalau kita menerima cinta seorang laki-laki yang notabene sudah beristri yang mana pernikahannya bermasalah dimana sang istri selalu menolak untuk memenuhi hasrat seksualnya? Apakah saya salah dan tak berbakti dengan orang tua melarangnya dan saya tetap melanjutkan perasaan ini?

    trims

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudari Anna, sebisa mungkin jauhi hub komunikasi dengan dia. Biarlah dia dan istrinya yang menyelesaikan masalah rumah tangganya tanpa ada anda di tengah mereka. Dan turuti nasehat orang tua, karena mereka tidak akan mungkin mencelakakan anaknya sendiri. Allahu yahdy jami’an (semoga Allah memberi petunjuk kepada kita semua)
      salam

      Reply
  324. slamet rianto

    assalamu alaikum pak kyai luthfi?
    tahalul bagi jemaah haji yang tanpa rambut kepala/gundul bagaimana caranya ?

    Reply
  325. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz apakah Rasulullah mencontohkan sholat sunnah ba’da isya sambil duduk? Krn saya tahu ada jamaah yg selalu melakukannya. Selanjutnya dlm kaitannya dgn Pemilu, apakah kita wajib memilih salah satu calon padahal kita ragu2 apakah mereka bisa amanah atau tidak.Terima kasih.

    Reply
  326. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz bolehkah kita bertanya pada seorang ahli hikmah mengenai waktu dan jam yg tepat bila akan melakukan sesuatu, krn khawatir akan terjadi sesuatu yg buruk. Mengingat kita yakin bahwa Allah SWT telah menciptakan waktu dgn sebaik-baiknya. Atau apakah hal ini mjdkan kita tdk yakin pd Allah. Mohon penjelasannya Ustadz. Terimaksh.

    Reply
  327. Dian Julianti

    Assalamualaikum. Wr. Wb. Ustadz sy mau bertanya soal tanda2 alam yg berpengaruh terhdp kehidupan seseorang. Kalau tdk salah kita tidak boleh mempercayai tanda2 spt “suara burung tertentu yg menandakan akan ada orang yg meninggal atau kalau kejatuhan cicak maka akan mengalami kesialan, yg spt itu apa hukumnya boleh atau tidak? Bgmn kalau dgn mekarnya bunga wijaya kusuma katanya akan mendapatkan keberuntungan, bolehkah kita mempercayai hal2 spt itu? Trmksh Ustadz.

    Reply
  328. Rachmad

    Assalaamu’alaikum, Pak Ustad Saya mau bertanya & sebelumnya saya juga mau cerita, ini tentang istri saya, awalnya ia pergi berobat ketempat ustads, orang sekitar menyebutnya seperti itu entah itu berobat apa saya juga tidak tau,.. nah setelah itu saya ko melihat tingkah laku istri saya semakin aneh gitu sering dia ngomong kesaya kalo dia sering diikuti oleh seorang ratu, atau hal-hal yang berbau mistis…. saya tambah pusing jadinya pak,,ini ada BBM istri saya yang dikirim kesaya “Debu bisa terbang kan karna ada angin, papah percaya adanya angin , nah sekarang apa yg ada dalam diri mamah gk perlu dilihat seperti debu tapi cukup dirasakan aja, kemana kita melangkah kekanan atau kekiri itu kita yang menentukan bukannya angin, dulu aku emang putri Tunjung Buih ( seorang ratu didaerah amuntai putri dari batara gangga terletak di provinsi kalimantan selatan yang diperistri oleh pangeran suryanata seorang pangeran berasal dari kerajaan majapahit) diutus kedunia dengan 3 sodariku yaitu Putri Pantai Selatan istri Sunan Ampel.. dan putri karang Mlenuk dikutai kartanegara istri dari pangeran aji, aku terpilih karna aura mamah yang kuat, mmh terpilih karena 2 hal darah & terpilih, Ibu mamah dari lamongan, lamongan tuu kanuragan yang artinya ada 2 yaitu Paranormal & Ulama sedangkan bapak ku dari nganjuk yang artinya besi, emang sulit dinalar pake pikiran tapi pph tau udah banyak memperlihatkan apa yang ada dalam diri mmh, gak 1 atau 2 orang ustat, para habib pun bilang demikian, mamah seperti botol aqua yang kosong gak ada airnya tapi dalam botol tu penuh dengan apa yang mamah miliki, mamah bisa dalil al-Qur’an itu bukan karena jin islam atau batil karna apa yang ada dalam diri mamah sendiri yang mengeluarkannya, banyak orang2 yang sakit disekeliling kita udah tugas mamah untuk bangkit membantu mereka, maaf pa mamah agak ngelantur tapi papah harus percaya mamah, gak perlu mamah kasih lihat apa yang ada tapi papah cukup merasakannya,..papah tau gelang yang mamah pake ini… sampai sekarang gak bisa hilang karena memang mamah gak pernah melepasnya nah begitu juga yang ada dalam diri mamah gak bisa hilang atau dibuang karna jelas mamah udah dipilih”.. yang saya mau tanyakan pak ustad apakah ini sesuai dengan ajaran islam kalo tidak tolong jelaskan pak? dan apakah yang harus saya lakukan untuk menyadarkan istri saya jika seandainya pikiran dan subgestinya seperti ini pak? itu saja dari saya terima kasih,,,Wassalamualaikum wrahmatullah hi wabarakatuh

    Reply
  329. tyo

    Assalaamu’alaikum wr.wb pak kyai
    apakah kita perlu shalat istikharah sebelum melamar seseorang walaupun sudah yakin bahwa yang saya lamar sama sama saling cinta antara saya dan calon saya?terima kasih

    Reply
  330. Rieta

    Assalamu’alaikum.. Ustad..
    saya mau tanya.. bedanya anak haram sama anak di luar nikah tu sama ap beda ya? saya bngung dg sttus saya saat ni..

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Dalam islam tidak ada anak haram, yang ada anak di luar nikah. karena yang berdosa bukan anak, tapi kedua orang tua.
      Bagi yang berstatus seperti ini, jangan dipusingkan, krn tidak ada yang salah di diri anda. Di mata Allah, anda bisa menjadi jauh lebih baik dibanding dengan anak didalam nikah asal anda lebih bertaqwa dari mereka.
      Perbedaan fikh cuma 2. wali sama waris. utk wali maka wali anda adalah kakak kandung dari ibu yang sama. untuk waris, anda tidak bisa menerima waris tapi boleh menerima hibah yang mungkin besarannya sama atau lebih besar.
      wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
    • sabar

      mbak…tidak ada istilah anak haram, krn anak itu adalah titipan Allah, orang tua nya lah yang haram…telah terbujuk setan dengan melakukan perbuatan zinah. itu saja mbak rita

      Reply
  331. agus

    Assalamualaikum ustadz….,
    Mana yg lebih utama, melaksanakan rukhsoh dalam sholat safar atau sholat tepat pada waktunya (karena mampu), mohon pencerahannya ustadz…..

    Reply
    • Lutfi

      Wa ass.
      Berdasarkan kajian hadis sahih al-Bukhari tvri edisi Januari kemarin tentang sifat-sifat Rasulllah saw, maka pilihannya bukan afdol yang mana, akan tetapi lebih mudah yang mana buat anda sendiri. Jika lebih mudah jama’ ya pilihlah itu. tapi jangan menyalahkan orang lain yang memilih taam. Begitu juga denga awal atau tengah.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  332. Angga Kurniawan

    Allah mengabulkan doa kita dari apa yang kita inginkan atau dari apa yang kita butuhkan ?

    Reply
  333. ivo

    Assalamualaikum.wr.wb.pak,sy menikah 2th.suami sy kl marah sering sms gertak dgn kata cerai,saat sy hmil 3x terucap cerai.total sudah 5x..sy blg pd suami qt sdh tdk syah,,sbaiknya qt akad lg.tp suami sy tdk mau dan dy brkykinan bhw talak yg diucapkanya krn emosi tinggi dan tidak sdar.padahal stahu sy saat itu dy dlm keadaan sdar.sbnrny yg bnr bgaimana ustad?sy tkt kl trnyt slama ini yg sy lakukan bkn ibadah tp dosa..

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Ibu benar. menurut hemat saya, suami ibu sudah menceraikan ibu. apalagi sudah 5 x sms. Nikah dan Cerai tidak ada kata becanda.
      Itu pendapat saya, tolong ditanyakan lagi kepada ULAMA lainnya, jangan ustadz yg pengetahuannya masih kurang.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  334. Muhammad Hafidz

    Istri teman saya sedang koma di RS, dia menggunakan ventilator untuk membantu teteap hidup. apa hukumnya apabila si suami melepas dengan ikhlas ventilator sang istri, karena menurut dokter sudah tidak bisa disembukan lagi ( Kanker otak )

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam, semoga teman anda taba & sabar menerima ujian ini.
      secara fiqih ventilator bukanlah kondisi normal. jadi klo diangkat pun tidak apa2 sekalipun berakibatkan meninggal nya seseorang, namun bukan karna itu dia meninggal.

      Reply
  335. hestu

    assalamu’alaikum ustadz…,
    mohon penjelasannya bagaimana tentang satu kali puasa dengan dua niat.contohnya puasa qodo beserta puasa sunnah itu gimana ?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara Hestu,
      Ketika ada hukum wajib bertemu dengan sunnah, maka yg akan terhitung adalah hukum amalan yg wajib. Maka ketika anda berpuasa qadha berbarengan dgn puasa sunnah maka yg sunnah tidak terhitung. Krena wajib tetap harus didahulukan, kecuali ketika amalan sunnah bertemu dgn sunnah juga itu dibolehkan.
      wassalam

      Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Ada 2 pendapat ttg batas ahir shalat isya’. Pertama sampai tengah malam, kedua sampai datang subuh. Pendapat tengahnya adalah batasnya sampai subuh, tapi sarannya jangan ditunda sampai lewat tengah malam. Pendapat tengah ini yang paling banyak diambil ulama.
      wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
    • Yayuk PKH

      Salam, saudari Dian.
      Batas antara sholat yg satu dengan sholat yang lain adalah dengan adanya kumandang adzan sholat yg hadir saat itu dengan adzan sholat berikutnya.Batas sholat Isya adalah dari adzan isya’ sampai sebelum adzan subuh.
      Wassalam.

      Reply
  336. agus

    Assalamualaikum ustadz..,
    Mohon penjelasannya apa yang dimaksud dengan sujud seperti onta..?
    Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam pak Agus..
      sujud seperti onta adalah mendahulukan lutut kaki dibandingkan tangan dan hal itu dilarang. Sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

      “Apabila salah seorang sujud maka janganlah dia menderum seperti menderumnya unta, dan hendaklah dia meletakkan kedua tangannya sebelum kedua lututnya.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzy, dan An-Nasa’I, sanadnya dibaguskan oleh An-Nawawy di Al-Majmu’ 3/396, dan dishahihkan oleh Syeikh Al-Albany di Al-Irwa 2/78)

      Reply
      • Agus

        Assalamualaikum ustadz..,

        Terima kasih atas jawabannya (9 Jan14_ “Sujud seperti unta”), namun bagaimana korelasinya dgn pertanyaan saya tanggal 9 des 13 yg dijawab 17

        Des 13 sbb:
        Assalamualaikum ustadz,
        Mohon pencerahannya tata cara sujud yang benar (dengkul dulu atau tangan dulu)…Terima kasih banyak
        December 9th, 2013 Reply

        *
        Yayuk PKH

        Wa’alaykum salam
        Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dahulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.
        Wassalam.
        December 17th, 2013

        Maaf, saya belum dapat memahami jawaban ini krn sepertinya ada 2 jawaban yg tdk sejalan, mohon pencerahannya ustadz…..
        Jazakalloh khoiran katsiro…

        Reply
        • Ust. A. Lutfi Fathullah

          waalaikum salam
          saya ralat jawaban dari staf saya, bersama ini saya kutipkan penjelasan yg menurut saya lebih konfrehensif
          Larangan Cara Sujud Seperti UNTA

          Adalah sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a yang menyebutkan bahwa Rasulullah telah bersabda : ‘Jika salah seorang dari kamu hendak sujud, maka janganlah menyungkur seperti menyungkurnya unta untuk duduk, hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya’,”(Shahih, HR Bukhari dalam at-Taariikhul Kabiir [I/139], Abu Dawud [840], an-Nasa’i [II/207], Ahmad [II/381], al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah[643], ad-Darimi [I/303], ad-Daraquthni [I/345], ath-Thahawi dalamSyarah Musykilul Aatsaar [182], al-Baihaqi [II/99-100]).

          Perkataan Rasulullah berupa larangan menyerupai unta ketika menyungkur untuk duduk, ternyata menjadi perdebatan dikalangan ulama, dalam memahami larangan menyerupai unta tersebut, sehingga sampai ada pendapat yang menyatakan bahwa matan hadits tersebut bertentangan antara kalimat yang awal dengan yang akhir, sebagaimana perkataan Atthahawi, sbb :

          “Ath-Thahawi berkata dalam Musykilul Aatsaar (II/168-169), “Ada yang berkata, ‘Ini adalah perkataan yang mustahil, karena beliau melarang menyungkur sujud seperti menyungkurnya unta. Unta justru menyungkur dengan meletakkan kedua tangannya sebelum meletakkan kedua lututnya.’ Apa yang dilarang di awal haditsjustru diperintahkan di akhir hadits.

          Sampai dengan saat sekarang pun ternyata pedebatan tentang hal ini masih terjadi, dan masalah pokok dalam perdebatan adalah tantang memahami manakah yang dimaksud dengan lutut unta dan manakah yang dimaksud dengan tangan unta. Ada yang berpendapat bahwa jika ketika menyungkur untuk sujud itu dengan mendahulukan dua tangan menapak di lantai baru kemudian menapakkan lutut, maka justru hal ini menyerupai unta karena dua kaki unta yang di depan difahami sebagai tangan. Sebaliknya pendapat yang lain menyebutkan bahwa jika mendahulukan dua tangan untuk menapak ke lantai baru kemudian menapakkan dua lutut, maka hal ini justru tidak menyerupai unta, karena lutut unta berada di kedua kaki depan unta, bukan terletak di kedua kaki belakang unta.

          Jika diperhatikan dengan kaidah secara umum, maka unta adalah termasuk binatang berkaki empat yang tidak memiliki tangan. Jika ada yang menganggap bahwa dua diantara ke empat kaki unta itu sebanarnya adalah tangan unta, maka pendapat seperti ini bukan merupakan pendapat yang umum, bahkan bisa saja dinilai cenderung condong kepada teori evolusi darwin yang di dalam hasanah keilmuan islam, teori evolusi darwin ini masih bermasalah dan bahkan dinilai bertentangan dengan petunjuk Al-qur’an tentang teori penciptaan manusia dan binatang.

          Jadi akan lebih hati-hati dan insyallah akan lebih mudah difahami dengan pemahaman yang umum ( common sense ) bahwa unta itu memiliki empat kaki (dua kaki depan dan dua kaki belakang) dan tidak memiliki tangan.

          Dari pembagian ke empat kaki unta menjadi 2 kaki depan dan 2 kaki belakang ( lihat gambar-1 di atas ) maka insya Allah tidak ada pertentangan dalam hal ini. Sehingga kembali pada persoalan matan dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas, maka yang dimaksud dengan larangan “menyerupai” dengan binatang unta tentunya bukan pada persoalan tangan, karena unta tidak memilik tangan, jadi maksud larangan “menyerupai” unta dalam hal ini adalah larangan “menyerupai” dalam hal cara menggerakkan kaki. Perhatikan gambar di bawah ini :

          Pada saat kaki unta bergerak untuk menyungkur, maka 2 kaki depan unta seperti terlihat pada gambar-A
          di atas tentu lebih menyerupai posisi kaki manusia ketika bergerak untuk menyungkur, sedangkan gambar-B menunjukkan posisi 2 kaki belakang unta yang jelas tidak mungkin bisa ditiru/disamakan dengan posisi gerakan kaki manusia (perhatikan kaki belakang unta dengan 2 buah tekukan sendi yang tentunya tidak mungkin terjadi pada kaki/tangan manusia).

          Jadi larangan “menyerupai” gerakan unta ketika hendak duduk adalah larangan menggerakkan (memposisikan) kaki sebagaimana gerakan 2 kaki bagian depan dari unta dengan gerakan yang menumpu hanya pada ke dua lutut kaki depan nya (perhatikan gambar-B, bahwa lutut unta juga terdapat pada ke 2 kaki belakang nya, malahan ada 2 lutut pada setiap kaki belakang unta, yang jelas tidak terdapat pada kaki manusia yang hanya memiliki satu lutut pada setiap kakinya). Jadi bukan larangan “menyerupai” posisi tubuh unta dengan ke empat kakinya ketika bergerak untuk duduk, sebagaimana ditunjukkan pada gambar-C, dengan menganggap 2 kaki depan unta sebagai tangan kita dan 2 kaki belakang sebagai kaki kita.

          Karena posisi kaki depan dan kaki belakang unta ketika sedang berdiri dan ketika menyungkur akan tetap bertumpu pada ke empat kakinya, hanya saja cara unta menggerakkan 2 kaki depanya lebih mirip dengan cara manusia menggerakkan kakinya ketika hendak menyungkur, dan kesamaan cara inilah yang menjadi larangan dari Rasulullah.

          Maka tepat sekali sabda Rasulullah di dalam matan hadits riwayat Abu Hurairoh di atas pada kalimat ke dua, yaitu “hendaklah ia meletakkan kedua tangannya terlebih dulu sebelum kedua lututnya”, karena dengan meletakkan/menapakkan ke dua tangan kita ke lantai sebelum ke dua lutut kaki, maka tumpuan berat badan akan berada pada dua telapak tangan, bukan pada ke dua lutut. Sehingga dengan demikian menjadi berbeda dengan gerakan ke 2 kaki depan unta yang menumpukan berat badannya pada ke 2 lutut kaki depan sesaat sebelum menyungkur. Dan gerakan dengan mendahulukan tumpuan pada ke dua telapak tangan ketika hendak menyungkur, baru kemudian menapakkan ke dua lutut ke lantai tentu tidak akan pernah bisa dilakukan seekor unta, karena unta tidak memiliki tangan. Tetapi sebaliknya jika tatkala hendak menyungkur lebih mendahulukan gerakan lutut untuk menapak ke lantai baru kemudian menyusul ke dua telapak tangan untuk menapak ke lantai, maka posisi ketika ke dua lutut sudah menapak kelantai sedangkan ke dua telapak tangan belum menapak kelantai, pada keadaan itulah akan mirip dengan gerakan ke dua kaki depan unta ketika hendak menyungkur. Dan inilah yang menjadi larangan Rasulullah sebagaimana tersebut dalam hadits riwayat Abu Hurairoh di atas.

          Semoga menjadi tambahan wawasan dalam mendalami gerakan tubuh dalam pelaksanaan sholat.
          Wallaahu a’lam bishowaab…..

          sumber :http://anasyith.blogspot.com/2013/02/larangan-cara-sujud-seperti-unta.html
          oleh : Ahmad Nasyith

          Reply
  337. maszito

    Assallamuallaikum Wr Wb
    – Wanita yang menikah lagi karena ditinggal mati suaminya, maka wanita tersebut menjadi istri bagi suaminya yang terakhir dan berarti tidak akan bertemu dengan suami yang pertama,
    Maaf, saya jadi ragu untuk menikahinya ustad, karena saya merasa kasihan padanya, saya tidak sebaik suaminya yang pertama, yang ahli agama(seorang ustad), saya Cuma merasa kasihan dia beranak yatim banyak.
    – Saya pernah baca, bahwa tante(adik kandung bapak) tidak boleh dinikahi oleh keponakan, tapi bagaimana bila tante tersebut yang sudah sampai berumur 45 tahun belum ada yang menikahinya, apakah boleh keponakannya menikahi?, saya merasa kasihan padanya

    Reply
    • Lutfi

      wa ass.
      Betul bu, wanita akan bersama suami terahir di surga, kalau dua-duanya masuk surga. kalau suaminya di neraka, maka istri akan ditemani bidadara.
      ada syarat lain untuk bersatunya suami dan istri di surga selain kedua duanya ada di surga, yaitu tingkatannya sama. Jika tidak maka yang tinggi bisa menarik yang rendah.
      Soal kedua:
      Bibi dg ponakan haram menikah larangan itu abadi. yang larangan sementara adalah ipar. sumai boleh menikahi adik iparnya dg syarat dia sudah cerai dg istri sekarang, baik cerai hidup atau cerai mati.
      Wassalam
      DR Ahmad Lutfi Fathullah, MA

      Reply
  338. sabar

    assalamu’alaikum
    pak ustad saya mau tanya, saya bercerai sdh 3thn, dan entah kenapa saya ber niat rujuk. Pertanyaan :
    1. Apakah niat saya dlm hati utk merujuk sudah jatuh rujuk saya ( sampai saat ini saya sdh bicara sama mantan istri namun secara sindiran untuk rujuk)
    2. Apakah di perbolehkan saya bersama anak2 dan mantan istri pergi ber sama2 dan menginap?
    jazakaullah

    Reply
  339. ferdi

    Assalamualaikum. Boleh kita menyentuh AlQuran tanpa wudhu? Saya sering menyentuh AlQuran tanpa wudhu. Apalago AlQuran yg di smartphone saya.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak ferdi
      Apabila yang disentuh Al qur-an beserta terjemahan tidak ada wudhu maka tidak masalah. Begitu pula Al Qur-an di Smartphone tidak ada wudhupun tidak masalah, asalkan jangan memegang tulisan bacaan Al qur-annya.
      Salam

      Reply
    • Damar Iriana

      Assalammu’alaikum wr,wb
      Pak ustad saya mau tanya Apabila sholat shubuh tidak menggunakan do’a qunut boleh kah? Wass.Trim’s

      Reply
  340. kasini

    Assalamu’ alaikum wr.wb.

    Ustaz, saya mau tanya saya mempunyai masalah keluarga dgn suami sy,selama sy menikah dg suami sy, suami sy tidak pernah memberikan nafkah lahir batin selama setahun, bagaimana hukumnya ustaz…? kami sudah mempunyai buah hati satu,sy sebenarnya tidak mau pisah krn ank sy ustaz, tp bagaimana sedangkan suami sy selingkuh dg wanita lain. tapi pulang jg kerumah seminggu sekali klu malam dia selalu keluar dan pulang pagi,selalu sy di bohongin terus. suami sy selalu marah2 sama sy krn sy selalu tanya kmn dia pergi. Mohon masukan dari ustaz agar sy tidak salah dalam mengambil sikap. Terimakasih atas masukan dan saran dari ustaz sebelumnya. Wassalam…..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam.. ibu Kasini.. tanggung jawab menafkahi lahir dan dan adalah kewajiban suami. Apabila itu tidak dipenuhi maka yang berdosa adalah suami ibu. Ketika ibu mau bersabar, itu adalah pilihan ibu kalaupun ibu mau meminta bercerai, itupun hak ibu juga..
      Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah dan melancarkan apa yang Allah Ridho kepada jalan hidup ibu dan keluarga.
      Sholat tahajud dan mohon kepada Allah petunjuk yang terbaik.
      Wassalam.

      Reply
  341. nuril huda

    Assalamulaikum Ustad…
    bagai mana hukumnya melukis foto orang..?krn profesi saya sbg seniman
    mohon penjelasan ustad..

    Reply
  342. AGUS

    Assalamu’alaikum ustadz…,
    Terima kasih atas jawaban sebelumnya…
    Ustadz.., berkenaan dengan pelaksanaan sholat dlm perjalanan, mana yg lebih utama, melaksanakan jama qoshor krn telah terpenuhi semua persyaratannya atau tidak jama qoshor karena masih dapat melaksanakan tepat waktu…?
    Mohon pencerahannya….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Ketika syarat Jama’ Qashar sudah terpenuhi, sebaiknya diambil karena Allah sudah memberikan rukhsah atau keringanan bagi musafir dengan hal tersebut. Sebagaimana Allah memberikan hadiah kepada hambanya, apakah hambanya akan menolak ketika Allah memberikan keringanan di safarnya? Allahu a’lam. Sebenarnya sebagai bentuk penghambaan kita kepadaNya, sebaiknya hal tersebut diambil. sebagai mana hadits:

      Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Mu’adz bin Jabal RA;
      “Pada perang Tabuk, Rasulullah saw berangkat bersama kami menuju Tabuk. Saat itu Rasulullah saw menjama’ shalat dzuhur dengan ‘ashar dan maghrib dengan isya’. Pada hari lain, beliau mengakhirkan shalat, kemudian beliau keluar (dari tendanya) melaksanakan shalat dzuhur dan ‘ashar bersamaan –dijama’-. Kemudian keluar lagi (dari tendanya) melaksanakan shalat maghrib dan isya’ dengan menjama’ keduanya.” (HR. Muslim)

      Hadits di atas menjelaskan bahwa Rasulullah saw pernah menjama’ shalat saat menginap di tendanya dalam sebuah perjalanan.

      Kesimpulannya, Menurut Imam Syafi’i jika bapak meniatkan tinggal di tempat tujuan safarnya empat hari atau lebih maka ia tidak boleh mengqashar dan menjama’ shalat, karena statusnya sebagai musafir telah hilang dengan niatannya tadi.

      Wassalam
      * Dikutip dari An-najah.net (Mas’ud Izzul Mujahid –dari islamweb.net, islamq.info dan berbagai sumber lainnya-)

      Reply
  343. Manda

    Asslamu’alaikum…Mau tanya ustad,katanya hari jumat itu tidak baik untuk puasa…tapi jika ayyamul bidh jatuh pada hari jumat boleh puasa tidak???lalu jika sedang puasa daud juga jika kebetulan hari jumat waktu puasanya,dilewati atau tetap boleh berpuasa???terimakasih.Wassalamu’alaikum

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam
      iya, jika hari Jum’at tersebut dikhususkan untuk berpuasa. Namun tidak ada masalah jika bertepatan dengan kebiasaan puasa Daud atau puasa ayyamul bidh. Juga tidak ada masalah berpuasa pada hari Jum’at jika diikuti dengan berpuasa pada hari sebelum atau sesudahnya.

      Reply
  344. Enjang Setiono

    Assalamualaiku ustadz…
    saya kepengen belajar sunnah2 nabi yang shahih, mulai dari tidur sampai tidur lagi. saya ingin belajar tentang konsep islam, dan maksud islam sebenarnya…
    Mohon bimbingannya pak Ustad,
    Karena saya bingung di Indonesia ini banyak sekali firqoh yang semuanya menyatakan bisa menuju surga..

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bapak Enjang,
      Silahkan bapak ikuta Kajian Kitab Kuning Sahih Bukhari dan Bulughul Maram di Pusat KAjian HAdis setiap Ahad BA’da Ashar Jl. GAtot Subroto kav 26 Setiabudi Kuningan Timur Jakarta Selatan.

      Reply
  345. zaenal

    assalamualikum wr.wb pak ustad,,
    saya mau berrtanya,,,
    dulu pas saya SMA kan mengikuti ujian
    nasional ,…pas UN tersebut saya minta jawaban ke teman,,,walpun hanya untuk mencocokan jawab saja,,,setelah UN Selesai kan ijazahnya keluar,,,ijazah itu digunakan untuk mencari pekerjaan(kerjaanya si halal),,,setelah bekerja saya risau,,,apakah ini haram atau
    halal,,,tolong dibantu ya pak ustad,,terima kasih
    wassalamualaikum wr.wb

    Reply
  346. anna

    Assalamualaikum wr wb
    Apabila seorang istri sholehah mendapatkan suami tidak sholeh, tidak mampu memberi nafkah, tidak penyayang dan tidak bertanggung jawab. Bukankah laki2 baik dapat perempuan baik dan sebaliknya. Apa maknanya ini? Karena si istri terus berdoa agar sang suami diberi hidayah. Padahal sang suami terus menebar masalah. Memang sang suami tidak judi, mabuk, zinah dan kdrt. Maka sang istri masih bertahan. Lalu bagaimana seharusnya sang istri memandang semua yang terjadi dalam hidupnya? Takdirkah? Hukumankah? Harus bagaimana sebaiknya sang istri menghadapi masalah ini? Karena kelakuan suaminya yang berhutang selalu jadi masalah istri. Belum lagi harus membiayai keluarga karena suaminya tidak peduli.
    Mohon jawabannya. Terimakasih banyak.
    Wasssalamualaikum wr wb

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam bu Anna,,
      jawaban ibu sudah kami sampaikan kepada Dr. A.Lutfi FAthullah dan sudah dijawab di dalam Kajian Kitab Sahih Bukhari tanggal 29 Desember 2013. mohon ibu buka video ceramah Dr. Ahmad Lutfi Fathullah.
      Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah kepada kita semua. aamiinn..
      Salam..

      Reply
  347. ria

    Assalaamu’alaikum. Saya pernah membaca dan mendengar bahwa memberi ucapan selamat Natal kpd yang merayakannya itu adalah haram hukumnya. Adakah Hadist shohihnya pak Ustad?terimakasih

    Reply
  348. Dheni

    Assalamualaikum, saya mau bertanya. dulu saya diberi amanah untuk mengurus uang buku oleh guru smp saya, seiring waktu saya lupa untuk mengembalikan uang yang telah terkumpul kepada guru saya sampai saya lulus smp. bagaimana menyikapinya?terima kasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      salam saudarilsaudara Dheni..
      pertama di cek dulu catatan yang ada berapa uang yang diamanahkan anda simpan. setelah itu sampaikan amanh uang tersebut ke sekolah tepatnya ke pihak guru yang berkaitan dengan amanah tersebut. Semoga Allah lancarkan anda dalam pengembalian amanah uang tersebut.
      salam

      Reply
  349. Hamdan Syukron

    Assalamu’alaikum..maaf sy mau tanya.gmn hukumnya penjualan MLM yg di dirikan ustadz Yusuf Mansur?yang VSI.Makasih

    Reply
  350. tyo

    Assalamu’alaikum Wr Wb Kyai..
    saya mau tanya software Alqur’an yang apabila kita mencari semisalnya tentang bab nikah otomatis akan muncul dari surat ini dan ayat ini,.itu namanya Al Qur’an apa Kyai..sukron..

    Reply
  351. siti

    Assalamu’alaikum wr.wb
    bagaimana caranya berbakti pada kedua orang tua setelah menikah ustadz?, apa lagi dengan kondisi tempat tinggal yang berjauhan..
    mohon jawabannya ustad……..
    syukran

    Reply
  352. Wahyu Sulistiono

    Assalamu’alaikum
    ustadz, bagaiman seseorang yang menjual kembang api, terompet untuk menafkahi keluarganya….
    apakah dibolehkan,,,,???
    terima kasih atas jawabannya

    Reply
  353. siti

    Assalamu’alaikum,
    saya mau tanya ustadz tapi sebelumnya asya mau cerita dulu,
    masa laluku penuh dosa dan maksiat ustadz, saya sering buat ibu menangis bahkan saya pernah berzina, sering kali bertaubat dan berjanji tidak mengulangi lagi tapi setiap kali pula aku tetep melanggar janjiku dan tidak terhitung lagi berapa kali aku berzina, tapi Alhamdulillah sekarang saya udah menikah dan tertutup pintu untuk melakukan dosa zina lagi, namun dosa2 yg saya lakukan masih teringat terus, saya berusa memperbaiki diri, sholat taubat tapi saya takut Allah taubat saya tidak diterima Allah karna saya berhenti faktor sudah menikah mungkin klu belum menikah saya masih melakukan dosa besar itu. apa yang harus saya lakukan agar taubat ditrima Allah SWT???
    mohon jawabannya ustadz….

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Selalu bertobat kepada Allah dengan tobatan nasuha.. dan jangan mengulanginya lagi. Selalu iringi setiap setiap langkah dengan kebaikan , kerjakan amalan2 sunnah, membantu orang, memperlancar urusan orang lain , bersedekah dan apapun kebaikan yang didasari dengan hati yang ikhlash. Setidaknya ini untuk membayar amalan yang buruk di waktu silam, semoga Allah menerima amalan baik kita sebagai penghapus keburukan di masa lalu.
      Semua tidak ada kata terlambat, selama nyawa masih ada. Tetap terus buat kebaikan dan hindari kemaksiatan.
      Wallahu a’lam bishawab.

      Reply
  354. maszito

    Assallamuallaikum Wr Wb
    – Saya seorang duda dan tidak ahli dalam agama, bolehkah saya menikahi janda beranak yatim mantan istri ustad/kyai/ahli agama?
    – Saya sangat mencintai almarhum istri saya dan dia juga sangat mencintai almarhum suaminya, bolehkah saya menikahinya dengan alasan menolong dan belajar agama darinya?
    – Benarkah istri yang tinggal mati suaminya tidak akan bertemu di akherat nanti bila istrinya tersebut menikah lagi?
    Sebelumnya saya mohon maaf bila ada kesalahan yang saya lakukan
    Wassallamuallaikum Wr Wb

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      waalaikum salam,
      boleh,
      benar karna Wanita yang ditinggal mati suaminya, kemudian si wanita menikah lagi, maka dia menjadi istri bagi suaminya yang terakhir
      boleh atau tidak anda menikahinya, jawabannya boleh

      Reply
      • maszito

        Assallamuallaikum Wr Wb
        – Wanita yang menikah lagi karena ditinggal mati suaminya, maka wanita tersebut menjadi istri bagi suaminya yang terakhir dan berarti tidak akan bertemu dengan suami yang pertama,
        Maaf, saya jadi ragu untuk menikahinya ustad, karena saya merasa kasihan padanya, saya tidak sebaik suaminya yang pertama, yang ahli agama(seorang ustad), saya Cuma merasa kasihan dia beranak yatim banyak, tolong ustad beri solusi buat saya…
        – Saya pernah baca, bahwa tante(adik kandung bapak) tidak boleh dinikahi oleh keponakan, tapi bagaimana bila tante tersebut yang sudah sampai berumur 45 tahun belum ada yang menikahinya, apakah boleh keponakannya menikahi?

        Reply
  355. Meliana Mansoer

    Assalamualaikum ust. Kemarin, hari ini sy sedang puasa qiy bid dan sy jg udh niat puasa utk bsk krn bsk tgl 15 syafar. Tetapi swm sy melarang puasa bsk krn sy ingin pergi ke malang by kereta. Apakah sy hrs menuruti suami krn sy merasa kurang jika sy tidak berpuasa pd tgl 15 besok. Trims ust.

    Reply
  356. taufiq

    aslmkm, ustad saya ingin bertanya tentang rakaat salat. seseorang dihitung mendapat satu rakaat salat ketika mendapatkan rukuk atau mendapatkan fatihah. tolong disertakan hadis dan penjelasannya.

    syukron

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Maksud pertanyaan mungkin seorang makmum yang masbuk.
      Apabila makmum mendapatkan imam dalam keadaan ruku’, maka telah mendapatkan satu rakaat meskipun makmum belum membaca tasbih, kecuali setelah imam bangkit dari ruku’ berdasarkan keumuman sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

      “Barangsiapa yang mendapatkan satu rakaat shalat berarti dia telah mendapatkan shalat tersebut.” (Dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya)

      Dan maklum, bahwa rakaat itu didapatkan dengan mendapati ruku’ berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Bakrah Ats-Tsaqafi radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya dia masuk ke masjid pada suatu hari dalam keadaan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sedang ruku’, maka dia pun ruku’ sebelum masuk ke dalam shaf, tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah salam, beliau shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepadanya:

      “Semoga Allah menambah semangat padamu, jangan diulangi.”

      Dan beliau tidak memerintahkan untuk mengulangi rakaatnya tersebut. Hanya saja beliau melarangnya untuk tidak mengulangi ruku’ sebelum sampai di shaf. Maka bagi makmum yang masbuq hendaknya tidak tergesa-gesa untuk ruku’ hingga benar-benar masuk dalam shaf. Wallahu waliyyut taufik.

      Reply
  357. Ahmad

    Assalamu’alaikum, Ustad/ustadzah. ketika seseorang serius, akan sampai ke jenjang pernikahan apakah harus saling terbuka mereka berdua, tentang keadaan dirinya masing-masing . seumpama : cacat fisik, atau sakit yang tidak terlihat nampak dari luar. terimakasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Untuk ke arah jenjang pernikahan memang kedua belah pihak harus saling terbuka untuk urusan seperti cacat fisik atau sakit yang di derita calon pasangan. agar tidak ada yang merasa ditipu (yang berkaitan dengan kenyamanan pasangan).
      Wassalam.

      Reply
  358. amirullah

    bagaimana hukumnya untuk orang yang meninggalkan sholat khususnya sholat jumat dikarenakan ada hal yang penting dan tidak bisa diganti pada waktu yang lain.makasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      wa’alaykum salam.
      Tugas yang penting yang ditanyakan tidak dijelaskan rinci. Hal yang penting yang tidak bisa diganti di waktu yang lain yang berkaitan dengan nyawa seseorang (sperti dokter) atau tugas negara seperti polisi yang mengamankan suatu demo atau tugas penting yg darurat , hal ini masih bisa masuk ke dalam hukum darurat dan boleh untuk tidak mengerjakan sholat jumat. Di luar itu tetap masih ada kewajiban untuk melaksanakan sholat jumat.

      Reply
  359. Nugroho

    Assalamu’alaikum wr wb
    Ustd/Ustdzh saya mau bertanya, suatu ketika saya bangun malam agak mepet subuh, sehingga langsung bersegera wudhu dan solat tahajud. selesai solat saya baru sadar kalau baju saya terkena iler, karena tak sengaja tercium bau tdk sedap. Saya mau ulang lagi namun sudah mepet sekali dengan adzan. hukumnya seperti apa ya? mohon bimbingannya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam.
      Air liur, keringat, air mata dan kotoran yang keluar dari hidung, semuanya suci. Karena demikianlah hukum asalnya. Jadi tidak membatalkan sholat.
      Wassalam.

      Reply
  360. ahmad mi raji

    ahmad mi raji

    Your comment is awaiting moderation.

    pak ustad lutfi atau sipa saja yg bisa memberikan jawaban sesuai ajaran ahlu sunnah wal jama ah,sesuai fiqh mazhab syafi i..ustadz apakah memandang wanita yg menarik hati lalu timbul sahwat termasuk zina?apakah setelah memandang itu wajib mandi junub? padahal tidak mengeluarkan air mani?
    saya terkena penyakit was was suka memndang wanita cantik,dsb hanya memandang saya suka mandi wajib padahal mani tidak keluar?tapi ereksi atau juga sering tidak ereksi karna hanyya memandang(tergantung pandangan saya,bila pandangan suka atau seperti jatuh cinta maka tidak ereksi,bila pandangan saya nafsu maka ereksi..,apa hukum saya mandi wjib tanpa keluar mani?saya merasa merepotkan diri saya jika mandi wajib tanpa keluar mani?apa jawaban fiqihnya?
    December 15th, 2013 Reply
    – See more at: http://warungustad.com/tanya-jawab#comment-2296

    Reply
    • Ust. A. Lutfi Fathullah

      Walaikum salam, Hemat saya memandang wanita dengan ketertarikan tanpa mengeluarkan mani
      tidak wajib mandi, ada yg menafsirkan itu sebagai Zina mata,
      bukan makna istilah zina fiqih tapi makna istilah zina tasawuf.

      Reply
  361. nuril huda

    Assalamu Alaikum Wr Wb. gimana hukumnya jika anak kita yang sudah menikah melakukan /melaggar syariat agama (rentenir ). apakah kita ikut menanggung dosa padahal dia suda menikah. matursuwon.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Waalaikum salam.. ibu Nuril Huda.. seorang anak yang sudah baligh maka ia sudah mempunyai tanggung jawab sendiri. Apabila menjalankan kebaikan maka mendapatkan pahala dan apabila melanggar syri’at maka mendapatkan dosa. Dan ibu tidak menanggung dosa sama sekali atas apa yang anak ibu lakukan.
      Wassalamu ‘alaikum

      Reply
  362. nano

    Assalamu’alaikum wr wb
    Partanyaan saya bolehkah saya Mengikuti bacaan alqur’an dalam keadaan batal wudhu sedangkang saya sering mendengarkan lewat youtube

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaikum salam.
      Dalam keadaan tidak berwudhu dibolehkan mengikuti bacaan Al qur-an. Yang tidak boleh ketika tidak berwudhu adalah memegang mush-haf Al qur-an.
      Wassalam.

      Reply
  363. fifi

    assalamu’alaikum
    pak ustadz, saya mau tanya.
    di Al-qur’an kan sudah jelas bahwa pembagian harta waris itu untuk anak laki2 dapat 2 bagian, dan anak peremuan 1 bagian. bagaimana jika salah satu anak laki2 ingin mendapat 3 bagian? anak-anak yg lain sebenernya sangat tidak ridho, tapi dia bersikeras, jika permintaannya tidak di turuti artinya tidak akan ada pembagian harta waris itu. akhirnya kami sekeluarga menuruti keinginannya walaupun dengan terpaksa. yg mau saya tanyakan. bagaimana hukumnya pak ustadz? bagaimana dengan anak-anak yg lain yg menuruti permintaan anak laki2 itu? apakah tidak apa2? sedangkan dalam al-qur’anpun sudah di jelaskan bagaimana ketentuannya.

    dan satu lagi, bolehkan kita berbohong utk memperjuangkan hak kita pak ustadz? terimakasih:) ditunggu yah pak ustad jawabanya

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaikum salam.
      Pertanyaannya kurang jelas, harus ada keterangan siapa yang meninggal dan berapa orang dan siapa saja yang menjadi ahli warisnya.
      Secara prinsip dasar laki-laki mendapat 2 bagian dan perempuan 1 bagian. kasus di atas hukum Allah tetap harus dijalankan dan ketika tidak dijalankan mendapatkan dosa.
      Tidak ada kebohongan putih (demi kebaikan). Berbohong tetap dosa. kecuali 3 hal di bawah ini:

      “Dan aku (Ummu Kultsum) tidak mendengar bahwa beliau memberikan rukhsah (keringanan) dari dusta yang dikatakan oleh manusia kecuali dalam perang, mendamaikan antara manusia, pembicaraan seorang suami pada istrinya dan pembicaraan istri pada suaminya”.

      [Dinukil dari Riyadhush Sholihin, Bab. Al Ishlah bainan naas]

      Reply
  364. ABDUS SYUKUR AZIZ

    Assalamu’alaikum,wr.wb.
    Pa Yai Apakah Rosulullah mempunyai anak laki-laki siapa dan berapa anaknya? terima kasih atas jawabannya pa Yai
    Wassalam.

    Reply
  365. hesti wk

    Assalamu’alaikum ustadz/ustadzah..saya seorang istri dgn 1 anak yg tinggal berjauhan dgn suami krn keinginan ortu dengan alasan materi. Hingga saat ini saya belum ikhlas tgl bersama ortu krn ketiga kk saya jg tgl di sini (ad yg menjaga ortu), sedangkan suami saya tgl sendiri dan tidak bisa pindah kerja. Yg ingin saya tanyakan, apakah benar tindakan ortu saya yg mengharuskan saya memilih mereka dibandingkan suami? Berdosakah saya dgn suami? Mana yg hrs saya dahulukan ortu atw suami? Jazakillah khoir…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam..
      Seorang wanita ketika masih sendiri kewajiban patuh kepada kedua orang tuanya. Ketika ia sudah menikah maka taatnya adalah kepada suaminya.

      Reply
  366. Hamba Allah

    Asslamualaikum Ustad
    Bagaimana cara iblis menggoda Nabi Adam AS dan Siti Hawa untuk memakan buah khuldi. Padahal saat itu iblis telah di usir dari surga oleh Allah SWT karena tidak mau sujud kepada Nabi Adam AS.
    Mohon Pencerahannya Ustad

    Reply
  367. Cahya

    Assalamualaikum Wr. Wb..
    Mau tanya Ustadz, apakah roh manusia yang sudah meninggal bisa masuk kedalam jazad manusia yang masih hidup ? (dipanggil ataupun datang sendiri), apakah kita perlu memenuhi permintaan roh tersebut kalau perintahnya baik (positif) dan apakah hukumnya mempercayai hal tersebut diatas ?
    Mohon kawabannya Ustadz. terima kasih.

    Wasalam

    Reply
  368. Gugum Gumilar

    Aslm wr wb,,
    Sy ingin brtanya, apa hukumnya meminjam uang ke bank/koperasi?? untuk keperluan:
    1. apabila niat meminjam untuk modal usaha
    2. apabila niat meminjam untuk diinvestasikan

    terimakasih

    Reply
  369. Hamdan Syukron

    Assalamu’alaikum.ada sahabat yg bertanya,bagaimana jika istri pilih kerja dari pada suruh ngurus anak dan suami smpe-sampe si istri meninggalkan rumah?dan udh hampir setengah tahun meninggalkan rumah.apa memang harus di ceraikan?makasih

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Suami harus menasehati dan memperingati sang istri dengan baik dan bijaksana. Apabila tidak mau menuruti , maka suami boleh menceraikan istri. (maaf atas keterlambatan dalam menjawab).
      Wassalam.

      Reply
  370. Agus K

    Assalamualaikum ustadz,
    Mohon pencerahannya tata cara sujud yang benar (dengkul dulu atau tangan dulu)…Terima kasih banyak

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Rasulullah ketika hendak sujud, pertama beliau meletakkan kedua lututnya terlebih dahulu, kemudian kedua tangannya, setelah itu keningnya. Saat bangkit dari sujud, beliau mengangkat kepala lebih dahulu, lalu kedua tangannya, dan setelah itu baru kedua lututnya.
      Wassalam.

      Reply
  371. fauzia

    السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Ustadz sya mau tanya…
    Apakah dosa jika sy menceritakan kelejelekan suami sy kpd ibu mertua atau nenekx dgn hrpn mrk bsa menasehatix. Krn jk sy yg mgtakan lgsng pdx pasti akan ribut bsr krn dia b’prinsip sy tdk b’hak mngatur hidupx tp sebalikx krn dia sbg kpla RT. Dia yg hrs d dgrkan baik itu salah atau benar.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Ifa.. selama itu masih dalam batas untuk mencari solusi dan untuk kebahagiaan keluarga ibu dan suami,, silahkan.. Tetapi sebatas pada permasalahannya apa dan sebisa mungkin jangan sampai merendahkan martabat atau harga diri suami di depan mereka. Bagaimanapun merekalah yang mendidik suami ibu dan ibunya yang melahirkannya. Jadi mohon adab muslimah sholehah sebagai istri tetap dijaga.
      Wassalam

      Reply
    • fifi

      assalamu’alaikum
      pak ustadz, saya mau tanya.
      di Al-qur’an kan sudah jelas bahwa pembagian harta waris itu untuk anak laki2 dapat 2 bagian, dan anak peremuan 1 bagian. bagaimana jika salah satu anak laki2 ingin mendapat 3 bagian? anak-anak yg lain sebenernya sangat tidak ridho, tapi dia bersikeras, jika permintaannya tidak di turuti artinya tidak akan ada pembagian harta waris itu. akhirnya kami sekeluarga menuruti keinginannya walaupun dengan terpaksa. yg mau saya tanyakan. bagaimana hukumnya pak ustadz? bagaimana dengan anak-anak yg lain yg menuruti permintaan anak laki2 itu? apakah tidak apa2? sedangkan dalam al-qur’anpun sudah di jelaskan bagaimana ketentuannya.

      dan satu lagi, bolehkan kita berbohong utk memperjuangkan hak kita pak ustadz? terimakasih:) ditunggu yah pak ustad jawabanya

      Reply
      • Ust. A. Lutfi Fathullah

        waalaikum salam,
        Pembagian itu tidak syar’i yg laki2 sudah mengambil lebih dan yg perempuan tidak mendapatkan hak nya,
        jika itu dipaksakan maka laki2 mendapatkan dosa, yg perempuan boleh mengambil setengah dari hak nya yg diambil oleh laki2.

        Reply
  372. Fazil

    Assalamu’alaikum wr wb.

    Saya membaca dan mengikuti beberapa pertanyaan dari pengunjung. Sayang, tidak semua pertanyaan dijawab padahal menarik dan layak untuk diketahui bersama. Saya menyarankan, baiknya dijawab pertanyaan tersebut untuk diketahui buat yang lain. Terima kasih. Salam

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam akhy Fazil.. Syukran atas saran dan masukannya.. ke depannya semoga dilancarkan untuk bisa menjawab semua pertanyaan yang ada. Kendalannya banyaknya yang masuk dan keterbatasan waktu yang kami punya. Dan kami selalu menupayakan semaksimal mungkin un tuk menjawab.
      Salam

      Reply
  373. tuty rosidah

    Assalamualaikum ustad saya mau bertanya saya dulu memutuskan keluar krj krn saya tdk mw bongkar pasang berhijab…lalu saya dagang krn suatu hal dagangan saya bangkrut lalu saya bekerja lg di bank lalu ada tmn yg blng tntng riba saya slalu berdoa mnta petunjuk Allah lwt tahajut rutin saya lalu saya keluar krj lg apa bnr yg saya lakukan…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam..
      Insya Allah benar,, semoga Allah melapangkan dan memudahkan rezeki ibu yang halal dan berkah. aaamiiinn..
      Wassalam.

      Reply
  374. Hamba Allah

    Assalamualaikum tad saya ingin bertanya tentang najis, dirumah saya ada bangku yang terkerna BAB saya sudah mencoba untuk bersihkan dengan di siram oleh air , di elap oleh kain basah yang di campur sabun sampai di jemur , tetapi bangku itu tetap saja masih bau itu masih terasa karena bercampur dengan sabunnya , sementara saya selalu duduki bangku itu setiap harinya dan setelah itu saya shalat , apakah celana saya yang duduk di bangku itu najis ? mohon penjelasannya Wassalamualaikum Wr.Wb

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam saudara hamba Allah..

      selama anda sudah tidak melihat bendanya tersebut dan sudah membersihkannya dengan mengalirkan air di atasnya. Maka apabila masih tercium baunya , hal tersebut dimaafkan.

      salam

      Reply
  375. Nurhayati

    Assalamualaikum wr wb
    Sya seorang istri,dlm prnikahan selalu brtngkar dg suami,suami pemabuk dan temperamental, dan lbh mementingkan org lain dibanding sya dn ank sya. suami sya suka bilang cerai tiap marah, dan sudah lbh dr 3 x. Skrng sdh 2 bln kami pisah ranjang, dan dia menelantarkan sya dan ank sya tnpa diberi nafkah lahir btin. Pdahal dia bkerja dan mlah tnggal di rmh ttga sya. Sya ingin bercerai sja, tetapi sya ga tega karena ank sy selalu ingin bersama bpa nya. Apa yg sebaiknya sya lakukan untuk kbaikan sya dn ank sya

    Reply
    • Yayuk PKH

      apabila yang mengatakan “saya ceraikan kamu” berasal dari perkatakan istri, maka itu tidak sah. Tetapi apabila yg bekata “saya ceraikan kamu” adalah suami , maka jatuh talak cerai” dan bila dikatakan lebih dari tiga kali maka jatuh sampai tiga kali dan itu artinya ibu dan bapak tidak bisa rujuk kembali. kecuali kalian harus menikah dengan orang lain terlebih dahulu kemudian bercerai (tidak direkayasa) maka kalian bisa menikah kembali..

      Reply
  376. b.wijanarko

    Assalamualaikum pak ustadz. Yg ingin saya tanyakan berhubungan dengan hukum sholat. Apakah sah hukumnya jika saya sholat maghrib diatas kendaraan jemputan karyawan kerja yang sedang berjalan karena jika saya menunggu sholat sampai dirumah waktu sholat maghribnya telah habis. Jarak dari tempatkerja ke rumah kurang lebih 40 km. Jika saya menunda pulang sampai setelah maghrib maka tidak ada kendaraan yang mengantar. Saya kerja di tambang. Terimakasih ustadz.

    Reply
    • Yayuk PKH

      untuk menghormati waktu sholat, dibolehkan untuk melakukan sholat dengan isyarat mata tanpa ada gerakan tangan (khawatir dianggap orang aneh oleh penumpang bis yg lain), tapi sesampai di rumah maka sholat tersebut diulang krn tidak sah. atau kalaupun tidak sempat sholat pada waktu yang hadir saat itu, maka bisa di jama’. misal sholat maghrib ditarik ke waktu isya, jadi maghrib dijama’ takhir. dengan syarat pada waktu maghrib saat itu langsung diniatkan untuk menjama’ sholat maghrib ke waktu isya. salam.

      Reply
  377. Arsyad

    Assalamualaikum…saya ingin bertanya mengenai taruhan atau judi
    saya mempunyai hobi bermain futsal ,untuk meyewa lapangan futsal itu 100rb/jam lalu setelah itu kami membuat kesepakatan dgn lawan,jika menang kita hanya bayar 30rb jika kalah kita bayar 70rb atau juga yang menang tidak bayar tapi yg kalah bayar 100 rb,yg saya tanyakan adalah apakah bermain seperti itu termasuk judi ?
    sekian wassalam

    Reply
  378. Elvi Gustiza

    Seorang laki2 hrs berbakti kpd ibunya. Apakah setiap mslh rmh tangga, mis suami akan pindah kerja, dan juga bila akan menikahkan putrinya harus dirundingkan dulu dg ibunya. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam ibu Evi..
      Kami berusaha untuk berfikir positif (husnuzhan) kepada suami ibu. Mungkin saja suami ibu ingin setiap langkah yang ia jalankan mendapatkan keridhaan dari sang Ibunda tercinta. Terlepas dari apakah setiap permasalahan rumah tangga harus diceritakan semua kepada ibunda atau tidak. Yag terpenting untuk saling menjaga komunikasi masing2 antara suami dan istri dan saling menjalankan hak dan kewajibannya.

      Suami tidak ada kewajiban untuk selalu mengadu apa permasalahan keluarga, tetapi suami masih punya kewajiban untuk ta’at kepada sang Ibu (orang tuanya) walaupun sudah berkeluarga.

      Selama hal tersebiut masih dalam batas kebaikan tidak ada masalah, dan seharusnya ibu bangga mempunyai suami yang masih taat dan selalu terhubung dengan orang tuanya. Dibandingkan dengan kondisi sekarang yang kebanyakan anak laki2 yang sudah berkeluarga jarang sekali yang menyambung silahturahim yang baik dengan keluarganya.

      Wallahu A’lam
      wassalam

      Reply
  379. salasatul milati

    assalamualaikum, afwan ustadz saya milah, saya mau tanya berapa batasan zakat seseorang .. kalau batasan untuk mas? dan uang/harta?

    Reply
    • Yayuk PKH

      Adapun nisab emas sebesar 20 Dinar emas (85 gram), dengan haul selama satu tahun dan kadar 2,5%. Artinya bila seorang muslim memiliki emas sebesar setidaknya 20 Dinar emas (85 gram) selama satu tahun ia wajib membayar zakat sebesar 2,5% dari jumlah emasnya tersebut minimal 1/2 Dinar.

      Menghitung Nisab Zakat Mal = 85 x harga emas pasaran per gram.
      Intinya perhitungannya sama.
      wassalam.

      Reply
  380. ade

    Asalamu’alaikum…
    ustadz saya mau tanya…
    bagaimana kedudukan hadits tentang mengazani bayi yang baru lahir

    Reply
    • Yayuk PKH

      Hadits Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu. Dia berkata:
      رَأَيتُ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَذَّنَ فيِ أُذُنِ الحَسَنِ بنِ عَلي حِيْنَ وَلَدَتْهُ فَاطِمَةُ.
      “Aku melihat Rosululloh shollahu ‘alaihi wa sallam membacakan adzan ke telinga Al-Hasan bin ‘Ali ketika ia telah dilahirkan oleh Fathimah”.
      Hadits ini diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Dawud, Al-Imam At-Tirmidziy, Al-Imam Ahmad dan yang lainnya. Semua dari jalan Sufyan dari ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dari ‘Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari Ayahnya Rodhiyallahu ‘anhu -yaitu Abu Rafi’- dia berkata: (menyebutkan hadits).
      Dalam riwayat At-Tabraaniy di dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir (no. hadits: 926) dengan lafadh:
      أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَذَّنَ فيِ أُذُنِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ رَضي اللَّهُ عَنْهُمَا حِينَ وُلِدَا ، وَأَمَرَ بِهِ.
      “Bahwasannya An-Nabi shollahu ‘alaihi wa sallam membacakan adzan ke telinga Al-Hasan dan Al-Husain ketika keduanya telah dilahirkan, dan beliau shollahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal tersebut”.
      Hanya saja At-Thabraniy meriwayatkannya dari jalan ‘Ashim bin ‘Ubaidillah dari Al-Husain bin ‘Ali Rodhiyallahu ‘anhu dari Abu Rafi’ Rodhiyallahu ‘anhu.
      Hadits ini lemah.
      Walaupun tingkat hadis tersebut lemah tapi bisa di gunakan untuk Fadhoiful ‘amal (ibadah umum) tapi tidak untuk mengambil suatu hukum.

      Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam

      Apabila mangikuti Mazhab Syafi’i walaupun tidak dengan syahwah maka batal. Tetapi mazhab Hanafi apabila tidak ada syahwah tidak batal.

      Wassalam.

      Reply
  381. Leni

    Assalamualaikum…
    Ustadz sama mau tanya… saya suka bikin boneka dari kain flanel bentuk orang tapi tanpa hidung dan kuping, mulutnya pun hanya dibuat lengkungan dari benang (senyum), boneka tersebut di letakkan di dalam box untuk pajangan… saya berniat untuk menjual boneka2 tersebut, bagaimana hukumnya?

    Reply
  382. Yanto

    Assalamu’alaykum ustadz, saya mau tanya, hukumnya transaksi penarikan uang/saldo lewat kartu ATM gitu mubah atau haram??
    soalnya keluarga diluar pulau kan tiap bulan harus ngirim uang di kampung. dikirim lewat kantor post biayanya juga mahal.

    Reply
  383. raihan

    asalamualikum ustadz..??
    nama saya raihan
    saya kenalan sama seorang perempuan dia mengaku janda beranak 2
    di situ saya sering ngobrol menceritakan masa lalu dia
    .dia sering di aniyaya oleh suaminya bahkan tidak pernah di kasih nafkah
    1tahun berlalu dan kami ada rencana mau menikah
    kami melakukan dosa besar yaitu berzina dan dia hamil

    akhirnya dia menceritakan yang sebenarnya,bahwa dia belum resmi bercerai
    saya bingung ustadz apa yang harus saya lakukan sedangkan dia belum resmi bercerai mau menikahi dia pun tidak bisa
    saya telah dibohongi

    saya mau bertobat?
    apa yang harus saya perbuat ustadz?
    apakah allah akan mengampunin dosa saya yang teramat besar?

    Terimakasih, jawaban Dari ustadz bisa menjadi solusi Dari keadàan yg sy hadapi.

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Semoga Allah membimbing dan memberi petunjuk saudara raihan. Bertobatlah dengan sebenar benarnya taubat dan setelah itu jangan mengulangi lagi dan buka lembaran baru dengan menjaga pergaulan anda dengan pergaulan yang baik dan islami.
      9 : 104 | 42 : 25

      QS. At-Taubah [9] : 104

      أَلَمْ يَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

      Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?

      QS. Ash-Shuraa [42] : 25

      وَهُوَ ٱلَّذِى يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَعْفُوا۟ عَنِ ٱلسَّيِّـَٔاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

      Dan Dialah yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan,

      Reply
  384. yusuf

    assalamualaikum wr wb
    ust ane mau tanya bagaimana sih batasan menundukan pandangan ..??
    bagi seorang ikhwan

    Reply
    • Yayuk PKH

      Dari Jarir bin ‘Abdillah radliyallaahu ‘anhu ia berkata :

      سَأَلْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ نَظَرِ الْفُجَاءَةِ فَأَمَرَنِيْ أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي

      ”Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu ’alaihi wasallam dari pandangan tiba-tiba (tidak sengaja). Maka beliau memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku”. [7]

      Al-Imam An-Nawawi berkata : «”Makna pandangan tiba-tiba adalah pandangan kepada wanita asing/bukan mahram (ajnabiyyah) tanpa sengaja, tidak ada dosa baginya pada awal pandangan, dan wajib untuk memalingkannya pada saat itu juga. Apabila dipalingkan saat itu juga maka tidak berdosa, akan tetapi apabila terus-menerus memandang, maka berdosa berdasarkan hadits ini, karena Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memalingkan pandangannya. Padahal Allah ‘azza wa jalla berfirman : {قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ} ”Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya”»

      Reply
  385. aila

    assalamu’alaikum..
    ustad saya mau tanya,
    tanpa sengaja saya dipilih sbg pewaris oleh pengacra padahal saya tidak ada hubungan keluarga dengan almarhum, dia menemukan saya krna nama saya yang sama dg almarhum, krna almarhum tidak punya keluarga, saya diminta untuk mencairkn deposito almarhum dan sebagian dana itu saya sumbangkan, jika tidak dicairkan dana itu akan disalah gunakan oleh orang-orang yg tak bermoral
    yang saya tanyakn halalkah warisan itu untuk saya?

    Reply
    • Yayuk PKH

      wa’alaykum salam wr wb. harta tersebut tidak halal bagi bapak. krn tidak ada hub keluarga. seharusnya pengacara tersebut melimpahkan urusan tersebut kepada baitul maal atau pihak yg berkaitan dgn urusan ahli waris dr pemerintah. salam

      Reply
  386. andi aryan azikra

    Assalamu’alaikum Wr.Wb.
    Pak Ustadz, ijinkan sy bertanya! yang saya mau tanyakan masalah mengusap wajah !
    Apa hukum menghusap wajah setelah berdoa dan salam ? Terima Kasih . Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

    Reply
    • Yayuk PKH

      “Mohonlah kepada Alloh dengan telapak tanganmu dan jangan memohon kepada-Nya dengan punggung tanganmu, dan apabila kamu telah selesai berdo’a, maka usapkanlah kedua telapak tangan itu pada wajahmu.” (H.R. Ibnu Majah dan Abu Daud).

      Reply
  387. Firdaus

    assalamualaikum… saya seorang pelajar smk kelas 2,, saya mau tanya soal,,
    kalo mengadakan rental ps atau warung internet (warnet),, itu dibolehkan enggayah menurut ajaran islam? uangnya halal apa haram…?

    mohon dijawab ya :D
    wassalamualaikum…

    Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam
      Kalau menyewakan rental PS jatuhnya mengajak orang untuk menyia-nyiakan waktu dibandingkan mengisi dengan kegiatan yang lebih bermanfaat.
      Warung internet apabila di gunakan untuk hal pekerjaan dan kebaikan lainnya maka hasilnya baik. Tetapi apabila dimanfaatkan untuk hal yang buruk maka masuknya adalah dosa.
      Karena kita juga tidak bisa memastikan pengunjung untuk bisa memakainya dalam hal kebaikan, maka kami menyarankan untuk cari peluang usaha yang lainnya atau carilah lokasi usaha warnetnya di lokasi yang islami (insya Allah lebih terjamin).

      Wallahu a’alam bishshawab.

      Reply
    • Yayuk PKH

      Wa’alaykum salam

      Rajin belajar dan menuntut ilmu agama dengan mengukuti pengajian atau majlis ilmu yang ikhlash. Dan selalu berdoa kepada Allah agar diberi ketetapan hati dan dijaga keislaman dan keimanannya.

      Reply
  388. dody setiawan

    subhanallah ustadz saya hanya ingin curhat dengan seorang ustadz di media online kenapa susah,ustadz saya tidah bisa curhat dengan lingkungan saya makanya saya ingin curhat d media online ustadz allah huakbar….

    Reply
  389. rina

    assalamu’alaikum…….Dr Luthfi yth,terimakasih atas semua yang ada di warung ustadz sangat bermanfaat dunia akhirat,semoga menjadi jalan kita selamat dunia akhirat aamiiin

    Reply
  390. aryadi

    assalamuala’ikum wrb…
    pak ustadz sy sering bertengkar dengan istri, terkadang kalau sy terlalu emosi mengeluarkan kata2 saya cereikan kamu. istri saya juga menanggapi dengan kata ayo kita cerai
    pertanyaan saya apakah itu sdh termasuk cerai

    Reply
    • Yayuk PKH

      Salam pak Aryadi.. jangan pernah bercanda mengeluarkan kata kata cerai kepada istri.. karena hal itu bisa jatuh talaknya.. walaupun hanya dengan bercanda atau dalam keadaan marah yang sangat..
      wassalam

      Reply
  391. selamet

    assalamuala’ikum wrb…
    pa ustad saya mau tanya tentang pernikahan saya yang akhir2 ini istri saya ingin mengajak pisah..yang saya mau tanyakan dosa kah saya bila saya cerai kan atas kemauan istri saya…dan bila sampai pisah saya ingin membantu kedua orang tua saya untuk masalah ekonomi..mohon di jawab pa ustadz..terima kasih

    Reply
    • Yayu PKH

      Salam pak Selamet yang dirahmati Allah.. Bagi suami tidak berdosa apabila menceraikan istri atas permintaan istri. Seorang laki-laki memang mempunyai kewajiban menafkahi orang tuanya dan bukan hanya sekedar membantu perekonomian mereka. salam.

      Reply